• Tidak ada hasil yang ditemukan

Batch 2 hibah UNOPS batch 2 sesuai dengan nomor perjanjian hibah KS.01.04/5210/2021 yang ditandatangani pada tanggal 20 Desember

D. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN OPERASIONAL

Pendapatan PNBP Rp.617.177.4 48,-

D.1 Pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak

Jumlah Pendapatan Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatansampai dengan 31 Desember 2021adalah sebesar Rp.617.177.448,- pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Denda Penyelesaian Pekerjaan Pemerintah dan Pendapatan Lain-Lain. Nilai ini turun dibandingkan dengan pendapatan penerimaan negara bukan pajak pada tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp. 1.337.061.056,-.Berikut rincian dari pendapatan Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah sebagai berikut :

Rincian Pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak Per 31 Desember 2021

Akun Uraian Jumlah

425811 Pendapatan Denda Penyelesaian

Pekerjaan Pemerintah Rp. 848.186.688,- 425811 Pengembalian Pendapatan Denda

Penyelesaian Pekerjaan (Rp.231.009.240,-)

JUMLAH Rp 617.177.448,-

Pendapatan Denda Penyelesaian pekerjaan pemerintah merupakan denda yang dibayarkan oleh penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan.

Total Nilai denda yang di setorkan oleh penyedia pada tahun 2021 sebesar Rp. 848.186.688,-. Terdapat pengembalian pendapatan denda penyelesaian pekerjaan sejumlah Rp. 231.009.240,-akun ini terbentuk dikarenakan terdapat double penyetoran denda keterlambatan pekerjaan dengan Nomor Kontrak : KN.01.03/V.4/2938/2021 sehingga dilakukan pengembalian setoran oleh KPPN dan menjadi pengurang pendapatan denda sehingga jumlah Pendapatan Denda Penyelesaian pekerjaan pemerintah pada tahun 2021 adalah sebesar Rp. 617.177.448,-.

Beban Persediaan Rp.

2.021.678.28 2,-

D.2 Beban Persediaan

Jumlah Beban Persediaan Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan sampai dengan 31 Desember 2021adalah sebesar Rp. 2.021.678.282,- Beban Persediaan merupakan beban untuk mencatat konsumsi atas barang-barang yang habis pakai. Beban Persediaan terdiri dari Beban Persediaan Konsumsi dan Beban Persediaan Lainnya masing-masing sebesar Rp. Rp.

2.021.155.782,- dan Rp. 522.500,- beban ini merupakan pemakaian Bahan Habis Pakai untuk operasional dan relawan RSDC Wisma Haji dan untuk

35

operasional dan ATK yang digunakan pegawai Direktorat Fasilitas pelayanan kesehatan dalam kegiatan kantor sehari-hari.

Rincian Beban perrsediaan sbb:

Rincian Beban Persediaan Per 31 Desember 2021

Akun Uraian Jumlah

593111 Beban Persediaan konsumsi Rp. 2.021..155.782,- 593149 Beban Persediaan Lainnya Rp. 522.500,-

JUMLAH Rp. 2.021.678.282,-

Beban Barang dan Jasa Rp.

10.746.868.8 00,-

D.3 Beban Barang dan Jasa

Jumlah Beban Barang dan JasaDirektorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan sampai dengan 31 Desember 2021adalah sebesar Rp. 10.746.868.800,- Beban Barang dan Jasa terdiri dari beban barang dan jasa berupa konsumsi atas barang dan/atau jasa dalam rangka penyelenggaraan kegiatan entitas serta beban lain-lain berupa beban yang timbul karena penggunaan alokasi belanja lainnya. Rincian Beban Barang dan Jasa sampai dengan 31 Desember 2021adalah sbb:

Rincian Beban Barang dan Jasa Per 31 Desember 2021

Akun Uraian Jumlah

521111 Beban Keperluan Perkantoran Rp 600.947.800 521114 Beban Pengiriman Surat Dinas Pos

Pusat Rp 303.000

521115 Beban Honor Operasional Satuan

Kerja Rp 413.510.000

521211 Beban Bahan Rp 138.050.900

521213 Beban Honor Output Kegiatan Rp 140.600.000 521219 Beban Barang Non Operasional

Lainnya Rp 97.742.300

521241 Beban Barang Non Operasional -

Penanganan Pandemi COVID-19 Rp 760.760.000 522131 Beban Jasa Konsultan Rp 978.838.300

522141 Beban Sewa Rp 558.213.100

522151 Beban Jasa Profesi Rp 262.000.000 522191 Beban Jasa Lainnya Rp 5.613.894.800

36

522192 Beban Jasa - Penanganan Pandemi

COVID-19 Rp 868.456.881

595112 Beban Asset Ekstrakomptabel

Peralatan dan Mesin Rp 313.551.719

JUMLAH Rp 10.746.868.800

 Beban Keperluan Kantor sebesar Rp. 600.947.800,- adalah Belanja untuk pelayanan rumah tangga dan perlengkapan, seperti belanja operasional pimpinan, paket data pegawai, bahan habis pakai, belanja perlengkapan perkantoran, pemeliharaan fasilitas perkantoran dsb.

 Beban Pengiriman Surat Dinas Pos Surat sebesar Rp. 303.000,- merupakan belanja pengiriman surat dinas, dikarenakan saat ini untuk pengiriman surat dinas internal sudah menggunakan aplikasi TNDE sehingga penyerapan anggaran untuk belanja Pengiriman Surat Dinas Pos Surat cukup rendah.

 Beban Honor Operasional Satuan Kerja sebesar Rp. 413.510.000,- merupakan honor untuk pejabat pengelola anggaran.

 Beban Bahan sebesar Rp. 138.050.900,-,- merupakan belanja bahan habis pakai yang digunakan dalam menjalankan kegiatan program Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

 Beban Honor Output kegiatan sebesar Rp. 140.600.000,- merupakan Honor untuk pengelolaan kegiatan yang dilakukan diluar dari tupoksi pekerjaan utama.

 Beban Barang Non Operasional Lainnya sebesar Rp. 97.742.300,- merupakan belanja yang digunakan diluar dari kegiatan operasional utama, seperti rapat lintas sektor dan program yang sebelumnya belum masuk di dalam perencanaan program yang sudah ada.

 Beban Barang Non operasional – Penanganan Pandemi COVID 19 sebesar Rp. 760.760.000,- merupakan belanja yang digunakan untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 seperti Pembelian Kardus untuk pengemasan alat kesehatan APD, pembelian stiker untuk serah terima barang dan kegiatan lain yang diperukan untuk mendukung distribusi Alat untuk penanganan Covid-19.

 Beban Jasa Konsultan sebesar Rp. 978.838.300,- merupakan belanja yang digunakan untuk mendukung kegiatan yang dilakukan

37

dalam menjalankan program, dimana perlu mendapatkan informasi, data, dan konsultasi dari sumber yang mengerti mengenai seluk beluk dari program yang sedang dilakukan.

 Beban Sewa sebesar Rp. 558.213.100,- merupakan belanja yang digunakan untuk sewa kendaraan yang digunakan untuk mengangkut BMN serta untuk mendistribusikan peralatan kesehatan ke daerah.

 Beban Jasa Profesi sebesar Rp. 262.000.000,- merupakan belanja Honor untuk Narasumber yang berasal dari Kementerian/Lembaga Lain ataupun dari narasumber Eselon III keatas yang menjadi narasumber dalam kegiatan yang dilakukan oleh Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

 Beban Jasa Lainnya sebesar Rp. 5.613.894.800,- merupakan belanja jasa tidak dapat dimasukan kedalam belanja jasa konsultan dan belanja jasa profesi. Contoh dari penggunaan belanja ini adalah Biaya Pelatihan kapasitas SDM, Biaya fee untuk provinsi dan rumah saki atas pengumpulan data terkait dengan kegiatan pemetaan oksigen di indonesia.

 Beban Jasa – penangan pandemi COVID 19 sebesar Rp.

868.456.881,- merupakan belanja yang digunakan untuk kegiatan penanganan pandemi covid-19 seperti Jasa untuk pengiriman barang bantuan alat kesehatan yang peruntukannya khusus untuk penanganan covid-19.

 Beban Asset Ekstrakomptabel Peralatan dan Mesin sebesra Rp.

313.551.719,- merupakan belanja peralatan dan mesin yang nilai perolehannya dibawah kapitalisasi, sehingga tidak dapat dikategorikan kedalam Peralatan dan Mesin.

Beban Perjalanan Dinas Rp.

9.634.650.23 6,-

D.4 Beban Perjalanan Dinas

Beban Perjalanan Dinas sampai dengan 31 Desember 2021sebesar Rp.

9.634.650.236,- Beban tersebut merupakan beban yang terjadi untuk perjalanan dinas dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi, dan jabatan.

Rincian Beban Perjalanan Dinas sampai dengan 31 Desember 2021 adalah sbb:

38

Rincian Beban Perjalanan Dinas Per 31 Desember 2021

Akun Uraian Jumlah

524111 Beban Perjalanan Biasa Rp 3.423.219.436 524113 Beban Perjalanan Dinas Dalam Kota Rp 261.013.350 524114 Beban Perjalanan Dinas Paket

Meeting Dalam Kota Rp 1.498.773.500 524115 Beban Perjalanan Dinas - Penanganan

Pandemi COVID-19 Rp 1.979.095.450

524119 Beban Perjalanan Dinas Paket

Meeting Luar Kota Rp 2.472.548.500

JUMLAH Rp 9.634.650.236

 Beban Perjalanan Biasa sebesar Rp. 3.423.219.436,- terdiri dari Belanja Perjalaan Dinas Biasa Rp. 3.450.454.686,- yang merupakan belanja perjalanan dinas yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan atas program yang telah disusun dan pengembalian yang dilakukan sebesar (Rp. 27.235.250,-) yang merupakan sisa dari dana yang digunakan untuk kegiatan perjalanan dinas.

 Beban Perjalanan Dinas Dalam Kota sebesar Rp. 261.013.350,- merupakan pertemuan kegiatan yang dilakukan lebih dari 8 jam untuk menjalankan kegiatan sesuai dengan program yang telah disusun.

 Beban Perjalanan Dinas Paket meeting dalam Kota sebesar Rp.

1.498.773.500,- yang terdiri dari Belanja Paket Meeting Dalam Kota sebesar Rp. 1.501.553.500,- merupakan pertemuan yang dilaksanakan di dalam kota lebih dari 8 jam dalam menjalankan kegiatan sesuai dengan program yang telah disusun dan pengembalian belanja yang dilakukan sebesar (Rp. 2.780.000,-) yang merupakan sisa dari dana yang digunakan.

 Beban Perjalanan Dinas – Penanganan Pandemi Covid-19 sebesar Rp. 1.979.095.450,- yang terdiri dari Belanja Perjalanan Dinas untuk Pandemi sebesar Rp. 2.213.443.050,- merupakan perjalanan dinas yang dilakukan untuk penanggulangan covid-19. Sebagai contoh kegiatan yaitu perjalanan dinas yang dilakukan dalam rangka pengurusan administrasi BAST atas barang yang di distribusikan untuk penanggulangan covid-19.

Pada belanja Perjalanan Dinas – Penanganan Pandemi Covid-19

39

dan pengembalian belanja sbesar (Rp. 133.147.600,-)

 Beban Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota sebesar Rp.

2.472.548.500,- yang terdiri dari belanja paket meeting luar kota sebesar Rp. 2.704.443.100,- kegiatan ini merupakan pertemuan yang dilakukan di luar kota sesuai dengan program yang telah disusun. contoh keguatan seperti pertemuan dalam rangka Monitoring dan Evaluasi dalam rangka pemenuhan SPA di FKTP sesuai standar dan pengembalian belanja yang dilakukan sebesar (Rp. 231.894.600,-).

D.5 Beban Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat

Jumlah Beban Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan sampai dengan 31 Desember 2021sebesar Rp. 23.406.524.857,- Beban Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat merupakan alat-alat kesehatan yang dihibahkan kepada pemerintah daerah melalui RSUD untuk membantu pemenuhan SPA seuai dengan standar. Rincian Beban Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat 2021 adalah sbb:

Beban Barang Untuk Diserahkan Kepada Masyarakat Per 31 Desember 2021

Akun Uraian Jumlah

593124

Beban Persediaan Peralatan dan Mesin untuk Dijual atau diserahkan kepada masyarakat

Rp.17.395.337.959,-

593128

Beban Barang Persediaan Lainnya untuk Dijual/Diserahkan kepada masyarakat

Rp.6.011.186.898,-

JUMLAH Rp.23.406.524.857,-

D.6 Beban Penyusutan dan Amortisasi

Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan sampai dengan 31 Desember 2021 sebesar Rp. 40.638.797.895,- Beban Penyusutan merupakan beban untuk mencatat alokasi sistematis atas nilai suatu aset tetap yang dapat disusutkan (depreciable assets) selama masa manfaat aset yang bersangkutan. Sedangkan Beban Amortisasi digunakan untuk mencatat alokasi penurunan manfaat ekonomi untuk Aset

40

95,- Tak berwujud. Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi sampai dengan 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Barang Penyusutan dan Amortisasi Per 31 Desember 2021

Akun Uraian Jumlah

591111 Beban Penyusutan Peralatan dan

Mesin Rp.39.668.582.979,-

592115 Beban Amortisasi Software Rp. 291.138.602,- 592116 Beban Amortisasi Lisensi Rp. 178.489.464,- 592118 Beban Amortisasi Aset Tak

Berwujud yang tidak digunakan Rp. 11.606.226,- 592222 Beban Penyusutan Penyusutan Aset

Tetap yang Tidak digunakan Rp. 488.980.624,- JUMLAH Rp. 40.638.797.895,-

41

Surplus dari Kegiatan Non

Operasional Rp.

792.454.037, -

D.7 Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional Lainnya

Pos Surplus dari Kegiatan Non Operasional terdiri dari pendapatan dan beban yang sifatnya tidak rutin dan bukan merupakan tugas pokok dan fungsi entitas. Surplus dari Kegiatan Non Operasional Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Per 31 Desember 2021 sebesar Rp. 792.454.037,- dengan rincian sbb:

Surplus/Defisit dari kegiatan Non Operasional Per 31 Desember 2021

Uraian 2021

Pendapatan dari kegiatan Non Operasional Lainnya

Penerimaan Kembali Belanja Barang

TAYL Rp. 103.324.600,-

Penerimaan Kembali Belanja Modal TAYL Rp. 689.129.437,- Pendapatan dari kegiatan Non Operasional

Lainnya Rp. 792.454.037,-

Jumlah Pendapatan dari kegiatan Non

Operasional Lainnya Rp. 792.454.037,- Beban dari Kegiatan Non Operasional

Lainnya

Beban dari kegiatan Non Operasional

Lainnya Rp - Jumlah Beban dari kegiatan Non

Operasional Lainnya Rp - Surplus (Defisit) dari kegiatan

Operasional Rp. 792.454.037,-

41 PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Ekuitas Awal Rp.1.206.696.329.27 1,-

E.1 Ekuitas Awal

Nilai ekuitas pada tanggal 01 Januari 2021 adalah sebesar Rp.

1.206.696.329.271,-yang merupakan saldo akhir ekuitas Tahun 2020.

Defisit LO

(Rp.85.038.888.585, -)

E.2 Surplus (Defisit) LO

Jumlah Defisit Laporan Operasional untuk periode sampai dengan 31 Desember 2021adalah sebesar (Rp. 85.038.888.585,-) Defisit LO merupakan selisih kurang antara surplus/defisit kegiatan operasional, surplus/defisit kegiatan non operasional, dan pos luar biasa.

Penyesuaian Nilai Aset Rp.0,-

E.3.1 Penyesuaian Nilai Aset

Penyesuaian nilai asetuntuk periode sampai dengan 31 Desember 2021adalah Rp.0,-. Penyesuaian nilai aset merupakan hasil penyesuaian nilai persediaan akibat penerapan kebijakan harga perolehan terakhir.

KoreksiAtasReklasifi kasiRp.0,-

Koreksilain-lainRp.0,-

E.3.2 Koreksi AtasReklasifikasi

Koreksi atas reklasifikasi untuk periode sampai dengan 31 Desember 2021 adalah Rp. 0,-Koreksi ini merupakan koreksi atas kesalahan pencatatanaset.

E.3.3 Koreksi Lain-Lain

Koreksi Lain-Lain untuk periode sampai dengan 31 Desember 2021 adalah Rp. 0,- Koreksi ini merupakan koreksi atas Penyesuaian Dana Yang Dibatasi Penggunaannya sesuai setoran sisa.

42 Transaksi Antar

Entitas

(Rp.63.888.290.229, -)

E.4 Transaksi Antar Entitas

Nilai Transaksi Antar Entitas untuk periode sampai dengan 31 Desember 2021adalah sebesar (Rp. 63.888.290.229,-)Transaksi antar Entitas adalah transaksi yang melibatkan dua atau lebih entitas yang berbeda baik internal KL, antar KL, antar BUN maupun KL dengan BUN. Jika dibandingkan dengan tahun 2020 Transaksi antar entitas lebih variatif dan mengalami penurunan entitas yang cukup siginifikan, pada tahun sebelumnya terdapat kenaikan entitas sebesar Rp. 549.627.170.555,- atau terdapat gap sebesar 113,15%.Rincian Transaksi Antar Entitas tahun 2021 terdiri dari:

Rincian Transaksi Antar Entitas Per 31 Desember 2021

Transaksi Antar Entitas Nilai

Ditagihkan ke Entitas Lain Rp. 444.496.578.205,- Diterima dari Entitas Lain Rp. (1.409.631.485,-) Transfer Keluar Rp. (616.364.457.117,-) Transfer Masuk Rp. 15.148.789.912,- Pengesahan Hibah Langsung Rp.54.168.872.790,- Pengesahan Hibah Langsung

TAYL Rp.40.071.557.466,-

 Ditagihkan ke entitas lain sebesar Rp. 444.496.578.205,- merupakan belanja yang dilakukan dengan mekanisme pembayaran langsung melalui KPPN yang dikonversi menjadi SP2D dikurangi dengan pengembalian atas sisa dana dari kegiatan yang dibayarkan.

 Diterima dari entitas lain sebesar Rp. (1.409.631.485,-)merupakan dana yang disetorkan oleh pihak lain kepada negara, seperti denda atas keterlambatan pekerjaan.

 Transfer Keluar sebesar Rp. (615.617.510.961-) merupakan pemindahan asset Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan kepada RS UPT Vertikal. Asset yang ditransfer keluar berupa Tanah, gedung dan bangunan, Peralatan dan mesin, Barang Konsumsi.

 Transfer Masuk sebesar Rp. (13.272.544.492,-),-) merupakan Asset yang diterima oleh Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan dari satuan kerja lain dibawah Kementerian

43 Kesehatan. Transfer Masuk sejumlah tersebut merupakan Barang Konsumsi yang diterima dari Pusat Krisis sebesar Rp.

9.534.495.060,- dan Pusat Analisis Determinan Kesehatan sebesar Rp. 3.738.049.432,-.

 Pengesahan Hibah Langsung sebesar Rp. 54.168.872.790,-merupakan hibah yang diterima Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan pada tahun 2021, baik hibah Uang, Jasa ataupun Barang.

Rincian Hibah Dit. Fasyankes Tahun 2021 Per 31 Desember 2021

Dalam Ribuan Rupiah No Mitra/Lender

40.071.557.466,- merupakan hibah barang dari TEMASEK FOUNDATION INTERNATIONAL CLG LTD kepada Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan berdasarkan surat perjanjian hibah nomor KS.01.04/V.2/4653/2021 tanggal 18 November 2021.

Kenaikan/Penuruna n Ekuitas

Rp.148.927.178.814, -

E.5 Kenaikan/Penurunan Ekuitas

Dengan adanya Defisit LO dan Transaksi antar entitas maka terjadi penurunan ekuitas sebesar (Rp.148.927.178.814-) .

44 Ekuitas Akhir Rp.

1.057.769.150.457,-

E.5 Ekuitas Akhir

Nilai Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021adalah sebesar Rp.1.057.769.150.457,-

45

Dokumen terkait