D.1. Pendapatan Negara Bukan Pajak Lainnya
Jumlah Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020 adalah masing-masing sebesar Rp420.000,00 dan Rp210.000,00. Pendapatan tersebut terdiri dari:
Perbandingan PNBP Lainnya per 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020
Uraian Realisasi 30 Juni
2021
Realisasi 30 Juni 2020
Naik (Turun) % Pendapatan Sewa Tanah, Gedung, dan
Bangunan
420.000,00 210.000,00 100,00
Jumlah 420.000,00 210.000,00 100,00
Pendapatan tersebut merupakan biaya atau sewa rumah dinas yang dibebankan kepada pegawai yang menempati rumah dinas tersebut. Terdapat dua pegawai yang menempati dua rumah dinas, masing-masing pegawai dibebankan biaya sebesar Rp35.000,00 setiap bulannya. Sehingga sampai pada semester I tahun 2021 diperoleh sewa rumah dinas sebesar (2x2x6) x Rp.35.000,00 = Rp420.000,00.
No Nama Peagwai Sumber
Jumlah Beban Pegawai untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020 adalah masing-masing sebesar Rp1.077.840.437,00 dan Rp987.781.320,00.
Beban Pegawai adalah beban atas kompensasi, baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal.
Perbandingan Beban Pegawai per 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020
Uraian Realisasi 30 Juni
2021
Realisasi 30 Juni 2020
Naik (Turun)
% Beban Gaji Pokok PNS 709.337.800,00 642.093.120,00 10,47 Beban Pembulatan Gaji PNS 11.235,00 10.238,00 9,74
Uraian Realisasi 30 Juni
Beban Tunj. Anak PNS 14.034.796,00 12.578.982,00 11,57 Beban Tunj. Beras PNS 40.410.360,00 31.578.060,00 27,97 Beban Tunj. Fungsional PNS 161.419.950,00 144.860.000,00 11,43 Beban Tunj. PPh PNS 6.172.686,00 4.697.686,00 31,40 Beban Tunj. Struktural PNS 14.400.000,00 7.560.000,00 90,48 Beban Tunj. Suami/Istri PNS 41.021.610,00 39.052.234,00 5,04 Beban Tunjangan Umum PNS 12.785.000,00 16.850.000,00 -24,12 Beban Uang Makan PNS 78.247.000,00 88.501.000,00 -11,59
Jumlah 1.077.840.437,00 987.781.320,00 9,12
Beban pegawai pada semester I 2021 mengalami kenaikan sebesar 9.12%
dikarenakan terdapat penambahan jumlah pegawai CPNS sebanyak satu orang, pengakatan dalam jabatan fungsional sebanyak dua orang, kenaikan pangkat sebanyak dua orang, dan Kenaikan Gaji Berkala (KGB) sebanyak sembilan orang.
Selisih antara beban pegawai di LO dengan realisasi belanja pegawai di LRA sebesar Rp-5.079.074,00 merupakan pengembalian belanja pegawai tahun berjalan karena menduduki jabatan fungsional, dan jurnal penyesuaian atas belanja pegawai yang belum terbayarkan pada tahun 2020 yang terdiri dari Gaji Induk pegawai sebesar Rp2.093.860,00 dan tunjangan fungsional untuk tiga orang sebesar Rp1.720.050,00.
D.3. Beban Persediaan
Jumlah Beban Persediaan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020 adalah masing-masing sebesar Rp62.846.668,00 dan Rp576.709.874,00.
Beban Persediaan merupakan beban untuk mencatat konsumsi atas barang-barang yang habis pakai, termasuk barang-barang hasil produksi baik yang dipasarkan maupun tidak dipasarkan. Rincian Beban Persediaan untuk 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Beban Persediaan per 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020
Uraian Realisasi 30 Juni
2021
Beban Persediaan bahan baku 46.917.468,00 516.040.974,00 -90,91 Beban Persediaan konsumsi 15.929.200,00 46.963.900,00 -66,08
Beban persediaan lainnya 0,00 13.705.000,00 -100,00
Jumlah 62.846.668,00 576.709.874,00 -89,10
Besaran pagu untuk untuk belanja persediaan setiap kegiatan mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Pada tahun 2020 belanja bahan utama dan pendukung kegiatan tercatat dalam akun persediaan baik dicatat sebagai bahan baku maupun persediaan lainnya. Namun pada tahun 2021 yang melekat pada akun belanja persediaan hanya berupa Alat Tulis Komputer (ATK). Sehingga beban adari masing-masing jenis persediaan mengalami penurunan.
D.4. Beban Barang dan Jasa
Jumlah Beban Barang dan Jasa untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020 adalah masing-masing sebesar Rp762.607.601,00 dan Rp453.366.859,00. Beban Barang dan Jasa adalah konsumsi atas jasa-jasa dalam rangka penyelenggaraan kegiatan entitas. Rincian Beban Barang dan Jasa untuk 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Beban Barang dan Jasa per 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020
Uraian Realisasi 30 Juni
2021
Beban Bahan 31.893.927,00 42.812.000,00 -25,50
Beban Barang Non Operasional - Penanganan Pandemi COVID-19
141.348.380,00 0,00 0,00
Beban Barang Non Operasional Lainnya 194.704.730,00 61.657.400,00 215,78 Beban Honor Operasional Satuan Kerja 48.230.000,00 51.850.000,00 -6,98 Beban Honor Output Kegiatan 15.480.000,00 14.890.000,00 3,96 Beban Jasa - Penanganan Pandemi COVID-19 18.075.000,00 0,00 0,00 Beban Jasa Profesi 11.950.000,00 19.900.000,00 -39,95 Beban Keperluan Perkantoran 207.543.580,00 189.079.860,00 9,77
Beban Langganan Air 7.547.600,00 2.059.150,00 266,54
Beban Langganan Daya dan Jasa Lainnya 4.270.000,00 0,00 0,00 Beban Langganan Listrik 42.435.544,00 44.784.609,00 -5,25 Beban Langganan Telepon 14.928.840,00 433.840,00 3.341,09 Beban Penambah Daya Tahan Tubuh 0,00 6.100.000,00 -100,00
Beban Sewa 24.200.000,00 19.800.000,00 22,22
Jumlah 762.607.601,00 453.366.859,00 68,21
Beban barang dan jasa pada tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 68.21%, hal ini dikarenakan adanya penambahan kegiatan PEN yang tidak ada pada tahun 2021. Kemudian tahun 2020 beban atas pembelian bahan utama dan pendukung kegiatan masuk dalam beban persediaan, namun pada tahun 2021 beban atas
pembelian bahan utama dan pendukung masuk dalam beban barang non operasional lainnya sehingga mengalami kenaikan mencapai 215,78%. Selain itu yang secara signifikan meningkat adalah beban langganan air mencapai 266.54%, hal ini disebabkan konsumsi atau kebutuhan air meningkat untuk keperluan penyiraman tanaman di pekarangan, dan taman kantor.
Penurunan beban barang dan jasa yang paling besar terdapat pada beban bahan sebesar 25.5%, hal ini dikarenakan intensitas kegiatan dilapangan yang berkaitan dengan pengumpulan petani dan pertemuan-pertemuan lapangan lebih rendah, sehingga penggunaan anggaran untuk konsumsi dan spanduk atau penggandaan materi lebih rendah. Kemudian, penurunan beban dijumpai pada beban penambahan daya tahan tubuh sebesar 100%, hal ini dikarenakan belum dilakukan belanja sampai pada semster I 2021. Selain itu, penurunan beban juga dijumpi di beban jasa profesi sebesar 39.95%, hal ini disebabkan peraturan yang mengatur tentang penggunaan honorarium narasumber hanya berlaku bagi narasumber yang berasal dari luar Kementerian/Lembaga, dan rendahnya kegiatan yang membutuhkan narasumber karena kondisi pandemi Covid-19.
Nilai beban belanja barang dan jasa di LO terdapat selisih dengan realisasi belanja barang dan jasa di LRA senilai Rp1.146.100,00. Selisih tersebut merupakan belanja jasa langganan air kantor tahun 2020 yang belum terbayarkan dan sudah dibayar pada tahun 2021. Kemudian sudah dicatat sebagai jurnal penyesuaian di aplikasi pelaporan SAIBA.
D.5. Beban Pemeliharaan
Jumlah Beban Pemeliharaan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020 adalah masing-masing sebesar Rp92.685.081,00 dan Rp119.001.114,00.
Beban pemeliharaan merupakan beban yang dimaksudkan untuk mempertahankan aset tetap atau aset lainnya yang sudah ada ke dalam kondisi normal. Rincian Beban Pemeliharaan untuk 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Beban Pemeliharaan per 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020
Uraian Realisasi 30 Juni
2021
Beban Pemeliharaan Gedung dan Bangunan 10.832.150,00 68.374.000,00 -84,16 Beban Pemeliharaan Peralatan dan Mesin 81.852.931,00 47.534.614,00 72,20 Beban Persediaan bahan untuk pemeliharaan 0,00 898.000,00 -100,00 Beban Persediaan suku cadang 0,00 2.194.500,00 -100,00
Jumlah 92.685.081,00 119.001.114,00 -22,11
Jumlah beban pemeliharaan secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 22,11%, hal ini dikarenakan:
1. Beban untuk pemeliharaan gedung dan bangunan lebih kecil karena tidak banyak dilakukan pemeliharaan terhadap gedung dan bangunan
2. Beban pemeliharaan peralatan dan mesin merupakan beban untuk pemeliharaan kendaraan roda dua sebanyak 4 unit, kendaraan roda empat sebanyak 4 unit, pemeliharaan AC, mesin rumput, mini tiller dan peralatan dan mesin lainnya.
3. Beban persediaan bahan untuk pemeliharaan dan beban persediaan suku cadang pada tahun 2021 tidak ada karena tidak ada pencatatan belanja di persediaan selain ATK.
D.6. Beban Perjalanan Dinas
Jumlah Beban Perjalanan Dinas untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020 adalah masing-masing sebesar Rp240.557.098,00 dan Rp213.716.654,00. Beban tersebut adalah merupakan beban yang terjadi untuk perjalanan dinas dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi, dan jabatan. Rincian Beban Perjalanan Dinas untuk 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Beban Perjalanan Dinas per 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020
Uraian Realisasi 30 Juni
2021
Beban Perjalanan Biasa 183.262.760,00 212.216.654,00 -13,64 Beban Perjalanan Dinas - Penanganan
Pandemi COVID-19
55.044.338,00 0,00 0,00
Beban Perjalanan Dinas Dalam Kota 2.250.000,00 1.500.000,00 50,00
Jumlah 240.557.098,00 213.716.654,00 12,56
Beban perjalanan dinas mengalami kenaikan sebesar 12.56% dikarenakan pada tahun 2020 jumlah perjalanan dalam rangka kegiatan terbatas, tidak bisa keluar kota diluar pulau dikarenakan kondisi pandemic Covid-19. Pada tahun 2021 perjalanan ke luar kota dalam satu provinsi masih dapat dilaksanakan, dan dengan adanya kegiatan Penangan Ekonomi Nasional (PEN) yang tidak terdapat pada tahun 2020 menjadikan beban perjalanan meningkat.
D.7. Beban Penyusutan dan Amortisasi
Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020 adalah masing-masing sebesar Rp296.980.362,00 dan Rp321.354.832,00. Beban penyusutan adalah merupakan beban untuk mencatat alokasi sistematis atas nilai suatu aset tetap yang dapat disusutkan (depreciable assets) selama masa manfaat aset yang bersangkutan. Sedangkan Beban
Aset Tak berwujud. Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi untuk 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Beban Penyusutan dan Amortisasi per 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020
Uraian Realisasi 30 Juni
2021
Beban Penyusutan Gedung dan Bangunan 98.225.475,00 87.073.954,00 12,81
Beban Penyusutan Irigasi 963.083,00 963.083,00 0,00
Beban Penyusutan Jaringan 607.171,00 607.171,00 0,00 Beban Penyusutan Penyusutan Aset Tetap
yang Tidak Digunakan dalam Operasional Pemerintah
703.750,00 703.750,00 0,00
Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin 196.480.883,00 232.006.874,00 -15,31
Jumlah 296.980.362,00 321.354.832,00 -7,58
Beban penyusutan terhadap aset merupakan hal yang normal karena adanya penyusutan nilai selama masa manfaat dan nilai aset. Terjadinya penurunan beban penyusutan sebesar 7.58% dikarenakan adanya reklas aset tetap dari peralatan dan mesin menjadi aset tetap yang tidak digunakan dalam operasional pemerintah.
D.8. Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional
Pos Surplus/Defisit Dari Kegiatan Non Operasional terdiri dari pendapatan dan beban yang sifatnya tidak rutin dan bukan merupakan tugas pokok dan fungsi entitas. Surplus/Defisit Dari Kegiatan Non Operasional Tahun 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut:
Perbandingan Pos Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional per 30 Juni 2021 dan 30 Juni 2020
Uraian Realisasi 30 Juni
2021
Beban Penyesuaian Nilai Persediaan 0,00 -297.500,00 -100,00 Beban Persediaan Rusak/Usang 0,00 -20.010.000,00 -100,00 Pendapatan Penyesuaian Nilai Persediaan 0,00 221.400,00 -100,00 Penerimaan Kembali Belanja Pegawai Tahun
Anggaran Yang Lalu
725.000,00 0,00 0,00
Jumlah 725.000,00 -20.086.100,00 -103,61