• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyajian Pengalaman Memimpin Proyek Perubahan

F. PELAKSANAAN PROYEK PERUBAHAN

1. Penyajian Pengalaman Memimpin Proyek Perubahan

Mengawali kegiatan guna memberikan inspirasi, standar pembanding terhadap hasil

pembangunan secara umum dan khususnya pada bidang kesehatan, Project Leader berinisiatif untuk melaksanakan benchmarking lokal ke salah satu desa dengan hasil pembangunan terbaik di Indonesia pada tahun 2016.

Setelah mencari kriteria desa yang dimaksud melalui penulusuran pada https://www.google.com/desa terbaik tingkat nasional tahun 2016, http://bpmpd.jabarprov.go.id/berit-245-pengumuman-pemenang-lomba-desa-tingkat-regional-nasional-tahun-tahun-2016-peringkat-1-tingkat.html Diposting : Selasa, 16 Agustus 2016 – 08:42:30 WIB. Pada pengumuman Pemenang Lomba Desa Tingkat Regional Nasional Tahun 2016 Peringkat 1 Tingkat Nasional diraih dan dimenangkan oleh Desa Majasari

36

Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat yang diumumkan di Kantor Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Bermula dari penulusaran tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu mulai mencari informasi dan bermaksud untuk melaksanakan benchmarking ke Desa Majasari, melalui informasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu Project Leader mendapatkan kontak person Kepala Desa Majasari selanjutnya menyampaikan maksud dan keinginan untuk mengunjungi Desa Majasari secara langsung dengan terlebih dulu untuk menyampaikan surat Kepada Bupati Indramayu Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu menindaklanjuti masukan dari Kepala Desa Indramayu menyampaikan surat dengan tujuan Bupati Indramayu Provinsi Jawa Barat di Indramayu dengan Nomor : 800/1979/Set-Dinkes, tanggal 14 November 2016 hal

Orientasi Kerja, dengan tembusan : (1) Bupati Tanah Bumbu, (2) Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, (3) Kepala BPMPD

Kabupaten Indramayu, (4) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, (5) Camat Sliyeg Kabupaten Indramayu, (6) Kepala

Puskesmas Sliyeg Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu, dan (7) Kepala Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu.

Berdasarkan surat pelaksanaan orientasi kerja tersebut diatas yang telah disampaikan disepakati antara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu dengan Kepala Desa Majasari bahwa Project Leader dapat diterima langsung pada minggu ke III bulan November 2016.

Berdasarkan hasil pelaksanaan orientasi pada Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu didapat beberapa informasi terkait bahwa Desa Majasari sebagai Peraih predikat terbaik 1 (satu) pada Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2016. Adapun Profil Desa Majasari, adalah sebagai berikut :

1. Luas wilayah (Ha) : 293,090000

2. Jumlah penduduk : 3.667 Jiwa (L.1.807 dan P.1.870) 3. Jumlah Kepala Keluarga : 1.230 KK

4. Kepadatan penduduk : 1.254 Jiwa/KM2 5. Mata pencarian utama :

37

a. Wiraswasta : 773 orang

b. Petani : 684 orang

c. Buruh migran : 261 orang

d. Peternak : 80 orang

e. Pegawai Negeri Sipil : 44 orang 6. Jumlah tenaga kesehatan :

a. Paramedis : 3 Orang

b. Bidan : 2 Orang

7. Jenis Prasarana Kesehatan

a. Poliklinik/Balai Pengobatan : 1 buah

b. Posyandu : 4 buah

c. Rumah bersalin : 2 buah 8. Sarana air bersih

a. Sumur Pompa : 541 unit b. Sumur Gali : 312 unit 9. Sanitasi, Jamban Keluarga : 870 KK

10. Keuangan (APBDes) : 1.740.127.000,- 11. Program kesehatan yang dilaksanakan :

a. Posyandu

b. Puskesmas Keliling

c. Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular d. Penyuluhan IMS e. Diare f. Gizi g. Kesehatan Lingkungan h. PHBS i. Keluarga Berencana

j. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD k. Surveilans

l. Pos Kesehatan Desa

12. Capaian Indikator Kesehatan

a. Jumlah sasaran Balita : 230 Balita b. Jumlah ibu hamil : 6 Bumil

38

c. Jumlah kelahiran : 68 Kelahiran d. Kunjungan K1 : 96 Persen e. Kunjungan K4 : 96 Persen f. Persalinan oleh Nakes : 94 Persen g. Kunjungan Neonatal 1 : 98 Persen h. Kunjungan Neonatal

Lanjutan : 98 Persen

i. KF 3 : 94 Persen

j. Kunjungan bayi : 93 Persen k. Komplikasi kebidanan : 87 Persen l. Komplikasi Neonatal : 116 Persen

m. Cakupan Imunisasi : Target UCI Desa tercapai n. Kasus DBD tahun 2014

dan 2015 : 0 kasus

Pelaksanaan program kesehatan yang dilaksanakan di Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu dan pencapaian target indikator pelayanan kesehatan yang dicapai rata-rata mencapai target yang ditetapkan secara nasional dan termasuk dapat menekan kasus Demam Berdarah Dengue pada tahun 2014 dan 2015 pada angka 0 (nol) kasus, hal ini dicapai dengan upaya peran serta dan pemberdayaan masyarakat yang tinggi melalui diterbitkannya : (1) PERDES Majasari Nomor 3 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dengan kegiatan fokus pada Swadaya Masyarakat untuk bantuanorang sakit dan meninggal dunia, (2) PERDES Majasari Nomor 9 Tahun 2015 tentang Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk, dengan fokus untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat dengan adanya gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta pemantauan jentik secara berkala yang dilaksanakan pada

masing-masing Rumah Tangga setiap 2 (dua) minggu sekali, (3) PERDES Majasari Nomor 10 Tahun 2015 tentang Kesehatan Ibu,

Bayi Baru Lahir dan Anak, Fokus pada kegiatan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kepada Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir dan Anak yang proporsional.

39

Sebagai desa terbaik tingkat nasional pada tahun 2016 Desa Majasari Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu juga belum memiliki perencanaan secara khusus terhadap pembangunan kesehatan di desa sebagaimana yang judul Proyek Perubahan yang disusun oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu selaku Project Leader dengan Judul Pembangunan Kesehatan Desa untuk Mewujudkan Desa Sehat melalui Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2016 tentang Penyusunan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa di Kabupaten Tanah Bumbu.

Mengacu pada hasil yang diperoleh selama pelaksanaan benchmarking lokal, maka bisa dijadikan referensi untuk pelaksanaan kegiatan proyek perubahan yang akan dilaksanakan selama

Breakthrough II (2 bulan).

Penjelasan penyajian pengalaman memimpin proyek perubahan instansional ini akan diurutkan sesuai dengan rencana pentahapan yang telah ditetapkan, yaitu ada 8 (delapan) kegiatan utama dan sub kegiatan yang telah ditetapkan dengan penjelasan sebagai berikut.

1.1. Melaksanakan Koordinasi Internal

Beberapa kegiatan koordinasi internal yang telah dilakukan sebagai awal pelaksanaan proyek perubahan antara lain sebagai berikut.

1.1.1. Melaksanakan konsultasi Dengan Mentor dan Coach terkait Rencana Pelaksanaan Proyek Perubahan

Sebelum melaksanakan semua rangkaian kegiatan pentahapan, Project Leader melakukan konsultasi dengan mentor dalam hal ini Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu pada hari Kemis Tanggal 13 Oktober 2016 pada pukul 10.00 WITA bertempat diruang rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu.Pada Kesempatan tersebut Project Leader didampingi beberapa staf dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu untuk mengambil dokumentasi pelaksanaan konsultasi. Project Leader diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu dan menyampaikan maksud dari konsultasi serta

40

Gambar 8. Temu Konsultasi Mentor

menjelaskan tentang pelaksanaan rencana kegiatan Proyek Perubahan Instansional pada Jangka Pendek ada 8 (delapan) kegiatan utama yaitu : (1) Dimulai dengan melaksanakan konsultasi dengan koordinasi internal, (2) Melaksanakan penyusunan draft Peraturan Bupati Tanah Bumbu tentang Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa, (3) Melaksanakan penetapan dan pengundangan Peraturan Bupati Tanah Bumbu tentang Rencana Strategis dan

Kerja Pembangunan

Kesehatan, (4) Melaksanakan kegiatan sosialisasi Peraturan Bupati Tanah Bumbu tentang Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa,(5) melaksanakan penyusunan dan penetapan pedoman penyusunan Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan, (6) Melaksanakan rapat koordinasi perencanaan implementasi Peraturan Bupati Tanah Bumbu tentang Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa, (7) Melaksanakan penyusunan Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan Desa dan (8) Melaksanakan penetapan Peraturan Desa tentang Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa.

Project Leader juga menjelaskan kepada Mentor bahwa jangka waktu pelaksanaan kegiatan pentapahan tersebut akan dilaksanakan selama 2 (dua) bulan kedepan beserta kebutuhan-kebutuhan yang di perlukan selama proses pelaksanaan.

Kemudian selanjutnya Project Leader menjelaskan juga agenda kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahapan jangka menengah dan jangka panjang. Jangka waktu pelaksanaan pada jangka menengah adalah dilaksanakan selama 6 (enam) bulan terhitung sejak selesainya pelaksanaan tahapan jangka pendek (dari bulan Januari 2017 s.d Juni 2017).Sedangkan pelaksanaan tahapan jangka panjang, ditetapkan dengan batas waktu pelaksanaan sampai dengan bulan Desember 2018.

41

Gambar 9.

Menerima Saran dan Masukan Dari Mentor

Setelah menjelaskan maksud dari semua rangkaian pentahapan kegiatan proyek perubahan

instansional tersebut baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, Project Leader mendapatkan

dukungan penuh dan

persetujuan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu untuk pelaksanaan proyek perubahan tersebut

dengan judul PEMBANGUNAN KESEHATAN DESA UNTUK MEWUJUDKAN DESA SEHAT dikarenakan sampai saat ini belum ada inovasi terkait proyek perubahan ini yang dilaksanakan di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan dan di Seluruh Indonesia.

Pada kesempatan konsultasi ini Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu juga memberikan arahan dan petunjuk untuk pelaksanaan implementasi kegiatan pada jangka pendek kepada Project Leader, sebagai berikut : (1) Agar benar-benar merencanakan setiap agenda kegiatan dengan baik dan matang sehingga dapat diselesaikan tepat waktu, (2) Membentuk tim efektif internal dengan pembagian tugas masing-masing yang jelas dengan adanya penanggung jawab dari masing tim tersebut, (3) Setiap kegiatan agar disusun masing-masing output kegiatan,(4) Setiap kegiatan agar didokumentasikan melalui foto dan video visual sesuai saran dari Penguji pada saat ujian Rencangan Proyek Perubahan,(5) Berkoordinasi dengan semua yang terkait, (6) Melaporkan pelaksanaan tahapan kegiatan kepada Mentor dan Penguji, (7) Meminta kepada Project Leader agar Proyek Perubahan Instansional tersebut disosialisasikan pada semua Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saat rapat coffe morning hari Senin, tanggal 17 Oktober 2016 Pukul 09.00 WITA bertempat Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, (8) Diharapkan proyek perubahan ini

42

Gambar 10.

Pembentukan Tim Pelaksana Proyek Perubahan

Se Kabupaten Tanah Bumbu, dan (9) Pemberian surat tugas untuk melaksanakan tahapan kegiatan proyek perubahan instansional.

(bukti fisik kegiatan pada Lampiran 1.1.)

1.1.2. Melaksanakan Pembentukan Tim Pelaksana Proyek Perubahan

Pada hari yang sama setelah melakukan konsultasi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Project Leader mengundang semua pejabat dan staf terkait dilingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu untuk mengadakan rapat koordinasi pembentukan tim efektif yang dilaksanakan sesuai dengan undangan Nomor : 800/1714/Set-Dinkes tanggal 13 Oktober 2016 perihal Undangan pada pukul 13.00 WITA sampai dengan selesai bertempat di Ruang Rapat Integrasi Dinas Kesehatan Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu.

Selaku Project Leader pada kegiatan proyek perubahan instansional ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu

memimpin langsung

pelaksanaan kegiatan pembentukan tim efektif tersebut yang dihadiri oleh Pejabat dan Staf dilingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu.

Pada kesempatan tersebut Project Leader menjelaskan dan menyampaikan maksud dari dibentuknya tim efektif tersebut, yaitu untuk memastikan bahwa semua kegiatan pada tahapan yang direncanakan dapat dilakasanakan sesuai dengan rencana dan tepat waktu, semua tim sudah terbagi dengan tugas masing-masing termasuk masing-masing yang bertanggung jawab dalam tim yang akan dibentuk, bagaimana mekanisme kerja, diperlukan adanya komitmen bersama untuk mendukung dan mensukseskan dari setiap tahapan, Project Leader pada kesempatan ini menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai

43

tugas proyek perubahan instansional dan kewajiban sebagai tugas peserta Diklatpim tapi lebih jauh dan lebih dalam dari itu semua makna dan tujuannya bahwa kegiatan tersebut merupakan laboratorium kepemimpinan dari Project Leader, Sekretaris, Kepala Bidang, Kasubbag/Kepala Seksi dan Staf bagaimana semua dapat merencanakan kegiatan, melaksanakan proses semua kegiatan, aktualisasi dan melaksanakan control serta evaluasi dari semua kegiatan yang dilaksanakan.

Pada pembentukan tim efektif pelaksana proyek perubahan tersebut disepakati 3 (tiga) fungsi dari tim yang sangat diperlukan adalah (1) Bidang Administrasi yang menangani semua administrasi pelaksanaan tahapan kegiatan, (2) Bidang Operasional dan Teknis yang menangani penyusunan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan termasuk menyusun pedoman penyusunan Rencana Strategis dan

Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa, dan (3)

Bidang Hukum yang

menangani semua kegiatan yang terkait penyusunan draft Peraturan Bupati Tanah Bumbu, Surat Edaran, Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah

Bumbu, Draft Peraturan Desa dan Draft Peraturan Kepala Desa sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Setelah semua agenda kegiatan yang dijelaskan Project Leader sudah dianggap terwakili dari masing-masing yang akan melaksanakan kegiatan. Guna legalitas pembentukan tim efektif tersebut, maka selanjutnya diterbitkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu Nomor : 800/300/Set.Dinkes tentang Pembentukan Tim Efektif Pembangunan Kesehatan untuk Mewujudkan Desa Sehat di Kabupaten Tanah Bumbu, pada hari yang sama yaitu tanggal 13 Oktober 2016, Dalam Surat Keputusan tersebut dijelaskan

Gambar 11.

Pembagian Tugas Tim Pelaksana Proyek Perubahan

44

bahwa tim efektif proyek perubahan memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

a. Koordinator Tim

1) Mengawasi kinerja Bidang

2) Memberikan laporan kepada Project Leader atas kegiatan yang dilakukan oleh Bidang.

b. Tim I :BidangAdministrasi

1) Mempersiapkan surat menyurat;

2) Menyiapkan dan menyampaikan undangan rapat sosialisasi dan koordinasi stakeholder internal dan eksternal;

3) Menyiapkan daftar hadir rapat; dan

4) Melakukan koordinasi dengan Tim II Bidang Operasional/ Teknis dan Tim III Bidang Hukum serta apabila ada hal yang kurang jelas agar berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Koordinator Tim dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu selaku Project Leader.

c. Tim II :Bidang Operasional / Teknis

1) Mengadakan rapat koordinasi pembahasan Pedoman Penyusunan Renstra Pembangunan Kesehatan Desa;

2) Melakukan penetapan Pedoman Penyusunan Renstra Pembangunan Kesehatan Desa oleh Kepala Dinas Kesehatan; 3) Melaksanakan survey Desa;

4) Mengadakan rapat koordinasi penetapan desa sebagai target proyek perubahan Project Leader;

5) Mengadakan musyawarah desa dalam rangka pengumpulan bahan penyusunan rancangan awal Renstra Pembangunan Kesehatan Desa.

6) Mengadakan rapat koordinasi penyusunan rancangan akhir Renstra Pembangunan Kesehatan Desa;

7) Melakukan koordinasi dengan Tim I Bidang Administrasi dan Tim III Bidang Hukum serta apabila ada hal yang kurang jelas agar berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Koordinator Tim dan

45

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu selaku Project Leader.

d. TIM III :BidangHukum

1) Mengumpulkan dan mengolah bahan atau referensi terkait Peraturan Perundang-undangan tentang pembangunan kesehatan desa untuk mewujudkan desa sehat di Kabupaten Tanah Bumbu; 2) Mengkoordinasikan penyusunan draft Peraturan Bupati Tanah

Bumbu tentang Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan Desa di Kabupaten Tanah Bumbu;

3) Mengkoordinasikan persiapan dan pelaksanaan sosialisasi Peraturan Bupati Tanah Bumbu tentang Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan Desa di Kabupaten Tanah Bumbu; 4) Mengkoordinir penyusunan draft Peraturan Desa tentang Rencana

Strategis Pembangunan Kesehatan Desa di Kabupaten Tanah Bumbu;

5) Mengkoordinasikan persiapan dan pelaksanaan penetapan Peraturan Desa tentang Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan Desa;

6) Melakukan koordinasi dengan Tim I Bidang Administrasi dan Tim II Bidang Operasional/Teknis serta apabila ada hal yang kurang jelas agar berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Koordinator Tim dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu selaku Project Leader.

(bukti fisik kegiatan pada Lampiran 1.2)

1.1.3. Melaksanakan rapat koordinasi internal rencana kegiatan proyek perubahan

Setelah terbentuknya tim efektif pada tanggal 13 Oktober 2016 melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu Nomor : 800/300/Set-Dinkes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu selaku Project Leader menyampaikan undangan dengan Nomor : 800/1726/Set-Dinkes, tanggal 13 Oktober

46

2016 Perihal Undangan Kepada : (1) Koordinator Tim, (2) Ketua Tim I beserta anggota, (3) Ketua Tim II beserta anggota, dan (4) Ketua Tim III beserta anggota dengan jumlah undangan sebanyak 38 orang.

Gambar 12. Rapat Koordinasi Internal

Selanjutnya berdasarkan undangan tersebut diatas pada tanggal 14 Oktober 2016 pukul 09.00 WITA bertempat di ruang rapat Integrasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu diadakan rapat koordinasi internal rencana kegiatan proyek perubahan yang dibuka dan dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu selaku Project Leader memberikan penjelasan dari semua tahapan-tahapan, langkah-langkah yang akan dilaksanakan, sehingga semua tim dapat melaksanakan fungsi masing-masing sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan serta sesuai waktu yang direncanakan, antara lain tahapan jangka pendek :(1) Pembuatan draft Peraturan Bupati Tanah Bumbu tentang Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa, dengan Sub Kegiatan : (a) Inventarisasi peraturan perundang-undangan terkait penyusunan rencana pembangunan desa secara umum, (b) Rapat koordinasi penyusunan draft Peraturan Bupati tentang Penyusunan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa, (c) Konsultasi terkait draft Peraturan Bupati Tanah Bumbu tentang Penyusunan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa Kepada Bagian Hukum Setda Kabupaten Tanah Bumbu, (d) Pelaksanaan rapat koordinasi penyempurnaan dan finalisasi draft Peraturan Bupati Tanah Bumbu tentang Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa, (2) Melakukan penetapan dan pengundangan Peraturan Bupati

47

Gambar 13. Project Leader Menjelaskan Tahapan Pelaksanaan Proyek

Perubahan

Tanah Bumbu tentang Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa sesuai prosedur, dengan sub kegiatan : (a) Pengajuan surat usulan pengundangan Peraturan Bupati Tanah Bumbu Kepada Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, (b) Penetapan Peraturan Bupati oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, (3) Pelaksanaan sosialisasi Peraturan Bupati Tanah Bumbu tentang Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa, dengan sub kegiatan : (a) Mengundang Semua Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Semua Camat, Semua Kepala Puskesmas, Semua Kepala Desa/Lurah dan Semua Petugas Kesehatan Desa Se Kabupaten Tanah Bumbu, (b) Pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Bupati Tanah Bumbu tentang Rencana Strategis

dan Rencana Kerja

Pembangunan Kesehatan Desa Kabupaten Tanah Bumbu. (4) Proses penetapan

pedoman penyusunan

Rencana Strategis

Pembangunan Kesehatan Desa, dengan sub kegiatan : (a) Pelaksanaan rapat koordinasi pembahasan pedoman penyusunan Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan, (b) Penetapan pedoman penyusunan Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan Desa melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, (5) Rapat koordinasi rencana implementasi Peraturan Bupati Tanah Bumbu tentang Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa, dengan sub kegiatan : (a) Pelaksanaan survey desa lokasi pilot project, (b) Rapat koordinasi penetapan desa sebagai target lokasi proyek perubahan (pilot project),(6) Penyusunan Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan Desa, dengan sub kegiatan : (a) Pelaksanaan musyawarah desa menyusun rancangan awal Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan Desa, (b) Mengadakan forum konsultasi tingkat Kabupaten, (c) Pelaksanaan

48

musyawarah desa menyusun rancanagan akhir Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan Desa. (7) Proses penetapan Peraturan Desa tentang Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan Desa, dengan sub kegiatan: (a) Pelaksanaan temu konsultasi dengan Kepala Desa dan BPD terkait tersusunnya Rencana Strategis Pembangunan Kesehatan Desa, (b) Proses penyusunan dan penetapan Peraturan Desa tentang Rencana Srategis Pembangunan Kesehatan sebagai penjabaran dari RPJMDesa.

Tahapan jangka menengah : (1) Pelaksanaan musyawarah

desa dalam rangka menyusun rancangan awal Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa, (2) Pelaksanaan musyawarah desa dalam rangka menyusun rancangan akhir Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa, (3) Proses penyusunan dan penetapan Peraturan Kepala Desa tentang Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa sebagai penjabaran dari RPJMDesa. Tahapan Jangka Panjang: (1) Pelaksanaan monitoring kegiatan penyusunan sampai dengan penetapan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa, (2) Pelaksanaan evaluasi terhadap proses penetapan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa, (3) Pemerataan dan implementasi penyusunan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa di Kabupaten Tanah Bumbu pada semua desa.

Pada rapat koordinasi internal tim efektif proyek perubahan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu menekankan kepada semua tim agar melaksanakan fungsi masing-masing dengan penuh tanggung jawab, sebagai berikut : (1) Semua pelaksanaan tahapan kegiatan yang dilaksanakan didokumentasan dengan notulen rapat, foto dan video visual, (2) Mengumpulkan semua dokumen serta bukti dukungan dari pelaksanaan kegiatan, (3) Setiap tim meningkatkan koordinasi dan komunikasi baik internal tim sendiri maupun dengan tim lain, (4) Menempelkan tahapan pelaksanaan kegiatan serta output kegiatan pada papan pengumuman sehingga semua tim dapat melihat setiap hari kegiatan yang sudah dan akan dilaksanakan, (5) Semua tim diberikan keleluasaan untuk melakukan persiapan lebih awal dalam

49

Gambar 14. Inventarisasi Peraturan Perundang-Undangan

bentuk draft maupun konsep dan merencanakan agenda kegiatan yang akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, (6) Keberhasilan proyek perubahan instansional ini adalah merupakan kesuksesan bersama semua tim, (7) Membuat komitmen bersama dari semua tim untuk kebersamaan dengan rasa penuh tanggungjawab.

Pada rapat tim efektif tersebut relative tidak ditemui pertanyaan dan adanya kendala yang berarti karena jauh hari sebelum dilaksanakan rapat internal ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu selalu mensosialisasikan pada rapat-rapat maupun apel masuk kerja tentang pelaksanaan proyek perubahan tersebut begitu juga dengan gambaran tugas masing-masing dari tim yang terlibat nantinya.

(bukti fisik kegiatan pada Lampiran 1.3)

1.2. Melaksanakan penyusunan draft Peraturan Bupati tentang Penyusunan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Pembangunan Kesehatan Desa

Kegiatan kedua yang dilakukan adalah pembuatan draft Peraturan Bupati dengan 4 (empat) sub kegiatan yang dijelaskan sebagai berikut.

1.2.1. Melaksanakan inventarisasi peraturan perundang-undangan terkait penyusunan rencana pembangunan desa secara umum

Sub kegiatan pertama adalah inventarisasi peraturan perundang-undangan terkait penyusunan

rencana pembangunan desa dan kesehatan desa, kegiatan tersebut didasari undangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu dengan nomor : 800/ /Set.Dinkes tanggal 14 Oktober 2016 perihal undangan (acara inventarisasi

50

Gambar 15.

Pembahasan Referensi Peraturan Perundang-undangan

peraturan dan perundang-undangan terkait penyusunan rencana pembangunan desa dan kesehatan desa).yang ditujukan Kepada Ketua Tim III beserta anggota dan perwakilan dari Tim I dan Tim II.

Berdasarkan undangan tersebut diatas maka pelaksanaan inventarisasi peraturan dan perundang-undangan terkait penyusunan pembangunan desa dan kesehatan desa dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 17 Oktober 2016 pada pukul 10.30 WITA sampai dengan selesai, bertempat diruang rapat Integrasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, Peserta rapat dihadiri oleh Ketua Tim III dan anggota, Ketua Tim II dan Perwakilan dari Tim I, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu selaku Project Leader menjelaskan maksud dari kegiatan tersebut serta membuka langsung kegiatan.

Arahan Project Leader dalam rapat tersebut antara lain: (1) Dalam menyusun suatu regulasi sangat diperlukan adanya referensi

dan landasan yang terkait dengan peraturan yang akan dibuat dalam hal ini rencana strategis pembangunan kesehatan desa, (2) Referensi dapat diperoleh dari berbagai sumber baik dari arsip

Dokumen terkait