Bab ini merupakan bab akhir yang berisi tentang kesimpulan dan saran dari penulis untuk pengembangan sistem yang dibangun ini menjadi lebih baik.
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Definisi Jaringan Komputer
Menurut Sopandi (2006 : 5), jaringan komputer merupakan gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Gabungan teknologi ini melahirkan pengolahan data yang dapat didistribusikan, mencakup pemakaian database, software aplikasi dan peralatan hardware secara bersamaan, untuk membantu proses otomatisasi perkantoran dan peningkatan ke arah efisiensi kerja.
2.2. Internet
Internet adalah sebuah sistem interkoneksi jaringan komputer global yang berbasiskan TCP/IP. Secara singkat, terminologi Internet dapat didefinisikan sebagai network of networks, yang berarti jaringan dari jaringan-jaringan. Dengan demikian, jutaan jaringan mulai dari yang bersifat privat, publik, akademik, bisnis, hingga pemerintahan, baik skop lokal hingga global, yang saling terhubung melalui teknologi jaringan kabel, nirkabel, ataupun serat optik, merupakan satu kesatuan yang kita istilahkan sebagai Internet. Namun, terminologi Internet sendiri seringkali disalahartikan dengan terminologi World Wide Web, sehingga antara keduanya menjadi rancu dan terkesan sama. Hal yang perlu diperhatikan adalah, bahwa Internet merupakan sistem komunikasi data global, yakni hardware dan infrastruktur software yang mendukung konektivitas antar komputer. Sedangkan, web adalah salah satu layanan yang dikomunikasikan via Internet (http://en.wikipedia.org).
Gambar 2.1 Diagram Jaringan – Internet
2.3. World Wide Web
World Wide Web (WWW) atau lebih dikenal sebagai web, adalah sebuah sistem untuk mengakses, memanipulasi, dan mengunduh dokumen hipertaut yang terdapat dalam komputer yang dihubungkan melalui Internet (KBI, 2008 : 1813). World Wide Web bukanlah merupakan sinonim Internet, tetapi merupakan bagian dari Internet (http://www.techterms.com).
Berkaitan dengan World Wide Web, ada beberapa istilah penting yang perlu diketahui, diantaranya :
a. Home Page
Home page adalah laman web, yakni halaman utama dari suatu situs web yang menjadi titik awal akses situs tersebut.
b. Web Portal
Web Portal adalah situs web penyedia berbagai macam jenis layanan, seperti email, berita, hiburan, informasi, dan lain sebagainya.
c. Web Server
Web Server adalah suatu program (dan juga mesin yang menjalankan program) yang mengerti protokol HTTP dan dapat menanggapi
permintaan-permintaan dari web browser yang menggunakan protokol tersebut (http://www.total.or.id).
d. URL
Uniform Resource Locator (URL) adalah sintaksis dan semantik perumusan informasi pengalamatan dan pengaksesan resource via Internet (rfc1738). Berikut adalah sebuah contoh URL dan anatominya :
Gambar 2.2 Anatomi URL (Sumber : http://cscis12.dce.harvard.edu)
2.4. Search Engine (Mesin Pencari)
Menurut Purbo (2008 : 67), mesin pencari adalah mesin yang dirancang untuk mencari informasi di World Wide Web. Informasi tersebut dapat berupa halaman web, gambar, dan berbagai jenis file. Beberapa mesin pencari juga menggali data dari koran, buku, basis data, atau berbagai direktori yang terbuka. Berbeda dengan direktori web, yang dibuat oleh editor manusia, mesin pencari beroperasi menggunakan algoritma atau campuran antara algoritma dan masukan manusia.
2.4.1.Karakteristik Mesin Pencari
Crispen (2003) dalam penjelasannya menuliskan, bahwa karakteristik dari sebuah search engine terdiri dari tiga bagian, yaitu :
a. The Spider
Spider atau dikenal juga sebagai crawler atau bot merupakan perangkat lunak yang bertugas untuk mengotomatisasi pembentukan daftar kata-kata yang ditemukan pada situs web. Empat spider dapat menghinggapi hingga seratus halaman per detik untuk keperluan pengindeksan lebih lanjut.
Gambar 2.3 Anatomi Pencarian Sisi Server (Sumber : http://computer.howstuffworks.com) b. The Catalog
Catalog adalah sebuah program yang bertugas membuat indeks berskala besar. Halaman yang telah dibaca oleh spider akan diindekskan untuk disimpan ke dalam basis data mesin pencari (lihat gambar 2.3).
c. The Front End
Adalah sebuah program yang menerima permintaan pencarian penggunanya, membandingkannya dengan indeks yang terdapat dalam basis data dan mengembalikan hasil pencarian kepada penggunanya.
Gambar 2.4 Anatomi Pencarian Sisi Klien (Sumber : http://www.netsquirrel.com)
2.4.2.Mesin Pencari Google
Google Search atau Google Web Search adalah sebuah mesin pencari web berorientasi teks milik perusahan Google, Google Inc, yang dikembangkan oleh Sergey Brin dan Lawrance Page ketika masih di Stanford University, California. Sebelumnya, mesin pencari ini bernama BackRub, yang beroperasi di Stanford hingga lebih dari setahun. Nama Google berasal dari kata googol, yang dalam matematik berarti 10100. Istilah tersebut sesuai dan merefleksikan misi mesin pencari yang mereka kembangkan. Adapun konsep antarmuka yang diusung adalah kesederhanaan, dan masih terjaga hingga kini.
Google mulai merintis kesuksesannya pada tahun 1998 dengan dibentuknya perusahaan Google pada tanggal 4 September di Menlo Park. Beberapa hari kemudian, seiring dengan keadaan perusahaan yang stabil, Larry dan Sergey mendepositokan cek dengan nilai $100,000 yang diberikan oleh Andy Bechtolsheim, co-founder Sun Microsystem, kepada Google Inc, yang sebelumnya tidak dapat dicairkan karena perushaan Google belum didirikan. Pada bulan Maret 2004, kantor Googleplex pindah ke 1600 Amphitheatre Parkaway di Mountain View, dan pada tahun 2006 kantor Google pindah ke kota New York. Dalam sejarah perkembangannya, Google terus memperluas layanannya dengan mengakuisisi puluhan perusahaan seperti, YouTube, reCAPTCHA, Writely (cikal bakal Google Docs), Keyhole (cikal bakal Google Earth), Pyra Labs (Blogger), dan lain-lain.
Hingga saat ini, Google masih menjadi mesin pencari web terpopuler di kalangan pengguna Internet. Bahkan menurut survei yang dilansir www.alexa.com hingga Februari 2011 kemarin, Google menduduki peringkat pertama situs web yang paling banyak diakses.
Terdapat tiga unsur yang paling mendasar dan utama dalam kinerja hingga penggunaan Google Web Search. Ketiga unsur tersebut adalah :
a. PageRank
Seperti yang telah disinggung pada sub bab sebelumnya, bahwa mesin pencari web bekerja dengan memadukan The Spider dan algoritma-algoritma tertentu. Para pengguna Google lebih mengenal The Spider dengan nama Google Crawler atau Google robot. Patrick Douglas Crispen melalui Advanced Googology memaparkan, bahwa cara kerja Google secara garis besar meliputi lima hal, yaitu :
Pertama, Google menggunakan kata kunci sebagai sebuah frase dalam pencariannya, yang diberikan nilai X.
Kemudian, kedekatan letak kata kunci yang ditemukan Google pada halaman web diberi nilai Y.
Berikutnya, Google melakukan pembobotan nilai Z berdasarkan banyaknya kata kunci yang terdapat pada halaman yang ditemukan.
Dengan ketentuan X>Y>Z, Google mengombinasikannya dengan sejumlah variabel lainnya untuk membatasi 2000 teratas.
Akhirnya, Google mengalikan hasil yang menduduki peringkat skor 2000 teratas tersebut dengan PageRank yang kemudian membatasi hasilnya menjadi 1000 teratas.
PageRank adalah algoritma yang digunakan untuk menilai popolaritas suatu halaman web. Sehingga, sangat mempengaruhi prioritas hasil pencarian kata kunci web. Sergey Brin dan Lawrence Page memaparkan dalam paper yang mereka tulis, bahwa PageRank merupakan analogi grafik kutipan pada karya tulis ilmiah yang diimplementasikan ke dalam mesin pencari web. Dalam hal ini, kutipan berupa link. Mereka memformulasikannya secara matematik sebagai berikut :
A : Halaman yang akan diukur menggunakan PageRank T1..Tn : Kutipan (n halaman yang merujuk ke halaman A)
C : Jumlah link pada halaman A yang menuju keluar halaman A d : Faktor pengurang yang bernilai 0.85, dengan kisaran 0<d<1
b. Google Search Layout
Antarmuka mesin pencari Google cukup sederhana, dan kesederhanaan ini tetap terjaga hingga kini. Pada halaman utamanya, terdapat beberapa tautan menu utama yang terdapat pada sisi bagian atas, sebuah logo Google (untuk tanggal tertentu Google menggunakan logo alternatifnya yang dikenal sebagai Google Doodle, lihat gambar 2.6), sebuah textbox yang digunakan untuk mengetikkan kata kunci pencarian, dua buah tombol, dan sejumlah tautan-tautan lainnya, seperti pilihan bahasa, serba-serbi, penelusuran lanjutan, periklanan, dan lain-lainnya. Tombol “Saya Lagi Beruntung” akan membawa ke halaman web yang menduduki peringkat pertama dalam penelusuran. Misalnya, ketika kita mengetikkan kata google mail sebagai kata kunci penelusuran, maka kita akan dibawa kehalaman utama Gmail. Hal ini berarti akan mengefisienkan waktu penelusuran, karena pengguna tidak perlu menelusuri halaman demi halaman.
Gambar 2.6 Halaman Utama Google dengan Google Doodles
Google juga menyediakan virtual keyboard sebagai text-assistant. Virtual keyboard ini dapat diakses dengan cara mengklik ikon keyboard yang berada
top panel (menu)
Google Doodle Logo
textbox
dalam pada sisi kanan dalam textbox (lihat gambar 2.7). Untuk mempermudah penggunanya, Google juga sudah dilengkapi dengan auto-completion yang lebih dikenal dengan Google Suggest (lihat gambar 2.7).
Gambar 2.7 Layout Halaman Hasil Pencarian Google
Sejak tahun 2010, Google telah menggunakan rancangan antarmuka yang baru untuk hasil pencarian, yakni dengan menambahkan panel menu pada sisi kiri yang juga merupakan menu utama (lihat gambar 2.7). Panel menu ini kurang disukai oleh sejumlah Googlers (pengguna Google) karena terkesan redundan dengan menu utama pada sisi bagian atas. Untuk layout hasil pencarian terbagi menjadi dua bagian, Google menempatkannya pada bagian tengah dan kanan. Hasil pencarian yang berada pada bagian kanan merupakan fitur hasil pencarian yang bersifat khusus yang meliputi iklan (lihat gambar 2.7) dan visualisasi tertentu seperti peta (lihat gambar 2.8), grafik, dan lain sebagainya. Sedangkan hasil pencarian utama terletak pada bagian tengah. Secara default, hasil pencarian yang
virtual keyboard left panel (menu)
Ikon virtual keyboard
Google Suggest
ditampilkan oleh Google maksimal sepuluh buah, tidak termasuk iklan dan saran hasil pencarian terkait. Google membedakan iklan dengan hasil pencarian umum lainnya dengan memberikan latar belakang kemerahan dan selalu berada pada posisi teratas hasil pencarian (lihat gambar2.7). Informasi hasil pencarian yang ditampilkan pun disajikan dalam bentuk yang sederhana, hanya terdiri judul halaman dan beberapa baris teks yang disebut juga dengan istilah snippet (lihat gambar 2.8).
Gambar 2.8 Navigasi Halaman Hasil Pencarian Google
Seperti halnya jumlah hasil pencarian default, navigasi halaman atau paging hasil pencarian Google juga hanya terdapat sepuluh buah (per sepuluh halaman) dengan huruf o berulang tepat sejumlah sepuluh buah juga (lihat gambar 2.8).
Selain tampilan standar Google Search, Google juga menyediakan Google Search tingkat lanjut. Melalui Google Search tingkat lanjut ini, Googlers dapat mengatur preferensi pencarian dan membatasi pencarian menjadi lebih spesifik. Namun, antarmuka Google Advanced Search yang kompleks membuat Googlers cenderung kurang menyukainya (lihat gambar 2.9).
paging page title
Gambar 2.9 Antarmuka Google Advanced Search
c. Google Advanced Operators
Patrick Crispen melalui dokumen presentasinya yang berjudul Google 70-20-10 menjelaskan pembagian operator-operator tingkat lanjut yang dapat digunakan dalam query Google menjadi 3 kelompok, yaitu :
Query Modifiers
Adalah kelompok operator yang dapat ditambahkan pada pencarian reguler. Sebagian besar operator-operator pada kelompok ini merupakan operator yang digunakan dalam Google Hack. Operator-operator yang termasuk ke dalam kelompok operator ini meliputi filetype, intitle, inurl, site, dan synonyms.
Operator synonyms digunakan untuk mencari kata kunci beserta sinonimnya (kata yang memiliki atau mendekati kesamaan makna). Penggunaan operator ini sama pada operator dasar Google, yakni dengan menambahkan tanda tilde (~) sebagai awalan kata kunci (lihat gambar 2.10). Selain itu, juga terdapat operator inanchor dan allinanchor yang digunakan untuk pencarian teks tautan pada halaman. Pada praktiknya, keduanya sangat jarang atau bahkan tidak pernah digunakan. Adapun operator-operator khusus lainnya akan dijelaskan lebih lanjut pada sub bab 2.6.2.
Alternative Query Types
Adalah kelompok operator yang dapat digunakan untuk pencarian tanpa kata kunci. Argumen tunggal yang digunakan pada operator-operator kelompok ini adalah URL. Operator-operator yang termasuk dalam kelompok operator ini adalah operator cache, link, related, dan info.
Operator cache digunakan untuk menampilkan halaman web versi snapshot atau versi cache yang dimiliki Google. Contoh, [cache:mail.google.com].
Gambar 2.12 Operator link
Operator link digunakan untuk membatasi penelusuran terhadap berbagai halaman web yang memiliki referensi tautan kepada URL yang dispesifikasikan. Contoh, [link:wikipedia.org].
Operator related digunakan untuk melakukan pencarian terhadap berbagai halaman web yang memiliki kesamaan atau kemiripan terhadap halaman web tertentu. Contoh, [related:wikipedia.org].
Gambar 2.14 Operator info
Operator info digunakan untuk menampilkan informasi yang dimiliki Google tentang keterangan suatu halaman web tertentu. Contoh, [info:ubuntu.com].
Other Information Needs
Adalah kelompok operator dan non-operator (ekspresi matematik dan kata kunci yang memiliki makna spesial sebagaimana operator) yang digunakan untuk melakukan pencarian informasi khusus seperti, definisi istilah, jadwal tayang film bioskop, menjawab pernyataan matematika, dan lain-lain.
Operator define digunakan untuk melakukan pencarian definisi istilah atau arti dari sebuah kata atau frase yang bersumber dari situs web tertentu, seperti situs web kategori ensiklopedia atau kategori kamus. Contoh, [define:internet].
Gambar 2.16 Google Calculator
Google Calculator digunakan untuk menyelesaikan permasalahan matematik yang meliputi, aritmatika dasar, konversi satuan pengukuran, konstanta fisika, dan sebagainya. Contoh, [20*10 feet in meters].
Gambar 2.17 Operator movie
Operator movie digunakan untuk melakukan pencarian informasi terkait dengan film tertentu, dalam hal ini adalah untuk menampilkan jadwal tayang film pada bioskop daerah tertentu. Argumen yang digunakan untuk operator ini adalah lokasi, yang dapat berupa nama jalan, kota, negara, atau kode pos. Contoh, [movie:orchard,sg].
Gambar 2.18 Kata Kunci weather
Kata kunci weather digunakan untuk menampilkan prakiraan cuaca suatu kota tertentu. Contoh, [weather jakarta].
2.5. Hacking
Calishain (2004) dalam bukunya menyebutkan, bahwa hack secara umum dapat diartikan sebagai solusi “cepat-dan-kotor” terhadap permasalahan pemrograman atau teknik-teknik menarik untuk menyelesaikan tugas.
Sedangkan hacking dapat dideskripsikan sebagai suatu proses untuk mengembangkan suatu teknologi baru baik hardware maupun software, atau membuatnya menjadi lebih baik dan efisien dengan menggunakan teknik dan metode tertentu.
2.6. Google Hack
Secara definitif baik Google Hack atau Google Hacking kurang lebih sama, yakni seni untuk membentuk sebaris query yang kompleks untuk menyaring hasil pencarian yang begitu banyak dengan memanfaatkan mesin pencari Google sebagai alat atau medianya. Sedangkan dalam kaitannya dengan aktivitas hacking, Google Hack lebih dikenal sebagai salah satu teknik hacking yang digunakan untuk melakukan pencarian informasi celah kelemahan target atau untuk
pencarian data-data sensitif dengan menggunakan mesin pencari Google (Google Search Engine). Dengan teknik ini, para hacker biasanya melakukan pencarian terhadap web server atau website yang bermasalah. Dengan kata lain, ribuan website, web server, dan semua perangkat online di dunia yang memiliki celah keamanan dapat ditelusuri. Google Hacking sendiri termasuk ke dalam fase reconnaissance dalam proses hacking yang bersifat pasif (Jahangiri : 2009).
Pada dasarnya, Google Hack merupakan teknik pemanfaatan operator yang telah disediakan oleh Google Search untuk penelusuran yang lebih akurat. Hal tersebutlah yang menjadi indikasi seorang pengguna mesin pencari Google menggunakan teknik Google Hack atau tidak. Kelebihan itulah yang menjadikan Google Search sangat diminati oleh para hacker dalam aktivitas hacking yang mereka lakukan.
2.6.1. Operator Tingkat Dasar
Operator-operator yang termasuk dalam operator dasar Google adalah operator boolean dan operator yang berkaitan dengan perlakuan penanganan kata kunci sebagai query. Penulis akan menggunakan sepasang kurung siku untuk bentuk penulisan contoh query pencarian, yakni semua huruf yang berada dalam kurung siku merupakan query yang harus dituliskan, dengan mengecualikan sepasang kurung siku yang mengawalinya dan mengakhirinya. Sejumlah operator yang dimaksudkan, antara lain :
a. Operator AND
Operator boolean AND digunakan Google untuk melakukan pencarian terhadap setiap kata kunci yang diinputkan user. Secara otomatis, Google
melakukan pencarian menggunakan semua kata yang kita masukkan sebagai kata kunci dalam pencarian. Yang berarti, tanpa perlu seorang user menginputkan operator boolean AND, Google secara otomatis akan menggunakannya dalam proses penelusuran setiap halaman yang mengandung unsur setiap kata yang terdapat pada query pencarian. adapun urutan hasil penelusuran telah dijelaskan pada sub bab 2.4.2 sebelumnya butir c. Operator boolean AND, merupakan operator “boolean default” Google. Penggunaan operator boolean AND dituliskan dalam huruf kapital, bukan dengan huruf kecil, meskipun Google tidak bersifat case-sensitive. Untuk menggunakan operator boolean ini secara manual, cukup letakkan diantara dua buah kata kunci. Contoh, ["red berry" AND "blue berry"]. b. Operator OR
Operator boolean OR (ditulis dalam huruf kapital) berfungsi untuk melakukan pencarian pada halaman yang setidaknya berisi salah satu dari kata kunci. Simbol alternatif dari bentuk penulisan operator boolean ini adalah tanda pipe (|). Seperti halnya dengan operator AND, untuk menggunakan operator ini cukup dengan meletakkannya diantara dua kata kunci. Contoh, [cherry OR berry].
c. Operator +
Kata-kata umum seperti “I”, “a”, “the”, "of”, “how”, dan “where” yang digunakan dalam query pencarian akan diabaikan oleh Google. Kelompok kata tersebut dikenal sebagai stop-words. Namun, hal tersebut tidaklah berlaku mutlak, yakni Google memperlakukannya sebagai pengecualian jika jika kata tersebut tidak terkait dengan penggunaan umum sebagaimana yang
disebut di atas. Contoh, [the who] atau [who] bukan merupakan karakteristik dari penggunaan stop-words yang dimaksudkan. Karena, query pertama mengacu pada nama sebuah grup band, sedangkan query kedua merupakan akronim dari World Health Organization. Untuk memaksa google mengikutsertakannya dalam penelusuran, digunakan operator + (plus) sebagai prefiks. Operator ini juga dapat digunakan untuk memaksa kata kunci yang kita masukkan untuk pencarian eksak, yakni dengan mengecualikan sinonim dalam penelusuran.
d. Operator -
Tanda kurang / minus (-) merupakan operator negasi yang digunakan untuk pengecualian kata kunci pencarian. Dengan menambahkan tanda kurang sebagai prefiks kata kunci, maka Google akan mengabaikan kata kunci tersebut dalam pencariannya. Contoh, [anti-virus -software] akan memproses pencarian untuk anti-virus dengan mengecualikan kata software dalam proses penelusuran. Adapun tanda minus pada kata anti-virus merupakan tanda penghubung, berbeda dengan kata software yang menggunakan tanda minus sebagai prefiks.
e. Operator “” (sepasang tanda kutip ganda)
Operator sepasang petik ganda digunakan untuk menegaskan bahwa kata kunci yang diapit dalam tanda kutip berupa frase, yakni sekelompok kata dengan urutan yang eksak sama persis tanpa ada perubahan. Contoh, penggunaan query ["Alexander Bell"] akan menghasilkan hasil pencarian halaman yang mengandung frase Alexander Bell, dan mengecualikan halaman yang mengandung frase Alexander G. Bell.
f. Operator Wildcards
Teknik penggunaan karakter wildcards pada search engine dikenal sebagai stemming, yakni penggunakan karakter wildcards sebagai pengganti karakter atau kata yang tidak diketahui. Adapun stemming pada Google berupa full-word wildcards, yakni tiap penggunaan karakter wildcard mewakili satu karakter atau satu kata. Karakter wildcard untuk mewakili satu karakter adalah tanda titik, sedangkan tanda bintang / asterisk (*) merupakan karakter wildcard untuk satu kata. Secara otomatis, Google menerapkan teknik ini dalam default pencariannya. Contoh, penggunaan query [Google *] dalam pencarian akan menampilkan hasil pencarian yang banyak berkaitan dengan sejumlah produk-produk Google, seperti Google Mail, Google Maps, Google Earth, Google Plus, dan lain sebaginya.
2.6.2.Operator Tingkat Lanjut
Seperti yang telah disinggung pada sub bab 2.4.2, bahwa Google telah menyediakan operator-operator khusus sebagai perintah query untuk membantu atau membatasi pencarian secara spesifik. Pada sub bab ini akan melanjutkan pembahasan salah satu kelompok operator tersebut yakni kelompok operator query modifier. Sebagian besar operator-operator pada kelompok ini merupakan operator yang digunakan dalam Google Hack. Operator query modifier dapat dikombinasikan antara satu dengan yang lainnya dengan baik, kecuali untuk beberapa operator dengan prefix allin seperti, allintext, allintitle, dan allinurl. Beberapa diantara operator-operator query modifier yang merupakan bagian dari Google Hacking antara lain :
Tabel 2.1 Operator Query Modifier (Google Hack)
Operator Kegunaan
site Menginstruksikan Google untuk membatasi pencarian hanya pada situs web tertentu atau domain tertentu saja.
filetype Menginstruksikan Google untuk membatasi pencarian pada format dokumen tertentu. Adapun yang dimaksud dengan format dokumen adalah sufiks dari nama berkas. Google mendukung hingga 13 jenis format dokumen, yaitu :
-Adobe Portable Document Format (pdf) -Adobe PostScript (ps)
-Microsoft Excel (xls, xlsx) -Microsoft Word (doc, docx) -Microsoft PowerPoint (ppt, pptx) -Shocwave Flash (swf)
-Rich Text Format (rtf)
-Lotus 1-2-3 (wk1, wk2, wk3, wk4, wk5, wki, wks, wku) -Lotus WordPro (lwp)
-MacWrite (mw)
-Microsoft Works (wks, wps, wdb) -Microsoft Write (wri)
-Text (ans, txt)
inurl Mengistruksikan Google untuk membatasi pencarian terhadap URL atau alamat dari suatu dokumen web.
allinurl Mengistruksikan Google untuk membatasi pencarian terhadap URL yang memiliki semua kata yang dispesifikasikan sebagai argumen terhadap operator ini.
intitle Menginstruksikan Google untuk membatasi pencarian hanya pada judul suatu halaman dokumen web.
allintitle Menginstruksikan Google untuk membatasi hasil pencarian halaman dokumen web yang memiliki judul semua kata yang dispesifikasikan sebagai argumen terhadap operator ini.
intext Mengistruksikan Google untuk membatasi pencarian terhadap teks yang terdapat pada bagian tubuh dokumen.
allintext Menginstruksikan Google untuk membatasi hasil pencarian teks pada bagian tubuh halaman dokumen web yang memiliki semua kata yang dispesifikasikan sebagai argumen terhadap operator ini. Semua operator di atas dapat dikombinasikan dengan kata kunci, atau juga antara operator satu dengan operator lainnya, dengan pengecualian khusus untuk operator yang berawalan allin, seperti allinurl, allintitle, dan allintext.
Adapun penjelasan penggunaan kedelapan operator query modifier di atas lebih lanjut adalah sebagaimana berikut :
a) Operator site
Seperti yang telah dijelaskan pada tabel 2.1, bahwa operator site digunakan untuk membatasi hasil pencarian pada situs web atau domain tertentu. Adapun argumen operator khusus ini dapat berupa hostname atau top-level domain. Contoh, [site:thomas.loc.gov] atau [site:edu]. Bentuk query pertama akan membatasi pencarian hanya pada situs web dengan hostname thomas.loc.gov, sedangkan bentuk query kedua digunakan untuk membatasi hasil pencarian hanya pada situs web yang memiliki top-level domain edu.