Menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari keberhasilan dan kegagalan, permasalahan dan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja KPU serta strategi pemecahan masalah yang akan dilaksanakan ditahun mendatang.
LAMPIRAN :
1. Pengukuran Kinerja 2015 2. Perjanjian Kinerja 2016 3. Rencana Aksi Kinerja 2016 4. Rencana Kinerja Tahunan 2016
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
A. VISI DAN MISI KOMISI PEMILIHAN UMUM Visi Komisi Pemilihan Umum adalah :
Menjadi Penyelenggara Pemilihan Umum yang Mandiri, Profesional, dan Berintegritas untuk Terwujudnya Pemilu yang LUBER dan JURDIL
Pernyataan visi diatas merupakan gambaran tegas dari komitmen Komisi Pemilihan Umum untuk menyelenggarakan pemilu yang jujur, adil, transparan, akuntabel dan mandiri serta dilandasi dengan mekanisme kerja yang efektif, efisien, berpegang teguh pada etika profesi dan jabatan, berintegritas tinggi dan berwawasan nasional sehingga menjadikan Komisi Pemilihan Umum sebagai lembaga penyelenggara pemilihan umum yang terpercaya dan professional dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Di samping itu, Komisi Pemilihan Umum juga berkomitmen penuh untuk ikut mengambil bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang politik kepemiluan. Relevansi pernyataan visi Komisi Pemilihan Umum dengan visi Nasional dan agenda prioritas nasional yang disebut NAWA CITA, yakni pembangunan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya serta peningkatan kualitas sumber daya manusia penyelenggara pemilu. Hal ini menyiratkan pentingnya Komisi Pemilihan Umum memperkuat brand image organisasi menjadi penyelenggara pemilihah umum yang berintegritas, professional dan mandiri demi terwujudnya kualitas penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia.
Misi Komisi Pemilihan Umum
Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan visi serta menggambarkan tindakan yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi Komisi Pemilihan Umum
(KPU), maka misi Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengalami perubahan sebagai berikut:
1. Membangun SDM yang Kompeten sebagai upaya menciptakan Penyelenggara Pemilu yang Profesional;
2. Menyusun Regulasi di bidang Pemilu yang memberikan kepastian hukum, progesif, dan partisipatif;
3. Meningkatkan kualitas pelayanan Pemilu, khususnya untuk para pemangku kepentingan dan umumnya untuk seluruh masyarakat;
4. Meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih melalui sosialisasi dan pendidikan pemilih yang berkelanjutan;
5. Memperkuat Kedudukan Organisasi dalam Ketatanegaraan.
6. Meningkatkan integritas penyelenggara Pemilu dengan memberikan pemahaman secara intensif dan komprehensif khusunya mengenai kode etik penyelenggara Pemilu;
7. Mewujudkan penyelenggara Pemilu yang efektif dan efisien, transparan, akuntabel, serta aksesable.
B. TUJUAN DAN SASARAN KOMISI PEMILIHAN UMUM
Dalam mewujudkan visi dan melaksanakan misi tersebut, maka tujuan yang hendak dicapai oleh Komisi Pemilihan Umum adalah:
1. Terwujudnya lembaga KPU yang memiliki integritas, kompetensi, kredibilitas, dan kapabilitas dalam menyelenggarakan Pemilu;
2. Terselenggaranya Pemilu sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku;
3. Meningkatnya partisipasi politik masyarakat dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia;
4. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemilu;
5. Terselenggaranya Pemilu yang efektif dan efisien, transparan, akuntabel, dan aksesabel.
Sasaran strategis Komisi Pemilihan Umum dalam RPJM ke–3 disebutkan bahwa sasaran pokok pembangunan yang hendak dicapai adalah meningkatnya partisipasi politik pemilihan umum dan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum 2019, penegakan hukum dan reformasi birokrasi yang ditandai dengan membaiknya indeks demokrasi Indonesia, meningkatnya indeks penegakan hukum; indeks perilaku anti korupsi; indeks persepsi korupsi; indeks integritas nasional, dan indeks reformasi birokrasi yang diikuti dengan membaiknya tingkat pengelolaan anggaran (opini laporan keuangan) dan tingkat akuntabilitas instansi pemerintah (skor atas SAKIP).Berdasarkan sasaran pokok pembangunan yang tercantum dalam RPJM ke-3 tersebut, maka sasaran-sasaran strategis Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang hendak dicapai selama lima tahun kedepan (2015 – 2019) adalah sebagai berikut:
1. Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pemilu, dengan indikator kinerja sasaran strategis sebagai berikut :
a. Persentase Partisipasi Pemilih dalam Pemilu;
b. Persentase partisipasi pemilih perempuan dalam Pemilu;
c. Persentase pemilih disabilitas yang terdaftar dalam DPT yang menggunakan hak pilihnya;
d. Persentase pemilih yang berhak memilih tetapi tidak masuk dalam daftar pemilih;
e. Persentase KPPS yang telah menerima perlengakapan pemungutan dan penghitungan suara paling lambat 1 (satu) hari sebelum hari pemungutan suara tepat jumlah dan kualitas.
2. Meningkatnya Kapasitas Penyelenggara Pemilu, dengan indikator kinerja sasaran strategis sebagai berikut :
a. Persentase terpenuhinya jumlah pegawai organik kesekretariatan KPU ; b. Persentase ketepatan waktu penyelesaian administrasi kepegawaian;
c. Persentase pelanggaran kode etik terhadap penyelenggara Pemilu;
d. Opini BPK atas LHP;
e. Persentase ketepatan waktu dalam verifikasi partai politik pasca Pemilu;
f. Persentase ketepatan waktu dalam verifikasi pencalonan Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur, Bupati, dan Walikota.
3. Meningkatnya Kualitas Regulasi Kepemiluan, dengan indikator kinerja sasaran strategis sebagai berikut :
a. Persentase partisipasi pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi;
b. Persentase sengketa hukum yang dimenangkan oleh KPU.
C. PERENCANAAN KINERJA TAHUN 2015
Adapun program-program dan kebijakan yang telah dilaksanakan oleh seluruh Satuan Kerja di lingkungan Komisi Pemilihan Umum Kota Kediri adalah sebagai berikut:
a. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.
Outcome yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya kualitas dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya.
Kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan dalam program tersebut adalah :
(1) Tersedianya dokumen perencanaan dan penganggaran, koordinasi antar lembaga, data dan informasi serta hasil monitoring dan evaluasi.
(2) Terselenggaraanya pengelolaan data, dokumentasi, pengadaan, pendistribusian, inventarisasi sarana dan prasarana serta terpenuhinya logistik keperluan Pemilihan Umum.
(3) Tereselenggaranya dukungan operasional dan pemeliharaan perkantoran sehari-hari untuk Komisi Pemilihan Umum seluruh Indonesia.
(4) Terselenggaranya pembinaan sumber daya manusia, pelayanan dan administrasi kepegawaian di lingkungan Setjen Komisi Pemilihan Umum.
(5) Terlaksananya administrasi kegiatan pengangkatan anggota Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota dan seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum daerah pemekaran.
(6) Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan administrasi keuangan di lingkungan Setjen Komisi Pemilihan Umum.
(7) Terselenggaranya pemeriksaan yang transparan dan akuntabel.
Indikator-indikator yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan pencapaian program tersebut adalah :
(1) Prosentase kesesuaian antara Renstra dan Renja K/L dan RKA KL.
(2) Prosentase fasilitasi kerjasama Komisi Pemilihan Umum dengan lembaga lain.
(3) Prosentase laporan monitoring dan evaluasi yang akuntabel dan tepat waktu.
(4) Prosentase kemajuan penyusunan dan pelaksanaan model dan pedoman reformasi birokrasi dan tata kelola Komisi Pemilihan Umum.
(5) Frekuensi pemutakhiran data pemilih di tingkat kelurahan di seluruh wilayah Indonesia.
(6) Tersusunnya rencana penerapan e-Government yang konkrit dan terukur.
(7) Tingkat ketepatan pengelolaan informasi kebutuhan Pemilihan Umum.
(8) Tingkat ketepatan pengadaan dan distribusi logistik Pemilihan Umum.
(9) Tingkat ketepatan standar mutu barang/jasa administrasi pengadaan dan dokumentasi pengadaan kebutuhan Pemilihan Umum.
(10) Prosentase kemajuan penyusunan peta distribusi logistik Pemilihan Umum.
(11) Tingkat keberhasilan pemeliharaan sarana dan prasarana Pemilihan Umum.
(12) Prosentase dukungan pelayanan administrasi kegiatan.
(13) Prosentase dukungan operasional dan pemeliharaan perkantoran.
(14) Prosentase pengadaan menggunakan e-procurement.
(15) Manajemen kearsipan dan dokumentasi sudah dilaksanakan dengan system berbasis TIK.
(16) Tingkat ketepatan perencanaan kebutuhan, pengadaan SDM, dan kesejahteraan pegawai.
(17) Tingkat keakuratan data dan informasi SDM.
(18) Tingkat ketepatan pelaksanaan mutasi dan disiplin pegawai.
(19) Prosentase dukungan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.
(20) Tingkat ketepatan penatalaksanaan SDM.
(21) Tingkat ketetapan proses pelaksanaan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota Komisi Pemilihan Umum , Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, dan Komisi Pemilihan Umum daerah pemekaran.
(22) Tersedianya sistem penegakan disiplin yang efektif.
(23) Prosentase pelanggaran disiplin mendapatkan sanksi.
(24) Prosentase pejabat telah menandatangani dan melaksanakan pakta integritas.
(25) Prosentase tersusunnya struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja ) yang proporsional, efektif dan efesien.
(26) Prosentase SOP utama telah tersusun sesuai dengan proses bisnis yang lebih sederhana.
(27) tersedianya sistem rekruitment yang transparan
(28) Tersedianya sistem promosi dan mutasi yang terbuka dan (29) transparan.
(30) Tersedianya sistem diklat berbasis merit dan kompetensi.
(31) Tersedianya sistem penegakan kode etik yang efektif, disertai penerapan reward and punishment.
(32) Ketepatan dan kepatuhan dalam pelayanan pelaksanaan keuangan.
(33) Opini BPK terhadap Laporan Keuangan Komisi Pemilihan Umum . (34) Ketepatan pembayaran gaji/honor/tunjangan pegawai.
(35) Tingkat ketepatan waktu dan tertib administrasi pelaksanaan (36) pengawasan regular.
(37) Tingkat ketepatan dan tertib administrasi pelaksanaan pengawasan khusus.
(38) Tingkat ketepatan dan tertib administrasi pelaksanaan evaluasi tindak lanjut.
(39) Tingkat ketepatan dan tertib administrasi pelaksanaan review laporan keuangan.
(40) Tingkat ketepatan dan tertib administrasi pelaksanaan penyusunan Lakip.
(41) Tingkat ketepatan dan tertib administrasi pelaksanaan Tapkin.
(42) Tingkat ketepatan dan tertib administrasi pelaksanaan evaluasi Lakip.
(43) Tingkat ketepatan pelaksanaan pemeriksaan terhadap kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan kegiatan operasional Pemilihan Umum.
(44) Tingkat ketepatan pelaksanaan ujian, penilaian, pemeriksaan atas kebenaran laporan
(45) Prosentase pejabat yang telah melaporkan LHKPN (46) Tersedianya sistem pelaporan gratifikasi
(47) Tersedia dan terlaksananya sistem pengendalian internal yang efektif (48) Prosentase temuan yang ditindaklanjuti
(49) Tersedianya sistem pengaduan masyarakat yang efektif
(50) Prosentase penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan yang disampaikan ke masyarakat
(51) Tersedianya sistem evaluasi kinerja pelayanan publik
(52) Prosentase unit penyelenggara pelayanan publik yang mendapat penilaian baik
(53) Tersedianya sistem penilaian kinerja yang terukur
(54) Prosentase penerapan SAKIP (Renstra, Penilaian kinerja, kontrak kinerja, pengendalian, dll)
b. Program Penguatan Kelembagaan Demokrasi dan Perbaikan Proses Politik.
Outcome yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya kapasitas dan kredibilitas organisasi penyelenggara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden dan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil dan Wakil Kepala Daerah serta Pemilihan Umum Anggota Legislatif di tingkat KPU Kabupaten/Kota.
Kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan dalam program tersebut adalah :
(1) Terselenggaraanya penyiapan penyusunan rancangan peraturan Komisi Pemilihan Umum , advokasi hukum dan penyuluhannya
(2) Terselenggaranya bimbingan teknis/supervisi /publikasi/ sosialiasi penyelenggaraan Pemilihan Umum dan pendidikan pemilih
Indikator-indikator yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan pencapaian program tersebut adalah :
(1) Tingkat ketepatan penyiapan analisis dan masukan rancangan verifikasi peraturan Partai Politik peserta Pemilihan Umum, perseorangan Peserta Pemilihan Umum dan dana kampanye Peserta Pemilihan Umum, penyusunan Daerah Pemilihan, dan lain-lain.
(2) Tingkat ketepatan penyiapan penyusunan Regulasi penyelenggaraan Pemilihan Umum 2014.
(3) Tingkat ketepatan penyiapan penyusunan tata cara dan pelaksanaan advokasi dan penyelesaian sengketa hukum.
(4) Tingkat ketepatan penyiapan penyusunan dokumentasi dan informasi
(5) Prosentase jumlah pedoman dan petunjuk teknis bimbingan teknis penyelenggaraan Pemilihan Umum yang diselesaikan tepat waktu dan akuntabel.
(6) Prosentase jumlah pedoman dan petunjuk teknis dalam rangka PAW anggota DPR, DPD, DPRD dan Komisi Pemilihan Umum yang diselesaikan dengan akuntabel dan tepat waktu.
(7) Prosentase fasilitasi bimbingan teknis (bimtek) Pemilihan Umum kepala daerah untuk Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PPK, dan PPS yang tepat waktu, sesuai rencana dan efektif.
(8) Prosentase fasilitasi bimbingan teknis (bimtek) Pemilihan Umum legislatif dan Presiden untuk Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, PPK dan PPS yang tepat waktu sesuai rencana dan efektif.
(9) Prosentase kemajuan pengembangan pusat pendidikan pemilih.
(10) Jumlah modul pendidikan pemilih untuk kelompok perempuan, miskin, cacat, pemilih pemula, lansia.
(11) Jumlah kerja sama dan kegiatan pendidikan pemilih yang dilaksanakan.
(12) Prosentase kemajuan pengembangan media center.
(13) Jumlah kegiatan pendidikan pemilih bagi caleg perempuan
(14) Jumlah kader parpol perempuan yang mendapatkan pendidikan politik.
(15) Prosentase unit penyelenggara pelayanan publik yang sudah menerapkan standar pelayanan
(16) Prosentase unit pelayanan publik yang sudah menerapkan maklumat pelayanan
(17) Prosentase unit pelayanan publik yang menerapkan manajemen pengaduan yang efektif
(18) Tersusunnya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik pada unit penyelenggara pelayanan publik
(19) Terlaksananya rencana peningkatan kualitas pelayanan publik sesuai batas waktu yang ditetapkan.
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah KPU Kota Kediri disusun guna mengukur keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi seperti tertuang dalam perencanaan stratejik. Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan target setiap indikator kinerja sasaran dengan realisasinya.
Proses pengukuran kinerja didahului dengan penetapan indikator kinerja kegiatan yaitu ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan. Indikator-indikator tersebut secara langsung atau tidak langsung dapat mengindikasikan sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran.
Indikator kinerja kegiatan yang dipakai dalam pengukuran ini meliputi masukan (input), keluaran (output), dan hasil (outcome)masing-masing sebagai berikut :
a. Masukan (input) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dan program dapat berjalan atau dalam rangka menghasilkan keluaran (output), misalnya sumber daya manusia, dana, material, waktu, teknologi dan sebagainya.
b. Keluaran (output) adalah segala sesuatu berupa produk/jasa (fisik dan/atau non fisik) sebagai hasil langsung dari pelaksanaan suatu kegiatan dan program berdasarkan masukan (input) yang digunakan.
c. Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran (output) kegiatan. Hasil (outcome) merupakan ukuran seberapa jauh setiap produk/jasa dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.
d. Manfaat (benefit) adalah kegunaan suatu keluaran (output) yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Dapat berupa tersedianya fasilitas yang dapat diakses oleh publik.
Dalam menilai atau mengukur capaian kinerja setiap indikator sasaran, dikategorikan sesuai skala penilaian capaian sebagai berikut:
Tabel 3.1
Skala kategori penilaian
No Rentang capaian Kategori capaian 1 Kurang dari 55% Gagal
2 55% sampai 75% Cukup baik 3 76% sampai 100% Baik
4 Lebih dari 100% Sangat baik
Penghitungan prosentase capaian kinerja setiap indikator digunakan rumus :
Realisasi
% pencapaian = X 100%
Rencana Keterangan :
Semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik.
Pada tahun 2015 Komisi Pemilihan Umum Kota Kediri menetapkan 8 Sasaran Strategis yang berisi 20 Indikator Kinerja Utama (IKU).
memiliki capaian 100 % atau lebih dan 3 IKU lainnya memiliki capaian kurang dari 100 %.
Tabel 3.2
Ringkasan Capaian IKU tahun 2015
Tingkat Capaian Jumlah IKU Persentase Kurang dari 100% tampak sebagai berikut :
Tabel 3.3
Rincian Pengukuran Kinerja tahun 2015
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi %
Capaian output
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas
Teknis Lainnya KPU
1. Kegiatan Pelaksanaan Akuntabilitas
c. Layanan Perkantoran (Bulan Layanan) (3355.994)
100 100 100% 12 bln
2. dan Pra Sarana Pemilu (3356)
3 Kegiatan Pelaksanaan Manajemen
4. Kegiatan Pembinaan Sumber Daya Manusia, Pelayanan dan
Administrasi
Kepegawaian (3358)
a. Penataan organisasi, pembinaan dan pengelolaan SDM (laporan) (3358.001)
90 100 111% 2 orang
b. Layanan Peningkatan Komptensi SDM
a. Penatausahaan Barang Milik Negara (dokumen)
(3360.008) 100 100 100% 2 dok
b. Pengelolaan Persediaan (Stock Opname)
a. Laporan Hasil Review Laporan Keuangan KPU (3361.005)
100 100 100% 1
berkas
Program Penguatan Kelembagaan Demokrasi dan
Perbaikan Proses Politik
a. Advokasi dan sengketa hukum (kasus)
(3363.010) 90 0 0% 0 kasus
b. Dokumentasi dan
Peraturan Perundang-Undangan yang Berkaitan Dengan Penyelenggaraan Pemilu (3363)
c. Penyuluhan peraturan perundang-undangan
a. Penggantian Antar Waktu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota (orang) (3364.004)
100 0 0% 0 orang
b. Pusat Pendidikan Pemlih
(Satker) (3364.032) 80 100 125% 1 dok
c. Informasi dan Publikasi serta Sosialisasi Pemilu dan Pemilukada (laporan) (3363.033)
90 100 111% 2 lap
B. Evaluasi dan Analisis Kinerja
Analisis dan evaluasi atas capaian kinerja Kota Kediri dilakukan dengan membandingkan target tahun 2015 denga realisasinya. Indikator Kegiatan yang sudah berjalan dilakukan analisis atas keberhasilan ataupun kegagalan atas atget kinerja yang telah ditentukan. Hasil analisis dan evaluasi kinerja atas pencapaian kinerja adalah sebagai berikut :
Sasaran Strategis 1 : Kegiatan Pelaksanaan Akuntabilitas Pengelolaan Administrasi Keuangan di Lingkungan Setjen KPU (3355)
Tabel 3.4
Pengukuran kinerja terhadap sasaran Pelaksanaan Akuntabilitas Pengelolaan Administrasi Keuangan di Lingkungan Setjen KPU
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi %
capaian output 1. Kegiatan Pelaksanaan
Akuntabilitas Pengelolaan
Administrasi Keuangan di Lingkungan Setjen KPU (3355)
a. Laporan Permasalahan Pengelolaan Keuangan
c. Layanan Perkantoran (Bulan Layanan) (3355.994)
100 100 100% 12 bln
Sasaran ini dicapai melalui beberapa kegiatan dengan dukungan anggaran sebesar Rp 942.285.000,- telah dapat direalisasika anggaran sebesar Rp 941.564.800,-
Berdasarkan prosentase pencapaian kinerja di atas bisa dikategorikan bahwa capaian kinerja di atas telah terlaksana dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan 3 hal :
a. Telah tersusunnya laporan pengelolaan keuangan.
b. Terwujudnya laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran
c. Ketepatan waktu pembayaran gaji, tunjangan dan honorarium tepat waktu.
Dengan telah terwujudnya capaian kinerja di atas maka perlu beberapa program untuk mencapai target kinerja di tahun selanjutnya yaitu dengan pelaksanaan bimtek pengelola keuangan agar lebih akuntabel dan dapat meningkatkan opini BPK dari WDP (Wajar Dengan Pengecualian) menjadi WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) sesuai dengan opini BPK.
Sasaran Strategis 2 : Kegiatan Pengelolaan Data, Dokumentasi, Pengadaan, Pendistribusian, dan Inventarisasi Sarana dan Pra Sarana Pemilu
Tabel 3.5
Pengukuran kinerja terhadap sasaran Pengelolaan Data, Dokumentasi, Pengadaan, Pendistribusian, dan Inventarisasi Sarana dan Pra Sarana Pemilu
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realis asi
a. Perencanaan kebutuhan logistik, pedoman dan evaluasi manajemen logistik PEMILU
(dokumen)(3356.008) 90 80 89% 1 dok
Jumlah anggaran yang digunakan untuk mencapai sasaran kinerja di atas sebesar Rp 3.204.000,- dari total pagu anggaran sebesar Rp 10.265.000,- . Capaian kinerja untuk sasaran kegiatan ini berdasarkan penyerapan anggaran di atas kurang maksimal dikarenakan masih menunggu surat persetujuan penghapusan aset dari KPU Pusat sehingga belanja honorarium tidak bisa terserap. Proses pelaksanaan lelang surat suara akan dilaksanakan apabila persetujuan rekom untuk penghapusan surat suara sudah turun dari KPU Pusat.
Sasaran strategis 3 : Kegiatan Pelaksanaan Manajemen Perencanaan dan Data (3357).
Tabel 3.6
pengukuran kinerja terhadap sasaran Pelaksanaan Manajemen Perencanaan dan Data
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisa si
%
Capaian output 3.
Kegiatan Pelaksanaan Manajemen Perencanaan dan Data (3357)
a. Dokumen perencanaan dan data kepemiluan
(3357.001) 90 90 100% 1 lap
b. Monitoring dan supervisi pelaksanaan kegiatan
KPU (3357.018) 90 90 100% 3 lap
Sasaran ini dicapai melalui beberapa kegiatan dengan dukungan anggaran sebesar Rp 34.252.000,- dan dapat direalisasikan sesuai dengan capaian kinerja sebesar Rp 33.126.600,- . berdasarkan prosentase pencapaian kinerja di atas bisa diinterpretasikan bahwa capaian sasaran kegiatan ini sangat baik.
indikator kinerja kegiatan ini telah diwujudkan dalam bentuk kegiatan :
a. Pengarsipan data hasil pemilukada 2013, Legislatif 2014 dan pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014.
b. Penyusunan Lakip 2014, Renja 2016 dan RKA-KL serta PP 39 yang telah dilaksanakan sesuai jadwal.
c. Kehadiran dalam rapat monitoring dan evaluasi serta kinerja di KPU Provinsi terlaksana sesuai undangan.
d. Pengelolaan program dan revisi DIPA telah terlaksana dengan baik.
Berdasarkan pelaksanaan sasaran strategi tersebut maka disusun beberapa langkah kebijakan untuk pencapaian kinerja tahun mendatang, yaitu dengan : a. Dalam penyusunan Lakip dan Renstra dan Rencana kerja akan
berkoordinasi dengan banyak pihak (dalam hal ini para kasubag, sekretaris dan anggota komisioner) agar hasil bisa lebih maksimal.
a. Kegiatan penyusunan data baik elektronik atapun cetak akan lebih dimaksimalkan guna pemenuhan layanan informasi kepada masyarakat luas lebih baik.
Sasaran strategi 4 : Kegiatan Pembinaan Sumber Daya Manusia, Pelayanan dan Administrasi Kepegawaian (3358)
Tabel 3.7
Pengukuran kinerja terhadap sasaran Pembinaan Sumber Daya Manusia, Pelayanan dan Administrasi Kepegawaian
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi %
Capaian output
a. Penataan Organisasi, Pembinaan dan Pengelolaan SDM (3358.001)
90 100 111% 2
orang b. Layanan Peningkatan
Kompetensi SDM (3358.003)
90 90 100% 2
orang
Pembinaan dan pengelolaan sumber daya manusia, pelayanan dan administrasi kepegawaian telah berjalan dengan baik, meskipun masih perlu terus diperbaiki secara bertahap. Berdasarkan serapan anggaran yang dianggarkan pada Pagu DIPA sebesar Rp 3.100.000,- telah terserap Rp 1.800.000,-.
Pelaksanaan kegiatan dari sasaran strategis di atas adalah :
1. Pelantikan pejabat struktural ke propinsi yang telah dilaksanakan 2 (dua) orang yaitu Henny Nurdiany dan Arif Suryawan Siregar yang masing-masing menduduki jabatan Kasubag Hukum dan Kasubag Teknis dan Hupmas.
2. Pengiriman 2 (dua) orang staf untuk mengikuti diklat atas undangan provinsi, yaitu :
- Okta Frida Insani mengikuti Bimtek Pengelolaan Keuangan - Annisa Dyah Kusuma mengikuti Bimtek Keprotokolan.
Penyerapan anggaran pada sasaran kegiatan ini tidak bisa maksimal karena ada sub kegiatan yang tidak bisa terlaksana karena dari SDM KPU Kota Kediri belum ada yang bisa mengikuti yaitu tes kompetensi dan tes integrasi dalam rangka alih status PNS.
Sasaran strategis 5 : Kegiatan penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran (3360)
Tabel 3.8
Pengukuran kinerja terhadap sasaran penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi %
Capaian output
a. Penatausahaan Barang Milik Negara (3360.008)
100 100 100% 2 dok
b. Pengelolaan Persediaan
(3360.009) 100 100 100% 1 dok
c. Evaluasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Laporan Barang Milik Negara (Laporan) ( 3360.010)
90 0 0% 4 lap
d. Penataan, Pendataan dan Penilaian Arsip (laporan)
(3350.015) 90 100 111% 1 lap
e. Layanan Perkantoran (BULAN LAYANAN)
(3360.994) 100 100 100% 12 bln
Sasaran ini dicapai melalui beberapa kegiatan dengan dukungan anggaran sebesar Rp 377.893.000,- namun yang dapat direalisasikan sesuai dengan capaian kinerja sebesar Rp 350.758.019,-. Berdasarkan prosentase pencapaian kinerja diatas bisa dikatakan bahwa secara umum capaian kinerja kegiatan penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran adalah baik. Hal ini dianalisis dari kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu :
1. Tersusunnya laporan BMN yang akuntabel.
3. Peningkatan manajemen kearsipan dan dokumentasi.
4. Terwujudnya pelayanan perkantoran yang efektif dan efisien.
Pencapaian kinerja yang belum maksimal berdasarkan penyerapan anggaran dikarenakan beberapa hal :
1. Tidak ada barang/aset BMN yang hilang di KPU Kota Kediri, sehingga tidak ada kegiatan tuntutan ganti rugi (3360.010).
2. Honor operasional satuan kerja tidak bisa diambil maksimal karena PPK dirangkap oleh KPA.
3. Kegiatan penghapusan barang milik negara masih belum bisa dilaksanakan dengan maksimal karena menunggu rekom Sekertaris Jendral KPU.
Sasaran strategis 6 : Kegiatan Pemeriksaan di Lingkungan Sekretariat KPU Kab/Kota
Tabel 3.9
Pengukuran kinerja terhadap sasaran Pemeriksaan di Lingkungan Sekretariat KPU Kab/Kota
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi %
Capaian output
6.
Kegiatan
Pemeriksaan di Lingkungan Sekretariat KPU Kab/Kota (3361)
a. Laporan Hasil Review Laporan Keuangan
KPU (3361.005) 100 100 100% 1 lap
Jumlah anggaran yang digunakan untuk mencapai sasaran kegiatan ini adalah Rp 2.860.000,- dari total pagu anggaran Rp 3.060.000,-. Berdasarkan prosentase di atas dapat dikategorikan sasaran kegiatan ini telah tercapai dengan baik.
indikator kinerja dari kegiatan ini adalah ketepatan dan kepatuhan dalam pelaksanaan keuangan.
Sasaran strategis 7 : Kegiatan penyiapan penyusunan rancangan peraturan KPU, advokasi, penyelesaian sengketa dan penyuluhan peraturan Perundang-undangan yang berkaitan dengan Penyelenggaraan Pemilu.
Tabel 3.10
Pengukuran kinerja terhadap sasaran penyiapan penyusunan rancangan peraturan KPU, advokasi, penyelesaian sengketa dan penyuluhan peraturan
Pengukuran kinerja terhadap sasaran penyiapan penyusunan rancangan peraturan KPU, advokasi, penyelesaian sengketa dan penyuluhan peraturan