ENTITAS SEPENGENDALI RESTRUCTURING TRANSACTIONS AMONG ENTITIES UNDER COMMON CONTROL
25. PENSION PLAN AND RETIREMENT BENEFITS
a. Program manfaat pesangon dan penghargaan masa kerja
a. Separation and service entitlement benefits program
Perusahaan telah memiliki program pensiun manfaat pasti dan iuran pasti. Sebagai tambahan atas program pensiun tersebut,
Perusahaan dan Anak perusahaan
menyisihkan imbalan kerja karyawan sesuai dengan ketentuan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Program dana hari tua Perusahaan (“Program Tabel Besar”) dikelola oleh Yayasan Tabungan Hari Tua Karyawan Elnusa (YHTE).
The Company has a defined benefit plan and defined contribution plan. In addition to this pension plan, the Company and Subsidiaries have provided estimated liability for the employees’ benefits to cover the benefits required under the Law No. 13 Year 2003 regarding Labor. The Company’s retirement benefit program (Big Table Program) is managed by Yayasan Tabungan Hari Tua Karyawan Elnusa (YHTE).
KARYAWAN (lanjutan) (continued) a. Program manfaat pesangon dan penghargaan
masa kerja (lanjutan)
a. Separation and service entitlement benefits program (continued)
Jumlah setoran kepada program pensiun iuran pasti yang dibebankan pada beban pokok pendapatan usaha dan beban usaha masing- masing sebesar Rp13,1 miliar dan Rp16,0 miliar pada tahun 2009 dan 2008.
Total contribution to defined contribution plan charged to cost of operating revenues and operating expenses were amounted to Rp13.1 billion and Rp16.0 billion in 2009 and 2008, respectively.
Perhitungan aktuarial atas beban imbalan kerja untuk tahun 2009 dan 2008 dilakukan oleh PT Eldridge Gunaprima Solution, aktuaris independen, dengan menggunakan metode
“Projected Unit Credit” berdasarkan
laporannya masing-masing tertanggal
19 Januari 2010 dan 17 Februari 2009. Berikut
adalah asumsi-asumsi penting yang
digunakan dalam laporan aktuaris independen tersebut:
The actuarial computations of employees’ benefit expenses for 2009 and 2008 were
performed by PT Eldridge Gunaprima
Solution, an independent actuary, using the Projected Unit Credit method based on its reports dated January 19, 2010 and February
17, 2009, respectively. The significant
assumptions used by the actuary in its reports are as follows:
Tingkat diskonto : 10,50% pada tahun 2009 dan 12,00% pada tahun 2008/
10.50% per annum in 2009 and 12.00% per annum in 2008 : Discount rate
Tingkat kenaikan gaji : 7,00% per tahun / 7.00% per year : Salary increase rate
Tingkat kematian : Tabel Kematian Indonesia II/
Indonesian Mortality Table II : Mortality rate
Umur pensiun : 56 tahun / 56 years old : Retirement age
Tingkat pensiun dipercepat : 1,00% per tahun untuk karyawan dengan klasifikasi usia 46 - 55 tahun/
1.00% per year for employees whose age is between : Accelerated retirement rate
46 - 55 years old
Tingkat pengunduran diri : 5,00% per tahun untuk karyawan yang berusia 25 tahun dan berkurang secara linier menjadi 1,00% pada usia 46 tahun/
5.00% per year for employees at the age of 25 : Resignation rate
which will decrease linearly to 1.00% at the age of 46 Jumlah kewajiban diestimasi atas imbalan
kerja karyawan Perusahaan dan Anak perusahaan yang dilaporkan dalam neraca konsolidasi adalah sebagai berikut:
Total estimated liability for employees’ benefits of the Company and Subsidiaries recognized in the consolidated balance sheets are as follows:
2009 2008
Nilai kini kewajiban (75.558) (53.131) Present value of obligations
Nilai wajar aset program 38.891 36.345 Fair value of plan assets
Status pendanaan (36.667) (16.786) Funded status
Kerugian (keuntungan) aktuarial
yang belum diakui 1.229 (27.876) Unrecognized actuarial loss (gain)
Biaya jasa lalu yang belum diakui Unrecognized past service cost
(non-vested) 3.851 4.111 (non-vested)
Aset tidak diperkenankan - Assets not permitted -
dampak pembatasan aset (554) (358) effect of asset limitations
Kewajiban diestimasi atas imbalan Estimated liabilities for employees’
kerja karyawan (32.141) (40.909) benefits
a. Program manfaat pesangon dan penghargaan masa kerja (lanjutan)
a. Separation and service entitlement benefits program (continued)
Beban imbalan kerja karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi adalah sebagai berikut:
The details of employees’ benefit expenses recognized in the consolidated statements of income are as follows:
2009 2008
Biaya jasa kini 5.900 4.298 Current service costs
Biaya bunga 4.260 8.420 Interest costs
Amortisasi biaya jasa lalu 158 242 Amortization of past service cost
Kerugian aktuarial yang belum diakui 11 50 Unrecognized actuarial loss
Ekspektasi pengembalian
aset program (4.219) (3.558) Expected return on plan assets
Efek batasan aset program 196 128 Effect of plan assets limitations
Amortisasi kerugian Amortization of unrecognized
aktuarial yang belum diakui (1.690) 476 actuarial loss
Iuran karyawan 630 648 Employee contribution
Pengakuan segera keuntungan Recognition of vested gain
tahun berjalan 278 (177) for current year
Kelebihan pembayaran imbalan kerja 261 256 Overpayment of employee benefits
Beban imbalan kerja karyawan 5.785 10.783 Employees’ benefit expense
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, dana pesangon yang telah disisihkan oleh Anak perusahaan yang belum dikelola oleh lembaga pengelola dana pesangon masing- masing adalah sebesar Rp550,0 juta dan Rp1,5 miliar, disajikan sebagai bagian dari “Aset Lain-lain - Kas dan Setara Kas yang Dibatasi Penggunaannya” dalam Aset Tidak Lancar pada neraca konsolidasi (Catatan 13). Pada tahun 2008, sebagian besar pengelolaan dana pesangon telah dialihkan kepada dan dikelola oleh YHTE.
As of December 31, 2009 and 2008, the separation funds that have been provided by Subsidiaries, which have not yet been managed by a separation fund management institution amounting to Rp550.0 million and Rp1.5 billion, respectively, are presented as part of “Other Assets - Restricted Cash and Cash Equivalents” under Non-current Assets in the consolidated balance sheets (Note 13). In 2008, most of the funds have been transferred to and managed by YHTE.
Mutasi saldo kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan Perusahaan dan Anak perusahaan pada tahun 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
The movements of estimated liabilities for employees’ benefits in 2009 and 2008 are as follows:
2009 2008
Saldo awal tahun (40.909) (46.650) Balances at beginning of year
Beban imbalan kerja karyawan Employees’ benefit expense
tahun berjalan (5.785) (10.783) during the year
Realisasi pembayaran manfaat
pesangon tahun berjalan 1.159 913 Payments of benefits in current year
Kontribusi iuran yang telah disetorkan
tahun berjalan 13.241 16.173 Contribution during the year
Penyesuaian tahun-tahun sebelumnya 153 (562) Adjustment of previous years
Saldo akhir tahun (32.141) (40.909) Balances at end of year
KARYAWAN (lanjutan) (continued)
b. Dana pensiun b. Pension plan
Perusahaan dan Anak perusahaan
menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk karyawan tetap tertentu yang memenuhi syarat yang dikelola oleh Dana Pensiun Elnusa (Dapenusa) atau program pensiun iuran pasti untuk karyawan tetap tertentu lainnya yang saat ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BNI. Sumber dana pensiun berasal dari iuran Perusahaan dan Anak perusahaan dan karyawan masing-masing sebesar 22,50% dan 7,50% dari upah pokok pensiun karyawan.
The Company and Subsidiaries have defined benefit plans covering certain qualified permanent employees which are managed by Dana Pensiun Elnusa (Dapenusa) or defined contributory retirement plans for other certain qualified permanent employees which are currently managed by Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BNI. Contributions to pension plans are funded by the Company and Subsidiaries and their employees at 22.50% and 7.50%, respectively, of basic pension income of employees.
Sejak tanggal 1 April 1996, Perusahaan tidak lagi memberikan kontribusi kepada Dapenusa,
karena manajemen berpendapat bahwa
jumlah aset Dapenusa untuk program pensiun telah melebihi kewajiban aktuaria Perusahaan. Pada saat ini, Perusahaan dan Anak perusahaan masih memberikan kontribusi iurannya untuk dikelola oleh DPLK BNI.
Starting April 1, 1996, no contribution has been paid by the Company to Dapenusa, since the management believes that the plan assets has exceeded its actuarial liabilities. Currently, the Company and Subsidiaries still contributed funds to be managed by DPLK BNI.
Perhitungan aktuarial atas program pensiun untuk tahun 2009 dan 2008 dilakukan oleh PT Eldridge Gunaprima Solution, aktuaris independen, dengan menggunakan metode
“Projected Unit Credit” berdasarkan
laporannya masing-masing tertanggal
19 Januari 2010 dan 17 Februari 2009. Berikut
adalah asumsi-asumsi penting yang
digunakan dalam laporan aktuaris independen tersebut:
The actuarial computations of the pension plan for 2009 and 2008 were performed by
PT Eldridge Gunaprima Solution, an
independent actuary, using the Projected Unit Credit method based on its reports dated January 19, 2010 and February 17, 2009, respectively. The significant assumptions used by the actuary in its reports are as follows:
Tingkat diskonto : 10,50% pada tahun 2009 dan 12,00% pada tahun 2008/
10.50% per annum in 2009 and 12.00% per annum in 2008 : Discount rate
Tingkat kenaikan gaji : 7,00% per tahun / 7.00% per year : Salary increase rate
Tingkat kematian : Tabel Kematian Indonesia II/
Indonesian Mortality Table II : Mortality rate
Umur pensiun : 56 tahun / 56 years old : Retirement age
Tingkat pensiun dipercepat : 1,00% per tahun untuk karyawan dengan klasifikasi usia 46 - 55 tahun/
1.00% per year for employees whose age is between : Accelerated retirement rate
46 - 55 years old
Tingkat pengunduran diri : 5,00% per tahun untuk karyawan yang berusia 25 tahun dan berkurang secara linier menjadi 1,00% pada usia 46 tahun/
5.00% per year for employees at the age of 25 : Resignation rate
b. Dana pensiun (lanjutan) b. Pension plan (continued)
Posisi dana pensiun adalah sebagai berikut: The status of the pension plan is as follows:
2009 2008
Nilai wajar aset dana pensiun 115.132 116.130 Fair value of plan assets
Nilai kini kewajiban akhir tahun (63.430) (63.059) Present value of obligations at end of year
Status pendanaan 51.702 53.071 Funded status
Kerugian aktuarial yang belum diakui 3.598 3.598 Unrecognized actuarial loss
Aset tidak diperkenankan - Assets not permitted -
dampak pembatasan aset (51.702) (53.071) effect of asset limitations
Aset dana pensiun 3.598 3.598 Pension plan assets
Aset dana pensiun terutama terdiri dari
deposito berjangka, saham, obligasi,
reksadana, Surat Utang Negara (SUN), penempatan langsung, tanah dan bangunan.
Assets under the pension plan consist mainly of time deposits, shares, bonds, mutual funds, government bonds, direct placements, land and buildings.
26. PERJANJIAN PENTING, KOMITMEN DAN
KONTINJENSI
26. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS