• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

2) Kewajiban Jangka Panjang

6.6 Penjelasan Pos-Pos Laporan Arus Kas (LAK)

Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas pada bendahara umum daerah, oleh karena itu LAK mencakup transaksi kas dan setara kas yang mempunyai pengaruh langsung pada kas BUD. LAK disusun oleh entitas yang memiliki fungsi bendahara umum daerah dalam hal ini PPKD/BUD. Semua transaksi yang langsung oleh BUD baik pendapatan, belanja, penerimaan/pengeluaran pembiayaan, pemungutan dan penyetoran kewajiban PFK disajikan di dalam LAK.

Pendapatan dan belanja OPD adalah transaksi yang harus disajikan di dalam LAK karena pendapatan OPD disetorkan ke BUD, begitu juga belanja OPD sumber dananya adalah dari BUD baik melalui mekanisme UP maupun belanja LS.

Pendapatan dan belanja FKTP (dana JKN) dalam hal ini Puskesmas walaupun tidak melalui BUD, tetap disajikan di dalam LAK karena rekening kas di bendahara FKTP merupakan bagian dari rekening BUD.

Penerimaan dan pengeluaran kas dalam laporan arus kas diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris, secara rinci komponen arus kas dapat dijelaskan sebagai berikut:

111 a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Arus kas dari aktivitas operasi menunjukkan penerimaan dan pembayaran yang dilakukan oleh pemerintah melalui fungsi BUD untuk membiayai aktivitas operasional selama satu periode pelaporan.

Arus masuk kas dari aktivitas operasi untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2019 sebesar Rp1.395.690.234.752,40 dan arus keluar kas dari aktivitas operasi sebesar Rp1.076.929.081.507,15 sehingga diperoleh arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp318.761.153.245,25. Jika dibandingkan dengan arus kas bersih dari aktivitas operasi pada tahun 2018 sebesar Rp348.420.773.515,59 maka terdapat penurunan arus kas bersih sebesar Rp29.659.620.270,34 dengan rincian sebagai berikut:

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi: 2019 2018

1. Arus Masuk Kas dari Aktivitas Operasi 1.395.690.234.752,40 1.383.531.317.200,59 2. Arus Keluar Kas dari Aktivitas Operasi (1.076.929.081.507,15) (1.035.110.543.685,00)

Jumlah 318.761.153.245,25 348.420.773.515,59

Arus kas masuk dari aktivitas operasi untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp1.395.690.234.752,40 dengan rincian sebagai berikut:

Rincian Arus Masuk Kas dari

Aktivitas Operasi: 2019 2018

1. Penerimaan Pajak Daerah 19.861.796.637,42 18.384.787.051,05 2. Penerimaan Retribusi Daerah 1.830.633.400,15 1.383.814.694,30 3. Penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan

Daerah yang Dipisahkan

4.626.354.313,07 3.924.887.624,74 4. Penerimaan Lain-lain Pendapatan Asli

Daerah yang Sah

35.658.678.843,17 30.891.225.253,14 5. Penerimaan Dana Bagi Hasil Pajak 14.149.845.685,00 16.489.468.943,00 6. Penerimaan Dana Bagi Hasil Sumber Daya

Alam

6.074.100.068,00 13.724.222.749,00 7. Penerimaan Dana Alokasi Umum 679.031.863.000,00 655.518.878.000,00 8. Penerimaan Dana Alokasi Khusus 288.228.165.718,00 337.441.152.282,00 9. Penerimaan Dana Penyesuaian 196.749.376.000,00 181.629.793.000,00 10. Penerimaan Bagi Hasil Pajak dari Provinsi 88.025.606.987,59 70.826.444.603,36 11. Penerimaan Pendapatan Hibah 61.427.280.000,00 53.295.943.600,00

12. Penerimaan Lainnya 26.534.100,00 20.699.400,00

13. Penerimaan dari Pendapatan Luar Biasa 0,00 0,00

Jumlah 1.395.690.234.752,40 1.383.531.317.200,59

Arus kas keluar dari aktivitas operasi untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp1.076.929.081.507,15 dengan rincian sebagai berikut:

Rincian Arus Keluar Kas dari

Aktivitas Operasi: 2019 2018

1. Pembayaran Pegawai 470.311.253.663,00 474.487.094.633,00

112 Rincian Arus Keluar Kas dari

Aktivitas Operasi: 2019 2018

2. Pembayaran Barang dan Jasa 323.660.104.747,15 305.104.300.992,00

3. Pembayaran Bunga 6.539.264.504,00 1.334.597.340,00

4. Pembayaran Hibah 16.123.800.000,00 13.069.067.000,00 5. Pembayaran Bantuan Sosial 5.093.500.000,00 3.878.000.000,00 6. Pembayaran Bantuan Keuangan 254.820.815.593,00 234.953.983.720,00 7. Pembayaran Tak Terduga 380.343.000,00 183.500.000,00

8. Pembayaran Bagi Hasil Pajak 0,00 2.100.000.000,00

9. Pembayaran Kejadian Luar Biasa 0,00 0,00

Jumlah 1.076.929.081.507,15 1.035.110.543.685,00

b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Arus masuk kas dari aktivitas investasi untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2019 sebesar Rp376.097.790,00 dan arus keluar kas dari aktivitas investasi sebesar Rp298.966.565.126,00 sehingga diperoleh arus kas bersih dari aktivitas investasi sebesar (Rp298.590.467.336,00). Jika dibandingkan dengan arus kas bersih dari aktivitas investasi pada tahun 2018 sebesar (Rp466.984.737.871,00) maka terdapat kenaikan arus kas bersih sebesar Rp168.394.270.535,00 dengan rincian sebagai berikut:

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi: 2019 2018 1. Arus Masuk Kas dari Aktivitas Investasi 376.097.790,00 0,00 2. Arus Keluar Kas dari Aktivitas Investasi (298.966.565.126,00) (466.984.737.871,00)

Jumlah (298.590.467.336,00) (466.984.737.871,00)

Arus masuk kas dari aktivitas investasi dapat dirinci sebagai berikut:

Arus Keluar Kas dari Aktivitas Investasi: 2019 2018 1. Penjualan atas Peralatan dan Mesin 376.097.790,00 0,00

Jumlah 376.097.790,00 0,00

Arus keluar kas dari aktivitas investasi dapat dirinci sebagai berikut:

Arus Keluar Kas dari Aktivitas Investasi: 2019 2018

1. Perolehan Tanah 0,00 0,00

2. Perolehan Peralatan dan Mesin 48.763.204.797,00 37.427.530.326,00 3. Perolehan Gedung dan Bangunan 63.988.030.290,00 79.983.006.725,00 4. Perolehan Jalan, Irigasi dan Jaringan 183.935.117.345,00 346.358.598.270,00 5. Perolehan Aset Tetap Lainnya 1.280.212.694,00 2.215.602.550,00 6. Penyertaan Modal Pemerintah Daerah 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00

Jumlah 298.966.565.126,00 466.984.737.871,00

c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan untuk periode yang berakhir s.d. 31 Desember 2019 adalah sebesar (Rp12.395.438.750,00) dengan rincian:

113 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan: 2019 2018

1. Arus Masuk Kas dari Aktivitas Pendanaan 0,00 99.163.510.000,00 2. Arus Keluar Kas dari Aktivitas Pendanaan (12.395.438.750,00) 0,00

Jumlah (12.395.438.750,00) 99.163.510.000,00

Tidak ada arus kas masuk dari aktivitas pendanaan untuk tahun yang berakhir s.d.

31 Desember 2019. Arus kas keluar dari aktivitas pendanaan dapat dirinci sebagai berikut:

Arus Masuk Kas dari Aktivitas Pendanaan: 2019 2018 1. Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam

Negeri - Lembaga Keuangan Bukan Bank

12.395.438.750,00 0,00

Jumlah 12.395.438.750,00 0,00

d. Arus Kas dari Aktivitas Transitoris

Arus kas bersih dari aktivitas transitoris untuk periode yang berakhir s.d. 31 Desember 2019 adalah sebesar (Rp8.720.155.827,70) dengan rincian arus masuk kas sebesar Rp77.238.007.399,00 dan arus keluar kas sebesar Rp85.958.163.226,70 disajikan sebagai berikut:

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Transitoris: 2019 2018

1. Arus Masuk Kas dari Aktivitas Transitoris 77.238.007.399,00 100.751.831.290,00 2. Arus Keluar Kas dari Aktivitas Transitoris (85.958.163.226,70) (101.547.152.380,00)

Jumlah (8.720.155.827,70) (795.321.090,00)

Arus kas masuk dari aktivitas transitoris dapat dirinci sebagai berikut:

Arus Kas Masuk dari Aktivitas Transitoris: 2019 2018 1. Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) 69.531.300.894,00 94.559.459.865,00 2. Kas tahun lalu di Bendahara Pengeluaran,

BLUD, FKTP dan BOS

7.706.706.505,00 6.192.371.425,00

Jumlah 77.238.007.399,00 100.751.831.290,00

Arus kas keluar dari aktivitas transitoris dapat dirinci sebagai berikut:

Arus Kas Keluar dari Aktivitas Transitoris: 2019 2018 1. Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) 70.528.013.477,00 93.840.425.875,00 2. Kas tahun berkenaan di Bendahara

Pengeluaran, BLUD, FKTP dan BOS

15.430.149.749,70 7.706.726.505,00

Jumlah 85.958.163.226,70 101.547.152.380,00

Dari keempat aktivitas dalam arus kas yang meliputi aktivitas operasi, aktivitas investasi, aktivitas pendanaan dan aktivitas transitoris untuk periode sampai dengan 31 Desember 2019 kenaikan/penurunan kas sebesar (Rp944.908.668,45)dengan rincian di bawah ini:

Kenaikan/(Penurunan) Kas: 2019 2018

1. Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi 318.761.153.245,25 348.420.773.515,59 2. Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Investasi (298.590.467.336,00) (466.984.737.871,00)

114

Kenaikan/(Penurunan) Kas: 2019 2018

3. Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Pendanaan (12.395.438.750,00) 99.163.510.000,00 4. Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Transitoris (8.720.155.827,70) (795.321.090,00)

Jumlah (944.908.668,45) (20.195.775.445,41)

Kenaikan/Penurunan kas sebagaimana di tabel di atas menyebabkan saldo akhir kas menjadi lebih besar dari tahun sebelumnya dengan rincian sebagai berikut:

Kenaikan/(Penurunan) Kas: 2019 2018

1. Saldo Awal Kas di BUD 1.254.844.371,74 21.450.619.817,15 2. Kenaikan/Penurunan Kas (944.908.668,45) (20.195.775.445,41) 3. Saldo Akhir Kas di BUD (1+2) 309.935.703,29 1.254.844.371,74 4. Saldo Akhir Kas di Bendahara

Pengeluaran

32.400.768,00 51.291.636,00 5. Saldo Akhir Kas di FKTP 5.591.131.742,70 5.713.571.979,00 6. Saldo Akhir Kas di BLUD 1.599.829.281,00 2.001.310.536,00

7. Saldo Akhir Kas di BOS 8.290.680.823,00 311.300,00

8. Saldo Akhir Kas di Bendahara Penerimaan 0,00 0,00

Jumlah (3 s.d. 8) 15.823.978.317,99 9.021.329.822,74

115 BAB VII

INFORMASI NON KEUANGAN

Dokumen terkait