• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjelasan atas Pos-Pos Laporan Operasional

D.1 Pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak

Jumlah Pendapatan pada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian untukperiode yang berakhirpada tanggal 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah masing-masing sebesar Rp1.120.264.396,00 dan Rp1.266.317.049,00 dengan rincian sebagai berikut:

Rincian Pendapatan Negara Bukan Pajak per 31 Desember 2017 (Audited) dan 31 Desember 2016 (Audited)

URAIAN 31 DESEMBER

1. Pendapatan Penjualan Hasil Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan diperoleh dari penjualan hasil penelitian Bioindustri Padi Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp19.768.000,00.

2. Pendapatan Sewa Tanah, Gedung dan Bangunan diperoleh dari sewa ruang kantor kantin dan koperasi dalam periode 31 Desember 2017 sebesar Rp2.139.750,00.

3. Pendapatan Jasa Tenaga, Pekerjaan, Informasi, Pelatihan dan Teknologi Sesuai Dengan Tugas dan Fungsi Masing – Masing Kementerian Negara/Lembaga diperoleh dari hasil jasa analisa Laboratorium periode 31 Desember 2017 sebesar Rp1.097.890.000,00.

4. Pendapatan Anggaran Lain-lain merupakan ongkos kirim dari konsumen untuk jasa pengiriman hasil analisa laboratorium kepada konsumen sebesar Rp466.646,00.

Beban Pegawai

Rp10.690.131.544,00

D.2 Beban Pegawai

Jumlah Beban Pegawai per 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah masing-masing sebesar Rp10.690.131.544,00 dan Rp10.333.413.291,00.

Beban Pegawai adalah beban atas kompensasi, baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintahyang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal.

Rincian Beban Pegawai per 31 Desember 2017 (Audited) dan 31 Desember 2016 (Audited)

URAIAN 31 DESEMBER 2017 31 DESEMBER 2016 NAIK (TURUN) 2016 (audited). Hal ini disebabkan oleh:

1. Adanya kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, dan kenaikan tunjangan fungsional untuk 127 PNS tahun berjalan, sehingga mengakibatkan beban pegawai atas beban gaji pokok PNS dan beban tunj. Fungsional PNS Tahun Anggaran 2017 mengalami kanaikan.

2. Adanya penggantian jabatan struktural yang semula dijabat oleh PNS yang menduduki jabatan fungsional, namun pada tahun berjalan digantikan oleh PNS yang menduduki jabatan struktural.

3. Adanya penyesuaian uang makan PNS dan uang makan lembur PNS per 14 Juni 2017, atas dasar PMK No.78/PMK.02/2017 tanggal 14 Juni 2017 tentang perubahan atas PMK No.33/PMK.02/2016 tentang

standar biaya masukan Tahun Anggaran 2017, salah satunya mengatur dan menindaklanjuti penyesuaian uang makanPNS dan uang makan lembur PNS, yang mengakibatkan beban pegawai atas beban uang makan PNS dan beban uang lembur mengalami kanaikan pada tahun berjalan Tahun Anggaran 2017.

4. Adanya hak PNS atas kenaikan gaji, kekurangan tunjangan umum dan kekurangan tunj. Fungsional yang menjadi beban pegawai Tahun Anggaran 2017 masing-masing sebesar Rp2.503.324.667,00 dan Rp3.194.308.636,00. Beban Persediaan merupakan beban untuk mencatat konsumsi atas barang-barang yang habis pakai, termasuk barang-barang hasil produksi baik yangdipasarkan maupun tidak dipasarkan. Rincian Beban Persediaan untuk Tahun Anggaran 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Persediaan per 31 Desember 2017 (Audited) dan 31 Desember 2016 (Audited)

URAIAN 31 DESEMBER

Beban persediaan per 31 Desember 2017 (audited) mengalami penurunan sebesar 21,63% dari per 31 Desember 2016 (audited). Hal ini disebabkan adanya kebijakan pemerintah selfblocking pada bulan Juli 2017 terhadap alokasi pagu Tahun Anggaran 2017. Sehingga pelaksanaan kegiatan manajemen maupun penelitian akan kebutuhan barang persediaan habis pakai yang menjadi beban persediaan tahun berjalan berkurang.

Beban Barang dan Jasa

Rp4.570.130.941,00

D.4 Beban Barang dan Jasa

Jumlah Beban Barang dan Jasa per 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah masing-masing sebesar Rp4.570.130.941,00 dan Rp4.546.866.456,00. Beban Barang dan Jasa terdiri dari beban barang dan jasa berupa konsumsi atas barang dan/atau jasa dalam rangka penyelenggaraan kegiatan entitas serta beban lain-lain berupa beban yang timbul karena penggunaan alokasi belanja modal yang tidak menghasilkan aset tetap. Rincian Beban Barang dan Jasa per 31 Desember 2017(audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Barang dan Jasa per 31 Desember 2017 (Audited) dan 31 Desember 2016 (Audited)

URAIAN 31 DESEMBER 2017 31 DESEMBER 2016 NAIK

(TURUN) %

Beban barang dan jasa sampai dengan per 31 Desember 2017 naik sebesar 0,51%. Hal ini disebabkan:

1. Adanya penambahan jasa konsultan Laboratorium ISO - 17025 untuk malakukan surveilan.

2. Adanya peningkatan penggunaan listrik yang disebabkan bertambahnya peralatan laboratorium 3. Bertambahnya kebutuhan obat – obatan untuk

pegawai lingkup Kementerian Pertanian di Kampus Penelitian Cimanggu – Bogor.

Beban Pemeliharaan Rp2.001.490.802,00

D.5 Beban Pemeliharaan

Beban Pemeliharaan per 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah masing-masing sebesar Rp2.001.490.802,00 dan Rp2.247.749.242,00.

Beban Pemeliharaan merupakan beban yang dimaksudkan untuk mempertahankan aset tetap atau aset lainnya yang sudah ada ke dalam kondisi normal.

Rincian beban pemeliharaan untuk periode 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Pemeliharaan per 31 Desember 2017 (Audited) dan 31 Desember 2016 (Audited)

URAIAN 31 DESEMBER

Beban pemeliharaan sampai dengan per 31 Desember 2017 (audited) turun sebesar 10,96%. Hal ini disebabkan karena adanya penghematan biaya pemeliharaan.

Beban Perjalanan Dinas

Rp2.516.611.326,00

D.6 Beban Perjalanan Dinas

Beban Perjalanan Dinas per 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah masing-masing

sebesar Rp2.516.611.326,00 dan Rp3.569.477.386,00.

Beban tersebut merupakan beban yang terjadi untukperjalanan dinas dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi, dan jabatan. Beban perjalanan dinas per 31 Desember 2017 (audited) mengalami penurunan sebesar 29,50% dari 31 Desember 2016 (audited). Penurunan beban perjalanan dinas disebabkan oleh kebijakan pemerintah dalam penghematan biaya perjalanan menunjang pelaksanaan tugas, fungsi dan jabatan kegiatan, serta frekuensi rapat koordinasi yang dihemat.

Rincian Beban Perjalanan Dinas untuk Tahun per 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Perjalanan Dinas per 31 Desember 2017 (Audited) dan 31 Desember 2016 (Audited)

URAIAN 31 DESEMBER

Beban Barang untuk Diserahkan kepada MasyarakaT per 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah masing-masing sebesar Rp260.218.000,00 dan Rp1.378.754.800,00. Beban Barang untuk Diserahkan kepada Masyarakat merupakan beban pemerintah dalam bentuk barang atau

jasa kepada masyarakat yang bertujuan untuk mencapai tujuan entitas. Rincian Beban Barang untuk Diserahkan kepada Masyarakat per 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Barang untuk Diserahkan kepada Masyarakat per 31 Desember 2017 (Audited) dan 31

Desember 2016 (Audited)

Beban Peralatan dan Mesin untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pemda berupa Mesin Pengering Merk Agrindo Type ABD 3200 kapasitas tampung 3-3,5 ton;

Corn Sheller Merk Gunung Kubota RD 65 DIH-15;

Cleaner Type A2H; Separator Type AB-01 Merk Gunung Biru dan Unit Penyosoh (bayoney, kompresor, komponen penyosoh N-70), merupakan beban atas belanja peralatan dan Mesin untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pemda Tahun Anggaran 2015, yang baru diselesaikan penyerahannya kepada Pemda melalui BAST pada Tahun Anggaran 2017.

D.8 Beban Penyusutan dan Amortisasi

Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi per 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah masing-masing sebesar Rp8.579.883.060,00 dan Rp9.590.287.716,00. Beban Penyusutan merupakan beban untuk mencatat alokasi sistematis atas nilai suatu aset tetap yang dapat disusutkan (depreciable assets)

selama masa manfaat aset yang bersangkutan.

Sedangkan Beban Amortisasi digunakan untuk mencatat alokasi penurunan manfaat ekonomi untuk Aset Tak berwujud. Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi per 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi

Per 31 Desember 2017 (Audited) dan 31 Desember 2016 (Audited)

D.9 Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih

Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih merupakan beban untuk mencatat estimasi ketidaktertagihan piutang dalam suatu periode. Jumlah Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih untuk per 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah masing-masing sebesar Rp142.825,00 dan Rp0,00.

Rincian Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih untuk per 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016

(audited) adalah sebagai berikut:

Rincian Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih Per 31 Desember 2017 (Audited) dan 31 Desember 2016

(Audited)

URAIAN 31 DESEMBER

2017

31 DESEMBER 2016

NAIK (TURUN)

% Beban Penyisihan

Piutang PNBP

60.000

- #DIV/0!

Beban Penyisihan Piutang Tidak Tertagih Jangla Panjang - Tuntutan

Perbendaharaan/Tunt utan Ganti Rugi

82.825

- #DIV/0!

Jumlah 142.825 - #DIV/0!

Surplus/Defisit Dari Kegiatan Non

Operasional Rp92.843.662,00

D.10 Surplus/Defisit Dari Kegiatan Non Operasional Pos Surplus/(Defisit) dari Kegiatan Non Operasional terdiri dari pendapatan dan beban yang sifatnya tidakrutin dan bukan merupakan tugas pokok dan fungsi entitas. Surplus/(Defisit) dari Kegiatan Non Operasional per 31 Desember 2017 (audited) dan 31 Desember 2016 (audited) adalah sebagai berikut:

Rincian Kegiatan Non Operasional per 31 Desember 2017 (Audited) dan 31 Desember 2016 (Audited)

URAIAN 30 SEPTEMBER 2017

31 DESEMBER 2016 NAIK (TURUN) % Pendapatan dari

*)Pendapatan/BebanPenyesuaian Nilai Persediaan timbul karena kebijakan penilaian persediaan menggunakan metode Harga Perolehan Terakhir. Akun ini tidak akan muncul ketika penilaian persediaan menggunakan metode First In First Out (FIFO)

Dokumen terkait