BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : ASAS PELAKSANAAN DAN PERSYARATAN PEMBANGUNAN DAN/ ATAU REHABILITASI LAPANGAN OLAHRAGA DESA
BAB III : ORGANISASI, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
PELAKSANA PEMBANGUNAN DAN/ ATAU
REHABILITASI LAPANGAN OLAHRAGA DESA BAB IV : MEKANISME PENCAIRAN DANA BANTUAN
PEMBANGUNAN DAN/ ATAU REHABILITASI LAPANGAN OLAHRAGA DESA
BAB V : MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN BAB VI : PENUTUP
vii | P a g e Pasal 3
Pengelolaan dan pertanggungjawaban program dana bantuan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasal 2 dilaksanakan dalam bentuk swakelola dan/atau transfer melalui Bank penyalur atau transfer langsung ke Rekening Penerima Bantuan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 4
Peraturan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga ini sebagai Acuan dan/atau Petunjuk Teknis pelaksanaan kegiatan bantuan dan belanja barang untuk diserahkan kepada Pemerintah Desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 5
Segala pembiayaan sebagai akibat ditetapkannya Peraturan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga ini dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun 2016.
Pasal 6
Peraturan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Jakarta pada tanggal : 29 April 2016
SEKRETARIS KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA,
1 | P a g e
Lampiran:
PERATURAN SEKRETARIS KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA Nomor : 142 Tahun 2016
Tentang
Petunjuk Teknis Program Dana Bantuan Pemerintah Untuk Pembangunan Dan/Atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu upaya optimalisasi peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah melalui beberapa cara yang langsung maupun tidak langsung terkait dengan kebugaran jasmani individu setiap bangsa melalui olahraga. Sejalan dengan hal tersebut, maka penyediaan lapangan olahraga terutama di desa akan menjadi semakin penting. Hal tersebut didasarkan pada suatu pertimbangan bahwa desa merupakan tempat munculnya sumber daya olahraga yang potensial. Untuk itu perlu kiranya dibangun dan dikembangkan lapangan olahraga di desa sesuai dengan potensi di desa. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta masyarakat mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka mewujudkan hal tersebut di atas.
Salah satu aspek pembangunan nasional dalam bidang olahraga adalah penyediaan lapangan olahraga yang memadai. Pembangunan lapangan olahraga sudah semestinya dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk menimbulkan semangat persatuan dan kesatuan, meningkatkan partisipasi aktif masyarakat khususnya bidang olahraga.
Pembangunan lapangan olahraga sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional hendaknya dilaksanakan untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai ketentuan dengan tidak melupakan prinsip profesionalisme, prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Lapangan olahraga merupakan hal yang mutlak harus ada apabila kita mengharapkan adanya pemassalan, pembibitan, dan pembinaan olahraga, diperlukan pembangunan sistem pembinaan olahraga yang dikembangkan di lingkungan pendidikan, rekreasi dan prestasi yang berkaitan dengan pengembangan olahraga. Ketersediaan lapangan olahraga yang ada ditiap desa di Indonesia, menjadi prioritas dalam peningkatan prestasi olahraga.
2 | P a g e
Lapangan olahraga sebagai tempat untuk berlatih maupun bertanding pada umumnya belum memadai serta jumlahnya sangat terbatas menyebabkan perkembangan, pemassalan, pembinaan sampai dengan peningkatan prestasi olahraga menjadi kurang seimbang. Untuk mewujudkan peningkatan mutu dan pemerataan lapangan olahraga, maka Kementerian Pemuda dan Olahraga melaksanakan program Dana Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi lapangan olahraga di desa yang ditujukan kepada pemerintah Desa. Tanpa lapangan olahraga yang memadai dirasa sulit mewujudkan maksud dan tujuan pembangunan keolahragaan, rendahnya partisipasi olahraga disuatu daerah diduga antara lain disebabkan minimnya lapangan olahraga yang disediakan oleh pemerintah maupun masyarakat dan organisasi keolahragaan lainnya.
Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mencukupi akan kebutuhan lapangan olahraga dalam mendukung sembilan agenda prioritas
nawacita urut tiga mencukupi akan kebutuhan lapangan olahraga dalam upaya peningkatan ketersediaan lapangan olahraga secara luas, sehingga diharapkan masyarakat akan mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap lapangan olahraga dan bertanggung jawab atas peningkatan partisipasi masyarakat dalam berolahraga.
Pelaksanaan Pemberian Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa menggunakan mekanisme Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. Yang dimaksud dengan Bantuan Pemerintah sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 168/PMK.05/2015 adalah bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah kepada perseorangan, kelompok masyarakat atau lembaga pemerintah/non pemerintah.
Dalam Pasal 31 ayat (2) dinyatakan bahwa bantuan pembangunan gedung/ bangunan dapat diberikan dalam bentuk uang atau barang kepada Lembaga Pemerintah atau Non Pemerintah. Sementara itu pengadaan barang bantuan pembangunan yang disalurkan dalam bentuk barang berpedoman kepada Peraturan Perundang-Undangan yang mengatur mengenai Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (Pasal 32 ayat 2). Pengadaan barang bantuan pembangunan yang disalurkan dalam bentuk uang hanya dapat diberikan kepada lembaga penerima bantuan pemerintah yang telah mempunyai Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (Pasal 33 ayat 2). Penyaluran dana bantuan pembangunan dilaksanakan secara langsung dari Rekening Kas Negara ke rekening Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan pada lembaga melalui mekanisme LS (Pasal 33 ayat 5).
3 | P a g e
Mekanisme Bantuan Pemerintah dalam bentuk uang didasarkan pada hal-hal sebagai berikut: Pertama, Pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan/atau memanfaatkan kemampuan teknis sumber daya masyarakat; Kedua, Pekerjaan yang operasi dan pemeliharaannya memerlukan partisipasi langsung masyarakat setempat; Ketiga, Penerima Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa adalah Pemerintah Desa yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia dengan lokasi, karakteristik, dan satuan biaya yang berbeda.
Petunjuk Teknis Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa ini diperuntukan bagi Satuan Kerja (Satker) pada Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota dan kelompok kepentingan (stakeholder)
dalam proses pembangunan lapangan olahraga desa dengan menggunakan Skema Bantuan Pemerintah. Bagi Satker yang menggunakan skema pengadaan barang/jasa dengan penyedia, maka mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan peraturan-peraturan terkait lainnya. Berdasarkan pemikiran di atas, disusunnya Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa sebagai acuan dan pedoman dalam mengimplementasikan Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa dimaksud.
B. Pengertian
Dalam Peraturan Sekretaris Kementerian ini yang dimaksud dengan:
1. Bantuan Pemerintah adalah bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah kepada perseorangan, kelompok masyarakat atau lembaga pemerintah/nonpemerintah. 2. Program Dana Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan
Olahraga Desa adalah program yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, dalam rangka memberikan Dana Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi lapangan olahraga kepada masyarakat/pemerintah daerah yang berlokasi di desa.
3. Pembangunan (construction) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti proses, cara atau perbuatan membangun, sedangkan Lapangan Olahraga adalah tempat/ruang yang digunakan untuk kegiatan keolahragaan; Dengan demikian yang dimaksud dengan Pembangunan Lapangan Olahraga adalah proses pembangunan tempat/ruang yang digunakan untuk kegiatan keolahragaan.
4 | P a g e
4. Rehabilitasi adalah perbaikan Aset Tetap yang rusak sebagian dengan tanpa meningkatkan kualitas atau kapasitas dengan maksud dapat digunakan sesuai dengan kondisi semula;
5. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
6. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan negara dalam Republik Indonesia.
7. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.
8. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah Menteri/ Pimpinan Lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga bersangkutan.
9. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan swakelola;
10. Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disebut PP-SPM adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh KPA untuk melakukan pengujian atas surat permintaan pembayaran dan menerbitkan surat perintah membayar;
11. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah unit organisasi lini Kementerian Negara/Lembaga atau unit organisasi Pemerintah Daerah yang melaksanakan kegiatan Kementerian Negara/Lembaga dan memiliki kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran. 12. Kementerian/Lembaga/Dinas/Instansi (K/L/D/I) adalah satuan kerja
(satker) di Lingkungan Kementerian Pemudan dan Olahraga (Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga/Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi/Dinas Pemuda dan Olahraga Kab-Kota/Pemerintah Desa);
13. Perjanjian Kerjasama/Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan Kepala Desa penerima bantuan pemerintah;
14. Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara.
5 | P a g e
15. Pekerjaan pembangunan adalah jenis pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya bangunan sesuai peruntukannya;
16. Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang disusun oleh Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK), dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan;
17. Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan, terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistik dan dapat dilaksanakan;
18. Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disebut SPP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi permintaan pembayaran tagihan kepada negara;
19. Surat Perintah Membayar Langsung yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah dokumen yang diterbitkan oleh PP-SPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA dalam rangka pembayaran tagihan kepada penerima hak/bendahara pengeluaran;
20. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) adalah surat yang diterbitkan oleh KPPN berdasarkan SPM, yang dijadikan dasar KPPN untuk melakukan pencairan Dana Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa
21. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disingkat DIPA adalah Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang digunakan sebagai acuan Pengguna Anggaran dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan sebagai pelaksanaan Anggaran Pendapatan dari Belanja Negara (APBN);
22. Tim verifikasi adalah tim yang dibentuk dengan Keputusan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga selaku Kuasa Pengguna Anggaran.
23. Tim Pengawas adalah Tim yang dibentuk dengan Keputusan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga selaku Kuasa Pengguna Anggaran.
C. Tujuan
1. Tujuan Progam Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa
Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa merupakan program Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendorong dan memacu partisipasi Pemerintah Desa dalam melakukan pembangunan di bidang Keolahragaan. Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi
6 | P a g e
Lapangan Olahraga Desa sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam penyediaan prasarana olahraga sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional penyediaan prasarana olahraga merupakan tanggung jawab pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Selain itu Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa untuk diserahkan kepada Pemerintah Desa bertujuan untuk:
a. Meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di bidang Keolahragaan
b. Meningkatkan prasarana dan sarana olahraga yang layak dan memenuhi standar.
c. Mengembangkan minat, bakat dan potensi olahraga di daerah. 2. Tujuan Petunjuk Teknis
Tujuan Penyusunan Buku Petunjuk Teknis adalah untuk:
1. Menstandardisasi pelaksanaan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa di seluruh Indonesia;
2. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa; 3. Mempermudah dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian
Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa
D. Jenis dan Sasaran Program
1. Jenis Program
Jenis program Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa merupakan program Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun anggaran 2016 adalah:
1) Pembangunan Lapangan Olahraga Desa 2) Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa 2. Sasaran Program
Sasaran program Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa adalah Pemerintah Desa yang dipandang memadai serta memenuhi persyaratan ketentuan peraturan perundang-undangan.
7 | P a g e
BAB II
ASAS PELAKSANAAN DAN PERSYARATAN PEMBANGUNAN DAN/ATAU REHABILITASI LAPANGAN OLAHRAGA DESA
A. Asas Pelaksanaan
Pelaksanaan Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa didasarkan pada komitmen peningkatan mutu, tata kelola dan optimalisasi layanan yang efektif dan efisien. Oleh karenanya harus memiliki asas yang harus menjadi pegangan dalam pelaksanaan program. Adapun asas pelaksanaan Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa Tahun Anggaran 2016 meliputi:
a. Efisien, berarti harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang minimum untuk mencapai kualitas dan sasaran dalam waktu yang ditetapkan atau menggunakan dana yang telah ditetapkan untuk mencapai hasil dan sasaran dengan kualitas yang maksimum.
b. Efektif, berarti sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.
c. Transparan, dilaksanakan secara terbuka baik pada perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan;
d. Akuntabel, berarti sesuai dengan aturan dan ketentuan yang terkait
dengan Pengadaan Barang/Jasa sehingga dapat
dipertanggungjawabkan.
e. Manfaat, dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat untuk mendukung kegiatan keolahragaan.
B. Pemberi Bantuan
Pemberi Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dilaksanakan oleh Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga.
C. Penerima Bantuan
Penerima Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa adalah Pemerintah Desa yang dipandang memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8 | P a g e
D. Bentuk Bantuan
Bentuk Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa meliputi:
a. Lapangan Futsal; b. Lapangan Bola Voli; c. Lapangan Bulutangkis; d. Lapangan Panjat dinding; dan e. Lapangan Sepak Bola.
E. Pelaksanaan Pekerjaan
Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa dalam pelaksanaannya diutamakan dengan cara swakelola dengan semangat gotong royong memberdayakan seluruh lapisan masyarakat. Sehingga dari program ini diharapkan mampu menumbuhkembangkan partisipasi seluruh unsur atau potensi yang ada di desa dalam pembangunan dibidang olahraga.
F. Persyaratan Penerima Bantuan
1. Persyaratan Umum
Persyaratan umum pengajuan proposal sebagai berikut:
a. Pemerintah Desa mengajukan surat permohonan dan Proposal pengajuan bantuan yang ditujukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Tembusan Kepada SKPD Keolahragaan Provinsi dan kab/kota; (Lampiran: Format 1).
b. Ketersediaan lahan/bangunan yang cukup untuk membangun/ merehabilitasi lapangan olahraga; (Lampiran: Format 2).
c. Status tanah tidak dalam sengketa, serta dibuktikan dengan fotokopi atas hak yang jelas (sertifikat, akta jual beli, girik dan lain-lain); (Lampiran: Format 3)
d. Pada tahun anggaran 2015 dan 2016 tidak sedang menerima program sejenis yang bersumber dari dana APBN/APBD; (Lampiran: Format 4)
e. Rencana Anggaran Biaya (RAB) lapangan olahraga dan Gambar Rencana Kerja yang telah disetujui Satuan Kerja Perangkat Daerah Pekerjaan Umum/prasarana di Kabupaten atau Unit Teknis Terkait; f. Adanya rekomendasi dari Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) yang menangani keolahragaan di Kabupaten/Kota yang ditembuskan ke Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi;
9 | P a g e
2. Persyaratan Khusus
a. Pemerintah desa harus Mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
b. Rekening atas nama Pemerintah Desa (Penerima bantuan membuka rekening yang khusus digunakan untuk menampung bantuan pemerintah dalam hal ini Bank BRI Tbk). Bank BRI Tbk merupakan Bank umum yang menjadi mitra Kementerian Pemuda dan Olahraga berdasarkan Nota Kesepahaman Nomor: 0047.E/SESMENPORA/02/ 2009 dan Nomor B.103-DIR/HBL/02/ 2009 Tentang Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan, dan Addendum II atas Nota Kesepahaman Tentang Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan antara Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk Nomor 1636/MOU/SETKEMENPORA/12/ 2015 dan Nomor B.845-DIR/HBL.2/2015.
c. Kesanggupan menerima lapangan olahraga sebagai aset Pemerintah desa; (Lampiran: Format 5)
d. Tidak meniadakan dan/atau mengalihfungsikan Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi lapangan olahraga desa yang telah menjadi aset. (Lampiran: Format 6)
e. Kesanggupan memelihara lapangan olahraga setelah pekerjaan selesai; (Lampiran: Format 7)
f. Kesanggupan mengembalikan sisa dana Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa (Lampiran: Format 8)
g. Kesanggupan menyediakan tenaga ahli dan/atau tenaga teknis dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Daerah yang menangani pekerjaan umum/prasarana di Kabupaten atau Unit Teknis Terkait; (Lampiran: Format 9)
h. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kepala Desa;
i. Surat Pernyataan keabsahan Dokumen (Materai 6000). (Lampiran: Format 11).
G. Alokasi Anggaran dan Rincian Jumlah Bantuan
Sumber dana berasal dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang terdapat pada DIPA tahun anggaran 2016 Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga. Besarnya dana Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa yang dialokasikan untuk tiap-tiap Desa adalah sesuai dengan anggaran yang terdapat pada DIPA. Adapun besarnya Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa tahun 2016 dengan rincian bantuan sebagai berikut:
10 | P a g e
NO JENIS BANTUAN JUMLAH BANTUAN (Rp)
1. Lapangan Voli 100.000.000,
2. Lapangan Bulu Tangkis 100.000.000,
3. Lapangan Panjat dinding 145.000.000,
4. Lapangan Futsal 170.000.000,
5. Lapangan Sepak Bola 185.000.000,-
H. Mekanisme Pelaksanaan Program
Mekanisme pelaksanaan program Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa sebagai berikut:
1. Pemerintah Desa mengajukan proposal kepada Menteri Pemuda dan Olahraga;
2. Penetapan tim verifikasi yang telah dibentuk berdasarkan surat keputusan Kuasa Pengguna Anggaran
3. Penyeleksian proposal oleh Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga;
4. Penetapan Penerima Program bantuan oleh Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga selaku Kuasa Pengguna Anggaran;
5. Bimbingan Teknis dilakukan kepada calon penerima program; 6. Proses Pencairan Anggaran;
7. Pemerintah Desa melaksanakan program dengan cara swakelola; 8. Pemerintah Desa melaporkan hasil pelaksanaan program kepada
Kementerian Pemuda dan Olahraga; 9. Monitoring dan Evaluasi.
11 | P a g e
Alur pelaksanaan program Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa digambarkan dalam bagan sebagai berikut:
I. Waktu Pelaksanaan Program
Mekanisme pelaksanaan program Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan dan/ atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa selambat-lambatnya dilaksanakan dalam waktu sembilan puluh (90) hari kalender setelah dana Pembangunan dan/ atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa tahap pertama diterima.
Pencairan dana bantuan pembangunan dan/ atau rehalibitasi lapangan olahraga Desa oleh Bank
Penyalur KEMENPORA Pedoman Sosialisasi Penerimaan Proposal Verifikasi Admnistrasi Penerbitan SK, Penandatanganan MoU
dan Pencairan Dana bagi Penerima Program Bantuan Pembangunan dan/atau Rehalibitasi
Lapangan Olahraga Desa
DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA
PROVINSI
Sosialisasi
DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KAB/KOTA Sosialisasi PEMERINTAH DESA Penyusunan Proposal Pelaksanaan Program Bantuan Pembangunan dan/atau Rehalibitasi Lapangan Olahraga Desa oleh Kepala
Desa Penerima Bantuan
1.Koordinasi 2.Pembinaan 3.Monev
Penyusunan Laporan Fisik (kegiatan) dan Laporan
Keuangan Transfer Dana oleh BANK Penyalur 1.Koordinasi 2.Pembinaan 3.Monev 4.Penerimaan Laporan 5.Verifikasi Laporan Pengiriman Laporan Verifikasi Lapangan Rekomendasi Proposal
Bimbingan Teknis (BIMTEK) Kepala Desa Penerima Bantuan di 34 Provinsi Verifikasi Lapangan Pengajuan Dana Ke KPPN 1.Koordinasi 2.Pembinaan 3.Monev
12 | P a g e
BAB III
ORGANISASI, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PELAKSANA PROGRAM DANA BANTUAN PEMBANGUNAN DAN/ATAU REHABILITASI
LAPANGAN OLAHRAGA DESA
A. Organisasi
Organisasi pelaksanaan kegiatan program Dana Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa akan melibatkan unsur-unsur berikut:
1. Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga
2. Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi 3. Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota 4. Pemerintah Desa
B. Tugas dan Tanggung Jawab
Berikut adalah keterangan tugas dan tanggung jawab dari masing-masing unsur:
1. Tingkat pusat:
Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga selaku pelaksana teknis bertanggungjawab untuk:
a. Menyusun dan menetapkan petunjuk teknis; b. Mensosialisasikan petunjuk teknis;
c. Melakukan verifikasi terhadap dokumen-dokumen atau proposal yang dikirimkan oleh Pemerintah Desa;
d. Melakukan penilaian proposal;
e. Mengajukan usulan calon penerima Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa kepada PPK; f. Menyalurkan bantuan;
g. Melakukan monitoring dan evaluasi;
h. Melaporkan hasil pelaksanaan Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa secara berkala.
2. Tingkat Provinsi
Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi (DISPORA) memfasilitasi untuk: a. Mensosialisasikan petunjuk teknis di daerah masing-masing sesuai
dengan kewenangannya;
b. Mengkoordinasikan pelaksanaan Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa;
13 | P a g e
c. Memverifikasi lapangan yang akan mendapat bantuan sebagai perpanjang tanganan Tim verifikasi Pusat di wilayah Masing-masing. d. Melakukan monitoring, evaluasi dan pembinaan terhadap pelaksanaan program Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa;
e. Menerima dan merekapitulasi laporan pemerintah Desa penerima Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa dari kabupaten/kota;
f. Melaporkan hasil rekapitulasi laporan Pemerintah Desa penerima Bantuan Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa ke Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga;
3. Tingkat Kabupaten/Kota
Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota memfasilitasi untuk: a. Mensosialisasikan petunjuk teknis di daerah masing-masing sesuai
dengan kewenangannya;
b. Memberikan rekomendasi atas proposal yang diajukan Pemerintah Desa;
c. Mengkoordinasikan dan melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan program bantuan pembangunan dan/atau lapangan