• Tidak ada hasil yang ditemukan

D.1. Pendapatan Negara Bukan Pajak Lainnya

Jumlah Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2020 dan 30 September 2020 adalah masing-masing sebesar Rp420.000,00 dan Rp315.000,00.

Pendapatan tersebut terdiri dari:

Perbandingan PNBP Lainnya

per 30 September 2020 dan 30 September 2020

Uraian Realisasi 30 Pendapatan Sewa Tanah, Gedung, dan

Bangunan

630.000,00 420.000,00 50,00

Jumlah 630.000,00 420.000,00 50,00

Pendapatan tersebut merupakan biaya atau sewa rumah dinas yang dibebankan kepada pegawai yang menempati rumah dinas tersebut. Terdapat dua pegawai yang menempati dua rumah dinas, masing-masing pegawai dibebankan biaya sebesar Rp35.000,00 setiap bulannya. Sehingga sampai pada semester I tahun 2021 diperoleh sewa rumah dinas sebesar (2x2x9) x Rp.35.000,00 = Rp 630.000,00

No Nama Peagwai Sumber

Jumlah Beban Pegawai untuk periode yang berakhir pada 30 September 2020 dan 30 September 2020 adalah masing-masing sebesar Rp1.530.176.556,00 dan Rp1.396.355.998,00. Beban Pegawai adalah beban atas kompensasi, baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan

Perbandingan Beban Pegawai

per 30 September 2020 dan 30 September 2020

Uraian Realisasi 30 Beban Gaji Pokok PNS 975.884.000,00 995.087.220,00 -1.93

Beban Pembulatan Gaji PNS 15.166,00 15.203,00 -0.24

Beban Tunj. Anak PNS 19.302.352,00 19.892.138,00 -2.96 Beban Tunj. Beras PNS 55.401.300,00 47.148.360,00 -17.50 Beban Tunj. Fungsional PNS 221.689.950 213.800.000,00 3.69

Beban Tunj. PPh PNS 7.591.451,00 7.560.151,00 0.41

Beban Tunj. Struktural PNS 19.800.000,00 16.920.000,00 17.02 Beban Tunj. Suami/Istri PNS 55.633.080,00 60.827.484,00 -8.54 Beban Tunjangan Umum PNS 17.165.000,00 26.175.000,00 -34.42 Beban Uang Makan PNS 132.402.000,00 142.751.000,00 -7.25

Jumlah 1.495.884.319,00 1.530.176.556,00 -2.24

Beban pegawai pada Triwulan III 2021 mengalami penurunan sebesar -2.24%

dikarenakan adanya 1 (satu) orang pegawai yang mutasi dan 1 (satu) Orang Pegawai yang pensiun.

Menurunnya beban tunjangan umum karena sudah banyak pegawai yang menduduki fungsional sehingga realisasi tunjangan fungsional menurun.

Selisih antara beban pegawai di LO dengan realisasi belanja pegawai di LRA sebesar Rp- 3.813.910,00 merupakan pengembalian belanja pegawai tahun berjalan karena menduduki jabatan fungsional, dan jurnal penyesuaian atas belanja pegawai yang belum terbayarkan pada tahun 2020 yang terdiri dari Gaji Induk pegawai sebesar Rp2.093.860,00 dan tunjangan fungsional untuk tiga orang sebesar Rp1.720.050,00.

D.3. Beban Persediaan

Jumlah Beban Persediaan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2020 dan 30 September 2020 adalah masing-masing sebesar Rp617.507.539,00 dan Rp398.878.500,00. Beban Persediaan merupakan beban untuk mencatat konsumsi atas barang-barang yang habis pakai, termasuk barang-barang hasil produksi baik yang dipasarkan maupun tidak dipasarkan. Rincian Beban Persediaan untuk 30 September 2020 dan 30 September 2020 adalah sebagai berikut:

Perbandingan Beban Persediaan

per 30 September 2021 dan 30 September 2020

Uraian Realisasi 30 Beban Persediaan bahan baku 71.885.518,00 547.756.639,00 -86,88 Beban Persediaan konsumsi 25.116.400,00 56.045.900,00 -55,19

Beban persediaan lainnya 13.705.000,00 -100

Jumlah 97.001.918,00 617.507.539,00 -84,29

Besaran pagu untuk untuk belanja persediaan setiap kegiatan mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Pada tahun 2020 belanja bahan utama dan pendukung kegiatan tercatat dalam akun persediaan baik dicatat sebagai bahan baku maupun persediaan lainnya. Namun pada tahun 2021 yang melekat pada akun belanja persediaan hanya berupa Alat Tulis Komputer (ATK). Sehingga beban adari masing-masing jenis persediaan mengalami penurunan.

D.4. Beban Barang dan Jasa

Jumlah Beban Barang dan Jasa untuk periode yang berakhir pada 30 September 2020 dan 30 September 2020 adalah masing-masing sebesar Rp 679.216.138,00 dan Rp739.907.462,00. Beban Barang dan Jasa adalah konsumsi atas jasa-jasa dalam rangka penyelenggaraan kegiatan entitas. Rincian Beban Barang dan Jasa untuk 31 September 2020 dan 30 September 2020 adalah sebagai berikut:

Perbandingan Beban Barang dan Jasa per 30 September 2020 dan 30 September 2020

Uraian Realisasi 30

Beban Bahan 41.923.927,00 62.220.612,00 -32,62

Beban Barang Non Operasional - Penanganan Pandemi COVID-19

348.196.820,00 0,00 100

Beban Barang Non Operasional Lainnya 251.155.850,00 67.337.400,00 272

Uraian Realisasi 30 Beban Langganan Listrik 65.366.267,00 67.508.376,00 -3,17 Beban Langganan Telepon 22.393.260,00 908.140,00 2465,84 Beban Penambah Daya Tahan Tubuh 9.210.000,00 15.770.000,00 -41.60

Beban Sewa 24.200.000,00 19.800.000,00 22,22

Jumlah 1.216.443.054,00 679.216.138,00 179,09

Beban barang dan jasa pada tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 179,09%, hal ini dikarenakan adanya penambahan kegiatan PEN yang tidak ada pada tahun 2021. Kemudian tahun 2020 beban atas pembelian bahan utama dan pendukung kegiatan masuk dalam beban persediaan, namun pada tahun 2021 beban atas pembelian bahan utama dan pendukung masuk dalam beban barang non operasional lainnya sehingga mengalami kenaikan mencapai 272 %. Selain itu yang secara signifikan meningkat adalah beban langganan air mencapai 126%, hal ini disebabkan konsumsi atau kebutuhan air meningkat untuk keperluan penyiraman tanaman di pekarangan, dan taman kantor. Kenaikan pada beban telpon dikarenakan adanya penambahan kecepatan internet.

Penurunan beban barang dan jasa yang paling besar terdapat pada beban bahan sebesar 32,62 %, hal ini dikarenakan intensitas kegiatan dilapangan yang berkaitan dengan pengumpulan petani dan pertemuan-pertemuan lapangan lebih rendah, sehingga penggunaan anggaran untuk konsumsi dan spanduk atau penggandaan materi lebih rendah Penurunan beban juga dijumpi di beban jasa profesi sebesar 52,95%, hal ini disebabkan peraturan yang mengatur tentang penggunaan honorarium narasumber hanya berlaku bagi narasumber yang berasal dari luar Kementerian/Lembaga, dan rendahnya kegiatan yang membutuhkan narasumber karena kondisi pandemi Covid-19.

Nilai beban belanja barang dan jasa di LO terdapat selisih dengan realisasi belanja barang dan jasa di LRA senilai Rp1.146.100,00. Selisih tersebut merupakan belanja jasa langganan air kantor tahun 2020 yang belum terbayarkan dan sudah dibayar pada tahun 2021. Kemudian sudah dicatat sebagai jurnal penyesuaian di aplikasi pelaporan SAIBA.

D.5. Beban Pemeliharaan

Jumlah Beban Pemeliharaan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2021 dan 30 September 2020 adalah masing-masing sebesar Rp189.651.374,00 dan Rp189.651.374,00. Beban pemeliharaan merupakan beban yang dimaksudkan untuk mempertahankan aset tetap atau aset lainnya yang sudah ada ke dalam kondisi normal. Rincian Beban Pemeliharaan untuk 30 September 2020 dan 30 September 2020 adalah sebagai berikut:

Perbandingan Beban Pemeliharaan per 30 September 2020 dan 30 September 2020

Uraian Realisasi 30

September 2020

Realisasi 30 September 2020

Naik (Turun)

% Beban Pemeliharaan Gedung dan Bangunan 15.854.150,00 114.403.500,00 -722 Beban Pemeliharaan Peralatan dan Mesin 115.698.560,00 72.155.374,00 60.34 Beban Persediaan bahan untuk pemeliharaan 0,00 898.000,00 -100

Beban Persediaan suku cadang 0,00 2.194.500,00 -100

Jumlah 131.552.710,00 189.651.374,00 -30,63

Jumlah beban pemeliharaan secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 30,63 %, hal ini dikarenakan:

1. Beban untuk pemeliharaan gedung dan bangunan lebih kecil karena tidak banyak dilakukan pemeliharaan terhadap gedung dan bangunan

2. Beban pemeliharaan peralatan dan mesin merupakan beban untuk pemeliharaan kendaraan roda dua sebanyak 4 unit, kendaraan roda empat sebanyak 4 unit, pemeliharaan AC, mesin rumput, mini tiller dan peralatan dan mesin lainnya.

3. Beban persediaan bahan untuk pemeliharaan dan beban persediaan suku cadang pada tahun 2021 tidak ada karena tidak ada pencatatan belanja di persediaan selain ATK.

D.6. Beban Perjalanan Dinas

Jumlah Beban Perjalanan Dinas untuk periode yang berakhir pada 30 September 2020 dan 30 September 2020 adalah masing-masing sebesar Rp 281.326.319,00 dan Rp 281.326.319,00. Beban tersebut adalah merupakan beban yang terjadi untuk perjalanan dinas dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi, dan jabatan.

Rincian Beban Perjalanan Dinas untuk 30 September 2020 dan 30 September 2020

Uraian Realisasi 30 Beban Perjalanan Dinas - Penanganan

Pandemi COVID-19

108.313.904,00 0,00 100

Beban Perjalanan Dinas Dalam Kota 2.550.000,00 3.450.000,00 -26,08

Jumlah 361.296.434,00 473.697.606,00 --23,72

Beban perjalanan dinas mengalami kenaikan sebesar 12.56% dikarenakan pada tahun 2020 jumlah perjalanan dalam rangka kegiatan terbatas, tidak bisa keluar kota diluar pulau dikarenakan kondisi pandemic Covid-19. Pada tahun 2021 perjalanan ke luar kota dalam satu provinsi masih dapat dilaksanakan, dan dengan adanya kegiatan Penangan Ekonomi Nasional (PEN) yang tidak terdapat pada tahun 2020 menjadikan beban perjalanan meningkat.

D.7. Beban Penyusutan dan Amortisasi

Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk periode yang berakhir pada 30 September 2020 dan 30 September 2020 adalah masing-masing sebesar Rp321.354.832,00 dan Rp349.501.554,00. Beban penyusutan adalah merupakan beban untuk mencatat alokasi sistematis atas nilai suatu aset tetap yang dapat disusutkan (depreciable assets) selama masa manfaat aset yang bersangkutan.

Sedangkan Beban Amortisasi digunakan untuk mencatat alokasi penurunan manfaat ekonomi untuk Aset Tak berwujud. Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk 30 September 2020 dan 30 September 2020 adalah sebagai berikut:

Perbandingan Beban Penyusutan dan Amortisasi per 30 September 2021 dan 30 September 2020

Uraian Realisasi 30 Beban Penyusutan Gedung dan Bangunan 98.225.475,00 87.073.954,00 12,80

Beban Penyusutan Irigasi 963.083,00 963.083,00 0,00

Beban Penyusutan Jaringan 607.171,00 607.171,00 0,00 Beban Penyusutan Penyusutan Aset Tetap

yang Tidak Digunakan dalam Operasional Pemerintah

703.750,00 703.750,00 0,00

Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin 196.480.883,00 232.006.874,00 -15,31

Jumlah 296.980.362,00 321.354.832,00 7,58

Beban penyusutan terhadap aset merupakan hal yang normal karena adanya penyusutan nilai selama masa manfaat dan nilai aset. Terjadinya penurunan beban penyusutan sebesar 7.58% dikarenakan adanya reklas aset tetap dari

peralatan dan mesin menjadi aset tetap yang tidak digunakan dalam operasional pemerintah.

.D.8. Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional

Pos Surplus/Defisit Dari Kegiatan Non Operasional terdiri dari pendapatan dan beban yang sifatnya tidak rutin dan bukan merupakan tugas pokok dan fungsi entitas. Surplus/Defisit Dari Kegiatan Non Operasional Tahun 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut:

Perbandingan Pos Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional per 30 September 2021 dan 30 September 2020

Uraian Realisasi 30

September 2020

Realisasi 30 September 2020

Naik (Turun)

% Beban Penyesuaian Nilai Persediaan 0,00 -100.000,00 -100

Beban Persediaan Rusak/Usang 0,00 0,00 0,00

Pendapatan Penyesuaian Nilai Persediaan 0,00 30.000,00 -100 Penerimaan Kembali Belanja Pegawai Tahun

Anggaran Yang Lalu

725.000,00 370.024,00 95,93

Jumlah 725.000,00 300.024,00 141,6473

Dokumen terkait