• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

Di Desa Condong terdapat laporan keuangan desa yang mana laporan keuangan desa ini sendiri menyediakan informasi seputar keuangan desa. Laporan keuangan desa di Desa Condong Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo sesuai dengan azas pengelolaan keuangan desa, yaitu yang pertama transparan, dimana laporan keuangannya harus dilakukan secara terbuka ke masyarakat supaya masyarakat mengetahui anggaran dari dana desa itu digunakan untuk apa saja, dan transparan ini harus juga dilakukan dengan benar, jujur, serta tidak mengada-ngada.

Yang kedua, Akuntabel. Di Desa Condong ini sendiri laporan keuangannya dipertanggung jawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai bentuk pertanggung jawaban yang nyata dari hasil akhir kegiatan penyelenggaraan pemerintah desa, dimana pertanggung jawaban ini sendiri dipegang sendiri oleh Kepala Desa yang bekerja sama dengan Sekretaris Desa dan Bendahara Desa. Yang ketiga, Pertisipatif.Dimana setiap laporan keuangan dalam melaksanakan pertanggung jawabannya melibatkan setidaknya BPD, Perangkat Desa, LKD, PKK dan Kaur.Dan yang keempat, Tertib.Laporan keuangan desa di Desa Condong lebih mengutamakan kepatuhan dan kesesuaian dalam pengelolaannya.

Pernyataan ini sesuai dengan wawancara yang disampaikan oleh Bapak Jasuri selaku Kepala Desa Condong yang menyatakan bahwa :

“Desa condong sudah menerapkan transparan, dimana laporan keuangannya selalu dipampang di kantor desa setiap tahunnya. Kami selalu memberikan informasi terkait itu, laporan keuangan yang kami buat di cetak di banner dan ditaruh di kantor desa supaya masyarakat lebih mudah untuk mengetahuinya. Laporan keuangan

dipertanggungjawabkan setiap tahun yang mana setiap rapat dihadiri oleh BPD, LKD, Karang Taruna, Posyandu, PKK, RT dan RW, serta Perangkat Desa. Jika dari pihak BPD meminta data laporan keuangan secara tepat waktu, maka dari kami harus menyelesaikannya secara cepat dan tepat serta melaksanakan tugas kita dengan baik sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.”61

Pernyataan ini juga disampaikan oleh Bapak Solihin selaku Bendahara Desa Condong yang menyatakan Bahwa :

“ Laporan Keuangan di Desa Condong dipertanggungjawabkan setahun sekali, dihadiri minimal ada BPD, Perangkat Desa, Karang Taruna, PKK, LKD, Karang Werda. Masyarakat boleh mengetahui laporan keuangannya yang kami buat ada di kantor desa. Setiap tahun kami memaparkannya di tembok kantor desa. Jika ada informasi yang ingin diketahui lebih lanjut bisa temui kami ketika dikantor, kami akan bersedia memberikan informasi seputar keuangan yang ada di kantor desa secara global.”62

Pernyataan ini juga disampaikan oleh Bapak Ridwan selaku Sekretaris Desa Condong yang menyatakan Bahwa :

“ Masyarakat yang ada di Desa Condong ini memang selalu mempertanyakan perihal laporan keuangan desa ini, otomatis pihak kita selalu mempersiapkan itu setiap tahun dengan memampangnya di kantor. Setiap laporan keuangan yang kami buat itu selalu dipertanggung jawabkan setiap tahun ketika rapat itu dihadiri oleh pihak BPD, Perangkat Desa pastinya, PKK, Karang Taruna, pihak dari RT / RW jika mereka tidak berhalangan hadir. Sewaktu – waktu jika dari pihak BPD meminta data laporan keuangannya harus selesai sesuai waktu yang ditetapkan, maka pihak kita memang sewajarnya melaksanakan tugasnya dengan baik.Apabila masyarakat membutuhkan informasi yang mereka inginkan, pihak kita juga sudah menyediakan atau mempersiapkan itu.Ketika Desa mau melakukan rapat apa saja, semua lembaga yang ada di Desa Condong diberikan undangan terlebih dahulu yang mana agar

61 Jasuri, Wawancara, Probolinggo, 01 April 2019.

62 Solihin, Wawancara, Probolinggo, 04 April 2019.

semuanya berkumpul di balai desa untuk membahas terkait agenda yang akan dilaksanakan.”63

Wawancara tersebut dikuatkan dengan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwa laporan keuangan yang ada di Desa Condong Kecamatan Gading Kabupaten probolinggo memang benar adanya terpampang nyata di Kantor Desa.64

Dari data diatas dapat dikatakan bahwa semua lembaga yang ada di Desa Condong Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo dikumpulkan untuk melakukan agenda yang dilaksanakan oleh desa itu sendiri.Dan untuk mengetahui bagaimana alur dari laporan keuangan itu sendiri. Dengan demikian, laporan keuangan Desa Condong ini dapat berjalan dengan

63 Ridwan, Wawancara, Probolinggo, 02 April 2019.

64 Observasi, Probolinggo, 22 April 2019.

lancar, karena jika melihat dari azas pengelolaan keuangan desa yang ketiga, Partisipatif artinya dimana bahwa setiap warga desa pada desa yang bersangkutan mempunyai hak untuk terlibat dalam setiap pengambilan keputusan pada kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa di Desa Condong. Keterlibatan masyarakat Condong dalam pengambilan keputusan dapat secara langsung ataupun tidak langsung.

Pada Lampiran 4.1 dapat dilihat bentuk laporan keuangan yang ada di Desa Condong Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Pada tahun 2016 Desa Condong mendapatkan kucuran dana sebesar Rp.

1.134.386.145. Dengan rincian Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp.

446.640.795, Dana Desa (DD) sebesar Rp. 672.256.150 dan Bagi Hasil Pajak sebesar Rp. 15.489.200.

Pada Lampiran 4.2 dapat dilihat bentuk laporan keuangan yang ada di Desa Condong Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Pada tahun 2017 Desa Condong mendapatkan kucuran dana sebesar Rp.

1.475.037.700. Dengan rincian Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp.

494.139.550.Dana Desa (DD) sebesar Rp. 962.408.950 dan Bagi Hasil Pajak sebesar Rp. 18.489.200.

Pada Lampiran 4.3 dapat dilihat bentuk laporan keuangan yang ada di Desa Condong Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo pada tahun 2018. Desa Condong mendapatkan kucuran dana sebesar Rp.

1.655.412.700. Dengan rincian Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp.

578.364.100.Dana Desa (DD) sebesar Rp. 1.052.259.800 dan Bagi Hasil Pajak sebesar Rp. 24.788.800.

Dan pada Lampiran 4.4 juga dapat dilihat bentuk laporan keuangan yang ada di Desa Condong Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo.

Pada tahun 2019 Desa Condong mendapatkan kucuran dana sebesar Rp.

1.899.943.500. Dengan rincian Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp.

523.488.000.Dana Desa (DD) sebesar Rp. 1.351.041.100 dan Bagi Hasil Pajak sebesar Rp. 25.414.400.

Dari data diatas, desa mendapatkan kucuran dana itu tidak secara langsung. Akan tetapi masih melalui beberapa tahap yang mana bisa dilihat sendiri bahwa kucuran dana itu sendiri diberi secara tiga tahap dan itu juga tidak serta merta langsung didapat oleh desa, karena masih melalui beberapa proses dan itu juga menunggu waktu yang cukup lama. Dari kucuran dana itulah Desa Condong memanfaatkannya sebaik mungkin.

Sekalipun desa diberi kewenangan penuh untuk mengelola keuangan tersebut, pemerintah Desa Condong sangat berhati – hati dalam mengelolanya, karena di Desa Condong itu sendiri memberikan evaluasi dan monitoring terkait pelaksanaan kegiatan apa saja yang dilakukan di desa dan setiap program yang dijalankan juga tidak lepas dari pengawasan dan pemerintah Desa Condong akan diberikan pertanggungjawabannya setelah program yang dijalankan selesai maka Pemerintah Desa Condong harus menyerahkan SPJ kepada kecamatan.

Laporan keuangan Desa Condong berupa Belanja Desa, Penyelenggaraan Pemerintah Desa, Pelaksanaan Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan, Pemberdayaan Masyarakat, Pembiayaan dan juga ada Bidang yang Tak Terduga. Pada tahun 2016 dan 2017, Pemerintah Desa Condong Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo belum mengadakan adanya BUMDES.BUMDES di Desa Condong baru terlaksana pada tahun 2018 hingga saat ini.

Pengelolaan keuangan itu sendiri tidak lepas dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta pertanggungjawaban. Pengelolaan keuangan suatu pemerintahan juga tidak akan lari dari akuntansi. Akuntansi merupakan ilmu yang sangat dibutuhkan oleh semua organisasi, baik organisasi bisnis maupun bersifat nirlaba.Dengan diterapkannya akuntansi yang baik dan benar, maka organisasi dapat dikatakan sudah melaksanakan akuntabilitas dan transparansi yang baik. Maka peran akuntansi sangat berkaitan dengan proses pelaporan dan pencatatan serta pembukuan laporan keuangan oleh Kantor Desa Condong dengan tujuan mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada bupati atau masyarakat umumnya.

Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Laporan Keuangan Desa di Desa Condong sudah mencatat dan melaporkan semua transaksi yang berkaitan dengan keuangan desa secara akuntabilitas.Pemerintah Desa Condong melakukan pelaporan keuangan satu tahun sekali. Data yang dikumpulkan peneliti melalui wawancara

dengan tiga informan, yaitu Bapak Jasuri selaku Kepala Desa Condong, Bapak Solihin selaku Bendahara Desa Condong, dan Bapak Ridwan selaku Sekretaris Desa Condong. Dalam proses pencatatan penganggaran hingga pelaporan menggunakan sistem aplikasi. Sehingga apabila aplikasi yang dipakai suka error itu akan menimbulkan atau menghambat proses dalam pencatatan transaksi itu sendiri.

2. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) No 02 tentang Laporan Realisasi Anggaran Berbasis Kas di Desa Condong Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo

Laporan realisasi anggaran Desa Condong Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo mengungkapkan kegiatan keuangan desa yang menunjukkan ketaatan terhadap APBDes.Dalam hal ini disajikan informasi mengenai perhitungan atas pelaksanaan kegiatan yang telah dianggarkan dalam satu tahun anggaran meliputi pendapatan, belanja, dan pembiayaan.Pendapatan diklasifikasikan berdasarkan pendapatan asli desa, pendapatan transfer, dan lain–lain pendapatan yang sah.Belanja terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan transfer.Kemudian terdapat pula pos surplus/defisit yang memuat informasi mengenai selisih lebih/kurang antara pendapatan dan belanja selama satu periode pelaporan.Klasifikasi untuk pembiayaan berdasarkan penerimaan pembiayaan, pengeluaran pembiayaan dan pembiayaan neto.Terakhir pos sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) yang berisi informasi selisih lebih antara realisasi penerimaan dan pengeluaran selama satu periode.Laporan

realisasi anggaran di Desa Condong Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo menyajikan realisasi anggaran dari tahun 2016–2019 sebagai perbandingannya.

Laporan realisasi anggaran menyajikan informasi realisasi pendapatan-LRA, belanja, transfer, surplus/defisit LRA, dan pembiayaan yang masing–masing di perbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode menurut PSAP No 02 paragraf 08, dan laporan Realisasi Anggaran disajikan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun serta penyajiannya dilakukan selambat–lambatnya 6 bulan sekali setelah berakhirnya tahun anggaran (PSAP NO 02 paragraf 10). Agar laporan realisasi anggaran menonjolkan berbagai unsur pendapatan, belanja, transfer, surplus/defisit dan pembiayaan yang diperlukan untuk penyajian wajar, maka entitas pelaporan harus menyajikan penjelasan lebih lanjut dalam catatan atas laporan keuangan, hal ini dijelaskan dalam PSAP NO 02 paragraf 12.

Menurut PSAP No 02 paragraf 13, laporan realisasi anggaran sekurang-kurangnya mencakup pso-pos Pendapatan-LRA, belanja, transfer, surplus/defisit, penerimaan pembiayaan, pengeluaran pembiayaan, pembiayaan neto, dan sisa sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran (SiLPA / SiKPA).

Pernyataan ini sesuai dengan wawancara yang disampaikan oleh Bapak Jasuri selaku Kepala Desa Condong yang menyatakan bahwa :

“Laporan Realisasi Anggaran tentang pendapatan memang sudah segitu yang kami terima, pendapatan tersebut kami serahkan kepada bendahara selaku penanggungjawab tentang ini, yang mana dari pihak bendahara langsung mentransfer ke bagiannya masing-masing.

Contohnya langsung mentransferkan ke PKK, LPP, Bumdes, dll.Pendapatan yang dimiliki juga dicantumkan secara terperinci.Di Desa Condong juga telah terdapat belanja pegawai untuk perangkat desa dan anggota BPD sebanyak 11 orang.Ada juga belanja subsidi seperti raskin.Meskipun kita tidak sepenuhnya menerapkan tentang belanja tapi setidaknya ada item terkait itu.Mengenai Belanja tidak terduga juga sudah kami terapkan.”65

Pernyataan ini juga disampaikan oleh Bapak Solihin selaku Bendahara Desa Condong yang menyatakan bahwa :

“Di Desa Condong pendapatan diakui pada saat diterima pada rekening kas umum daerah. Silpa itu contohnya begini, anggaran 2016 itu nanti dipakai pada tahun 2017, anggaran tahun 2017 dipakai pada tahun 2018 begitu seterusnya. Jadi sebelumnya kita sudah menganggarkan apa-apa yang akan kita gunakan pada tahun selanjutnya sehingga ada bidang yang namanya bidang tak terduga.

Ketika pendapatan yang kami terima sudah ada, saya langsung mentransfernya ke posnya masing-masing, seperti LKD, PKK, LPP, karang Taruna, Posyandu, dll. Dari situ, pihak mereka akan membelanjakannya sesuai yang dibutuhkan dan tentunya sesuai anggaran. Pembiayaan itu sendiri dipakai seperti membeli printer, meja kantor desa dll. Dan dalam pembiayaan neto kami catat di surplus/defisit.”66

Pernyataan ini juga disampaikan oleh Bapak Ridwan selaku Sekretaris Desa Condong yang menyatakan bahwa :

“Pendapatan di Desa Condong ini bervariasi setiap tahunnya, mengenai laporan realisasi anggaran ini sendiri disajikan memang sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. Silpa yang diterima oleh bendahara langsung dibagikan ke posnya masing-masing supaya dari pihak seperti posyandu misalnya takut ada keperluan yang dibutuhkan agar segera dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan.Di Desa Condong memang sudah menerapkan sebagian dari PSAP itu sendiri sekalipun tidak semuanya, seperti transaksi dalam mata uang

65 Jasuri, Wawancara, Probolinggo, 01 April 2019.

66 Solihin, Wawancara, Probolinggo, 16 April 2019.

asing itu kita tidak ada.Belanja yang kita terapkan seperti belanja pegawai, belanja untuk operasional raskin.”67

Wawancara tersebut dikuatkan dengan data yang diperoleh oleh peneliti yang mana diberikan langsung oleh Bendahara Desa Condong sendiri.Adapun data yang diperoleh peneliti yaitu data dari tahun 2016–

2019.68 Disana dapat dilihat bahwa unsur dari PSAP No 02 itu sendiri memang sudah terlihat apa saja didalamnya. Untuk pencatatan pendapatan-LRA pada laporan keuangan Pemerintah Desa Condong menggunakan basis kas, yang mana untuk pengakuan dan pengukuran dalam pencatatan pendapatan-LRA sendiri Desa Condong sudah mencatat sesuai dengan aturan yang ditulis dalam PSAP No 02.

Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima, baik itu melalui Bank atau melalui bendahara desa langsung (Bapak Solihin), meskipun kas yang diterima oleh bendahara sendiri merupakan pendapatan yang telah diakui. Untuk pengukuran pendapatan-LRA sama dengan di PSAP, Desa Condong sendiri menggunakan azas bruto yang mana dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

Untuk pengakuan belanja, peneliti terlebih dahulu diberikan arahan oleh bendahara desa yang mana menurut beliau belanja desa itu adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum dan pengeluarannya mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran

67 Ridwan, Wawancara, Probolinggo, 02 April 2019.

68 Sumber Data : Dokumentasi, 07 April 2019.

bersangkutan.Desa Condong untuk pos belanja menggunakan basis kas, yang mana belanja diakui pada saat uang keluar dari Kas desa dan ini sudah sesuai dengan PSAP No 02.Belanja yang digunakan di Desa Condong ini berupa belanja desa yang didalamnya terdapat belanja pegawai atau perangkat, berupa tunjanga, berupa penyusunan, penyelenggaran dan ada juga belanja tak terduga.Untuk pengukuran berdasarkan azas bruto diukur berdasarkan nilai nominal yang dikeluarkan dan dicantumkan dalam dokumen pengeluaran yang sah.

Ketidaksesuaian dalam laporan realisasi anggaran pemerintah Desa Condong ada penyajian klasifikasi belanja yang tidak sepenuhnya sesuai, dalam PSAP 02 paragraf 16 menjelaskan bahwa entitas pelaporan menyajikan klasifikasi pendapatan menurut jenis pendapatan-LRA dalam laporan realisasi anggaran, dan rincian lebih lanjut jenis pendapatan disajikan pada Catatan atas Laporan Keuangan.

Untuk pengakuan transfer, di Desa Condong ini sendiri pendapatan yang diterima desa dibagikan sesuai posnya masing-masing. Dalam transfer ada juga yang namanya transfer keluar, yang mana transfer keluar adalah transfer yang disajikan berupa transfer bagi hasil yang meliputi bagi hasil pajak. Dan di Desa Condong sendiri setiap tahunnya ada yang namanya bagi hasil pajak.Untuk tahun 2016 bagi hasil pajak di Desa Condong sebesar Rp.

15.489.200.Di tahun 2017 sebesar Rp. 18.489.200.Tahun 2018 sebesar Rp.

24.788.800 dan untuk tahun 2019 sebesar Rp. 25.414.400.

Untuk pengakuan surplus/defisit-LRA, di Desa Condong juga dicatat dalam selisih pembiayaan.Setiap tahun memang selalu begitu.Paragraf 45 menjelaskan bahwa selisih antara pendapatan-LRA dan belanja selama satu peride pelaporan dicatat dalam pos surplus/defisit-LRA.

Untuk pengakuan pembiayaan, di Desa Condong itu ada 3.Yang pertama penerimaan pembiayaan, yang kedua pengeluaran pembiayaan dan yang ketiga selisih pembiayaan atau yang biasa disebut dengan pembiayaan neto.Untuk pembiayaan ini sendiri pemerintah Desa Condong menggunakan basis kas. Untuk penerimaan pembiayaan di Desa Condong itu berasal dari pinjaman dan hasil divestasi, dan untuk pengeluaran pembiayaan itu sendiri digunakan untuk pembayaran kembali pokok pinjaman, pemberian pinjaman kepada entitas lain dan penyertaan modal oleh pemerintah. Dan untuk pembiayaan neto merupakan selisih dari pembiayaan setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan dalam periode tahun anggaran tertentu.

PSAP No 02 paragraf 50 menjelaskan tentang pembiayaan, PSAP No 02 paragraf 51 menjelaskan tentang penerimaan pembiayaan, PSAP No 02 paragraf 55 menjelaskan tentang pengeluaran pembiayaan, sedangkan untuk pembiayaan neto itu sendiri dijelaskan di PSAP No 02 paragraf 58.

Untuk pengakuan Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SiLPA/SiKPA), di Desa Condong menurut Kepala Desa memang sudah selalu sesuai anggaran, dalam artian menganggarkan anggaran yang akan digunakan untuk tahun selanjutnya, tidak lebih tidak kurang. Selisih lebih/kurang antara realisasi penerimaan dan pengeluaran selama satu

periode pelaporan dicatat dalam pos SiLPA/SiKPA.Hal ini sesuai dengan PSAP No 02 paragraf 60 yang menjelaskan bahwa SiLPA/SiKPA adalah selisih lebih/kurang antara realisasi penerimaan dan pengeluaran selama satu periode pelaporan.

Berdasarkan beberapa pendapat dapat ditarik kesimpulan bahwa PSAP No 02 di Desa Condong adalah sudah menerapkan, sekalipun ada beberapa item yang tidak sesuai karena tidak ada transaksi terkait. Akan tetapi, unsur dari PSAP No 02 sendiri sudah ada, yakni tentang Pendapatan-LRA, Belanja, Transfer, Surplus/defisit, Pembiayaan dan yang terakhir SiLPA.PSAP No 02 paragraf 5 menjelaskan bahwa laporan realisasi anggaran menyediakan informasi mengenai realisasi pendapatan-LRA, belanja, transfer, surplus/defisit-LRA, dan pembiayaan dari suatu entitas pelaporan yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya.Informasi tersebut berguna bagi para pengguna laporan dalam mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber-sumber daya ekonomi, akuntabilitas, dan ketaatan terhadap anggaran.

Dokumen terkait