Pada bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran yang dikemukakan mengenai peranan bartender dalam meningkatkan pelayanan di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta.
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009. USU Repository © 2009 BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 PENGERTIAN BAR
Bar merupakan salah satu bagian dari Food & Beverage Department yang dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, baik yang terdapat dalam sebuah hotel maupun yang berdiri sendiri yang khusus menjual segala jenis minuman yang beralkohol dan yang tidak beralkohol .
Sedangkan pengertian lain dari bar adalah Counter Desk atau meja pemisah antara pembuat minuman ( Bartender ) dengan tamu – tamu bar yang duduk diatas Bar Stool.
2.1.1 Sejarah Bar
Defenisi bar berdasarkan keputusan Menparpostel No.104 / PW 304 / MPPT – 91 “Bar adalah setiap usaha yang ruang lingkup dan kegiatannya menghidangkan minuman keras atau minuman lainnya untuk umum ditempat usahanya”.
Akan tetapi sampai saat ini sejarah bar itu sendiri belum jelas asal usulnya. Literatur Amerika menyatakan bahwa untuk pertama kalinya bar didirikan di Amerika Utara yaitu sebagai tempat orang dari berbagai kalangan berkumpul – kumpul sambil menikmati hiburan dan minum – minum, sedangkan literature Eropa disebutkan bahwa
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
bar berasal dari bahasa Inggris yaitu “ Barre “ yang diartikan sebagai sekat penghalang dari meja dari mana makanan dan minuman dihidangkan kepada tamu.
Pada umumnya hotel – hotel bertaraf internasional biasa dapat kita temukan penyediaan Bar ataupun Café / Lounge yang berjumlah lebih dari satu unit khususnya pada hotel berbintang 4 (****) dan bintang 5 (*****). Dalam hal ini, management hotel dapat menentukan bentuk maupun jenis bar yang akan dioperasikan dengan tujuan utamanya adalah menjual minuman beralkohol.
2.1.2 Ruang Lingkup Bar
Untuk memudahkan pengenalan, bar dapat dibagi berdasarkan fungsi serta berdasarkan jenis – jenis bar yang dioperasikan yaitu sebagai berikut :
a). Public Bar
Bar yang terdapat dalam sebuah hotel maupun diluar hotel yang lokasinya terlihat oleh para tamu. Karena letak dan posisi bar atau counter langsung berada pada Service Area, dimana Bartender atau Bar Staff langsung berhadapan dengan tamu (guest contact) sehingga proses pembuatan minuman pesanan tamu dapat dilihat / disaksikan para tamu.
Adapun jenis – jenis Public Bar antara lain :
• American Bar
Bar yang menjual minuman serba lengkap dengan performance yang mewah dan eksklusif. Organisasi bar cukup lengkap dengan tenaga kerja yang terampil. American Bar mempunyai Coctail lounge yang cukup luas dan megah sehingga kebanyakan pengunjungnya berasal dari kalangan High society.
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
Bar yang menyajikan minuman dalam jenis yang sangat terbatas. Pada umumnya bar seperti ini menyediakan minuman jenis aperitif yaitu minuman yang dapat membangkitkan selera makan sehingga kebanyakan dikunjungi orang ketika waktu menjelang makan.
• Coctail Bar
Tempat dimana para tamu dapat relaks sambil mendengarkan lagu dengan diiringi musik hidup dan pelayanannya bersifat resmi atau formil.
• Snack bar
Merupakan jenis bar yang khusus menjual makanan ringan disamping menjual minuman beralkohol maupun tidak beralkohol tetapi dengan jumlah yang terbatas.
• Shunken bar
Bar jenis ini dibuat dalam terbuka seperti kolam renang, danau dan tepi pantai. Minuman yang disediakan adalah soft drink, beer dan minuman beralkohol dalam jumlah terbatas ditambah dengan berbagai macam snack.
• Bar & Night Club ( Discotique )
Dibuka pada malam hari dan tutup hingga larut malam sebagai tempat dimana para tamu menghibur diri sendiri sambil minum dan berdansa dengan didiringi pertunjukan musik.
• Expresso Bar
Bar ini berasal dari Italia, komoditas utama adalah Coffee Expresso khas Italia dan juga menyediakan minuman beralkohol dalam jumlah yang terbatas.
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
Bar ini sebenarnya berasal dari Perancis dengan istilah “ Bar de Café “ dan tidak terlalu besar yang khusus menjual Berewed Coffee serta beberapa jenis minuman sebagai selingan atau tambahan.
• Piano Bar
Ruangan tempat tamu bersantai sambil menikmati minuman dan mendengarkan permainan piano.
b). Service Bar
Bar yang melayani tamu secara tidak langsung dan mempunyai satu ruangan saja yaitu ruangan bartender. Ruangan ini membantu pesanan minuman yang dating dari Room Service, Restaurant dan sebagainya. Biasanya bar ini terletak dibagian belakang restoran atau dekat dengan kitchen.
c). Portable Bar
Bar kecil yang dapat berpindah – pindah atau bar beroda yang biasanya digunakan Pada acara jamuan makan Coctail Party atau pada acara Banquet. Bentuk bar ini tidak berbeda dengan sebuah rak atau kreta dorong yang diberi rak sebagai tempat display minuman.
Ada beberapa faktor penting yang diperlukan dalam merencanakan pembuatan bar ( Lay Out Bar ) yaitu :
2. Lokasi
Terletak dekat lobby, kolam renang atau dipuncak hotel. 3. Tipe Bar
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
4. Bentuk Meja Bar
Berbentu huruf L, huruf D, memanjang dan gitar. 5. Pengunjung
Bersifat Formal atau Informal.
Selain itu bar juga memiliki 4 ( empat ) area yang terdiri dari : 1. Bar Display
Terletak dibelakang barman dimana diletakkan botol – botol minuman dari aperitif sampai after drink dinner, selain pajangan juga berguna untuk menarik minat para tamu untuk membelinya.
2. Bar Station
Tempat bartending memproduksi minuman yang dirancang sedemikian rupa, dilengkapi dengan speed rack, ice bean, freezer, sink unit, tempat gelas dan lain – lain yang terbuat dari stainless dan mudah dibersihkan.
3. Bar Counter
Terletak antara bar station dan bar lounge sesuai dengan fungsinya dibagi dua sebagai pemisah yaitu tamu dan barman dibatasi meja bar.
4. Bar Lounge
Ruangan yang terletak didepan bar, interiornya dibuat sangat menarik dan serasi, mulai dari meja, kursi, lampu, ventilasi, dan hiasan disekitarnya serta iringan alat musik yang indah sehingga membuat para tamu betah duduk berlama – lama menikmati minuman yang dihidangkan.
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
Bartender merupakan orang yang ahli dalam bidang minuman atau orang yang bekerja di bar dan ahli dalam pembuatan minuman campuran, menciptakan resep – resep baru, dapat menghitung harga jual (cost) yang diperlukan serta menciptakan daya tarik tersendiri pada minuman tersebut.
2.2.1 Syarat – Syarat Bartender
Sebagai seorang bartender yang ahli dalam bidang minuman harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :
1. Mempunyai latar belakang pendidikan umum / Perhotelan
2. memenuhi syarat fisik seperti postur tinggi badan, berpencengaran baik, berbadan sehat untuk bekerja 8 jam 1 hari.
3. Memiliki dedikasi dan kejujuran bagi perusahaan dan mementingkan langganan selama dinas.
4. Memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang minuman. 5. Mengetahui segala macam jenis minuman.
6. Memiliki keterampilan dan pengetahuan yang luas tentang minuman.
7. Seorang bartender dapat dikatakan professional apabila bartender tersebut mampu menguasai tehnik atau mixology mencampur minuman.
2.2.2 Penampilan dan Perilaku Bartender
a). Perilaku Bartender
1. Melayani dan menyajikan pesanan bagi tamu yang datang terlebih dahulu (first comer first).
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
2. Pada setiap minuman yang disajikan terutama cocktail, dilengkapi dengan serbet dan pengaduk minuman.
3. Mempergunakan cocktail gelas yang telah didinginkan dengan es, karena minuman yang disajikan dalam gelas dingin akan membuatnya bertahan lebih lama.
4. Usahakan agar Label atau merek minuman dapat dilihat oleh tamu.
5. Letakkan kembali minuman yang telah dipergunakan pada bar display atau back bar.
6. Memastikan bahwa garis yang akan dipergunakan masih segar dan bersih dan menggunakan penjepit untuk mengambil buah atau es.
7. Mempergunakan standart resep yang telah ditetapkan dimana takaran dan metodenya harus benar dan tepat, karena sangat berhubungan dalam citarasa minuman campuran dan kepuasan tamu.
8. Gelas yang setengah kosong dapat dipindahkan dari counter setelah tamu benar – benar tidak kembali.
9. Tidak mengaduk minuman yang mengandung air karbonat yng kuat karena akan mengeluarkan gas asam karbonat dan menyebabkan minuman gagal dibuat.
10.Mempergunakan gelas yang sesuai dengan jenis yang akan disajikan.
11.Tidak membuat penukaran minuman tanpa diketahui oleh tamu jika pesanan tamu tidak ada, sebaiknya sarankan kepada tamu merek lain yang sebanding dengan permintaan.
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
1. Menjaga kesehatan dan kebersihan badan terutama pada bagian yang kelihatan. 2. Menjaga kebersihan kuku dan jari – jari tangan.
3. Berpakaian secara bagus dan rapi.
4. Bagi petugas wanita tidak diperbolehkan menggunakan make-up yang berlebihan atau memakai perhiasan yang menyolok.
5. Selalu mencukur atau merawat kumis serta jenggot. 6. Hindari rasa mengantuk dan bersin di muka umum.
7. Rapikan rambut anda, hindari bau badan, dan keringat di pakaian yang dapat membuat tamu kurang senang.
2.3 Perlengkapan dan Peralatan Bar
Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan operasinal suatu bar adalah tersedianya perlengkapan dan peralatan yang cukup. Seluruh perlengkapan dan peralatan ini harus dapat dilihat oeh tamu atau pengunjung bar, oleh karena itu kuntitas serta kualitasnya harus benar – benar diperhatikan. Perlengkapan dan peralatan di suatu bar dapat dikelompokkan berdasarkan keperluan maupun lokasinya seperti perlengkapan bar, peralatan bar dan lain sebagainya.
2.3.1 Perlengkapan Bar
Perlengkapan bar antara lain : kursi, meja, asbak, standing ashtray, kelender, City road map, selain itu juga harus dilengkapi dengan perlengkapan bar lainnya seperti :
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
Merupakan sekat penghalang dimana tamu dapat langsung memesan dan menerima pelayanan dari petugas bar yang berada di dalam bar counter.
2. Bar Stool
Merupakan kursi tinggi yang terletak di depan bar counter, tempat tamu duduk dan menyaksikan atraksi dari petugas bar.
3. Bar Display
Merupakan rak tempat memajang jenis minuman yang tersedia dan biasanya penyusunan berdasarkan jenis minuman.
4. Ice Maker Machine
Merupakan mesin pembuat ice cube. 5. Refrigerator/freezer
Merupakan lemari pendingin tempat menyimpan minuman. 6. Sinks
Merupakan tempat mencuci gelas – gelas yang kotor.
2.3.2 Peralatan Bar
Peralatan bar adalah alat – alat yang dipergunakan untuk mempersiapkan atau mengolah minuman berdasarkan pesanan dari tamu serta penyajian minuman. Adapun yang termasuk sebagai alat – alat yang dipergunakan di dalam operasional bar yaitu :
• fdyd
• Mixer atau maxing glass; gelas untuk mengaduk minuman campuran
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
• Can Opener; sendok untuk pembuka tutup botol
• Bar Spoon; sendok untuk mengaduk minuman campuran
• Jigger cup; alat ukur untuk standar minuman cocktail atau mix drink
• Wine Opener; alat pembuka wine
• Strainer; alat penyaring yang dipasang pada mixing glass
• Coaster; alas minuman yang terbuat dari karton dengan logo bar
• Straw; sedotan plastic
• Straw Holder; tempat straw dari metal atau stainless steel
• Water Pitcher; tempat persediaan air
• Refigerator; alat pendingin dan untuk menyimpan minuman
• Ashtray & service tray; asbak dan tampan atau baki
• Ice Tounge; pengapit es
• Ice Chop; pemecah es (ice picker)
• Paper Napkin / tissue; serbet kertas
• Decanter / kraft; tempat air es atau tempat wine untuk ukuran satu gelas
• Choping board; talenan atau alas untuk memotong sesuatu
• Knife; pisau
• Cork Screw; alat pembuka tutup botol dari gabus (wine)
• Glassware; peralatan gelas yang digunakan di bar cukup banyak dan
penggunaannya harus diketahui petugas / bartender karena ada beberapa jenis minuman yang menggunakan gelas secara khusus seperti; red wine glass yaitu gelas untuk minuman anggur merah dan sebagainya.
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
Glassware dapat diklasifikasikan ke dalam dua jenis yaitu : a). Steam glass ( gelas berkaki )
1. Liqueur glass : untuk menyajikan liqueur / cordial
2. Straight whisky glass : untuk menyajikan whisky tanpa campuran 3. Pousse café glass : untuk menyajikan pousse café
4. Cocktail glass : untuk menyajikan cocktail 5. Sherry glass : untuk menyajikan sherry 6. Sour glass : untuk menyajikan whisky sour 7. Champagne glass : untuk menyajikan champagne 8. Goblet glass : untuk menyajikan bir
9. Red wine glass : untuk menyajikan anggur merah 10.White wine glass : untuk menyajikan anggur putih 11.Fizz glass : untuk menyajikan sin fizz
12.Parfait glass : untuk menyajikan ice cream dengan potongan buah – buahan
13.Beer goblet glass : untuk menyajikan bir 14.Martini glass : untuk menyajikan martini 15.Pilsener glass : untuk menyajikan bir b). Tumber glass ( gelas tidak berkaki )
1. High ball glass : untuk menyajikan bermacam minuman highball 2. Tall Collins glass : untuk menyajikan rom Collins
3. Zombie glass : untuk menyajikan zombie 4. beer mug : untuk menyajikan bir
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
5. juice glass : untuk menyajikan jus
6. Egg nof glass : untuk menyajikan egg nof
7. Carafe : untuk menyajikan house wine (anggur ceceran) 8. Puch bowl cup : untuk menyajikan fruit punch
9. All purpose glass : gelas multiguna 10.Line glass : untuk menyajikan whisky
BAB III
Tinjauan Umum Mengenai Hotel Santika Premiere Yogyakarta
3.1 Sejarah Berdirinya Hotel Santika Premiere Yogyakarta
Jogja adalah salah satu kota yang memiliki keunikan tersendiri sesuai dengan budaya jawa yang masih melekat erat pada pola hidup masyarakatnya, adat istiadat, sopan santun dan tradisi keraton yang begitu kental menjadikan kota Jogja sebagai kota budaya dan hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Selain itu kota Jogja juga dikenal sebagai kota pelajar, mengingat banyaknya pelajar maupun mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia belajar dan menuntut ilmu dikota ini. Denagan banyaknya julukan bagi kota Jogja maka lengkaplah kekhasan dari kota ini, ditambah dengan banyaknya objek wisata, kesenian, maupun daya tarik yang lain membuat orang akan selalu ingin mengunjungi kota Jogja.
Berlatar belakang hal tersebut maka berdirilah Hotel Santika Premiere Yogyakarta yang terletak dipusat kota, tidak jauh dari pusat pemerintahan, wisata,
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
maupun pendidikan dengan keratin dan tugu yang menjadi cirri khas kota Jogja.Sekitar bulan April 1988 Hotel Santika Premiere Yogyakarta mulai dibangun diatas tanah seluas 7000 meter persegi dan selesai dibangun dalam waktu 20 bulan, bangunan berlantai tiga ini memiliki 148 kamar dan suite yang khusus dirancang untuk kenyamanan pada tamu baik bentuk ruang, kombinasi warna maupun interior yang khas Jogja.Dengan fasilitas yang dimiliki serta bentuk pelayanan yang diberikan maka Hotel Santika Premiere Jogja berhak menyandang hotel berbintang 4 ( **** ).
Pada awal operasinya, Hotel Santika Premiere Yogyakarta dipimpin oleh Bapak Toto Sudharto dan berhasil mengembangkan hotel ini dengan pesat. Sebagai hotel baru hal ini merupakan prestasi yang sangat baik, mengingat ketatnya persaingan diantara hotel berbintang pada saat itu.Dengan berkembangnya hotel ini maka diadakan pula pergantian pimpinan yang kemudian pada tanggal 27 Januari 2006 dipimpin oleh Bapak I Gusti Putu ariyanto, yang sebelumnya bertugas di Hotel Santika Pontianak. Dibawah kepemimpinan Bapak I Gusti Putu Ariyanto, Hotel Santika Premiere Jogja semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu hotel yang diperhitungkan di kancah persaingan hotel-hotel berbintang sejenis yang ada di Jogja.
Sampai saat ini Hotel Santika Premiere Jogja masih terus mengadakan renovasi dan pengembangan disegala bidang terutama manajemennya, baik itu dalam hal pelayanan, sistem administrasi maupun fasilitas yang dimiliki untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hotel itu sendiri. Salah satu dari hasil peningkatan itu adalah diperolehnya Sertifikat ISO 9002 pada bulan November 1999 yang dikeluarkan SGS Yarsley yang berkedudukan di Inggris, yang semakin mengukuhkan Hotel Santika Premiere Jogja.
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
Hotel Santika Premiere Jogja yang berada dibawah naungan PT. Kompas Gramedia yang berpusat di Jakarta, mengembangkan suatu National Hotel Chain yang dikenal dengan Santika Hotel Group. Hotel chain / kelompok dari PT Grahawita Santika di Indonesia pada saat ini adalah :
AMARIS
1.Amaris Hotel Panglima Polim Jakarta
SANTIKA
1. Hotel Santika Bandung 2. Hotel Santika Semarang 3. Hotel Santika Cirebon 4. Hotel Santika Surabaya 5. Hotel Santika Pontianak 6. Hotel Santika Makasar
PREMIERE
1. Hotel Santika Premiere Jogja 2. Hotel santika Beach Resort Bali 3. Hotel Santika Premiere Semarang 4. Hotel Santika Premiere Jakarta 5. Hotel Santika Premiere Malang
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
THE ROYAL COLLECTION
1. The Samaya Seminyak Bali 2. The Kayana Seminyak Bali
Hotel Chain dari PT Grahawita Santika semakin pesat perkembangannya, ini terbukti dengan adanya rencana pembangunan Hotel Santika di kota – kota lainnya.
3.2 Klasifikasi
Yang dimaksud dengan klasifikasi hotel adalah suatu sistem pengelompokan hotel – hotel kedalam berbagai kelas atau tingkatan – tingkatan berdasarkan ukuran penilaian sesuatu. Hotel Santika Premiere Jogja merupakan salah satu hotel berklasifikasi bintang 4 ( **** ) yang ada dikota Jogja. Ditinjau dari aspek – aspek yang ada, Hotel Santika Premiere Jogja diklasifikasikan atas beberapa kriteria sebagai berikut :
3.2.1. Ditinjau dari Sistem Penerapan Kamar ( Type of Plan )
Hotel Santika Premiere Yogyakarta menggunakan Continental Plan Karena harga kamar sudah termasuk sarapan pagi ( Breakfast ).
3.2.2. Berdasarkan Jumlah Kamar ( Type of Size )
Ditinjau dari jumlah kamar, Hotel Santika Premiere Jogja termasuk kedalam
Above Average Hotel karena kamar yang dimiliki adalah sejumlah 148 kamar yang terdiri
dari jenis – jenis kamar yang berbeda antara lain :
• Deluxe Room : 56 kamar
• Executive Room : 56 kamar
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
• Premiere : 6 kamar
• Premiere with Balcony : 4 kamar
• Deluxe Suite : 3 kamar
• Executive Suite : 1 kamar
• Premiere Suite : 1 kamar
3.2.3 Berdasarkan Posisi atau Letak ( Location )
Jika ditinjau dari segi lokasinya maka Hotel Santika Premiere Jogja dapat digolongkan kedalam klasifikasi City Hotel, karena lokasinya yang terletak ditengah kota tepatnya di jalan jenderal Sudirman No.19,tidak jauh dari pusat pemerintahan, wisata, maupun pendidikan dengan keraton da tugu yang menjadi ciri khas kota Jogja.
3.2.4. Ditinjau dari lamanya Tamu yang menginap ( Length of Stay )
Hotel Santika Premiere jogja merupakan Semi Residential Hotel karena ditinjau dari lamanya tamu menginap adalah rata – rata 2 hari sampai 1 bulan bahkan lebih sehingga hotel ini menawarkan kepada tamu paket Long Staying, dimana tamu dapat menginap dalam jangka waktu yang lama. Selain itu kebanyakan tamu yang menginap adalah tamu yang digolongkan sebagai business dan tourist.
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
Hotel Santika Premiere Jogja pada saat ini masih terus mengadakan renovasi penambahan bangunan, dalam rangka meningkatkan kualitas hotel ini. Untuk taraf hotel berbintang 4 ( **** ),Hotel Santika Premiere Jogja memiliki fasilitas antara lain :
1. Kamar
Hotel Santika Premiere jogja memiliki 148 kamar yang terdiri atas beberapa tipe dan harga yang berbeda. Masing – masing kamar dilengkapi dengan fasilitas seperti AC, kamar mandi dengan shower, lantai berlapis dengan karpet, telepon IDD, koneksi ke internet, TV kabel dengan program Internasional, Indonesia dan lokal musik, hairdryer, mini bar, extra bed, serta room service 24 jam.
2. Pandan Sari Restaurant
Terletak disebelah Barat Hotel dengan lokasi yang sangat mudah dijangkau oleh para tamu, baik tamu yang menginap maupun tamu yang datang dari luar yang hanya sekedar menikmati hidangan di Pandan Sari Restaurant. Makanan yang disajikan adalah Menu Nasional dan Internasional.
3. Samudera Bar & Lounge
Terletak disebelah timur lobby dengan kapasitas 80 tempat duduk , buka dari jam 10.00 WIB – 02.00 WIB dengan Live music setiap harinya dan memiliki sambungan internet dengan kecepatan tinggi yang bisa diakses melalui Wi-Fi. 4. Ruang Pertemuan ( Meeting Room )
• Yogyakarta Room
Terletak di ground floor dan merupakan function room yang paling besar dengan ukuran 24 m x 17,1 m dan memiliki fasilitas 400 tempat duduk untuk
Lusiana S. Hutagalung : Peranan Bartender Dalam Meningkatkan Pelayanan Di Samudera Bar & Lounge Hotel Santika Premiere Yogyakarta, 2009.
USU Repository © 2009
U_Shape, 250 tempat duduk untuk Round Style dan 500 tempat duduk untuk