GULMA PADA BUDIDAYA TANAMAN JAHE Agus Sudiman Tjokrowardojo dan Endjo Djauhariya
IV. GULMA PENTING PADA BUDIDAYA TANAMAN JAHE 1. Ageratum conyzoides (Famili Asteraceae) (Gambar 1A)
Berumur semusim batang bulat, tegak, hingga 90 cm, berbulu, bercabang, ruas batang dan bagian lain berbulu. Daun berhadapan, bulat telur, segitiga hingga bulat telur atau belah ketupat hingga bulat telur, ujung lancip, tepi daun bergerigi. Bunga berbentuk bongkol, mengelompok berwarna putih sampai keunguan. Berkembang biak dengan biji. Tumbuh di tempat terbuka atau agak terlindung hingga ketinggian
1.250 m dari permukaan air laut . 2. Synedrella nodiflora (Famili Asteraceae) (Gambar 1B)
Batang tegak, menggarpu ganda, tinggi hingga 90 cm, semusim.
Daun berhadapan, jorong atau bulat telur, tepi bergerigi, kedua permukaan berbulu halus. Bunga berwarna kuning. Berkembang biak dengan biji.
Tumbuh di tempat terbuka atau terlindung hingga 1.200 m dpl.
3. Borreria alata (Famili Rubiaceae) (Gambar 1C)
Batang segi empat bersayap, menjalar atau tegak, hingga 75 cm, bercabang mulai dari pangkal, berumur semusim. Daun berhadapan, jorong hingga bulat telur, tepi rata, permukaan licin, seringkali berwarna hijau j\kekuningan. Bunga mengelompok di ketiak daun, berwarna ungu muda. Bunga berbentuk kapsul dengan 2 butir biji. Brkembang biak
dengan biji dan ruas batang yang keluar akar. Tumbuh di tempat terbuka atau agak terlindung hingga 1.700 m dpl.
4. Borreria laevis (Famili Rubiaceae) (Gambar 1D)
Batang tegak hingga 50 cm, bersegi empat berbulu pendek, berwarna hijau sampai kekuningan berumur semusim. Daun berhadapan, bulat panjang berbentuk lanset, ujung lancip, tepi kasar berwarna keunguan, permukaan licin. Bunga mengelompok di ketiak daun, berwarna putih keunguan. Berkembang biak dengan biji. Tumbuh di tempat terbuka atau agak terlindung hingga 1.100 m dpl.
5. Axonopus compressus (Famili Poaceae) (Gambar 1E)
Tumbuh menjalar dan menanjak hinga 50 cm. Batang berbuku, padat, tiap buku berakar, berumur tahunan. Daun berbentuk lanset, tepinya berbulu halus, permukaan atas berbulu jarang, permukaan bawah gundul, lidah daun pendek, berbulu pendek. Bunga berbentuk malai, mirip bulir, bercabang dua hingga banyak, anak bulir jorong.
Berkembang biak dengan biji dan setek batang. Tumbuh di tempat terbuka/agak terlindung hingga 1.400 m dpl.
6. Cynodon dactylon (Famili Poaceae) (Gambar 1F)
Batang tumbuh menjalar membentuk rimpang, buluh yang berbunga tegak atau menanjak hingga 40 cm, buluh samping panjang, yang tua berongga, berumur tahunan. Ruas buluh berseling antara yang panjang dan yang pendek, daun dalam dua baris. Bunga berbentuk bulir ganda terdiri dari dua sampai beberapa cabang, anak bulir berwarna putih lembayung. Berkembang biak dengan biji dan setek batang. Tumbuh di tempat terbuka/terlindung hingg 1.650 m dpl.
7. Digitaria ciliaris (Famili Poaceae) (Gambar 1G)
Batang menjalar kemudian menanjak hingga 60 cm, berumur semusim. Daun bebentuk pita, lunak, berambut pada permukaannya, lidah daun rata. Bunga berbentuk bulir majemuk menjari. Anak bulir berpasangan dua-dua, berbentuk lanset. Berkembang biak dengan biji,
dapat juga dari potongan buluh (ruas batang). Tumbuh di tempat terbuka hingga 900 m dpl.
8. Eleusine indica (famili Poaceae) (Gambar 1H)
Rumput berumpun, tegak atau menanjak, hingga 50 cm, pangkalnya membentuk roset, berumur semusim atau tahunan namun tidak berumur panjang. Daun berbentuk pita, lidah daun berbulu halus.
Bunga berbentuk bulir terdiri dari 2 hingga 12 cabang tersusun secara enjari. Berkembang biak dengan biji. Tumbuh di mana-mana hingga 2.000 m dpl.
9. Cyperus rotundus (Famili Cyperaceae) (Gambar 1I)
Batang tumbuh berumpun, tegak hingga 50 cm, berumbi batang, banyak membentuk rangkaian umbi dengan stolon, tiap umbi mempunyai beberapa mata tunas, berumur tahunan. Daun berbentuk pita bersegi tiga, permukaan licin, mengelompok dekat pangkal batang. Bunga bulir tunggal atau majemuk, mengelompok atau membuka, berwarna cokelat.
Berkembang biak dengan umbi dan biji. Tumbuh di tempat terbuka atau agak terlindung hingga 1.000 m dpl.
10. Cyperus kyllingia (famili Cyperaceae) (Gambar 1J)
Teki-tekian tumbuh tegak hingga 55 cm, berumur tahunan, ada yang berimpang/berumbi ada yang tidak berumbi, berumur tahunan.
Daun berbentuk pita bersegi tiga permukaan licin dan kaku, pada pangkalnya berwarna kemerahan. Bunga berbentuk bongkol, terdapat pada ujung tangkai bunga, berwarna putih. Berkembang biak dengan biji dan rimpang. Tumbuh di tempat terbuka atau agak terlindung hingga 1.300 m dpl.
Gambar 1. Gulma pada tanaman jahe. (A) Ageratum conyzoides, (B) Synedrella nodiflora, (C) Borreria allata, (D) Borreria laevis, (E) Axonopus compressus, (F) Cynodon dactylon, (G) Digitaria ciliaris, (H) Eleusine indica, (I) Cyperus rotundus dan (J) Cyperus kyllingia
V. PENUTUP
Pengolahan tanah intensif merupakan tradisi yang selalu dilakukan oleh petani di awal kegiatan budidaya tanaman dengan maksud menggemburkan tanah dan membersihkan gulma. Namun tanpa disadari bahwa biji gulma telah menyebar ke seluruh lapis olah tanah sehingga gulma tumbuh lebih awal dan populasinya lebih padat sehingga menang bersaing dengan tanaman yang dibudidayakan. Oleh karena itu gulma
seringkali menjadi masalah utama setelah faktor air dalam sistem produksi tanaman. Dengan demikian gulma harus dikendalikan tepat waktu agar usahatani dapat memberikan hasil yang optimal.
Pemakaian herbisida untuk mengendalian gulma harus memperhatikan jenis bahan aktif, formulasi dan mekanisme aksinya serta jenis gulma sasaran. Disamping itu juga cara aplikasi, perhitungan dosis anjuran dan menggunakan sprayer knapsack semi automatic dengan nozle T-jet (nozel tipe kipas). Sebelum aplikasi dilakukan, sebaiknya sprayer dikalibrasi terlebih dahulu agar penyemprotan tepat sesuai dosis anjuran.
DAFTAR PUSTAKA
Bangun, P. dan M. Syam. 1989. Pengendalian gulma pada padi. Buku ke 2. M. Ismunadji et al. (penyunting). Puslitbangtan Bogor.
Ditjenbun. 1995. Pedoman Ampong-Nyarka, Kwesi and SK.De Datta. 1991.
A hand book for weed control in rice IRRI. Manila Phillippine
Djojosumarto P. 2008. Pestisida dan Aplikasinya. PT. Agromedia Pustaka.
340 p.
Hasanuddin, A. Anhar dan Nurhayati. 2000. Kajian hasil dan stadia perkembangan tanaman jagung : Densitas tanaman dan tekanan gulma. Agrista 4: 181-189
Lamid, Z. dan R.E. Soenarjo. 2001. Weed flora and upland rice management practices in Indonesia. p.73-84. In upland rice: Curent status and future Direction, AARD-IRRI Colaboration Research.Bogor.
Mahmud, M. 2005. Gulma dan karakter ekofisiologi pada berbagai sistem penggunaan lahan di tanaman nasional Lore Lindu. Disertasi S.3 Sekolah Pasca Sarjana IPB Bogor.
Pengenalan berbagai jenis gulma penting pada tanaman perkebunan.
N0.05.16.08.10.85
Sastroutomo, S.S. 1990. Ekologi Gulma. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta
Soerjani, M., M. Soendaru dan C. Anwar. 1996. Present Status of Weed Problems and their Control in Indonesia. Biotrop. Special Publication. No. 24.
INDUKSI KETAHANAN TANAMAN JAHE SECARA HAYATI DAN