BAB 3 PENTINGNYA PEMBELAJARAN
C. Pentingnya Pembelajaran Matematika
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memacu pengelolah pendidikan untuk melakukan usaha guna meningkatkan mutu pendidikan. Ketika pendidikan ingin dikatakan bermutu atau maju prestasinya dapat dilihat secara objektif dan jelas. Basis pendidikan yang mengarah pada perkembangan teknologi salah satunya adalah Matematika. Matematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga SMA dan bahkan di Perguruan Tinggi. Matematika juga mampu menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan daya nalar dan dapat meningkatkan kemampuan dalam
Christa Voni Roulina Sinaga, M.Pd.
Pengembangan
Perangkat Pembelajaran Matematika 48
mengaplikasikan matematika untuk menghadapi tantangan dalam memecahkan masalah.
Matematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga SLTA dan bahkan juga di perguruan tinggi. Ada banyak alasan tentang perlunya siswa belajar matematika. Cornelius dalam Yamin (2006: 180) mengemukakan lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan:
1. Sarana berfikir yang jelas dan logis.
2. Sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.
3. Sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalamanpengalaman.
4. Sarana untung mengembangkan kreativitas.
5. Sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya.
Pentingnya kajian matematika, sehingga dalam segala unsure dan jenjang pendidikan matematika selalu dimasukkan sebagai mata pelajaran yang urgen dalam mengembangkan pola pikir siswa sebagaimana diungkapkan di atas. Matematika sebagai bidang atau sebagai mata pelajaran yang dipelajari di setiap jenjang pendidikan, bahkan tanpa disadari metamtika diperlukan orang dalam kehidupan sehari-hari. Di tingkat pendidikan dasar, mata pelajaran matematika bertujuan untuk
Christa Voni Roulina Sinaga, M.Pd.
Pengembangan
Perangkat Pembelajaran Matematika 49
mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan simbolsimbol serta ketajaman penalaran sehingga dapat membantu memecahkan masalah matematika maupun permasalahan dalam kehidupan sehari-hari (Munirah, 2011: 15).
Pembelajaran matematika merupakan proses komunikasi antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa dalam rangka perubahan sikap dan pola pikir agar siswa memiliki kemampuan, pengetahuan dan keterampilan matematis yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi perubahan di sekelilingnya agar selalu berkembang. Dalam pembelajaran matematika terdapat aktivitas yang dapat memfasilitasi siswa dalam menghubungkan konsep yang sesuai dengan konteks yang dipahami siswa dalam kehidupan sehari-hari.
R. Soedjadi (2000: 37) menjelaaskan matematika sekolah mempunyai fungsi sebagai alat, pola pikir dan ilmu atau pengetahuan. Sebagai alat, matematika berfungsi untuk memahami atau menyampaikan informasi; sebagai pola pikir, matematika berfungsi dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam penalaran suatu hubungan diantara pengertian-pengertian; sedangkan sebagai ilmu atau pengetahuan, matematika berfungsi untuk menunjukkan betapa matematika selalu mencari kebenaran, dan bersedia meralat kebenaran yang sementara diterima,
Christa Voni Roulina Sinaga, M.Pd.
Pengembangan
Perangkat Pembelajaran Matematika 50
bila ditemukan kesempatan untuk mencoba mengembangkan penemuan-penemuan sepanjang mengikuti pola pikir yang sah.
Pola komunikasi yang diharapkan dalam pembelajaran matematika adalah proses berkomunikasi antara guru dan siswa dengan menggunakan akal fikiran dan logika serta intuisi yang benar untuk memecahkan masalah dan memahami simbol-simbol serta menalar pola-pola untuk menghubungkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sehingga dengan berlandaskaan kepada asumsi yang dibangun di atas, tidak berlebih jika pembelajaran matematika lebih ditekankan kepada perkembangan teori kontruktivisme. Asumsinya adalah bahwa pembelajaran matematika teori belajar yang menonjol adalah kognitivisme dan teori kontruktivisme. Teori belajar yang sesuai dengan model TGT adalah teori konstruktivisme. Dalam kontruktivisme, kontruksi pengetahuan dilakukan sendiri oleh siswa, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan menciptakan iklim yang kondusif. Teori kontruktivisme menekankan bahwa individu tidak menerima begitu saja informasi dari orang lain tetapi membangun sendiri dalam pikiran mereka informasi tentang berhitung dari pengalaman sebelum mereka mendapat pelajaran matematika di sekolah. Jadi pengajaran
Christa Voni Roulina Sinaga, M.Pd.
Pengembangan
Perangkat Pembelajaran Matematika 51
matematika yang telah didapatkan siswa beserta informasi yang telah dibentuk siswa akan disimpan dalam struktur kognitif mereka sendiri.
Menurut Erman Suherman, dkk (tt: 58) menjelaskan tujuan pembelajaran matematika di sekolah tertuang dalam GBHN dan diungkapkan dalam GBPP matematika yang meliputi:
1. Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur, efektif dan efisien.
2. Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola piker matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.
Pentingnya pembelajaran matematika dikarenakan matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat dibidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan
Christa Voni Roulina Sinaga, M.Pd.
Pengembangan
Perangkat Pembelajaran Matematika 52
matematika yang kuat sejak dini (Ibrahim Suparni, 2009: 35 -36).
Secara detail, dalam pendidikan Nasional RI nomor 22 Tahun 2006, dijelaskan bahwa tujuan pelajaran matematika di sekolah adalah agar siswa memiliki kemampuan sebagi berikut:
1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, dan tepat dalam pemecahan masalah.
2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, menggunkaan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
3. Memecahkan maslah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
4. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain, untuk memperjelas keadaan atau masalah.
5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu: rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam memecahkan masalah.
Christa Voni Roulina Sinaga, M.Pd.
Pengembangan
Perangkat Pembelajaran Matematika 53