• Tidak ada hasil yang ditemukan

11 Lampiran-Lampiran

a. SK Tim Pengembang Kurikulum Madrasah

b. SK Kriteria Ketuntasan Minimal c. SK Kriteria Kenaikan Kelas dan

Kelulusan

d. SK Penetapan Muatan Lokal e. SK Penetapan Ekstrakurikuler f. KI dan KD Muatan Lokal

g. Foto Dokumentasi Penyusunan KTSP h. Dokumen Kurikulum Darurat 21/22

Drs. H. Gozali, M.Pd. Nip. 196404021994031001

~ i ~

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas bimbingan taufik dan hidayah-Nya, Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Aliyah Plus Al-Aqsha tahun Pelajaran 2021/2022 dapat menyelesaikan penyusunan dan pengembangan kurikulum ini untuk digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan dan menentukan berbagai kebijakan proses kegiatan belajar mengajar, agar terencana, terarah, terprogram dan tepat tujuan yang akan dicapai khususnya dalam mengantarkan peserta didik menjadi insan kamil sebagai bekal hidup dan bekal membangun negeri tercinta Indonesia.

Dalam penyusunan Buku I, II dan III kurikulum Madrasah Aliyah Plus Al-Aqsha Tahun Pelajaran 2021/2022 ini, kami berupaya semaksimal mungkin untuk menyajikan konsep, perangkat serta strategi yang ideal, namun kami dengan mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, potensi dan tantangan yang ada, sehingga kurikulum yang kami susun ini masih perlu penyempurnaan sesuai dengan perkembangan dan peraturan yang ada.

Semoga kurikulum yang telah kami susun ini dapat dijadikan landasan dan pedoman bagi peningkatan mutu lembaga, mutu peserta didik, sehingga harapan yang ingin dicapai menuju Madrasah Aliyah yang unggul, berdaya guna dalam menunjang pencapaian standar kompetensi lulusan, standar isi dan standar proses pendidikan yang dilaksanakan di madrasah kami.

~ ii ~

kasih. Hanya Kepada Allah SWT kita memohon petunjuk dan pertolongan.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,

Cikalong, 05 Juli 2021 Kepala MA Plus Al-Aqsha,

~ iii ~

Halaman Rekomendasi dan Validasi

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... iii

Daftar Lampiran ... v

BAB I Pendahuluan ... 1

A. Latar belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) ... 1

B. Landasan Hukum KTSP ... 3 C. Tujuan Pengembangan KTSP ... 7 D. Prinsip Pengembangan KTSP ... 8 E. Acuan Pengembangan KTSP... 10 F. Profil Madrasah ... 14 BAB II Tujuan ... 23

A. Tujuan Pendidikan Nasional ... 23

B. Visi Madrasah ... 23

C. Misi Madrasah ... 25

D. Tujuan Madrasah ... 26

E. Target Madrasah ... 26

BAB III Struktur dan Muatan Kurikulum ... 27

A. Struktur Kurikulum ... 27

B. Muatan Kurikulum ... 31

1. Mata Pelajaran dan Alokasi Waktu ... 31

2. Muatan Lokal ... 34

3. Pengembangan Diri ... 36

4. Pengaturan Beban Belajar ... 39

5. Peminatan ... 39

6. Ketuntasan Belajar ... 42

~ iv ~

BAB IV Kalender Pendidikan ... 59

A. Permulaan Tahun Pelajaran... 59

B. Pengaturan Waktu Belajar Efektif ... 59

C. Pengaturan Jam Efektif ... 60

D. Kegiatan Madrasah ... 61

E. Pengaturan Waktu Libur ... 62

BAB V Penutup ... 63

~ v ~

b. SK Kriteria Ketuntasan Minimal

c. SK Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan d. SK Penetapan Muatan Lokal

e. SK Penetapan Ekstrakurikuler f. KI dan KD Muatan Lokal

g. Foto Dokumentasi Penyusunan KTSP h. Dokumen Kurikulum Darurat 21/22

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Berpedoman pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 26 yang mengamanatkan agar kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan disusun dan dikembangkan : (a) dengan prinsip diverifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, peserta didik, (b) sesuai dengan jenjang pendidikan, dan (c) dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan salah satunya berupa wewenang satuan pendidikan untuk menyusun kurikulum mengacu pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Desentralisasi pengelolaan pendidikan (school-based

management) yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan

kondisi satuan pendidikan sedang dilaksanakan. Bentuk nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini antara lain adalah mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan kurikulum, baik

dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di satuan pendidikan. Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada standar nasional pendidikan: standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Standar Isi, Lulusan, Proses dan Penilaian telah diubah dengan PP nomor 32 tahun 2013 dan PP nomor 13 tahun 2015 tentang perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005.

Untuk memenuhi amanat undang-undang tersebut, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan madrasah pada khususnya, MA Plus Al-Aqsha sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum MA Plus Al-Aqsha tahun pelajaran 2018/2019. Melalui kurikulum ini madrasah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik kekhasan, kondisi dan potensi daerah, kondisi dan potensi madrasah serta kebutuhan peserta didik. Untuk itu dalam pengembangan kurikulum ini melibatkan seluruh warga madrasah serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di lingkungan sekitar madrasah.

Kurikulum Madrasah Aliyah Plus Al-Aqsha tahun pelajaran 2018/2019 telah disusun sedemikian rupa dengan harapan agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :

a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

b) belajar untuk memahami dan menghayati;

c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif; d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain; dan

e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Secara keseluruhan sistematika kurikulum Madrasah Aliyah Plus Al-Aqsha tahun pelajaran 2021/2022 meliputi:

1) Tujuan Pendidikan Nasional, Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan Madrasah;

2) Struktur dan Muatan Kurikulum; 3) Pengaturan Beban Belajar; 4) Kalender Pendidikan.

B. Landasan Hukum KTSP

Landasan Hukum dalam Pedoman Penyusunan Dokumen Kurikulum MA Plus Al-Aqsha Tahun Pelajaran 2021/2022 sebagai Madrasah yang berada di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut :

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara republik Indonesia Nomor 5587); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

Pendidikan Nasional sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010

tentang perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;

5. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama; 6. Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang

Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah (Berita negara republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1382) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 60 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Agama Nomor 90 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah (Berita negara Republik Indonesia tahun 2015 nomor 1733);

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Peraturan Menteri pendidikan dan kebudayaan Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan dan Dasar di Kabupaten/Kota;

8. Peraturan Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah;

9. Peraturan Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nomor 61 tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada pendidikan Dasar dan pendidikan Menengah;

10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler;

11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Kepramukaan;

12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2014 tentang Standar Peminatan;

13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014 jo Permendikbud nomor 45 tahun 2015 tentang Peran Guru

TIK dan Guru keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013;

14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal;

15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah;

16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Menengah;

17. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan Dan Konseling Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah; 18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun

2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum 2013;

19. Keputusan Menteri Agama Nomor 117 tahun 2014 tentang Implementasi Kurikulum 2013 di Madrasah;

20. Keputusan Menteri Agama Nomor 207 Tahun 2014 tentang Kurikulum Madrasah;

21. Keputusan Menteri Agama Nomor 165 Tahun 2014 tentang Panduan Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab;

22. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pendidikan Budi Pekerti;

23. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah 24. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun

2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;

25. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;

26. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah; 27. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun

2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah; 28. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi dasar pada Kurkulum 2013;

29. Keputusan Menteri Agama Nomor 103 Tahun 2016 tentang Pedoman Pemenuhan Beban Kerja Guru Madrasah Bersertifikat Pendidik;

30. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 46 tahun 2016 tentang Linearitas Mata Pelajaran;

31. Panduan Kerja Kepala Sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidkan Dan Menengah 2017;

32. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2017 tentang Guru;

33. Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 3459.A/Dj.I/PP.01.1/08/2016 tanggal 29 Agustus 2016 tentang Penyesuaian Kode mapel Sertifikasi Guru dan Kewenangan Mengajar pada madrasah;

34. Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Barat Nomor 69 tahun 2013 tentang Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Daerah Pada Jenjang Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

35. Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 423/3304/Disdik tanggal 19 Juli 2017 perihal Pelaksanaan Hari Sekolah di Jawa Barat;

36. Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab pada Madrasah;

37. Keputusan Menteri Agama Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah;

38. Keputusan Dirjen Pendis Nomor 6982 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Pengembangan KTSP Madrasah Aliyah (Reguler);

39. Surat Edaran Kanwil Jawa Barat Nomor: B-4842/Kw.10/II.5/PP.00/06/2021 tanggal 15 Juli 2021 tentang Penyusunan Dokumen Kurikulum Madrasah Tahun Pelajaran 2021/2022;

40. Keputusan Dirjen Pendis Nomor 1836 tahun 2021 tentang Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2021/2022; 41. Rencana Kegiatan Madrasah Aliyah Plus Al-Aqsha tahun

pelajaran 2021/2022.

C. Tujuan Pengembangan KTSP

Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan atau satuan pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum.

Adapun secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif madrasah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia.

2. Meningkatkan kepedulian warga madrasah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama.

3. Meningkatkan kompetensi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.

D. Prinsip Pengembangan Kurikulum MA Plus Al-Aqsha Tahun Pelajaran 2021/2022

Kurikulum MA Plus Al-Aqsha tahun pelajaran 2021/2022 dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap satuan pendidikan dan komite madrasah di bawah koordinasi Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan/atau Kementerian Agama Provinsi.

Kurikulum MA Plus Al-Aqsha tahun pelajaran 2021/2022 dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya;

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik dan tuntutan lingkungan.

Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

2. Beragam dan terpadu;

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen

muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan ekstar kurikuler secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar subtansi.

3. Tanggap Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni;

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan;

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia industri. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan sosial, keterampilan akademik dan keterampilan vokasional sangat penting.

5. Menyeluruh dan berkesinambungan

Subtansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

6. Belajar Sepanjang Hayat;

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang

berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, non formal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang, serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah; Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan daerah untuk membangun kehidupan bermasyrakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinekka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

E. Acuan Operasional Kurikulum MA Plus Al-Aqsha Tahun Pelajaran 2021/2022

Sebagaimana diatur dalam Permendikbud No. 61 tahun 2014 dan KMA No 117 tahun 2014, Kurikulum MA Plus Al-Aqsha Tahun Pelajaran 2021/2022 disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia;

Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum yang disusun memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.

2. Penguatan pendidikan karakter;

Penguatan Pendidikan Karakter merupakan upaya embangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan, mengembangkan platform pendidikan nasional yang

meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia dan merevitalisasi serta memperkuat potensi dan kompetensi pada lingkungan pendidikan.

3. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik;

Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.

4. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan; Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan daerah.

5. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional;

Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi.

6. Tuntutan dunia kerja;

Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

7. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;

Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

8. Moderasi Beragama;

Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman, taqwa dan akhlak mulia.

9. Dinamika perkembangan global;

Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antar bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu

bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.

10. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan;

Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.

11. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat;

Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.

12. Kesetaraan Jender;

Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender.

13. Karakteristik satuan pendidikan;

Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan.

14. Pendidikan Anti Korupsi;

Kurikulum diarahkan pada pembentukan karakter termasuk mengembangkan kejujuran dan nilai integritas sedini mungkin

agar anak menjadikannya sebagai kebiasaan dan pandangan hidup termasuk di dalamnya pendidikan anti korupsi.

15. Pendidikan Anti Narkoba;

Dalam upaya mencegah permasalahan sosial global saat ini kurikulum harus menjamin terwujudnya karakter peserta didik yang tangguh dan tidak mudah terbawa pada perilaku menyimpang termasuk penggunaan narkoba.

F. Profil Madrasah

Madrasah Aliyah Plus Al-Aqsha berdiri pada tahun 2010 dengan SK Izin Operasional Nomor : Kw/1/ PP.005.1/414/2011 tanggal 09 Mei 2011, beralamat di Kp. Pareang RT 002 RW 003, Desa Tonjongsari Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya. Pendirian MA Plus Al-Aqsha diprakarsai oleh Swadaya Masyarakat yang terhimpun dalam suatu Yayasan yang bernama Yayasan Daar Al-Aqsha Tonjongsari dengan Akta Notaris oleh Hendri Hendriana, SH., MH., Nomor 31 tanggal 10 Juli 2010.

Penamaan MA Plus Al-Aqsha merupakan bagian dari misi dan strategi penyelenggaraan proses pengajaran dan pendidikan yang menekankan pada penerapan komunikasi verbal Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Nilai Plus yang menjadi kekhasan MA Plus Al-Aqsha adalah penyelenggaraannya yang berdampingan dan bekerja sama dengan Pondok Modern Daar Al-Aqsha Tonjongsari yang juga merupakan lembaga di bawah naungan Yayasan Daar Al-Aqsha Tonjongsari.

Pada tahun 2013 MA Plus Al-Aqsha melakukan Akreditasi Madrasah dan memperoleh hasil yang cukup memuaskan yaitu pada tanggal 14 November 2014, Badan Akreditasi Nasional Sekolah

/Madrasah (BAN S/M) memberikan Peringkat Akreditasi (B) dengan Nilai 78,28.

Setelah tahun 2013 mengikuti Ujian Nasional dengan menginduk pada KKM, pada tahun 2014 MA Plus Al-Aqsha menyelengggarakan Ujian Nasional secara mandiri dengan jumlah peserta ujian sebanyak 34 siswa yang terdiri dari 13 orang siswa putera dan 21 orang siswa puteri.

Selanjutnya MA Plus Al-Aqsha berkomitmen untuk berpartisipasi dalam memberikan inspirasi dan motifasi bagi para peserta didik di tingkat sekolah menengah pertama melalui penyelenggaraan Kompetisi Olahraga dan Seni yang sedang populer dan diminiati para pelajar (dengan nama kegiatan ‘Trend Competition’) yang mana pertama kali sukses dilaksanakan pada bulan Januari 2014 dengan diikuti oleh seluruh SMP/MTS/Sederajat se Tasik Selatan dan selanjutnya secara terus menerus dilaksanakan setiap dua tahun sekali.

Ada pun secara sfesifik Kondisi Madrasah Aliyah Plus Al-Aqsha Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat diuraikan sebagai berikut :

Data Umum Madrasah

1. NSM : 131232060051 2. NPSN : 60728089

3. Nama Madrasah : MA Plus Al-Aqsha 4. Status Madrasah : Swasta

5. Waktu Belajar : Pagi – Sore (07:00-15:30)

6. Jurusan/Peminatan : 1. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) 2. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

7. Kategori Madrasah : Madrasah Reguler 8. NPWP : 30.081.019.9-425.000

Alamat Madrasah

2. Propinsi : Jawa Barat 3. Kabupaten/Kota : Tasikmalaya 4. Kecamatan : Cikalong 5. Desa/Kelurahan : Tonjongsari 6. Nomor Telepon : +62853-1444-5550 7. Kode Pos : 46195

8. Titik Koordinat : a. Latitude (Lintang) : -7.739172

b. Longitude (Bujur) : 108.184.617

9. Kategori Geografis Wilayah : Dataran Rendah

Website dan Email Madrasah

1. Website Madrasah : www.maplusalaqsha.wordpress.com

2. E-mail Madrasah : [email protected]

Dokumen Perijinan & Akreditasi Madrasah

1. No. SK Pendirian : D/Kw.10/ma/0021/2011 2. Tanggal SK Pendirian : 09 Mei 2011

3. No. SK Ijin Operasional : Kw104/4/pp006/3013 4. Tanggal SK Ijin Operasional : 09 Mei 2011

5. Status Akreditasi : B

6. No. SK Akreditasi : 020032BAPSMXI2013 7. Tanggal SK Akreditasi : 2018

Dokumen terkait