• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. PENINGKATAN KINERJA RANTAI PASOK

1. Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Ikan Kakap

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pemilihan dilakukan melalui perbandingan yang diberikan oleh pakar melalui kuisioner. Kuisioner peningkatan kinerja rantai pasok ikan kakap diberikan kepada dua orang pakar. Pakar pertama adalah manajer pembelian ikan (P1) dan pakar kedua adalah staf pembelian ikan yang tugasnya berhubungan langsung dengan pemasok (P2). Berikut adalah hasil pengolahan data setelah dilakukan kombinasi.

Diantara empat faktor yang berpengaruh dalam peningkatan kinerja rantai pasok ikan kakap, terpilih faktor pemenuhan pesanan yang dianggap paling penting yakni sebesar 39,2%. Diikuti dengan waktu siklus pemenuhan pesanan sebesar 34,7%. Urutan ketiga dan keempat adalah Biaya pemenuhan pesanan 17,1% dan standar kualitas 9,1%. Hal ini berarti kesesuaian jumlah bahan baku

61 serta ketepatan waktu pengiriman sangat penting dalam upaya peningkatan kinerja rantai pasok ikan kakap. Diagram pohon bobot untuk masing-masing faktor yang merupakan kombinasi dari dua pakar dapat dilihat pada Gambar 13.

Gambar 13. Diagram Pohon Bobot Faktor dan Alternatif Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Ikan Kakap (Kombinasi)

Selanjutnya, dilakukan sintesis untuk mengetahui hasil akhir perhitungan. Berdasarkan Gambar 14, terlihat bahwa meningkatkan kemitraan dengan pemasok adalah alternatif yang paling mungkin dilakukan untuk meningkatkan kinerja rantai pasok ikan kakap. Nilainya adalah 27,9%. Alternatif kedua yang terpilih adalah mempercepat pembayaran, nilainya 24%. Alternatif ini diutamakan karena

62 rentang waktu pembayaran PT. Kelola Mina Laut kepada pemasok saat ini cenderung lama menurut kemampuan pemasok ikan sehingga perlu dipercepat. Alternatif menambah variasi bahan baku berada di urutnan ketiga dengan nilai 23,7%. Alternatif menambah pemasok berada pada urutan keempat dengan nilai 13,8%, serta alternatif mengubah kapasitas produksi dan standar berada pada urutan terakhir dengan nilai 10,6%. Hal ini berarti Perubahan kapasitas produksi tidak akan memberi pengaruh yang signifikan dalam upaya peningkatan kinerja rantai pasok. Hasil sintesis peningkatan kinerja rantai pasok ikan kakap yang merupakan kombinasi dari dua pakar dapat dilihat pada Gambar 14.

Gambar 14. Sintesis Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Ikan Kakap (Kombinasi)

Setelah proses perhitungan dilakukan, satu hal lain yang perlu diperhatikan adalah nilai dari ketidakkonsistenan (Inconsistency). Nilai ini menunjukkan apakah data yang diisikan oleh pakar dapat diterima atau tidak. Ketidakkonsistenan dapat timbul akibat penilaian yang kurang tepat ketika membandingkan faktor atau alternatif. Pengisian ulang kuisioner perlu dilakukan apabila nilai inkonsistensi lebih besar dari 0,1.

Hasil perhitungan inkonsistensi untuk peningkatan kinerja rantai pasok ikan kakap menunjukkan nilai 0,02. Nilai ini berada jauh dari 0,1 sehingga data yang diperoleh masih dapat diterima dan layak untuk digunakan menentukan alternatif yang dipilih.

63 2. Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Udang

Sama halnya dengan peningkatan kinerja rantai pasok ikan kakap, pada peningkatan kinerja rantai pasok udang digunakan data dari dua pakar. Pakar pertama adalah manajer bisnis udang (P3) dan pakar kedua adalah manajer produksi udang (P4). Data dari kedua pakar dikombinasikan untuk memperoleh satu data akhir yang akan menjadi penilaian terkait alternatif yang dipilih dalam upaya peningkatan kinerja rantai pasok udang.

Diantara empat faktor yang berpengaruh dalam peningkatan kinerja rantai pasok udang, terpilih faktor biaya pemenuhan pesanan yang dianggap paling penting yakni sebesar 35,8%. Diikuti dengan pemenuhan pesanan sebesar 33,7%. Urutan ketiga dan keempat adalah waktu siklus pemenuhan pesanan 20,7% dan standar kualitas 9,9%. Hal ini berarti biaya yang digunakan untuk memperoleh bahan baku menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam menentukan alternatif yang dipilih. Faktor pemenuhan pesanan menjadi pertimbangan selanjutnya karena PT. Kelola Mina Laut menginginkan bahan baku yang diterima sesuai dengan pesanan.

Faktor ketepatan waktu pemenuhan pesanan menjadi prioritas selanjutnya, diikuti faktor standar kualitas. Faktor standar kualitas menjadi prioritas terakhir karena PT. Kelola Mina Laut telah mengetahui hampir semua bahan baku yang dikirim masih segar dan aman. Diagram pohon bobot untuk masing-masing faktor yang merupakan kombinasi dari dua pakar dapat dilihat pada Gambar 15.

64 Gambar 15. Diagram Pohon Bobot Faktor dan Alternatif Peningkatan Kinerja Rantai

Pasok Udang (Kombinasi)

Selanjutnya dilakukan sintesis untuk menentuka alternatif yang dipilih untuk meningkatkan kinerja rantai pasok udang. Gambar 16 yang merupakan hasil sintesis peningkatan kinerja rantai pasok udang kombinasi dari dua pakar, menunjukkan bahwa alternatif yang dipilih adalah meningkatkan kemitraan dengan pemasok. Nilainya adalah 41,6%. Alternatif kedua yang dipilih adalah menambah pemasok, dengan nilai 19,5%.

Alternatif menambah jumlah pemasok akan memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk memilih pemasok yang dapat menyuplai udang berkualitas tinggi. Selama proses budidaya, udang rawan terkena penyakit yang akan membuat

65 kualitasnya menurun. Hal ini berbeda dengan ikan kakap yang diperoleh melalui penangkapan langsung di laut sehingga kualitasnya lebih terjamin. Alternatif menambah variasi bahan baku menjadi pilihan selanjutnya dengan nilai 18,2%. Apabila pada ikan kakap variasi mengarah kepada jenis dan ukuran, pada komoditi udang variasi lebih mengarah ke ukuran saja. Alternatif mempercepat pembayaran berada di urutan keempat dengan nilai 11,2%. Berbeda dengan komoditi ikan kakap yang menempatkan alternatif ini pada urutan kedua, pemasok udang dapat menerima selang pembayaran yang ditawarkan PT. Kelola Mina Laut. Alternatif terakhir yang dipilih adalah mengubah kapasitas produksi dan standar dengan nilai 9,6%.

Gambar 16. Sintesis Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Udang (Kombinasi)

Nilai inkonsistensi untuk perhitungan peningkatan kinerja rantai pasok udang adalah 0,03. Nilai ini masih jauh dibawah batas maksimal, yaitu 0,1. Hal ini berarti data yang digunakan layak untuk dijadikan acuan atau input untuk menentukan alternatif yang dipilih dalam upaya peningkatan kinerja rantai pasok udang.

Berdasarkan pengukuran tersebut, alternatif yang dipilih untuk meningkatkan kinerja rantai pasok ikan kakap dan udang adalah meningkatkan kemitraan dengan pemasok. Menurut pendapat pakar, hal ini wajar mengingat pasokan bahan baku yang kontinu dan stabil dalam usaha seafood merupakan perhatian utama. Kebutuhan pasar global yang begitu tinggi akan membuat perusahaan bersaing memperoleh bahan baku sehinggaperusahaan-perusahaan tersebut dapat memasok produknya secara kontinu dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh negara-negara pengimpor produk seafood melalui penggunaan teknologi yang tepat guna.

66 Apabila perusahaan ingin memperoleh pasokan dengan jumlah dan kualitas yang baik, pihak yang perlu diajak bekerjasama secara intensif adalah pemasok karena melalui pemasok, perusahaan dapat bekerjasama dengan nelayan atau petambak. Semakin banyak pemasok yang loyal kepada perusahaan, maka akan semakin besar pula peluang perusahaan memperoleh pasokan terbaik dan memenangkan persaingan usaha.

Dokumen terkait