• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penurunan daya imunitas, penurunan daya imunitas karena

hiperglikemia akan mengganggu kemampuan leukosit yang berfungsi untuk menghancurkan bakteri, sehingga penderita diabetes yang tidak terkontrol akan terjadi penurunan resistensi terhadap infeksi.

1). Klasifikasi Ulkus Diabetes

Keadaan kaki penderita diabetes digolongkan berdasar risiko terjadinya masalah dan risiko besarnya masalah yang mungkin timbul. Penggolongan kaki diabetes berdasarkan risiko terjadinya masalah menurut Waspadji (2010):

a. Terdapat sensasi normal tanpa deformitas

b. Sensasi normal dengan deformitas atau tekanan plantar tinngi c. Isensifitas tanpa deformitas

d. Iskemi tanpa deformitas

e. Kombinasi atau complicated, yang dikategorikan menjadi : 1 Kombinasi insensitifitas

3 Riwayat adanya tukak, deformitas Charcol 2). Pencegahan Cedera dan Perawatan Kaki Diabetik :

a. Cara mencegah atau menghindari agar tidak terjadi luka pada kaki pada penderita DM :

1) Hindari terlalu sering merendam kaki

2) Hindari penggunaan botol panas/penghangat kaki dari listrik 3) Hindari penggunaan pisau/silet untuk memotong kuku atau

menghilangkan kalus

4) Hindari kaos kaki / sepatu yang terlalu sempit 5) Hindari Rokok

b. Tindakan yang bisa dilakukan bila kaki terluka:

1) Bila luka kecil : bersihkan dengan antiseptik, tutup luka dengan kasa steril dan bila dalam waktu dua hari tidak sembuh segera periksa ke dokter

2) Bila luka cukup besar / kaki mengalami kelainan segera pergi ke dokter.

3) Perawatan kaki Diabetik :

a) Saat mandi bersihkan dengan sabun, bila perlu gunakan batu apung/sikat halus.

b) Keringkan dengan handuk terutama sela-sela jari.

c) Periksa kaki kemungkinan adanya perubahan warna (pucat, kemerahan), bentuk (pecah-pecah, lepuh, kalus, luka), Suhu (dingin, lebih panas).

d) Bila kaki kering, olesi dengan lotion.

e) Potong kuku / kikir tiap 2 hari, jangan terlalu pendek. Bila kuku terlalu keras kaki direndam dahulu dalam air hangat (37,5’C) selama 5 menit.

f) Gunakan kaos kaki yang terbuat dari katun / wol.

g) Pakailah alas kaki, periksa alas kaki sebelum dipakai, mungkin ada sesuatu didalamnya. Lepas alas kaki setiap 4-6 jam dan gerakkan pergelangan kaki dan jari-jari kaki agar sirkulasi darah lancar.

h) Lakukan senam kaki.

i) Jangan biarkan luka sekecil apapun.

c. Cara Memilih Sepatu yang baik bagi penderita DM :

1) Ukuran : Jangan terlalu sempit/ longgar kurang lebih ½ inchi lebih panjang dari kaki.

2) Bentuk : Ujung sepatu jangan runcing,tinggi tumit < 2 inchi. 3) Bahan sepatu terbuat dari bahan yang lembut.

4) Insole terbuat dari bahan yang tidak licin. 1. Pengkajian Keluarga

Menurut Friedman (2010), pengkajian keluarga mengenai sejauh mana keluarga melakukan lima tugas kesehatan keluarga yaitu: b. Mengenal masalah ulkus DM

1) Sejauh mana kemampuan keluarga mengenal masalah ulkus DM.

2) Apakah keluarga merasa takut akan akibat yang akan dihadapi dari ulkus DM.

3) Sejauh mana keluarga mengetahui keadaan penyakit DM (yang meliputi : pengertian, penyebabm tanda dan gejala, pencegahan)

c. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat untuk ulkus DM.

1) Apabila masalah kesehatan dirasakan oleh anggota keluarga. 2) Sejauh mana keluarga mengenal situasi dan masalah ulkus DM. 3) Apakah keluarga menyerah terhadap masalah ulkus DM yang

dihadapi.

d. Merawat anggota keluarga yang menderita ulkus DM.

1) Sejauh mana anggota keluarga mengetahui tentang sifat dan perkembangan perawatan yang dibutuhkan penderita ulkus DM.

2) Sejauh mana anggota keluarga mengetahui tentang ulkus DM. 3) Sejauh mana anggota keluarga mengetahui sumber-sumber

yang ada dalam keluarga.

4) Bagaimana anggota keluarga mengetahui sifat dan perkembangan peralatan yang dibutuhkan.

5) Bagaimana sikap keluarga terhadap anggota keluarga yang menderita ulkus DM.

1) Sejauh mana keluarga mengetahui sumber-sumber kesehatan keluarga yang dimiliki.

2) Sejauh mana keluarga melihat keuntungan pemeliharaan kesehatan.

3) Sejauh mana keluarga mengetahui upaya pencegahan penyakit. 4) Sejauh mana keluarga mengetahui pentingnya kebersihan

lingkungan.

5) Sejauh mana sikap atau pandangan keluarga terhadap kebersihan lingkungan.

f. Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada

1) Sejauh mana keluarga mengetahui keberadaan dan keuntungan yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan.

2) Sejauh mana keluarga memahami keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari fasilitas kesehatan.

3) Sejauh mana kepercayaan keluarga terhadap pelayanan kesehatan.

4) Apakah fasilitas kesehatan yang ada terjangkau keluarga. 2. Diagnosa Keperawatan

Fokus diagnosa kesehatan keluarga yang mungkin muncul menurut Brunner dan Suddarth (2002) :

Risiko cedera berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengetahui gangguan sirkulasi pembuluh darah pada anggota keluarga yang menderita diabetes melitus.

3. Intervensi Keperawatan

Intervensi Keperawatan menurut Wilkinson (2007) :

Risiko cedera berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengetahui gangguan sirkulasi pembuluh darah pada anggota keluarga yang menderiata diabetes melitus.

Tujuan Umum : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1

minggu diharapkan keluarga dapat mencegah terjadinya ulkus.

Tujuan Khusus : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 5 kali

pertemuan diharapkan keluarga mampu :

a. Tujuan Khusus 1 : Mengenal masalah kesehatan mengenai risiko terjadinya ulkus.

Intervensi :

1) Bina hubungan saling percaya.

2) Diskusikan dengan keluarga tentang risiko terjadinya ulkus

3) Jelaskan kembali pada keluarga tentang risiko terjadinya ulkus

4) Beri kesempatan keluarga untuk bertanya

5) Evaluasi hasil yang telah didiskusikan bersama

6) Beri reinforcement positif kepada keluarga

b. Tujuan Khusus 2 : Mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat.

Intervensi :

1) Yakinkan klien menggunakan alas kaki yang sesuai

c. Tujuan Khusus 3 : Merawat anggota keluarga yang mengalami ulkus diabetika.

Intervensi:

1) Ajarkan cara pencegahan ulkus diabetik

2) Ajarkan tindakan yang bisa dilakukan bila terjadi ulkus 3) Ajarkan perawatan ulkus diabetik

d. Tujuan Khusus 4 : Memodifikasi lingkungan Intervensi:

1) Anjurkan lantai rumah dibuat dari bahan yang kasat (tidak licin)

2) Anjurkan dikamar mandi menggunakan pegangan.

e. Tujuan Khusus 5 : Memanfaatkan pelayaan kesehatan yang ada Intervensi:

1) Kolaborasi dengan perawat untuk menentukan jumlah makanan yang dibutuhkan setiap anggota keluarga

2) Anjurkan klien untuk minum obat dan memeriksakan kembali keadaannya ke Pusat Pelayanan Kesehatan terdekat.

3) Berikan instruksi tertulis tentang manfaat dan pelayanan kesehatan, sesuai dengan keperluan.

Dokumen terkait