• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Penyajian Data

4. Nino Informan Kunci Strata 1 Konsumen

5. Indah Informan Kunci Sma Konsumen

6. Uty Informan Kunci Diploma 3 Konsumen

7. Indra Informan Kunci Sma Konsumen

8. Herman Informan Kunci Sma Konsumen

9. Okky Informan Kunci Strata 1 Konsumen

10. Fiza Informan Kunci Strata 1 Konsumen

11. Sarti Informan Kunci Sma Konsumen

12. Yeni Informan Kunci Sma Konsumen

13. Vicky Informan Kunci Diploma 3 Konsumen

14. Ridho Informan Kunci Strata 1 Konsumen

15. Agus Informan Kunci Strata 1 Konsumen

Sumber : hasil wawancara peneliti 2014

Peneliti melakukan wawancara kepada pemilik, konsumen untuk mengetahui minat beli yang ada pada toko pakaian bekas Bapak Marbun.

4.3 Penyajian Data

Peneliti tidak menyajikan seluruh hasil wawancara dari 15 orang informan.Peneliti memilih 5 orang dari 15 jawaban informan yang dianggap mewakili dan mampu menjawab pertanyaan rumusan masalah. Hasil wawancara dari dua informan (pemilik dan konsumen) digunakan untuk menjawab minat beli konsumen pada pakaian bekas di pasar tradisional Sambu.Hal ini juga dilakukan karena banyaknya informan yang memberikan jawaban yang serupa sehingga dengan mereduksi jumlah

45

transkrip wawancara diharapkan mampu mengurangi duplikasi data. 4.3.1 Faktor-faktor Minat Beli

a. Kualitas produk

Produk merupakan salah satu unsur bauran pemasaran jasa yang dapat menentukan kepuasan konsumen.kualitas produk harus disesuaikan dengan target pasar yang dituju. Kualitas produk nantinya juga harus disesuaikan dengan bauran pemasaran lainnya. Produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan target pasar tidak akan di terima. Hal ini akan menimbulkan kerugian bagi pebisnis. Menurut Bapak Marbun produk-produk yang ditawarkan menggunakan naluri dan prediksi pakaian yang mungkin akan disukai pelanggan. Setelah Bapak Marbun memilah-milah pakaian, kemudian Bapak Marbun menggantung pakaian-pakaian dengan kualitas bagus didepan toko, sehingga konsumen tertarik untuk membeli produk pakaian yang telah di pilah Bapak Marbun.Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan pemilik, Bapak Marbun, mengatakan :

“Produk andalan yang ditawarkan adalah produk yang bermerek dengankualitas baik. Contohnya seperti wrangler, polo shirt, crocodile, giordano, dan yang paling banyak di minati oleh konsumen adalah merek polo shirt dan girdano”

Menurut Bapak Marbun alasan dia memilih menjual pakaian bekas yaitu kaos, kemeja dan jaket adalah di karenakan modal yang tidak mencukupi dan Bapak Marbun juga kurang yakin apakah bahan sandang lain seperti celana, tas, dan sepatu kurang yakin di minati oleh konsumen.

46

produk pesaing lainnya. Adapun pertanyaan mengenai kualitas produk. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan pemilik, Bapak Marbun, beliau mengatakan :

kualitas produk ini merupakan kualitas produk pilihan yang baik dan masih layak pakai dibandingkan dengan usaha lainnya karena jaminan kualitas produknya sudah diakui oleh konsumen.”

Perbedaan kualitas produk usaha Bapak Marbun dengan pesaing lainnya seperti : memiliki brand, pakaian yang masih layak dipakai, harga relatif murah. Usaha toko Bapak Marbun sejak didirikan hingga saat ini banyak diminati oleh konsumen dari berbagai kalangan.

“Biasanya sih tidak ada trik khusus dalam meyakinkan konsumen untuk membeli di sini, hanya saja yang kami jual adalah pakaian bekas yang masih terlihat bagus di tambah lagi dengan beberapa barang yang memiliki brand dengan harga yang di tawarkan jauh di bawah harga yang asli, sehingga konsumen tertarik untuk membeli.”

b. Harga

Meskipun saat ini banyak konsumen yang tidak lagi mempermasalahkan harga yang tinggi, sebagian konsumen masih sangat mempertimbangkan harga sebelum melakukan pembelian produk. Hal ini juga disesuaikan dengan pertimbangan kualitas produk yang akan dibeli. Konsumen akan rela membayar lebih mahal demi memperoleh produk dengan kualitas yang lebih baik. Namun, saat ini sebagian konsumen rela membayar mahal bukan karena pertimbangan kualitas melainkan merek yang dapat

47 diperolehnya dengan memakai produk tersebut.

Adapun harga-harga dari beberapa produk yang di jual toko Bapak Marbun yaitu : Tabel 4.2 Daftar Harga Produk Harga Kaos Rp. 30.000 – 50.000 Kemeja Rp. 45.000 – 80.000 Jaket Rp. 60.000 – 100.000

Sumber Wawancara Peneliti (2014)

Menurut Bapak Marbun, Harga yang ditawarkan sejauh ini tidak menimbulkan masalah atau keluhan pada pelanggan. Harga yang ditawarkan termasuk dalam kategori murah dan sesuai dengan tipe konsumen yang berasal dari semua golongan masyarakat, yaitu mulai dari yang golongan bawah hingga hingga menengah ke atas. Harga yang ditawarkan pun relatif sama dengan harga pesaing. Meskipun ada perbedaan harga namun Bapak Marbun mengusahakan agar selisih harga tidak terlalu tinggi jadi konsumen tidak mempermasalahkannya.

Mengenai penetapan harga Bapak Marbun berkatabahwa :

”awalnya barang dipilah, kemudian barang yang bagus di jual dengan harga yang lebih mahal, selanjutnya pakaian bekas dijadikan dalam bentuk kemas dan barang yang kualitasnya kurang bagus di beri harga murah.”

Untuk menjaga harga pakaian bekas tetap kompetitif Bapak Marbun mengutamakan menjual pakaian dengan kualitas yang bagus, seperti tidak kotor, tidak

48

sobek, dan layak di pakai.Hal ini di karenakan agar konsumen tertarik membeli pakaian bekas di toko ini. Sehingga Bapak Marbun memiliki konsumen tetap.

Untuk mengetahui perbedaan harga Bapak Marbun dengan harga pesaing lainnya.Adapun pertanyaan mengenai harga. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan pemilik, Bapak Marbun, beliau mengatakan :

“ kalau harga setiap pakaian yang saya jual lebih murah dibandingkan penjual lain.” c. Promosi

setiap bisnis baik yang berskala besar maupun kecil pasti melakukan upaya promosi produk yang dihasilkan. Istilah promosi pada dasarnya bertujuan untuk memberikan informasi detail mengenai produk sehingga membantu calon pembeli dalam membuat keputusan pembelian. Informasi dapat berupa kegunaan dan manfaat produk, harga hingga kualitas produk. Saat ini tujuan promosi tidak hanya sekedar memberikan informasi saja namun juga menekan penjualan agar mampu mencapai target yang telah ditetapkan.

Menurut Bapak Marbun, toko ini belum memiliki strategi khusus dalam melakukan promosi, namun toko ini telah menerapkan suatu jenis promosi yang lebih sederhana, berikut penuturannya.

“Promosi yang di lakukan toko ini bukanlah promosi yang besar, akan tetapi promosi yang di lakukan hanya melalui mulut ke mulut.Hal ini di karenakan oleh masyarakat yang umumnya sudah mengetahui tempat dimana untuk membeli pakaian bekas yaitu pada pasar sambu medan.”

Dari Ungkapan diatas dapat disimpulkan bahwa bentuk Promosi yang dilakukan toko Bapak Marbun lebih menekankan pada promosi dari mulut ke mulut (mouth to

49

mouth promotion) oleh para konsumen. Hal ini juga diperkuat oleh Rudy yang bertempat tinggal di daerah Perumnas Mandala Deli Serdang, Rudy merupakan satu dari sekian banyak konsumen yang membeli pakaian bekas Bapak Marbun. Menurut Rudy, ia mengetahui tentang pakaian bekas Bapak Marbun dari salah seorang temannya yang memberitahu kepadanya.

Dari keseluruhan upaya promosi yang dilakukan Bapak Marbun berkata sebenarnya upaya tersebut belum maksimal, saya rasa masih kurang, karena saya tidak mempunyai dana lebih untuk melakukan promosi-promosi besar seperti melalui media sosial ataupun pembuatan spanduk.

d. Kesadaran Merek

Kesadaran merek merupakan suatu penerimaan dan persepsi dari setiap konsumen terhadap sebuah merek dalam benak mereka, dimana hal itu ditunjukkan dari kemampuan konsumen dalam mengingat, mengenali, sebuah merek dan mengaitkannya kedalam kategori tertentu. Meningkatkan suatu kesadaran adalah suatu mekanisme untuk memperluas pasar suatu merek dan meningkatkan brand awareness merek produk tersebut dalam benak mereka.

Konsumen biasanya lebih tertarik pada pakaian-pakaian bekas yang mempunyai merek-merek ternama seperti wrangler, polo shirt, crocodile, dan girdano. Pakaian dengan merek ini di jual lebih tinggi di bandingkan dengan pakaian lainnya.

Bapak Marbun berkata “saya melihat dari stock barang yang sudah terjual, biasanya barang-barang dengan merek terkenal akan lebih banyak dicari daripada barang-barang yang tidak mempunyai merek”

50

pemilik pakaian bekas sudah sampai pada tahap tinggi yaitu top of mind (puncak pikiran)

4.4 Analisis Faktor – faktor Minat Beli Konsumen

Dokumen terkait