A. Hasil penelitian 1. Deskripsi penelitian
2. Penyajian Data Proses dan Hasil Penelitian a. Siklus I
1) Rencana Tindakan
Sebelum pelaksanaan tindakan diterapkan dalam pembelajaran di kelas, terlebih dahulu dilakukan persiapan dan rencana sebagai berikut:
a) Menelaa kurikulum sekolah dasar mata pelajaran matemtikan di kelas V tentang pecahan
b) Menyuun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) siklus I.
c) Membuat lembar kerja siswa (LKS).
d) Membuat lembar observasi terhdap siswa dan guru.
2) Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran di kelas sesuai dengan rencana tindakan.
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17 juni 2017 berdasarkan pembagian kegiatan dalam RPP pertemuan I siklus I yakni: kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir. Pada kegiatan awal dilaksanakan penyampaian apersepsi, motivasi, dan tujuan materi yang akan diajarankan tentang pecahan.
Memasuki kegiatan inti pemelajaran, peneliti menerapkan langkah-langkah model pembelajaran Taems Games Tournament.
Siswa dibagi dalam 5 kelompok di lihat sesuai dengan hasil belajar siswa, setiap kelompok terdiri dari 5 orang siswa. Selanjitnya guru membagikan soal yang sudah di siapkan ke setiap kelompok. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu, hanya dilakukan oleh 5 kelompok tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya terbatas pada kelompok tersebut. Guru menetapkan siapa yang pertama berperan sebgai pembicara 1, pembicara 2, penantang 1, penantang 2, dan penantang 3pada meja tournament, sementara teman kelompoknya mengerjakan soal soal yang sudah dibagikan dalam kelompok, dan guru membuat kesimpulan.
Pada akhir pembelajaran peneliti melaksanakan tes, hasil tes menunjukan bahwa hasil belajar siswa masih tergolong rendah, data perolehan hasil belajara dapat dilihat pada lampiran.
3) Observasi
Observasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap aktivitas siswa dan peneliti selaku guru selama proses belajara mengajar sedang berlangsung. Pengamatan tersebut memberikan hasil yan dicatat dalam lembar observasi guru dan siswa yang telah dipersiapkan. Pengamatan dan pencatatan dilakukan oleh seorang pengamat/ obsevasi.
a) Observasi siswa.
Table 4.1 hasil observasi aktivitas siswa pada siklus 1
No Nama Aspek yang di amati
Kehadiran Keaktifan bertanya
Keaktifan menjawab
1. Ferti sandira -
2. Andri dwi Thomas - -
3. Anggi prasetyo - -
4. Lia yuliani -
5. Wahyu afrizal - -
6. Adi widodo
7. Akhmad yusuf -
8. A. Rofik - -
9. Ari dwi setiawan -
10. Cahyani -
11. Didan Rhamadan -
12. Ellsa dilla -
13. Maulana -
14. M. Ade - -
15. M. Hana halfan -
16. M. Ipnu -
17. M. Rifaldi -
18. M. Adi - -
19. Nurfitriani -
20. Rizki maulana
21. Malasari -
22. Sinta -
23. Khadija - -
24. Putri Elsa - -
25. Ainun Fadilla
Persentase 100% 44% 36%
Berdasarkan 4.1 menunjukan bahwa aktivitas siswa yang hadir adalah 25 orang, siswa yang aktif bertanya 11 0rang, sementara sisawa yang menjawab pertanyaan 9 orang. Berdasarkan data di atas peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I sudah cukup antusias dalam mengukuti pembelajaran, walaupun masih banyak siswa yang kurang aktif dan ragu menjawab petanyaan dari peneliti maupu dari teman-temanya.
a) Observasi guru
Pengamatan terhadap guru dalam hal ini peneliti, dilakukan dengan mengamati langkah metode teams games tournamen oleh peneliti. Dari pengamatan tersebut, guru tidak membagi siswa berdasarkan perbedaan tingkatan kemampuan siswa, guru tidak membimbing siswa dalam berdiskusi untuk menentukan jawaban yang benar. Sehingga dapat dikatakan bahwa guru belum melaksanakan peneliti dengan baik. Dari lembar observasi dapat dilihat bahwa peneliti relatif melaksanakan 40%
langkah metode teams games tournamen, berada pada rentang 35-54%
atau dapat dikualifikasikan rendah.
4) Evaluasi
Pada siklus I ini dilaksanakan tes hasil belajar yang berbentuk ulangan harian setelah selesai penyajian sub pokok bahasan. Adapun data skor hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Sangiang Pulau melalui pambelajaran teams games tournamen pada siklus I jumlah siswa 25 0rang, skor ideal 100, nilai maksimum 90, nilai minimum 60, rentang skor 30, skor rata-rata 75.Dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini :
Tabel 4.2 Statistik Skor Hasil Belajar Siswa Kelas V Inpres Sangiang Pulau Kabupaten Bima.
Statistik Nilai statistic
Jumlah siswa Skor ideal Nilai maksimal Nilai minimum Rentang skor Skot rata-rata
25 100
90 60 30 75
Apabila skor hasil belajar siswa dikelompokkan ke dalam 5 kategori maka diperoleh distribusi frekuensi nilai yang disajikan pada tabel 4.3 :
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Inpres Sangiang Pulau Pada Siklus I
Skor Kategori Frekuensi Persentase (%) 85–100
65 – 84 55 – 64 35 – 54 0 – 34
Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah
0 16
5 4 0
0 64%
20%
16%
0
Jumlah 25 100%
Nilai tes hasil belajar siswa, dikelompokkan berdasarkan KKM sekolah.
Di mana dari pengelompokan tersebut, memperlihatkan bahwa: di antara 25 orang siswa kelas V, terdapat 4 orang atau 16% siswa kelas V yang dalam distribusi Frekuensi memperoleh nilai (35-54 ). Taraf berada pada rentang 0%
– 34% berada dalam kategori rendah. Hasil tersebut berada di bawah indikator proses yang ditentukan dalam indikator keberhasilan. belum mencapai target dalam indikator keberhasilan, dimana dari hasil tes, hanya 4 orang atau 16% yang mendapat nilai 65, sementara indikator keberhasilan yang diharapkan diatas 75%.
Dari kekurangan-kekurangan yang terjadi tersebut di atas, diadakan perbaikan pelaksanaan untuk diterapkan pada siklus II sebagai berikut:
a) Guru akan menyampaikan materi dengan lengkap dan jelas kepada siswa, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti.
b) Guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar yang memadukan siswa yang tuntas dan yang belum tuntas pada siklus I, serta mengarahkan siswa yang tuntas dapat menjadi tutor bagi temannya yang belum tuntas.
Sehingga aktivitas diskusi dalam kelompok dapat berlangsung lebih baik.
c) Melakukan kunjungan kepada kelompok, untuk memberikan bimbingan kepada siswa, sehingga diharapkan hasil belajar siswa pada siklus II dapat mencapai indikator keberhasilan penelitian.
4) Refleksi
Refleksi pada siklus I, bertujuan untuk melihat kekurangan-kekurangan pada pelaksanaan, serta mencari solusi penanggulangannya. Kekurangan dalam pelaksanaan siklus I, sebagai berikut:
a) Guru menyampaikan materi kepada siswa di depan kelas, tanpa ada umpan balik, seperti bertanya atau meminta siswa menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti, sehingga dalam pembelajaran siswa tidak memahami memainkan permainan dalam meja tournament.
b) Guru membentuk kelompok tanpa memperhatikan tingkat kemampuan siswa. Kelompok belajar belum berdasarkan ketuntasan siswa, karena ketuntasan siswa diperoleh melalui pengelompokan skor hasil belajar siswa (nilai 70 ke atas dikualifikasikan tuntas, dan nilai di bawah 70
dikualifikasikan belum tuntas), sementara pada siklus I baru diadakan tes hasil belajar. Sehingga aktivitas siswa dalam diskusi kelompok kurang merata, dari 25 siswa kelas V, terdapat 7 orang yang terbilang aktif.
Siswa masih bersifat individu dalam membahas dan menjawab LKS, tidak membantu temannya yang pasif.
c) Guru tidak mengunjungi kelompok untuk memberikan bimbingan kepada siswa secara personal.
a. Siklus II
1) Rencana tindakan
Sebelum pelaksanaan tindakan diterapkan dalam pembelajaran di kelas, terlebih dahulu dilakukan persiapan dan rencana, sebagai berikut:
a) Menelaah kurikulum Sekolah Dasar mata pelajaran Matematika di kelas V tentang pecahan.
b) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) siklus II.
c) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS).
d) Membuat lembar observasi, terhadap siswa dan guru.
2) Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran di kelas sesuai dengan rencana tindakan.
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2017 berdasarkan pembagian kegiatan dalam RPP siklus II, yakni: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Pada kegiatan awal, dilaksanakan diawali peneliti dengan penyampaian apersepsi, motivasi, dan tujuan dari materi yang akan diajarkan tentang
pecahan. Memasuki kegiatan inti pembelajaran, peneliti menerapkan langkah-langkah model teams games tournament.
Siswa dibagi dalam 5 kelompok dengan memperhatikan nilai hasil belajar siswa pada siklus I, setiap kelompok terdiri dari 5 orang siswa,. Selanjutnya guru membagikan LKS sebagai tugas untuk dikerjakan. Langkah 1: Bekerja Berpasangan. Tim atau kelompok di bangi dalam Pasangan-pasangan. Satu siswa dalam pasangan itu mengerjakan lember kegiatan atau masalah sementara siswa yang lain membantu atau melatih. Langkah 2: Pelatih mengecek. Siswa yang menjadi pelatih mengecek pekerjaan parnernya.
Apabila pelatih dan parnernya itu tidak sependapat terhadap suatu jawaban atau ide, mereka boleh meminta petunjuk dari pasangan lain. Langkah 3:
Pelatih memuji. Apabila partner setuju, pelatih memberikan pujian.Langkah 4-6: Bertukar peran. Seluruh partner bertukar peran dan mengulangi langkah 1-3.Langkah 7:Pasangan mengecek. Seluruh pasangan tim kembali bersama dan membandingkan jawaban.Langkah 8:Tim menyatakan suka cita kebersamaan. Apabila seluruhnya setuju dengan jawaban-jawaban, anggota tim berjabat tangan atau melakukan sesuatu sebagai tanda kebersamaan yang lain.
pada siklus II ini respon siswa menanggapi jawaban teman sudah lebih baik. Di akhir proses pembelajaran, guru menyimpulkan materi pembelajaran dan memberikan penguatan dengan menyampaikan jawaban LKS yang benar.
Pada akhir pembelajaran peneliti melaksanakan tes, hasil tes menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan tergolong cukup, data perolehan hasil belajar dapat di lihat pada lampiran 3) Observasi
Observasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap aktivitas siswa dan peneliti selaku guru selama proses belajar mengajar sedang berlangsung. Pengamatan tersebut memberikan hasil yang dicatat dalam lembar observasi guru dan siswa yang telah dipersiapkan. Pengamatan dan pencatatan dilakukan oleh seorang pengamat/observer.
a) Observasi Siswa.
Tabel 4.4 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus II
No Nama Aspek yang di amati
Kehadiran Keaktifan bertanya
Keaktifan menjawab
1. Ferti sandira
2. Andri dwi Thomas -
3. Anggi prasetyo -
4. Lia yuliani
5. Wahyu afrizal
6. Adi widodo
7. Akhmad yusuf
8. B. Rofik
9. Ari dwi setiawan -
10. Cahyani
11. Didan Rhamadan
12. Ellsa dilla -
13. Maulana -
14. M. Ade
15. M. Hana halfan -
16. M. Ibnu -
17. M. Rifaldi
18. M. Adi -
19. Nurfitriani -
20. Rizki maulana -
21. Malasari -
22. Sinta -
23. Khadija
24. Putri Elsa -
25. Ainun Fadilla
Persentase 100% 60% 68%
Berdasarkan tabel 4.4 menunjukan bahwa banyak siswa yang aktivitas bertanya adalah 15 0rang, Siswa yang aktif menjawab 17 0rang. Berdasarkan data di atas peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus II sangat antusias dalam mengukuti pembelajaran, siswa sudah aktif dalam mengikuti pembelajaran. Siswa sudah aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dari peneliti maupu dari teman-temanya.
b) Observasi Guru
Pengamatan terhadap guru dalam hal ini peneliti, dilakukan dengan mengamati langkah model teams games tournament oleh peneliti.
Berdasarkan hasil refleksi siklus II guru telah mencoba menerapkan model teams games tournament dengan baik meskipun masih terdapat kekurangan, dimana guru sudah relatif optimal dalam membimbing siswa dalam diskusi untuk menentukan jawaban. Namun dapat dikatakan bahwa guru telah melaksanakan peneliti dengan baik. Dari lembar observasi dapat dilihat bahwa peneliti relatif telah melaksanakan 85% langkah model
teams games tournament, berada pada rentang 85-100% atau dapat dikualifikasikan sangat tinggi..
b. Pelaksanaan pertemuan ke 2 siklus II.
Pelaksanaan pembelajaran di kelas sesuai dengan rencana tindakan.
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 juni 2017 berdasarkan pembagian kegiatan dalam RPP siklus II, yakni: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Pada kegiatan awal, dilaksanakan diawali peneliti dengan penyampaian apersepsi, motivasi, dan tujuan dari materi yang akan diajarkan tentang kenampakan alam. Memasuki kegiatan inti pembelajaran, peneliti menerapkan langkah-langkah model teams games tournament Siswa dibagi dalam 5 kelompok dengan memperhatikan nilai hasil belajar siswa pada siklus II, setiap kelompok terdiri dari 5 orang siswa,. Selanjutnya guru membagikan LKS sebagai tugas untuk dikerjakan. Langkah 1: Bekerja Berpasangan. Tim atau kelompok di bangi dalam Pasangan-pasangan. Satu siswa dalam pasangan itu mengerjakan lember kegiatan atau masalah sementara siswa yang lain membantu atau melatih. Langkah 2: Pelatih mengecek. Siswa yang menjadi pelatih mengecek pekerjaan parnernya.
Apabila pelatih dan parnernya itu tidak sependapat terhadap suatu jawaban atau ide, mereka boleh meminta petunjuk dari pasangan lain. Langkah 3:
Pelatih memuji. Apabila partner setuju, pelatih memberikan pujian.Langkah 4-6: Bertukar peran. Seluruh partner bertukar peran dan mengulangi langkah 1-3.Langkah 7:Pasangan mengecek. Seluruh pasangan tim kembali bersama
dan membandingkan jawaban.Langkah 8:Tim menyatakan suka cita kebersamaan. Apabila seluruhnya setuju dengan jawaban-jawaban, anggota tim berjabat tangan atau melakukan sesuatu sebagai tanda kebersamaan yang lain.
pada siklus II ini respon siswa menanggapi jawaban teman sudah lebih baik. Di akhir proses pembelajaran, guru menyimpulkan materi pembelajaran dan memberikan penguatan dengan menyampaikan jawaban LKS yang benar.
Pada akhir pembelajaran peneliti melaksanakan tes, hasil tes menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan tergolong cukup.
c) Observasi Siswa.
Aktivitas siswa dapat dilihat dari diskusi internal kelompok. Kelompok yang dibentuk berdasarkan perbedaan tingkatan kemampuan siswa setelah memperhatikan hasil penelitian siklus II, maka aktivitas siswa mengalami peningkatan sehingga relatif memuaskan, dimana setiap kelompok sudah melaksanakan diskusi kelompok dengan baik, walaupun masih terdapat beberapa siswa yang kurang aktif dalam diskusi, dari 25 siswa kelas V terdapat 80% yang merespon aktif pembelajaran. Jika disesuaikan dengan tabel keberhasilan berada pada rentang 65%-85% atau dikualifikasikan tinggi.
d) Observasi Guru
Pengamatan terhadap guru dalam hal ini peneliti, dilakukan dengan mengamati langkah model teams games tournament oleh peneliti.
Berdasarkan hasil refleksi siklus II guru telah mencoba menerapkan model teams games tournament dengan baik meskipun masih terdapat kekurangan, dimana guru sudah relatif optimal dalam membimbing siswa dalam diskusi untuk menentukan jawaban. Namun dapat dikatakan bahwa guru telah melaksanakan peneliti dengan baik. Dari lembar observasi dapat dilihat bahwa peneliti relatif telah melaksanakan 85% langkah model teams games tournament, berada pada rentang 85-100% atau dapat dikualifikasikan sangat tinggi.
e) Evaluasi
Sama halnya pada siklus I, tes hasil belajar pada siklus II ini dengan pokok bahasan pecahan dilaksanakan dengan bentuk ulangan harian.
Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa skor rata-rata yang dicapai oleh siswa kelas V SD Inpres Sangiang Pulau yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran teams games tournament pada siklus II dengan jumlah siswa 25 orang, skor ideal yang dicapai 100, nilai maksimum 90 nilai minimu1m 75, rentang skor 15, skor rata-rata 7,2.
sesuai yang disajikan dalam tabel 4.5 berikut ini :
Tabel 4.5 Statistik Skor Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Inpres Sangiang pulau
Statistik Nilai statistic
Jumlah siswa Skor ideal Nilai maksimum
Nilai minimum Rentang skor Skor rata-rata
25 100
90 75 15 72
Apabila skor hasil belajar siswa dikelompokkan ke dalam 5 kategori maka diperoleh distribusi frekuensi nilai seperti pada tabel 4.6:
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Inpres Sangang Pulau Pada Siklus II
Skor Kategori Frekuensi Persentase (%) 85 – 100
65 – 84 55 – 64 35 – 54 0 – 34
Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah
15 10 0 0 0
60%
40%
0 0 0
Jumlah 25 100%
Nilai tes hasil belajar siswa, dikelompokkan berdasarkan KKM sekolah.
Di mana dari pengelompokan tersebut, memperlihatkan bahwa: di antara 25
orang siswa kelas V, terdapat 25 orang atau 100% siswa kelas V yang tuntas (mencapai nilai 65 ke atas). Taraf keberhasilan 65% berada pada rentang 65%–85% berada kategori sedang tabel keberhasilan dengan kualifikasi berhasil.
Berdasarkan Tabel 4.3 dan Tabel 4.4 dideskripsikan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Sangiang Pulau Kabupaten Bima setelah dilakukan tindakan pada siklus II berada dalam kategori “tinggi”
dengan skor rata-rata 77,00 dari skor ideal yang mungkin dicapai yaitu 100, sedangkan skor terendah yang mungkin dicapai yaitu 0. Perolehan skor untuk siklus II adalah 90 untuk skor tertinggi dan 70 untuk skor terendah.
4) Refleksi
Refleksi pada siklus II, bertujuan untuk melihat peningkatan pada pelaksanaan pembelajaran pada siklus II, menunjukan hasil yang sangat baik. Serta kompetensi guru dalam mengelolah kelas maupun keaktifan siswa dalam mengkuti pembelajaran.