• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

c. Pemberian 7 Dus Air Mineral kepada Keluarga Duka oleh Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama

d. Perbaikan Infrastruktur oleh Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama dan Bekerja Sama dengan Masyarakat Setempat

e. Peduli Guru Ngaji dengan Berbagi Sembako oleh Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama

f. Wakaf Produktif di Bidang Peternakan Kambing dan Pertanian oleh Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama

Dari ke enam program-program Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama diatas, hanya terdapat satu program yang termasuk kedalam pemberdayaan masyarakat yaitu Wakaf Produktif. Karena pada program wakaf produktif ini masyarakat aktif dalam mengelola potensi atau kehalian yang dimiliki sebagai pengelola, baik disektor peternakan maupun pertanian. Masyarakat juga mengelola perawatan ternak dan pertanian secara mandiri untuk menambah atau meningkatkan potensi yang dimilikinya. Selain itu, program wakaf produktif ini bersifat berkelanjutan, sehingga masyarakat mampu mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik kedepannya dan dapat meningkatkn kesejahteraannya.

Bentuk pemberdayaan masyarakat dalam wakaf produktif, penjabarannya adalah sebagai berikut:

Wakaf Produktif di Bidang Peternakan Kambing dan Pertanian oleh Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama

Dalam pelaksanaan program pemberdayaan melalui wakaf produktif disektor peternakan dan pertanian ini, terdapat beberapa tahap yang dilakukan oleh Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama agar pelaksanaan program pemberdayaan tersebut berhasil. Tahap-tahap tersebut ialah:

1) Mengidentifikasi dan Berdiskusi dengan Masyarakat

Dalam hal ini, Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama mengidentifkasi keadaan masyarakat dengan mengamati keseharian masyarakat. Mengidentifikasi ini dilakukan dengan cara melihat profesi atau pekerjaan dari masyarakat Desa Semboro. Selain itu, Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama melakukan musyawarah atau diskusi yang juga diikuti oleh beberapa masyarakat yang menjadi dalil atau sumber informasi tentang masyarakat seperti RT dan RW yang ada di Desa Semboro. Diskusi ini dilakukan untuk menentukan target yang tepat untuk dibantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang termasuk dalam golongan prasejahtera. Sehingga dalam suatu pemberdayaan yang dilakukan, tidak akan ada ketidakcocokan dalam suatu program serta dapat terlibat aktif dalam program yang dilakukan. Sehingga nantinya program pemberdayaan yang dilaksanakan akan tepat sasaran dan mencapai keberhasilan untuk

meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana hasil wawancara dengan Mas Ganes, ia mengatakan:41

“Sebelum program atau kegiatan wakaf produktif ini terlaksana, kita para anggota yayasan melakukan musyawarah atau diskusi terlebih dahulu bersama dengan beberapa anggota masyarakat yang menjadi dalil kita. Diskusi ini dilakukan untuk mengidentifikasi siapa yang layak untuk dibantu guna memberdayakan hidupnya. Dalam proses program wakaf produktif nantinya, kita menjadikan masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pemberdayaan supaya nantinya pemberdayaan masyarakat tercapai dengan memperbaiki perekonomian mereka”.

Dalam program pemberdayaan masyarakat melalui wakaf produktif ini, dari hasil identifikasi dan diskusi terdapat satu keluarga kaum duafa yang kondisi perekonomiannya sangat mengkhawatirkan.

Bapak Dwi Maryono, sebagai Kepala Keluarga penerima atau menjadi kepercayaan dalam program wakaf produktif sektor pertanian ini, dulunya pernah memiliki beberapa ekor kambing. Namun, keluarganya tertimpa musibah sehingga mengharuskan menjual seluruh kambing yang dimilikinya. Dan mengalami penurunan yang drastis perihal perekonomian keluarga. Sehingga, hasil dari identifikasi dan diskusi yang dilakukan oleh Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama adalah memilih beliau untuk menjadi target pemberdayaan.

41 Ganes Arighi, wawancara anggota/relawan Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama tanggal 16 Juni 2022.

2) Membentuk Mitra Kerja Bersama Masyarakat

Dalam hal ini, Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama membentuk mitra kerja bersama masyarakat yang menjadi target pemberdayaan yaitu keluarga Bapak Dwi Maryono. Hal ini menjadikan masyarakat sebagai sasaran langsung dan yayasan sebagai pendamping dalam pelaksanaan pemberdayaan yang dilakukan.

Yayasan bekerja sama dengan Bapak Dwi Maryono untuk pelaksanaan program wakaf produktif disektor peternakan. Saat ini, wakaf produktif disektor peternakan menjadi program utama dan sudah mendapatkan hasil cukup maksimal. Mas Rizki wakil ketua Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama menjelaskan terkait hal ini, yaitu sebagai berikut:42

“Pemberdayaan yang dilakukan yayasan ini melibatkan masyarakat secara langsung. Jadi masyarakat harus menjadi aktor utama dalam pemberdayaan yang sudah disusun sebelumnya. Dan kita disini mencoba memfasilitasi masyarakat dengan membentuk hubungan mitra kerja dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dibidang ekonominya. Hasilnya program pemberdayaan wakaf produktif mampu meningkatkan perekonomian keluarga Bapak Dwi Maryono”

3) Pelaksanaan Program Wakaf Produktif di Sektor Peternakan Kambing dan Pertanian

Wakaf produktif bisa didefinisikan sebagai mengubah aset wakaf menjadi usaha yang menguntungkan dan memberi manfaat bagi orang yang membutuhkan, sehingga aset wakaf tidak menjadi mubazir.

42 Rizki Budi Utomo, wawancara wakil ketua Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama tanggal 16 Juni 2022.

Dengan wakaf produktif, manfaat wakaf menjadi berkelanjutan dan memberi keuntungan bagi masyarakat dalam bentuk gerakan sosial.

Wakaf produktif yang dilaksanakan oleh Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama ini bergerak dalam dua sektor, yaitu sektor peternakan dan sektor pertanian. Wakaf produktif yaitu optimalisasi wakaf disektor peternakan dan pertanian berbasis wakaf dengan sistem bagi hasil. Dan hasil peternakan dan pertanian ini diperuntukkan kepada kaum duafa dan anak yatim piatu.

Gambar 4.6 Dokumentasi Wakaf Produktif Sektor Peternakan Berawal dari dua ekor kambing dalam wakaf produktif sektor peternakan hingga menjadi 14 kambing saat ini, Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama menyerahkan perawatan kambing untuk wakaf tersebut kepada salah satu keluarga kaum duafa yang memiliki keahlian dalam merawat kambing. Pada program ini yayasan berfokus kepada pembesaran kambing, setelah kambing berumur sekitar 3 sampai 6 bulan maka

kambing tersebut layak untuk dijual. Hasil dari penjualan tersebut dibagi dua dengan kaum duafa yang sudah membantu merawat kambing.

Seperti yang disampaikan oleh Mas Alan terkait tentang wakaf produktif disektor peternakan yaitu:43

“Jadi, kita sistemnya kerja sama, kita kelola sedekah dari umat kita kumpulkan uangnya dan berupakan ternak. Nantinya hasil dari ternak itu akan dibagikan kepada umat. Yayasan hanya sebagai pengelola, kambingnya dititipkan ke duafa dan duafa merawatkan kambingnya hingga besar dan layak untuk dijual. Kemudian hasil jual itu dibagi dua untuk duafa dan untuk yayasan. Hasil yang diberikan kepada yayasan dananya dikelola lagi untuk dibelikan kambing kembali. Dan alhamdulillah sekarang sudah 14 kambing.”

Sedangkan untuk wakaf produktif pada sektor pertanian, yaitu yayasan bekerja sama dengan pemilik lahan yang tidak mampu membiayai sendiri usaha pertaniannya. Kemudian yayasan mengelola sendiri lahan tersebut, mulai dari membeli bibit, pupuk, dan memanen. Namun dalam proses merawat tanaman, yayasan juga bekerja sama dengan kaum duafa yang mampu membantu merawat tanaman hingga nantinya panen. Dalam wakaf produktif pertanian ini, sistem bagi hasilnya untuk pemilik lahan 40% bersihnya dan untuk yayasan sebesar 60%. Hal itu dikarenakan pihak yayasan yang merawat dan membiayai seluruh kebutuhan tanaman termasuk membeli bibit dan pupuknya. Sementara kaum duafa yang dipercayakan untuk merawat dan mengelola lahan tersebut, diberi upah oleh pihak yayasan sehingga kegiatan ini bisa memberikan lowongan

43 Muhammad Sulton Maulana, wawancara sekretaris Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama tanggal 15 April 2022.

pekerjaan untuk kaum duafa yang sedang tidak bekerja. Yang artinya memberdayakan masyarakat dari pengangguran.

Untuk lahan pertanian yang dikelolah oleh Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama luasnya mencapai 1750 m². Saat ini, kegiatan wakaf produktif di sektor pertanian ini sudah berjalan sekitar 3-4 bulanan.

Jadi kegiatan di sektor pertanian ini masih tergolong baru. Dalam kegiatan wakaf pertanian ini, pihak yayasan juga mendampingi dan mengawasi berjalannya kegiatan dari awal hingga proses panen nantinya. Terkait hal ini Mas Fiqi Mustaghis selaku anggota memberikan pendapatnya, ia mengatakan:44

“Kalau untuk pertanian masih berjalan 3-4 bulanan. Karena disini yang diberikan kepercayaan terkait pertanian ini adalah saya.

Kebetulan juga saya petani, jadi saya yang ikut membantu mengelola punya yayasan dengan sistem bagi hasil dengan yang punya lahan. Untuk hasilnya biasanya prosesnya selama 7 sampai 8 bulan baru bisa panen.”

Sekretaris yayasan juga menjelaskan terkait dengan wakaf produktif dibidang pertanian sebagai berikut:45

“Untuk wakaf tanaman, sistemnya juga bagi hasil. Pemilik tanah berhak mendapatkan 40% dari hasil panen. Jadi 60% untuk yayasan dan 40% untuk pemilik tanah. Kenapa 60% lebih besar ke yayasan? Karena yayasan yang mengelola bidang tanah, merawat mulai dari pupuk hingga panen nantinya. Jadi pemilik tanah hanya mendapatkan keuntungannya saja.”

Dalam wakaf produktif dalam sektor peternakan dan pertanian ini, masyarakat juga terlibat langsung untuk bisa memberdayakan diri sendiri

44 Fiqi Mustaghis, wawancara anggota Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama tanggal 15 Agustus 2022.

45 Muhammad Sulton Maulana, wawancara sekretaris Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama tanggal 15 April 2022.

dengan ikut merawat dan membesarkan ternak dan tanaman yang sedang dikelola oleh yayasan. Masyarakat juga nantinya mendapatkan upah dari hasil jerih payah mereka merawat dan membesarkan ternak dan tanaman tersebut.

Lokasi wakaf produktif disektor peternakan terletak di Dusun Besuki Desa Sidomekar Kecamatan Semboro. Lokasinya tidak terlalu jauh dari kantor Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama. Perjalanan dari kantor yayasan ke lokasi sekitar 15 menit melewati Pasar Semboro dan persawahan yang ada di sepanjang perjalanan. Lokasi wakaf produktif peternakan berada sedikit jauh dari jalan raya utama, namun akses jalannya sudah baik sehingga sangat mudah ketika peneliti melakukan obervasi di lokasi tersebut. Letak kandang kambing yang menjadi wakaf produktif peternakan berada di belakang rumah Bapak Dwi Maryono sebagai target penerima program wakaf produktif. Terdapat 3 kandang kambing yang sudah berisi beberapa kambing termasuk kambing Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama yang dikelola oleh Bapak Dwi Maryono tersebut.46

Bapak Dwi Maryono selaku penerima dan diberikan kepercayaan untuk merawat kambing yayasan merasa sangat terbantu perekonomiannya. Melalui wakaf produktif itu, Bapak Dwi Maryono

46 Hasil Obervasi saat berkunjung ke Lokasi Wakaf Produktif Dusun Besuki tanggal 28 Mei 2022

mampu memberdayakan dirinya sendiri dan keluarganya. Dalam wawancara terkait wakaf produktif kambing, ia mengatakan:47

“Kalau beternak kambing itu pasti akan mengalami peningkatan dalam hal perekonomian, dan itu yang saya rasakan setelah mendapat kepercayaan dari yayasan ini. Beternak kambing juga tergantung kepada orang yang merawatnya. Karena kalau orangnya tepat dan mempunyai keahlian dibidang tersebut maka hasilnya akan lebih maksimal. Dengan wakaf produktif ini alhamdulillah pendapatan saya meningkat dan lebih baik dari sebelum-sebelumnya.”

2. Peluang dan Hambatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengentaskan Kemiskinan oleh Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama

Dalam melakukan pemberdayaan masyarakat, Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama tentu akan mengalami peluang dan hambatan di setiap upaya-upaya yang dilakukannya.

a. Peluang dalam Pemberdayaan Masyarakat

Peluang yang berarti kesempatan menjadi sebuah pendorong positif untuk lebih maju untuk Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama. Banyaknya peluang yang didapatkan akan menjadikan lebih mudah untuk mengimplementasikan seluruh program kegiatan yayasan terutama dalam mengentaskan kemiskinan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. Adapun peluang dalam pemberdayaan masyarakat melalui Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama adalah:

1) Penggunaan Media Sosial

47 Bapak Dwi Maryono, wawancara penerima wakaf produktif peternakan kambing tanggal 28 Mei 2022.

Pelaksanaan program sosial yang dilaksanakan oleh Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama kebanyakan memang memanfaatkan media sosial. Hal itu dikarenakan melihat potensi yang sangat bagus saat menggunakan media sosial sebagai pengenalan terhadap masyarakat luas. Setiap pelaksanaan kegiatan oleh yayasan, selalu digencarkan dan di share melalui pamflet dan diletkkan di media sosial seperti Instagram, WhatsApp, Youtobe, Facebook hingga Tiktok yang saat ini menjadi aplikasi yang banyak digemari masyarakat luas.

Berbagi pamflet di berbagai sosial media juga merupakan bentuk transparansi data dan bertujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat bahwa Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama benar-benar berada di lingkungan masyarakat kurang mampu untuk membantu masyarakat luas. Selain itu, masyarakat yang mempunyai perekonomian menengah ke atas juga diajak untuk berdonasi dengan mudah melaui informasi yang di share di berbagai sosial media yang dimiliki oleh Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Mas Bill:48

“Karena pengaruh media sosial itu besar, maka itu menjadi peluang yang sangat bagus untuk yayasan bisa memperkenalkan diri ke masyarakat luas. Melalui media sosial ini, selain kami memperkenalkan diri dengan berbagai program dan kegiatan yang dilakukan yayasan juga untuk mengajak masyarakat luas berdonasi dengan cara yang mudah dan anti ribet.”

48 Kautsar Bilqisti, hasil wawancara Ketua Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama, tanggal 12 Mei 2022.

2) Koordinasi dan Komunikasi yang Baik dalam Tim

Koordinasi dan komunikasi yang baik menjadi salah satu peluang berhasilnya sebuah pemberdayaan. Semua program atau kegiatan akan berjalan maksimal dan sesuai harapan ketika proses koordinasi dan komunikasi berjalan dengan baik. Para anggota Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama selalu melakukan koordinasi dalam setiap perencanaan, pleaksanaan hingga evaluasi kegiatan. Para anggota yayasan juga tetap melakukan komunikasi dengan baik agar apa yang menjadi tujuan yayasan bisa tercapai yaitu mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat.

dalam setiap tahap kegiatan, koordinasi tim yang baik merupakan peluang yang penting dalam berhasilnya sebuah kegiatan. Dengan komunikasi yang baik pula, akan meminimalisir terjadinya misskomunikasi di setiap kegiatan. Tentang hal ini disampaikan

oleh Mas Ganes selaku divisi dakwah di Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama:49

“Kita memang selalu berusaha untuk menjaga komunikasi dengan anggota-anggota yang lainnya. Karena komunikasi itu sangat penting. Selain itu koordinasi juga dilakukan dalam setiap kegiatan. Dan sampai saat ini koordinasi dan komunikasi kita berjalan dengan baik dan mampu melaksanakan kegiatan yayasan dengan maksimal.”

49 Ganes Arighi, wawancara anggota/relawan Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama tanggal 16 Juni 2022.

3) Bekerjasama dengan Lembaga dan Komunitas Pemuda Desa Semboro

Salah satu peluang dalam memperkenalkan Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama kepada masyarakat luas adalah dengan bekerjasama dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan komunitas-komunitas pemuda. Dengan kerjasama tersebut membuktikan bahwa Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama adalah sebuah yayasan yang mampu diakui dan memiliki kedudukan atau peran nyata di lingkungan masyarakat. Selain itu, kerjasama dengan lembaga-lembaga dan komunitas-komunitas pemuda mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat tentang peran positif adanya Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama untuk masyarakat. Kepercayaan yang sudah diberikan oleh masyarakat tersebut menyebabkan yayasan dengan mudah bisa berkerja sama dengan komunitas-komunitas besar lainnya.

Dengan bekerja sama, maka pengenalan tentang Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama akan lebih luas lagi. Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama bekerja sama salah satunya dengan Karang Taruna di Desa Semboro dan lain sebagainya. Komunitas-komunitas yang menjalin kerjasama dengan Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama diantaranya, Karang Taruna Desa Semboro, PSHT, NU Care, dan lain sebagainya. Lembaga-lembaga yang menjalin kerjasama dengan Yayasan Jember Berbagi Berkah

Bersama diantaranya, Surya Gypsum EBP (Interior & Exterior Celling), PT. Marelti Karya Indonesia, dan lain sebagainya, serta

beberapa sponsor yang ikut menjalin kerjasama dengan Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama. Hal ini disampaikan oleh Ketua Yayasan dalam wawancara yaitu:50

“Kami juga bekerja sama dengan beberapa komunitas-komunitas pemuda di Jember, seperti PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate), Karang taruna, NU Care, dan lain sebagainya. Kerjasama ini juga menjadi salah satu peluang yang cukup handal untuk bisa memperkenalkan yayasan kami ke masyarakat luas. ”

Gambar 4.7 Dokumentasi banner yayasan dengan supported oleh beberapa instansi

b. Hambatan dalam Pemberdayaan Masyarakat

Selain adanya peluang untuk mensukseskan pemberdayaan masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan yang dilakukan oleh yayasan, tak lupa halnya hambatan yang juga akan di hadapi dan menjadi penghambat dalam proses pemberdayaan masyarakat. Dalam

50 Kautsar Bilqisti, hasil wawancara Ketua Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama, tanggal 12 Mei 2022.

mendirikan sebuah yayasan hingga mampu melaksanakan program-program yang disusun, tentunya yayasan menghadapi hambatan-hambatan dalam pelaksanaannya. Adapun hambatan dalam pemberdayaan masyarakat melalui Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama adalah:

1) Goyahnya Komitmen Para Anggota Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama

Dalam sebuah pemberdayaan, tentunya akan menghadapi hambatan atau tantangan tersendiri. Untuk membentuk profesional dan komitmen bersama dalam hal kebaikan juga bukan merupakan sesuatu yang mudah untuk dibangun. Sehingga perlunya keikhlasan dan berkorban dalam berjalan untuk kebaikan dan ibadah untuk sesama manusia. Di dalam yayasan, setiap anggota dan relawan dalam melakukan sebuah kebaikan tidak digaji oleh pihak siapapun. Karena para anggota mempunyai prinsip bermanfaat untuk orang lain dan mengharap pahala hanya dari Allah SWT. Komitmen untuk tetap menjalankan kebaikan melalui program atau kegiatan yang dilaksanakan Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama tidak mudah untuk dibangun. Banyak para anggota yang menjadi goyah komitmennya karena bergabung dalam yayasan sosial ini bukan untuk digaji, melainkan untuk berbuat kebaikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dan menjadi perantara para donatur untuk menyampaikan kebaikannya

melalui Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama ini. Goyahnya komitmen para anggota yayasan menjadi hambatan yang cukup sulit untuk dipulihkan. Terlebih lagi bagi mereka para anggota yang memiliki tanggung jawab lain diluar kegiatan yayasan.

Goyahnya komitmen tersebut muncul karena berbagai alasan, salah satunya adalah pengakuan ketidakmampuan untuk mengemban tanggung jawab yang besar. Hal ini seperti yang telah disampaikan oleh Ketua yayasan, dalam wawancaranya beliau menyampaikan:51

“Kita membangun yayasan seperti ini pasti ada hambatannya. Salah satunya seperti dari anggota dan lingkungan. Anggota kita dulu banyak, namun banyak alasan yang dilontarkan ketika diajak untuk lebih profesional dalam mengelola yayasan. Ada yang takut, mundur dan beralasan tidak mampu untuk mengemban amanah besar dari para donatur.”

Pada waktu yang berbeda, Mas Rizki selaku wakil dari Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama juga memberikan pendapatnya:52

“Kita disini bukan bekerja dan tidak ada yang dibayar kecuali admin dan fundrising. Kemungkinan besar juga karena hal tersebut menjadikan komitmen yang harus dipegang setiap anggota menjadi goyah. Selain itu ada beberapa yang juga beralasan tidak mampu mengemban tanggung jawab besar dari yayasan. Kita tidak menyalahkan hal itu, namun memang kita menyadari bahwa hal tersebut menjadi salah satu hambatan atau tantangan bagi kita agar tetap maju dan menjaga komitmen ini lebih kuat lagi.”

51 Ibid.

52 Rizki Budi Utomo, wawancara wakil Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama tanggal 16 Juni 2022.

2) Penolakan Adanya Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama di Lingkungan Masyarakat

Untuk mendapatkan kepercayaan dan penerimaan adanya sebuah yayasan merupakan hal yang cukup sulit untuk dilakukan.

Diterimanya dan diakuinya yayasan di mata masyarakat membutuhkan perjuangan. Mendirikan sebuah yayasan sosial yang sebelumnya harus menyusun dengan tepat mulai dari manajemen yayasan, tujuan yayasan, visi dan misi yayasan membutuhkan penerimaan yang positif dari masyarakat, khususnya masyarakat di Desa Semboro dan sekitarnya. Adanya Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama ini tidak serta merta langsung diterima oleh masyarakat. Penolakan adanya Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama ini menjadi hambatan atau tantangan tersendiri. Banyak masyarakat yang bertanya untuk apa dan manfaatnya apa dengan adanya yayasan tersebut. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat dengan adanya Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama yang bergerak dibidang sosial ini. Banyak usaha yang dilakukan oleh yayasan agar masyarakat luas menerima dan mengenal yayasan. Namun hambatan-hambatan tersebut berhasil dilalui oleh pihak yayasan hingga saat ini Yayasan Jember Berbagi Berkah Bersama sudah dikenal oleh masyarakat luas dan juga bekerjasama dengan

lembaga-lembaga besar di Kabupaten Jember. Tentang hambatan-hambatan tersebut Mas Bill menjelaskan dalam wawancara:53

“Dulu untuk memperkenalkan yayasan ini ke masyarakat itu tidak mudah. Sampai pernah kita ditanya oleh masyarakat yayasan ini kyainya siapa?. Hal tersebut ditanyakan masyarakat karena mereka taunya kalau yayasan itu pasti ada kyainya. Hingga kita melakukan pengenalan tentang apa itu yayasan, tujuannya, visi misinya, juga kita berawal dari media sosial. Karena itu menurut kita jalan yang cepat untuk memperkenalkan yayasan. Alhamdulillah dikenalnya yayasan sekarang benar-benar melalui proses yang panjang.”

Dalam hal proses pelaksanaan kegiatan atau gerakan sosial, yayasan juga mengalami hambatan-hambatan tertentu. Untuk menyinkronkan data, tentunya yayasan akan mengadakan musyawarah terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan perencanaan yang matang.

Dokumen terkait