Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 - 2021 10
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH
2.1 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR OPD
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 63 Tahun 2016 tentang Kedudukan Susunan Organisasi Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Kecamatan di Kabupaten Klaten.
2.1.1 TUGAS KECAMATAN
Kecamatan mempunyai tugas melaksanakan Urusan Pemerintahan Umum, Pemberdyaan Masyarakat, Ketentraman dan Ketertiban serta
melaksanakan Tugas yang dilimpahkan oleh Bupati untuk
melaksanakan sebagian urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.
2.1.2 FUNGSI KECAMATAN
Untuk menylenggarakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Kecamatan mempunyai fungsi :
1. Penyelenggaraan Uursan Pemerintahan Umum;
2. Pengkoordinasian kegiatan pemberdayaan masyarakat
3. Pengkoordinasian upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum
4. Pengkoordinasian penerapan dan penegakan peraturan Daerah dan Peraturan Bupati;
5. Pengkoordinasian pemeliharaan prasarana dan saana pelayanan umum
6. Pengkoordinasian penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang dilakukan oleh Perangkat Daerah di Tingkat kecamatan
7. Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan kegiatan Desa atau Kelurahan;
8. Pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Kabupaten yang tidak dilaksanakan oleh Unit Kerja Pemerintahan Daerah Kabupaten yang ada di Kecamatan;
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 - 2021 11 9. Pelaksanaan tugas yang dilimpahkan oleh Bupati untuk emlaksanakan sebagian Uursan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.
2.1.3 STRUKTUR KECAMATAN
Bagan struktur organisasi Kecamatan di Kabupaten Klaten sebagai berikut :
2.2 SUMBER DAYA OPD
2.2.1 Sumber Daya Manusia
Jumlah Pegawai Negeri Sipil Kecamatan Ngawenberjumlah 32 orang dengan rincian :
a. Pejabat Struktural : 7 orang
b. Staf : 13 orang
c. Sekretaris Desa PNS : 13 orang
d. Kepala Desa : 13 orang
C AM A T SEKRETARIAT KEL. JAB. FUNGSIONAL SEKSI PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKSI TATA PEMERINTAHAN SEKSI TRANTIBUM Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 - 2021 12
Susunan Jabatan Struktural Kecamatan Ngawen
a. Camat
b. Sekretaris Camat
c. Kasi Tata Pemerintahan
d. Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa e. Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum f. Kasubag Perencanaan dan Keuangan g. Kasubag Umum dan Kepegawaian
Susunan staf Kecamatan Ngawen
a. Staf Sekretariat : 3 orang
b. Staf Tata Pemerintahan : 3 orang
c. Staf Pemb Masy. dan Desa : 2 orang
d. Staf Trantibum : 1 orang
e. Sekretaris Desa PNS : 9 orang
f. Kepala Desa : 1 orang
2.2.2 Data Kepegawaian
a. Data pegawai Kecamatan Ngawen menurut tingkat pendidikan Pegawai Kecamatan Ngawen menurut tingkat pendidikan secara umum didominasi oleh lulusan SLTA yaitu sekitar 60 %, adapun lebih jelasnya sebagai berikut :
No Pendidikan Jumlah Prosentase
1 SLTP 0 0 % 2 SLTA 15 60 % 3 Sarjana Muda/D3 1 4 % 4 Sarjana / S1 5 20 % 5 Pasca Sarjana / S2 4 16 % Jumlah 25 100 %
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 - 2021 13 b Data pegawai Kecamatan Ngawen menurut Jenis Kelamin
Pegawai Kecamatan Ngawen menurut jenis kelamain didominasi oleh Pria yaitu berjumlah 25 orang, adapun lebih jelasnya sebagai berikut : No Pegawai pada Sekretariat/Seksi Jenis Kelamin Jumlah Pria Wanita 1. Camat 1 - 1 2. Sekretariat 3 3 6
3. Seksi Tata Pemerintahan - 3 3
4. Seksi PMD 1 2 3
5. Seksi Trantibum 2 - 2
6. Sekdes PNS 8 1 9
7. Kepala Desa 1 1
Jumlah 16 9 25
Sumber : Laporan Mekanisme Kepegawaian Kecamatan Ngawen Tahun 2017
c. Data pegawai Kecamatan Ngawen menurut Golongan Ruang Pegawai Kecamatan Ngawen menurut golongan ruang secara umum didominasi golongan III yaitu sebanyak 11 orang, adapun lebih jelasnya sebagai berikut :
No PNS GOLONGAN II III IV JML a b c d a b c d a b c d 1 Camat - - - - - - - - 1 - - 1 2 Sekretariat - - 1 - - - 2 1 - - - 4 3 Seksi Tapem - - - 1 - 2 - - - - 3 4 Seksi PMD - - - - 1 - - 1 - - - 2 5 Si Trantibum - - - - - 1 - 1 - - - - 2 6 Sekdes PNS - - - - - - 3 - - - 3 7 Kades - - 13 - - - - - - - - - 13 Jumlah - - 13 1 - 3 7 2 1 - - 28 Sumber : Laporan Mekanisme Kepegawaian Kecamatan Ngawen Tahun 2017
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 - 2021 14
2.2.3 Sarana dan Prasarana
Untuk mendukung pekerjaan dilengkapi dengan prasarana berupa bagunan gedung kantor 1 unit, bangunan gedung pertemuan 1 unit dan bangunan gedung tempat tinggal 2 unit. Sedangkan sarana kerja sebagai berikut:
No Jenis Barang Jumlah
barang
Kondisi
1 Kendaraan dinas roda 4 1 Baik
2 Kendaraan dinas roda 2 7 Baik
3 Komputer 5 Baik
4 Printer 8 Baik
5 Mesin Ketik 2 Baik
6 Mesin Hitung 1 Baik
7 Almari Besi 2 Baik
8 Rak Besi 2 Baik
9 Filling Kabinet Besi 7 Baik
10 Almari Kaca 1 Baik
11 White Board 4 Baik
12 Almari Kayu 11 Baik
13 Meja Kayu 49 Baik
14 Kursi Besi 70 Baik
15 Kursi Kayu Rotan 28 Baik
16 Meja Rapat 3 Baik
17 Kursi Rapat 48 Baik
18 Kursi Putar 10 Baik
19 Bangku Tunggu 2 Baik
20 Meja Komputer 2 Baik
21 Kipas Angin 7 Baik
22 Tangga Aluminium 1 Baik
23 Mimbar/Podium 1 Baik
24 Meja Tamu 2 Baik
25 Almari Buku 2 Baik
26 Buffet Kayu 1 Baik
27 Telepon 1 Baik
28 Sound System 1 Baik
29 TV 2 Baik
30 Almari pakaian 1 Baik
31 Lemari es 1 Baik
32 Mesin Cuci 1 Baik
33 Lemari makan 1 Baik
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 - 2021 15
35 Tempat Tidur 1 Baik
36 Kompor gas 1 Baik
37 Tabung elpigi 1 Baik
38 Genzet 1 Baik
39 AC 1 Rusak
40 Kursi tunggu besi 3 Baik
41 LCD Proyektor 1 Rusak
42 Pemotong rumput 1 Baik
43 Layar 1 Baik
44 Laptop 1 Baik
Sumber : Laporan Inventaris Kecamatan Ngawen Tahun 2017
2.3 KINERJA PELAYANAN
Secara umum tugas utama dari Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten adalah memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh warga masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Ngawen dan juga memberikan pelayanan kepada masyarakat secara umum yang ingin membutuhkan pelayanan dari Kecamatan Ngawen.
Adapun secara umum pelayanan yang diberikan oleh Kecamatan Ngawen kepada masyarakat adalah :
➢ Permohonan Kartu Tanda Penduduk ➢ Permohonan Kartu Keluarga
➢ Legalisasi surat-surat umum/Surat Keterangan ➢ Pengajuan Akta Kelahiran
➢ Pengajuan Akta Kematian ➢ Permohonan Pindah Penduduk ➢ Permohonan Masuk Penduduk ➢ Legalisasi Pengajuan Kredit Bank ➢ Permohonan ijin HO
➢ Permohonan ijin IMB ➢ Permohonan SKCK
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 - 2021 16 ➢ Keringanan Berobat
➢ Legalisasi Nikah, Talak, Cerai, Rujuk dan Belum Pernah Nikah ➢ Legalisasi Dispensasi Nikah
➢ Proposal Bantuan Bupati ➢ Proposal Bantuan Lain-lain
➢ Proposal Bantuan Penguatan Modal ➢ Proposal Bantuan Infrastruktur
➢ Mengkoordinasi penyampaian Bantuan Beras Miskin ➢ Dan lain-lain untuk pelayanan warga masyarakat
Pencapaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten bisa dilihat dalam Tabel II.1
Guna memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, maka Kecamatan Ngawen memperolah anggaran guna pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dari Pemerintah Kabupaten Klaten sebagaimana Tabel
II.2 : Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Perangkat Daerah
Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten.
2.4 TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN OPD
Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya bahwa OPD Kecamatan lebih kepada pelayanan dan koordinator diwilayah, maka berharap bahwa pelayanan prima dapat diberikan kepada masyarakat umum dan dapat mengkoordinasikan berbagai pihak dengan baik guna pelaksanaan pembangunan, pemerintahan dan ketentraman serta ketertiban umum secara optimal.
Adapun untuk proyeksi kedepan guna menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi guna menghasilkan pelayanan yang prima kepada masyarakat diharapkan pemihakan alokasi anggaran khususnya belanja langsung agar lebih dioptimalkan. Selama ini pemihakan alokasi anggaran untuk OPD Kecamatan lebih bersifat menerima dari atas (top down) dan tidak diberi kesempatan untuk mengusulkan program kegiatan, selanjutnya agar ada indikator-indikator untuk menentukan besaran anggaran sehingga dapat lebih dipertanggungjawabkan secara argumentasi.
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 – 2021 17
BAB III
PERMASALAHAN DAN ISU – ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH
3.1 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN OPD KECAMATAN NGAWEN
Kecamatan mempunyai tugas melaksanakan kewenangan
pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah dan menylenggarakan tugas umum pemerintahan, pemberdayaan masyarakat dan desa serta ketentraman dan ketertiban umum.
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Kecamatan mempunyai fungsi :
1. Pengkoordinasian kegiatan pemberdayaan masyarakat
2. Pengkoordinasian upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum
3. Pengkoordinasian penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan
4. Pengkoordinasian pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum 5. Pengkoordinasian penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat
kecamatan
6. Pembinaan penyelenggaraan pemerintahan Desa dan/atau Kelurahan 7. Pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya
dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan
8. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya
Dari pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut di atas terdapat permalasahan yang mendasar sehingga mengakibatkan kurang optimalnya kinerja dari Pemerintah Kecamatan Ngawen. Adapun permasalahan yang secara umum dihadapi antara lain:
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 – 2021 18 1. Keterbatasan anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah Kabupaten dan
kurangnya penjelasan indikator-indikator yang mempengaruhi besarnya alokasi anggaran untuk masing-masing Kecamatan atau OPD.
2. Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang tidak optimal dan tidak sesuai dengan kebutuhan.
3. Terbatasnya sarana dan prasarana guna menunjang pelaksanan tugas dan fungsi
4. Aturan-aturan yang kurang mendukung khususnya aturan yang mengatur tentang Standar Operasional dan Standar Pelayanan Minimum.
5. Lemahnya penegakan aturan internal antara lain sistem kepegawaian, jenjang karier, jenjang pendidikan, reward and punishment tidak berjalan, pendekatan internal yang sifatnya lebih mengedepankan struktural artinya salah dan benar bukan berdasar fakta atau argumen yang kuat tetapi siapa yang berkuasa.
6. Pemberian pelayanan yang kurang independen artinya kadang lebih mengedepankan kepada kepentingan tertetu.
3.2 TELAAHAN VISI, MISI, DAN PROGRAM KEPALA DAERAH TERPILIH
Visi Kabupaten Klaten yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah ( RPJPD ) Kabupaten Klaten 2005 - 2025 yaitu :
“Terwujudnya Masyarakat Klaten Sejahtera Yang Berketuhanan, cerdas, Mandiri dan Berbudaya” serta mengacu pada Visi Kepala Daerah
terpilih yang dirumuskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah ( RPJMD ) 2016 – 2021 “Mewujudkan Kabupaten Klaten yang
Maju, Mandiri dan Berdaya Saing” yang selanjutnya dijabarkan dalam misi
dan program prioritas.
Adapun Misi Bupati terpilih adalah sebagai berikut :
1. Misi 1: Mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas, sehat dan berbudaya;
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 – 2021 19 3. Misi 3: Meningkatkan dan mengembangkan ekonomi daerah yang
lebih produktif, kreatif, inovatif dan berdaya saing
berlandaskan ekonomi kerakyatan yang berbasis potensi lokal;
4. Misi 4: Meningkatkan kapasitas infrastruktur publik dan penyediaan kebutuhan sarana prasarana dasar sosial masyarakat;
5. Misi 5: Meningkatkankapasitas pengelolaan dan kelestarian sumber daya alam yang selaras dengan Tata Ruang Wilayah;
6. Misi 6: Mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang berakhlak dan berkepribadian;
7. Misi 7: Meningkatkan kapasitas pengarusutamaan gender dan perlindungan anak;.
8. Misi 8: Meningkatkan kapasitas pelayanan publik.
Program Pembangunan Kabupaten Klaten yang termuat dalam RPJMD Kabupaten Klaten Tahun 2016 – 2021, meliputi :
1. Program Organisasi Perangkat Daerah.
Program Organisasi Perangkat Daerah dalam RPJMD Kabupaten Klaten Tahun 2016 – 2021, adalah merupakan program – program yang tercantum dalam Rencana Strategis OPD dan merupakan program yang telah diselaraskan dengan Program RPJMD Kabupaten Klaten Tahun 2016 – 2021 atau Program Kabupaten diselaraskan dengan ketentuan Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 2. Program Lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah.
Program Lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam RPJMD Kabupaten Klaten Tahun 2016 – 2021, yang dimaksud adalah beberapa Program Kabupaten yang telah diselaraskan dengan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran serta didukung oleh kegiatan beberapa OPD;
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 – 2021 20
3. Program Kewilayahan.
Program kewilayahan merupakan program kerja sama dengan Pemerintah Daerah lainnya dalam rangka meningkatkan pelayanan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Mengacu Visi, Misi dan Program tersebut yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kecamatan Ngawen yaitu misi kedua : Mewujudkan Tata Kelola’ Pemerintahan yang baik dan bersih,
Maka Kecamatan Ngawen menetapkan Rencana Strategis dengan Visi “ Mewujudkan Kecamatan Ngawen yang Maju, Mandiri dan
Berdaya Saing”.
Tujuan dan sasaran RPJMD Pemerintah Kabupaten Klaten tersebut di atas yang digunakan oleh Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten dalam menetapkan Tujuan dalam Rencana Strategis OPD Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten
3.3 TELAHAAN RENSTRA KEMENTERIAN / LEMBAGA NON
KEMENTERIAN DAN RENSTRA OPD PROPINSI.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Dalam Negeri Tahun 2015 – 2019 bahwa visi Kementerian Dalam Negeri Tahun 2015 – 2019 adalah “ Terwujudnya Suasana yang Kondusif dan Stabil bagi Jalannya Pemerintahan dan Politik Dalam Negeri melalui
Pembinaan dan Pengawasan Secara Optimal dan efektif, Pelayanan Publik yang Optimal di Daerah melalui Pengawalan secara Optimal terhadap Penyelenggaraan berbagai urusan Pemerintahan, Penegakan Demokrasi dan Peningkatan Kualitas Partisipasi Politik Masyarakat, Meningkatkan Pemahaman terhadap Wawasan Kebangsaan, Persatuan dan Kesatuan dan Rasa Cinta Tanah Air dan Mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Good Government, clean government melalui Peningkatan Kapasitas Aparatur Perancang Kebijakan Daerah”.
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 – 2021 21
Sedangkan Misi Kementerian Dalam Negeri Tahun 2015 – 2019 yaitu Menetapkan Kebijakan Nasional dan Memfasilitasi Penyelenggaraan Pemerintahan dalam upaya :
1. Memantapkan ideologi dan wawasan kebangsaan dengan memperkuat pengamalan terhadap Pancasila, UUD 1945, kebhinekaan, menegakan persatuan dan kesatuan, demokratisasi, serta membangun karakter bangsa dan stabilitas dalam negeri; 2. Mewujudkan efektivitas penyelenggaraan tugas – tugas
pemerintahan umum melalui harmonisasi hubungan pusat – daerah, menciptakan ketentraman dan ketertiban umum, serta meningkatkan pendayagunaan administrasi kependudukan;
3. Mewujudkan efektivitas penyelenggaraan desentralisasi dan otonomi daerah melalui peningkatan kapasitas dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan serta didukung pengelolaan anggaran dan keuangan yang akun tabel dan berpihak kepada rakyat;
4. Medorong terwujudnya keserasiaan dan keadilan pembangunan antar wilayah dan daerah melalui pembangunan dan pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa serta perbatasan;
5. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan efektif dengan didukung aparatur yang berkompeten dan pengawasan yang efektif dalam rangka pemanapan pelayanan publik;
6. Mendorong terwujudnya tertib dan kepastian hukum penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Untuk visi Propinsi Jawa Tengah Tahun 2013 – 2018 adalah “Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari Mboten korupsi,mboten ngapusi, dengan misi sebagai berikut :
1. Membangun Jawa Tengah berbasis Trisakti Bung Karno,Berdaulat di bidang Politik,berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan;
2. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan, menanggulangi kemiskinan dan pengangguran;
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 – 2021 22
3. Mewujudkan penyelenggaraan Pemerintahan Propinsi Jawa Tengah yang bersih, jujur dan transparan : mboten korupsi,mboten ngapusi;
4. Memperkuat kelembagaan sosial masyarakat untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan;
5. Memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan proses pembangunan yang menyangkut hajat hidup orang banyak;
6. Meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat;
7. Meningkatkan infrastruktur untuk mempercepat pembangunan Jawa Tengah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan .
Renstra Kementerian/Lembaga, Renstra Propinsi Jawa Tengah serta Rensra Kabupaten Klaten menjadi pertimbangan dan acuan Kecamatan Ngawen dalam menentukan arah pengembangan pelayanan dan kinerja Kecamatan Ngawen yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 (lima ) Tahun ke depan untuk pembuatan Renstra Tahun 2016 – 2021.
Faktor – factor yang mempengaruhi pelayanan pada kantor Kecamatan Ngawen ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra Kementerian/Lembaga Non Kementerian dan Renstra Propinsi adalah ;
1. Pegawai belum semuanya mendapatkan diklat teknis dan fungsional maupun PIM sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku guna menunjang pelaksanaan tupoksi.
2. Sarana dan prasarana kantor belum terpenuhi secara keseluruhan.
3. Rendahnya motivasi pegawai terhadap perkembangan teknologi (IT ) sehingga kemampuan teknis masih kurang.
4. Tingkat responsibilitas pegawai terhadap perkembangan dinamika masyarakat terbatas.
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 – 2021 23
5. Belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, pembangunan serta pelaksannaan kegiatan sosial.
3.4 TELAAHAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN DAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS KABUPATEN
Tata Ruang Wilayah Kabupaten Klaten ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 11 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Klaten Tahun 2011 – 2031, ini sebagai acuan guna mengarahkan lokasi kegiatan dan menyusun program pembangunan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang kabupaten, yaitu :
1. Pembentukan dan Pengembangan Pusat pelayanan yang mencakup seluruh wilayah Kbupaten sesuai dengan potensi yang dimiliki untuk mendorong pertumbuhan wilayah sehingga meminimalisir ketimpangan antar wilayah;
2. Peningkatan aksesibilitas layanan, sarana dan prasarana melalui pengembangan system trasportasi ke seluruh wilayah dalam rangka pemerataan pertumbuhan Kabupaten Klaten;
3. Pemanapan, perlindungan dan peningkatan kualitas kawasan lindung;
4. Pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan budidaya yang dikelola secara optimal, terintegrasi, sesuai dengan daya dukung wilayah dan ramah lingkungan;
5. Pengembangan kawasan strategis Kabupaten untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, kelestarian sumber daya alam, hayati dan budaya Kabupaten Klaten;
6. Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan.
Untuk menganalisis lingkungan strategis di Kecamatan Ngawen digunakan pengklasifikasian masalah yang ada dengan menggunakan konsep SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threats).
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 – 2021 24
Strength : merupakan kondisi kekuatan yang terdapat di Kecamatan
Ngawen. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat di lingkungan internal Kec. Ngawen.
Weakness : merupakan kondisi kelemahan yang terdapat di Kecamatan
Ngawern. Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat di lingkungan internal Kecamatan Ngawen. Opportunity : merupakan peluang yang terdapat di Kecamatan Ngawen.
Peluang yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat di lingkungan eksternal Kecamatan Ngawen.
Threats : merupakan tantangan yang terdapat di Kecamatan Ngawen.
Tantangan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat di lingkungan eksternal Kecamatan Ngawen.
Untuk dapat menyusun rencana strategi Kecamatan Ngawen, dilakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan sebagai berikut:
3.4.1 Analisis Internal
A. Kekuatan (Strength)
1. Tersedianya Peraturan dan Perundang-undangan yang
mendukung (Perda dan Perbup).
2. Tersedianya Sumber Daya Manusia yang berkompeten dalam bidang pelayanan masyarakat.
3. Tersedianya database bidang pemerintahan, pembangunan dan Ketentraman dan ketertiban umum.
4. Tersedianya lembaga kemitraan di bidang pemerintahan, pembangunan dan Ketentraman dan ketertiban umum.
5. Terbangunnya jaringan informasi dan komunikasi dalam pelayanan umum.
6. Terbangunnya komitmen pegawai dalam memberikan
pelayanan prima kepada masyarakat.
7. Tertanamnya potensi dan nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat.
8. Tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan kecamatan.
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 – 2021 25 B. Kelemahan (Weaknesses)
1. Distribusi Sumber Daya Manusia belum merata. 2. Terbatasnya sarana prasarana kerja.
3. Keterbatasan anggaran yang dapat menghambat kelancaran program kegiatan.
4. Koordinasi, informasi dan sinkronisasi antar lembaga
masyarakat belum optimal.
5. Rendahnya pemahaman pegawai dan masyarakat terhadap peraturan perundangan.
6. Rendahnya motivasi terhadap perkembangan teknologi (IT) sehingga kemampuan teknis dari sebagian pegawai masih kurang.
7. Adanya rotasi pegawai yang sangat mempengaruhi proses kerja pegawai pada level bawah yang masa kerjanya lama masih dengan mindset lama.
8. Tingkat responsibilitas pegawai terhadap perkembangan dinamika masyarakat terbatas.
3.4.2 Analisis Eksternal
A. Peluang (Opportunities)
1. Adanya dukungan dari anggaran APBD untuk peningkatan kualitas kerja.
2. Adanya pelatihan teknis fungsional untuk para pegawai baru hasil rotasi pegawai.
3. Adanya pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Pemda.
4. Adanya lembaga kemasyarakatan yang turut berpartisipasi di dalam pemberdayaan masyarakat.
5. Meningkatnya kepedulian stakeholder terhadap
penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan
ketentraman dan ketertiban umum.
6. Adanya media yang bisa dijadikan media sosialisasi program kepada masyarakat.
B. Ancaman (Threats )
1. Terjadinya krisis kewibawaan di lingkungan pegawai.
2. Berkembangnya budaya menyimpang di kalangan masyarakat dalam sebuah proses dan prosedur.
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 – 2021 26 3. Timbulnya krisis kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan
publik.
4. Munculnya aliran-aliran kepercayaan yang menyimpang sehingga menyebabkan keresahan masyarakat.
5. Terjadinya bencana alam yang menimbulkan korban.
6. Berkembangnya tempat-tempat yang disalahgunakan untuk perilaku menyimpang dari norma yang berlaku.
7. Pengaruh perkembangan teknologi dan informasi yang negatif.
Matriks SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threats)
Kekuatan (S) Kelemahan (W)
1. Tersedianya Peraturan dan Perun dang-undangan yang mendukung (Perda dan Perbup).
2. Tersedianya Sumber Daya Manusia yang berkompeten dalam bidang pelayanan masyarakat. 3. Tersedianya database bidang
peme rintahan, pembangunan dan kema syarakatan.
4. Tersedianya lembaga kemitraan di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasy.
5. Terbangunnya jaringan informasi dan komunikasi dalam pelayanan umum.
6. Terbangunnya komitmen pegawai dalam memberikan pelayanan prima kepada masy.
7. Tertanamnya potensi dan nilai-nilai budaya yg ada di masy.
8. Tingginya tingkat partisipasi masya rakat dalam setiap kegiatan kecamatan.
9.
1. Rendahnya pemahaman pegawai dan masyarakat terhadap peraturan perundangan.
2. Distribusi Sumber Daya Manusia belum merata.
3. Terbatasnya sarana prasarana kerja. 4. Koordinasi, informasi dan sinkronisasi antar lembaga masyarakat belum optimal.
5. Rendahnya motivasi terhadap per kembangan teknologi (IT) sehingga kemampuan teknis dari sebagian pegawai masih kurang.
6. Adanya rotasi pegawai yang sangat mempengaruhi etos kerja pegawai pada level bawah yg masa kerjanya lama masih dengan mindset lama. 7. Tingkat responsibilitas pegawai
terhadap perkembangan dinamika masyarakat terbatas.
8. Keterbatasan anggaran yang dapat menghambat kelancaran program kegiatan.
Peluang ( Opportunities ) Ancaman ( Threats )
1. Adanya dukungan dari anggaran APBD untuk peningkatan kualitas kerja.
2. Adanya pelatihan teknis fungsional untuk para pegawai baru hasil rotasi pegawai.
3. Adanya pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Pemda.
4. Adanyanya lembaga kemasya rakatan yang turut berpartisipasi di dalam pemberdayaan masyarakat. 5. Meningkatnya kepedulian stake
holder terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
1. Terjadinya krisis kewibawaan di lingkungan pegawai.
2. Berkembangnya budaya menyim pang di kalangan masyarakat dalam sebuah proses dan prosedur. 3. Timbulnya krisis kepercayaan
masyarakat thd pelayanan publik. 4. Munculnya aliran-aliran kepercayaan
yang menyimpang sehingga menye babkan keresahan masyarakat. 5. Terjadinya bencana alam yang
menimbulkan korban.
6. Berkembangnya tempat-tempat yg disalahgunakan untuk perilaku menyimpang dr norma yg berlaku.
Perubahan RENSTRA Kecamatan Ngawen Tahun 2016 – 2021 27
6. Adanyanya media yang bisa dijadikan media sosialisasi program kepada masyarakat.
7. Pengaruh perkembangan teknologi dan inf. yg negatif.
Pemetaan Interaksi Faktor Faktor-faktor Eksternal
Faktor-faktor internal
Peluang (O) Ancaman (T)
K E K U A T A N (S) 1. Manfaatkan peraturan perundang-undangan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pemerintahan,
pembangunan & trantibum. 2. Dayagunakan pelatihan teknis fungsional dan struktural untuk meningkatkan sumber daya manusia yang profesional dalam bidang pembangunan,
pemerintahan dan kemasyarakatan.
3. Mantapkan peran lembaga masyarakat dan media untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan.
4. Mantapkan kerjasama dan peran lembaga kemasyarakatan dalam rangka pemberdayaan masyarakat. 1. Mantapkan upaya mengatasi krisis kewibawaan pegawai dan kepercayaan masyarakat dalam pelayanan publik melalui pembinaan pegawai. 2. Dayagunakan peran
lembaga kemitraan, potensi dan nilai-nilai budaya serta tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya