• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian 4.1.1 Sejarah Umum Perusahaan

Pada era kolonial tahun 1882, didirikan sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos telegrap. Layanan komunikasi kemudian dikonsolidasikan oleh Pemerintahan Hindia Belanda ke dalam jawatan Post Telegraf Telefonan. Pada Tahun 1961, status jawatan diubah menjadi perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Kemudian pada 1965,PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro dan Perusahaan Negara Telekomunikasi. Pada tahun 1974,PN Telekomunikasi diubah namanya menjadi Perusahaan umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelengarakan jasa Telekomunikasi Nasional maupun Internasional. Pada tahun 1980, PT Indonesia Satellite Coorporation (Indosat) didirikan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional,terpisah dari Perumtel.Pada tahun 1989, ditetapkan Undang-undang nomor 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, yang juga mengatur peran swasta dalam penyelenggaraan telekomunikasi.

Pada tahun 1981 Perumtel berubah menjadi Perusahaan Perseroan Telekomunikasi Indonesia (PT TELKOM) berdasarkan Peraturan Pemerintahan Nomor 25 Tahun 1991. Pada tanggal 14 November 1995 dilakukan penawaran Umum Perdana Saham Telkom. Sejak itu saham

Telkom tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek Surabaya Bursa Saham Newyork, dan Bursa Saham Tokya. Pada tahun 1999 di tetapkan Undang-Undang Nomor 36 tahun 1999 tentang penghapusan Monopoli Penyelenggaraan Telekomunikasi. Memasuki abad ke-21, pemerintahan Indonesia melakukan regulasi di sector Telekomunikasi dengan membuka kompetensi pasar bebas. Dengan demikian, TELKOM tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia. Tahun 2001 Telkom membeli 35% saham Telkomsel dari PT Indosat sebagian bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia, yang di tandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara TELKOM dengan Indosat. Dengan transaksi ini, Telkom menguasai 72,72% saham Telkomsel. Kemudian Telkom membeli seluruh saham Pramindo melalui 3 tahap : 30% (15 Agustus 2002), 15% (30 September 2003) dan sisanya 55% saham pada tanggal 31 Desember 2004.

Telkom menjual 12,72% saham Telkomsel kepada Singapura Telecom, dan dengan demikian Telkom memiliki 65% saham Telkomsel. Sejak Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal. Sejak Telkom merupakan salah satu BUMN yang sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintahan Indonesia (51,19%) dan oleh Publik sebesar 48,81%. Sebagian besar kepemilikan saham publik (45,58%) dimiliki investor asing, dan sisanya (3,23%) oleh investor dalam negeri.

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk yang selanjutnya disebut PT TELKOM atau Perseroan merupakan perusahaan informasi dan komunikasi (infocom) serta penyedia jasa dan jaringan Telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan jasa telepon tetap kabel (fixed wire line),jasa telepon tetap nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (mobile service), data dan internet serta jasa multimedia lainnya, serta network dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui perusahaan asosiasi.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dikelola oleh 7 (tujuh) divisi regional. Divisi Regional menyelenggarakan jasa telekomunikasi diwilayah masing-masing. Daerah regional PT Telkom mencakup wilayah-wilayah yang dibagi sebagai berikut :

1. Divisi Regional I : Sumatera

2. Divisi Regional II : Jakarta dan sekitarnya (Jakarta, Bogor dan Bekasi) 3. Divisi Regional III : Jawa Barat ( Karawang dan Purwakarta)

4. Divisi Regional IV : Jawa Tengah dan Yogyakarta 5. Divisi Regional V : Jawa Timur

6. Divisi Regional VI : Kalimantan

7. Divisi Regional VII : Kawasan Timur Indonesia (Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Irian Jaya).

Dalam pelaksanaannya divisi ini dibagi atas beberapa kantor daerah pelayanan telekomunikasi (Kandatel) yang melaksanakan

pelayanan langsung kepada masyarakat. Kandatel Medan berada dibawah divisi I Sumatera yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan telekomunikasi untuk umum dikota Medan dan sekitarnya. Kandatel Medan berada dibawah divisi I Sumatera merupakan lokasi penelitian peneliti.

4.1.2 Struktur Organisasi

Dalam rangka melaksanakan tugas operasional perusahaan adanya struktur organisasi diperlukan. Struktur organisasi merupakan kerangka dan susunan perwujudan pola hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian, dan orang-orang yang menunjukkan pembagian delegasi tugas, kedudukan, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu perusahaan.

Struktur organisasi pada PT Telkom yaitu struktur organisasi yang berbentuk garis dan staff. Wewenang tertinggi dalam organisasi dipegang oleh satu orang pimpinan yang membawahi beberapa bagian sesuai fungsinya masing-masing.

Berikut merupakan Bagan struktur organisasi pada PT Telkom Kandatel Medan.

Adapun tugas-tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian pada perusahaan adalah sebagai berikut :

1. Executive General Manager

a. Bertanggung jawab atas pencapaian sasaran operasional dan optimalisasi sumber daya perusahaan, termasuk pendayagunaan access. Assistant mananajer Promotion Assistant mananajer Pricing Executive General Manager Deputy Executive General Manager Manajer Consumer Marketing & sales Manager General Support Manager Data and Value Added Manager Fixed Phone Sales Manager Business Performa nce Manager Access Network Main tenance Manager Access Network Operati on Assistant mananajer Marketing Intelligent

b. Terkendalinya aktivitas operasional layanan customer, sales, customer sales, serta pemeliharaan infrastruktur access yang diselenggarakan di berbagai Kandatel

c. Terkoordinasinya seluruh aktivitas operasi bisnis, baik aktivitas dari Divisi Regional maupun aktivitas yang dilakukan melalui unit-unit cabangnya.

d. Efisiensi biaya penyelenggaraan fungsi delivery channel dan layanan customer, serta tetap efektif dalam penyelenggaraan kerja sama dengan pihak eksternal dalam rangka penyelenggaraan fungsi delivery channel.

e. Memastikan bahwa semua risiko pada proses bisnis Divisi Regional I diidentifikasi, evaluasi, dan dikontrol dengan baik.

2. Deputy Executive General Manager

a. Koordinasi dengan bidang-bidang terkait untuk memfasilitasi kebutuhan dari kandatel dalam rangka mendukung pencapaian kinerja yang telah ditetapkan.

b. Pelaksana kebijakan dan strategi operasional kandatel dapat memenuhi sasaran kinerja yang telah ditetapkan.

c. Memberikan solusi terhadap permasalahan terkait dengan interaksi Divre terhadap unit-unit corporate service, seperti human resourch center dan finance center.

3. Manager Business Performance

b. Mengelola, menyiapkan, melengkapi, dan memelihara berbagai panduan atau prosedur operasi.

c. Melakukan supervise dan monitoring pelaksanaan kerja kemitraan. 4. Manager Access Network Maintenance

a. Menyusun rencana pemeliharaan access network.

b. Melakukan pengukuran, pengecekan fisik access network dan pengetesan.

c. Melakukan pemeliharaan sarana fasilitas-fasilitas pendukung.

d. Melakukan penjagaan kesiapan operasi dengan perbaikan atau penggantian fisik yang rusak serta pemeliharaan rutin.

5. Manager Access Network Operation

a. Melaksanakan operasi access (pasang baru, mutasi, penanganan gangguan) untuk melayani pelanggan.

b. Melaksanakan operasi terhadap order pasang baru atau penanganan gangguan dari pelayanan dan pengelolaan peralatan customer care. 6. Manager Fixed Phone Sales

a. Melakukan program promosi.

b. Melakukan kegiatan penjualan produk fixed phone. c. Melakukan distribusi kartu dan customer profiling.

d. Melakukan pengelolaan distribusi kartu, memonitor, memfasilitasi, dan pembinaan sales force.

7. Manager Data and Value Added

b. Melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka penjualan produk dan melakukan promosi.

8. Manager General Support

a. Mengelola pengamanan asset, informasi dan data operasional perusahaan.

b. Mengatur administrasi, pendayagunaan serta aspek-aspek perlindungan yang diperlukan atas seluruh asset yang berada di lingkungan wilayah operasional kandatel.

c. Mengelola proses logistik dalam rangka pemenuhan kebutuhan logistik dan sarana umum yang diperlukan dalam penyelenggaraan aktivitas operasional kandatel.

9. Manajer Consumer Marketing dan Sales

Yaitu Mengatur mengenai proses berjalannya bagian pemasaran, yang terdiri atas 3 Assistant manager yaitu :

- Assistant manajer Marketing Intelligent, bertugas untuk melakukan

market research, menentukan target pasar yang dituju sehingga

pemasaran berjalan lancar.

- Assistant manajer Pricing, bertugas untuk menentukan ketetapan harga suatu produk yang dimunculkan ke pasar.

- Assistant manajer Promotion, bertugas untuk melakukan promosi, menentukan alat promosi dan lokasi promosi yang akan dilakukan.

4.1.3 Visi dan Misi PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk. a. Visi PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk.

To become a leading InfoCom player in the region (menjadi pelaku informasi komunikasi terkemuka diwilayahnya.)

PT Telkom Indonesia,Tbk berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan infocom terkemuka di kawasan Asia dan akan berlanjut di kawasan Asia Fasifik. Peningkatan nilai perusahaan juga harus di tingkatkan melalui peningkatan pertumbuhan perusahaan, performa perusahaan, keuntungan maupun pengembangan sumber daya manusia. b.Misi PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk.

One Stop InfoCom Services with Excellent Quality and Competitive Price and to be the Role Model as the best Managed Indonesian Corporation (salah satu layanan informasi dan komunikasi adalah dengan kualitas yang sangat baik dengan harga yang kompetitif dan menjadi panutan perusahaan terbaik di Indonesia)

1. PT Telkom menjamin bahwa pelanggan akan mendapatkan pelayanan yang baik berupa kemudahan, kualitas produk, kualitas jaringan dan harga yang kompetitif.

2. PT Telkom mengelola bisnis yang baik dan mengoptimalkan sumber daya manusia yang unggul dan terdepan, penggunaan teknologi yang modern dan kompetitif serta membangun kemitraan yang menguntungkan secara timbal balik dan saling menguntungkan secara sinergi.

4.1.4 Logo PT Telkom Indonesia,Tbk.

Gambar 4.1 Logo PT Telkom Indonesia,Tbk

Logo TELKOM mencerminkan brand positioning “Life Confiden” dimana keahlian dan dedikasi akan diberikan bagi semua pelanggan untuk mendukung kehidupan mereka dimanapun mereka berada. Brand positioning ini didukung oleh “service cultur” baru yaitu : expertise (keahlian), empowering (membantu), assured (meyakinkan), progressive (progresif) dan heart (hati).

Sekilas logo bulat dengan siluet tangan terkesan simpel : simplifikasi logo ini terdiri dari lingkungan biru yang ada di depan tangan berwarna kuning. Logo ini merupakan cerminan dari “brand value” (nilai merek) baru yang selanjutnya disebut dengan “Life in Touch ”(sentuhan kehidupan) dan diperkuat dengan tag line baru pengganti “committed 2U” yakni “the world in your hand” (dunia di tangan anda).

Simbol-simbol yang terdapat pada logo tersebut mempunyai makna sebagai berikut :

a. Expertise (keahlian) : makna dari lingkaran sebagai simbol dari kelengkapan produk dan layanan dalam portofolio bisnis terbaru TELKOM yaitu TIME (Telecommunication, Information, Media & Edutainment).

b. Empowering (membantu) : makna dari tangan yang meraih ke luar, simbol ini mencerminkan pertumbuhan dan expansi ke luar.

c. Assured (meyakinkan) : makna dari jemari tangan. Simbol ini memaknai sebuah kecermatan, perhatian, serta kepercayaan dan hubungan yang erat. d. Progressive (progresif) : kombinasi tangan dan lingkaran. Simbol dari

matahari terbit yang maknanya adalah perubahan dan awal yang baru. e. Heart (hati) : simbol dari telapak tangan yang mencerminkan kehidupan

untuk mencapai masa depan.

Selain simbol, warna –warna yang digunakan adalah :

a. Expert Blue pada teks Telkom melambangkan keahlian dan pengalaman yang tinggi

b. Vital Yellow pada telapak tangan mencerminkan suatu yang atraktif, hangat dan dinamis.

c. Infite sky Blue pada teks Indonesia dan lingkaran bawah mencermikan inovasi dan peluang yang tak terhingga untuk masa depan.

4.1.5 Maskot PT Telkom Indonesia,Tbk

Maskot PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk adalah Bee Bee. Filosofi dibalik sifat dan perilaku Bee Bee, yaitu lebah tergolong makhluk sosial yang senang bekerja sama, pekerja keras, mempunyai sistem berupa pembagian peran operasional dan fungsional menghasilkan yang terbaik berupa madu yang bermanfaat bagi berbagai pihak.

Di habitatnya lebah mempunyai dengung sebagai tanda keberadaanya dan loyal terhadap kelompok berupa perlindungan terhadap koloninya, mereka akan menyerang bersama apabila diganggu. Lebah memiliki potensi diri yang baik berupa tubuh yang sehat , lihai dan kuat sehingga bias bergerak cepat, gesit dan efektif dalam menghadapi tantangan alam. Lebah berpandangan jauh kedepan dengan merancang bangun sarang yang kuat dan efisien, berproduksi, berkembang biak dan menyiapkan persediaan makanan bagi kelangsungan hidup koloninya. Maskot PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Bee Bee dapat dilihat seperti yang ditunjukkan pada gambar :

Masing–masing bagian dari lebah tersebut mempunyai makna tersendiri, yaitu :

1. Antena lebah melambangkan bahwa Telkom sensitif terhadap segala keadaan dan perubahan.

2. Mahkota lebah melambangkan kemenangan. 3. Mata lebah melambangkan tajam dan cerdas.

4. Sayap lebah melambangkan bahwa Telkom lincah dan praktis.

5. Tangan kuning melambangkan bahwa Telkom akan memberikan karya terbaik.

4.1.6 Budaya Perusahaan

The Telkom Way 135 sebagai budaya korporasi yang dikembangkan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk merupakan bagian terpenting dari upaya perusahaan untuk meneguhkan hati, merajut pikiran dan menyerasikan langkah semua insan Telkom dalam menghadapi persaingan bisnis Infocom. Didalamnya terkandung beberapa unsur, yang secara integral harus menjiwai insan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, yakni :

1. 1 ( satu ) asumsi dasar tersebut “ The World in Your Hand “ (Dunia di tangan anda)

2. 3 ( tiga ) nilai inti, mencakup:

- Customer Value (Nilai Pelanggan)

- Excellent service (Pelayanan Prima)

3. 5 ( lima ) langkah perilaku untuk memenangkan persaingan, yang terdiri dari :

- Stretch the goals (Peregangan Tujuan)

- Simplify (Menyederhanakan)

- Involve Everyone (Melibatkan Semua Orang)

- Quality is my Job (Kualitas adalah pekerjaan saya)

- Reward The Winners (Hadiah Pemenang)

The Telkom Way 135 adalah hasil penggalian dari perjalanan PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk dalam mengarungi lingkungan yang terus berubah dan dikristalisasi serta dirumuskan dengan dirangsang oleh berbagai inspirasi dari perusahaan lain dan berbagai tantangan dari luar. Dengan akar yang kuat pada kesadaran kolektif organisasi, diharapkan The Telkom Way 135 dapat cepat tertanam dalam jiwa insan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk berharap dengan tersosialisasinya The Telkom Way 135, maka akan tercipta pengendalian kultural yang efektif terhadap cara merasa, cara memandang, cara berfikir, dan cara berperilaku semua insan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

4.1.7 Telkom Speedy

Speedy adalah layanan akses internet dengan menggunakan akses kabel berbasis teknologi ADSL (Asymetric Digital Subciber Line) yang diluncurkan oleh PT. Telkom. Speedy dapat menyalurkan data dan suara secara bersamaan dengan kecepatan hingga 384 Kbps dan kecepatan maksimal 1000 Kbps dari modem sampai dengan sentral Telkom.

Asymetric Digital Subciber Line (ADSL) merupakan perangkat aktif di jaringan akses pelanggan yang dipergunakan untuk mendukung implementasi pelayanan multimedia pada jaringan broadband dengan menggunakan satu pair kabel tembaga. Manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan speedy adalah high speed internet, akses LAN, distance learning, video conference, broadcast TV, home shopping dan video on demand.

Adapun keunggulan Speedy adalah sebagai berikut : 1. Praktis

Layanan komunikasi suara/fax dan data/internet kecepatan tinggi dapat dilakukan pada saat yang bersamaan tanpa saling mengganggu (simultan).

2. Koneksi 24 jam

Layanan internet broadband ADSL menyediakan koneksi secara terus menerus selama 24 jam dan 7 hari seminggu, serta mampu menyalurkan koneksi dengan kecepatan tinggi.

3. Aman

Saluran yang digunakan pengguna Speedy digunakan sendiri dan tidak dibagi dengan pengguna lainnya (not share), sehingga keamanan lebih baik.

4. Kecepatan Konstan

Koneksi lebih stabil karena masing-masing pengguna mempunyai jalur tersendiri. Pelanggan dapat menikmati pengalaman akses internet dengan kecepatan download sampai dengan 1000 kbps. 5. Tarif flat-rate

Pelanggan dapat memilih paket layanan berdasarkan kuota trafik internet yang paling sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan penagihan dilakukan secara flat setiap bulan. Jika pelanggan melebihi kuota maka harus membayar kelebihan sesuai jumlah trafik.

4.2 Penyajian Data

Dalam bab ini penulis akan memaparkan data-data yang diperoleh selama masa penelitian yang telah dilakukan. Hasil penelitian yaitu berupa data primer yang diperoleh penulis di lapangan. Data primer tersebut diperoleh melalui pemberian kuesioner kepada pelanggan Telkom Speedy Wifi yang dijadikan sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 responden.

Penyajian data berisikan data identitas responden dan data variabel penelitian. Penyajian data identitas responden untuk mengetahui spesifikasi atau ciri khas yang dimiliki responden. Sedangkan penyajian data tentang variabel penelitian akan digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian. Adapun hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :

4.2.1. Identitas Responden

Data identitas responden yang akan disajikan mencakup jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka identitas responden dapat diuraikan sebagai berikut :

Tabel 4.1

Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Persentase ( % )

1 Laki-laki 14 35,0

2 Perempuan 26 65,0

Total 40 100

Sumber : kuesioner Penelitian 2013

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa jumlah responden pelanggan Speedy berjenis kelamin perempuan lebih banyak yaitu sebanyak 26 orang dengan persentase sebesar 65% dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 14 orang dengan persentase sebesar 35 %.

Tabel 4.2

Identitas Responden Berdasarkan Umur

No Umur Jumlah Persentase ( % )

1 < 17 Tahun 2 5,5 2 18 - 25 Tahun 34 85,0 3 26 - 35 Tahun 2 5,0 4 36 - 45 Tahun - - 5 > 45 Tahun 2 5,0 Total 40 100

Sumber : Kuesioner Penelitian 2013

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa responden pelanggan Speedy paling banyak berusia 18-25 tahun sebanyak 34 orang dengan

persentase sebesesar 85,0 %. Kemudian pada rentang usia 26-35 tahun dan usia > 45 tahun masing-masing berjumlah 2 orang dengan persentase 5,0 %. Selanjutnya pada rentang usia < 17 tahun berjumlah 2 orang dengan persentase 5,0 %.

Tabel 4.3

Identitas Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase ( % )

1 SMA 18 45,0 2 Diploma 2 5,0 3 S1 17 42,5 4 S2 3 7,5 5 S3 - - Total 40 100

Sumber : Kuesioner Penelitian 2013

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden pelanggan Speedy mayoritas lulusan SMA yaitu sejumlah 18 orang dengan persentase 45,0 %. Kemudian diikuti pada tingkat pendidikan pada jenjang S1 yaitu sejumlah 17 orang dengan persentase 42,5 %. Selanjutnya diikuti pada jenjang S2 sejumlah 3 orang dengan persentase 7,5 %. Dan pada jenjang Diploma sejumlah 2 orang dengan persentase 5,0 %.

Tabel 4.4

Identitas Responden Berdasarkan Pekerjaan

No Pekerjaan Jumlah Persentase ( % )

1 Mahasiswa 32 80,0 2 PNS 1 2,5 3 Pegawai Swasta 3 7,5 4 Wiraswasta 2 5,5 5 Lainnya 2 5,0 Total 40 100

Sumber : Kuesioner Penelitian 2013

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa sebagian responden pelanggan Speedy memiliki stastus sebagai Mahasiswa, sebanyak 32 orang dengan persentase sebesar 80,0 %. Dan responden yang bekerja sebagai Pegawai Swasta terdapat masing-masing 3 orang dengan persentase 7,5 %. Pekerjaan sebagai wiraswasta sebanyak 2 orang dengan persentase 5,0%. Selanjutnya sebanyak 2 orang memiliki pekerjaan yang lainnya yaitu sebagai dosen dan dokter dengan persentase 5,0 %. Kemudian pekerjaan sebagai PNS sebanyak 1 orang dengan persentase 2,5 %.

Tabel 4.5

Produk yang digunakan sebelum produk beralih ke produk Speedy wifi No Jenis Produk Jumlah Persentase ( % )

1 Smart 11 27,5

2 Speedy Modem 24 60,0

3 XL 3 7,5

4 Telkom flash 2 5,0

Total 40 100

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa sebanyak 24 responden dengan persentase 60,0% sebelumnya menggunakan speedy modem sebelum beralih menggunakan speedy wifi. 11 orang dengan persentase 27,5% menggunakan produk smart. Responden lainnya menggunakan produk XL sebanyak 3 orang dengan persentase 7,5% dan sebanyak 2 orang dengan persentase 5,05 menggunakan produk telkomsel flash.

4.2.2 Tabulasi Data Tentang Iklan dan Keputusan Pembelian Konsumen Dibawah ini adalah tabel tabulasi data iklan dan tabel tabulasi keputusan pembelian konsumen, yang berisi tentang hasil jawaban responden pada setiap variabel yang bertujuan untuk mengolah data regresi linier sederhana.

Tabel 4.6 Tabulasi Data Iklan NO

RESP KUESIONER IKLAN TOTAL

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 2 14 2 1 2 1 1 2 1 1 1 2 1 13 3 1 1 2 2 1 1 1 2 2 1 14 4 1 1 2 1 1 2 1 2 1 1 13 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 7 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 12 8 1 1 2 1 1 1 2 2 2 1 14 9 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 11 10 1 2 1 2 1 1 2 1 1 1 13 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 12 1 1 2 1 2 2 2 1 1 1 14 13 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 11 14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 15 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 12 16 1 1 2 1 1 2 1 1 1 2 13 17 1 1 2 1 1 2 1 2 2 1 14 18 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 12 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 20 1 1 2 1 1 2 1 2 2 1 14 21 1 1 2 2 1 2 1 2 2 1 15 22 1 1 2 1 1 2 2 1 2 1 14 23 1 2 2 1 1 2 1 2 2 2 16 24 1 1 2 1 1 1 2 2 2 1 14 25 1 1 2 1 2 2 1 2 1 2 15 26 1 2 2 2 2 2 1 2 1 2 17

27 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 14 28 1 1 2 1 1 2 2 2 2 1 15 29 1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 13 30 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1 13 31 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 11 32 1 2 1 1 2 1 1 2 2 1 14 33 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 12 34 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 12 35 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 12 36 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 17 37 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 38 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 39 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 11 40 1 1 2 1 1 2 2 2 1 1 14

Tabel 4.7 Tabulasi Data Keputusan Pembelian Konsumen NO

RESP

KUESIONER KEPUTUSAN PEMBELIAN

KONSUMEN TOTAL 1 2 3 4 5 6 1 1 2 1 1 1 1 7 2 2 2 2 1 1 1 9 3 2 2 2 2 2 1 11 4 2 1 2 2 1 1 9 5 1 1 1 1 1 1 6 6 1 1 2 2 1 1 8 7 2 2 2 1 2 1 10 8 1 2 2 2 2 1 10 9 2 2 2 2 2 1 11 10 2 1 2 2 2 1 10 11 1 2 2 1 1 1 8 12 2 2 1 2 1 1 9 13 2 2 2 2 2 1 11 14 1 1 2 1 1 1 7 15 1 1 1 1 1 1 6 16 2 2 2 1 2 1 10 17 1 1 2 2 2 1 9 18 2 2 2 2 2 2 12 19 2 2 2 2 2 2 12

20 2 2 1 2 2 1 10 21 2 2 2 2 2 1 11 22 1 1 2 2 2 1 9 23 2 2 2 1 1 1 9 24 1 2 1 1 2 1 8 25 1 1 2 2 2 1 9 26 2 2 2 2 2 2 12 27 1 2 1 2 1 1 8 28 2 2 2 2 1 1 10 29 1 1 2 2 1 2 9 30 2 2 2 2 2 1 11 31 1 1 2 1 1 1 7 32 1 1 1 2 1 1 7 33 1 2 2 2 1 1 9 34 1 2 1 2 2 1 9 35 1 1 2 2 1 1 8 36 2 2 2 2 2 2 12 37 1 1 1 1 1 1 6 38 1 1 2 2 2 1 9 39 1 1 2 1 1 1 7 40 1 2 2 1 1 1 8

4.2.3 Distribusi Jawaban Responden Variabel Iklan dan Keputusan Pembelian Konsumen

Tabel dibawah ini merupakan tabel distribusi jawaban responden pada variabel iklan (tabel 4.2.3.1) dan keputusan pembelian konsumen (tabel 42.3.2) merupakan jumlah keseluruhan jawaban responden per masing masing pertanyaan dan persentase yang diperoleh dari distribusi jawaban tersebut.

Tabel 4.8 Distribusi Jawaban Responden Variabel Iklan (X) No Pertanyaan Skor Total 1 2 F % F %

1. Apakah pesan yang disampaikan iklan tersebut dapat anda pahami ?

39 97,5 1 2,5 40

2. Menurut anda, apakah pesan yang disampaikan iklan tersebut sudah jelas ?

32 80 8 20 40

3. Apakah gaya/penampilan Ahmad Dhani menarik perhatian anda ?

22 55 18 45 40

4. Apakah makna/tampilan iklan tersebut dapat anda pahami ?

35 87,5 5 12,5 40

5. Apakah menurut anda, penggunaan kata-kata/bahasa pada iklan tersebut komunikatif dan menarik ?

31 77,5 9 22,5 40

6. Apakah musik yang terdapat dalam iklan tersebut dapat menarik perhatian anda ?

25 62,5 15 37,5 40

7. Menurut anda, apakah model iklan yang digunakan iklan tersebut sesuai ?

31 77,5 9 22,5 40

8. Apakah penampilan Ahmad Dhani elegan dan berkharisma ?

15 37,5 25 62,5 40

9. Apakah anda menyukai gaya dan penampilan keluarga Ahmad Dhani ?

10 Apakah iklan tersebut berkesan modern dan bernilai seni ?

33 82,5 7 17,5 40

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa : 1. Indikator Pesan

Pada pertanyaan pertama dan kedua yang merupakan indikatornya adalah pesan. Terdapat 39 orang menjawab Ya terhadap pertanyaan apakah pesan iklan yang disampaikan dapat dipahami, dengan persentase 97,5% sedangkan yang menjawab Tidak terdapat 1 orang responden pelanggan speedy dengan persentase 2,5%. Terdapat 32 orang menjawab Ya terhadap pertanyaan apakah pesan iklan yang disampaikan sudah jelas, dengan persentase 80,0% sedangkan yang menjawab Tidak terdapat 8 orang responden pelanggan speedy dengan persentase 20,0%. Dari jawaban 2 pertanyaan tersebut dapat disimpulkan bahwa Iklan yang ditayangkan PT. TELKOM dari indikator pesan dikategorikan baik. Hal tersebut disimpulkan berdasarkan distribusi jawaban responden sebagian besar menjawab Ya.

Untuk pembahasan mengenai 4 indikator lainnya dapat dijelaskan seperti pembahasan indikator pertama.

Tabel 4.9 Distribusi Jawaban Responden Variabel Keputusan Pembelian Konsumen (Y)

No Pertanyaan Skor Total

1 2

F % F %

1. Apakah ketertarikan akan iklan tersebut mempengaruhi anda untuk melakukan keputusan pembelian ?

22 55 18 45 40

2. Apakah penggunaan model iklan mempengaruhi anda berkeinginan melakukan pembelian ?

16 40 24 60 40

3. Apakah kepopuleran musisi Ahmad Dhani mempengaruhi anda untuk melakukan keputusan pembelian ?

10 25 30 75 40

4. Apakah dengan menyaksikan iklan keluarga Ahmad dhani menimbulkan motivasi bagi anda untuk menggunakan produk speedy wifi ?

14 35 16 65 40

5. Apakah anda memutuskan menggunakan speedy wifi karena pengaruh isi pesan dalam iklan tersebut ?

20 50 20 50 40

6. Apakah tarif speedy wifi

mempengaruhi anda menggunakan produk tersebut ?

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa : 1. Indikator Keputusan

Pada indikator keputusan terdapat 10 orang menjawab Ya terhadap pertanyaan iklan yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk melakukan pembelian atau menggunakan produk speedy dengan persentase 25%, sedangkan yang menjawab Tidak terdapat 30 orang responden pelanggan speedy dengan persentase 75%. Maka dapat dinyatakan bahwa keputusan dalam penggunaan produk speedy wifi tersebut dipengaruhi oleh sebagian kecil iklan.

Untuk pembahasan mengenai 3 indikator lainnya dapat dijelaskan seperti pembahasan indikator diatas.

4.3 Analisa Data dan Pembahasan

4.3.1 Pengaruh Iklan Speedy Versi Ahmad dhani terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.

Untuk melihat ada tidaknya pengaruh antara iklan speedy versi Ahmad dhani terhadap keputusan pembelian konsumen, maka akan digunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS.

Sebelum uji regresi, terlebih dahulu dilakukan pengujian normalitas data. Yang berfungsi untuk memenuhi asumsi dan persyaratan analisis data yaitu sebagai berikut :

Dokumen terkait