• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN KAPASITAS NASIONAL

IMPLEMENTASI P3DN DALAM PENGADAAN

H. IMPLEMENTASI P3DN PADA SEKTOR MIGAS

H.4. PENINGKATAN KAPASITAS NASIONAL

55

. . . .

Dalam hal terbukti belum terdapat standar kualifikasi dan kompetensi minimum yang ditetapkan oleh SKK Migas dan/atau instansi pemerintah, KKKS dapat menentukan standar kualifikasi dan kompetensi sesuai kebutuhan dengan terlebih dahulu berkonsultasi kepada fungsi yang melaksanakan pengelolaan ketenagakerjaan SKK Migas dan/atau instansi pemerintah yang membidangi ketenagakerjaan.

KKKS dapat memastikan kualitas barang/jasa dalam negeri yang akan digunakan, antara lain melalui assessment dan/atau uji produk dan melaporkan hasilnya kepada SKK Migas, dengan ketentuan:

Assessment dilakukan oleh KKKS secara mandiri maupun melalui pihak ketiga dan/atau bersama-sama dengan KKKS lain, SKK Migas dan/atau instansi pemerintah terkait;

Uji produk dilakukan menggunakan laboratorium pengujian dan/atau lembaga penelitian (research and development/R&D) dan/atau perguruan tinggi di dalam negeri yang telah memiliki kompetensi dan terakreditasi;

dan

Dalam hal laboratorium pengujian dan/atau lembaga penelitian di dalam negeri belum memiliki kompetensi dan terakreditasi, laboratorium dalam negeri dapat bekerjasama dengan lembaga penelitian internasional yang memiliki kompetensi dan terakreditasi.

KKKS mengupayakan kerjasama pengembangan produksi barang kebutuhan KKKS dengan pabrikan dalam negeri atau jasa hasil pengembangan teknologi pekerjaan dengan penyedia jasa di dalam negeri.

SKK Migas dapat melakukan koordinasi dengan KKKS untuk menyusun program peningkatan penggunaan barang/jasa dalam negeri.

Perusahaan Asing sebagai anggota Konsorsium harus memberikan kontribusi terhadap pengembangan kemampuan Perusahaan Dalam Negeri.

KKKS dalam tahap eksploitasi harus melaksanakan pembayaran kepada Pelaksana Kontrak menggunakan Bank BUMN/BUMD. Bagi KKKS dalam tahap eksplorasi, semua transaksi pembayaran dapat menggunakan Bank BUMN/BUMD atau Bank Umum Swasta Nasional. Ketentuan ini dikecualikan untuk pelaksanaan pembayaran kepada Pelaksana Kontrak yang berstatus Perusahaan Asing.

Kewajiban penggunaan barang Produk Dalam Negeri mengacu pada ketentuan dan tahapan Tender barang pada pedoman ini dan Petunjuk Pelaksanaan Tender.

Dalam Tender jasa, KKKS harus mensyaratkan kewajiban penggunaan barang Produk Dalam Negeri.

Dalam Tender barang yang membutuhkan jasa pemasangan dan jasa pendukung, KKKS harus mensyaratkan kewajiban penggunaan kemampuan jasa dalam negeri.

Tata cara perhitungan TKDN barang mengikuti ketentuan peraturan perundang undangan yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industry minyak dan gas bumi.

KKKS wajib menggunakan jasa dan tenaga kerja dalam negeri dengan:

Menetapkan standar kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja

Mengikutsertakan dan melibatkan Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional dalam pelaksanaan Tender dan pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi, Jasa Lainnya, dan Jasa Konsultansi; dan

Menetapkan persyaratan penggunaan peralatan dan/atau fasilitas kerja di dalam negeri.

Tata cara perhitungan TKDN jasa mengikuti ketentuan peraturan perundang undangan yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi.

Pada proses Tender barang diberikan Preferensi Harga berdasarkan nilai TKDN dan berdasarkan status perusahaan sebagai berikut:

Preferensi Harga berdasarkan TKDN barang, diberikan apabila nilai TKDN lebih atau sama dengan 25% dan dibuktikan dengan sertifikat TKDN. Preferensi diberikan setinggi-tingginya 15%, dihitung secara proporsional berdasarkan persentase sertifikat TKDN barang dari penawaran Peserta Tender dibandingkan dengan Target Capaian TKDN komoditas barang terkait;

b. Kewajiban Penggunaan Barang Produk Dalam Negeri 1.

2.

3.

4.

c. Kewajiban Penggunaan Jasa Produk Dalam Negeri 1.

2.

d. Preferensi Harga 1.

57

m

Preferensi Harga tambahan berdasarkan TKDN untuk komoditas barang utama yang memiliki nilai TKDN melebihi peta jalur (roadmap) pencapaian target TKDN sebagaimana diatur dalam peraturan instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. Barang utama yang ditetapkan dalam bab ini adalah pipa pengeboran (OCTG), pipa penyalur (linepipe), wellhead, christmas tree, subsea production equipment, bahan bakar minyak (BBM), pelumas. Preferensi tambahan dihitung mengacu kepada rumusan sebagaimana diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan Tender; dan

Preferensi Harga berdasarkan status perusahaan, diberikan kepada Peserta Tender berbentuk pabrikan yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri atau Agen atau Distributor yang mewakilinya, dengan total persentase TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). Preferensi diberikan sebesar 2,5%

(dua setengah persen). Status perusahaan dari pabrikan dibuktikan melalui SKUP Migas yang disampaikan sebagai bagian dokumen penawaran harga.

Pada proses Tender jasa diberikan Preferensi Harga berdasarkan TKDN dan berdasarkan status perusahaan sebagai berikut:

Preferensi Harga berdasarkan TKDN jasa, diberikan apabila komitmen TKDN minimal 30%.

Preferensi diberikan setinggi-tingginya 7,5%, dihitung terhadap unsur biaya jasa dalam negeri, proporsional berdasarkan komitmen TKDN dibandingkan dengan peta jalur (roadmap) pencapaian target TKDN untuk komoditas jasa dari Tender yang dilaksanakan.

Preferensi diberikan setinggi-tingginya 15% (lima belas persen), dihitung terhadap unsur biaya barang dalam negeri, proporsional berdasarkan komitmen TKDN barang dari penawaran Peserta Tender dibandingkan dengan peta jalur (roadmap) pencapaian target TKDN untuk komoditas jasa dari Tender yang dilaksanakan.

Preferensi Harga berdasarkan status perusahaan, diberikan bagi Peserta Tender yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri dengan komitmen TKDN minimal 30% (tiga puluh persen).

Apabila Peserta Tender adalah Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium antara Perusahaan Dalam Negeri tanpa melibatkan Perusahaan Nasional dan/atau Perusahaan Asing, maka referensi diberikan setinggi-tingginya sebesar 7,5% (tujuh setengah persen), secara proporsional terhadap bobot kategori perusahaan sesuai SKUP Migas.

1.

2.

Apabila Peserta Tender adalah Perusahaan Dalam Negeri yang melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing, dan Perusahaan Dalam Negeri bertindak sebagai Pemuka Konsorsium (Leadfirm), maka preferensi diberikan setinggi-tingginya sebesar 5% , secara proporsional terhadap bobot kategori perusahaan sesuai SKUP Migas.

Bobot kategori perusahaan sesuai SKUP Migas dimaksud adalah berdasarkan SKUP Migas yang disampaikan sebagai bagian dokumen penawaran harga.

Perusahaan kategori diutamakan diberikan bobot 100% (seratus persen);

Perusahaan kategori dimaksimalkan diberikan bobot 70% (tujuh puluh persen);

Perusahaan kategori diberdayakan diberikan bobot 40% (empat puluh persen); dan

Perusahaan yang tidak menyampaikan SKUP Migas dalam penawaran harga, diberikan bobot 0% (nol persen).

Preferensi Harga berdasarkan kepemilikan alat kerja utama Produk Dalam Negeri sebesar 15% (lima belas persen), diberikan kepada:

Peserta Tender yang dapat menunjukkan bukti sertifikat pembangunan menara pengeboran/kerja ulang (drilling/workover rig) di dalam negeri, untuk Tender menara pengeboran/kerja ulang (drilling/workover rig); atau

Peserta Tender yang dapat menunjukkan bukti sertifikat pembangunan kapal di galangan kapal dalam negeri, untuk Tender jasa kapal.

e. Pengawasan Penggunaan Barang/Jasa Dalam Negeri

Dalam rangka memastikan penggunaan barang/jasa dalam negeri oleh Pelaksana Kontrak, KKKS melakukan pengawasan pada tahap pelaksanaan Kontrak dengan cara melakukan verifikasi dan mendorong Pelaksana Kontrak untuk memenuhi kewajiban yang disepakati dalam Kontrak terkait dengan kewajiban pemenuhan capaian TKDN dan penggunaan barang/jasa dalam negeri. KKKS melaporkan pelaksanaan pengawasan ini kepada SKK Migas sesuai Bab X butir 1.5.

59

Pembinaan implementasi sistem manajemen mutu;

Pembinaan implementasi sistem manajemen K3LL; dan/atau Pembinaan melalui pelaksanaan uji produk dalam negeri.

f. Pembinaan Penyedia Barang/Jasa

Dalam rangka meningkatkan standar kerja dan kualitas produk dari Penyedia Barang/Jasa serta untuk meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri pada kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, SKK Migas dan KKKS melakukan pembinaan kepada Penyedia Barang/Jasa Dalam Negeri, Nasional dan Daerah antara lain termasuk, namun tidak terbatas pada lingkup:

1.

2.

3.

g. Program Pengembangan Vendor (PPV)

Dalam rangka meningkatkan kapabilitas Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional agar dapat memenuhi kebutuhan operasi hulu migas dan mampu bersaing secara regional dan global, serta guna meningkatkan investasi dan mendukung efisiensi kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, SKK Migas dan KKKS membuat program pengembangan vendor (PPV) yang akan diatur lebih lanjut secara terpisah.

Dokumen terkait