• Tidak ada hasil yang ditemukan

6.1. Kesimpulan

Iklan melalui media massa telah membentuk stereotype mengenai laki-laki dan perempuan seolah telah ada standar bagaimana laki-laki dan perempuan harus berperilaku.

1. Iklan produk khusus laki-laki seringkali menampilkan adegan yang berkaitan dengan fisik seperti olahraga untuk menekankan citra maskulin. Iklan juga menciptakan kebutuhan baru bagi laki-laki yang kini telah menjadi gaya hidup, seperti perlunya mengkonsumsi suplemen untuk

menambah massa otot dan perlunya merawat diri. Dengan adanya label “for

men” pada kemasan produk perawatan, akan wajar bagi laki-laki untuk

menggunakan produk tersebut tanpa mengurangi sisi maskulin mereka. Iklan juga kerap menggambarkan laki-laki metroseksual yang lekat dengan gaya hidup metropolis dengan berbagai aktivitas olahraga, baik indoor maupun outdoor, dan clubbing.

2. Iklan produk khusus perempuan kerap menanamlan bahwa penampilan merupakan hal utama. Kecantikan seorang perempuan yang digambarkan dalam iklan begitu sempurna membuat perempuan merasa tak pernah puas

116

dan ingin menggunakan berbagai produk perawatan serta mengkonsumsi berbagai produk yang diiklankan. Selain itu, gambaran perempuan mulai bergeser dari lekat dengan urusan rumah tangga menjadi perempuan modern yang bekerja, menghabiskan waktu di luar rumah, dan memiliki keinginan untuk menikmati hidup. Iklan menampilkan berbagai kegiatan yang dapat menjadi pilihan bagi perempuan seperti berolahraga, menari, clubbing, berbelanja, bahkan melakukan latihan bela diri.

3. Dengan berbagai tanda yang ditampilan, iklan seolah mendiktekan gaya hidup masyarakat dengan memberikan gambaran bagaimana seseorang harus berpenampilan, apa yang perlu dikonsumsi, bagaimana cara mengisi waktu luang, dan lain-lain. Iklan seringkali menggambarkan kemampuan produknya yang seolah-olah begitu dahsyat tetapi dikemas serealistis mungkin. Iklan juga selalu memunculkan kebutuhan baru bagi masyarakat. Apa yang telah dikonsumsi selama ini seolah tidaklah cukup, iklan terus menerus menampilkan masalah baru dengan produk mereka sebagai solusinya. Produk yang diiklankan seakan begitu penting dan harus dimiliki. Tak jarang seseorang menjadi konsumtif dan membeli barang tanpa bisa membedakan mana produk yang memang dibutuhkan dan mana yang tidak. 6.2. Saran

Para penikmat media sebaiknya lebih jeli dalam menikmati apa yang ditampilkan oleh iklan. Perlu diingat bahwa pada dasarnya iklan bertujuan untuk menjual produknya. Oleh karena itu, jangan sampai mudah terpengaruh begitu saja sehingga mengkonsumsi suatu produk tanpa memikirkan kemampuan dan kebutuhan sebenarnya.

117

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Baran, J. Stanley & Dennis K. Davis. 2003. Mass Communication Theory: Foundation, Ferment, and Future. Ontario: Wadsworth Thomson Learning. Bungin, Burhan. 2013. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media

Group.

Emzir. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif: Analisis Data. Jakarta: Rajawali Pers.

Hoed, Benny H., 2014. Semiotik & Dinamika Sosial Budaya. Depok: Komunitas Bambu.

Kriyantono, Rachmat. 2012. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Selby, Keith dan Ron Coedery. 1995. How to Study Television. London: Mc Millisan.

Sobur, Alex. 2013. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Suyanto, Bagong. 2013. Sosiologi Ekonomi: Kapitalisme dan Konsumsi di Era

Masyarakat Post-Modernisme. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Vera, Nawiroh. 2014. Semiotika dalam Riset Komunikasi. Bogor: Ghalia

Indonesia.

Wibowo, Indiwan Seto Wahyu. 2013. Semiotika Komunikasi. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Widyatama, Rendra. 2009. Pengantar Periklanan. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.

Widyatama, Rendra. 2011. Teknik Menulis Naskah Iklan. Yogyakarta: Cakrawala.

Jurnal dan Skripsi

Alfitri. 2007. Budaya Konsumerisme Masyarakat Perkotaan. Majalah Empirika, Volume IX, No: 01, 2007.

118

Andriani , Tuti. 2011. Media Massa dan Konstruksi Gaya Hidup Perempuan. Jurnal Marwah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Pusat Studi Gender dan Anak Volume 10 Nomor 2.

Ariyani, Risky. 2013. Perempuan dalam Kotak Ajaib. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Arviani, Heidy. 2013. Budaya Global dalam Industri Budaya: Tinjauan Madzhab Frankfurt Terhadap Iklan, Pop Culture, dan Industri Hiburan. Global & Policy Vol.1, No.2, Juli - Desember 2013.

Fitryarini, Inda. 2009. Iklan Dan Budaya Popular: Pembentukan Identitas Ideologis Kecantikan Perempuan oleh Iklan di Televisi. Jurnal ILMU KOMUNIKASI VOLUME 6, NOMOR 2, Desember 2009.

Hamidah, Lilik dan Chalimatus Sa’diyyah. 2011. Analisis Simbol Iklan Rokok Dji

Sam Soe Gold Edisi halus dan Mantap. Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 1, No.2, Oktober 2011.

Handoko, Tri. 2004. Metroseksualitas dalam Iklan Sebagai Wacana Gaya Hidup Posmodern. Jurnal NIRMANA Vol. 6, No. 2, Juli 2004.

Kurnia, Novi. 2004. Representasi Masklinitas dalam Iklan. Jurnal: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Volume 8, Nomor 1, Juli 2004.

Marlianti, Nelly dan Ade Suryani. 2012. Representasi Tubuh Perempuan Dalam Rubrik Kecantikan Di Majalah Femina Edisi Mei 2011. Jurnal

Komunikologi Volume 9 Nomor 2, September 2012.

Murwani, Endah. 2010. Konstruksi ’Bentuk Tubuh Perempuan’ Dalam Iklan Televisi. Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume II, Nomor 1, Juni 2010.

Rosalina. 2012. Maskulinitas pada Iklan Televisi. Skripsi. Universitas Indonesia. Syahrela, Riza. 2006. Representasi Gaya Hidup dalam Iklan Televisi. Skripsi.

Universitas Indonesia.

Yasir. 2012. Paradigma Komunikasi Kritis: Suatu Alternatif Bagi Ilmu Komunikasi. Jurnal Ilmu Komunikasi; Vol 1, No 01 (2012).

Internet

Aruman, Edhy. Pasar Produk Perawatan Pria Indonesia Memang Seksi. 3 Juni 2015. http://mix.co.id/brand-insight/research/pasar-produk-perawatan-pria- indonesia-memang-seksi/

desainlogodesign.com. Survey Nielsen: Produk Premium dan Fast Moving Comsumer Goods Paling Laris. 3 Juni 2015.

http://desainlogodesign.com/produk-premium-dan-fast-moving-comsumer- goods-paling-laris-berdasarkan-survey-ac-nielsen-2049.html

119

Garnier Men Acno Fight. 22 Mei 2015. http://www.garnier.co.id/perawatan- wajah/beauty/garnier/acno-fight/6-in-1-anti-acne-foam.

Garnier Pure Active. 22 Mei 2015. http://www.garnier.co.id/perawatan- wajah/beauty/garnier/pure-active-6-in-1/6in1-multi-action-foam Imanto, Teguh. Pengaruh Iklan Televisi dalam Pencitraan Gaya Hidup. 20

Desember 2014. http://www.esaunggul.ac.id/article/pengaruh-iklan-televisi- dalam-pencitraan-gaya-hidup/

Karimuddin, Amir. Prediksi Belanja Iklan Digital di Indonesia Tahun 2015. 3 Juni 2015. https://dailysocial.net/post/prediksi-belanja-iklan-digital-di-indonesia- tahun-2015

L-Men Gain Mass. 22 Mei 2015. http://www.l-men.com/l-men-gainmass/ Rexona Men Invisible Dry. 22 Mei 2015.

https://www.youtube.com/watch?v=hGFbxk5Pb-o

http://www.rexona.co.id/produk/varian/911559/rexona-men-invisible-dry Rexona Women Invisible Dry. 22 Mei 2015.

http://www.rexona.co.id/produk/wanita

http://www.rexona.co.id/produk/varian/911590/rexona-women-invisible-dry WRP Limited Edition22 Mei 2015.

http://www.nutrimart.co.id/wrp-nutritious-drink-choco-cereal https://www.youtube.com/user/WRPcrew

Video

Garnier Men Acno Fight. 4 Februari 2015.

https://www.youtube.com/watch?v=oUODWKcrno0 https://www.youtube.com/user/GarnierMenIndonesia Garnier Pure Active. 10 November 2014.

https://www.youtube.com/watch?v=fMKLyrMKKFw https://www.youtube.com/user/GarnierIndonesia L-Men Gain Mass. 4 Februari 2015.

https://www.youtube.com/watch?v=oL-CPrF9fsE https://www.youtube.com/user/LmenCrew

Rexona Men Invisible Dry 4 Februari 2015.

https://www.youtube.com/watch?v=hGFbxk5Pb-o

https://www.youtube.com/channel/UC5agC9K8ESk2jx0ElOjR89w Rexona Women Invisible Dry. 4 Februari 2015.

https://www.youtube.com/watch?v=itXfIR9fGMU https://www.youtube.com/user/RexonaWomenIndonesia

120

WRP Limited Edition. 4 Februari 2015.

https://www.youtube.com/watch?v=-66BHHhI2IM https://www.youtube.com/user/WRPcrew

Dokumen terkait