BAB IV PENYAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN DATA
A. Penyajian Data
Sesuai dengan permasalahan penelitian, data yang disajikan berupa
bentuk-bentuk deiksis pada novel Bila Cinta Mencari Cahaya karya Harri Ash
Shiddiqie dan skenario pembelajaran penggunaan deiksis dan menulis narasi pada
siswa kelas X. Di bawah ini dipaparkan kedua sajian tersebut.
Tabel 4.
Jenis-jenis Deiksis dalam Novel Bila Cinta Mencari Cahaya Karya Harri Ash Shiddiqie
No Jenis-jenis Deiksis Penyajian Data
1 Deiksis
Eksofora
a. Deiksis persona tunggal
1) Berjilbab? “ Kata komisaris itu dengan tegas. “Tidak”. Saya tidak mau terima (BCMC: 2).
2) Pak Herman mengangkat tangan. “Justru karena menyangkut kebun Cicamara saya
berkonsultasi dengan ibu,
saya berhati-hati (BCMC:
3).
3) Ibu Nita memandang Izza. Keheranannya berada di puncak. “Mengapa kamu tersenyum?.” “Saya sudah menduga pertanyaan demikian akan muncul (BCMC: 11).
4) Pak Agus Berusaha tersenyum, hambar, dan matanya tidak lepas memandang Izza. “Kita pernah bertemu di kantor ibu saya, kan? (BCMC: 34).
b. Deiksis persona kedua tunggal
1) Akan tetapi, jangan hilang hilang kontrol Izza. Kamu sudah berbuat kesalahan, kamu bicara banyak tentang diri kamu sendiri, tentang nama, tentang kesiapan berada di Cicamara, dan tentang jilbabmu (BCMC: 11). 2) Setelah itu, pasti kamu
Izza, akan
melanjutkannya, bila ibu suka krem ini, saya suka jilbab saya (BCMC: 13). 3) Izza heran dan aneh
karena tawa kecil itu panjang. Ibu Nita masih tersenyum-senyum. “Kamu bukan hanya tidak bisa menjawab
pertanyaan saya, tetapi ada nada pasrah di sana (BCMC: 128).
4) “Kamu tidak rindu dengan kampungmu, Izza?” (BCMC: 146).
c. Deiksis persona ketiga tunggal
1) Bu Nita mulai jengkel. Ia telah disudutkan (BCMC: 3).
2) Pertama kali Izza ke Cicamara saai ia masih SMP (BCMC: 25). 3) Izza menunduk. Ia
memandang ujung meja yang ia pegang (BCMC: 35).
4) Izza kembali ke kursinya.
Ia terkejut harus
menemani Ibu Nita menginap (BCMC: 48).
d. Deiksis persona ketiga jamak
1) Para pemetik teh tidak menyukai pendatang yang tidak memetik daun bersama mereka (BCMC: 9-10).
2) Pak Agus dengan Istrinya. Keduanya berjalan melewati mereka menuju parkir mobil (BCMC: 19).
3) Titin dan Mintarsih sudah menyelesaikan tugasnya.
Mereka meletakkan kunci
di meja, lalu beranjak keluar (BCMC: 37). 4) Izza menerangkan kepada
Bu Liris tatkala mereka sudah menginjak halaman rumah biru (BCMC: 81).
e. Deiksis tempat atau
ruang
1) Konon, perumahan ini diperuntukan bagi pembantu utama pemilik kebun tatkala membuka kebun pertama kali yang kemudian berstatus mandor (BCMC: 27).
2) Izza dan Titin
menyelesaikan pekerjaan di
rumah biru sampai pukul
satu (BCMC: 51). 3) Di pabrik, Pak Koswara
meletakkan sepeda
motornya di tempat parkir (BCMC: 118).
4) Masih ditegaskan, ia ikut mengatur kebun ini (BCMC: 167).
5) Sampai di Cicamara, tanpa ragu-ragu, ia langsung
masuk halaman kantor (BCMC: 199).
f. Deiksis Waktu 1) Kini, ibu komisaris itu
mengujinya (BCMC: 7). 2) Kini, kepala kantor itu
sedang menunggu perintah (BCMC: 197) .
3) Sebelumnya tidak pernah (BCMC: 19).
4) Tahun depan umur saya tepat tiga puluh tahun, tepatnya Juli 1995 (BCMC: 20).
5) Ketakjuban sepuluh tahun
lalu masih menghujam di
dada Izza (BCMC: 26). 6) Pagi ini, Izza sudah duduk
di kantornya (BCMC: 32).
2 Deiksis
Endofora
a. Deiksis Anafora 1) Bibinya lalu memesan travel. Ini memberi kesempatan Izza mengisi perutnya (BCMC: 21). 2) Tampak ada rumah lain di
tepi jalan raya. Rumah itu dari jauh tertutup pepohonan (BCMC: 25).
3) Sejenak di antara keduanya tak ada yang bersuara. Pembicaraan itu berhenti (BCMC: 61).
b. Deiksis Katafora 1) Penolakan itu adalah
gelombang dengan suara bergemuruh yang besar (BCMC: 6).
2) Bagian kanan merupakan satu ruang tidur, besar, dan ada pintu tembus di depan kamar mandi (BCMC: 50). 3) Hidup terasa sia-si(BCMC:
Tabel 5.
Skenario Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bentuk-bentuk Deiksis pada Novel
Bila Cinta Mencari Cahaya Karya Harri Ash Shiddiqie yang diintegrasikan dalam
Pembelajaran Menulis Narasi bagi Siswa Kelas X SMA
No Komponen Deskripsi
1 Identitas Sekolah SMA Negeri
2 Standar Kompetensi 4.Mengungkapkan informasi dalam berbagai
bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositoris)
3 Kompetensi Dasar 4.1 Menulis gagasan dengan menggunakan
pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragraf narasi
4 Indikator a. Siswa dapat mendaftar topik-topik yang
dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif
b. Siswa dapat menyusun kerangka paragraf naratif berdasarkan kronologi waktu dan peristiwa
c. Siswa dapat mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi paragraf d. Siswa dapat menyunting paragraf naratif
yang ditulis teman berdasarkan kronologi, waktu, peristiwa, dan EYD, serta
e. Siswa dapat menggunakan kata ulang dalam paragraf naratif.
5 Tujuan Pembelajaran a. Siswa dapat mendaftar topik-topikyang
dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif
b. Siswa dapat menyusun kerangka paragraf naratif berdasarkan kronologi waktu dan peristiwa
c. Siswa dapat mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi paragraf d. Siswa dapat menyunting paragraf naratif
yang ditulis teman berdasarkan kronologi, waktu, peristiwa, dan EYD, serta
e. Siswa dapat menggunakan kata ulang dalam paragraf naratif.
6 Bahan Ajar a. Novel Bila Cinta Mencari Cahaya karya
Harri Ash Shiddiqie b. Jenis- jenis deiksis c. Menulis narasi
8 Metode Pembelajaran a. Metode Ceramah b. Metode problem solving c. Penugasan
9 Strategi Pembelajaran a) Bagian awal
Guru mengucapkan salam, mengondisikan kelas dengan presensi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran
b) Bagian inti c) Eksplorasi
d) Memberikan umpan pertanyaan apakah siswa pernah menganalisis bentuk deiksis pada novel, dan
e) Melakukan tanya jawab mengenai deiksis apa saja yang ditemukan dalam novel tersebut
2) Elaborasi
a) Menjelaskan materi tentang pronomina (kata ganti) dan membuka sesi pertanyaan mengenai materi yang telah dijelaskan guru
b) Membagi kelas menjadi beberapa
kelompok, masing-masing kelompok diberi permasalahan, yakni mencari deiksis yang terdapat dalam novel Bila Cinta Mencari
Cahaya karya Harri Ash Shiddiqie
c) Memerintahkan siswa untuk menganalisis jenis-jenis deiksis yang terdapat pada novel
Bila Cinta Mencari Cahaya karya Harri
Ash Shiddiqie.
10 Sumber Belajar Buku pelajaran bahasa Indonesia kelas X
SMA.
11 Media Pembelajaran Media visual LCD
1. Bentuk- Bentuk Deiksis pada Novel Bila Cinta Mencari Cahaya Karya Harri Ash Shiddiqie.
Bentuk-bentuk deiksis yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi
dua macam. Dalam penelitian ini penulis sependapat dengan disertasi yang telah
diteliti secara rinci oleh Kaswanti Purwo. Purwo (1984: 11) dalam disertasinya
membagi deiksis menjadi deiksis luar-tuturan (eksofora) dan deiksis deiksis
dalam-tuturan (endofora). Deiksis luar-tuturan meliputi deiksis persona, ruang,
dan waktu. Deiksis dalam-tuturan meliputi anafora dan katafora.
2. Skenario Pembelajaran Bentuk-bentuk Deiksis pada Novel Bila Cinta
Mencari Cahaya Karya Harri Ash Shiddiqie yang diintegrasikan
dalam Pembelajaran Menulis Narasi bagi Siswa Kelas X SMA.
Skenario pembelajaran bentuk-bentuk deiksis atau pada tataran SMA lebih
dikenal dengan istilah pronomina (kata ganti) pada novel Bila Cinta Mencari
Cahaya karya Harri Ash Shiddiqie yang diintegrasikan dalam pembelajaran
menulis narasi bagi kelas X SMA berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) diawali dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP). Beberapa hal tentang strategi pembelajaran dipaparkan di bawah ini.
a. Standar Kompetensi
Standar kompetensi yang mendasari pembelajaran ini adalah
mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif,
b. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar (KD) yang melatarbelakangi penelitian, yakni pada
(KD) nomor 4.1 Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan
tempat dalam bentuk paragraf naratif.
c. Indikator
Berdasarkan KD di atas, indikator yang dapat menggambarkan
keberhasilan proses pembelajaran penggunaan deiksis dan menulis narasi adalah
sebagai berikut:
1. mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf
naratif,
2. menyusun kerangka paragraf naratif berdasarkan kronologi waktu
dan peristiwa,
3. mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi paragraf,
4. menyunting paragraf naratif yang ditulis teman berdasarkan
kronologi, waktu, peristiwa, dan EYD, serta
5. menggunakan kata ulang dalam paragraf naratif.
d. Tujuan Pembelajaran
Setelah menempuh pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu membuat
paragraf narasi dengan baik menggunakan ketentuan-ketentuan yang telah
e. Materi Pokok/Bahan Ajar
Materi pokok/bahan ajar dalam pembelajaran penggunaan deiksis atau
pada tataran SMA lebih dikenal dengan istilah pronomina (kata ganti) yang
diintegrasikan dengan pembelajaran menulis karangan narasi pada siswa kelas X
SMA adalah:
1. novel Bila Cinta Mencari Cahaya karya Harri Ash Shiddie,
2. analisis deiksis (kata ganti) pada novel Bila Cinta Mencari Cahaya
karya Harri Ash Shiddie, dan
3. langkah-langkah menulis narasi
f. Alokasi Waktu
Alokasi waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan SK dan KD dalam
pembelajaran ini adalah empat jam pelajaran (4 x 45 menit). Waktu tersebut
terbagi menjadi dua pertemuan.
g. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran ini merupakan kombinasi dari tiga metode
pembelajaran, yakni: (1) metode ceramah, (2) metode pembelajaran problem
solving (metode pemecah masalah), dan (3) penugasan.
h. Strategi Pembelajaran
Secara umum, strategi pembelajaran dibagi menjadi tiga, yakni bagian
awal, bagian inti, dan bagian akhir. Pada bagian inti, pembelajaran deiksis atau
atau pada tataran SMA lebih dikenal dengan istilah pronomina (kata ganti) ini
mengombinasikan ketiga metode yang telah dijelaskan pada metode pembelajaran
Berikut ini strategi pada pertemuan pertama yang memiliki alokasi waktu
dua jam pembelajaran.
1. Bagian Awal (10 menit)
Hal-hal yang dapat dilakukan guru pada bagian ini adalah:
a. mengucapkan salam,
b. mengondisikan kelas dengan presensi,
c. melakukan apersepsi dengan tanya jawab mengenai pronomina
(kata ganti) dan paragraf narasi, dan
d. menyampaikan tujuan pembelajaran
2. Bagian Inti (70 menit)
Hal-hal yang dapat dilakukan guru pada bagian ini adalah:
a. Kegiatan Eksplorasi
1) memberikan umpan pertanyaan apakah siswa pernah
menganalisis bentuk deiksis pada novel, dan
2) melakukan tanya jawab mengenai deiksis apa saja yang
ditemukan dalam novel tersebut.
b. Kegiatan Elaborasi
1) menjelaskan materi deiksis dan membuka sesi pertanyaan
mengenai materi yang telah dijelaskan guru,
2) membagi kelas menjadi beberapa kelompok, masing-masing
kelompok diberi permasalahan, yakni mencari deiksis yang
terdapat dalam novel Bila Cinta Mencari Cahaya karya Harri
3) memerintahkan siswa untuk menganalisis jenis-jenis deiksis
yang terdapat pada novel Bila Cinta Mencari Cahaya karya
Harri Ash Shiddiqie.
4) memerintahkan siswa untuk mengumpulkan pekerjaan yang
telah selesai untuk dikoreksi guru.
c. Kegiatan Konfirmasi
1) melakukan tanya jawab mengenai jenis deiksis apa yang tidak
terdapat pada novel yang telah mereka analisis dan kesulitan apa
yang mereka alami saat menganalisis artikel.
2) memberikan rangkuman akhir mengenai jalannya proses
pembelajaran.
3. Kegitan Penutup (10 menit)
1) menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan yang
akan datang, dan
2) pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
Strategi pertemuan kedua tidak berbeda dengan strategi pertemuan
pertama.Pertemuan kedua hanya melanjutkan materi untuk menuntaskan KD.
Berikut adalah strategi pada pertemuan kedua yang memiliki alokasi waktu dua
jam pelajaran.
1. Kegiatan Awal (10 menit)
Hal-hal yang dapat dilakukan guru pada bagian ini adalah:
a) mengucapkan salam,
c) melakukan apersepsi dengan tanya jawab mengenai deiksis dan paragraf
narasi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, dan
d) menyampaikan tujuan pembelajaran
2. Bagian Inti (70 menit)
Hal-hal yang dapat dilakukan guru pada bagian ini adalah:
a. Kegiatan Eksplorasi
1) memberikan umpan pertanyaan apakah siswa pernah menulis narasi
sebelumnya dan topik apa yang mereka angkat,
2) tanya jawab dengan pertanyaan mengapa siswa menulis narasi dengan
topik yang mereka pilih.
b. Kegiatan Elaborasi
1) menjelaskan materi mengenai narasi dan langkah-langkah menulis narasi,
2) memperlihatkan beberapa contoh karangan narasi agar siswa dapat
memahami makna karangan narasi,
3) memerintahkan siswa untuk membuat sebuah karangan narasi secara
individu dengan ketentuan di dalam karangan di dalam karangan tersebut
terdapat bentuk-bentu deiksis dan topik yang diangkat sesuai dengan
kegemaran siswa,
4) memerintahkan siswa untuk mengumpulkan hasil pekerjaan yang telah
selesai ke meja guru,
5) memilih pekerjaan siswa untuk dibacakan di depan kelas dengan
6) melakukan tanya jawab mengenai paragraf narasi yang telah dibacakan
siswa,
7) memerintahkan siswa untuk menanggapi paragraf narasi teman.
c. Kegiatan Konfirmasi
1) melakukan tanya jawab mengenai kesulitan apa yang dialami siswa ketika
menulis paragraf narasi,
2) memberikan rangkuman akhir mengenai proses pembelajaran.
3) Kegiatan Penutup (10 menit)
a) menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan yang akan
datang, dan
b) pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
i. Sumber Belajar
Sumber belajar yang digunakan pada pembelajaran ini adalah foto
kopi ikhtisar materi seputar teori-teori tentang narasi dan deiksis yang
dibuat oleh guru sesuai dengan kepentingan pembelajaran.
j. Media Pembelajaran
Media yang digunakan sebagai alat bantu agar mengefektifkan
proses pembelajaran adalah media visual berupa LCD dan disampaikan
bentuk power ponit, guru mempresentasikan materi dengan aneka variasi
dan penampilan yang menarik perhatian siswa.
k. Penilain
Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini, yakni dengan
metode problem solving, dan penugasan yang diuraikan ke dalam tiga
unsur penilaian. Unsur penilaian yang dimaksud terdiri dari: (1)teknik
penilaian, (2) bentuk instrumen, dan (3) contoh instrumen.