Dari hasil pengukuran atas capaian kinerja yang disajikan di Bab III, terlihat bahwa capaian sasaran strategis bernilai 100%. Hal ini merupakan hal positif karena akan mempercepat pencapaian target keseluruhan dalam Renstra BPPT. Ditinjau dari pelaksanaan anggaran, dari pagu revisi sebesar Rp.20.057.987.000,- Deputi Bidang PKT dapat merealisasikannya sebesar 97.49% atau sejumlah Rp.19.556.519.282,-. Dalam upaya pencapaian Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang PKT Tahun 2017, dilakukan beberapa hal sebagai berikut:
1. Pelaksanaan Rencana Aksi untuk mencapai Penetapan Kinerja (PK) masing-masing IKU dan telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap PK yang sudah disepakati dan ditandatangani serta memberi peringatan agar komitmen PK dijalankan.
2. Reviu indikator dan penyempurnaan IKU dalam dokumen perencanaan dalam rangka memastikan pemanfaatan IKU.
3. Evaluasi program/kegiatan berbasis kinerja.
4. Evaluasi internal terhadap akuntabilitas unit kerja sesuai dengan perencanaan kinerja yang ditetapkan (PK masing-masing unit kerja).
5. Pelaksanaan pelayanan publik (pelayanan teknologi) sesuai dengan PerMenPAN & RB Nomor 38 dan 66 Tahun 2012 dalam rangka meningkatkan capaian outcome Eselon 1.
Pembandingan capaian kinerja tahun 2016 dengan capaian kinerja periode/tahun sebelumnya dan target akhir.
Selain itu,di dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Deputi Bidang PKT Tahun 2017 ini disampaikan juga beberapa hal menyangkut :
1. Penggambaran IKU Deputi Bidang PKT yang SMART (Specific, Measureable, Accountable, Realistic, Timebound).
2. Tabel Sasaran Strategis dan IKU yang menggambarkan penjelasan, jumlah target, Program dan Sub Program, Capaian Outcome, dan Evidence pelaksanaan IKU. Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan transparansi pelaksanaan IKU di Deputi Bidang PKT. Penjelasan IKU mencakup informasi pihak dan jumlah industri/instansi pemerintah yang memanfaatkan produk teknologi.
38
Demikian, laporan ini disusun dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan Akuntabilitas Kinerja Deputi Bidang PKT Tahun 2017.
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
Program Sistem Audit Teknologi
1. Foto Kegiatan Sistem Audit Teknologi
Pemeriksaan dokumen pada proses surveilan LSP Auditor Teknologi-BPPT oleh BNSP
2. Sertifikat Lisensi LSP Auditor Teknologi sebagai evidence terbangunnya Lembaga Sertifikat Profesi
Sertifikat Lisensi LSP Auditor Teknologi – BPPT Nomor: BNSP-LSP-851-ID
LAMPIRAN 2
Program Layanan Teknologi Inkubator Teknologi
1. SK rekomendasi kelulusan tenant dan Sertifikat Kelulusan tenant (PPBT) sebagai
2. PKS inkubasi BIT dengan tenant sebagai evidence Terwujudnya Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT)
LAMPIRAN 3
Program Penguatan Sistem Inovasi Untuk Pengembangan Daerah Otonom Cerdas
1. Evidence Panduan pengembangan daerah cerdas (smart region) a. Buku Panduan pengembangan daerah cerdas (smart region)
Buku ini terdiri dari 7 (tujuh) Bab yang disusun secara sistematis untuk memandu pengetahuan dan pemahaman yang utuh kepada pembaca tentang pembangunan daerah cerdas berbasis teknologi.
Ke-tujuh Bab tersebut dijabarkan sebagai berikut :
Bab 1 Faktor Strategis Pembangunan Daerah Otonom yang berisi tentang tantangan pembangunan daerah, kebijakan pengembangan wilayah, dan ekosistem inovasi daerah.
Bab 2 Daerah Cerdas membahas tentang dimensi daerah cerdas (Smart People, Smart Environment, Smart Mobility, Smart Governance, Smart Economy, Smart Living).
Bab 3 tentang Peranan Teknologi dan Inovasi Dalam Pembangunan Daerah membahas tentang konsep pengembangan wilayah, peranan teknologi dan inovasi terhadap pengembangan wilayah, dan ukuran peranan teknologi dan inovasi.
Bab 4 SIDa Memaksimalkan Peranan Teknologi dan Inovasi dalam Pembangunan Daerah.
Bab 5 Kerangka Prakarsa Daerah Cerdas, membahas dimensi dan indicator smart region dan analisis kesenjangan serta analisis kebutuhan teknologi.
Bab 7 Implikasi Kebijakan.
b. Data Base Teknologi untuk Pengembangan Daerah Cerdas
Buku ini terdiri dari 3 bab, bab 1 membahas tentang pengantar, bab 2 tentang penjelasan daerah cerdas, dan bab 3 berisi tentang database teknologi yang dapat digunakan untuk pengembangan daerah cerdas.
Pengkajian kebutuhan teknologi dimaksudkan untuk merumuskan resep normatif dalam mencapai kemandirian teknologi pada bidang-bidang tertentu. Selanjutnya, hasil-hasil pengkajian kebutuhan dan kemampuan teknologi secara bersama-sama dapat digunakan oleh pihak-pihak berwenang untuk mengidentifikasi kesenjangan teknologi yang harus dijembatani, sehingga dapat ditentukan spesialisasi teknologi apa yang perlu dikembangkan.
LAMPIRAN 4
Program Pengembangan Kawasan Cimahi Technopark
1. Evidence “Terwujudnya satu kawasan Technopark Cimahi”
a. Surat Keterangan Layanan Pendampingan Inkubasi 7 Tenant Pusat Inovasi Baros Cimahi Techno Park
b. Akta Pendirian Badan Hukum (PT) Tenant Pusat Inovasi Baros (PIB) Cimahi Technopark –
Tenant PIB dengan nama Caviart merupakan salah satu tenant PIB bidang telematika telah mendapatkan fasilitas layanan program pendampingan inkubasi bersama oleh Pusat Inovasi Baros Cimahi Technopark dan BPPT. Salah satu indikator kelulusan tenant adalah telah memiliki badan usaha/badan hukum sebagai bukti tenant dapat mandiri. Saat ini nama perusahaan tenant tersebut setelah berbadan hukum adalah: PT . Deladev Digital Arta
c. Sarana dan Prasarana (Inkubasi) Cimahi Techno Park
Gambar Ruang Komputer Tenant Animasi PIB Technopark Cimahi
Gambar Co Working Space PIB Cimahi Techno Park
LAMPIRAN 5
Program Layanan Teknologi Inkubator Teknologi
1. Form kuesioner beserta kuesioner yang telah terisi sebagai evidence bahan pengolahan data Indek Kepuasan Masyarakat (IKM).
Laporan AKIP Deputi Bidang PKT Tahun Anggaran 2017 67 Tabel Hasil Rekapitulasi Perhitungan IKM tenan BIT 2017
No Tenant/Pelanggan/Mitra 1. Prosedur Pelayanan 2. Persyaratan Pelayanan 3. Kejelasan Petugas 4. Kedisiplinan Petugas 5. Tanggung Jawab Petugas 6. Kemampuan Petugas 7. Kecepatan Pelayanan 8. Keadilan Pelayanan 9. Kesopanan & Keramahan Petugas 10. Kewajaran Biaya 11. Kepastian Biaya 12. Kepastian Jadwal 13. Kenyamanan Lingkungan 14. Keamanan Pelayanan 1 PT BRM 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 3 4 3
2 Mobisha HIS Technology 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4
3 Hebat Inovasi Indonesia 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3
4 Waste Bio Petrolisis 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4
5 PT CMM 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4
6 PT Indocore Rekayasa
Teknologi 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4
Jumlah Nilai Perunsur 19 18 21 18 21 19 18 19 21 20 19 18 22 22
NRR Per Unsur = Jml nilai per unsur : Jml Kuesioner yg terisi
3.17 3.00 3.50 3.00 3.50 3.17 3.00 3.17 3.50 3.33 3.17 3.00 3.67 3.67
NRR tertimbang per unsur = NRR per unsur x 0,071 (14 unsur pelayanan dg bobot sama)
0.22 0.21 0.25 0.21 0.25 0.22 0.21 0.22 0.25 0.24 0.22 0.21 0.26 0.26
Jumlah Nilai Interval IKM
(NRR) 3.25
Nilai Interval Konversi IKM Unit Pelayanan = NRR IKM Tertimbang x 25
81.35
Laporan AKIP Deputi Bidang PKT Tahun Anggaran 2017 68 Tabel Kriteria Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM, Mutu Pelayanan dan Kinerja Unit
Pelayanan NILAI PERSEPSI NILAI INTERVAL IKM NILAI INTERVAL KONVERSI IKM MUTU PELAYANAN KINERJA UNIT PELAYANAN 1 1,00 – 1,75 25 – 43,75 D Tidak baik 2 1,76 – 2,50 43,76 – 62,50 C Kurang baik 3 2,51 – 3,25 62,51 – 81,25 B Baik 4 3,26 – 4,00 81,26 – 100,00 A Sangat baik
Dari data hasil rekapitulasi didapatkan Nilai Interval IKM sebesar : 3,25. Nilai tersebut berdasarkan tabel nilai interval IKM di atas. Termasuk dalam kategori mutu pelayanan dengan nilai B atau Baik.