BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Penjelasan Singkat Proses Penelitian
Dalam bab ini penulis akan menjelaskan mengenai hasil pengumpulan dan pengolahan data beserta pembahasannya. Data hasil penelitian ini diperoleh dengan peneliti membagi kuesioner kepada Guru SMP Negeri 1 Nanggulan berjumlah 39 orang. Kuesioner dibagikan dan diselesaikan pada bulan Juli 2020. Peneliti mengucapkan banyak terima kasih karena telah mengisi kuesioner dengan sangat baik
Berdasarkan kuesioner yang sudah diberikan, peneliti menggolongkan ke dalam beberapa kelompok yakni berdasarkan jenis kelamin, usia, lama bekerja, latar belakang pendidikan, status pekerjaan. Analisis deskriptif akan memaparkan skor rata-rata beban kerja dan stres kerja. Sedangkan analisis data kuantitatif terhadap variabel beban kerja dan stres kerja meliputi uji intrumen (validitas dan reabilitas), uji asumsi klasik (uji normalitas, uji linearitas, uji heteroskedastisitas), uji regresi linier sederhana, serta pengujian hipotesis (uji t), uji koefisien determinasi. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2019 dan analisis data menggunakan software perangkat lunak IBM SPSS Statistics 25.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
B. Uji Instrumen 1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu instrumen. Dalam uji validitas, kriteria dinyatakan valid apabila hasil uji rHitung> rTabel dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS Statistics 25, dengan teknik korelasi Product Moment Pearson. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan data dari 39 responden. Dengan N = 39 dan 𝛼 = 5%, maka rTabel ≥ 0,316
Tabel V.1
Hasil Uji Validitas Beban Kerja
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
1 0,811** 0,316 VALID
2 0,834** 0,316 VALID
3 0,757** 0,316 VALID
4 0,839** 0,316 VALID
5 0,761** 0,316 VALID
Sumber: Data Primer yang diolah, Juli 2020
Tabel V.2
Hasil Uji Validitas Stres Kerja
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
1 0,909** 0,316 VALID
Sumber: Data Primer yang diolah, Juli 2020
49
50
Berdasarkan tabel V.1 dan tabel V.2 yaitu tabel validasi beban kerja dan stres kerja dapat diketahui bahwa seluruh butir pernyataan variabel beban kerja dan stres kerja mempunyai nilai rHitung> rTabel yaitu rHitung< rTabel lebih besar dari 0,316 sehingga seluruh butir pernyataan dinyatakan valid.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan Cronbach’s Alpha dinamakan suatu instrument dapat dikatakan handal (realiabel) bila memiliki ketentuan sebagai berikut :
a. Jika nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,60 , maka instrument dinyatakan reliabel.
b. Jika nilai Cronbach’s Alpha < 0,60 , maka instrument dinyatakan tidak reliabel.
Hasil pengujian reliabilitas dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:
Tabel V.3
Hasil Uji Reliabilitas pada Beban Kerja Cronbach's
Alpha N of Items
.858 5
Sumber: Data Primer yang diolah, Juli 2020
Berdasarkan tabel V.3 diatas dapat dilihat bahwa seluruh butir pernyataan variabel beban kerja berjumlah 5 item dinyatakan memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,858 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
dengan ini berarti instrument dalam variabel beban kerja dapat diterima dan reliabel karena memiliki Cronbach’s Alpha (0,858) ≥ 0,60
Tabel V.4
Hasil Uji Reabilitas pada Stres Kerja
Cronbach's
Alpha N of Items
.917 6
Berdasarkan tabel V.4 diatas dapat dilihat bahwa seluruh butir pernyataan variabel beban kerja berjumlah 6 item dinyatakan memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,917 dengan ini berarti instrument dalam variabel beban kerja dapat diterima dan reliabel karena memiliki Cronbach’s Alpha (0,917) ≥ 0,60
C. Teknik Analisis Data 1. Analisis Data Deskriptif
Pada bagian ini dilakukan analisis yang berkaitan dengan karakteristik responden dan variabel penelitian.
a. Deskriptif Karakter Responden
Menganalisis data berkaitan dengan identitas responden yang meliputi jenis kelamin, usia, lama bekerja, latar belakang
52
pendidikan, status pekerjaan. Deskripsi karakteristik responden dilakukan dengan pendekatan presentase. Penelitian ini berjumlah 39 responden yang merupakan Guru SMP Negeri 1 Nanggulan.
1) Jenis kelamin
Tabel V.5
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Responden Presentase
1 Pria 15 38,5%
2 Wanita 24 61,5%
TOTAL 39 100%
Sumber: Data Primer yang diolah, Juli 2020
Berdasarkan tabel V.5 dapat dilihat terdapat 15 responden pria dan 24 responden wanita. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin wanita dengan presentase 61,5%.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2) Usia
Tabel V.6
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No Range Usia Jumlah Responden Presentase
1 24 − 37 1 2,6%
2 38 − 53 18 46,2%
3 > 53 20 51,3%
TOTAL 39 100%
Sumber: Data Primer yang diolah, Juli 2020
Berdasarkan tabel V.6 dapat dilihat terdapat 1 responden berada pada range usia dari umur 24 – 37 tahun dengan presentase 2,6%. Pada range usia dari umur 38 – 53 tahun terdapat 18 responden dengan presentase 46,2%.
Kemudian range usia diatas 53 tahun terdapat 20 responden dengan presentase 51,3%.
54
3) Lama Bekerja
Tabel V.7
Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja
No Lama Bekerja Jumlah Responden Presentase
1 1 − 5 6 15,4%
2 6 − 15 4 10,3%
3 16 − 26 16 41,0%
4 27 − 40 13 33,3%
TOTAL 39 100%
Sumber: Data Primer yang diolah, Juli 2020
Berdasarkan tabel V.7 dapat disimpulkan bahwa ada 6 responden yang sudah bekerja 1- 5 tahun dengan presentase 15,4%.
Ada 4 responden yang sudah bekerja 6 – 15 tahun dengan presentase 10,3%. Kemudian responden yang sudah bekerja 16 – 26 tahun dengan presentase 41,0%. Lalu untuk responden yang sudah bekerja 27 – 40 tahun terdapat 13 responden dengan presentase 33,3%.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4) Latar Belakang Pendidikan
Tabel V.8
Karakteristik Responden Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan
No Latar Belakang Pendidikan
Jumlah Responden Presentase
1 SLTA 4 10,3%
2 S1 31 79,5%
3 S2 4 10,3%
TOTAL 39 100%
Sumber: Data Primer yang diolah, Juli 2020
Berdasarkan tabel V.8 dapat dilihat terdapat 4 responden yang memiliki latar belakang SLTA dengan presentase 10,3%.
Untuk 31 responden yang memiliki latar belakang S1 dengan presentase 79,5%. Kemudian ada 4 responden yang memiliki latar belakang S2 dengan presentase 10,3%.
56
5) Status Kepegawaian
Tabel V.9
Karakteristik Responden Berdasarkan Status Kepegawaian
No Status Pekerjaan Jumlah Responden Presentase
1 TETAP 38 97,4%
2 HONOR 1 2,6%
TOTAL 39 100%
Sumber: Data Primer yang diolah, Juli 2020
Berdasarkan tabel V.9 dapat dilihat terdapat 38 responden yang status kepegawaiannya tetap dengan presentase 97,4%. Untuk yang memiliki status kepegawaian sebagai honor terdapat 1 responden dengan presentase 2,6%.
b. Analisis Deskripsi untuk variabel Beban Kerja dan Stres Kerja
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui rata-rata skor jawaban responden untuk setiap variabel Beban Kerja dan Stres Kerja. Metode pengujian rata-rata skor dilakukan dengan bantuan Microsoft Excel 2019.
1) Hasil dari rata-rata variabel Beban Kerja yang didapat akan dimasukkan dalam kelompok berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
a) Apabila skor variabel 1,00 – 1,79 maka termasuk dalam kategori sangat rendah.
b) Apabila skor variabel 1,80 − 2,59 maka termasuk dalam kategori rendah.
c) Apabila skor variabel 2,60 – 3,39 maka termasuk dalam kategori tinggi.
d) Apabila skor variabel 3,40 – 4,19 maka termasuk dalam kategori cukup tinggi.
e) Apabila skor variabel 4,20 – 5,00 maka termasuk dalam kategori sangat tinggi.
58
Saya masih menyelesaikan pekerjaan pada waktu istirahat dan akhir pekan
2,95
Saya sudah menyelesaikan tanggungjawab dan peranan dalam bekerja
2.69
Saya merasa rencana dan tujuan pekerjaan saya belum terlaksana
2,79
Saya dapat mengatur peran saya didalam sekolah maupun diluar sekolah
3,26
Saya menjadi sangat sibuk dengan pekerjaan pada situasi tertentu
3,03
Total Mean 2,94
Sumber: Data Primer yang diolah, Juli 2020
Berdasarkan tabel V.10 dapat dilihat bahwa rata-rata skor total mean untuk variabel beban kerja adalah 2,94 dengan demikian menunjukan bahwa beban kerja guru yang bekerja di SMP Negeri 1 Nanggulan terdapat pada kategori tinggi.
2) Hasil dari rata-rata variabel Stres Kerja yang didapat akan dimasukkan dalam kelompok berikut:
a) Apabila skor variabel 1,00 – 1,79 maka termasuk dalam kategori sangat rendah.
b) Apabila skor variabel 1,80 − 2,59 maka termasuk dalam kategori rendah.
c) Apabila skor variabel 2,60 – 3,39 maka termasuk dalam kategori tinggi.
d) Apabila skor variabel 3,40 – 4,19 maka termasuk dalam kategori cukup tinggi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
e) Apabila skor variabel 4,20 – 5,00 maka termasuk dalam
Saya merasa mudah kelelahan dalam menyelesaikan pekerjaan 2,36 Saya mengalami stres dan hilangnya semangat dalam
menyelesaikan pekerjaan
2,28
Saya merasa sulit berkonsentrasi pada satu pekerjaan 2,33 Saya merasa jenuh ditempat kerja dan terbesit ingin menunda
pekerjaan
2,28
Banyaknya pekerjaan membuat saya stres dan mengalami kehilangan nafsu makan
3,26
Saya merasa kurang puas dengan hasil kerja yang sudah dilakukan jika saya mengalami stres
3,03
2,59
Sumber: Data Primer yang diolah, Juli 2020
Berdasarkan tabel V.11 dapat dilihat bahwa rata-rata skor total mean untuk variabel stres kerja adalah 2,59 dengan demikian menunjukan bahwa beban kerja guru yang bekerja di SMP Negeri 1 Nanggulan terdapat pada kategori tinggi.
2. Uji Analisis Regresi Linier Sederhana
Regresi Linier Sederhana adalah suatu metode yang digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan memprediksi variavel terikat dengan menggambar variabel bebas.
60
a. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas
Menurut Ghozali (2011:160) (dalam Aurellia, 2019) uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.
Adapun pedoman yang dapat digunakan untuk dapat mengetahui residual berdistribusi normal atau tidak dengan melihat pada nilai signifikansi pada hasil uji Kolmogorov – Smirnov, yaitu sebagai berikut:
a) Jika nilai probabilitas (sig) ≥ 0,05 maka data distribusi normal.
b) Jika nilai probabilitas (sig) < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Tabel V.12 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 39
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation .56747133
Most Extreme Differences Absolute .128
Positive .128
Negative -.115
Test Statistic .128
Asymp. Sig. (2-tailed) .110c
a. Test distribution is Normal.
Sumber: Data Primer yang diolah, Juli 2020
Berdasarkan Tabel V.12 diatas hasil pengujian One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test sebesar 0,110. Sehingga dapat disimpulkan bahwa distribusi data yang diperoleh peneliti adalah normal karena nilai One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test menghasilkan Asymo.Sig ≥ 0,05 yakni 0,110 > 0,05 berarti semua variabel dalam penelitian ini berdistribusi normal.
62
2) Uji Linearitas
Uji linearitas digunakan untuk melihat apakah model yang dibangun mempunyai hubungan linear atau tidak. Uji linearitas dengan metode Ramsey Test. Uji ini dikembangkan oleh Ramsey tahun 1969. Ramsey menyarankan suatu uji yang disebut general test of spesification atau REST. Untuk dapat melakukan uji ini kita harus membuat suatu asumsi atau kenyakinan bahwa fungsi yang benar adalah fungsi linear. Uji ini bertujuan untuk menghasilkan F- hitung, Uji linearitas menggunakan metode Ramsey Test program SPSS, dengan asumsi :
a) Dapatkan fitted value dari variabel dependen dengan cara dari linear regression, pilih save dan aktifkan Dfit pada influence statistics.
b) Kemudian variabel fitted tersebut diregres bersama-sama dengan model semula sebagai variabel independen. Nilai R2 untuk menghitung F statistik dengan rumus:
F = (R2new – R2old)/m (1 – R2new)/(n-k)
Keterangan:
m = Jumlah variabel independen yang baru masuk n = Jumlah data observasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
k = Banyaknya parameter dalam persamaan yang baru
R2new = nilai R2 dari persamaan regresi baru R2old = nilai R2 dari persamaan regresi awal
Dari hasil perhitungan nilai F hitung, kemudian dibandingkan dengan F tabel. Jika F hitung > F tabel, maka hipotesis nol yang menyatakan bahwa spesifikasi model dalam bentuk fungsi linear ditolak.
64
Adapun uji linearitas pada tabel berikut:
Tabel V.13 b. Dependent Variable: StressKerja
Uji Lineritas R2 new:
Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate
1 .939a .882 .875 .32054
a. Predictors: (Constant), DFFIT, BebanKerja b. Dependent Variable: StressKerja
Sumber: Data Primer yang diolah, Juli 2020
Berdasarkan Tabel V.13 diketahui bahwa nilai Sig dari hasil pengujian Ramsey Test F hitung sebesar 84,5 sedangkan F tabel sebesar 3,32. Hal ini menunjukkan bahwa F hitung > F tabel = 84,5 > 3,32 sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
menggunakan metode Ramsey Test distribusi data yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa variabel independen (X) memiliki hubungan yang liner dengan variabel dependen (Y).
b. Analisis Regresi Linier Sederhana
Menurut Gujarati (dalam Jonathan Sarwono) analisis regresi linier sederhana sebagian kajian terhadap hubungan satu variabel yang disebut sebagai kajian terhadap hubungan satu variabel yang disebut sebagai variabel yang diterangkan (the explained variable).
Variabel pertama diebut juga sebagai variabel tergantung dan variabel kedua disebut sebagai variabel bebas.
Metode Regresi Linier Sederhana dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengaruh antara variabel bebas (independent) dengan variabel terikat (dependent). Metode ini juga bisa digunakan sebagai ramalan, sehingga dapat diperkirakan antara baik atau buruknya suatu variabel X terhadap naik turunnya satu tingkat variabel Y, begitu pun sebaliknya.
Keterangan:
Y = Variabel Dependen
α = Harga Y bila X = 0 (Harga Konstan) Y = α + bX
66
b = angka arah atau koefisien regresi yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel independen. Bila b (+) maka pengaruhnya berhubungan. Jika X positif maka Y juga positif, dan bila naik dan bila (-) maka pengaruhnya berlawanan jika X positif maka Y Negatif dan sebaliknya.
X = Variabel Independen
Jika a dan b sudah didapat maka selanjutnya nilai tersebut dimasukkan kedalam persamaan regresi sederhana untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada variabel y berdasarkan nilai variabel X yang telah diketahui. Regresi Linier Sederhana bermanfaat untuk meramaikan rata-rata variabel Y bila X diketahui dan meramalkan perubahan yang terjadi pada variabel Y jika variabel X terjadi perubahan.
Langkah-langkah analisis Regresi Linier Sederhana dengan SPSS adalah sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Tabel V.14
Analisis Regresi Linier Sederhana Coefficientsa
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) .109 .339 .322 .750
BebanKerja .842 .111 .781 7.594 .000
a. Dependent Variable: StressKerja
Sumber: Data Primer yang diolah, Juli 2020
Dari hasil perhitungan pada Tabel V.14 maka dapat dibentuk persamaan regresi Y = 0,109 + 0,842 X.
Keterangan :
Y = Variabel Dependen (Stres Kerja) α = konstanta
b = angka arah atau koefisien regresi yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel independen. Bila b (+) maka pengaruhnya berhubungan. Jika X positif maka Y juga positif, dan bila naik dan bila (-) maka pengaruhnya berlawanan jika X positif maka Y Negatif dan sebaliknya.
X = Variabel Independen (Beban Kerja)
68
c. Uji Hipotesis (Uji t) 1) Uji T
Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (X) secara parsial (sendiri) berpengaruh terhadap variabel terikat (Y).
a) Menentukan rumusan Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H0 : ꞵ = 0, artinya tidak ada pengaruh antara Beban Kerja terhadap Stres Kerja.
Ha : ꞵ ≠ 0, artinya ada pengaruh antara Beban Kerja terhadap Stres Kerja.
b) Menentukan level of significance (𝛼):
Dalam penelitian ini level of significance atau tingkat signifikansinya sebesar 0,05 (5%) dengan derajat bebas (df)
= n-k, n merupakan jumlah responden dan k merupakan jumlah variabel penelitian.
c) Menentukan nilai t hitung dan t tabel
Nilai t hitung dapat dilihat pada tabel V.14 adalah 7,594.
Nilai a = 0,05. Rumus t tabel adalah 0,05/2 = 0,025 (uji dua sisi) dengan derajat bebas (df) = n-k atau 39-2 = 37 diperoleh 2,026.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
d) Kriteria Pengujian
1) Jika t hitung ≤ t tabel atau nilai (Sig) > ½ 𝛼 (uji dua sisi) maka H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak berpengaruh.
2) Jiika t hitung > t tabel atau nilai (Sig) < ½ 𝛼 (uji dua sisi) maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti berpengaruh.
e) Menarik Kesimpulan
Dapat dilihat pada Tabel V.14 bahwa nilai t hitung untuk variabel beban kerja (X) sebesar 7,594 dan nilai signifakansi (sig) sebesar 0,000. Dapat dilihat nilai signifikan tersebut lebih kecil dari 0,025 dan nilai t hitung lebih besar dari 2,026 maka H0 ditolak dan Ha
diterima artinya beban kerja (X) berpengaruh terhadap stres kerja (Y).
d. Koefisien Determinasi
Koefisien Determinasi yaitu mengukur kemampuan model dalam menerapkan variabel terikat. Hasil olah data dinyatakan seperti pada tabel berikut.
70
Menurut Sugiyono (2012:257) Nilai koefisien determinasi menunjukkan presentasi pengaruh semua variabel independen terhadap terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun simultan. Dari tabel V.15 diperoleh angka Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0,599. Hal ini menunjukkan bahwa presentase pengaruh variabel independen yakni beban kerja terhadap variabel dependen yakni stres kerja sebesar 0,599 (59,9%).
D. Pembahasan
Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana beban kerja pada stres kerja di SMP Negeri 1 Nanggulan. Berdasarkan penelitian ini terdapat 39 responden. Responden pada penelitian ini mayoritas berjenis kelamin wanita dengan presentase 61,5%. Berdasarkan usia mayoritas responden berusia diatas 53 tahun dengan presentase 51,3%.
Berdasarkan lama bekerja mayoritas responden yang sudah bekerja 16 – PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26 tahun dengan presentase 41,0%. Berdasarkan latar belakang pendidikan responden yang memiliki latar belakang S1 dengan presentase 79,5%.
Berdasarkan status kepegawaian mayoritas responden yang status kepegawaiannya tetap dengan presentase 97,4%.
Bersadarkan penelitian hasil analisis deskriptif secara umum menunjukkan keseluruhan rata-rata variabel beban kerja yaitu 2,94. Skor ini menunjukkan bahwa beban kerja termasuk pada kategori tinggi karena skor rata-rata masih berada pada rentang 2,60 − 3,39 yang dapat diartikan beban kerja yang diberikan oleh SMP Negeri 1 Nanggulan ini apabila skornya tinggi maka dapat diartikan beban kerja guru dalam menyelesaikan tugasnya tinggi. Jika dilihat dari rata-rata skor tiap item pernyataan skor indikator tertinggi ada pada pernyataan item ke 5 yaitu saya menjadi sangat sibuk dengan pekerjaan pada situasi tertentu dengan skor 3,03 maka hal ini pertanda bahwa guru menjadi sangat sibuk dengan pekerjaan pada situasi tertentu tinggi.
Sedangkan untuk keseluruhan rata-rata variabel stres kerja yaitu 2,59. Skor ini menunjukkan bahwa stres kerja termasuk pada kategori rendah karena skor rata-rata berada pada rentang 1,80 – 2,59 yang dapat diartikan stres kerja pada guru dalam bekerja dapat dikatakan rendah. Hal ini berarti saat dilakukan penelitian bahwa stres kerja pada guru rendah.
Jika dilihat dari rata-rata skor tiap item pernyataan skor indikator tertinggi ada pada pernyataan item ke 6 yaitu saya merasa kurang puas dengan hasil kerja yang sudah dilakukan jika saya mengalami stres dengan skor 3,03
72
yang masuk kedalam kategori rendah. Maka hal ini pertanda bahwa guru merasa kurang puas dengan hasil kerja yang sudah dilakukan jika guru mengalami stres rendah. Item ke 5 yaitu banyaknya pekerjaan membuat saya stres dan mengalami kehilangan nafsu makan memperoleh skor 3,26 yang masuk dalam kategori rendah. Hal ini menunjukan bahwa saat dilakukan penelitian pekerjaan yang membuat guru stres dan mengalami nafsu makan rendah.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana dapat disimpulkan bahwa beban kerja berpengaruh terhadap stres kerja. Hal ini dibuktikan dari hasil uji hipotesis (Uji t) yaitu variabel beban kerja (X) sebesar 7,594 > 2,026 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Pengaruh beban kerja bersifat positif dengan nilai signifikasi (sig) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,025 (0,000 < 0,025) maka dapat diartikan apabila beban kerja guru dalam menyelesaikan tugasnya semakin tinggi, maka stres kerja akan semakin meningkat, begitu pula sebaliknya.
Adapula penelitian-penelitian sebelumnya yang mendukung hasil penelitian. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dewi Mulfiyanti, Masyitha Muis dan Fridawaty Rivai (2019) yang melakukan penelitian Stres Kerja Dan Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja pada Perawat di RSUD Tenriawaru Kelas B Kabupaten Bone Tahun 2018 yang mengatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dan beban kerja dengan kelelahan kerja pada perawat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Hasil penelitian ini mendukung pendapat yang mengatakan bahwa teori menurut Sugiyono (2012:217) beban kerja yang terlalu banyak dapat menyebabkan ketegangan dalam diri seseorang sehingga menimbulkan stres. Peneliti Nurmalasari (2013) yang mengatakan bahwa beban kerja berpengaruh positif terhadap stres kerja. Peneliti ini menemukan pengaruh positif antara beban kerja terhadap stres kerja, sehingga apabila beban kerja meningkat, maka stres kerja kan meningkat juga. Peneliti yang dilakukan oleh Aster Andriani Kusuma (2014) mengatakan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja karyawan tetap departemen produksi PT Apie Indo Karunia.
Dengan demikian penemuan penelitian ini adalah bahwa beban kerja berpengaruh positif terhadap stres kerja. Oleh karena itu beban kerja perlu dikelola agar tidak menimbulkan stres yang berlebihan. Stres merupakan sesuatu yang menyakut interaksi antara individu dan lingkungan yaitu interaksi antara stimulasi respon. Sehingga dapat dikatakan stres merupakan konsekuensi setiap tindakan dan situasi lingkungan yang menimbulkan tuntutan psikolog dan fisik pada seseorang. Stres adalah suatu respon adaptif individu pada berbagai tekanan atau tuntutan eksternal dan menghasilkan berbagai gangguan meliputi: gangguan fisik, emosional dan perilaku (Goliszek, 2005:1) Teori tersebut yang menyatakan bahwa stres berlebihan bisa menyebabkan seseorang jadi tidak baik. Jadi dari berbagai definisi stres dapat disimpulkan bahwa stres adalah suatu kondisi yang dialami seseorang secara non-spesifik meliputi
74
keadaan yang mengancam seseorang baik secara fisik maupun psikis. Dari sudut pandang psikologis stres dapat diartikan sebagai suatu keadaan internal yang disebabkan oleh kebutuhan psikologis tubuh atau disebabkan oleh situasi eksternal seperti keadaan lingkungan atau sosial yang berpotensi bahaya, memberikan tantangan, menimbulkan perubahan- perubahan atau memerlukan mekanisme pertahanan.
Pada umumnya stres dipandang sebagai kondisi negatif. Namun stres dalam tingkatan tertentu, dapat memicu kinerja karyawan menjadi lebih baik karena stres muncul akibat dari tekanan-tekanan baik dari atasan, maupun persaingan dilingkungan kerja. Hal ini dapat terjadi karena stres dalam tingkatan tertentu dapat memicu karyawan untuk menciptakan gagasan-gagasan yang inovatif untuk menyelesaikan masalah dan pekerjaan sehingga stres menjadi suatu keadaan yang konstuktif.
Contohnya seseorang mempunyai target tertentu dalam pekerjaannya yang mengharuskannya untuk mengerahkan lebih banyak tenaga maka orang tersebut akan mengalami stres hingga target pekerjaannya tercapai dan juga tingkat stres yang dialami akan menurun. Namun jika target tersebut terlalu tinggi dan tidak tidak dapat dicapai atau perlu usaha yang sangat keras untuk menyelesaikannya, maka seseorang akan mengalami tingkat stres yang berlebihan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB VI
KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data pengaruh beban kerja terhadap stres kerja, peneliti bermaksud untuk mengetahui apakah beban kerja berpengaruh terhadap stres kerja, adapun peneliti mendapatkan hasil setelah menyelesaikan sebagai berikut:
1. Profil responden yang peneliti dapatkan yaitu 39 guru yang bekerja di SMP Negeri 1 Nanggulan, mayoritas responden yang peneliti teliti berjenis kelamin wanita. Berdasarkan usia mayoritas responden berusia diatas 53 tahun. Berdasarkan lama bekerja mayoritas responden yang sudah bekerja 16 – 26 tahun.
Berdasarkan latar belakang pendidikan responden yang memiliki latar belakang S1. Berdasarkan status kepegawaian mayoritas responden yang status kepegawaiannya tetap.
2. Beban kerja yang diberikan kepada guru SMP Negeri 1 Nanggulan ini termasuk dalam kategori tinggi, hal ini dibuktikan dari nilai rata-rata pada variabel beban kerja 2,94.
3. Stres kerja dari guru yang bekerja di SMP Negeri 1 Nanggulan ini termasuk dalam kategori rendah, hal ini dapat dibuktikan dari nilai rata-rata pada variabel stres kerja dengan nilai 2,59.
75
76
4. Beban kerja berpengaruh terhadap stres kerja guru di SMP Negeri
4. Beban kerja berpengaruh terhadap stres kerja guru di SMP Negeri