1. Gambar dulu sketsa meja yg mau dibuat 2. Tentukan material (kayu/besi) yg dibutuhkan
3. Lakukan pengukuran sesuai dengan sketsa yang telah dibuat 4. Potong setiap besi dengan ukuran yang telah di tentukan 5. Buat bagian atas terlebih dahulu
6. Assembly setiap potongan besi yang telah di tentukan ukuran nya dengan di las
7. Buat bagian bawah meja
26
27 8. Buat kaki meja
9. Lalu assembly semua bagian hingga menjadi kerangka
10. Lubangi besi bagian atas yang akan di pasang baud untuk memasang papan meja
11. Pasang papan meja yg sudah di lubangi dengan kerangka bagian atas 12. Haluskan meja anda sesuai selera
13. Bisa menggunakan cat pernis utk memuat kayu terlihat lebih mengkilap 4.4 Penyebab kecacatan atau kerusakan pada produk yang anda buat
1. Tidak ratanya pemotongan pada saat proses cutting sehingga mengakibatkan lekukan pada hasil Bending jarak nya terlalu jauh , dan pemotongan besi pun tidak rata
2. Elektroda menempel dan terlalu lama saat proses las yang mengakibatkan part menjadi bolong
3. Proses perataan dengan siku tidak dilakukam dengam cermat sehingga sering kali antara kaki produk tinggi nya tidak sama
4. Proses buffing pun juga ada dimana pem buffing an tidak di lakukan dengan rata menyebabkan permukaan hasil potongan dan hasil Las menjadi bergelombang dan kasar
4.5 Kendala yang terjadi dari setiap stasiun kerja yang ada
1. Tidak tepatnya pengukuran sehingga pemotongan pada part salah
2. Tidak ratanya pemotongan pada saat proses cutting sehingga mengakibatkan lekukan pada hasil Bending jarak nya terlalu jauh , dan pemotongan besi pun tidak rata
3. Elektroda menempel dan terlalu lama saat proses las yang mengakibatkan part menjadi bolong
28
4.6 Cara penggunaan alat dari tiap tiap stasiun kerja yang ada 4.6.1 Pemotongan Besi
1. Pastikan telah memakai alat pelindung diri dengan lengkap, seperti masker, sarung tangan, kaca mata, dan sepatu kerja.
Utamakanlah keselamatan dalam bekerja agar aman saat bekerja.
2. Pastikan batas ukuran yang akan dipotong dengan benar dan sesuai dengan sketsa, seperti panjang dan sudut kemiringan
Gambar 4.6.1 Pengukuran Besi Holo
3. Pasang benda yang akan dipotong pada pencekam (ragum).
Kemudian kunci dengan kuat agar benda tidak lepas atau bergerak ketika dipotong.
Gambar 4.6.2 Pemasangan Besi Holo Pada Ragum
29
4. Setelah itu, tancapkan kabel power ke sumber listrik yang tersedia dan pastikan posisi kabel tidak berdekatan dengan mata potong.
5. Jika sudah siap, tekan saklar untuk menghidupkan mesin dan tunggu sampai putaran mata gerinda stabil.
6. Jika putaran mata potong sudah kencang dan stabil, mulailah menurunkan mata potong ke benda yang telah terjepit kencang pada dudukannya. Jika diperlukan, gunakan bantuan tangan kiri untuk membantu menekan gagang pemotong.
7. Tekan gagang pemotong secara perlahan menyesuaikan pemotongan. Jangan menekan terlalu berlebihan untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan.
Gambar 6.3 Pemotongan Besi Holo
8. Setelah pemotongan selesai, angkat gagang pemotong ke atas dan lepaskan tombol saklar untuk menghentikan mesin. Setelah itu, barulah cabut kabel power dari sumber listrik.
4.6.2 Pemotongan Papan
1. Pastikan telah memakai alat pelindung diri dengan lengkap, seperti masker, sarung tangan, kaca mata, dan sepatu kerja.
Utamakanlah keselamatan dalam bekerja agar aman saat bekerja.
2. Pastikan batas ukuran yang akan dipotong dengan benar dan sesuai dengan sketsa, seperti panjang dan sudut kemiringan
30
Gambar 4.6.4 Pengukuran Papan
3. Pastikan saklar/switch pada jigsaw pada posisi off sebelum memasang steker pada stop kontak.
4. Nyalakan mesin dengan menekan tombol
5. Arahkan mata gergaji ke papan yang akan dipotong
Gambar 4.6.5 Pemotongan Multiplek 4.6.3 Pengamplasan papan
1. Sebelum memasang steker pada stop kontak, pastikan switch/saklar mesin amplas pada posisi off
2. Tekan atau tarik saklar untuk menyalakan mesin, tombol bundar berfungsi untuk mengunci saklar agar dapat menyala tanpa perlu menekan saklar pengunci saklar mesin amplas
31
3. Untuk jenis mesin amplas dengan variable speed, kita dapat mengatur kecepatan mesin dengan memutar-mutar saklar.
4. Jika kantong debu sudah penuh, kita bisa melepasnya dan membuang isinya dengan cara membuka reseliting pada kantong tersebut.
5. Setelah selesai menggunakannya jangan lupa untuk mencabut steker dari stop kontak dan bersihkan mesin dari debu menggunakan kuas
4.6.4 Pengelasan Produk
1. Periksa kondisi mesin las sebelum digunakan.
2. Periksa plate apakah sudah sudah membentuk siku dengan menggunakan penggaris siku dan waterpass
Gambar 4.6.6 Pemeriksaan Siku Plate
32
3. Jepit plate penggunakan siku las dan siku magnet, agar posisinya tidak berubah
Gambar 4.6.7 Menjepit Plate Dengan Siku Magnet 4. Tarik dan rentangkan kabel las dan jepitan kabel masa (-) pada
benda kerja.
5. Tekan tombol ON untuk menghidupkannya.
6. Sesuaikan arus listrik dengan benda kerja yang akan di las 7. Sesuaikan arus listrik mesin las dengan besarnya elektroda
yang digunakan.
8. Lakukan terlebih dahulu pengetesan elektroda pada plate untuk menyesuaikan besarnya arus pada benda yang akan di las.
33
Gambar 4.6.8 Pengetesan Elektroda 9. Pakailah APD yang sesuai dengan pekerjaan ini.
10. Lakukan pengelasan dengan baik dan selamat.
Gambar 4.6.9 Proses Pengelasan
34 4.6.5 Buffing
1. Gunakan APD yang sesuai
2. Sesuaikan spesifikasi mata gerinda dengan putaran mesin gerinda
3. Posisikan sudut potong mengarah keluar
Gambar 4.6.10 Proses Buffing
35
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Praktikum Proses Manufaktur produksi barang setengah jadi meja komputer yaitu di mana kita dapat mengetahui proses pembuatan meja komputer yang semula-mula dari dahan mentah menjadi barang setengah jadi, dan kita dapat mengetahui penggunaan alat – alat dan mesin yang digunakan pada saat praktikum, dan juga kita dapat mengetahui estimasi waktu yang dibutuhkan untuk membuat produk meja komputer.
5.2 Saran
Saran untuk Praktikum Proses Manufaktur ini:
Ditambah lagi alat – alat kerja dan mesin yang dipakai saat praktikum sehingga tidak memakan waktu untuk menyelesaikan produk
Jika memang laboratorium tidak bisa digunakan pada hari tertentu, mungkin bisa ditambah dengan hari-hari berikutnya
35
36
DAFTAR PUSTAKA
Achmadi. (2022, Mei 16). Belajar Ilmu Pengelasan. Retrieved from Pengelasan.net:
https://www.pengelasan.net/cacat-las/
Arnita, R. (n.d.). Jurnal Artikel. Setup Time, 40.
Asistem Proses Manufaktur. (2022). Modul Praktikum. Modul Praktikum Proses Manufaktur 2022, 6-12.
Poltekkes Denpasar. (n.d.). Tinjauan Pustaka. Alat Pelindung Diri, 1-10.
SULISTIONO, K. D. (n.d.). Penelitian. KUALITAS PRODUK SEBAGAI FAKTOR PENTING DALAM PEMASARAN EKSPOR PADA PT. EUROGATE INDONESIA, 3.
Universitas Brawijaya. (n.d.). Power Point. Sistem Manufaktur Lanjutan, 11.
37
LAMPIRAN
A. Stasiun Pemotongan
1. Pemotongan Komponen Besi (1) Pengukuran
(2) Proses
38
2. Pemotongan Komponen Kayu Multiplek (1) Pengukuran
(2) Proses
39
3. Pemotongan Komponen Pelapis Meja Komputer
B. Stasiun Banding
40 C. Stasiun Pengelasan
41 D. Stasiun Pengecatan
E. Stasiun Finishing Cover
42