PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
B. Penyajian Data
Selama pengumpulan data di kabupaten Bojonegoro pada tanggal 17 Desember 2009 – 09 Januari 2010, peneliti memperoleh data model komunikasi dalam sosialisasi kebijakan pembangunan oleh pemerintah kabupaten Bojonegoro kepada masyarakat.
1. Dialog Publik Sebagai Proses Komunikasi
Dialog publik merupakan sarana komunikasi langsung antara pemerintah kabupaten Bojonegoro dengan masyarakat Bojonegoro sejak tanggal 14 Maret 2008 sesuai apa yang tertera dalam Surat Keputusan (SK) Bupati H. Suyoto nomor: 188/305/KEP/412.12/2008. Dialog tersebut digelar di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro pada hari Jum’at jam 13.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB. Sebenarnya dialog publik merupakan implementasi visi dan misi Bapak Bupati H. Suyoto saat sedang dalam proses pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kabupaten Bojonegoro
tahun 2007 lalu.32 Sejauh ini dialog publik dipandang sebagai sarana sosialisasi dan proses komunikasi yang efektif antara masyarakat dengan pemerintah. Dialog publik merupakan kegiatan rutinitas yang digelar oleh pemerintah kabupaten Bojonegoro guna membahas pembangunan yang sedang berproses. Dalam proses itu beberapa prioritas urgen kebijakan pembangunan Bojonegoro dilaksanakan secara bertahap. Sebagaimana seperti apa yang telah dikemukakan Bapak Fajar Yudhy Hartanto, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro.
“…jadi begini mas…bahwa dalam menentukan kebijakan pembangunan, Bapak Bupati telah memprioritaskan perencanaan pembangunan, tahun 2008 – 2009 infrastruktur jalan, tahun 2010 sektor pertanian (pengairan irigasi), tahun 2011 sektor pendidikan, dan tahun 2012 sektor kesehatan. Mengenai sosialisasinya mas lebih enaknya datang ke Dinas Kominfo…saja ”33 tegasnya.
Perlu dipahami kembali bahwa pembangunan merupakan suatu proses, sama halnya dengan komunikasi itu sendiri. Hal ini sesuai dalam penjelasan yang telah dipaparkan peneliti dalam latar belakang diatas.
2. Tujuan Penyelenggaraan Dialog Publik
Dialog publik digelar bertujuan agar masyarakat lebih memahami kebijakan yang telah disosialisasikan pemerintah kabupaten Bojonegoro. Dalam teknisnya, pemerintah menggandeng Dinas Komunikasi dan
32
Wawancara dengan Bu Yuyun, hari Senin 28 Desember dikantor Dinas Kominfo 33
Informasi (Kominfo) setempat. Dalam hal ini, secara kelembagaan pemerintahan Dinas Komunikasi dan Informasi bertindak sebagai fasilitator guna menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Penjelasan ini senada dengan pernyataan Ibu Yuyun, Kasi (kepala seksi) Dinas Komunikasi dan Informatika Bojonegoro bidang pengolahan dan analisis data. Dalam perbincangan dengan peneliti beliau bercerita mengenai maksud diadakannya dialog tersebut.
“…ini sedikit cerita lho mas…selain untuk sosialisasi bahwa dialog tersebut digelar dengan alasan, belum adanya pemahaman masyarakat terkait kebijakan yang telah diupayakan pemerintah, salah penafsiran terhadap program – program pemerintah…dan sebagai bentuk antisipasi terhadap salah penafsiran terhadap program pemerintah…”34
Pada kesempatan itu pula, pemerintah juga menyampaikan suatu ide – ide baru yang merupakan bentuk tindak lanjut suatu kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan pembangunan dari berbagai sektor, termasuk memberikan solusi bagi masyarakat yang sedang di landa permasalahan atau yang kurang puas dengan kondisi pembangunan di daerahnya.
3. Saluran dan Peranan Media Massa
Selain dialog publik yang dinilai lebih efektif sebagai wadah komunikasi, pemerintah juga menyediakan saluran lain agar masyarakat tetap senantiasa berkomunikasi dengan pemerintah setempat. Masyarakat dapat menggunakan surat maupun melalui SMS (pesan pendek).
34
Keikutsertaan peneliti pada dialog publik berhasil mewawancarai Mas Helmi, sekretaris pribadi (Sekpri) Wakil Bupati, disela – sela acara dialog publik mengatakan bahwa “komunikasi pemerintah dengan masyarakat selain melalui dialog publik, juga bisa ditempuh lewat surat dan SMS, bahkan Bapak bupati sendiri yang menerima SMS”.35 Dengan demikian interaksi pemerintah dengan masyarakat dalam koridor permasalahan pembangunan tidak hanya terpaku pada dialog publik tersebut.
Mengingat masyarakat yang begitu luas, peran media massa tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Nampaknya hal semacam ini sudah terantisipasi oleh pemerintah Bojonegoro. Melalui saluran radio, dibawah naungan pemerintah sendiri yaitu radio Malowopati FM (99.9 Mhz) senantiasa mengawal proses dialog publik mulai pertama kali di selenggarakannya dialog publik hingga saat ini. Selain itu radio swasta Madani FM (102.05 Mhz) juga turut menyiarkan. Kedua saluran radio tersebut menyiarkan secara langsung proses dialog publik sehingga bagi masyarakat yang tidak hadir dapat mengikuti dari dialog interaktif dengan jarak jauh. Oleh karenanya kejelasan unsur – unsur atau faktor – faktor yang terlibat dalam proses komunikasi baik dalam konteks individual, di antara dua orang atau lebih, kelompok/organisasi ataupun dalam konteks komunikasi dengan masyarakat secara luas. hubungan sosial secara informal berperan penting dalam mengubah perilaku seseorang ketika diterpa pesan komunikasi massa.
35
Wawancara dengan Mas Helmy hari jum’at 08 januari, 2009 dipendopo Kabupaten Bojonegoro
4. Proses dan Model Komunikasi
Sebelum memahami model komunikasi, terlebih juga harus memahami dulu bagaimana proses dalam suatu model komunikasi. Proses komunikasi adalah bagaimana seorang komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan, apa yang disampaikan, melalui media apa, dan bagaimana dampaknya. Untuk proses komunikasi yang terjadi pada dialog publik sebagai bentuk penjelasan berikutnya, dalam proses pelaksanaannya dialog publik dilaksanakan satu minggu sekali pada hari jum’at selama kurang lebih dua jam antar jam 13.00 – 15.00. Untuk masyarakat yang menghadiri dialog tersebut sesuai data yang penulis dapatkan dalam berbentuk daftar hadir ( tanggal 9 edisi Januari tahun II / 2009) sekitar 60 orang. Teknisnya pada dialog tersebut, telah siap dan hadir oleh jajaran eksekutif pemerintah kabupaten Bojonegoro yang berkepentingan yaitu meliputi Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas atau Satker (satuan kerja) yang telah ditentukan. Para stakeholders inilah yang nantinya atas nama Pemerintah Kabupaten berkomunikasi dengan masyarakat yang hadir pada dialog publik. Adapun model komunikasi pada dialog publik terkait sosialisasi kebijakan pembangunan kepada masyarakat meliputi :
a. Model komunikasi satu tahap (One step flow model). Model ini menyatakan bahwa informasi mengalir langsung berpengaruh pada audiensnya tanpa membutuhkan perantara atau media massa langsung pada audiens. Sebagaimana yang terjadi pada dialog publik itu sendiri, dimana pemerintah berhadapan langsung dengan masyarakat untuk
menjelaskan program atau kebijakan yang telah ditempuh pemerintah terutama menyangkut kegiatan – kegiatan pembangunan.
Gambar 3.1
Model Komunikasi Satu Tahap (one step flow communication)
dialog
Peserta Dialog Publik Komunikator
b. Model Komunikasi dua tahap (Two step flow model). Dalam model ini, informasi pada mulanya tersebar melalui media massa yang kemudian diterima oleh pemuka pendapat (peserta dialog publik), informasi tersebut kemudian disebarkan kepada masyarakat. Kehadiran media massa dalam kegiatan dialog publik yakni radio Malowopati FM dan Madani FM merupakan bentuk peran komunikasi (massa) yang berfungsi mengakomodir dan menyebarluaskan pesan – pesan yang terjadi dalam proses komunikasi dialogis antara pemerintah dan masyarakat. Pancaran dari kedua media massa tersebut inilah yang nanti dapat diakses oleh para pemuka pendapat dan untuk kemudian dapat disebarkan kepada masyarakat.
Gambar 3.2
c. Model Komunikasi banyak tahap (Multi step flow model). Model ini menunjukkan adanya banyak variasi dalam penyebaran informasi dari sumber kepada khalayak. Sebagai khalayak memperoleh informasi langsung dari media massa sebagai sumber, mungkin juga sebagai khalayak (penerima) mendapat informasi melalui berbagai tahap yang harus dilalui setelah disebarkan oleh sumber informasi.
Gambar 3.3
Model Komunikasi Banyak Tahap (Two Step Flow Model Communication)
Khalayak Luas Peserta Dialog Publik
Komunikator
Peserta Dialog Publik
Khalayak Luas Media Massa
Komunikator