Pada tanggal 10 April 1370 M dengan dukungan yang diberikan para Qurultay, orang-orang kerajaan berkumpul di Balkh termasuk bangsawan pada masa Chaghatay, untuk menyaksikan penobatan Timur sebagai penguasa tunggal atas daerah kekuasaan Dinasti Chaghatay, sekaligus menandai berdirinya Dinasti Timuriyah. Diantara mereka adalah: Syekh Muhammad Bayan dari bani Solduz,
49Ibid, hal.771.
50Mengenai jumlah istri Timur, Ruy Gonzales de Clavijo menghitung ada delapan, Saray Mulk-khanum adalah istri utamanya, posisi yang diperoleh berkat darah keturunannya, Dilshad-Agha, putri Amir Mogul, Qamaruddin, Tuman-agha, putri bangsawan Chaghatay, Tukal-khanum, putri Khan Moghul, Khizr Khoja, termasuk Jawhar-Agha, Ratu Hati muda yang dinikahi Timur ketika ia berusia tujuh puluh tahun. Lihat Justin Marozzi, Ibid, hal.52.
51Arminius Vambery, Op. Cit, hal.153.
22
Amir Oldjaitu dan Amir Keikhosru dari bani Khatlan, Amir Daoud dari bani Dughlat, Amir Sarbighai dari bani Djelair, Amir Djaku dari suku Berlas, Amir Zinde Hashm dan masih banyak kepala suku lainnya.52
Seperti para penguasa-penguasa lainnya, langkah pertama yang dilakukan Timur setelah penobatannya sebagai Amir di Samarkand adalah menata struktur pemerintahannya dan menyelesaikan konflik politik yang muncul. Dalam memerintah, Timur didukung oleh elit Muslim setempat termasuk Syaikh al Islam(kepala dewan konsultan Islam) di Samarkand dan kalangan Sufi. Selain menjadi penasehat spiritualnya, mereka juga bertugas menjadi hakim, diplomat dan tutor bagi kaum bangsawan, sedangkan para pengikutnya (murid) masuk dalam jajaran tentara militer.53 Timur juga mengangkat putra dan cucunya sebagai Gubernur-gubernur propinsial, tetapi dengan penuh kewaspadaan, ia membatasi kekuasaan mereka dengan terus menerus mengadakan pergantian beberapa jabatan Gubernur, melantik beberapa jenderal dan pengumpul pajak yang bertanggung jawab langsung kepadanya.54Di dalam memerintah, Timur menerapkan sistem hukum yang mengadopsi dua tradisi, yaitu tradisi Mongol (undang-undang Ilyasa)dan syariat agama Islam.55 Secara terus menerus ia mempertahankan keduasistem tersebut, menarik berbagai hal dari keduanya baik dalam hal militer maupun pengaturan politik domestik serta ketika melakukan pesta atau pun pernikahan, Timur lebih sering mengikuti ajaran Ilyasa, sementara itu dalam administrasi politik terutama dalam hal pajak, Timur lebih mengaplikasikan apa yang ada diperintah oleh Al-Quran.56 Setelah menyelesaikan stabilitas dalam negeri, sekarang ia berniat untuk mengembalikan kejayaan tanah
52Imam Fuadi, Sejarah Peradaban Islam (Yogyakarta:Teras, 2012), hal.159.
53Ahmad Damyati, Dakwah Personal, Model Dakwah Kaum Naqsyabandiyah (Yogyakarta : Deepublish, 2016) hal.30.
54Rifai, Dinasti Timuriyah (1370-1507 M), http://wawasansejarah.com/dinasti-timuriyah.
(diunduh pada hari Kamis tanggal 15 September pukul 21:15).
55David Nicolle, Jejak Sejarah Islam (Jakarta: Alita Aksara Media)
56Ali Muhammad Ash-Shallabi, Bangkit dan Runtuhnya Mongol(Jakarta : PT. Al-Kautsar, 2015). hal.118.
23
yang diwariskan Jengis Khan kepada putra keduanya, Chaghatay, yang terpecah karena pusaran konflik.57
Pertama-tama ia menembus jantung Asia Tengah lalu Persia.58 Ia menyerang Moghul di bagian timur dan Khawarizmi di bagian barat. Ia memimpin ekspedisi pertamanya dengan membawa pasukan besar yang sangat mengesankan, termasuk pasukan Qara‟unas (pasukan terbesar di Chaghatay) melawan pimpinan Moghul yang menggantikan Ilyas Khoja bernama Qamaruddin. Tidak ada kemenangan dalam ekspedisi pertamanya, meskipun pasukan Timur cukup sukses membawa pulang hasil jarahan, Qamaruddin tetap menjadi gangguan selama sekian tahun setelahnya.
Pada tahun 1372 M Timur mengirimkan surat menuntut pengembalian wilayah Chaghatay kepada Husain Sufi, pemimpin Khawarizmi.59 Namun balasan Husain Sufi yaitu tantangan untuk berperang. Timur memimpin pasukannya bergerak ke utara, kota Kat yang kemudian dijarah dan dibakar, serta kaum laki-lakinya disembelih, sedangkan para isteri dan anak perempuan dijebloskan ke dalam perbudakan. Meski terus melawan, Husain Sufi ahirnya kalah dan mundur ke Urganch hingga akhirnya meninggal.
Meninggalnya Husain Sufi, digantikan oleh adiknya, Yusuf Sufi.
Ekspedisi kedua Timur dilanjutkan pada tahun 1373 M, akan tetapi penyerangan kali ini tidak ada perlawanan yang berarti. Tidak seperti kakaknya, Husain, Yusuf Sufi tunduk dan mengakui keperkasaan Timur serta menawarkan kesepakatan
57Wilayah Khawarizmi yang dulu berada dalam ulus Chaghatay, berdiri sendiri dibawah dinasti Sufi Qungirat. Wilayah yang dulu menjadi bagian penting dari ulus Chaghatay yaitu Moghulistan, menjadi musuh di barat Mawarannahar. Lihat Justin Marozzi, Op. Cit, hal.76.
58Ahmad Rofi‟ Usmani, Ensiklopedia Tokoh Muslim (Bandung: Mizan Pustaka, 2015), hal.616.
59Khawarizmi menguasai jalur perdagangan yang menghubungkan China dengan Laut Tengah, kedua ibu kotanya, Kat dan Urganch adalah kota megah, oleh karenanya, Timur ingin membawa daerah itu kembali ke dalam kekuasaan Chaghatay karena mendatangkan pendapatan yang besar sehingga dapat mendanai perluasan kekaisaran selanjutnya. Jika Timur dapat menguasai wilayah itu, maka untuk pertama kalinya Timur bebas memimpin pasukannya ke luar perbatasan ulus Chaghatay. LihatJustin Marozzi, Op. Cit, hal.79.
24
yaitu menikahkan anak Husain, Khan-zada dengan putera sulung Timur, yaitu Jahangir dan Khawarizmi selatan diserahkan ke tangan Timur.60
Namun pada tahun 1378 M Timur mendapat kabar bahwa Yusuf Sufi mengingkari kesepakatan dan memulai pemberontakan untuk memperoleh kembali kemerdekaannya. Tidak mau menerima penentangan apa pun, Timur bergerak membawa pasukannya mengepung kota Urgench, Yusuf yang putus asa mengirim pesan mengajak Timur duel di ladang terbuka untuk membuktikan siapa yang lebih tangguh di antara mereka. Timur datang untuk menerima tantangan itu, Yusuf yang tidak menduga kalau Timur akan memenuhi tantangannya, bersembunyi di dalam kamarnya. Tiga bulan setelahnya, Yusuf jatuh sakit dan meninggal, Urganch kota makmur sekarang milik Timur.61
Ia kemudian mulai menyusun rencana untuk mewujudkan ambisinya menjadi penguasa besar, ia ingin mengulang kembali kesuksesan yang telah diukir oleh pendahulunya dan berusaha menaklukkan daerah-daerah yang pernah dikuasai Jengis Khan. Ia berkata: jika hanya ada satu Tuhan yang berkuasa di langit, maka di dunia pun hendaknya satu raja pula yang berkuasa, yaitu dirinya sendiri.
60Timur memiliki empat putra yaitu Jahangir (1335-1375 M), Umar syaikh (1355-1394 M) keduanya meninggal mendahului Timur, sementara putra keduanya Miransyah (1366-1408 M) meninggal tiga tahun setelah kematian Timur, dan putra bungsunya Syahruk. Akan tetapi, tiga tahun setelah pernikahannya, tepatnya pada tahun 1376 M Jahangir meninggal dunia karena terserang penyakit, dalam usianya yang pendek, Jahangir memberi dua orang cucu bagi ayahnya, yaitu Muhammad Sultan dan Pir Muhammad. Lihat Ahmad Rofi‟ Usmani, Op. Cit, hal.360 dan Justin Marozzi, Ibid. hal.82.
61Ibid, hal. 93.
25 BAB III
GELOMBANG INVASI TIMUR LENK