3.3 TAHAP OPERASI
3.3.3 Operasional unit PLTU
3.3.3.3 Penurunan kualitas air laut Besaran Dampak
Penurunan kualitas air laut pada Tahap Operasi PLTU dapat disebabkan antara lain oleh peningkatan suhu air, peningkatan konsentrasi klorin dan TSS. Khusus untuk parameter klorin bebas dan TSS, air limbah dari PLTU akan dialirkan ke IPAL sehingga kualitas air akan dikelola untuk memenuhi baku mutu air limbah sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 8/2009 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Termal. Limbah suhu yang di modelkan merupakan suhu yang lebih tinggi dari suhu aktual lingkungan perairan setempat atau disebut dengan delta suhu. Pada studi ini nilai suhu keluaran dari outfall 1 (PLTU Cirebon 1x1.000 MW) sebesar 38°C, sedangkan suhu aktual lingkungan di lokasi studi diasumsikan sebesar 29°C, sehingga delta suhu sebagai input model sebesar 9°C. Hasil model sebaran delta suhu rata-rata kondisi musim barat dan musim timur masing-masing tersaji dalam Gambar 3-38 dan Gambar 3-39, sedangkan sebaran maksimumnya masing-masing disajikan dalam Gambar 3-40 dan Gambar 3-41.
Pola sebaran delta suhu hasil model musim barat dan musim timur terlihat ada perbedaan yang signifikan baik kondisi rata-rata maupun kondisi maksimum. Secara keseluruhan pada saat musim barat sebaran delta suhu terdorong ke arah timur, sebaliknya ketika musim timur sebaran delta suhu lebih mengarah ke arah barat. Nilai delta suhu maksimum baik kondisi rata-rata maupun kondisi maksimum terlihat sama, yakni mencapai 9°C. Jika mengacu pada baku mutu air luat KEPMEN LH No 51 Tahun 2004 untuk parameter suhu, nilai tersebut telah melampaui baku mutu. Perubahan suhu berdasarkan baku mutu tersebut diperbolehkan hingga 2°C, sedangkan nilai perubahan suhu hasil model mencapai 9°C.
Radius sebaran delta suhu yang nilainya lebih besar dari 2°C terlihat jauh dari titik buangan, rata-rata sebaran saat musim barat (Gambar 3-38) mencapai 3,1 km ke arah timur terhitung dari outfall 2 (PLTU Cirebon 1x660 MW), sedangkan saat musim timur (Gambar 3-39) mencapai 2,5 km ke arah barat terhitung dari outfall 1. Sebaran delta suhu maksimum pada musim barat dan musim timur terihat lebih jauh dibandingkan dengan sebaran rata-rata, saat musim barat
(Gambar 3-40) nilai delta suhu >2°C menyebar hingga 3,7 km ke arah timur, sedangkan saat musim timur (Gambar 3-41) mencapai 3,22 km ke arah barat.
Gambar 3-37 Sebaran delta suhu rata-rata dari simulasi 15 hari pada kondisi musim barat.
Gambar 3-38 Sebaran delta suhu rata-rata dari simulasi 15 hari pada kondisi musim timur.
Gambar 3-39 Sebaran delta suhu maksimum dari simulasi 15 hari pada kondisi musim barat.
Gambar 3-40 Sebaran delta suhu maksimum dari simulasi 15 hari pada kondisi musim timur.
Hasil model sebaran TSS rata-rata dari limbah pendingin saat musim barat dan musim timur masing-masing disajikan dalam Gambar 3-42 dan Gambar 3-43, sedangkan kondisi sebaran maksimum (kondisi terburuk) model musim barat dan musim timur masing-masing tersaji dalam Gambar 3-44 dan Gambar 3-45. Secara umum pola sebaran TSS keluaran dari limbah pendingin sangat berbeda dengan karateristik sebaran suhu, pola sebaran cenderung lebih pendek atau hanya berada di sekitar outfall, namun arah sebarannya mengikuti pola arus dominan yakni menyebar ke arah timur ketika musim barat dan menyebar ke arah barat ketika musim timur. Walaupun sebarannya pendek, namun konsentrasi TSS maksimum yang terlihat tergolong tinggi yakni mencapai 150 mg/l. Akan tetapi konsentrasi TSS turun seiring bertambahnya jarak dari titik buangan, hasil model rata-rata menunjukkan konsentrasi TSS yang nilainya lebih besar dari 10 mg/l hanya menyebar pada radius 80 m dari masing-masing outfall (lihat Gambar 3-42 dan Gambar 3-43). Radius sebaran hasil model sebaran maksimum baik pada musim barat (Gambar 3-45) maupun musim timur (Gambar 3-45) terlihat sedikit berbeda, yakni sedikit lebih jauh dibandingkan dengan rata-rata. Sebaran maksimum TSS musim barat dan musim timur mencapai 150 m dari masing-masing outfall, akan tetapi pola arahnya berbeda dimana ketika musim barat dominan ke timur, sedangkan saat musim timur dominan ke barat.
Gambar 3-42 Sebaran TSS rata-rata dari simulasi 15 hari pada kondisi musim timur.
Gambar 3-43 Sebaran TSS maksimum dari simulasi 15 hari pada kondisi musim barat.
Gambar 3-44 Sebaran TSS maksimum dari simulasi 15 hari pada kondisi musim timur. Sifat Penting Dampak
Berdasarkan pedoman penetapan tingkat kepentingan dampak, maka dampak kegiatan oprasional unit PLTU terhadap penurunan kualitas air laut dapat diuraikan sebagai berikut:
Tabel 3-88 Penentuan sifat penting dampak kegiatan operasional unit PLTU terhadap penurunan kualitas air laut.
No Faktor Penentu Dampak Penting Sifat Penting Dampak Keterangan
1 Besarnya jumlah penduduk yang akan terkena dampak rencana usaha dan/ atau kegiatan
tp Tidak ada
2 Luas wilayah persebaran
dampak p Wilayah yang mengalami perbedaan suhu >2°C dari suhu alami, yaitu sekitar 3 km dari outfall. Area ini sering digunakan untuk mencari udang/kerang oleh para nelayan.
3 Lamanya dampak berlangsung p Dampak berlangsung lama yaitu selama Tahap Operasi minimal ± 25 tahun.
Intensitas dampak tp Perubahan suhu terjadi sesuai dengan intensitas blowdown.
4 Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak
p Penurunan kualitas air laut akan berdampak pada perubahan komunitas biota laut, pendapatan masyarakat, persepsi masyarakat.
5 Sifat kumulatif dampak tp Dampak tidak bersifat kumulatif karena perubahan suhu akan segera dinormalkan kembali dengan adanya percampuran air laut.
No Faktor Penentu Dampak Penting Sifat Penting Dampak Keterangan
6 Berbalik atau tidak berbaliknya
dampak tp Dampak penurunan kualitas air akan kembali seperti sedia kala ketika kegiatan telah selesai. 7 Kriteria lain sesuai
perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
tp Tidak ada.
Ditinjau dari 7 kriteria sifat penting dampak, penurunan kualitas air laut pada kegiatan operasional unit PLTU masuk kategori dampak penting (dp).
3.3.3.4 Perubahan komunitas biota laut Besaran Dampak
Gangguan terhadap biota laut pada saat tahap operasional PLTU merupakan dampak turunan akibat adanya peningkatan suhu air laut sehingga terdapat perbedaan dengan suhu alami. Perubahan suhu berpengaruh terhadap proses fisika, kimia, dan biologi badan air, sehingga sangat berperan mengendalikan kondisi ekosistem perairan. Organism akuatik memiliki kisaran suhu tertentu (batas atas dan bawah) yang disukai bagi pertumbuhannya. Peningkatan suhu perairan sebesar 10 oC menyebabkan terjadinya peningkatan konsumsi oksigen oleh organisme aquatik sekitar 2-3 kali lipat. Namun, peningkatan suhu ini disertai dengan penurunan kadar oksigen terlarut sehingga keberadaan oksigen sering kali tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigen bagi organisme akuatik (Effendi, 2003). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa perubahan suhu air mencapai 9°C, dimana nilai tersebut mendekati ambang batas yang dapat ditoleransi oleh ikan untuk pertumbuhan yang baik.
Sifat Penting Dampak
Berdasarkan pedoman penetapan tingkat kepentingan dampak, maka dampak kegiatan oprasional unit PLTU terhadap perubahan komunitas biota laut dapat diuraikan sebagai berikut:
Tabel 3-89 Penentuan sifat penting dampak kegiatan oprasional unit PLTU terhadap perubahan komunitas biota laut.
No Faktor Penentu Dampak Penting Sifat Penting Dampak Keterangan
1 Besarnya jumlah penduduk yang akan terkena dampak rencana usaha dan/ atau kegiatan
tp Tidak ada.
2 Luas wilayah persebaran
dampak p Sepanjang perairan yang mengalami perubahan suhu air, yaitu sekitar 3 km kea rah timur dan barat outfall PLTU
3 Lama nya dampak
berlangsung p Selama operasional PLTU.
Intensitas dampak p Dampak perubahan suhu hingga mencapai tingkat yang mendekati ambang batas yang dapat ditolerenasi oleh ikan
4 Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak
p Akan berdampak pada ekonomi masyarakat nelayan.
5 Sifat kumulatif dampak tp Dampak tidak bersifat kumulatif karena perubahan suhu akan segera dinormalkan kembali dengan adanya percampuran air laut.
No Faktor Penentu Dampak Penting Sifat Penting Dampak Keterangan
6 Berbalik atau tidak berbaliknya
dampak tp Dampak yang ditimbulkan berbalik secara berangsur-angsur
7 Kriteria lain sesuai perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
tp Perubahan komunitas biota laut yang ditimbulkan oleh kegiatan operasional unit PLTU dapat ditanggulangi oleh teknologi yang tersedia
Sifat Penting Dampak dp dampak penting
Ditinjau dari 7 kriteria sifat penting dampak, perubahan komunitas biota laut pada kegiatan operasional unit PLTU masuk kategori dampak penting (dp).
3.3.3.5 Peningkatan peluang usaha