• Tidak ada hasil yang ditemukan

32.PENINGKATAN PERTUMBUHAN

Dalam dokumen BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN (Halaman 65-94)

PESAING YANG CEPAT

SKOR

-10 -10 -10

WIKA WSKT ADHI

33. KOMPETITOR

Keterangan perolehan score tabel 3.21 :

1. Kekuatan modal diukur dari rata-rata ekuitas PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk selama tiga tahun terakhir (tahun 2013-2015) kemudian diakar 4.

a. Perhitungan score untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

√ πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  𝑃𝑇 π‘Šπ‘–π‘—π‘Žπ‘¦π‘Ž πΎπ‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž (π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘œ)π‘‡π‘π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2013 + π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2014 + π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015 3 4 =

√

2.948.962.839.000+4.876.754.741.000+5.438.101.365.000 3 4 =

√

13.263.818.945.000 3 4 =4√4.421.272.981.667 = 1.450

b. Perhitungan score untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk

√ πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  𝑃𝑇 π‘Šπ‘Žπ‘ π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž πΎπ‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž (π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘œ)π‘‡π‘π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2013 + π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2014 + π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015 3 4 =

√

2.383.437.061.880+2.848.829.878.616+9.704.206.867.663 3 4 =

√

14.936.473.808.159 3 4 = 4√4.978.824.602.720 = 1.494

c. Perhitungan score untuk PT Adhi Karya (Persero) Tbk

√

πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘  𝑃𝑇 π΄π‘‘β„Žπ‘– πΎπ‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž (π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘œ)π‘‡π‘π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2013 + π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2014 + π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

3

=

√

1.548.462.792.571+1.751.543.349.644+5.162.131.796.836 3 4 =

√

8.462.137.939.051 3 4 = 4√2.820.712.646.350 = 1.296

2. Sumber daya manusia diketahui dari jumlah pegawai yang tercatat dalam Laporan Tahunan 2015 pada masing-masing perusahaan. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memiliki sejumlah 2.069 pegawai, PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan 1.311 pegawai, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan 1.766 pegawai.

3. Laba bersih diukur dari rata-rata laba bersih PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk selama tiga tahun terakhir (tahun 2013-2015) kemudian diakar 4.

a. Perhitungan score untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

√ πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž 𝑃𝑇 π‘Šπ‘–π‘—π‘Žπ‘¦π‘Ž πΎπ‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž (π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘œ)π‘‡π‘π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2013 + π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2014 + π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015 3 4 =

√

624.371.679.000+750.795.820.000+703.005.054.000 3 4 =

√

2.078.172.553.000 3 4 = 4√692.724.184.333 = 912

b. Perhitungan score untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk

√

πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž 𝑃𝑇 π‘Šπ‘Žπ‘ π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž πΎπ‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž (π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘œ)π‘‡π‘π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2013 + π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2014 + π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

3

=

√

366.629.440.989+497.057.611.319+1.483.266.414.227 3 4 =

√

2.346.953.466.535 3 4 = 4√782.317.822.178 = 940

c. Perhitungan score untuk PT Adhi Karya (Persero) Tbk

√ πΏπ‘Žπ‘π‘Ž π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž 𝑃𝑇 π΄π‘‘β„Žπ‘– πΎπ‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž (π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘œ)π‘‡π‘π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2013 + π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2014 + π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015 3 4 =

√

409.861.901.693+326.616.041.206+878.753.954.012 3 4 =

√

1.615.231.896.911 3 4 = √538.410.632.3044 = 857

4. Jumlah entitas anak diketahui dari jumlah entitas anak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memiliki 6 entitas anak yaitu : PT Wijaya Karya Beton (WIKA BETON), PT Wijaya Karya Reality (WIKA REALITY), PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIK), PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA GEDUNG), PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WRK), dan PT Sarana Karya (SAKA). PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan 7 entitas anak yaitu: PT Waskita Karya Realty, PT Waksita Beton Precast, PT Waskita Toll Road, PT Waskita Sangir Energy, PT Citra Waspphutowo, PT Prima Multi Terminal, dan PT Jasa Marga Kualanamu dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan 3 entitas anak yaitu: PT Adhi Persada Gedung (APG), PT Adhi Persada Properti (APP), dan PT Adhi Persada Beton (APB).

5. Harga saham diukur dari harga saham penutup Desember 2015 masing-masing perusahaan. Harga saham penutup PT Wijaya Karya (Persero) Tbk adalah Rp 2.640, Harga saham penutup PT Waskita Karya (Persero) Tbk adalah Rp 1.670 , serta Harga saham penutup PT Adhi Karya (Persero) Tbk adalah Rp 2.140. 6. Pertumbuhan perusahaan diukur dari penurunan laba bersih yang terjadi pada

masing-masing perusahaan periode 2011-2015. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengalami penurunan laba bersih pada tahun 2015 menjadi sebesar Rp 703.005.054.000 dari Rp 750.795.820.000 pada tahun 2014 atau mengalami penurunan sebesar 6%, yang berarti dalam kurun waktu 5 tahun PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengalami satu kali penurunan laba bersih sehingga pertumbuhan perusahaan dalam menghasilkan lababersih dinilai baik pada 4 tahun sebelumnya. PT Waskita Karya (Persero) Tbk tidak mengalami penurunan laba sama sekali pada periode 2011-2015, sehingga pertumbuhan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dinilai baik dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengalami penurunan laba bersih pada tahun 2014 menjadi Rp 326.616.041.206 dari Rp 409.861.901.693 pada tahun 2013 atau mengalami penurunan sebesar 20% yang berarti dalam kurun waktu 5 tahun PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengalami satu kali penurunan laba bersih sehingga pertumbuhan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dinilai baik pada 4 tahun pada periode 2011-2015.

7. Ekspansi ke luar negeri diukur dari kegiatan ekspansi masing-masing perusahaan di beberapa negara. Untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melakukan ekspansi ke 5 negara yaitu Arab Saudi, Filiphina, Malaysia, Timor

Leste, dan Aljazair. PT Waskita Karya (Persero) Tbk melakukan ekspansi pada 4 negara yaitu Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Timor Leste , dan Malaysia. Sedangkan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melakukan ekspansi pada 2 negara yaitu India dan Timor Leste.

8. Pengalaman dibidang bisnis diukur dari usia masing-masing perusahaan dengan tahun berdiri PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tahun 1960 atau berusia 56 tahun hingga sekarang, PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang berdiri pada tahun 1961 atau berusia 55 tahun hingga sekarang, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang berdiri pada tahun 1960 atau berusia 56 tahun hingga sekarang.

9. Brand Image positif diukur dari restrukturisasi modal pada setiap perusahaan pada tahun 2015. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada tahun 2015 tidak melakukan retrukturisasi modal, PT Waskita Karya (Persero) Tbk melakukan restrukturisasi modal dengan tambahan modal melalui PUT I sebesar Rp 5,3 triliun yang terdiri dari Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3,5 triliun dan dana publik sebesar Rp 1,8 triliun (Laporan tahunan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, 2015) sedangkan PT Adhi Karya (Persero) Tbk melakukan restrukturisasi modal dengan tambahan modal melalui PUT sebesar Rp 2,7 triliun yang terdiri dari Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,4 triliun dan dana publik sebesar Rp 1,3 triliun (Laporan tahunan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, 2015).

10. Alokasi anggaran negara diukur dari perolehan Penanaman Modal Negara (PNM) 2015. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tidak mendapatkan PMN pada

tahun 2015, PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapatkan PMN sebesar Rp 3,5 triliun, PT Adhi Karya (Persero) Tbk mendapatkan PMN sebesar Rp 1,4 triliun.

11. Good Corporate Governance diukur dari perolehan score masing-masing perusahaan. menurut laporan keuangan masing-masing perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memperoleh score 93,35, PT Waskita Karya (Persero) Tbk memperoleh score 86,64, sedangkan PT Adhi Karya (Persero) Tbk memperoleh score 75,79.

12. Teknologi ACPS (Adhi Concrete Pavment System) merupakan teknologi sistem pengerasan kaku modular yang menggunakan metode beton pracetak yang hanya dimiliki oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

13. Strategi cost leadership dan strategi diferensiasi merupakan strategi yang menitik beratkan penawaran harga yang kompetitif serta pendekatan pada kualitas produk. Strategi ini hanya di terapkan padaPT Waskita Karya (Persero) Tbk dan tidak diterapkan pada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, sehingga penulis memberi score 1 untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan score 0 untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

14. Sistem desentralisasi merupakan sistem reorganisasi dalam rangka melakukan evaluasi terhadap efektifitas pelaksanaan struktur organisasi perusahaan yang ada sebelumnya. Sistem ini hanya diterapkan pada PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan tidak diterapkan pada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, sehingga penulis memberi score 1 untuk PT

Waskita Karya (Persero) Tbk dan score 0 untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

15. Utang diukur dari jumlah utang pada tahun 2015 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk kemudian diakar4.

a. Perhitungan score untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

βˆšπ½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” 𝑃𝑇 π‘Šπ‘–π‘—π‘Žπ‘¦π‘Ž πΎπ‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž (π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘œ) π‘‡π‘π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

4

= √14.164.304.669.0004

= 1.940

b. Perhitungan score untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk

βˆšπ½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” 𝑃𝑇 π‘Šπ‘Žπ‘ π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž πΎπ‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž (π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘œ) π‘‡π‘π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

4

= 4√20.604.904.309.804= 2.131

c. Perhitungan score untuk PT Adhi Karya (Persero) Tbk

βˆšπ½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” 𝑃𝑇 π΄π‘‘β„Žπ‘– πΎπ‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž (π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘ π‘’π‘Ÿπ‘œ) π‘‡π‘π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

4

= √11.598.931.718.0434

= 1.845

16. Biaya diukur dari perbandingan beban pokok penjualan dan penjualan bersih tahun 2015 dikali seratus, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbkpada tahun 2015.

a. Perhitungan score untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

π΅π‘’π‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘œπ‘˜π‘œπ‘˜ π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015 x 100

= 11.965.441.022 13.620.101.419x 100

= 88

b. Perhitungan score untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk

π΅π‘’π‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘œπ‘˜π‘œπ‘˜ π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015 x 100

= 12.231.514.814.135 14.152.752.847.612x 100

= 86

c. Perhitungan score untuk PT Adhi Karya (Persero) Tbk

π΅π‘’π‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘œπ‘˜π‘œπ‘˜ π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘ π‘–β„Ž π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015 x 100

= 8.414.925.778.081

9.389.570.098.578x 100=90

17. Kerusakan Aktiva Tetap diukur dari perbandingan akumulasi dengan aset tetap tahun 2015 dikali seratus, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbkpada tahun 2015.

a. Perhitungan score untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

π΄π‘˜π‘’π‘šπ‘’π‘™π‘Žπ‘ π‘– 𝐴𝑠𝑒𝑑 π‘‡π‘’π‘‘π‘Žπ‘ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž 𝐴𝑠𝑒𝑑 π‘‡π‘’π‘‘π‘Žπ‘ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015 x 100

= 927.296.347.000

3.184.400.114.000x 100

= 29

b. Perhitungan score untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk

π΄π‘˜π‘’π‘šπ‘’π‘™π‘Žπ‘ π‘– 𝐴𝑠𝑒𝑑 π‘‡π‘’π‘‘π‘Žπ‘ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž 𝐴𝑠𝑒𝑑 π‘‡π‘’π‘‘π‘Žπ‘ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015 x 100

= 389.211.700.479

= 20

c. Perhitungan score untuk PT Adhi Karya (Persero) Tbk

π΄π‘˜π‘’π‘šπ‘’π‘™π‘Žπ‘ π‘– 𝐴𝑠𝑒𝑑 π‘‡π‘’π‘‘π‘Žπ‘ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž 𝐴𝑠𝑒𝑑 π‘‡π‘’π‘‘π‘Žπ‘ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015 x 100

= 148.087.843.309

1.099.426.730.319x 100

= 13

18. Kerusakan mesin diukur dari perbandingan akumulasi peralatan pabrik dan proyek dengan peralatan pabrik dan proyek tahun 2015 dikali seratus, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbkpada tahun 2015.

a. Perhitungan score untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

π΄π‘˜π‘’π‘šπ‘’π‘™π‘Žπ‘ π‘– π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘™π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Žπ‘π‘Ÿπ‘–π‘˜ π‘‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘¦π‘’π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘™π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Žπ‘π‘Ÿπ‘–π‘˜ π‘‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘¦π‘’π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015 x 100

= 659.078.680.000

1.753.159.059.000x 100

= 38

b. Perhitungan score untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk

π΄π‘˜π‘’π‘šπ‘’π‘™π‘Žπ‘ π‘– π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘™π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Žπ‘π‘Ÿπ‘–π‘˜ π‘‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘¦π‘’π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘™π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Žπ‘π‘Ÿπ‘–π‘˜ π‘‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘¦π‘’π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015 x 100

= 306.066.347.737 837.927.095.896x 100 = 37

c. Perhitungan score untuk PT Adhi Karya (Persero) Tbk

π΄π‘˜π‘’π‘šπ‘’π‘™π‘Žπ‘ π‘– π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘™π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Žπ‘π‘Ÿπ‘–π‘˜ π‘‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘¦π‘’π‘˜ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2015

= 75.525.132.147 171.106.928.388x 100

= 44

19. Pangsa pasar diukur dari proyeksi pencapaian kontrak perusahaan tahun 2016 dengan nilai masing-masing PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar Rp 30 triliun, PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebesar Rp 40 triliun, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar Rp 25 triliun. (market.bisnis.com, 2016)

20. Segmen pasar domestik diukur dari wilayah operasi di dalam negeri pada tahun 2015.PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memiliki 27 wilayah operasi di Indonesia, PT Waskita Karya (Persero) Tbk memiliki 32 wilayah operasi di Indonesia, serta PT Adhi Karya (Persero) Tbk memiliki 29 wilayah operasi di Indonesia.

21. Segmen pasar luar negeri diukur dari wilayah operasi di luar negeri, pada tahun 2015. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memiliki 5 wilayah operasi di luar negeri, PT Waskita Karya (Persero) Tbk memiliki 4 wilayah operasi di luar negeri, sertaPT Adhi Karya (Persero) Tbk memiliki 2 wilayah operasi diluar negeri.

22. Pertumbuhan ekonomi diukur menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi indonesia pada tahun 2015 tingkat pertumbuhan ekonomi di indonesia 4,79%. Penulis memberi score 5 berdasarkan pembulatan keatas tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

23. Pertumbuhan industri konstruksi diukur dari pertubuhan industri konstruksi pada tahun 2015 yang tumbuh 14,26%. (Laporan tahunan PT Adhi Karya,

2015). Penulis memberi score 14 berdasarkan pembulatan kebawah tingkat pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia.

24. Peningkatan peraturan pemerintah yang bersifat positif dilihat dari tiga paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yaitu berupa kebijakan yang terkait rantai pasok jasa konstruksi, kebijakan yang terkait segmentasi pasar usaha jasa konstruksi, dan kebijakan yang terkait dengan pemaketan pekerjaan konstruksi. (Bisnis.com, 2015)

25. Piutang macet diukur dari tingkat kolektibilitas piutang berdasarkan laporan tahunan masing-masing perusahaan pada tahun 2015. Tingkat kolektibilitas piutang PT Wijaya Karya (Persero) Tbk selama 75 hari , PT Waskita Karya (Persero) Tbk selama 137 hari, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk selama 71 hari.

26. Fluktuasi nilai tukar rupiah dilihat dari tingkat fluktuasi nilai tukar rupiah yang terjadi pada setiap tahunnya. Penulis memberi score yang sama pada ke tiga perusahaan, karena ketiga perusahaan telah memiliki mitigasi untuk menanggulangi dampak fluktuasi nilai tukar rupiah.

27. Tingkat suku bunga dilihat dari peningkatan suku bunga yang terjadi pada setiap tahunnya. Penulis memberi score yang sama pada ke tiga perusahaan, karena ketiga perusahaan telah memiliki mitigasi untuk menanggulangi dampak peningkatan suku bunga.

28. Kelangkaan bahan bakudilihat dari risiko-risiko yang dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnis sepanjang tahun 2015. Ketiga perusahaan belum memiliki mitigasi dalam kelangkaan bahan baku, sehingga

Penulis memberikan score yang sama pada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

29. Harga bahan bangunan diukur dari potensi naiknya harga bahan baku seiring dengan menguatnya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah yang berada diatas Rp 14.000 pada tahun 2015. Penulis memberikan skor -1 pada ke tiga perusahaan karena masing-masing perusahaan belum memiliki mitigasi sehingga dinilai kurang mampu dalam mengantisipasi fluktuasi harga bahan bangunan.

30. Kenaikan harga dilihat dari risiko-risiko yang dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnis sepanjang tahun 2015. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk belum memiliki mitigasi dalam kenaikan harga, sehingga score

yang dimiliki lebih besar dibandingkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk berdasarkan laporan tahunan masing-masing perusahaan yang telah memiliki mitigasi jika terjadi kenaikan harga.

31. Ketidakpastian supply material dan peralatan dilihat dari manajemen risiko PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada laporan tahunan 2015. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk telah memiliki mitigasi dalam Ketidakpastian supply

material dan peralatan, sehingga penulis memberikan score yang lebih kecil dibandingkan dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang belum memiliki mitigasi dalam Ketidakpastian supply

material dan peralatan, sehingga Penulis memberi score yang lebih tinggi. 32. Peningkatan pertumbuhan pesaing yang cepat diukur dari pesaing sesama

33. Kompetitor dilihat dari 11 kompetitor perusahaan konstruksi yang terdaftar dalam BEI, yaitu PT Acset Indonusa Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk ,PT Nusa Konstruksi Enjenering Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Indonesia Pondasi Raya Tbk, PT Mitra Pemuda Tbk, PT Nusa Raya Cipta Tbk, PT Surya semesta Internusa Tbk, PT Total Bangun Persada Tbk ,PT PP (Persero) Tbk. Penulis memberi score 10 untuk masing-masing perusahaan dilihat dari jumlah kompetitor dikurangi 1.

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa PT Waskita Karya (Persero) Tbk memiliki skor pembobotan tertinggi. SWOT yang dimiliki PT Waskita Karya (Persero) Tbk antara lain:

1. Kekuatan (Strenghts)

a. Memiliki permodal yang kuat

b. Pencapaian perolehan laba bersih yang tinggi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir

c. Memiliki 7 anak perusahaan yang mendukung keunggulan perusahaan d. Pertumbuhan perusahaan yang konsisten

e. Mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah yang cukup besar f. Memiliki brand image yang positif

g. Menggunakan strategi cost leadership dan strategi deferensiasi h. Penerapan sistem desentralisasi

2. Kelemahan (Weakness)

PT Waskita Karya (Persero) Tbk memiliki kelemahan yaitu utang yang tinggi terutama pada utang jangka panjang.

3. Peluang (Opportunities) a. Pangsa pasar yang tinggi

b. Segmen pasar domestik yang luas yang mencakup hampir di seluruh Indonesia

c. Pertumbuhan ekonomi yang mendukung industri konstruksi d. Pesatnya pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia e. Adanya peraturan pemerintah yang bersifat positif

4. Ancaman (Threats)

a. Risiko piutang macet yang disebabkan oleh lamanya perputaran piutang perusahaan

b. Adanya kompetitor yang kompeten dibidangnya c. Peningkatan pertumbuhan pesaing yang semakin cepat d. Fluktuasi nilai tukar rupiah

e. Tingkat suku bunga yang tinggi f. Kelangkaan bahan baku

g. Harga bahan bangunan yang fluktuatif h. Ketidak pastian supply material dan peralatan

Alat yang digunakan untuk menyusun faktor-faktor strategis perusahaan adalah matrik SWOT.Matrik SWOT dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. (Rangkuti, 2006)

Tabel 3.24 Matrik SWOT PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Faktor Internal Strenghts(S)

1. Memiliki permodal yang kuat

2. Pencapaian perolehan laba bersih yang tinggi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir 3. Memiliki 7 anak perusahaan yang mendukung keunggulan perusahaan 4. Pertumbuhan perusahaan yang konsisten 5. Mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah yang cukup besar

6. Memiliki brand image

yang positif

7. Menggunakan strategi

Weakness (W)

Memiliki kelemahan yaitu utang yang tinggi terutama pada utang jangka panjang

Faktor Eksternal

cost leadership dan strategi deferensiasi 8. Penerapan sistem

desentralisasi

Opportunities (O)

1. Pangsa pasar yang tinggi

2. Segmen pasar domestik yang luas yang mencakup hampir di seluruh Indonesia 3. Pertumbuhan ekonomi yang mendukung industri konstruksi 4. Pesatnya pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia 5. Adanya peraturan pemerintah yang bersifat positif Strategi SO (S1,O2)

Dengan modal yang dimiliki, perusahaan dapat memanfaatkan peluang segmen pasar domestik yang luas untuk lebih mengembangkan pencapaian perolehan kontrak-kontrak baru, serta perusahaan dapat melakukan ekspansi dengan mendirikan anak perusahaan baru.

Strategi WO

(W,O1,O2)

Adanya pangsa pasar yang tinggi serta didukung oleh segmen pasar domestik yang luas, perusahaan dapat meningkatkan penjualan dan dapat menghasilkan

laba, dengan

mengalokasikan berapa persen dari laba tersebut perusahaan dapat membayar sebagian dari hutang yang dimiliki, sehingga dapat mengurangi jumlah hutang perusahaan.

Threats (T)

1. Risiko piutang macet yang disebabkan oleh lamanya perputaran piutang perusahaan 2. Adanya kompetitor yang kompeten dibidangnya 3. Peningkatan pertumbuhan pesaing yang semakin cepat 4. Fluktuasi nilai tukar

Strategi ST

(S6,T2,T3)

Dengan memiliki

Brand Image yang positif, perusahaan dapat menekan ancaman adanya kompetitor serta peningkatan pesaing yang cepat, karena perusahaan telah mendapatkan banyak kepercayaan dari pelanggannya atas kinerja yang telah

Strategi WT

(W,T1)

Perusahaan dapat melakukan penagihan secara berkala atas piutang yang dimiliki perusahaan untuk mendapatkan dana berupa kas. Dengan bertambahnya kas, perusahaan dapat menggunakannya untuk membayar sebagian dari hutang yang dimiliki, sehingga dapat

rupiah

5. Tingkat suku bunga yang tinggi

6. Kelangkaan bahan baku 7. Harga bahan bangunan

yang fluktuatif

8. Ketidak pastian supply

material dan peralatan

dilakukan oleh perusahaan.

mengurangi jumlah hutang perusahaan.

Setelah melihat dari tabel tersebut, maka terdapat empat alternatif bagi PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk melakukan berbagai strategi. Alternatif strategi tersebut antara lain:

a. Strategi SO (Strenghts – Opportunities) PT Waskita Karya (Persero) Tbk Strategi yang dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang sebesar-besarnya (Rangkuti, 2006).Strategi SO yang dapat dilakukan PT Waskita Karya (Persero) Tbk adalah dengan modal yang dimiliki, perusahaan dapat memanfaatkan peluang segmen pasar domestik yang luas untuk lebih mengembangkan pencapaian perolehan kontrak-kontrak baru, serta perusahaan dapat melakukan ekspansi dengan mendirikan anak perusahaan baru.

b. Strategi ST (Strenghts – Threats) PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Adalah srategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman (Rangkuti, 2006). Strategi ST yang

dapat dilakukan PT Waskita Karya (Persero) Tbk yaitu dengan memiliki

Brand Image yang positif, perusahaan dapat menekan ancaman adanya kompetitor serta peningkatan pesaing yang cepat, karena perusahaan telah mendapatkan banyak kepercayaan dari pelanggannya atas kinerja yang telah dilakukan oleh perusahaan.

c. Strategi WO (Weakness – Opportunities) PT Waskita Karya (Persero) Tbk Strategi yang diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada (Rangkuti, 2006). Strategi WO yang dapat dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk adalah dengan adanya pangsa pasar yang tinggi serta didukung oleh segmen pasar domestik yang luas, perusahaan dapat meningkatkan penjualan dan dapat menghasilkan laba, dengan mengalokasikan berapa persen dari laba tersebut perusahaan dapat membayar sebagian dari hutang yang dimiliki, sehingga dapat mengurangi jumlah hutang perusahaan.

d. Strategi WT (Weakness – Threats) PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Strategi yang disadasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman (Rangkuti, 2006). Strategi WT yang dapat dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk yaitu perusahaan dapat melakukan penagihan secara berkala atas piutang yang dimiliki perusahaan untuk mendapatkan dana berupa kas. Dengan bertambahnya kas, perusahaan dapat

menggunakannya untuk membayar sebagian dari hutang yang dimiliki, sehingga dapat mengurangi jumlah hutang perusahaan.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk memiliki skor pembobotan dibawah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. SWOT yang dimiliki oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk antara lain: 1. Kekuatan (Strenghts)

a. Memiliki komposisi sumber daya manusia yang banyak dan berkualitas

b. Harga saham perusahaan yang tinggi pada harga saham penutup Desember 2015

c. Berekspansi ke berbagai negara seperti Arab Saudi, Filiphina, Malaysia, Timor Leste, dan Aljazair

d. Pengalaman dibidang bisnis selama 56 tahun

e. Penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang baik dalam perusahaan

2. Kelemahan (Weakness)

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk memiliki kelemahan dalam hal risiko terjadinya kerusakan aktiva tetap yang tinggi.

3. Peluang (Opportunities)

a. Segmen pasar luar negeri yang cukup luas b. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi

c. Pertumbuhan industri konstruksi yang pesat

d. Peningkatan peraturan pemerintah yang bersifat positif yang mendukung keberlanjutan industri konstruksi

4. Ancaman (Threats)

a. Kompetitor yang ahli dan kompeten

b. Peningkatan pertumbuhan pesaing yang cepat c. Fluktuasi nilai tukar rupiah

d. Tingkat suku bunga yang tinggi e. Kenaikan harga

f. Kelangkaan bahan baku hingga harus mengimpor dari luar negeri

Tabel 3.25 Matrik SWOT PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

Faktor Internal Strenghts(S)

1. Memiliki komposisi sumber daya manusia yang banyak dan berkualitas 2. Harga saham perusahaan yang tinggi pada harga saham penutup Desember 2015

Weakness (W)

Risiko terjadinya kerusakan aktiva tetap yang tinggi

Faktor Eksternal

3. Berekspansi ke berbagai negara seperti Arab Saudi, Filiphina, Malaysia, Timor Leste, dan Aljazair 4. Pengalaman dibidang bisnis selama 56 tahun 5. Penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang baik dalam perusahaan.

Opportunities (O)

1. Segmen pasar luar negeri yang cukup luas.

2. Pertumbuhan

ekonomi yang tinggi 3. Pertumbuhan industri

konstruksi yang pesat

4. Peningkatan

peraturan pemerintah yang bersifat positif yang mendukung keberlanjutan industri konstruksi Strategi SO (S1,S5,O3,O4) Memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki serta pengalaman dibidang bisnis untuk lebih bersinergi dalam melakukan pengembangan usaha.Selain itu dengan adanya pertumbuhan industri konstruksi yang pesat serta ditunjang dengan peraturan pemerintah yang bersifat positif, sehingga dapat membantu melancarkan kegiatan usaha perusahaan. Strategi WO (W,O1,O3)

Perusahaan telah memiliki segmen pasar luar negeri yang cukup luas dan dengan pertumbuhan industri konstruksi yang pesat. Dengan adanya peluang tersebut, perusahaan dapat meningkatkan penjualan sehingga berdampak pada bertambahnya profit yang dihasilkan. Untuk mengantisipasi kelemahan perusahaan, sebagian profit yang dihasilkan dapat dialokasikan dengan

ketentuan berapa persen dari profit perusahaan digunakan untuk mengurangi risiko terjadinya kerusakan aset tetap. Hal ini dapat diwujudkan dengan cara melakukan rekonstruksi, melakukan perawatan, meningkatkan pengawasan serta mengasuransikan aset tetap yang dimiliki perusahaan.

Threats (T)

1. Kompetitor yang ahli dan kompeten

2. Peningkatan pertumbuhan pesaing yang cepat 3. Fluktuasi nilai tukar

rupiah

4. Tingkat suku bunga yang tinggi

5. Kenaikan harga 6. Kelangkaan bahan

baku hingga harus mengimpor dari luar negeri

Strategi ST

(S1,T1)

Memaksimalkan kinerja sumber daya manusia yang berkualitas agar tidak tersaingi oleh kompetitor. (S5,T2) Untuk meminimalisir ancaman mengenai kompetitor, perusahaan dapat memanfaatkan pengalaman bisnis yang dimiliki. Dengan pengalaman bisnis yang dimiliki selama 56 tahun, perusahaan telah dikenal dan mempunyai pangsa pasar yang luas, baik di dalam maupun

Strategi WT

(W,T1)

Melakukan rekonstruksi terhadap aktiva tetap yang rusak, sehingga masa manfaatnya bertambah dan dapat berkontribusi meningkatkan laba atas manfaat yang telah diberikan. Dengan memiliki profit yang tinggi perusahaan dapat melakukan pengembangan

usahasehingga dapat meminimalisirancaman dalam bersaing dengan kompetitor yang bergerak dalam bisnis yang sama.

diluar negeri. Sehingga dapat meminimalisir adanya pertumbuhan pesaing yang tinggi di bidang usaha yang sama.

Setelah melihat dari tabel tersebut, maka terdapat empat alternatif bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk melakukan berbagai strategi. Alternatif strategi tersebut antara lain:

a. Strategi SO (Strenghts – Opportunities) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Strategi SO yang dapat dilakukan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk adalah Memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki serta pengalaman dibidang bisnis untuk lebih bersinergi dalam melakukan pengembangan usaha.Selain itu dengan adanya pertumbuhan industri konstruksi yang pesat serta ditunjang dengan peraturan pemerintah yang bersifat positif, sehingga dapat membantu melancarkan kegiatan usaha perusahaan.

b. Strategi ST (Strenghts – Threats) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

Strategi ST yang dapat dilakukan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk adalah memaksimalkan kinerja sumber daya manusia yang berkualitas agar tidak tersaingi oleh kompetitor.PT Wijaya Karya (Persero) Tbk juga dapat meminimalisir ancaman mengenai kompetitor dengan memanfaatkan pengalaman bisnis yang dimiliki. Dengan pengalaman bisnis yang dimiliki selama 56 tahun, perusahaan telah dikenal baik dan mempunyai pangsa pasar yang luas, baik di dalam maupun diluar negeri. Sehingga dapat

meminimalisir adanya pertumbuhan pesaing yang tinggi di bidang usaha yang sama.

c. Strategi WO (Weakness – Opportunities) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Strategi WO yang dapat dilakukan oleh PT Wijaya Karya (Persero) yaitu perusahaan telah memiliki segmen pasar luar negeri yang cukup luas

Dalam dokumen BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN (Halaman 65-94)

Dokumen terkait