24
BAB II
ANALISIS GAMBARAN PELAYANAN SKPD dan EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU
Pada bagian ini dijelaskan mengenai analisis gambaran pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana Kota Surabaya dan evaluasi pelaksanaan Renja tahun lalu agar substansi pada bab-bab berikutnya dapat dipahami dengan baik.
II.1 Analisis Gambaran Pelayanan SKPD
II.1.1 Analisis kondisi dan rencana tata ruang wilayah
Kota Surabaya memiliki kedudukan yang sangat strategis baik dalam skala regional maupun nasional, yaitu sebagai sentra pelayanan perdagangan dan jasa di Jawa Timur, dan sebagai pusat pengembangan wilayah bagian timur Indonesia, bahkan saat ini kegiatan perdagangan dan jasa di Surabaya telah mencapai lingkup internasional. Dinamika dan aktivitas kota yang sangat tinggi memacu terjadinya perkembangan kota yang sangat cepat, untuk itu diperlukan suatu upaya pengendalian secara terpadu agar perkembangan dan pembangunan kota dapat lebih terarah dan benar-benar bermanfaat. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya disusun dalam rangka pengendalian perkembangan dan pembangunan kota dan untuk mewujudkan Kota Surabaya Metropolitan sebagai kota jasa.
Bahwa pengaturan tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2007 yang disusun dengan mendasarkan pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang beserta aturan pelaksanaannya. Sehubungan dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, maka Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2007 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya perlu ditinjau kembali dan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya Tahun 2014-2034.
Perkembangan kota yang sangat cepat membawa dampak terhadap tingginya pertumbuhan penduduk yang berasal dari jumlah kelahiran dan arus urbanisasi, sampai dengat tahun 2015 pertumbuhan penduduk di daerah dikendalikan sekitar
25 1% per tahun. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya pengendalian pertumbuhan penduduk dan pembinaan keluarga. Bentuk pelayanan yang diberikan berupa pembinaan dan Edukasi Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera serta Penyediaan Alat dan obat Kontrasepsi bagi keluarga miskin.
Perkembangan kota yang sangat cepat membawa dampak terhadap semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi oleh warga kota. Perempuan dan anak adalah salah satu kelompok rentan yang harus diperhatikan untuk dilindungi dari dampak perkembangan kota. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat khusus, salah satunya dalah memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk menangani pengaduan/laporan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, memberikan pelayanan kesehatan bagi perempuan dan anak korban kekerasan, melaksanakan Rehabilitasi sosial bagi perempuan dan anak korban kekerasan, membantu upaya penegakan dan bantuan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan, serta melaksanakan pemulangan dan reintegrasi sosial bagi perempuan dan anak korban kekerasan.
II.1.2 Analisis kondisi kewilayahan dan kependudukan
Kota Surabaya dengan luas wilayah 326.81 KM2 Secara administrasi jumlah kecamatan yang ada di Kota Surabaya sebanyak 31 kecamatan dengan jumlah kelurahan sebanyak 154 kelurahan yang terbagi atas 1.368 Rukun Warga (RW) dan 9.118 Rukun Tetangga (RT).Sebagai kota metropolitan kedua setelah Jakarta, Surabaya secara pola ruang perkembangannya terbagi menjadi:
1. Area permukiman vertikal baik berupa rumah susun (sederhana) maupun apartemen atau kondominium tersebar di hampir seluruh penjuru Kota Surabaya, sedangkan area permukiman diarahkan berkembang ke arah barat, timur dan selatan kota.
2. Area untuk kegiatan jasa dan perdagangan yang dipusatkan di kawasan pusat kota dan pusat-pusat sub kota dan unit pengembangan serta di kawasan yang ditetapkan menjadi kawasan strategis ekonomi antara lain di kawasan kaki jembatan Suramadu dan kawasan teluk Lamong;
3. Area untuk kegiatan industri dan pergudangan terkonsentrasi di kawasan pesisir utara di kawasan sekitar Pelabuhan Tanjung Perak dan Terminal
26 Multipurpose Teluk Lamong, dan kawasan selatan kota yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Gresik dan Sidoarjo;
4. Wilayah pesisir khususnya ruang darat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi antara lain permukiman nelayan, tambak garam dan ikan, pergudangan, militer, industri kapal, pelabuhan, wisata pesisir sampai dengan fungsi kawasan lindung di Pantai Timur Surabaya serta terdapat aksesibilitas berupa jalan dan jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dan Pulau Madura (Jembatan Suramadu) dan Jembatan Sukolilo Lor- THP Kenjeran yang membuka akses di kawasan sisi timur laut Kota Surabaya;
5. Wilayah Ruang laut Surabaya selain dimanfaatkan untuk kegiatan pelayaran baik interinsulair maupun internasional, juga dikembangkan untuk kegiatan penangkapan ikan tradisional, wisata pantai di Kenjeran dan sekitarnya dan kawasan lindung laut di sekitar Pantai Timur Surabaya.
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, jumlah penduduk Surabaya tahun 2014 sebesar 2.853.661 jiwa dengan komposisi relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan, yaitu jenis kelamin laki-laki 1.430.985 (50,15%) dan penduduk perempuan 1.422.676 (49,85%), sebagaimana yang disajikan pada tabel 2.1. Sedangkan komposisi penduduk Kota Surabaya pada tahun 2014 berdasarkan kelompok usia dapat dijelaskan bahwa proporsi terbanyak adalah pada kelompok usia 15 sampai dengan 64 tahun (2.069.212 jiwa) selanjutnya kelompok usia kurang dari 15 tahun (613.554 jiwa) dan kelompok usia diatas 64 tahun (170.895 jiwa).
Tabel 2.1
Jumlah Penduduk Kota Surabaya Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2014
No Kecamatan Penduduk Tahun 2014 Jumlah (jiwa) Laki-laki Perempuan
1 Karang Pilang 35.382 34.940 70.322
2 Wonocol 39.299 39.038 78.337
3 Rungkut 52.120 51.926 104.046
4 Wonokromo 79.629 80.335 159.964
5 Tegalsari 50.843 50.873 101.716
6 Sawahan 100.426 101.295 201.721
27
7 Genteng 29.387 29.886 59.273
8 Gubeng 67.403 69.218 136.621
9 Sukolilo 52.445 52.448 104.893
10 Tambak Sari 108.625 108.475 217.100
11 Simokerto 48.905 48.808 97.713
12 Pabean Cantian 41.419 40.964 82.383
13 Bubutan 50.909 50.903 101.812
14 Tandes 44.757 44.712 89.469
15 Krembangan 58.136 57.502 115.638
16 Semampir 92.390 90.141 182.531
17 Kenjeran 74.597 72.160 146.757
18 Lakar Santri 27.042 26.430 53.472
19 Benowo 28.145 27.609 55.754
20 Wiyung 33.220 32.522 65.742
21 Dukuh Pakis 29.245 29.184 58.429
22 Gayungan 22.104 21.988 44.092
23 Jambangan 23.986 23.562 47.548
24 Tenggilis Mejoyo 27.386 27.475 54.861
25 Gunung Anyar 26.188 25.932 52.120
26 Mulyorejo 41.178 41.595 82.773
27 Sukomanunggal 49.067 48.842 97.909
28 Asemrowo 22.068 20.905 42.973
29 Bulak 20.446 20.196 40.642
30 Pakal 24.716 23.768 48.484
31 Sambi Kerep 29.522 29.044 58.566
Jumlah 1.430.985 1.422.676 2.853.661
II.1.3 Analisis terkait tugas dan fungsi pelayanan SKPD
Dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 8.463/KM2, akan muncul banyak permasalahan di masyarakat yaitu kemiskinan yang semakin bertambah, pertumbuhan penduduk semakin banyak, kekerasan terhadap perempuan dan anak yang semakin meningkat.
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana Kota Surabaya sebagai Lembaga Teknis Kota Surabaya mempunyai tugas melaksanakan
28 penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat khusus yaitu di bidang pemberdayaan masyarakat dan keluarga berencana dengan kegiatan pelayanan kepada masyarakat melalui Penyusunan pedoman, norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pelaksanaan dan monitoring di bidang penguatan kelembagaan dan pengembangan partisipasi masyarakat skala kota. Selain itu juga memberikan pelayanan dengan Pelaksanaan koordinasi, fasilitasi, evaluasi dan monitoring penyelenggaraan pemberdayaan ekonomi penduduk miskin skala kota. Di bidang perlindungan perempuan dan anak bentuk layanan yang diberikan adalah koordinasi pelaksanaan kebijakan perlindungan perempuan dan anak terutama perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak skala kota.
Untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk karena jumlah kelahiran yang meningkat, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana mempunyai tugas memberikan pelayanan Keluarga Berencana kepada Warga Surabaya dengan memberikan pembinaan dan edukasi keluarga sejahtera serta Penyediaan Alat dan obat Kontrasepsi bagi keluarga miskin. Data tahun 2013 penduduk yang aktif menggunakan alat kontrasepsi mencapai 399.343 orang dengan tingkat partisipasi yang mencapai 73.49%.
Berdasarkan Perwali Nomor 37 tahun 2011 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Lembaga Teknis Kota Surabaya, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat khusus, yaitu di bidang pemberdayaan masyarakat dan keluarga berencana.
Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Perumusan kebijakan teknis bidang pemberdayaan masyarakat dan keluarga berencana
b. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan Pemerintah Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat khusus, yaitu di bidang pemberdayaan masyarakat dan keluarga berencana
d. Pengelolaan ketatausahaan
29 e. Pelaksanaan tugas – tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
Selanjutnya untuk masing – masing bidang mempunyai tugas sebagai berikut : 1. Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan administrasi umum, kepegawaian, perlengkapan, penyusunan program dan keuangan.
Tugas :
Pemrosesan administrasi perizinan/rekomendasi;
Pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana program, anggaran dan laporan badan;
Pelaksanaan pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan;
Pengelolaan administrasi kepegawaian;
Pengelolaan surat menyurat, dokumentasi, rumah tangga dinas, kearsipan dan perpustakaan;
Pemeliharaan rutin gedung dan perlengkapan/peralatan kantor;
Pelaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan;
Penilaian angka kredit jabatan fungsional;
Pengelolaan, pengawasan dan pengendalian pelayanan alokon.
2. Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Tugas :
Pemrosesan teknis perizinan/rekomendasi sesuai Bidangnya;
Penyusunan pedoman, norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penguatan kelembagaan dan pengembangan partisipasi masyarakat skala kota;
Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi penguatan kelembagaan masyarakat skala kota;
Penyelenggaraan penguatan kelembagaan masyarakat skala kota;
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan penguatan kelembagaan masyarakat skala kota;
Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat skala kota;
Pelaksanaan pelatihan masyarakat skala kota;
30
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pelatihan masyarakat skala kota;
Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi pengembangan manajemen pembangunan partisipatif masyarakat skala kota;
Pelaksanaan pengembangan manajemen pembangunan partisipatif masyarakat skala kota;
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pemantapan manajemen pembangunan partisipatif masyarakat skala kota;
Penyusunan pedoman, norma, standar, kriteria dan prosedur di bidang pemberdayaan adat dan pengembangan kehidupan sosial budaya masyarakat skala kota;
Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi pemberdayaan lembaga adat dan budaya skala kota;
Pembinaan dan supervisi pemberdayaan lembaga adat dan budaya skala kota;
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pemberdayaan lembaga adat dan budaya skala kota;
Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial skala kota;
Pembinaan dan supervisi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial skala kota;
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial skala kota;
Pelaksanaan pelatihan/bimbingan teknis, penyebarluasan dan penerapan Teknologi Tepat Guna skala kota;
Penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna skala kota;
Monitoring, evaluasi dan pelaporan pemasyarakatan dan kerjasama teknologi skala kota;
Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi kebutuhan teknologi tepat guna skala kota;
31
Pembinaan dan supervisi pemanfaatan teknologi tepat guna skala kota;
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pemanfaatan teknologi tepat guna skala kota;
Penyelenggaraan pemasyarakatan dan kerjasama teknologi skala kota;
Pemutakhiran, pengolahan dan penyediaan data mikro kependudukan dan keluarga miskin.
3. Bidang Ketahanan Ekonomi
Tugas :
Pemrosesan teknis perizinan/rekomendasi sesuai Bidangnya;
Penyelenggaraan pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat skala kota;
Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi penyelenggaraan pemberdayaan ekonomi penduduk miskin skala kota;
Penyelenggaraan pemberdayaan ekonomi penduduk miskin skala kota;
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pemberdayaan ekonomi penduduk miskin skala kota;
Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi penyelenggaraan pengembangan usaha ekonomi keluarga dan kelompok masyarakat skala kota;
Penyelenggaraan pengembangan usaha ekonomi keluarga dan kelompok masyarakat skala kota;
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pengembangan usaha ekonomi keluarga dan kelompok masyarakat skala kota;
Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi penyelenggaraan pengembangan lembaga keuangan mikro skala kota;
Penyelenggaraan pengembangan lembaga keuangan mikro skala kota;
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pengembangan lembaga keuangan mikro skala kota;
32
Pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan pengembangan produksi dan pemasaran hasil usaha masyarakat skala kota;
Pelaksanaan monitoring evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pengembangan produksi dan pemasaran hasil usaha masyarakat skala kota;
Pembinaan teknis peningkatan pengetahuan, keterampilan, kewirausahaan dan manajemen usaha bagi keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I alasan ekonomi dalam kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) skala kota;
Pelaksanaan pendampingan/magang bagi para kader/anggota kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) skala kota;
Pelaksanaan kemitraan untuk aksesibilitas permodalan, teknologi, dan manajemen serta pemasaran guna peningkatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) skala kota.
4. Bidang Pemberdayaan Perempuan
Tugas :
Pemrosesan teknis perizinan/rekomendasi sesuai Bidangnya;
Pelaksanaan koordinasi, fasilitasi dan mediasi pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) skala kota;
Pelaksanaan fasilitasi penguatan kelembagaan dan pengembangan mekanisme Pengarusutamaan Gender (PUG) pada lembaga pemerintahan, Pusat Studi Wanita, lembaga penelitian dan pengembangan, lembaga non pemerintah skala kota;
Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi kebijakan, program dan kegiatan yang responsif gender skala kota;
Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) skala kota;
Pelaksanaan analisis gender, perencanaan anggaran yang responsif gender, dan pengembangan materi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Pengarusutamaan Gender (PUG) skala kota;
33
Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) yang terkait dengan bidang pembangunan terutama di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hukum dan Hak Asasi Manusia dan politik skala kota;
Pelaksanaan fasilitasi penyediaan data terpilah menurut jenis kelamin skala kota;
Penyelenggaraan kebijakan kota peningkatan kualitas hidup perempuan yang terkait dengan bidang pembangunan terutama dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hukum dan Hak Asasi Manusia, politik, lingkungan, dan sosial budaya skala kota;
Pengintegrasian upaya peningkatan kualitas hidup perempuan dalam kebijakan bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hukum dan Hak Asasi Manusia, politik, lingkungan, dan sosial budaya skala kota;
Pelaksanaan koordinasi pelaksanaan kebijakan kualitas hidup perempuan dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hukum dan Hak Asasi Manusia, politik, lingkungan, dan sosial budaya skala kota;
Penyelenggaraan kebijakan kota perlindungan perempuan terutama perlindungan terhadap kekerasan perempuan skala kota;
Pelaksanaan fasilitasi pengintegrasian kebijakan kota perlindungan perempuan terutama perlindungan kekerasan terhadap perempuan skala kota;
Pelaksanaan koordinasi pelaksanaan kebijakan perlindungan perempuan terutama perlindungan kekerasan terhadap perempuan skala kota;
Pelaksanaan kebijakan dalam rangka kesejahteraan dan perlindungan anak skala kota;
Perumusan kebijakan daerah untuk kesejahteraan dan perlindungan anak skala kota;
Pengintegrasian hak-hak anak dalam kebijakan dan program pembangunan skala kota.
Pelaksanaan koordinasi pelaksanaan kesejahteraan dan perlindungan anak skala kota;
34
Pelaksanaan fasilitasi penguatan lembaga/organisasi masyarakat dan dunia usaha untuk pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan anak skala kota;
Pelaksanaan fasilitasi pengembangan dan penguatan jaringan kerja lembaga masyarakat dan dunia usaha untuk pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG), kesejahteraan dan perlindungan anak skala kota;
Pelaksanaan fasilitasi lembaga masyarakat untuk melaksanakan rekayasa sosial untuk mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) dan perlindungan anak skala kota;
Penjabaran dan penetapan kebijakan sistem informasi gender dan anak skala kota dengan merujuk pada kebijakan nasional;
Pelaksanaan pengumpulan, pengolahan dan analisis, pemanfaatan dan penyebarluasan sistem informasi gender dan anak skala kota;
Pelaksanaan pengumpulan, pengolahan dan analisis, pemanfaatan dan penyebarluasan sistem informasi gender dan anak;
Pelaksanaan analisis, pemanfaatan, penyebarluasan dan pendokumentasian data terpilah menurut jenis kelamin, spesifik perempuan dan anak skala kota;
Pemantauan dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan pendataan dan sistem informasi gender dan anak skala kota;
Penyusunan model informasi data (mediasi dan advokasi) skala kota;
Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pemberdayaan perempuan skala kota;
Pembinaan dan supervisi pelaksanaan pemberdayaan perempuan skala kota;
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pemberdayaan perempuan skala kota;
Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) skala kota;
Pembinaan dan supervisi pelaksanaan gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) skala kota;
35
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) skala kota.
5. Bidang Keluarga Berencana Keluarga Sejahtera
Tugas :
Pemrosesan teknis perizinan/rekomendasi sesuai bidangnya;
Perumusan kebijakan jaminan dan pelayanan Keluarga Berencana, peningkatan partisipasi pria, penanggulangan masalah kesehatan reproduksi, serta kelangsungan hidup ibu, bayi, dan anak skala kota;
Penyelenggaraan dukungan pelayanan rujukan Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi, operasionalisasi jaminan dan pelayanan Keluarga Berencana, peningkatan partisipasi pria, penanggulangan masalah kesehatan reproduksi, serta kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak skala kota;
Penyusunan bahan penetapan dan pengembangan jaringan pelayanan Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi, termasuk pelayanan Keluarga Berencana di rumah sakit skala kota;
Perumusan perkiraan sasaran pelayanan Keluarga Berencana, sasaran peningkatan perencanaan kehamilan, sasaran peningkatan partisipasi pria, sasaran “Unmet Need”, sasaran penanggulangan masalah kesehatan reproduksi, serta sasaran kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak skala kota;
Penyerasian dan perumusan kriteria serta kelayakan tempat pelayanan Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi, peningkatan partisipasi pria, penanggulangan masalah kesehatan reproduksi, serta kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak skala kota;
Pelaksanaan jaminan dan pelayanan Keluarga Berencana, peningkatan partisipasi pria, penanggulangan masalah kesehatan reproduksi, serta kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak skala kota;
Pemantauan tingkat drop out peserta Keluarga Berencana;
Pengembangan materi penyelenggaraan jaminan dan pelayanan Keluarga Berencana dan pembinaan penyuluh Keluarga Berencana;
Perluasan jaringan dan pembinaan pelayanan Keluarga Berencana;
36
Penyelenggaraan dukungan pelayanan rujukan Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi;
Penyelenggaraan dan fasilitasi upaya peningkatan kesadaran keluarga berkehidupan seksual yang aman dan memuaskan, terbebas dari Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immuno Deficiency Syndromes (AIDS) dan Infeksi Menular Seksual (IMS);
Pembinaan penyuluh Keluarga Berencana;
Peningkatan kesetaraan dan keadilan gender terutama partisipasi Keluarga Berencana pria dalam pelaksanaan program pelayanan Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi;
Penyediaan sarana dan prasarana pelayanan kontrasepsi mantap dan kontrasepsi jangka panjang yang lebih terjangkau, aman, berkualitas dan merata skala kota;
Pelaksanaan distribusi dan pengadaan sarana, alat, obat, dan cara kontrasepsi, dan pelayanannya dengan prioritas keluarga miskin dan kelompok rentan skala kota;
Penjaminan ketersediaan sarana, alat, obat, dan cara kontrasepsi bagi peserta mandiri skala kota;
Pelaksanaan promosi pemenuhan hak-hak reproduksi dan promosi kesehatan reproduksi skala kota;
Pelaksanaan informed choice dan informed consent dalam program Keluarga Berencana;
Penyelenggaraan dukungan operasional Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) skala kota.
Perumusan perkiraan sasaran pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) skala kota;
Penyerasian dan penyusunan kriteria serta kelayakan tempat pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) skala kota;
Penyelenggaraan pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) skala kota;
Penyelenggaraan kemitraan pelaksanaan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) baik antara sektor pemerintah dengan sektor Lembaga Swadaya Organisasi Masyarakat (LSOM) skala kota;
37
Penyusunan bahan penetapan fasilitas pelaksanaan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) baik antara sektor pemerintah dengan sektor Lembaga Swadaya Organisasi Masyarakat (LSOM) skala kota;
Pelaksanaan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) baik antara sektor pemerintah dengan sektor Lembaga Swadaya Organisasi Masyarakat (LSOM) skala kota;
Perumusan sasaran Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) skala kota;
Perumusan prioritas kegiatan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) skala kota;
Pemanfaatan tenaga Sumber Daya Manusia pengelola, pendidik sebaya dan konselor sebaya Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) baik antara sektor pemerintah dengan sektor Lembaga Swadaya Organisasi Masyarakat (LSOM) skala kota;
Penyelenggaraan dukungan pelayanan ketahanan dan pemberdayaan keluarga skala kota;
Penyerasian penetapan kriteria pengembangan ketahanan dan pemberdayaan keluarga skala kota;
Perumusan sasaran Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL) skala kota
Penyelenggaraan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL) termasuk pendidikan pra-melahirkan skala kota;
Pelaksanaan ketahanan dan pemberdayaan keluarga skala kota;
Pelaksanaan model-model kegiatan ketahanan dan pemberdayaan keluarga skala kota;
Peningkatan kualitas lingkungan keluarga skala kota;
Penyelenggaraan dukungan operasional penguatan pelembagaan keluarga kecil berkualitas dan jejaring program skala kota;
Perumusan perkiraan sasaran pengembangan penguatan pelembagaan keluarga kecil berkualitas dan jejaring program skala kota;
Pemanfaatan pedoman pelaksanaan penilaian angka kredit jabatan fungsional penyuluh Keluarga Berencana;
38
Perumusan petunjuk teknis pengembangan peran Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP) dalam program Keluarga Berencana nasional;
Penyusunan formasi dan sosialisasi jabatan fungsional penyuluh Keluarga Berencana;
Pendayagunaan pedoman pemberdayaan dan penggerakan institusi masyarakat program Keluarga Berencana nasional dalam rangka kemandirian;
Perumusan petunjuk teknis peningkatan peran serta mitra program Keluarga Berencana nasional;
Pelaksanaan pengelolaan personil, sarana dan prasarana dalam mendukung program Keluarga Berencana nasional, termasuk jajaran medis teknis tokoh masyarakat dan tokoh agama;
Penyediaan dan pemberdayaan tenaga fungsional penyuluh Keluarga Berencana;
Penyediaan dukungan operasional penyuluh Keluarga Berencana;
Penyediaan dukungan operasional Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP) dalam program Keluarga Berencana nasional;
Pelaksanaan pembinaan teknis Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP) dalam program Keluarga Berencana nasional;
Pelaksanaan peningkatan kerjasama dengan mitra kerja program Keluarga Berencana nasional dalam rangka kemandirian;
Penyiapan pelaksanaan pengkajian dan pengembangan program Keluarga Berencana nasional di kota
Pemanfaatan hasil kajian dan penelitian;
Pendayagunaan kerjasama jejaring pelatih terutama pelatihan klinis kota;
Pendayagunaan Sumber Daya Manusia program terlatih, serta perencanaan dan penyiapan kompetensi Sumber Daya Manusia program yang dibutuhkan kota;
Pendayagunaan bahan pelatihan sesuai dengan kebutuhan program peningkatan kinerja Sumber Daya Manusia;
Penyelenggaraan operasional advokasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) skala kota;
39
Perumusan perkiraan sasaran advokasi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) skala kota;
Penyerasian dan penetapan kriteria advokasi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) skala kota;
Pelaksanaan advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), serta konseling program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR);
Pelaksanaan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) ketahanan dan pemberdayaan keluarga, penguatan kelembagaan dan jaringan institusi program Keluarga Berencana;
Pemanfaatan prototipe program Keluarga Berencana/Kesehatan Reproduksi (KR), Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), ketahanan dan pemberdayaan keluarga, penguatan pelembagaan keluarga kecil berkualitas.
Pelaksanaan promosi Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) termasuk pencegahan Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immuno Deficiency Syndromes (AIDS), Infeksi Menular Seksual (IMS), dan bahaya Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) dan perlindungan hak-hak reproduksi;
Perumusan kebijakan dan pengembangan informasi serta data mikro kependudukan dan keluarga skala kota;
Penyelenggaraan informasi serta data mikro kependudukan dan keluarga skala kota;
Perumusan perkiraan sasaran pengembangan informasi serta data
Perumusan perkiraan sasaran pengembangan informasi serta data