• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan)

6. Impairment of financial assets

(continued)

Mulai 1 Januari 2020 (lanjutan) From January 1, 2020 (continued)

Kelompok Usaha mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak lebih dari 1 tahun. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Kelompok Usaha juga dapat menganggap aset keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Kelompok Usaha

tidak mungkin menerima arus kas

kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus kas

kontraktual, setelah semua upaya

penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.

The Group considers a financial asset in default when contractual payments are 1 year past due. However, in certain cases, the Group may also consider a financial asset to be in default when internal or external information indicates that the Group is unlikely to receive the outstanding contractual amounts in full before taking into account any credit enhancements held by the Group. Trade receivables is written off when there is low possibility of recovering the contractual cash flow, after all collection efforts have been done and have been fully provided for allowance.

Sebelum 1 Januari 2020 Before January 1, 2020

Pada setiap akhir periode pelaporan, Kelompok Usaha mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan

mengalami penurunan nilai. Aset

keuangan atau kelompok aset keuangan

diturunkan nilainya dan kerugian

penurunan nilai telah terjadi jika, dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.

The Group assesses at each financial reporting date whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is deemed to be impaired if, and only if, there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that has occurred after the initial recognition of the asset (an incurred „loss event‟) and that loss event has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or the group of financial assets that can be reliably estimated.

Aset keuangan dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi

Financial assets carried at amortized cost

Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Kelompok Usaha terlebih

For loans and receivables carried at amortized cost, the Group first assesses whether objective evidence of impairment

u. Instrumen keuangan (lanjutan) u. Financial instruments (continued)

6. Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan)

6. Impairment of financial assets

(continued)

Aset keuangan dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi (lanjutan)

Financial assets carried at amortized cost (continued)

Jika Kelompok Usaha menentukan tidak

terdapat bukti obyektif mengenai

penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, whether significant or not, the asset is included in a group of financial assets with similar credit risk characteristics, and the group is collectively assessed for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss is, or continues to be, recognized are not included in a collective assessment of impairment.

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk ekspektasi kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman yang diberikan memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif terkini.

.

If there is objective evidence that an impairment loss has occurred, the amount of the loss is measured as the difference between the asset‟s carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future expected credit losses that have not yet been incurred). The present value of the estimated future cash flows is discounted at the financial asset‟s original effective interest rate. If a loan has a variable interest rate, the discount rate for measuring impairment loss is the current effective interest rate.

Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan penurunan nilai dan jumlah kerugian yang terjadi diakui sebagai laba rugi. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta dengan penyisihan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Kelompok Usaha.

The carrying amount of the financial asset is reduced through the use of an allowance for impairment account and the amount of the loss is recognized in profit or loss. Interest income continues to be accrued on the reduced carrying amount based on the original effective interest rate of the financial asset. Loans and receivables, together with the associated allowance, are written off when there is no realistic prospect of future recovery and all collateral has been realized or has been transferred to the Group.

u. Instrumen keuangan (lanjutan) u. Financial instruments (continued)

6. Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan)

6. Impairment of financial assets

(continued)

Aset keuangan dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi (lanjutan)

Financial assets carried at amortized cost (continued)

Jika, pada periode berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya

bertambah atau berkurang dengan

menyesuaikan akun penyisihan penurunan nilai. Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi yang seharusnya jika penurunan nilai tidak diakui pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

If, in a subsequent period, the amount of the estimated impairment loss increases or decreases because of an event occurring after the impairment was recognized, the previously recognized impairment loss is increased or reduced by adjusting the allowance for impairment account. The reversal shall not result in the carrying amount of the financial asset to exceed what the amortized cost would have been had the impairment not been recognized at the date the impairment is reversed. The recovery is recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive ncome.

v. Standar, amendemen/penyesuaian dan

interpretasi standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan

v. Standards, amendments/improvements

and interpretation to standards effective in the current year

Dalam tahun berjalan, Kelompok Usaha telah

menerapkan standar dan sejumlah

amendemen/penyesuaian/interpretasi PSAK yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020.

In the current year, the Group has applied standards and a number of amendments/ improvements to PSAK that are relevant to its operations and effective for accounting period beginning on or after January 1, 2020.

 Amandemen PSAK 71, “Instrumen

Keuangan: Fitur Percepetan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif”

  Amendments to PSAK 71, “Financial Instruments: Prepayment Features with Negative Compensation”

Amendemen PSAK 71 mengamendemen paragraf PP4.1.11(b) dan PP4.1.12(b), dan

menambahkan paragraf PP4.1.12A

sehingga mengatur bahwa aset keuangan dengan fitur percepatan pelunasan yang dapat menghasilkan kompensasi negatif memenuhi kualifikasi sebagai arus kas kontraktual yang berasal semata dari

Amendments to PSAK 71 amend

paragraphs PP4.1.11 (b) and PP4.1.12 (b), and add paragraph PP4.1.12A so that

financial assets with accelerated

repayment features that can produce

negative compensation qualify as

contractual cash flows that originate solely from payment of principal and interest

v. Standar, amendemen/penyesuaian dan interpretasi standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan (lanjutan)

v. Standards, amendments/improvements

and interpretation to standards effective in the current year (continued)

 Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan

Keuangan: Definisi Material” dan

Amandemen PSAK 25, “Kebijakan

Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan: Definisi Material”

  Amendments to PSAK 1, “Presentation of Financial Statements: Definition of Material” and Amendments to PSAK 25,

“Accounting Policies, Changes in

Accounting Estimates and Errors:

Definition of Material” Definisi yang baru menyatakan bahwa

“Informasi adalah material jika

menghilangkan, salah saji atau

mengaburkannya yang diyakini dapat

diharapkan untuk mempengaruhi

keputusan yang dibuat oleh pengguna utama laporan keuangan tujuan umum yang dibuat berdasarkan laporan keuangan tersebut, yang menyediakan informasi keuangan tentang entitas pelaporan tertentu".

The new definition states that “Information is material if omitting, misstating or obscuring it could reasonably be expected to influence decisions that the primary users of general purpose financial statements make on the basis of those financial statements, which provide financial information about a specific reporting entity”.

Amendemen tersebut mengklarifikasi

bahwa materialitas akan tergantung pada sifat atau besarnya informasi. Sebuah entitas perlu menilai apakah informasi tersebut, baik secara individu atau kombinasi dengan informasi lain, adalah material dalam konteks laporan keuangan. Salah saji informasi adalah material jika

diyakini dapat diharapkan untuk

mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh pengguna utama.

The amendments clarify that materiality will depend on the nature or magnitude of information. An entity will need to assess whether the information, either individually or in combination with other information, is material in the context of the financial statements. A misstatement of information is material if it could reasonably be expected to influence decisions made by the primary users.

 Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan: Judul Laporan Keuangan”

  Amendments to PSAK 1, “Presentation of Financial Statements: Titles of Financial Statements”

Amendemen ini menambahkan kalimat “menyesuaikan deskripsi yang digunakan untuk” sebelum kalimat “… laporan keuangan itu sendiri” agar sesuai dengan intensi dari IAS 1, “Presentation of Financial Statements” paragraf 5.

The amendments add the sentence “adjusting the description used for” before the sentence “… financial statements itself” to make it consistent with the intention of paragraph 5 of IAS 1, “Presentation of Financial Statements”.

v. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan (lanjutan)

v. Standards, Amendments/Improvements

and Interpretation to Standards Effective in the Current Year (continued)

 ISAK 36, “Interaksi antara Ketentuan mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 16, Aset Tetap, dan PSAK 73, Sewa”

  ISAK 36, “Interaction between Provisions regarding Land Rights in PSAK 16, Property, Plant and Equipment, and PSAK 73, Leases”

Secara umum ISAK 36 mengatur

mengenai:

In general, ISAK 36 regulates: a. Penilaian dalam menentukan perlakuan

akuntansi terkait suatu hak atas tanah yang melihat pada substansi dari hak atas tanah dan bukan bentuk legalnya;

a. Assessment in determining the

accounting treatment related to land rights focusing on the substance of the land rights and not its legal form; b. Perlakuan akuntansi terkait hak atas

tanah yang sesuai dengan PSAK 16 yaitu jika suatu ketentuan kontraktual memberikan hak yang secara substansi menyerupai pembelian aset tetap, termasuk ketentuan dalam PSAK 16 paragraf 58 yang mengatur bahwa pada umumnya tanah tidak disusutkan; dan

c. b. Accounting treatment relating to land rights in accordance with PSAK 16, wherein the contractual terms provide

rights which are in-substance

purchase of property, plant and equipment, including the provisions in paragraph 58 of PSAK 16 which states that in general, land is not depreciated; and

c. Perlakuan akuntansi terkait hak atas tanah yang sesuai dengan PSAK 73 yaitu jika substansi suatu hak atas tanah tidak mengalihkan pengendalian

atas aset pendasar dan hanya

memberikan hak untuk menggunakan aset pendasar tersebut selama suatu jangka waktu, maka substansi hak atas tanah tersebut adalah transaksi sewa.

c. c. Accounting treatment relating to land rights in accordance with PSAK 73, wherein the substance of land rights does not transfer control over the underlying asset and only gives the right to use of the underlying asset for a period of time, then, the substance of the land rights is a lease transaction.

Penerapan standar tersebut tidak

menimbulkan pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian tanggal 30 Juni 2021 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.

The adoption of the standard had

no significant impact to the consolidated financial statements as of June 30, 2021 and for the year then ended.

w. Peristiwa setelah periode pelaporan w. Events after reporting period

Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang

posisi Kelompok Usaha pada periode

pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika ada, diungkapkan

Events after the reporting period that provide additional information about the Group‟s position at the reporting period (adjusting events) are reflected in the consolidated financial statements. Events after the reporting period that are not adjusting events, if any, are disclosed when material to the

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha mensyaratkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas, serta pengungkapan liabilitas kontinjensi, pada akhir tahun pelaporan. Namun, ketidakpastian asumsi dan estimasi ini dapat menyebabkan hasil yang memerlukan penyesuaian material atas nilai tercatat aset atau liabilitas yang berdampak pada masa mendatang.

The preparation of the Group‟s consolidated financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. However, uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amounts of the assets or liabilities affected in future years.

a. Pertimbangan a. Judgments

Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha, manajemen telah membuat pertimbangan-pertimbangan berikut ini, yang terpisah dari estimasi dan asumsi, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian.

In the process of applying the Group‟s accounting policies, management has made the following judgments, apart from those including estimations and assumption, which have the most significant effect on the amounts recognized in the consolidated financial statements.

Penentuan mata uang fungsional Determination of functional currency

Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Kelompok Usaha adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban masing-masing entitas. Penentuan mata uang fungsional bisa membutuhkan pertimbangan karena berbagai kompleksitas, antara lain, suatu entitas dapat bertransaksi dalam lebih dari satu mata uang dalam aktivitas usahanya sehari-hari.

The functional currency of each of the entities under the Group is the currency of the primary economic environment in which each entity operates. Those currencies are the currencies that influence the revenues and costs of each of the respective entities. The determination of functional currency may require judgment due to various complexities, among others, the entity may transact in more than one currency in its daily business activities.

PSAK No. 10, "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing" mengharuskan manajemen untuk menggunakan pertimbangannya untuk menentukan mata uang fungsional entitas sedemikian rupa sehingga paling mewakili

dampak ekonomi dari transaksi yang

mendasari, peristiwa dan kondisi yang relevan dengan entitas.

PSAK No. 10, “The Effects of Changes in

Foreign Exchange Rates” requires

management to use its judgment to determine the entity‟s functional currency such that it most faithfully represents the economic effects of the underlying transactions, events and conditions that are relevant to the entity.

Dalam membuat keputusan ini, Perusahaan dan entitas anaknya mempertimbangkan hal-hal berikut:

In making this judgment, the Company and its subsidiary consider the following:

a. mata uang yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa (mata uang ini seringkali menjadi mata uang yang harga jual barang dan jasa didenominasikan dan diselesaikan)

a. a. the currency that mainly influences sales prices for goods and services (this will often be the currency in which sales prices for its goods and services are denominated and settled)

a. Pertimbangan (lanjutan) a. Judgments (continued)

Penentuan mata uang fungsional (lanjutan) Determination of functional currency

(continued) b. mata uang dimana dana dari aktivitas

pendanaan dihasilkan, dan

b. b. the currency in which funds from financing activities are generated; and c. mata uang dimana penerimaan dari

aktivitas operasi biasanya diperoleh.

c. c. the currency in which receipts from operating activities are usually retained. Dengan mempertimbangkan ketiga faktor ini,

manajemen berkeyakinan bahwa mata uang fungsional Perusahaan adalah Dolar AS dan mata uang fungsional Entitas Anak adalah dolar Hong Kong.

Considering these three factors, management believes that the functional currency of the Company is US Dollar and the functional currency of the Subsidiary is Hong Kong dollar.

Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Classification of financial assets and liabilities Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas

aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan pertimbangan bila definisi yang ditetapkan PSAK 71 (mulai 1 Januari 2020) dan PSAK 55 (sebelum 1 Januari 2020) terpenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan

akuntansi Kelompok Usaha seperti

diungkapkan dalam Catatan 2u.

The Group determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK 71 (from January 1, 2020) and PSAK 55 (before January 1, 2020). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Group‟s accounting policies disclosed in Note 2u.

Penilaian model bisnis Business model assessment

Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan

bergantung pada hasil „semata dari

pembayaran pokok dan bunga‟ (”SPPI”) dan uji model bisnis. Kelompok Usaha menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi

dan kinerjanya diukur, risiko yang

memengaruhi kinerja aset dan bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Kelompok Usaha memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang dihentikan

Classification and measurement of financial assets depends on the results of the SPPI

and the business model. The Group

determines the business model at a level that reflects how groups of financial assets are managed together to achieve a particular business objective. This assessment includes judgement reflecting all relevant evidence including how the performance of the assets is evaluated and their performance measured, the risks that affect the performance of the assets and how these are managed and how the managers of the assets are compensated.

The Group monitors financial assets

measured at amortized cost or fair value through other comprehensive income that are derecognized prior to their maturity to

a. Pertimbangan (lanjutan) a. Judgments (continued)

Penilaian model bisnis (lanjutan) Business model assessment (continued)

apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Kelompok Usaha atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama periode yang disajikan.

objective of the business for which the asset was held. Monitoring is part of the Group‟s

Dokumen terkait