Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut di atas maka penulis menyimpulkan beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Kebebasan berpendapat adalah hak setiap orang yang di jamin oleh Konstitusi maupun UUD RI 1945, namun pelaksanaannya perlu diatur agar tidak melanggar hak orang lain. Hukum pidana memberikan perlindungan agar hak dan martabat tidak dilanggar. Semua ketentuan pidana sudah mengatur hal tersebut. Delik penghinaan ini merupakan salah satu bentuk perlindungan hak kebebasan berpendapat agar kebebasan berpendapat itu tidak mengganggu hak orang lain sehingga hak atas martabat dan reputasi orang lain tidak dilanggar.
2. Penerapan hukum pidana materiil terkait delik penghinaan di jejaring sosial jika terjadi delik penghinaan yang menggunakan sarana jejaring sosial maka ketentuan yang diterapkan adalah ketentuan Pasal 27 ayat (3) UU ITE dan Pasal 45 ayat (1) UU ITE sebagai sanksinya yang dapat diterapkan apabila terjadi penghinaan atau pencemaran
70 terhadap hak atas martabat dan reputasi orang lain, karena jejaring sosial merupakan bagian dari informasi elektronik. Serta dapat pula diberikan sanksi pidana penjara dan denda, karena hal ini bersifat Lex Spesialis Derogat Legi Generalis.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan tersebut, penulis menyarankan beberapa saran sebagai berikut :
1. Hendaknya kebebasan berpendapat di jejaring sosial memang harus ada batasnya dan harus ada aturan yang mengaturnya agar setiap orang yang melakukan postingan di media sosial dapat mengetahui batasannya sampai dimana, sanksinya bagaimana apabila melakukan delik penghinaan, dan dengan menggunakan kecerdasan, tingkat pendidikan, serta pengetahuan yang lebih banyak agar tidak ada orang lain yang merasa difitnah atau dicemarkan nama baiknya. Serta harus ada regulasi tersendiri yang mengatur tentang Facebook agar tidak terjadi tindak pidana.
2. Untuk terwujudnya penerapan hukum yang baik terhadap kebebasan berpendapat di jejaring sosial ini, kiranya agar pemerintah atau aparat yang berwenang lebih mengefektifkan
71 lagi aturan yang ada sehingga jika terjadi masalah seperti ini akan meminimalisir terjadinya delik penghinaan di jejaring sosial.
Bertanggung jawab harus dikategorikan untuk orang yang sudah dewasa serta melakukan pemblokiran terhadap orang atau akun yang telah melakukan tindak pidana.
72 DAFTAR PUSTAKA
Buku-Buku
Abdul Wahid, Muhammad Labib. 2005. Kejahatan Mayantara(Cybercrime).
Bandung :Refika Aditama.
Adami Chazawi. 2002. Pelajaran Hukum Pidana bagian 1 stelsel pidana, teori-teori pemidanaan dan batas berlakunya hukum pidana. Jakarta : Raja Grafindo.
____________. 2009. Hukum Pidana Positif Penghinaan. Surabaya : PMN.
Agus Raharjo. 2002. Cyberbrime Pemahaman dan Upaya Pencegahan Kejahatan Berteknologi. 2002 : PT Citra Aditya Bakti.
Ahmad M.Ramli. 2005. Cyber Law dan HAKI. Bandung : Aditama.
Amir Ilyas. 2012. Asas-Asas Hukum Pidana. Yogyakarta : PuKAP.
Andi Hamzah. 1994. Asas-asas Hukum Pidana. Jakarta : PT.Rineka Cipta.
Andi Zainal Abidin. 1987. Hukum pidana (Asas Hukum Pidana dan Beberapa Pengupasan tentang Delik-delik khusus). Jakarta : Prapanca.
_______________, 1995. Hukum pidana I. Jakarta : Sinar Grafika.
Budhi Irawan. 2005. Jaringan Komputer. Bandung : Graha Ilimu.
Budi Agus Riswandi. 2003. Hukum Dan Internet Di Indonesia. Yogyakarta : UII Pers.
Didik M. Arief Mansur dan Elisatris Gultom. 2005. Cyber Law Aspek Hukum Teknologi Informasi. Bandung : Refika Aditama.
73 Edmon Makarim. 2003. Kompilasi Hukum Telematika. Jakarta : Rajawali
Pers.
Eko Priyo Utomo dan Ali Akbar. 2011. Step by step internet marketing untuk pemula. Yogyakarta : MediKom.
Jarot S dan Sudarma S. 2012. Buku super pintar internet. Jakarta : Mediakita.
Mochtar Kusumaatmadja, Arif Sidarta. 2000. Pengantar Ilmu Hukum, Bandung : PT Alumni.
Moeljatno. 1984. Azas-Azas Hukum Pidana. Bandung : Bina Aksara.
P.A.F. Lamintang. 1997. Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia, Bandung : PT Citra Aditya Bakti.
R. Soesilo. 1996. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, Bogor : Politea, Bogor.
S.R. Sianturi. 1982. Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya. Jakarta : Alumni
___________, dan E. Y. Kanter. 2002. Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya. Jakarta : Storia Grafika.
Wina Armada. 1989. Wajah Hukum Pidana Pers. Jakarta : Pustaka Kartini.
Wirjono Prodjodikoro. 2003. Azas-azas Hukuman Pidana di Indonesia.
Bandung : Refika Aditama.
Peraturan Perundang-undangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
74 Sumber lain
Barda Nawawi Arief. Kriminalisasi Kebebasan Pribadi dan Pornografi/Pornoaksi dalam Perspektif Kebijakan Hukum Pidana, makalah dalam seminar Kriminalisasi Kebebasan Pribadi dan Pornografi/Pornoaksi dalam Perspektif Kebijakan Hukum Pidana di Semarang 20 Desember 2005.
Muladi. Rancangan KUHP dalam Konteks Demokrasi dan HAM, makalah pada Refreshing Course “On the Same Root and Different Development”. Surabaya 11 April 2006, hal 20.
Tim Ganeca Sains Bandung. 2001. Kamus Standar Bahasa Indonesia, Bandung : Penabur Ilmu.
Soesilo Prajogo. 2007. Kamus Hukum. Tanpa Kota : Wipress.
Website
http://buletinlitbang.dephan.go.id, Kejahatan Mayantara, Diakses Pada Hari Minggu, 02 September 2012, Pukul 20.00 Wita.
http://fpmipa.upi.edu, Hacker dan Cracker, Diakses Pada Hari Minggu, Tanggal 02 September 2012, Pukul 13.00 Wita.
http://www.jdih.bpk.go.id/informasihukum/PncemaranNama.pdf, Pencemaran Nama Baik dan Rehabilitasi Nama Baik, Diakses pada Hari Rabu, Tanggal 05 September 2012, Pukul 19.00 Wita.
www.hukumonline.com, Ancaman Pencemaran Nama Baik Mengintai, Diakses pada Hari Senin 11 September 2012, Pukul 20.00 Wita.
www.blogtyo.com/2011/02/kebebasan-di-indonesia.html, diakses pada hari Minggu, tanggal 21 Oktober 2012, Pukul 15.00 Wita.
http://id.wikipedia.org/wiki/Jejaring_sosial. Diakses pada Hari Minggu, tanggal 28 Oktober 2012, Pukul 17.00 Wita.
75 www.elib.unikom.ac.id/files/disk1. Diakses pada hari Senin, tanggal 15
Oktober 2012, pukul 16.30 Wita
http://ekasandy.wordpress.com/2012/01/18/kebebasan-berpendapat- berdasar-atas-undang-undang-nomor-9-tahun-1998-tentang- kebebasan-mengemukakan-pendapat-di-muka-umum-ditinjau-dari-perspektif-hak-asasi-manusia. Diakses pada hari Senin, tanggal 3 Desember 2012, pukul 21.30 Wita
http://www.negarahukum.com/hukum/delik-penghinaan.html. Diakses pada hari Sabtu, tanggal 5 Januari 2013, pukul 16.00 Wita.
http://komunikasi.us/index.php/mata-kuliah/tmb/125-fenomena-jejaring-sosial.
http://teknologi.kompasiana.com/internet/2012/01/03/jejaring-sosial-suatu- manfaat-keburukan-dan-sesuatu-yang-harus-disadari-social- networking-an-adventure-ugliness-and-something-that-must-be-realized-424377.html
http://balitbang.kominfo.go.id/balitbang/bppki-yogyakarta/files/2012/06/01-
HUBUNGAN-PENGGUNAAN-SITUS-JEJARING-SOSIAL-FACEBOOK-TERHADAP-PERILAKU-REMAJA.pdf
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2013/03/keuntungan-dan-kerugian-facebook/
http://lpkjababeka.blogspot.com/2011/03/keuntungan-dan-kerugian-menggunakan.html