Bab terakhir akan memuat kesimpulan isi dari bab 2 (dua) dan saran-saran dari hasil yang diperoleh sebagai bahan pertimbangan agar hal - hal yang di bahas pada makalah ini dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
2.1. Cyber Crime
2.1.1. Pengertian Cyber Crime
Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang ditimbulkan karena pemanfaatan teknologi internet.
The U.S. Departement of Justice memberikan pengertian Computer crime adalah setiap tindakan ilegal yang membutuhkan pengetahuan teknologi komputer untuk, investigasi perbuatan nya atau penuntutan.
Andi Hamzah (1989) mengartikan “kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara illegal”.
Menurut mandell dalam Suhariyanto (2012:10) disebutkan ada dua kegiatan
Computer Crime, yaitu :
1. Penggunaan komputer untuk melaksanakan perbuatan penipuan, pencurian atau penyembunyian yang dimaksud untuk memperoleh keuntungan keuangan, keuntungan bisnis, kekayaan atau pelayanan;
Internet sendiri merupakan hasil rekayasa teknologi yang penerapannya bukan hanya menggunakan kecanggihan teknologi Komputer, tetapi juga melibatkan teknologi telekomunikasi didalam pengoperasiannya. Apalagi pada saat internet sudah memasuki generasi kedua, yang dapat mengakses internet bukan hanya computer yang memungkinkan telepon genggam mengakses internet, membayar rekening Bank, hingga memesan tiket pesawat.
Dari pengertian diatas, secara ringkas dapat dikatakan bahwa Cyber Crime dapat di artikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi computer dan komunikasi.
2.1e 2.1.2. Karakteristik Cyber Crime
Karakteristik cyber crime, yaitu :
1. Perbuatan yang dilakukan secara ilegal,tanpa hak atau tidak etis tersebut dilakukan dalam ruang/wilayah cyber sehingga tidak dapat dipastikan yuridiksi negara mana yang berlaku;
2. Perbuatan tersebut dilakukan dengan menggunakan peralatan apapun yang terhubung dengan internet;
3. Perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian material maupun immaterial yang cenderung lebih besar dibandingkan dengan kejahatan konvensional;
4. Pelakunya adalah orang yang menguasai penggunaan internet beserta aplikasinya;
5. Perbuatan tersebut sering dilakukan melintas batas negara.
2.1.3. Bentuk-bentuk Cyber Crime
Klasifikasi cyber crime, antara lain :
1. Kejahatan yang menyangkut data atau informasi komputer; 2. Kejahatan yang menyangkut program atau software komputer;
3. Pemakaian fasilitas komputer tanpa wewenang untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan tujuan pengelolaan atau operasinya;
4. Tindakan yang mengganggu operasi komputer;
5. Tindakan merusak peralatan komputer atau yang berhubungan dengan komputer atau sarana penunjangnya.
2.1.4. Jenis-jenis Cyber Crime
Berdasarkan sudut pandang yang berbeda, pengelompokan dilakukan berdasarkan jenis aktivitas, motif kegiatan dan sasaran kegiatannya, sebagai berikut : 1. Berdasarkan aktifitasnya
Berdasarkan jenis aktifitas yang di lakukannya, cyber crime dapat digolongkan menjadi beberapa jenis sebagai berikut :
Unauthorized acces to computer system and service adalah Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Biasanya pelaku kejahatan (hacker) melakukannya dengan maksud sabotase ataupun pencurian informasi penting dan rahasia. Namun begitu, ada juga yang melakukannya hanya karena merasa tertantang untuk mencoba keahliannya menembus suatu system yang memiliki tingkat proteksi tinggi. Kejahatan ini semakin marak dengan berkembangnya teknologi Internet/intranet.
b. Illegal Content
Illegal Content adalah kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.
Contohnya : pornografi dan penyebaran berita yang tidak benar;
c. Data Forgery
Data Forgery adalah kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document melalui internet. Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database.
d. Cyber Espionage
Cyber Espionage adalah kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan memata-matai terhadap pihak lain dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak sasaran.
e. Cyber Sabotage and Extortion
Cyber Sabotage and Extortion adalah kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet;
f. Offense Against Intellectual Property
Offense Against Intellectual Property adalah kejahatan yang ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di internet;
g. Infrengments of Piracy
Infrengments of Piracy adalah kejahatan yang ditujukan terhadap informasi seseorang yang merupakan hal sangat pribadi dan rahasia.
2. Berdasarkan motif kegiatannya
Berdasarkan motif kegiatan yang dilakukannya, cyber crime dapat digolongkan menjadi 2 (dua) jenis sebagai berikut :
Kejahatan yang murni merupakan tindak kriminal kejahatan yang dilakukan karena motif kriminalitas. Kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan. Contoh kejahatan semacam ini adalah Carding, yaitu pencurian nomor kartu kredit milik orang lain untuk digunakan dalam transaksi perdagangan di internet. Juga pemanfaatan media internet (webserver, mailing list) untuk menyebarkan material bajakan. Pengirim e-mail anonim yang berisi promosi (spamming) juga dapat dimasukkan dalam contoh kejahatan yang menggunakan internet sebagai sarana. Di beberapa negara maju, pelaku spamming dapat dituntut dengan tuduhan pelanggaran privasi.
b. Cyber crime sebagai kejahatan “abu-abu”
Pada jenis kejahatan di internet yang masuk dalam wilayah ”abu-abu”, cukup sulit menentukan apakah itu merupakan tindak kriminal atau bukan mengingat motif kegiatannya terkadang bukan untuk kejahatan. Salah satu contohnya adalah probing atau portscanning. Ini adalah sebutan untuk semacam tindakan pengintaian terhadap sistem milik orang lain dengan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari sistem yang diintai, termasuk sistem operasi yang digunakan, port-port yang ada, baik yang terbuka maupun tertutup, dan sebagainya.
Berdasarkan sasaran kejahatan, cyber crime dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori seperti berikut ini :
a. Cyber crime yang menyerang individu (Against Person)
Jenis kejahatan ini, sasaran serangannya ditujukan kepada perorangan atau individu yang memiliki sifat atau kriteria tertentu sesuai tujuan penyerangan tersebut. Beberapa contoh kejahatan ini antara lain :
1) Pornografi
Kegiatan yang dilakukan dengan membuat, memasang, mendistribusikan, dan menyebarkan material yang berbau pornografi, cabul, serta mengekspos hal-hal yang tidak pantas; 2) Cyberstalking
Kegiatan yang dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya dengan menggunakan e-mail yang dilakukan secara berulang-ulang seperti halnya teror di dunia cyber. Gangguan tersebut bisa saja berbau seksual, religius, dan lain sebagainya;
3) Cyber-Tresspass
Kegiatan yang dilakukan melanggar area privasi orang lain seperti misalnya Web Hacking. Breaking ke PC, Probing, Port Scanning
dan lain sebagainya.
Cyber crime yang dilakukan untuk menggangu atau menyerang hak milik orang lain. Beberapa contoh kejahatan jenis ini misalnya pengaksesan komputer secara tidak sah melalui dunia cyber, pemilikan informasi elektronik secara tidak sah/pencurian informasi, carding, cybersquating, hijacking, data forgery dan segala kegiatan yang bersifat merugikan hak milik orang lain.
c. Cyber crime yang menyerang Pemerintah (Againts Government)
Cyber crime Againts Government dilakukan dengan tujuan khusus penyerangan terhadap pemerintah. Kegiatan tersebut misalnya cyber terorism sebagai tindakan yang mengancam pemerintah termasuk juga
cracking ke situs resmi pemerintah atau situs militer.
2.1.5. Dasar Hukum yang Berkaitan Langsung maupun Tidak Langsung dengan Cyber Crime
1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHP); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun1997 tentang Dokumen Perusahaan;
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi; 4. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta;
5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme;
6. Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang; 7. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik.
2.2. Malware
Malware termasuk kedalam jenis Cyber Sabotage and Extortion yaitu kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet. Berikut penjelasan tentang malware :
2.2.1. Pengertian Malware
Malware adalah (singkatan dari Malicious Software) adalah sebuah Program/software jahat, menyusup ke dalam sistem komputer, lalu mengakibatkan berbagai kerugian pada pengguna komputer.
2.2.2. Sejarah Malware
Pada tahun 1949 Teori Self-Replicating program (program yang dapat menggandakan diri) pertama kali diperkenalkan. Pada tahun 1981, Virus komputer pertama kali yang menyerang sistem operasi Apple 2 muncul dan menyebar melalui program-program game komputer bajakan di Texas. Pada tahun 1983, Fred Cohen mengimplementasikan definisi baku bagi virus komputer. Pada tahun 1986, Virus
boot sector pertama kali ditemukan, virus ini menyerang PC (personal computer)
dengan nama virus Brain dibuat oleh dua orang programmer dari Pakistan bernama Basit dan Amjad. Pada tahun ini juga diperkenalkan pertama kalinya virus yang mampu menginfeksi file, diberi nama Virdem (Virus Demo) dibuat di Jerman.
Kemudian pada tahun 1987, Virus yang mampu menginfeksi dua jenis file .COM dan .EXE ditemukan di Universitas Hebrew Israel. Virus ini bernama Jerusalem dan masih memiliki kesalahan (bug) yang menyebabkan virus menginfeksi ulang (reinfection) file yang telah terinfeksi sebelumnya. Pada tahun ini pula virus Stoned dan Vienna ditemukan, virus Stoned mampu menginfeksi MBR (Master Boot Record) dan dibuat oleh seorang pelajar di Universitas Wellington New Zealand, sedangkan virus Vienna dibuat oleh seorang pelajar menengah di Austria.
Di tahun 1989 kemunculan virus dari Bulgaria bernama Dark Avenger dibuat oleh seseorang yang mengaku dirinya Dark Avenger. Virus ini merupakan jenis virus yang menyerang antivirus. Pada tahun ini pula virus yang menginfeksi file .EXE dengan kemampuan stealth ditemukan, virus ini bernama Frodo dan akan melakukan perusakan hardisk apabila virus berjalan setelah tanggal 22 September setiap tahunnya.
Tahun 1991 Virus Indonesia pertama kali ditemukan, virus ini bernama Den Zuko dan terdapat 2 varian. Virus ini dibuat oleh Denny Yanuar Ramadhani dari Bandung Indonesia. Virus ini mampu menghapus (disinfect) disk yang telah terinfeksi
oleh virus Brain. Hal ini menjadi bukti adanya virus komputer yang menyerang virus komputer lain. Pada tahun ini pula Virus bernama Tequila lahir, virus ini memiliki kemampuan Stealth, Polymorphic, Multipartition dan juga anti-antivirus. Pada 1992
Virus boot sector dengan nama Michelongelo berhasil menginfeksi lebih dari 5 juta komputer di seluruh dunia. Pada tahun ini pula VCL (Virus Creation Laboratory) pertama kali tercipta. VCL merupakan tool kit yang dapat untuk membuat virus komputer secara instan, artinya virus bisa dibuat oleh siapa saja tanpa membutuhkan pengetahuan pemrograman dari pembuatnya.
Pada tahun 1994 Virus dengan nama Pathogen muncul di Inggris. Virus ini memiliki kemampuan polymorphic, dibuat oleh seorang yang mengaku bernama Black Baron, sang pembuat berhasil tertangkap dan dipenjara. Tahun 1995 Virus makro tercipta yang pada waktu itu mulai menginfeksi dokumen jenis Microsoft Word. Tahun 1996 Virus makro yang menginfeksi file-file office Word dan Excel
tercipta.
Tahun 1997 Terdapat kurang lebih 12000 virus baru tercipta dan tersebar di seluruh dunia. Kemudian di tahun 1998 Virus benama StrangeBrew membuktikan akan virus yang mampu menginfeksi file Java. Java sendiri merupakan platform yang pernah di bangga-banggakan akan predikat “bebas virus”-nya. Pada tahun ini pula dua anak umur belasan dari California berhasil membobol dan mengendalikan sekitar lebih dari 500 sistem komputer pemerintahan dan militer di Amerika.
Pada tahun 1999 Virus makro dengan nama W97M/Melissa hadir. Virus ini mampu menyebarkan dirinya melalui pesan elektronik (e-mail) dan berhasil menginfeksi kurang lebih 1 juta komputer di seluruh dunia. Di lain tempat virus CIH menyebar cukup pesat di Korea dan menyebabkan kerugian finansial kurang lebih US $ 250 juta, virus CIH sendiri merupakan virus yang memiliki kemampuan untuk merusak hardware dengan cara mengoverwrite-BIOS.
Pada tahun 2000 Virus ILOVEYOU (Love Bug) yang mirip dengan virus Melissa menyebar lewat email dan memilik aksi menghapus beberapa file multimedia seperti .MP3, .MP2 dll. Virus ini memiliki kemampuan untuk mencuri informasi berharga korban yang terinfeksi dan mengirimkan kepada pembuatnya. Tahun 2001 Worm dengan nama CodeRed berhasil menginfeksi lebih dari 300.000 komputer di seluruh dunia dan mengakibatkan kerugain sebesar kurang lebih US $ 2.5 Milyar. Tahun 2002 Pembuat virus W97M/Melissa tertangkap oleh pihak federal dan dikurung selama 20 bulan. Pada tahun ini pula muncul worm Bugbear yang memiliki beraneka macam tehnik infeksi dengan beberapa metode yang kompleks dan juga kelahiran worm Nimda (merupakan aksara terbalik dari kata “Admin”) Dan-Klez.
Kemudian di tahun 2003 merupakan tahun kejayaan worm. Worm dengan nama Slammer tercipta dan berhasil menginfeksi tidak kurang dari 75.000 komputer di seluruh dunia dalam waktu 10 menit setelah tercipta. Worm ini memiliki kecepatan reproduksi dan penyebaran tercepat yaitu 8.5 detik/worm. Pada tahun ini pula worm
besar-besaran, setiap e-mail yang dikirimkan akan memiliki nama pengirim [email protected]. This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , worm yang memiliki pangkat MM (Mass mailer) ini telah mengakibatkan kerugian ekonomi sebesar US $ 29.7 Miliar. Belum lagi selesai terror worm Sobig, muncul lagi worm Blaster yang menyerang servis RPC (Remote Procedure Call) pada sistem operasi Windows, worm yang pernah membuat pihak Microsoft kalang kabut ini memiliki kecepatan penyebaran 4000 infeksi/jam.
Pada tahun 2004 Worm dengan nama MyDoom merajai pervirusan dunia dengan tingkat infeksi yang tinggi dan menguasai 30% bandwidth yang digunakan internauts (pengguna internet) di seluruh dunia. Worm yang menyandang rating high risk dari beberapa vendor antivirus ini memiliki daya hancur yang lebih hebat dari worm Sobig dan Welchia, selain itu worm ini juga melakukan serangan DDoS (Distributed Denial of Service) ke situs www.sco.com dan www.microsoft.com dan juga memblok beberapa situs antivirus.
Pada tanggal 12 Juni 2013, Indonesian Computer Emergency Response Team (ID-CERT) menemukan 3 jenis malware yang ditanamkan di jaringan protocol Internet dan telah menyerang 70.000 PC di seluruh Indonesia.
Malware dari jenis Drone, sality2, dan conficker.c ini berpotensi melakukan serangan DDoS (Distributed Denial of Service) maupun aktivitas lainnya, termasuk cyber crime. Sampai 12 Juni 2013, malware tersebut telah menyerang 196 perusahaan (ISP
dan non ISP), 27 institusi akademik/universitas, 13 instansi pemerintahan, dan 3 Internet eXchange (2 milik milik pemerintah dan 1 milik komunitas).
2.2.3. Jenis Jenis Malware
1. Virus
Istilah ini memang paling banyak disebut orang apabila komputernya mengalami gangguan. Tipe malware ini memiliki kemampuan mereproduksi diri sendiri yang terdiri dari kumpulan kode yang dapat memodifikasi target kode yang sedang berjalan, atau dapat pula memodifikasi struktur internal target kode, sehingga target kode sebelum berjalan dipaksa menjalankan virus. Target utamanya biasanya file yang bisa dijalankan seperti EXE, COM, dan VBS. Beberapa file dokumen sering kali dijadikan sarang untuk penyebarannya ke komputer lain. Macam virus masih dapat dibagi lagi dalam beberapa kategori.Boot virus, yakni virus yang berada di
boot sector. Jika komputer dinyalakan, sebuah inisial program di boot sector akan dijalankan. File virus adalah virus yang menginfeksi executable program.
Multipartite virus adalah virus yang menginfeksi boot sector dan file. Macro virus
adalah virus dengan target sasaran file dokumen seperti Microsoft Excel atau Word. Ia akan memulai menginfeksi bila program aplikasi membaca dokumen yang berisi
macro.
Sering disebut cacing, adalah sebuah program yang berdiri sendiri dan tidak membutuhkan sarang untuk penyebarannya, tidak seperti tipe virus yang menjadikan file dokumen sebagai sarang penyebaran. Namun, perbedaan yang paling mendasar dari worm dan virus adalah, apakah menginfeksi target kode atau tidak. Virus menginfeksi target kode, tetapi worm tidak. Worm hanya ngendon di memori dan mampu memodifikasi dirinya sendiri. Targetnya kebanyakan hanya memori komputer. Namun, malware ini juga mampu memblok akses ke situs antivirus, serta mematikan fitur keamanan di sistem operasi.
3. Wabbit
Diprogram untuk memakan sumber daya yang banyak pada sebuah sistem operasi menjadikan malware wabbit mampu membuat komputer menjadi lambat. Berbeda dengan worm yang penyebarannya ke komputer lain melalui jaingan, wabbit
justru lebih merusak komputer lokal dengan cara menggandakan dirinya secara terus-menerus. Hasil penggandaan itulah yang membuat sistem operasi jadi ”loyo”.
4. Keylogger
Jika malware ini telah terinstal di komputer, apa yang kita tekan di keyboard semuanya bakal terekam. Diprogram lebih mirip mata-mata. Alhasil, segala informasi penting bisa kebobolan seperti username, password, dan informasi lainnya. Bahayanya lagi, jika kita melakukan transaksi melalui e-banking dan tanpa disadari kita memasukkan nomor PIN atau bahkan nomor rekening tabungan kita, walaupun
sistem enkripsi sudah diterapkan oleh website yang bersangkutan, terbukti malware
ini mampu merekamnya.
5. Browser Hijacker
Malware ini punya kemampuan mengacaukan/membelokkan alamat website yang kita tuju ke alamat yang tidak kita inginkan. Selain itu, malware ini pun mampu menambahkan bookmark, mengganti homepage serta mengubah pengaturan browser. Nah, browser yang sering jadi incaran para cracker di sini adalah browser yang paling banyak digunakan yaitu internet explorer bawaan Windows. Namun, tidak menutup kemungkinan browser lainnya seperti Opera, Firefox, dan yang lainnya bakal jadi sasaran para cracker.
6. Trojan horse
Berbeda dengan virus, trojan horse tidak dapat memproduksi diri sendiri. Pada umumnya, mereka dibawa oleh utility program lainnya. Utility program tersebut mengandung dirinya, atau Trojan horse itu sendiri ber-"lagak" sebagai utility program yang dijadikan tunggangan malware lain macam virus, worm wabbit, dan spyware. Trojan horse masih dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, DOS trojan horse, yang berjalan di DOS. Ia mengurangi kecepatan komputer atau menghapus file pada hari atau situasi tertentu. Kedua, Windows trojan horse, dijalankan pada sistem
Microsoft Windows. Jumlah Windows trojan horse terus meningkat dan digunakan sebagai program untuk hacking dengan tujuan jahat yang dapat mengoleksi informasi dari komputer yang tersambung internet.
7. Spyware
Tahu cara kerja agen rahasia? itulah tujuan yang dilakukan oleh pembuat program malware ini. Programnya diinstal secara rahasia, tanpa disadari oleh pengguna komputer. Program ini sebagai bagian dari perangkat lunak lain, seperti perangkat lunak sharing musik yang diperoleh melalui download. Setelah terinstal, selanjutnya program ini akan mengamati aktivitas komputer secara rahasia, tanpa disadari oleh pengguna komputer. Sebagian besar spyware mencoba membuat pengguna untuk membuka halaman iklan dan atau halaman web lain. Beberapa
spyware juga mengirim informasi mengenai pengguna komputer ke komputer lainnya di internet.
8. Backdoor
Berdasarkan cara kerja dan perilaku penyebarannnya, malware ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama mirip dengan trojan. Mereka secara manual dimasukkan ke dalam suatu file program pada perangkat lunak dan kemudian ketika perangkat lunak tersebut diinstal mereka menyebar. Yang kedua mirip dengan worm.
Backdoor dalam kelompok ini dijalankan sebagai bagian dari proses root. Backdoor
mampu mengacaukan lalu lintas jaringan, melakukan brute force untuk meng-crack password dan enkripsi dan mendistribusikan serangan distributed denial of service (Ddos).
Jangan kaget kalau komputer yang baru kita nyalakan tiba-tiba mencoba menghubungkan diri ke internet, padahal tak ada satu pun perangkat komputer kita yang sengaja dihubungkan dengan internet. Nah, kalau kejadiannnya demikian, maka komputer kita telah terinfeksi malware jenis dialer.
2.2.4. Cara Penyebaran Malware pada Komputer
1. Sebagian besar malware menginfeksi korban melalui flashdisk dan
autorun.inf-nya, tetapi dengan perkembangan internet akhir-akhir ini maka ditemukan banyak sekali malware yang menginfeksi korban melalui jaringan, contohnya "Downadup/Conficker"
2. Yang paling mudah dilakukan adalah melalui Email dengan link atau
attachment yang telah disisipi malware, serangan melalui email yang dilakukan terhadap target yang spesifik disebut juga Spear Phising.
3. Melakukan eksploitasi terhadap vulnerability Operating System atau suatu software/aplikasi, daftar vulnerability ini dapat dilihat di Exploit-D, OSVDB.org,CVE Mitre atau kalau di Indonesia ada Exploit-ID.
4. Melalui file-file Flash alias video atau animasi di suatu website, hal ini terjadi karena adanya vulnerability pada adobe flash player yang terus menerus ditemukan.
5. Melalui file-file dokumen seperti PDF, Word, Excel, PPT dan sebagainya. Adobe menjadi sasaran yang paling sering dieksploitasi oleh para pembuat malware pada saat ini.
6. Dari software bajakan, terutama game yang disertai dengan sebuah crack atau keygen (key generator).
7. Dari software palsu atau disebut sebagai Rogue Software, kebanyakan menyamar sebagai AntiVirus palsu.
8. Melalui peer to peer atau file sharing semacam Torrent, Vuze dan sebagainya. 9. Dari situs palsu atau disebut juga website Phising yang kalau diakses tampak
seperti aslinya padahal situs tersebut hanya menyimpan username dan password anda kemudian melanjutkannya ke situs tujuan asli.
10. Melalui "link" situs yang telah disusupi dengan malware, biasanya setelah link tersebut diklik ada sebuah pertanyaan yang menyertainya.
2.2.5. Cara Mencegah Komputer Terkena Malware
1. Pasang program keamanan / Anti virus
Memasang program keamanan, seperti Anti Virus, Anti Rootkit, Malware Removal dan lain – lain sangatlah penting untuk menghidari komputer