• Tidak ada hasil yang ditemukan

perbaikan kinerja di masa mendatang.

BAB II

PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

A. Rencana Strategis 2015 – 2019

Rencana Strategis (renstra) Pengadilan Negeri Jantho 2015 – 2019 merupakan komitmen bersama dalam menetapkan kinerja perencanaan jangka menengah Pengadilan Negeri Jantho yang berisi tentang gambar sasaran atau kondisi hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun oleh Pengadilan Negeri Jantho beserta strategi yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran dengan kedudukan, tugas pokok, dan fungsi yang di amanahkan.

Selanjutnya Penyususnan Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan Negeri Jantho telah diselelaraskan dengan arah kebijakan dan program Direktorat Jenderal Badan Peradilan Mahkamah Agung RI dan Mahkamah Agung RI yang disesuaikan dengan RPJM Nasional Tahun 2015 – 2019 yang telah ditetapkan pemerintah, khususnya terkait dengan prioritas pembangunan di bidang hukum dan aparatur. Sebagai salah satu agenda utama pembangunan dalam RPJM 2015 – 2019, pembangunan bidang Hukum dan aparatur diarahkan melalui peningkatan kesadaran dan penegakan hukum dalam rangka tercapainya konsolidasi penegakan supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia serta kelanjutan penataan sistem hukum nasional melalui perbaikan tata kelola pemerintah yang baik (good governance). Untuk memberi gambaran subtansi mengenai Rencana Strategis (Restra) Pengadilan Negeri Jantho dapat diuraikan sebagai berikut :

1. VISI

Visi Badan Pengadilan Negeri Jantho adalah :

“Pelayanan Hukum yang prima, profesional, berkualitas dan mewujudkan Pengadilan Negeri bermartabat dan mandiri, demi terwujudnya Badan Peradilan Indonesia yang Agung”.

Adapun makna perkata dari Visi Pengadilan NegeriJantho tersebut adalah:

1. Prima mengandung makna Pengadilan Negeri Jantho memberikan pelayanan yang terbaik dan memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat pencari keadilan;

2. Profesioal mengandung makna Pengadilan Negeri Jantho menjalankan pekerjaannya sesuai dengan tuntutan profesi atau dengan kata lain memiliki kemampuan dan sikap sesuai dengan tuntutan profesinya;

3. Berkualitas mengandung makna Pengadilan Negeri Jantho memberikan pelayanan yang efektif dan efisien sehingga pelayanan yang diberikan secara tepat guna dan tepat waktu sesuai target yang ditetapkan;

4. Bermartabat mengandung makna bahwa Pengadilan Negeri Jantho menjalankan kehidupannya dalam kemulian akhlak, keluhuran budipekerti, iman dan taqwa, bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme sehingga mempunyai kedudukan yang sangat terhormat dan disegani masyarakat;

5. Mandiri mengandung makna bahwa Pengadilan Negeri Jantho dalam

melaksanakan tugas sehari-hari berada dalam keadaan dapat berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain serta mampu memberikan keputusan terhadap suatu masalah dalam usahanya

2. MISI

1. Mewujudkan rasa keadilan sesuai dengan undang-undang dan peraturan serta memenuhi rasa keadilan masyarakat.

2. Mewujudkan peradilan yang mandiri dan independent, bebas dari campur tangan pihak lain serta professional berdasarkan ilmu pengetahuan hukum.

3. Memperbaiki akses pelayanan di bidang peradilan kepada masyarakat yang prima, transparan, adil dan bermanfaat.

4. Mewujudkan institusi peradilan yang efektif, efisien, bermartabat dan dihormati.

5. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Pengadilan Negeri Jantho yang bermartabat, integritas dan dedikasi dalam mewujudkan visi Pengadilan Negeri Jantho

3. TUJUAN

1. Mewujudkan Pengadilan Negeri Jantho sebagai lembaga penegak hukum yang bersih dan berwibawa dengan diterapkannya system peradilan yang sederhana, cepat, transparan dan akuntabel.

2. Mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan public terhadap masyarakat pencari keadilan.

3. Mewujudkan Birokrasi yang modern dengan mengedepankan dimensi independesi, integritas dan budaya pada Pengadilan Negeri Jantho

4. SASARAN STRATEGIS

1. Peningkatan kinerja penyelesaian perkara tingkat pertama.

2. Peningkatan tertib administrasi perkara 3. Peningkatan kualitas SDM.

4. Peningkatan kualitas pengawasan

5. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice).

6. Peningkatan dukungan manajemen dalam pelaksanaan tupoksi Pengadilan Negeri Jantho.

7. Peningkatan sarana prasarana dalam menunjang pelaksanaan tupoksi pengadilan Negeri Jantho.

Untuk memudahkan dalam pengukuran dan keberhasilan dan menjelaskan kualitas antara Tujuan, sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama selama tahun 2015 – 2016 dapat dideskripsiakn sebagai berikut :

TUJUAN STRATEGIS

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA

Mewujudkan Pengadilan Negeri Jantho sebagai lembaga penegak hukum yang bersih dan berwibawa

1. Peningkatan kinerja

penyelesaiana perkara pada Pengadilan Negeri Jantho

1.1

1.2

1.3

1.4

1.5

Prosentase sisa perkara yang diselesaikan

Prosentase perkara yang diselesaikan

Prosentase perkara yang diputus tingkat pertama kurang dari 6 (enam) bulan

Prosentase perkara yang di minutasi

Prosentase putusan tingkat pertama yang kasasi

2 Peningkatan tertib administrasi perkar pada Pengadilan Negeri Jantho

2.1

2.2

Prosentase berkas yang di register dan siap didistribusikan ke Majelis

2.3

Prosentase ketepatan laporan perkara yang di buat

Prosentase berkas perkara yang masuk box arsip

3 Peningkatan kualitas

pengawasan pada Pengadilan Negeri Jantho

3.1

3.2

3.3

Prosentase pengaduan yang di tindak lanjuti

Prosentase temuan yang di tindak lanjuti

Prosentase pelaksanaan sistem pengedalian internal

Mewujudkan Peningkatan kualitas pelayanan publik terhadap masyarakat pencari keadailan

1 Peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap Pengdailan Negeri Jantho

1.1 Prosentase Putusan yang di publikasikan

Mewujudkan birokrasi yang modern dengan mengedepankan dimensi

independensi, integritas dan budaya pada Pengadilan Negeri Jantho

1 Peningkatan kualitas SDM pada Pengadilan Negeri Jantho

1.1

1.2

Prosentase pembinaa Teknis Yustisial

Prosentase pembinaan non Yustisial

2 Peningkatan Dukungan manajemen dalam pelaksanaan tupoksi Pengadilan Negeri Jantho

2.1

2.2

2.3

2.4

Prosentase realisasi Pelaksanaan anggaran layanan perkantoran dalam satu tahun anggaran Prosentase ketepatan

penyelesaian laporam keuangan yang di buat

Prosentase ketepatan pelayanan administrasi kepegawaian yang di laksanakan

Prosentase ketepatan

penyelesaian laporan BMN yang dibuat

3 Peningkatan sarana prasarana dalam menunjang pelaksanaan tupoksi Pengadilan Negeri Jantho

3.1 Prosentase realisasi pelaksanaan anggaran pengadaan dalam satu tahun anggaran

Indikator Kinerja Utama (IKU)

Pengadilan Negeri Jantho telah menerapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai ukuran keberhasilan dalm mencapai sasaran strategis Organisasi. Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) telah mengacu pada Rencana Strategis (Restra) Pengdilan Negeri Jnatho dan RPJM 2015 -2019 sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Pengadilan Negeri Jantho No. W1.U18/718/KP.04.6/I/2015 tanggal 28 Januari 2015. Indakator Kinerja Utama ditetapkan dengan memperhatikan indikator-indikator kinerja yang ada pada Rencana Strategis 2015 – 2019 Pengadilan Negeri Jantho. Adapun Indikator Kinerja Utama sebagai berikut :

NO Kinerja Utama

Indikator Kinerja Utama

Penjelasan Penanggung Jawab

Sumber Dana

1 Peningkatan Kinerja Penyelesaian Perkara Tingkat Pertama

a Prosentase sisa perkara yang diselesaikan

a Perbandingan antara sisa perkara yang di minutasi dengan jumlah sisa perkara

Panitera Pengadilan Tingkat Pertama

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

b Prosentase perkara yang diselesaikan

b Perbandingan anatra perkara yang diminutasi dengan jumlah perkara

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

c Prosentase perkara yang diputus Tingkat Pertama kurang

c Perbandingan perkara yang diputus kurang ari 6 (enam) bulan dengan

Panitera Pengadilan Tingkat Pertama

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

dari 6 (enam) bulan

perkara yang diputus lebih dari 6 (enam) bulan

d Prosentase perkara yang diminutasi

d Perbandingan perkara yang putus telah diminutasi dan yang belum diminutasi

Panitera Pengadilan Tingkat Pertama

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

e Prosentase putusan Tingkat Pertama yang tidak banding

e Perbandingan antra perkara yang diputus pada tingkat pertama dengan perkara yang dimohonkan

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

2 Peningkatan Tertib Administrasi Perkara

a Prosentase berkas yang diregister dan siap

didistribusikan ke Majelis

a Perbandingan antara berkas perkara yang diterima Pengadilan Tingkat Pertama dengan berkas perkara yang didistribusikan

Panitera Pengadilan Tingkat Pertama

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

b Prosentase ketepatan laporan perkara yang di buat

b Perbandingan antara standar operasional prosedur laporan perkara dengan ketepatan penyelesaian laporan perkara

Panitera Pengadilan Tingkat Pertama

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

yang telah di susun c Prosentase

berkas perkara yang masuk box arsip

c Perbandingan jumlah perkara yang sudah diminutasi dengan jumlah perkara yang masuk di box

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

3 Peningkatan Kualitas SDM

a Prosentase Pembinaan teknis Yustisial

a Perbandingan antara SDM yang mengikuti bimbingan teknis dengan jumlah rill yang mengikuti

Sekretaris Pengadilan Tingkat Pertama

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

b Prosentase Pembinaan Non Yustisial

b Perbandingan antara SDM yang mengikuti bimbingan teknis dengan jumlah rill yang mengikuti

Sekretaris Pengadilan Tingkat Pertama

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

4 Peningkatan kualitas

a Perbandingan jumlah

pengaduan yang di tindak lanjuti mengenai perilaku aparatur

peradilan (teknis dan non teknis) dengan jumlah pengaduan yang di laporkan

Tim Pengawas Pengadilan Tingkat Pertama

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

b Prosentase temuan hasil pemeriksaan yang di tindaklanjuti

b Perbandingan jumlah temuan yang di tindaklanjuti hasil

pengawasan internal (Tim Pengawasan Pengadilan Tingkat Pertama) dan eksternal

pengawasan dari Pengadilan Tingkat Banding dengan temuan yang di laporkan

Tim Pengawas Pengadilan Tingkat Pertama

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

c Prosentase pelaksanaan sistem pengendalian internal

c Perbandingan antara SOP sistem pengendalian internal dengan sistem

pengendalian internal yang telah

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

5 Peningkatan Aksesibilitas putusan yang dipublikasikan

a Perbandingan putusan perkara yang sudah diminutasi dan dapat di download website Pengadilan Tingkat Pertama

Panitera Pengadilan Tingkat Pertama

Laporan Bulanan Laporan Tahunan

(sesuai SK KMA NO 144 th 2007 tentang keterbukaan informasi peradilan) dengan perkara yang diputus 6 Peningkatan

Dukungan Negeri Jantho

a Prosentase tahun anggaran

a Perbandingan antara jumlah anggaran yang tersedia dengan realisasi kebutuhan pegawai dalam pelaksanaan tupoksi Pengadilan Negeri Jantho

Sekretaris keuangan yang di buat

b Perbandingan antara SOP laporan keuangan dengan ketepatan penyelesaian laporan keuangn yang telah di

c Perbandingan antara jumlah layanan administrasi kepegawaian dengan layanan administrasi

kepegawaian yang telah di laksanakan d Prosentase

ketepatan penyelesaian laporan BMN yang di buat

d Perbandingan antara SOP laporan BMN dengan ketepatan penyelesaian laporan BMN yang telah di

Laporan BMN

7 Peningkatan Sarana Negeri Jantho

a Prosentase realisasi pelaksanaan anggaran pengadaan dalam satu tahun anggaran

a Perbandingan jumlah anggaran yang tersedia dalam satu tahun anggaran

dengan realisasi pelaksanaan kegiatan

pengadaan yang ada Laporan BMN Dan

Dokumen Pengadaan

B. Rencana Kinerja Tahunan 2016

Pengadilan Negeri Jantho dalam melaksanakan Rencana Startegi (Renstra) 2015 – 2019 menguraikan dalam pelaksanaan ke dalam Rencana Kinerja Tahunan. Adapun untuk Rencana Kinerja Tahunan 2016 sebagai berikut :

NO Sasaran Startegi Indikator Kinerja Target

1 Peningkatan Kinerja

Penyelesaian perkara tingkat Pertama

a Prosentase sisa perkara yang diselesaikan

100 %

b Prosenatse Perkara yang diselesaikan

100 %

c Prosentase perkara yang diputus tingkat banding kurang dari 6 (enam) bulan

100 %

d Prosentase perkara yang di minutasi

100 %

e Prosentase perkara yang tidak banding

80 %

2 Peningkatan tertib administrasi perkara

a Prosentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis

100 %

b Prosentase ketepatan laporan perkara yang dibuat

100 %

c Prosentase berkas perkara yang masuk box arsip

100 %

3 Peningkatan Kualitas SDM a Prosentase Pembinaan Teknis Yustisial

100 %

b Prosentase Pembinaan Teknis Non Yustisial

100 %

4 Peningkatan Kualitas Pengawasan

a Prosentase pengaduan yang di tindaklanjuti

100 %

b Prosentase temuan hasil

pemeriksaan yang di tindaklanjuti

100 %

c Prosentase pelaksanaan sistem pengendalian internal

100 %

5 Peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice)

a Prosentase putusan tingkat pertama yang di publikasikan

100 %

6 Peningkatan Dukungan Manajemen Dalam Pelaksanaan Tupoksi Pengadilan Negeri Jantho

a Prosentase realisasi pelaksanaan anggaran layanan perkantoran dalam satu tahun anggran

100 %

b Prosentase katapatan

penyelesaian laporan keuangn yang di buat

100 %

c Prosentase ketepatan pelayanan adminsitrasi kepegawaian yang dilaksanakan

100 %

d Prosentase ketepetan

penyelesaian laporan BMN yang dibuat

100 %

7 Peningkatan sarana dan prasarana dan prasarana dalam menunjang pelaksanaan tupoksi Pengadilan Negeri Jantho

a Prosentase realisasi pelaksanaan anggaran pengadaan dalam satu tahun anggaran

100 %

C. Penetapan Kinerja Tahun 2016

Penetapan Kinerja adalah pernyataan komitemen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Penetapan Kinerja yang dibuat berdasarkan pada Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 dan Peraturan Meneteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010.

Adapun tujuan adanya Penetapan Kinerja anatra lain adalah meningkatkan akuntanbilitas, tranparansi dan Kinerja aparatur, sebagai wujud nyata komitmen anatra penerima amanah dengan pemberi amanah, sebagai dasar penilaian keberhasilan / kegagalan penacapaian tujuan dan sasaran organisasi, menciptakan tolak ukur kinerja sebagi dasar evaluasi kinerja aparatur, dan sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan atau sanksi.

Pengadilan Negeri Jantho telah membuat Penetapan Kinerja Tahun 2016 sesuai dengan kedudukan, tugas pokok dan fungsinya. Penetapan Kinerja ini mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan Negeri Jantho dan RPJM 2015 – 2016. Adapun Penetapan Kinerja Pengadilan Negeri Jantho tahun 2016 adalah sebagai berikut :

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target 1 Peningkatan Kinerja

penyelesaian Perkara tingkat Pertama

a Prosentase sisa perkara yang diselesaikan

100 %

b Prosentase perkara yang diselesaikan

100 %

c Prosentase perkara yang di putus tingkat pertama kurang dari 6 (enam) bulan

100 %

d Prosentase perkara yang diminutasi

100 %

e Prosentase putusan tingkat pertama yang tidak banding

80 %

2. Peningkatan tertib administrasi perkara

a Prosentase berkas yang di register dan siap di distribusikan ke Majelis

100 %

b Prosentase ketepatan laporan perkara yang dibuat

100 %

c Prosentase berkas perkara yang masuk box arsip

100 %

3 Peningkatan kualitas SDM a Prosentase Pembinaan Teknis Yustisial

100 %

b Prosentase pembinaan Teknis Non Yustisial

100 %

4 Peningkatan kualitas pengawasan

a Prosentase pengaduan yang di tindaklanjuti

100 %

b Prosentase temuan hasil pemeriksaan yang di tindaklanjuti

100 %

c Prosentase pelaksanaan sistem pengendalian internal

100 %

5 Peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice)

a Prosentase putusan tingkat pertama yang dipublikasi

100 %

6 Peningkatan dukungan manajeman dalam pelaksanaan tupoksi Pengadian Negeri Jantho

a Prosentase realisasi

pelaksanaan anggaran layanan perkantoran dalam satu tahun anggaran

100 %

b Prosentase ketepatan penyelesaian laporan keuangan yang dibuat

100 %

c Prosentase ketepatan pelayanan administrasi kepegawaian yang di laksanakan

100 %

d Prosentase ketepatan penyelesaian laporan BMN yang dibuat

100 %

7 Peningkatan sarana dan prasarana dalam

menunjang pelaksanaan tupoksi Pengadilan Negeri Jantho

a Prosentase realisasi pelaksanaan anggaran pengadaan dalam satu tahun anggaran

100 %

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. Pengukuran Kinerja.

Pengukuran capapan kinerja Pengadilan Negeri Jantho tahun 2016 dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator sasaran yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kin erja Pengadilan Negeri Jantho tahun 2016 dengan realisasinya.

Adapun capaian kinerja Pengadilan Negeri Jantho tahun 2016 berdasarkan pengukurannya dapat diuraikan sebagai berikut :

NO SASARAN

INDIKATOR KINERJA

URAIAN TARGET REALISASI CAPAIAN

% 1. Peningkatan

kinerja penyelesaian perkara tingkat pertama

a. Prosentase sisa perkara

yang diselesaikan 100% 100% 100%

b. Prosentase perkara yang

diselesaikan 100% 96% 96%

c. Prosentase perkara yang diputus tingkat pertama

kurang dari 6 (enam) bulan 100% 95,8% 95,8%

d. Prosentase perkara yang

diminutasi 100% 97,4% 97,4%

e. Prosentase putusan tingkat pertama yang tidak mengajukan upaya banding

80% 85,3% 85,3%

2. Peningkatan tertib administrasi perkara

a. Prosentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis

100% 100% 100%

b. Prosentase ketepatan

laporan perkara yang dibuat 100% 100% 100%

c. Prosentase berkas perkara

yang masuk box arsip 100% 92,8% 92,8%

3. Peningkatan kualitas SDM (Sumber daya manusia)

a. Prosentase pembinaan

Teknis Yustisial. 100% 100% 100%

b. Prosentase pembinaan

Teknis Non Yustisial. 100% 100% 100%

4. Peningkatan a. Prosentase pengaduan

100% 0% 0%

pengawasan lanjuti

b. Prosentase temuan hasil pemeriksaan yang ditindak lanjuti.

100% 100% 100%

c. Prosentase pelaksanaan sistem pengendalian internal

100% 100% 100%

5. Peningkatan aksesibilitas

Prosentase putusan yang dipublikasikan

100% 92,4% 92,4%

6. Peningkatan dukungan Negeri Jantho

a. Prosentase realisasi pelaksanaan anggaran layanan perkantoran dalam satu tahun anggaran

100% 83,94% 83,94%

b. Prosentase ketetapan penyeleaian laporan keuangan yang dibuat

100% 100% 100%

c. Prosentase ketepatan pelayanan administrasi kepegawaian yang dilaksanakan

100% 100% 100%

d. Prosentase ketepatan penyelesaian laporan BMN

yang dibuat 100% 80% 80%

7. Peningkatan sarana dan Negeri Jantho

Prosentase realisasi pelaksanaan anggaran pengadaan dalam satu

tahun anggaran 100% 99,68% 99,68%

B. Analisis Akuntabilitas Kinerja.

Sasaran Strategis 1 : Peningkatan Kinerja Penyelesaian Perkara Tingkat Pertama.

Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut :

No. Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

%

1 2 3 4 5

1 Prosentase sisa perkara yang diselesaikan 100% 100% 100%

2 Prosentase perkara yang diselesaikan 100% 96% 96%

3 Prosentase perkara yang diputus tingkat

pertama kurang dari 6 (enam) bulan 100% 95,8% 95,8%

4 Prosentase perkara yang diminutasi 100% 97,4% 97,4%

5 Prosentase putusan tingkat pertama yang

tidak mengajukan upaya banding 80% 85,3% 85,3%

Analisis untuk capaian indikator-indikator kinerja sasaran ini adalah sebagai berikut : 1. Tingkat capaian indikator kinerja prosentase sisa perkara yang diselesaikan pada tahun

2016 telah memenuhi target. Dalam penjelasan Laporan Tahunan tersebut telah diuraikan bahwa sisa perkara tahun 2015 sebanyak 44 Perkara dan telah diselesaikan pada tahun 2016. Sehingga pencapaian target kinerja pada indikator kinerja prosentase sisa perkara yang diselesaikan pada tahun 2016 terpenuhi 100%. Dan hal ini berbanding sama dengan pencapaian target kinerja pada indikator kinerja prosentase sisa perkara yang diselesaikan pada tahun 2015, hal ini dikarenakan sisa perkara tahun sebelumnya akan menjadi prioritas untuk diselesaikan pada awal tahun berikutnya. Adapun data keadaan perkara tahun 2015 dapat dilihat pada table berikut :

KEADAAN PERKARA TAHUN 2015

Jenis Perkara Sisa Awal Diterima Putus Sisa Akhir

1 2 3 4 5

Gugatan Perdata

2 16 11 7

Permohonan Perdata

1 58 58 1

Pidana Biasa

48 294 306 36

Pidana Pra Peradilan 0 1 1 0

Pidana Cepat

0 7 7 0

PIdana Lalu Lintas

0 1.108 1.108 0

Berdasarkan data-data di atas, maka pencapaian target kinerja pada indikator kinerja prosentase sisa perkara yang diselesaikan pada tahun 2015 dapat terpenuhi sebesar 100%. Dan hal tersebut berbanding sama dengan pencapaian target kinerja pada indikator kinerja prosentase sisa perkara yang diselesaikan pada tahun 2016.

Sebagaimana table dan grafik berikut :

Indikator Kinerja Pencapaian Target Kinerja Kenaikan/

Penurunan

2013 2014 2015 2016

Prosentase sisa

perkara yang

diselesaikan

100% 100% 100% 100%

TAHUN 2013 2014 2015 2016

Sisa Perkara 65 38 51 44

0 10 20 30 40 50 60 70

2013 2014 2015 2016

SISA PERKARA SISA PERKARA DIPUTUS

2. Tingkat capaian indikator kinerja Prosentase perkara yang diselesaikan pada tahun 2016 tidak memenuhi target sebesar 100% dari jumlah perkara yang diterima (1.588 perkara), sedangkan realisasi penyelesaian perkara tahun 2016 sebesar 96% (1.525 perkara).

Pencapaian target kinerja pada indikator kinerja Prosentase perkara yang diselesaikan pada tahun 2016 tidak terpenuhi dikarenakan adanya putusan sela (pemeriksaan tambahan pada Pengadilan Negeri Jantho) dan perkara diterima pada akhir tahun.

Adapun data penyelesaian perkara tersebut dapat dilihat pada table berikut :

Jenis Perkara Sisa Awal Diterima Putus Sisa Akhir

1 2 3 4 5

Gugatan Perdata

7 18 13 12

Permohonan Perdata

1 113 114 0

Pidana Biasa

36 251 237 50

Pidana Pra Peradilan

0 1 1 0

Pidana Anak

0 11 10 1

Pidana Cepat

0 3 3 0

Pidana Lalu Lintas

0 1.150 1.150 0

Berdasarkan data-data di atas, maka pencapaian target kinerja pada indikator kinerja prosentase perkara yang diselesaikan pada tahun 2016 tidak dapat terpenuhi sebesar 100%. Pencapaian target pada indikator kinerja Prosentase perkara yang diselesaikan pada tahun 2016 berbanding sama Pencapaian target pada indikator kinerja Prosentase perkara yang diselesaikan pada tahun 2015 yaitu sebesar 96%. Pencapaian pada tahun 2013, tahun 2014 tahun 2015 dan tahun 2016. Lihat table dan grafik berikut ini :

No Tahun Sisa Awal Diterima Putus Sisa Akhir

1 2 3 4 5 6

1 2013 65 2.649 2.676 38

2 2014 38 1.153 1.107 51

3 2015 51 1.484 1.488 44

4 2016 44 1.547 1.528 63

3. Tingkat capaian indikator kinerja prosentase perkara yang diputus tingkat pertama kurang dari 6 (enam) bulan pada tahun 2016 tidak memenuhi target sebesar 100%, namun hanya tercapai 95.8%. Sebagaimana table berikut :

Sisa Awal Diterima

Jangka Waktu Penyelesaian

< 3 Bulan >3 bulan s/d 5 Ket

bulan >5 bulan

1 2 3 4 5 6

44 1.544 1.486 36 6

Penyelesaian perkara kurang dari 6 (enam) bulan pada tahun 2016 hanya terealisasi sejumlah 1.522 perkara atau sebesar 95.8%. Sehingga pencapaian target kinerja pada indikator kinerja prosentase perkara yang diputus tingkat pertama kurang dari 6 (enam) bulan pada tahun 2016 tidak dapat tercapai. Oleh karena adanya putusan sela, dimana pada putusan sela tersebut memerintahkan pengadilan tingkat pertama untuk mengadakan pemeriksaan tambahan dan memakan waktu yang relative lama.

Pencapaian target kinerja pada indikator kinerja prosentase perkara yang diputus tingkat pertama kurang dari 6 (enam) bulan mengalami kenaikan sebesar 3,2% jika

0 500 1000 1500 2000 2500 3000

2013 2014 2015 2016

Sisa Awal Diterima Putus Sisa Akhir

diperbandingkan dengan tahun 2015. Adapun perbandingannya dapat dilihat pada table dan grafik berikut :

No. Tahun Sisa

Awal Diterima

Jangka Waktu Penyelesaian

< 3 Bulan Ket

>3 bulan s/d 5 bulan

>5 bulan

1 2 3 4 5 6 7 8

1 2013 65 2.649 2.633 18 12

2 2014 38 1.153 1.081 38 13

3 2015 51 1.484 1.405 17 3

4 2016 44 1.544 1.486 36 6

4. Tingkat capaian indikator kinerja prosentase perkara yang diminutasi pada tahun 2016 tidak memenuhi target sebesar 100%. Tidak tercapainya target kinerja pada indikator kinerja tersebut diatas, dapat dilihat dalam Laporan Tahunan Pengadilan Negeri Jantho tahun 2016, sebagaimana table berikut ini :

0 500 1000 1500 2000 2500 3000

2013 2014 2015 2016

Sisa Awal Diterima

< 3 Bulan

>3 bulan s/d 5 bulan

>5 bulan

Sisa tahun 2015

Perkara putus tahun

2016

Jumlah Telah diminutasi

Belum

diminutasi Ket.

1 2 3 (1+2) 4 5 6

2016 76 1.528 1.604 1.563

Dalam laporan tahunan tersebut diatas dijelaskan bahwa jumlah perkara yang diputus pada tahun 2016 sebanyak 1.528 perkara dan telah diminutasi sebanyak 1.604 perkara.

Dan hal tersebut jika dibandingkan dengan pencapaian target kinerja pada indikator kinerja prosentase perkara yang diminutasi pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 2.2%, karena pencapaian target kinerja pada indikator kinerja prosentase perkara yang diminutasi pada tahun 2016 sebesar 97.4%. Hal tersebut dapat dilihat pada table dan grafik berikut :

No. Tahun Sisa

tahun lalu

Perkara

putus Jumlah Telah diminutasi

Belum

diminutasi Ket.

1 2 3 4 5 (3+4) 6 7 8

1 2013 63 2.676 2.739 2.670 69

2 2014 69 1.107 1.176 1.030 146

3 2015 146 1.488 1.634 1.558 76

4 2016 76 1.528 1.604 1.563 41

5. Tingkat capaian indikator kinerja prosentase putusan tingkat pertama yang tidak mengajukan upaya banding pada tahun 2016 telah memenuhi target. Hal tersebut dikarenakan target perkara yang tidak mengajukan upaya banding sebesar 80% dari yang diputus (260 perkara) yaitu sejumlah 38 perkara yang mengajukan banding.

Namun demikian pada tahun 2016 ini realisasi yang tidak mengajukan upaya banding sejumlah 222 perkara atau sebesar 85.3%, sebagaimana tergambar pada table berikut ini :

80% dari perkara diputus tahun 2016

Perkara tidak banding ket

1 2 3

208 222

Perkara banding dihitung berdasarkan perhitungan perkara pidana biasa, pidana anak dan perkara Gugatan perdata

0 500 1000 1500 2000 2500 3000

2013 2014 2015 2016

Sisa tahun Sebelumnya Perkara putus

Jumlah

Telah diminutasi Belum diminutasi

Dengan demikian, pencapaian target kinerja pada indikator kinerja prosentase putusan tingkat pertama yang tidak mengajukan upaya banding pada tahun 2016 telah memenuhi target (perbandingan target perkara tidak banding 2016 dengan target realisasi perkara yang tidak banding). Jika dibandingkan dengan pencapaian target kinerja pada indikator kinerja prosentase putusan tingkat pertama yang tidak mengajukan upaya banding pada tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 6,1% dari tahun 2015. Perbandingannya dapat dilihat pada table dan grafik berikut :

No. Tahun

80% dari perkara diputus tahun

berjalan

Perkara tidak

banding ket

1 2 3 4 5

1 2013 240 280 Perkara banding (pidana

biasa dan perkara Gugatan perdata)

2 2014 217 185

3 2015 251 287

4 2016 208 222

Grafik : Perkara diputus dan tidak banding.

0 50 100 150 200 250 300

80% dari perkara diputus tahun berjalan

Perkara tidak banding

Sasaran Strategis 2 : Peningkatan tertib administrasi perkara.

Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut :

No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian %

1 2 3 4 5

1 Prosentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis

100% 100% 100%

2 Prosentase ketepatan laporan perkara yang dibuat

100% 100% 100%

3 Prosentase berkas perkara

yang masuk box arsip 100% 92,8% 92,8%

1. Tingkat capaian indikator kinerja prosentase berkas yang diregistrasi dan siap didistribusikan ke Majelis pada tahun 2016 memenuhi target sebesar 100%. Perkara yang diterima pada tahun 2016 sejumlah 1.547 perkara, semua telah diregistrasi dan

1. Tingkat capaian indikator kinerja prosentase berkas yang diregistrasi dan siap didistribusikan ke Majelis pada tahun 2016 memenuhi target sebesar 100%. Perkara yang diterima pada tahun 2016 sejumlah 1.547 perkara, semua telah diregistrasi dan

Dalam dokumen AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Halaman 10-78)

Dokumen terkait