• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 7 Evaluasi Pembelajaran/ Ujian

7.5 Penulisan Soal

1. Karakteristik:

a. Dapat mengukur proses mental yang tinggi

b. Membatasi peluang menerka jawaban, sehingga menimbulkan keragu-raguan pada mahasiswa

c. Memerlukan waktu relatif singkat dalam penyusunannya

d. Jangan membuat pertanyaan dengan maksud menjebak, cakupan soal harus dibatasi.

e. pokok bahasan/ pertanyaan mengandung proses berpikir: ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi

2. Saran-saran penyusunan

a. Waktu yang disediakan mencukupi

b. Butir soal harus mengandung permasalahan yang perlu dipecahkan c. Rumuskan permasalahan secara jelas dan jangan mengambil

kalimat-kalimat (soal) dari buku teks.

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 65 d. Berikan petunjuk tes/ ujian sejelas mungkin

e. Jangan membuat/ memberikan soal lebih dari yang diperlukan f. Susun kunci jawaban untuk setiap butir soal yang disusun 7.6 Pelaksanaan Ujian

1. Ujian dilaksanakan di bawah tanggung jawab dosen pembina mata kuliah yang bersangkutan. Ujian dilakukan dua kali dalam satu semester, yaitu pada pertengahan dan akhir semester sesuai dengan kalender akademik.

2. Menyerahkan berkas soal Ujian paling lambat 1 minggu sebelum awal pelaksanaan Ujian dimulai dan diserahkan kepada Bagian Akademik.

3. Kewajiban untuk mengawas pada jadwal Ujian mata kuliah yang ditugaskan.

Jika tidak bisa mengawas pada Ujian mata kuliah yang ditugaskan, supaya memberikan pemberitahuan 1 minggu sebelum pelaksanaan Ujian yang bersangkutan dimulai.

4. Hasil Evaluasi disampaikan kepada Bagian Akademik paling lambat 1 minggu setelah Ujian dilaksanakan.

7.7 Ujian Susulan

1. Ujian susulan diberikan kepada mahasiswa yang tidak dapat mengikuti pada jadwal yang telah ditetapkan dengan alasan yang dapat dibenarkan.

2. Pelaksanaan Ujian susulan untuk UTS diatur oleh dosen yang bersangkutan, dengan mahasiswa yang bersangkutan dengan membawa surat rekomendasi dari Wakil Rektor I atau Ketua Panitia Ujian.

3. Pelaksanaan Ujian susulan untuk UAS diatur oleh dosen yang bersangkutan, dengan mahasiswa yang bersangkutan dengan membawa surat rekomendasi dari Wakil Rektor I atau Ketua Panitia Ujian dan hasil ujiannya disampaikan kepada Bagian Akademik.

7.8 Ujian Khusus

1. Ujian Khusus ditujukan pada mahasiswa untuk kondisi tertentu berkaitan dengan ketuntasan kelulusan akademik.

2. Pelaksanaan ujian khusus diatur oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan atau oleh Jurusan/ Program Studi dengan mahasiswa dan hasil ujiannya disampaikan pada bagian akademik.

3. Tiap mahasiswa maksimal berhak mengikuti ujian khusus sejumlah dua mata kuliah dengan nilai maksimum C dengan jumlah maksimum 2 mata kuliah.

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 66 7.9 Hasil Ujian

1. Daftar hasil ujian mata kuliah diisi oleh dosen yang bersangkutan sesuai dengan format yang sudah disediakan.

2. Hasil ujian diserahkan langsung oleh dosen yang bersangkutan (dalam nilai huruf baku) langsung ke Jurusan/ Program Studi dan BAAK selambat-lambatnya dua minggu setelah ujian mata kuliah berlangsung.

3. Nilai mata kuliah dimasukkan ke database nilai dalam Sistem Informasi Akademik Institut Teknologi Garut oleh BAAK selambat-lambatnya satu minggu setelah penyerahan nilai dari dosen.

4. Apabila terjadi keterlambatan pemasukan nilai akibat kesalahan dosen, selama-lamanya satu semester berjalan, maka mahasiswa berhak memperoleh nilai B dan / atau diputuskan melalui Jurusan/ Program Studi. Apabila setelah itu dosen memasukkan daftar nilai berdasarkan hasil penilaiannya, maka ditetapkan nilai tertinggi sebagai nilai definitif yang diperoleh oleh mahasiswa.

5. Mahasiswa berhak menerima salinan transkrip sebanyak-banyaknya 3 kali dalam 1 semester.

7.10 Tata Tertib Peserta Ujian

1. Peserta diwajibkan datang paling lambat 15 menit sebelum pelaksanaan ujian, jika peserta terlambat lebih dari waktu yang telah ditentukan maka peserta tidak boleh mengikuti ujian.

2. Peserta yang tidak mengikuti ujian akibat terlambat kehadiran berhak mengikuti ujian susulan sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan oleh Ketua Panitia Ujian.

2. Peserta diwajibkan duduk pada tempat duduk sesuai dengan nomor urut pada absen.

3. Peserta wajib membawa kartu ujian selama pelaksanaan ujian.

4. Peserta tidak diperbolehkan saling pinjam meminjam peralatan tulis dan lainnya dengan peserta lain.

5. Tidak diperbolehkan membawa catatan dalam bentuk apapun (segala jenis catatan harus disimpan di depan), kecuali untuk ujian yang bersifat open book.

6. Peserta tidak diperbolehkan kerja sama dengan peserta lainnya.

7. Selama mengikuti ujian peserta wajib menggunakan sepatu.

8. Peserta wajib mengisi daftar hadir ujian.

9. Peserta tidak diperbolehkan keluar ruangan selama ujian berlangsung, kecuali dengan seizin pengawas.

10. Peserta yang ketinggalan kartu peserta ujian diwajibkan untuk lapor kepada panitia ujian.

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 67 11. Peserta yang melanggar tata tertib ujian akan dikenakan sanksi yang

disesuaikan dengan tingkat pelanggarannya.

12. Bagi yang kartunya hilang, dikenakan biaya untuk memperoleh kartu pengganti.

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 68

Bab 8

Penilaian

Bab 8 Penilaian 8.1 Penilaian Hasil Belajar

Penilaian terhadap keberhasilan studi mahasiswa untuk setiap mata kuliah adalah bagian yang sangat penting dalam proses evaluasi. Penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh dosen selain untuk memantau proses kemajuan dan perkembangan hasil belajar mahasiswa sesuai dengan potensi yang dimiliki, juga sekaligus umpan balik kepada dosen agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses program pembelajaran.

Sebagai acuan penilaian digunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) yaitu pendekatan penilaian yang membandingkan hasil pengukuran terhadap mahasiswa dengan patokan

"batas lulus" yang ditetapkan untuk masing-masing bidang mata kuliah, dengan standar ketuntasan yang dapat dicapai oleh mahasiswa. Derajat kesukaran soal test acuan patokan didasarkan atas berapa jauh tingkat prestasi belajar yang akan diukur.

PAP dilengkapi dengan (1) seperangkat kemampuan yang telah didefinisikan secara rinci, (2) seperangkat butir yang disusun berdasarkan kemampuan yang telah didefinisikan tersebut, dan (3) rentangan skor yang penafsirannya dikaitkan dengan tingkat pencapaian kemampuan itu.

Nilai = Skor Mentah

Skor Maksimum Ideal𝑥 100

Nilai yang telah dicapai diterjemahkan menjadi nilai huruf dengan patokan:

Nilai 80 - 100 : A = 4 Nilai 66 - 79 : B = 3 Nilai 56 - 65 : C = 2 Nilai 41 - 55 : D = 1 Nilai 40 - 0 : E = 0 8.2 Komponen-komponen Penilaian

Nilai prestasi belajar setiap mata kuliah merupakan hasil kumulatif dari komponen sebagai berikut:

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 69 1. Nilai Ujian Tengah Semester (UTS) bobot 25 % Ujian Tengah Semester/ Mid Tes diberikan satu kali dalam semester dan dilaksanakan pada tengah semester yang berjalan.

2. Nilai Ujian Akhir Semester (UAS) bobot 50 % Ujian Akhir Semester diberikan satu kali dalam setiap semester dan dilaksanakan pada tiap akhir semester yang sedang berjalan.

3. Nilai Ujian Harian atau sisipan diberikan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya tiga kali dalam satu semester.

4. Nilai Tugas Berstruktur (TB) Bobot 10 % Tugas Berstruktur diberikan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya tiga kali dalam satu semester.

5. Nilai Kehadiran Kuliah (KK) bobot 10 % Nilai kehadiran ditentukan oleh banyaknya kehadiran mahasiswa selama satu semester dari masing-masing mata kuliah. Jumlah kehadiran tidak boleh kurang dari 75 % selama satu semester.

Tabel 8.1 Contoh Perhitungan Komponen Penilaian

Komponen Nilai Bobot Perhitungan Nilai Akhir

Hasil akhir suatu mata kuliah dinyatakan dengan nilai bobot sebagai berikut:

Tabel 8.2 Bobot Hasil Akhir Nilai Suatu Mata Kuliah

Nilai Akhir Bobot

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 70 1. Untuk mahasiswa kuliah tertentu yang dianggap sangat menentukan kompetensi profesional seorang ahli, nilai minimum kelulusan adalah C=2.

Yang dimaksud mata kuliah profesional adalah mata kuliah yang termasuk mata kuliah pilihan.

2. Bila seorang mahasiswa belum dapat melengkapi tugas salah satu komponen mata kuliah pada saat yang telah ditentukan, maka dinyatakan BELUM LULUS (BL) untuk mata kuliah tersebut. Mahasiswa yang bersangkutan masih diberi kesempatan melengkapi komponen tersebut diatas dalam waktu lambat satu bulan. Jika dalam satu bulan komponen tersebut belum juga dilengkapi maka mahasiswa bersangkutan dinyatakan gagal dengan nilai E dalam mata kuliah tersebut.

3. Nilai gagal atau E diberikan kepada mahasiswa apabila oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan berada di bawah penguasaan minimal kader pengetahuan yang telah ditentukan. Nilai E diperhitungkan dalam penentuan indek Prestasi (IP).

4. Bila seorang mahasiswa mengundurkan diri secara sah untuk suatu mata kuliah, maka mahasiswa tersebut diberi tanda kosong (K), sehingga mata kuliah tersebut tidak turut diperhitungkan dalam menentukan IP pada akhir semester.

8.4 Penilaian Keberhasilan Studi setiap semester

Penilaian Keberhasilan studi semester dilakukan pada setiap akhir semester, meliputi seluruh mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa semester tersebut menggunakan rumus IP sebagai berikut:

y IP xy

= 

Dimana : IP = Indek Prestasi

X = Nilai ujian mata kuliah

y = Satuan kredit semester (SKS) untuk mata kuliah yang bersangkutan.

Penghitungan IP sampai dua desimal di belakang koma dan digunakan untuk menentukan beban studi yang boleh diambil pada semeter berikutnya.

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 71 Tabel 8.3 Contoh perhitungan Indeks Prestasi (IP)

No Mata Kuliah Jml. (K) Nilai Bobot (N)

K.N

1 … 4 B 3 12

2 … 3 C 2 6

3 … 4 B 3 12

4 … 2 B 3 6

5 … 5 C 2 10

13 46

Indek Prestasi Kumulatif = K

) KN

( = 2,50

8.5 Penilaian Keberhasilan Studi Setelah 4 semester

Mahasiswa dapat melanjutkan studinya apabila setelah 4 semester dapat mengumpulkan sekurang-kurangnya 30 SKS dan mencapai IP=2,00 untuk mahasiswa yang telah melebihi pencapaian SKS minimal, maka dalam penentuan IP dapat diambil hanya 30 SKS saja dari keseluruhan SKS tersebut. Apabila syarat itu tidak terpenuhi, maka mahasiswa yang bersangkutan dikenakan status percobaan selama 2 semester dengan bimbingan khusus dari dosen pembimbing Akademik serta mendapat peringatan drop out.

8.6 Penilaian Studi Setelah 8 Semester

Mahasiswa dapat melanjutkan penyelesaian studinya atau lebih dan mencapai IP sekurang-kurangnya 2,00 Mahasiswa yang hanya berhasil mengumpulkan 60-74 SKS dengan IP sekurang-kurangnya 2,00, dapat melanjutkan penyelesaian Akademis.

Sedangkan yang di bawah itu dinyatakan Drop Out.

8.7 Pelaksanaan Penilaian Keberhasilan Studi

1. Pelaksanaan penilaian keberhasilan studi setelah 4 dan 8 semester diserahkan kepada Jurusan/ Program Studi masing-masing yang hasilnya dilaporkan kepada BAAK.

2. Usul pemberhentian mahasiswa yang tidak mematuhi syarat untuk melanjutkan, oleh Jurusan/ Program Studi kepada Rektor untuk dikeluarkan surat pemberhentian.

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 72

Bab 9

Penelitian

Bab 9 Penelitian

Perguruan Tinggi mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yang umum disebut Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian sebagai salah satu dharma PT merupakan kegiatan telaah taat kaidah dalam upaya menemukan kebenaran dan/ atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan/ atau kesenian (ipteks). Selanjutnya, penelitian juga merupakan kegiatan dalam upaya menghasilkan pengetahuan empirik, teori, konsep, metode, model, atau informasi baru yang memperkaya ipteks.

Di lingkungan Institut Teknologi Garut, Jurusan/ program studi yang menyelenggarakan pendidikan akademik, penelitian diselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan akademik, sedangkan pada Jurusan/ Program Studi yang menyelenggarakan pendidikan profesional, penelitian dapat diselenggarakan sebagai bagian dari program kegiatan pendidikannya.

Penelitian di Institut Teknologi Garut dilaksanakan oleh dosen, dan mahasiswa. Salah satu kegiatan akhir studi mahasiswa adalah melaksanakan penelitian sebagai syarat skripsi mereka.

Ruang lingkup/ bidang penelitian meliputi bidang manajemen, ekonomi, industri, teknik, dan bidang lainnya yang relevan dengan keperluannya.

9.1 Penelitian Dosen

9.1.1 Maksud dan Tujuan

1. Maksud ditetapkannya pedoman penelitian ini adalah agar penelitian dapat dilaksanakan secara teratur, tertib, berhasil guna dan berdaya guna.

2. Tujuan ditetapkannya pedoman penelitian ini adalah agar para dosen dan unit-uit pelaksana akademik memiliki pegangan di dalam pelaksanaan kegiatan penelitian dari mulai pengajuan proposal, pelaksanaan penelitian sampai pelaporan hasil penelitian dan pertanggungjawaban.

9.1.2 Macam-macam Penelitian

1. Dilihat dari pelakunya, ada tiga jenis penelitian, yaitu penelitian perorangan, penelitian kelompok, dan penelitian unit pelaksana akademik.

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 73 2. Dilihat dari sumber pembiayaannya, ada dua jenis penelitian, yaitu penelitian swadaya dan penelitian dengan biaya pemerintah, biaya lembaga, dan biaya atas kerjasama dengan instansi lain.

3. Dilihat dari tujuan atau sasarannya dibedakan antara penelitian dasar dan penelitian terapan.

9.1.3 Bidang Penelitian

Bidang penelitian meliputi bidang manajemen, ekonomi, industri, teknik, dan bidang lainnya yang relevan dengan keperluannya.

9.1.4 Kategori Penelitian

Kategori penelitian meliputi:

1. Penelitian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;

2. Penelitian untuk menunjang pembangunan;

3. Penelitian untuk mengembangkan fungsi kelembagaan perguruan tinggi.

9.1.5 Penelitian Perorangan

Penelitian perorangan dapat dilakukan:

1. Secara mandiri oleh dosen yang memiliki jabatan akademik / fungsional Lektor ke atas;

2. Secara individual oleh dosen yang memiliki jabatan akademik / fungsional Lektor ke bawah dengan bimbingan / konsultan dosen pembina.

9.1.6 Penelitian Kelompok

1. Penelitian kelompok dipimpin oleh seorang ketua dengan anggota 2-5 orang anggota.

2. Ketua kelompok peneliti sekurang-kurangnya memiliki jabatan akademik/

fungsional Lektor.

3. Seorang ketua hanya diperkenankan mengetuai satu judul penelitian, tetapi dapat menjadi anggota pada satu judul penelitian lainnya.

4. Seorang anggota penelitian hanya diperkenankan untuk menjadi anggota pada satu judul penelitian lainnya.

9.1.7 Prosedur Usul Penelitian

Pengajuan usul penelitian dilakukan sebagai berikut:

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 74 1. Calon peneliti mengajukan usul penelitian yang telah disetujui oleh Ketua Jurusan/ Program Studi kepada Rektor Institut Teknologi Garut melalui Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat rangkap dua;

2. Usul penelitian dibuat dengan menggunakan format usulan penelitian seperti terlampir pada Pedoman ini;

3. Usul penelitian diperiksa oleh Tim Penilai;

4. Dengan rekomendasi dari Tim Penilai, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat menandatangani usul penelitian untuk diajukan kepada Rektor Institut Teknologi Garut melalui Wakil Rektor I;

5. Rektor Institut Teknologi Garut memberikan keputusan penunjukkan ketua dan anggotan penelitian;

6. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat menyampaikan Keputusan Rektor Institut Teknologi Garut seperti tersebut pada butir 5 kepada peneliti.

9.1.8 Tim Penilai

1. Tim Penilai diangkat oleh Rektor Institut Teknologi Garut atas usul Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat melalui Wakil Rektor I.

2. Anggota tim penilai adalah ahli yang sesuai dengan bidang keahlian yang akan diperiksa yang diajukan oleh Ketua Jurusan/ Program Studi.

9.1.9 Pencairan Dana Penelitian

1. Pencairan dana penelitian dilakukan oleh Wakil Rektor II atas usul peneliti.

2. Pencairan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap I sebesar 25 %, tahap II sebesar 60 %, dan tahap III sebesar 15%.

3. Usul pencairan tahap I dilampiri Surat Keputusan Rektor Institut Teknologi Garut.

4. Usul pencairan tahap II dilampiri laporan kemajuan persiapan penelitian sampai dengan instrumen pengumpulan data.

5. Usul pencairan tahap III dilampiri laporan kemajuan yang berupa draft laporan penelitian.

6. Pencairan dana penelitian yang bersumber dari pemerintah dan / atau kerjasama dengan instansi lain dilakukan sesuai dengan yang disepakati oleh kedua belah pihak.

9.1.10 Sumber Biaya Penelitian

Sumber biaya penelitian adalah:

1. Institut Teknologi Garut;

2. Pemerintah;

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 75 3. Kerjasama dengan instansi / lembaga lain baik dalam maupun luar negeri.

9.1.11 Penyaluran Dana Penelitian dari Luar

1. Penyaluran dana penelitian yang berasal dari luar dilakukan melalui Institut Teknologi Garut.

2. Penggunaan dan pertanggung jawaban dari penelitian dari luar dikendalikan dan diawasi oleh Rektor Institut Teknologi Garut.

9.1.12 Koordinasi dan Pemantauan Pelaksanaan Penelitian

1. Koordinasi dan pemantauan pelaksanaan penelitian dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat;

2. Hasil koordinasi dan pemantauan pelaksanaan penelitian dilaporkan kepada Rektor Institut Teknologi Garut melalui Wakil Rektor I.

9.1.13 Pelaporan Hasil Penelitian

1. Laporan hasil penelitian diterbitkan setelah diseminarkan di tingkat Jurusan/

Program Studi dan / atau di tingkat Institut Teknologi Garut;

2. Laporan hasil penelitian ditandatangani oleh Ketua Jurusan/ Program Studi dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat;

3. Laporan hasil penelitian dicetak rangkap empat, masing-masing satu eksemplar untuk Jurusan/ Program Studi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Perpustakaan dan Peneliti.

9.1.14 Usulan Penelitian Dosen

1. Judul Penelitian

Judul Penelitian hendaklah singkat dan spesifik, tetapi cukup jelas untuk memberikan gambaran mengenai penelitian yang diusulkan.

2. Bidang Ilmu

Tuliskan bidang konsorsium apa penelitian yang akan dilaksanakan.

3. Pendahuluan

Penelitian dilakukan untuk menjawab keingintahuan peneliti untuk mengungkapkan suatu gejala / konsep / dugaan atau menerapkannya untuk suatu tujuan. Kemukakan hal-hal yang mendorong atau argumentasi pentingnya dilakukannya penelitian. Uraikan proses dalam mengidentifikasikan masalah penelitian.

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 76 4. Perumusan Masalah

Rumuskan masalah dengan jelas yang ingin diteliti. Uraikan pendekatan dan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji atau dugaan yang akan dibuktikan. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Uraian perumusan masalah tidak perlu dalam bentuk pertanyaan.

5. Tinjauan Pustaka

Usahakan pustaka terbaru, relevan, dan asli, misalkan jurnal ilmiah. Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian yang akan dilakukan. Tinjauan pustaka menguraikan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari acuan yang dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang diusulkan. Uraian dalam tinjauan pustaka dibawa untuk menyusun kerangka atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Tinjauan pustaka mengacu kepada daftar pustaka.

6. Tujuan Penelitian

Berikan pernyataan singkat mengenai tujuan penelitian. Penelitian dapat bertujuan untuk menjajaki, menguraikan, menerangkan, membuktikan atau menerapkan suatu gejala, konsep, atau dugaan, atau membuat suatu prototype.

7. Konstribusi Penelitian

Uraikan kontribusi penelitian pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, pemecahan masalah pembangunan atau pengembangan kelembagaan.

8. Metode Penelitian

Uraikan metode yang digunakan dalam penelitian secara rinci. Uraian dapat meliputi variabel dalam penelitian, model yang digunakan, rancangan penelitian, teknik pengumpulan dan analisis data, cara penafsiran dan pengumpulan hasil penelitian. Untuk penelitian yang menggunakan metode kualitatif, dapat dijelaskan pendekatan yang digunakan, proses pengumpulan dan analisis informasi, proses penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian.

9. Jadwal Pelaksanaan

Buatlah jadwal kegiatan penelitian, yang meliputi kegiatan persiapan pelaksanaan dan penyusunan laporan penelitian dalam bentuk matriks jadwa kegiatan. Matriks ini memberikan rincian kegiatan dan menjadwalkan pelaksanaan kegiatan tersebut. Jadwal pelaksanaan mengacu pada metode penelitian.

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 77 10. Personalia Penelitian

a. Ketua Peneliti :

1) Nama lengkap :

2) Golongan/ Pangkat :

3) NIP :

4) Jabatan Fungsional : 5) Perguruan Tinggi :

6) Bidang Keahlian :

7) Waktu untuk penelitian ini : jam / minggu

b. Anggota Peneliti :

c. Tenaga Teknisi / Laboran : d. Pekerja Lapangan / Pencacah : e. Tenaga Administrasi : 11. Perkiraan Biaya Penelitian

Berikan rincian biaya penelitian. Rincian biaya mengacu pada kegiatan penelitian yang diuraikan dalam metode penelitian. Rekapitulasi biaya penelitian:

a. honorarium;

b. bahan dan peralatan penelitian;

c. perjalanan;

d. laporan penelitian;

e. seminar;

f. biaya lain-lain.

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 78 LAPORAN KEMAJUAN I

KEGIATAN PENELITIAN PERGURUAN TINGGI (Untuk memperoleh biaya penelitian tahap I/ 25 % ) Kategori :

Tahun :

PerguruanTinggi :

Jurusan :

Nama Peneliti :

Keterangan Umum

1. Judul :

2. Dibiayai melalui proyek :

- Nomor :

- Tanggal :

3. Jumlah Biaya Penelitian : Rp.

(………

……….)

4. Jangka Waktu Penelitian : … bulan, mulai dari … sampai … 5. Personalia Penelitian :

No Nama Asal PT/ Lembaga Tugas Penelitian Tugas

6. Lokasi Penelitian :

Lokasi/ Laboratorium Alamat Pemilik/ Pengelola

7. Uraian, persiapan yang telah dilakukan termasuk (mempersiapkan bahan, desain, dan instrumen penelitian) sampai saat laporan kemajuan pertama diajukan.

8. Uraian rencana dan jadwal kerja selanjutnya

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 79

………

Mengetahui

Rektor Institut Teknologi Garut Ketua Peneliti

……….… ………

NIDN. NIDN.

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 80 LAPORAN KEMAJUAN II

KEGIATAN PENELITIAN PERGURUAN TINGGI (Untuk memperoleh biaya penelitian tahap II/ 60 %) Kategori :

Tahun :

PerguruanTinggi :

Jurusan :

Nama Peneliti :

Keterangan Umum

1. Judul :

2. Jangka Waktu, mulai tanggal : ……… s.d. ………..

Keterangan Khusus

1. Uraian tahap proses pelaksanaan penelitian yang telah dilakukan hingga pelaporan kemajuan (pengumpulan data kasar analisis data):

2. Sebutkan Pemantauan yang telah dilakukan terhadap penelitian Saudara:

3. Hambatan yang ditemukan dan cara penanggulangannya:

4. Rencana dan jadwal selanjutnya:

………

Mengetahui

Rektor Institut Teknologi Garut Ketua Peneliti

……….… ………

NIDN. NIDN.

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 81 9.2 Penelitian Mahasiswa

9.2.1 Maksud dan Tujuan

1. Maksud ditetapkannya pedoman penelitian ini adalah agar penelitian dapat dilaksanakan secara teratur, tertib, berhasil guna dan berdaya guna.

2. Tujuan ditetapkannya pedoman penelitian ini adalah agar mahasiswa memiliki pegangan di dalam pelaksanaan kegiatan penelitian.

9.2.2 Macam-macam Penelitian

1. Dilihat dari sumber pembiayaannya, ada dua jenis penelitian, yaitu penelitian swadaya dan penelitian dengan biaya pemerintah, biaya lembaga, dan biaya atas kerjasama dengan instansi lain.

2. Dilihat dari tujuan atau sasarannya dibedakan antara penelitian dasar dan penelitian terapan.

3. Dilihat dari penelitinya dibedakan antara peneliti dosen dan peneliti mahasiswa, peneliti dosen dapat melibatkan mahasiswa sedangkan peneliti mahasiswa harus dibimbing dosen.

9.2.3 Bidang Penelitian

Bidang penelitian meliputi bidang keilmuan yang relevan dengan keperluannya.

9.2.4 Kategori Penelitian

Kategori penelitian meliputi:

1. Penelitian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;

2. Penelitian untuk menunjang pembangunan;

3. Penelitian untuk mengembangkan fungsi kelembagaan perguruan tinggi.

9.2.5 Prosedur Usul Penelitian

Pengajuan usul penelitain dilakukan sebagai berikut:

1. Calon peneliti mengajukan usul penelitian yang telah disetujui oleh Ketua Jurusan/ Program Studi kepada Rektor Institut Teknologi Garut melalui Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat rangkap dua;

2. Usul penelitian dibuat dengan menggunakan format usulan penelitian seperti terlampir pada Pedoman ini;

3. Usul penelitian diperiksa oleh Tim Penilai;

Pedoman Akademik Institut Teknologi Garut - 82 4. Dengan rekomendasi dari Tim Penilai, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat menandatangani usul penelitian untuk diajukan kepada Rektor Institut Teknologi Garut melalui Wakil Rektor I;

5. Rektor Institut Teknologi Garut memberikan keputusan penunjukkan ketua dan anggota penelitian;

6. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat menyampaikan Keputusan Rektor Institut Teknologi Garut seperti tersebut pada butir 5 kepada peneliti.

9.2.6 Tim Penilai

1. Tim Penilai diangkat oleh Rektor Institut Teknologi Garut atas usul Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat melalui Wakil Rektor I;

2. Anggota tim penilai adalah ahli yang sesuai dengan bidang keahlian yang akan diperiksa dan diajukan oleh Ketua Jurusan/ Program Studi.

9.2.7 Pencairan Dana Penelitian

1. Pencairan dana penelitian dilakukan oleh Wakil Rektor II atas usul peneliti;

1. Pencairan dana penelitian dilakukan oleh Wakil Rektor II atas usul peneliti;