Bab ini berisi kesimpulan yang diperoleh dari hasil penganalisaan data dalam bab-bab sebelumnya. Juga berisi tentang saran-saran yang diharapkan dapat bermanfaat dan sesuai dengan tujuan penelitian tugas akhir ini.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah Singkat SMK Pariwisata Satya Widya
Dalam lingkup ini akan dijelaskan tentang profil SMK Pariwisata Satya Widya dengan menjelaskan Visi dan Misi SMK Pariwisata Satya Widya, serta struktur Keorganisasian SMK Pariwisata Satya Widya
2.1.1 Profil SMK Pariwisata Satya Widya
SMK Pariwisata Satya Widya merupakan salah satu lembaga pendidikan tingkat atas di Indonesia yang didirikan oleh Letkol Setiyono dan Drs Indiarto, pada tanggal 18 Agustus1990 dengan nama SMIP Satya Widya, SMK ini dibangun dibawah naungan Yayasan Satya Widya yang beralamat Jln Bendul Merisi Selatan 23 / VIII Surabaya. Sedangkan SMK Satya Widya ini berlokasi di Jln Karang Menjangan No 118 Surabaya. SMK Satya Widya bertujuan untuk menciptakan siswa-siswi yang siap bekerja dalam bidang pariwisata. SMK Pariwisata Satya Widya memiliki dua jurusan, yaitu jurusan Usaha perjalanan pariwisata dan Akomodasi perhotelan.
2.1.2 Visi dan Misi SMK Pariwisata ”Satya Widya” VISI :
Menghasilkan tamatan yang beriman,berkepribadian serta memiliki, kompetensi, siap pakai dan mampu menciptakan peluang kerja
MISI :
a. Mencetak tamatan yang berakhlak mulia
b. Mencetak tamatan siap kerja dan mampu menciptakan lapangan kerja c. Mencetak tamatan yang selalu ingin mengembangkan diri
2.1.3 STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Keorganisasian di SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya adalah sebagai berikut:
Gambar 2.1 Struktur Organisasi SMK Pariwisata Satya Widya
2.2 Sistem Informasi Akademik
Sistem informasi akademik berisi tentang informasi alur penginputan data siswa, alur absensi siswa, alur penjadwalan mata pelajaran, alur penilaian siswa yang terjadi pada SMK.Pariwisata Satya Widya.
2.2.1 Alur Data Siswa
Petugas atau tata usaha sekolah mendata siswa, dari biodata yang diberikan oleh siswa, kemudian biodata tersebut diberikan pada walikelas siswa untuk di olah dan di masukkan kedalam raport atau hasil studi siswa, yang selanjutnya raport atau hasil studi tersebut akan digunakan untuk kelangsungan pengisian nilai setiap semester berikutnya.
2.2.2 Alur Kehadiran Dan Ketidakhadiran Atau Absensi Siswa
Dari hasil analisa dapat digambarkan hasil proses secara umum alur absensi atau alur kehadiran dan ketidakhadiran siswa adalah sebagai berikut :
Gambar 2.2 Alur Absensi Siswa SMK Pariwisata Satya Widya
Keterangan :
a. Ketua kelas mengabsen para siswa dengan cara melaporkan jumlah kehadiran siswa dan ketidakhadiran siswa setiap hari kecuali hari libur, kemudian menyerahkan hasil absensi siswa kepada guru ataupun pihak sekolah bagian kurikulum setiap 1 minggu sekali.
b. Pihak bagian kurikulum sekolah menerima absensi yang berupa jumlah kehadiran dan ketidakhadiran siswa dari ketua kelas masing – masing kemudian menyerahkanya kepada wali kelas setiap 1 semester sekali.
c. Wali kelas menerima absensi siswa dari guru atau petugas bagian kurikulum atau kesiswaan untuk ditulis ke raport atau hasil studi siswa.
2.2.3 Alur Penilaian Siswa
Dari hasil analisa dapat digambarkan hasil proses secara umum alur penilaian siswa adalah sebagai berikut :
Keterangan :
a. Guru memberikan evaluasi (evaluasi harian, tengah semester, semester) kepada siswa untuk dikerjakan karena evaluasi adalah sebagai tolak ukur hasil kegiatan belajar siswa dengan memberikan waktu kepada siswa untuk mengerjakan evaluasi tersebut.
b. Siswa mengerjakan evaluasi sesuai dengan waktu yang disediakan guru kemudian siswa memberikan hasilnya kepada guru untuk diperiksa dan dinilai.
c. Guru memberikan hasil evaluasi siswa kepada siswa berupa nilai hasil evaluasi yang telah dikerjakan.
d. Guru juga memberikan hasil evaluasi kepada wali kelas juga berupa nilai untuk dimasukkan ke raport atau hasil studi siswa.
e. Wali kelas memasukkan hasil evaluasi siswa ke hasil studi atau raport dengan cara menghitung rata – rata nilai evaluasi, kemudian memberikan raport kepada siswa.
2.3 Dasar Teori Aplikasi
Pada Bab II ini akan dibahas beberapa teori dasar untuk menunjang penyelesaian tugas akhir ini, antara lain: Definisi PHP, Dasar-dasar PHP, Kelebihan PHP, Definisi MySQL, Skrip PHP, Koneksi Database dengan MySql dan Definisi SMS Gateway.
2.4 Pengertian PHP
PHP merupakan bahasa interpreter yang hampir mirip dengan bahasa C dan perlu yang memiliki kesederhanaan dalam perintah. PHP dapat digunakan bersamaan dengan WML sehingga pembangunan situs web site dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. PHP dapat digunakan untuk memperbarui database, menciptakan database, dan mengerjakan perhitungan matematika. PHP dapat di download gratis melalui situs http://www.PHP.net. Menurut dokumen resmi PHP, PHP adalah singkatan dari Hypertext Preprocessor.
PHP merupakan bahasa scripting (berbentuk script) yang menyatu dengan HTML dan dijalankan pada server side. Artinya semua sintaks yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan pada server sedangkan yang dikirimkan ke browser (client side) hanya hasilnya saja. Secara khusus, PHP dirancang untuk membangun sebuah web dinamis. Artinya, PHP dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan yang up to date. Misalnya user bisa menampilkan isi database ke dalam halaman web. Pada prinsipnya , PHP mempunyai fungsi yang sama dengan
scipt-script seperti ASP (Active Server Page), Cold Fusion dan lain-lain. Untuk
menjalankan PHP dibutuhkan web server. Yang sering digunakan adalah Apache web server.
2.5 Dasar-dasar PHP
PHP dijalankan dalam file berekstensi . PHP, . PHP 3 atau .phtml, tetapi secara umum ekstensi file PHP adalah (.PHP). Kode PHP menyatu dengan tag – tag HTML dalam satu file. Kode PHP diawali dengan tag <? atau <?PHP dan ditutup dengan ?>.
PHP diawali sebagai berikut :
Gambar 2.4 Hasil Dari File Coba1.php
2.6 Kelebihan PHP
PHP terkenal dengan mempunyai 4 kelebihannya yaitu 4P (Four Pee) :
2.6.1 Practical / Praktis
PHP adalah bahasa pemrograman yang sangat longgar dalam penulisan, dan ini meningkatkan kepraktisan buat para penggunanya. Misalnya saja programmer tidak diharuskan untuk menuliskan atau menghapus variabel. Walaupun kadang mereka juga tidak bisa mengatakan dengan mudah yang kemudian dipanggil dalam sebuah skrip, menebak formula terbaik dalam penetapan variabel secara otomatis kemudian menghapus variabel dan dan mengembalikan resource ke sistem setelah skrip berhasil di eksekusi.Pada akhirnya, PHP mampu membuat programmer lebih berpikir pada tujuan akhir dari project yang akan dibuat.
2.6.2 Power
Sudah menjadi rahasia umum kalau PHP mampu membuat halaman dinamis, memanipulasi form, dan dapat dihubungkan dengan database. Selain yang
disebutkan tadi, ternyata PHP juga dapat melakukan hal – hal di bawah ini :
a. Membuat dan memanipulasi file Macromedia Flash, gambar, dan Portable Document Format PDF.
b. Berkomunikasi dengan LDAP.
c. Berkomunikasi dengan banyak protocol, termasuk IMAP, POP3 dan NNTP. d. Berkomunikasi dengan credit-card processing solution.
2.6.3 Possibility
Jarang ada developer PHP yang terikat pada suatu implementasi pemecahan masalah. Dilain sisi, ada banyak pilihan yang ditawarkan oleh PHP. Contohnya ada pada database yang didukung oleh PHP. Kurang lebih semuanya ada 25 database, termasuk Adabas D, dBase, FrontBase, Hyperwave, IBM DB2, Informix, Ingres, Interbase, mSQL, direct MS-SQL, MySQL, Oracle, Oyrimos, PostgreSQL, Solid, Sybase, Unix dbm dan Velocis.
Kemampuan string – parsing juga bisa dianggap sebagai banyaknya kemungkinan yang ditawarkan oleh PHP. Dalam hal ini, PHP memiliki lebih dari 85 function untuk memanipulasi string. Kelebihan ini tak hanya akan menawarkan keleluasaan untuk melakukan operasi string yang kompleks, namun juga menjembatani program yang memiliki functionalitas yang sama (seperti Python dan Perl) lewat PHP.
2.6.4 Price
PHP merupakan salah satu open source software, yang dapat diartikan sebagai berikut :
a. PHP dapat dimodifikasi, didistribusikan, dan diintegrasikan dengan produk lain oleh penggunanya,
b. Pengembangan dan auditing yang dilakukan secara terbuka, c. Semua orang bebas berpartisipasi
2.7 MYSQL
Berikut ini akan dijelaskan mengenai beberapa definisi MySQL untuk memperjelas pengertian tentang software ini :
a. MySQL adalah sistem pengaturan relational database.
Suatu relational database, menyimpan data dalam bentuk tabel-tabel yang kemudian akan diletakkannya semua data dalam satu ruang penyimpanan yang besar.
b. MySQL adalah Open Source Software (perangkat lunak).
Open Source artinya bahwa software tersebut memungkinkan untuk
digunakan dan dimodifikasi oleh siapa saja.
c. MySQL menggunakan GPL (GNU General Public License)
Untuk menentukan apakah seseorang memenuhi persyaratan untuk menggunakan software tersebut dalam situasi yang berbeda. Jika seseorang merasa tidak nyaman dengan GPL atau ingin menggunakan MySQL untuk aplikasi bisnis, maka orang tersebut dapat membeli lisensi yang bersifat komersial.
2.8 Koneksi Database dengan MySQL
a. mysql_connect()
Perintah ini digunakan untuk melakukan koneksi ke server database MySQL, fungsi ini memiliki format penulisan sebagai berikut.
mysql_connect (host, username, password) ;
b. mysql_select_db()
Perintah ini digunakan untuk memilih database yang ada di server MySQL, fungsi ini memiliki format penulisan sebagai berikut.
mysql_select_db (nama_database, pengenal_koneksi) ;
c. mysql_query()
Perintah ini digunakan untuk melakukan query atau menjalankan permintaan terhadap sebuah tabel atau sejumlah tabel database, fungsi ini memiliki format penulisan sebagai berikut.
mysql_query (permintaan, pengenal koneksi) ;
2.9 SMS Gateway
Istilah gateway dapat diartikan sebagai pintu gerbang. Namun pada dunia komputer, gateway dapat diartikan sebagai jembatan penghubung antara satu sistem dengan sistem yang lain, sehingga dapat terjadi pertukaran data antar sistem tersebut. Dengan demikian, SMS gateway dapat diartikan sebagai penghubung untuk lalu lintas data-data SMS.
Sistem yang dibuat adalah sistem yang berbasis web (online) dan SMS Gateway dengan menggunakan tools NowSMS, sehingga membutuhkan koneksi internet agar sistem dapat diakses oleh pengguna. Pengguna yang dimaksudkan adalah admin dari sistem ini sendiri, dosen dan karyawan.
Gambar 2.5 Arsitektur Jaringan SMS
Pada gambar 2.5 di atas uraian arsitektur Jaringan SMS adalah sebagai berikut :
a. Short Message Entity (SME)
SME merupakan sebuah perangkat yang berfungsi untuk menerima atau mengirim pesan. SME biasanya berupa perangakat bergerak, jaringan atau pusat layanan lainnya.
b. Short Message Service Center (SMSC)
SMSC berfungsi untuk menghubungkan, menyampaikan dan meneruskan pesan antara SME dengan mobile station (MS).
c. SMS Gateway dan Interworking Mobile Switching
Center Gateway MSC terdiri dari aplikasi MSC yang bertugas menerima pesan dari
SMSC dan memeriksa parameter yang ada. Interworking MSC bertugas sebagai penerima pesan dari mobile station penerima dan mengirimkannya ke SMSC yang sesuai.
d. Signal System 7 (SS7)
SS7 digunakan sebagai protocol sinyal telepon yang berfungsi memberikan informasi ke penyedia layanan untuk menghubungkan ke banyak public switched
e. Home Location Register (HLR)
HLR bertugas memberikan informasi ke SMC jika piranti sudah bisa diakses pada saat terjadi kegagalan pengiriman.
f. Visitor Location Register (VLR)
VLR merupakan penyimpanan informasi sementara tentang HLR pelanggan jika melakukan roaming ke HLR lain. Informasi ini dibutuhkan oleh SMC untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan.
g. Mobile Switching Center (MSC)
MSC berfungsi untuk mengendalikan sistem dan mengatur panggilan dari/ke telepon atau system lain.
h. Base Station System (BSS)
BSS digunakan untuk semua tugas yang berhubungan dengan transmisi gelombang sinyal radio elektromagnetik antar MSC dengan perangkat bergerak.
i. Mobile Device
Mobile device yang dalam bahasa Indonesia adalah perangkat bergerak yang
berfungsi untuk mengirim atau menerima SMS. 2.9.1 Mekanisme Kerja SMS
Gambar 2.6 diatas memperlihatkan skema cara kerja SMS. Dengan adanya SMSC ini, kita dapat mengetahui status dari SMS yang dikirim, apakah telah sampai atau gagal diterima oleh ponsel tujuan.
Apabila ponsel tujuan dalam keadaan aktif dan menerima SMS yang dikirim, ponsel tujuan akan mengirim kembali pesan konfirmasi ke SMSC yang menyatakan bahwa SMS telah diterima. Kemudian SMSC mengirimkan kembali status tersebut ke ponsel pengirim. Tetapi jika ponsel tujuan dalam keadaan mati atau di luar jangkauan, SMS yang dikirimkan akan disimpan pada SMSC sampai periode validitas terpenuhi. Jika periode validitas terlewati maka SMS itu akan dihapus dari SMSC dan tidak dikirimkan ke ponsel tujuan. Di samping itu, SMSC akan mengirim pesan informasi ke nomer pengirim yang menyatakan pesan yang dikirim belum diterima atau gagal.
BAB III
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1 Analisa Sistem Lama
Penggunaan handphone sebagai media telekomunikasi menjadi sebuah kebutuhan pokok dan sudah menjadi suatu kebiasaan pada masyarakat. Salah satu layanan yang terdapat pada handphone adalah layanan SMS (short message service) dimana SMS merupakan salah satu layanan seluler yang paling populer serta paling diminati saat ini, karena penggunaannya yang relatif mudah serta biayanya yang sangat murah.
Teknologi SMS dapat digunakan di dunia pendidikan misalnya di sekolah untuk menunjang sistem informasi yang ada di sekolah. Tujuan penggunaan teknologi ini tentunya untuk mempermudah mendapatkan segala informasi yang terutama diperlukan wali murid atau siswa terkait kegiatan belajar mengajar disekolah. SMK Satya Widya Surabaya salah satu sekolah yang belum menerapkan teknologi ini. Segala info yang ingin diketahui siswa SMK Satya Widya Surabaya harus selalu ditanyakan ke pihak yang berwenang di sekolah misal siswa atau wali murid mendatangi guru maupun petugas tata usaha.
Pihak sekolah dalam hal memberikan pengumuman kepada semua siswa harus mendatangi masing-masing kelas atau menempelkan informasi pengumuman di dinding pengumuman sekolah. Tidak adanya sistem informasi akademik menyebabkan para guru sering mengalami
kesulitan dalam hal mengelola data terkait kegiatan belajar mengajar para siswa.
3.2 Analisa Permasalahan
Berdasarkan analisa sistem yang terjadi saat ini, permasalahan yang ada yaitu tidak adanya sistem atau teknologi informasi akademik bagi siswa dan guru di SMK Satya Widya Surabaya.
3.3 Analisa Kebutuhan
Dari analisa sistem yang ada saat ini dan permasalahan yang ditimbulkan, dapat disimpulkan bahwa diperlukan suatu sistem atau teknologi yang dapat memberikan kemudahan bagi para siswa mengakses nilai akademik di sekolahnya dan memberikan kemudahan bagi para guru mengelola akademik dengan baik. Teknologi bagi para siswa atau wali murid berupa SMS Gateway yang nantinya dapat digunakan untuk mengetahui absensi, nilai, data SPP, dan pengumuman dari sekolah. Sedangkan guru dapat menyimpan data nilai siswa, absensi siswa dimana data akan dimasukkan oleh admin ke dalam sistem.
3.4 Perancangan Database dan Pemodelan Proses
Dari analisa permasalahan yang ada maka dirancang sistem informasi akademik di SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya.
3.4.1 Data Flow Diagram
Tahap pertama dalam perancangan database dan pemodelan proses adalah pembuatan Data Flow Diagram yang biasa disingkat DFD.
Perancangan sistem ini terdiri dari konteks diagram, DFD Level 0, DFD Level 1. Berikut gambar konteks diagram dari sistem informasi akademik:
Gambar 3.1 Konteks Diagram
Dalam konteks diagram di atas terdapat dua pengguna yaitu admin, dan siswa atau wali murid. Admin mempunyai kewenangan mengolah data siswa, lihat data siswa, mengolah data akademik dan administrasi, lihat data akademik dan administrasi, mengolah data lain, lihat data lain-lain, lihat data laporan, dan mengelola sms gateway. Sedangkan siswa atau wali murid dapat mengetahui perihal akademik melalui teknologi SMS Gateway misalnya info tentang nilai, absensi, data pembayaran, dan mendapat info pengumuman. (Gambar 3.1)
Tahap selanjutnya setelah konteks diagram yaitu DFD Level 0. Berikut DFD Level 0 dari sistem:
Dalam DFD level 0 terdapat lima proses yaitu pengolahan data siswa, pengolahan data akademik dan administrasi, lihat data laporan, pengolahan data lain-lain, dan pengolahan data sms gateway. Pada proses pengolahan data siswa terdapat satu pengguna yaitu admin, dimana kegiatan admin yaitu melakukan input data siswa dan melihat data siswa. Pada proses pengolahan data akademik dan administrasi terdapat satu pengguna yaitu admin dimana kegiatan admin yaitu melakukan input data akademik dan administrasi, juga melihat hasil input data akademik dan administrasi. Pada proses lihat data laporan terdapat satu pengguna juga yaitu admin dengan kegiatan hanya sebatas melihat data laporan. Pada proses pengolahan sms gateway terdapat admin sebagai pengelola dan siswa atau wali murid yang melakukan sms untuk mendapatkan info yang diinginkan antara lain info nilai, info absensi, info pembayaran, dan info pengumuman. (Gambar 3.2)
Tahap berikutnya yaitu hasil decompose dari DFD Level 0 pada proses pengolahan data siswa yaitu DFD Level 1. Pada level ini menjelaskan proses di pengolahan data siswa. Proses pengolahan data siswa ini mempunyai satu pengguna yaitu admin. Kegiatan admin sendiri meliputi kelola siswa baru, kelola pilih kelas, lihat siswa, lihat pelajaran. Pada proses kelola siswa baru, nantinya data akan disimpan dalam tabel siswa. Pada proses kelola pilih kelas data didapat dari tabel siswa. Pada
proses lihat siswa, data didapat dari tabel siswa. Sedangkan pada proses lihat pelajaran, data didapat dari tabel pelajaran. (Gambar 3.3)
Berikut gambar DFD Level 1 dari proses pengolahan data siswa:
Berikutnya decompose DFD Level 0 dari proses akademik dan adminitrasi yaitu DFD Level 1.
Gambar 3.4 DFD Level 1 Pengolahan Akademik Dan Adminitrasi
Pada level ini menjelaskan proses pengolahan akademik dan adminitrasi. Terdapat tiga proses yang terjadi yaitu proses kelola absensi, kelola pembayaran, dan kelola penilaian. Pada proses kelola absensi, data
didapat dan disimpan dari tabel absensi. Pada proses kelola pembayaran, data akan disimpan didalam tabel pembayaran. Pada proses kelola penilaian, data didapat dan disimpan pada tabel ppk, tabel pr, dan tabel skp. (Gambar 3.4)
Berikutnya decompose DFD Level 0 dari lihat data laporan yaitu DFD Level 1.
Pada level ini menjelaskan proses lihat data laporan. Terdapat empat proses yang terjadi yaitu lihat data laporan absensi, lihat data pembayaran, lihat rekapitulasi penilaian, dan lihat jumlah siswa. Pada proses lihat data laporan absensi, data didapat dari tabel absensi. Pada proses lihat data pembayaran, data didapat dari tabel pembayaran, dan tabel siswa. Pada proses lihat rekapitulasi penilaian, data didapat dari tabel nilai ppk, tabel pr, tabel skp, dan tabel siswa. Sedangkan pada proses lihat jumlah siswa, data didapat dari tabel siswa dan tabel tahun akademik. (Gambar 3.5)
Berikutnya decompose DFD Level 0 dari pengolahan data lain-lain yaitu DFD Level 1. Pada level ini menjelaskan proses pengolan data lain-lain. Terdapat enam proses yang terjadi yaitu kelola pengumuman, kelola guru, kelola pelajaran, kelola petugas, kelola wali kelas, dan kelola tahun ajaran. Pada proses kelola pengumuman, data didapat dan disimpan pada tabel pengumuman. Pada proses kelola guru, data didapat dan disimpan pada tabel guru. Pada proses kelola pelajaran, data didapat dan disimpan pada tabel pelajaran. Pada proses kelola petugas, data didapat dan disimpan pada tabel petugas. Pada proses wali kelas, data didapat dan disimpan pada tabel wali kelas. Sedangkan pada proses kelola tahun ajaran didapat dan disimpan pada tabel tahun akademik. (Gambar 3.6)
Berikut gambar DFD Level 1 dari proses kelola data lain-lain:
3.4.2 CDM (Conseptual Data Model)
Pembuatan ERD menggunakan aplikasi Power Designer version 6. Pembuatan ERD terbagi menjadi dua, yaitu ERD Conceptual Data Model (CDM) dan ERD Physical Data Model (PDM). Pembuatan ERD diawali dengan membuat ERD conceptual Data Model (CDM) yang kemudian
di-generate ke bentuk Physical Data Model (PDM). Berikut gambar
Conceptual Data Model dari sistem informasi akademik:
siswa membayar
siswa absen
siswa ambil pelajaran
penilaian sikap
penilaian praktek penilaian harian
petugas mencatat absen petugas mencatat pembayaran
absen thn akademik nilai thn akademik nilai pelajaran Relationship_12 Relationship_13 Relationship_14 input memasukkan siswa nis nama_siswanm jk_guru t4_lhr tgl_lhr agama_guru alamat_guru telp status kls 1 kls 2 kls 3 nama_wali alamat_wali password_siswa <pi> Serial (5) Variable characters (35) Variable characters (1) Variable characters (20) Date Variable characters (8) Variable characters (40) Variable characters (15) Variable characters (5) Variable characters (5) Variable characters (5) Variable characters (5) Variable characters (20) Variable characters (40) Variable characters (7) <M> nis <pi> pembayaran id_bayar tgl_bayar jns_bayar cicilan <pi> Serial Date Variable characters (10) Float (10) <M> id_bayar <pi> absensi id_absen ket tgl <pi> Serial Variable characters (10) Date <M> id_absen <pi> pelajaran id_pel nm_pel skbm
<pi> Variable characters (8) Variable characters (25) Integer <M> id_pel <pi> petugas nip jabatan user password_siswa
<pi> Variable characters (20) Variable characters (10) Variable characters (10) Variable characters (7) <M> nip <pi> ambil mp id_nilai <pi> Serial <M> id_nilai <pi> nilai_ppk id_ppk tgs1 tgs2 tgs3 tgs4 tgs5 ul_hr rmd1_ppk rmd2_ppk <pi> Serial Integer Integer Integer Integer Integer Integer Integer Integer <M> id_ppk <pi> nilai_pr id_pr pr1 pr2 pr3 rmd1_pr rmd2_pr <pi> Serial Integer