Kasus Penderita
Di tahun 2013 penemuan kasus TB-Paru BTA (+) di Kota Semarang baru mencapai 69,5% (1.120 kasus dari 1.612 kasus BTA (+) yang ditargetkan) dari target penemuan 70 %. Angka kesembuhan tahun 2013 sebesar 55,7 % dari 85 % angka kesembuhan yang ditargetkan. Hal ini masih jauh dari target nasional. Sedangkan penemuan kasus TB Anak di tahun 2013 sejumlah 167 kasus, jumlah tersebut menurun lebih dari 50 % dibandingkan dengan penemuan kasus di tahun 2012.
Gambar 3.6 Grafik Penemuan kasus TB Paru Kota Semarang th 2009 s.d 2013
Gambar 3.7 Grafik Penemuan kasus TB Paru Anak & TB Paru Ekstra Th 2009 - 2013
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
2009 2010 2011 2012 2013 Suspect 8003 11047 15001 11724 12464 Tgt BTA (+) 1557 1612 1612 1612 1612 BTA (+) 793 879 989 1132 1120 BTA (-) 892 1051 1240 1034 1434 Tgt Suspect 15570 16120 16120 16120 16120 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 18000 2009 2010 2011 2012 2013 TB-EP 67 146 186 225 333 TB-Anak 771 371 356 359 167 0 200 400 600 800 1000 TB-EP TB-Anak
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 201
Gambar 3.8 Grafik P
Gambar 3.9 Grafik Penemuan Penderita TB Paru Kota Semarang 2009
Prosentase penemuan penderita baru B 6,50% mengalami peningkatan
Hal ini menunjukkan hasil dari kegiatan kontak serumah serta pencatatan dan pelaporan yang lebih baik.
Gambar 3.10 Grafik Kasus TB Paru berdasarkan Jenis Kelamin & Kelompok
495, 4 4% Pria Wanita 50 % 0 20 40 60 80 2009 Suspect(x 1000) Persen (%) Target Suspect(x 1000)
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
Grafik Penemuan Suspek TB Paru Tahun 2009 - 2013
Penemuan Penderita TB Paru Kota Semarang 2009
Prosentase penemuan penderita baru BTA Positif tahun 2012 mencapai 0% mengalami peningkatan 0,5% bila dibandingkan tahun 2011 sebesar Hal ini menunjukkan hasil dari kegiatan kontak serumah serta pencatatan dan
Grafik Kasus TB Paru berdasarkan Jenis Kelamin & Kelompok Usia Tahun 2013 625, 5 6% Wanita 53% 61% 70% 2010 2011 2012 2009 2010 2011 2012 2013 8.003 11.047 15.001 11.724 12.464 51.4 68.5 93.1 72.7 Target Suspect(x 1000) 15.567 16.12 16.12 16.12 16.12 51.4 68.5 93.1 72.7 0 20 40 60 80 100 2013
Penemuan Penderita TB Paru Kota Semarang 2009 - 2013
TA Positif tahun 2012 mencapai 2011 sebesar 70%. Hal ini menunjukkan hasil dari kegiatan kontak serumah serta pencatatan dan
Grafik Kasus TB Paru berdasarkan Jenis Kelamin & Kelompok 69,5% 2013 2013 12.464 77.3 16.12 77.3
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
Penderita TB BTA (+) tahun 2013, persentase TB-Paru pada laki-laki (56 %) lebih besar dari pada perempuan (44 %), meskipun kejadian TB-Paru pada jenis kelamin perempuan mengalami kenaikan sebesar 2 %. Hai ini disebabkan karena (fakta kwalitatif) pada laki-laki lebih intens kontak dengan faktor risiko dan kurang peduli terhadap aspek pemeliharaan kesehatan individu dibandingkan dengan wanita. Sedangkan menurut golongan umur Penderita TB terbanyak pada golongan umur 25-34 th sebanyak 241 kasus ( 23%), namun juga menunjukkan bahwa penularan TB masih berlangsung disegala usia.
Gambar 3.11 Grafik 10 besar CDR Puskesmas Tahun 2013
Sumber: Seksi P2ML bidang P2P
Berdasarkan 70 % penemuan kasus (case detection rate = CDR) TB BTA Positif dicapai oleh 4 (empat) puskesmas. Tertinggi di capai oleh Puskesmas Mangkang yaitu 118,2 % (13 kasus dari target 11 kasus TB BTA Positif), ke dua disusul oleh Puskesmas Karangdoro yaitu 100 % (22 kasus dari 22 kasus BTA (+) yang ditargetkan) ke tiga oleh Puskesmas Genuk sebesar 93,3 % (28 kasus dari 30 kasus BTA (+) yang ditargetkan. Hal ini disebabkan oleh karena kurang aktifnya petugas dalam pemberdayaan masyarakat di wilayahnya.
TB Paru MDR (Multiple Drug Resistant)
Sampai saat ini di Kota Semarang telah tercatat 12 (dua belas) kasus TB-Paru MDR, 6 (enam) kasus diantaranya aktif mendapatkan pengobatan lanjutan di puskesmas-
118.2 100.0 93.3 91.9 62.9 58.1 58.1 55.0 55.0 54.2 0.0 50.0 100.0 150.0 CDR KASUS
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
puskesmas, 1 (satu) kasus putus obat atas permintaan sendiri setelah + 2 (dua) bulan pegobatan, 1 (satu) kasus menolak pengobatan sejak awal dan 4 kasus diantaranya belum mendapatkan penanganan dan pengobatan dari RSUP dr. Kariadi Semarang sebagai rumah sakit rujukan. Terdapat pula 12 suspek yang tersebar di wilayah kerja puskesmas Kota Semarang.
Angka Konversi
Angka konversi di tahun 2013 sampai tribulan 4 sebesar 56.7 % (635 dari 1120 BTA (+)) mengalami penurunan sebesar 15.3 % dibandingkan pada tahun 2012 (72 %), hal ini dikarenakan penderita yang diobati teratur minum obat dan pemeriksaan follow up bulan ke dua belum dilaksanakan secara teratur.
Gambar 3.12 Grafik Angka konversi TB BTA (+) tahun 2009 - 2013
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Angka kesembuhan (Cure Rate)
Angka kesembuhan tahun 2012 sebesar 55,7 % ( 631 kasus dinyatakan sembuh dari total kasus 1.132 yang diobati), ini berarti telah terjadi penurunan 7,3 % dibandingkan angka kesembuhan di tahun 2011 (63 %), namun belum mencapai target nasional yang 85%, hal ini disebabkan masih ada follow up akhir pengobatan yang tidak dilakukan oleh petugas kesehatan, yang sebagian besar adalah kasus TB yang diobati di Rumah sakit.
2009 2010 2011 2012 2013 Konversi 70 86 75 72 56.7 Target Konversi 80 80 80 80 80 0 20 40 60 80 100
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 201
Gambar 3.13 Grafik Angka kesembuhan TB Paru BTA (+) Tahun 2013
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
b. HIV / AIDS
Sebelum memasuki fase AIDS, penderita terlebih dulu dinyatakan sebagai HIV positif. Jumlah HIV positif yang ada di masyarakat
yaitu pada layanan Voluntary, Counseling, and Testing (VCT), sero survey, dan survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP).
Gambar 3.14 Grafik Tren Kasus HIV Kota Semarang 1995
Jumlah penemuan kasus pad
Data diatas merupakan data kasus HIV yang ditemukan di Kota Semarang dari
2008 Kesembuhan 63 Target Kesembuhan 85 0 20 40 60 80 100
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
Grafik Angka kesembuhan TB Paru BTA (+) Tahun 2013
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Sebelum memasuki fase AIDS, penderita terlebih dulu dinyatakan sebagai HIV positif. Jumlah HIV positif yang ada di masyarakat dapat diketahui melalui 3 metode, yaitu pada layanan Voluntary, Counseling, and Testing (VCT), sero survey, dan survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP).
Grafik Tren Kasus HIV Kota Semarang 1995 - 2013
Jumlah penemuan kasus pada tahun 2013 yaitu sebesar 430 kasus (17,3%). Data diatas merupakan data kasus HIV yang ditemukan di Kota Semarang dari
2008 2009 2010 2011 2012
63 66 66 63 55.7
85 85 85 85
Grafik Angka kesembuhan TB Paru BTA (+) Tahun 2013
Sebelum memasuki fase AIDS, penderita terlebih dulu dinyatakan sebagai HIV dapat diketahui melalui 3 metode, yaitu pada layanan Voluntary, Counseling, and Testing (VCT), sero survey, dan survei
2013
a tahun 2013 yaitu sebesar 430 kasus (17,3%). Data diatas merupakan data kasus HIV yang ditemukan di Kota Semarang dari
2012 55.7 85
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 201
laporan klinik VCT, sehingga bukan hanya warga Kota Semarang namun juga luar wilayah Kota Semarang. Sedangkan data untuk kasus HIV tahu
Semarang saja sebanyak 174 orang, dengan kondisi 75 orang sudah pada stadium AIDS.
Gambar 3.15
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Berdasarkan grafik pie diatas terlihat bahwa selama tahun 1995 HIV lebih banyak diderita oleh la
perempuan. Namun demikian
perbandingannya adalah 55% dan 45%. Artinya bahwa kasus HIV juga sudah banyak menyerang kaum perempuan, terutama ibu
perhatian khusus karena ibu hamil yang terinfeksi HIV dapat menularkan kepada anaknya.
47%
KumulatifKasus HIV Tahun 1995 - 2013* (Laporan Klinik VCT) di Kota Semarang Berdasarkan Jenis Kelamin
Laki Perempuan
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
laporan klinik VCT, sehingga bukan hanya warga Kota Semarang namun juga luar wilayah Kota Semarang. Sedangkan data untuk kasus HIV tahun 2013 untuk Kota Semarang saja sebanyak 174 orang, dengan kondisi 75 orang sudah pada stadium
Gambar 3.15 Grafik Kasus HIV Kota Semarang
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Berdasarkan grafik pie diatas terlihat bahwa selama tahun 1995 – 2012 kasu HIV lebih banyak diderita oleh laki-laki yaitu sebesar 55% dibandingkan dengan
Namun demikian antara laki-laki dan perempuan yang terinfeksi HIV 55% dan 45%. Artinya bahwa kasus HIV juga sudah banyak puan, terutama ibu-ibu rumah tangga sehingga perlu perhatian khusus karena ibu hamil yang terinfeksi HIV dapat menularkan kepada
53%
HIV * (Laporan Klinik VCT) Berdasarkan Jenis Kelamin
Laki-laki Perempuan
45% 55%
Kasus HIVTahun 2013 (Laporan Klinik VCT)
di Kota Semarang Berdasarkan Jenis Kelamin
Laki Perempuan
laporan klinik VCT, sehingga bukan hanya warga Kota Semarang namun juga luar n 2013 untuk Kota Semarang saja sebanyak 174 orang, dengan kondisi 75 orang sudah pada stadium
2012 kasus ingkan dengan laki dan perempuan yang terinfeksi HIV 55% dan 45%. Artinya bahwa kasus HIV juga sudah banyak ibu rumah tangga sehingga perlu perhatian khusus karena ibu hamil yang terinfeksi HIV dapat menularkan kepada
%
Berdasarkan Jenis Kelamin
Laki-laki Perempuan
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 201
Gambar 3.1
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P Berdasarkan grafik diatas dap
kelompok umur 25-49 tahun paling besar terinfeksi HIV dengan total sebanyak 1.122 kasus dan yang terendah adalah kelompok umur 5
Gambar 3.17 Peta
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
<4 2010 12 2011 26 2012 15 2013 14 0 200 400 600 800 1000 1200
(Laporan Klinik VCT) di Kota Semarang
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
Gambar 3.16 Grafik Kasus HIV Berdasar Kelompok Umur
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Berdasarkan grafik diatas dapat diketahui selama tahun 2010
49 tahun paling besar terinfeksi HIV dengan total sebanyak 1.122 kasus dan yang terendah adalah kelompok umur 5 – 14 tahun.
Peta Penemuan Kasus HIV Per Kecamatan 2011 -2013
P2ML Bidang P2P 5-14 15-19 20-24 25-49 ≥50 3 6 27 141 12 6 3 64 280 19 4 10 43 410 34 5 13 51 291 34
Kasus HIVTahun 2010-2013
(Laporan Klinik VCT) di Kota Semarang
Berdasarkan Kelompok Umur
Grafik Kasus HIV Berdasar Kelompok Umur
at diketahui selama tahun 2010 – 2013 49 tahun paling besar terinfeksi HIV dengan total sebanyak 1.122
-2013 ≥50 12 19 34 34
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 201
Berdasarkan gambar peta diatas dapat diketahui sebaran
tahun 2011-2013 di Kota Semarang sudah tersebar di seluruh kecamatan, berdasarkan data Kecamatan tertinggi kasus HIV adalah Kecamatan
yaitu sebanyak 46 kasus, sedangkan kasus terendah di sebanyak 7 kasus.
Gambar 3.18 Kumulatif Kasus AIDS Kota Semarang 1998
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Berdasarkan grafik diatas dapat diketahui pada tahun 2012 jumlah kasus AIDS di Kota Semarang yaitu sebanyak
sebesar 104 kasus, dan meninggal sebanyak 12 orang. Dapat diketahui jumlah kematian akibat AIDS pada tahun 201
dibanding tahun 2012. Sedangkan kumulatif kasus dengan tahun 2013 yaitu sebanyak
1998 1999 2000 2001 Kasus AIDS 1 0 1 Kematian 0 0 0 Kumulatif 1 1 2 1 1 2 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
KumulatifKasus
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
Berdasarkan gambar peta diatas dapat diketahui sebaran kasus HIV selama di Kota Semarang sudah tersebar di seluruh kecamatan, berdasarkan data Kecamatan tertinggi kasus HIV adalah Kecamatan Semarang Utara
asus, sedangkan kasus terendah di Kecamatan Tugu
Kumulatif Kasus AIDS Kota Semarang 1998 - 2013
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Berdasarkan grafik diatas dapat diketahui pada tahun 2012 jumlah kasus AIDS g yaitu sebanyak 75 kasus, meningkat dibandingkan tahun 201 kasus, dan meninggal sebanyak 12 orang. Dapat diketahui jumlah tian akibat AIDS pada tahun 2013 mengalami penurunan yaitu
. Sedangkan kumulatif kasus AIDS dari tahun 1998 sampai yaitu sebanyak 414 kasus.
2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 1 1 1 7 11 25 33 15 19 61 59 104 0 0 1 1 3 9 5 4 2 5 10 12 3 4 5 12 23 48 81 96 115 176 235 339 3 4 5 12 23 48 81 96 115 176 235 339
Kasus AIDSTahun 1998 - Desember 2013*
di Kota Semarang
kasus HIV selama di Kota Semarang sudah tersebar di seluruh kecamatan, Semarang Utara Tugu yaitu
Berdasarkan grafik diatas dapat diketahui pada tahun 2012 jumlah kasus AIDS bandingkan tahun 2012 kasus, dan meninggal sebanyak 12 orang. Dapat diketahui jumlah yaitu 7 orang, AIDS dari tahun 1998 sampai
2012 2013 Total 104 75 414 12 7 59 339 414 339 414
Desember 2013*
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 201
Gambar 3.19 Peta Kasus Penderita AIDS Per Kecamatan Tahun 2013
Peta diatas menunjukkan penyebaran kasus AIDS DI Kota Semarang tahun 2013 hampir mencapai seluruh kecamatan di Kota Semarang. Pada tahun 2013 tidak ditemukan kasus AIDS baru di Kecamatan Candisari dan Kecamatan Gunungpati, Kecamatan yang mempunyai kasus rendah (1
Kec. Mijen, Kec. Banyumanik, Kec. Temb
Kec. Semarang Selatan, Kec. Semarang Tengah. . Sedangkan kecamatan yang memiliki kasus AIDS yang tinggi yaitu Kecamatan Semarang Utara,Kec. Genuk, Kec Gayamsari, Kec. Semarang Barat, Kec. Semarang Timur.
Berbagai upaya penanganan terhadap kasus HIV / AIDS di kota semarang telah dilakukan. Berkaitan dengan penanganan ODHA
memenuhi syarat ARV Tahun 2013 sebesar 2.095 orang. Sedangkan kumulatif ODHA yang pernah diberi ARV di Kota Semarang sa
Persentase ODHA yang mendapatkan layanan CST sebesar 90,97%. Selanjutnya pada bulan September 201
mengadakan pelatihan Layanan Komprehensif Berkesinambungan yang lebih sering
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
Peta Kasus Penderita AIDS Per Kecamatan Tahun 2013
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Peta diatas menunjukkan penyebaran kasus AIDS DI Kota Semarang tahun capai seluruh kecamatan di Kota Semarang. Pada tahun 2013 tidak ditemukan kasus AIDS baru di Kecamatan Candisari dan Kecamatan Gunungpati, Kecamatan yang mempunyai kasus rendah (1 – 5) yaitu; Kec. Tugu, Kec. Ngaliyan, Kec. Mijen, Kec. Banyumanik, Kec. Tembalang, Kec. Pedurungan, Kec. Gajahmungkur, Kec. Semarang Selatan, Kec. Semarang Tengah. . Sedangkan kecamatan yang memiliki kasus AIDS yang tinggi yaitu Kecamatan Semarang Utara,Kec. Genuk, Kec Gayamsari, Kec. Semarang Barat, Kec. Semarang Timur.
upaya penanganan terhadap kasus HIV / AIDS di kota semarang telah dilakukan. Berkaitan dengan penanganan ODHA jumlah kumulatif ODHA yang memenuhi syarat ARV Tahun 2013 sebesar 2.095 orang. Sedangkan kumulatif ODHA yang pernah diberi ARV di Kota Semarang sampai tahun 2013 sebanyak 1.873 orang. Persentase ODHA yang mendapatkan layanan CST sebesar 90,97%.
jutnya pada bulan September 2013, Dinas Kesehatan Kota Semarang mengadakan pelatihan Layanan Komprehensif Berkesinambungan yang lebih sering
Peta Kasus Penderita AIDS Per Kecamatan Tahun 2013
Peta diatas menunjukkan penyebaran kasus AIDS DI Kota Semarang tahun capai seluruh kecamatan di Kota Semarang. Pada tahun 2013 tidak ditemukan kasus AIDS baru di Kecamatan Candisari dan Kecamatan Gunungpati, 5) yaitu; Kec. Tugu, Kec. Ngaliyan, alang, Kec. Pedurungan, Kec. Gajahmungkur, Kec. Semarang Selatan, Kec. Semarang Tengah. . Sedangkan kecamatan yang memiliki kasus AIDS yang tinggi yaitu Kecamatan Semarang Utara,Kec. Genuk, Kec upaya penanganan terhadap kasus HIV / AIDS di kota semarang jumlah kumulatif ODHA yang memenuhi syarat ARV Tahun 2013 sebesar 2.095 orang. Sedangkan kumulatif ODHA mpai tahun 2013 sebanyak 1.873 orang. , Dinas Kesehatan Kota Semarang mengadakan pelatihan Layanan Komprehensif Berkesinambungan yang lebih sering
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 201
disingkat dengan LKB. Yang dimaksud dengan layanan komprehensif adalah upaya yang meliputi upaya promotif preventif,
semua bentuk layanan HIV dan IMS. Berikut ini bagan jenis layanan LKB :
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
engan LKB. Yang dimaksud dengan layanan komprehensif adalah upaya yang meliputi upaya promotif preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang mencakup
HIV dan IMS. Berikut ini bagan jenis layanan LKB :
engan LKB. Yang dimaksud dengan layanan komprehensif adalah upaya mencakup
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 201
c. Pneumonia
Gambar 3.20 Grafik Kasus Pneumoni & Pneumoni Berat th 2006
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Jumlah penderita pneumonia <1 th pada tahun 2013 ini mengalami peningkatan 292 kasus dari 1075 menjadi 1367, penderita pneumonia 1 meningkat 68 kasus dan Pne
meningkat 43 dan 59 kasus.
Gambar 3.21 Grafik Kasus Pneumonia Menurut Kelompok Umur
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 Pneumonia < 1 Th Pneumonia 1 - 4 Th Pneumonia berat < 1Th Pneumonia berat 1 - 4 Th
KASUS PNEUMONI DAN PNEUMONI BERAT
TAHUN 2006
1 - 4 2,719 47% > 5 1,148 20%Kasus Pneumonia Kota Semarang Tahun 2013 Menurut Kelompok Umur
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
Grafik Kasus Pneumoni & Pneumoni Berat th 2006 -
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Jumlah penderita pneumonia <1 th pada tahun 2013 ini mengalami peningkatan 292 kasus dari 1075 menjadi 1367, penderita pneumonia 1 meningkat 68 kasus dan Pneumonia Berat < 1 dan 1-4 tahun masing
Grafik Kasus Pneumonia Menurut Kelompok Umur
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 609 1011 1147 1268 1448 1600 1075 1367 1664 2206 2712 3446 3132 2960 3147 3215
3 5 56 45 17 15 18
4 Th 10 8 8 8 11 12 36
KASUS PNEUMONI DAN PNEUMONI BERAT
TAHUN 2006 - 2013
< 1 1,863
33%
Kasus Pneumonia Kota Semarang Tahun 2013 Menurut Kelompok Umur
P 1805
39%
Kasus Pneumonia Balita Kota Semarang
Menurut Jenis Kelamin Tahun 2013
2013
Jumlah penderita pneumonia <1 th pada tahun 2013 ini mengalami peningkatan 292 kasus dari 1075 menjadi 1367, penderita pneumonia 1-4 th 4 tahun masing-masing 2013 1367 3215 61 95
KASUS PNEUMONI DAN PNEUMONI BERAT
L 2777
61%
Kasus Pneumonia Balita Kota Semarang
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
Pada tahun 2013 kasus pneumonia balita banyak terjadi pada kelompok umur 1 – 4 tahun, yaitu sejumlah 2719 kasus ( 47 %) meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada kelompok umur < 1 tahun sejumlah 1.863 kasus ( 33 %). Menurut jenis kelamin kasus Pneumonia Balita di Kota Semarang tahun 2013 pada perempuan lebih sedikit dibanding dengan kasus pneumonia balita pada laki – laki
IR pneumonia dan pneumonia berat pada tahun 2013 sebesar 258 per 10.000 balita meningkat dibandingkan tahun 2012 (246/10.000 balita Peningkatan IR pneumonia berarti jumlah penderita pneumonia dan pneumonia berat yang ditemukan semakin meningkat, hal ini dipengaruhi oleh peran serta aktif masyarakat untuk mau membawa balitanya berobat ke Puskesmas dan juga peran aktif petugas Puskesmas serta kader kesehatan di masyarakat dalam rangka menemukan penderita pneumonia balita di masyarakat.
Angka kematian (CFR) akibat pneumonia dan pneumonia berat di Kota Semarang tahun 2013 sebanyak 9 orang sebesar 0.15% (9/5715),dari RS 7 orang sedangkan di Puskesmas ada 2 kasus pnemonia maupun pneumonia berat yang meninggal.
Cakupan penemuan penderita pneumonia dan pneumonia berat yang berobat ke Puskesmas di tahun 2013 sebesar 26% mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan kualitas tata laksana penderita pneumonia dan pneumonia berat adalah 100% dan tidak ada masalah dalam tata laksananya.
d. Kusta
Capaian kusta di Kota Semarang tahun 2013 sebagai daerah low endemik : Prevalensi : 0,30 ( target nasional : < 1 / 10.000 penduduk) CDR : 1,60 ( target nasional : < 5 / 100.000 penduduk)
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
Gambar 3.22 Grafik Penemuan Kusta Kota Semarang th 2001 - 2012
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 PB 1 0 1 0 4 2 7 3 3 1 6 3 5 MB 6 11 10 8 16 12 27 17 24 16 35 41 25 Juml 7 11 11 8 20 14 34 20 27 17 41 44 30
GRAFIK PENEMUAN KUSTA KOTA SEMARANG TAHUN 2001 – 2013
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Berdasarkan grafik di atas penemuan kusta di Kota Semarang tahun 2013 berjumlah 30 - menurun dibandingkan dengan tahun 2012 - yang terdiri dari kusta tipe PB 5 kasus ( 16,66 %), dan kusta tipe MB 25 kasus ( 83,3 %). Prosentase kasus MB lebih besar dari kasus PB sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sebagaimana terlihat pada grafik di bawah.
Gambar 3.23 Grafik CDR Kasus Kusta Kota Semarang th 2008 - 2013
GRAFIK CDR KASUS KUSTA KOTA SEMARANG TAHUN 2008 - 2013
0 0,5 1 1,5 2 2,5 2008 2009 2010 2011 2012 2013 1,35 1,8 0,86 2,19 2,34 1,6
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
Gambar 3.24 Grafik Kasus Kusta Berdasar Jenis Kelamin Th 2013
GRAFIK KASUS KUSTA BERDASARKAN JENIS KELAMIN TAHUN 2013
LAKI-LAKI 70%
PEREMPUAN 30%
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Berdasarkan jenis kelamin, kusta terdiri atas laki-laki ( 70 % ) dan perempuan ( 30 %).
Gambar 3.25 Grafik Kasus Kusta Berdasarkan Kelompok Umur Th 2013
KASUS KUSTA BERDASARKAN KELOMPOK UMUR KOTA SEMARANG TAHUN 2013 1 - 15 TH 3% 16 - 49 TH 67% > 50 TH 30%
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Berdasarkan kelompok umur kasus kusta di Kota Semarang tahun 2013 sebagai berikut : tertinggi adalah kategori umur 16 – 49 tahun ( 67 % ), > 50 tahun ( 30 % ), 1 – 15 tahun ( 3 % ). Prosentase tertinggi terdapat pada usia
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
produktif, hal ini dikarenakan pada kelompok umur tersebut mobilitas tinggi, sehingga kemungkinan tertular kuman Baccilus leprae juga tinggi.
Gambar 3. 26 Grafik Peta Kelurahan Dengan Kasus Kusta Th 2013
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Berdasarkan kelurahan kasus kusta tahun 2013 , kasus terbanyak terdapat di Kelurahan Panggung Kidul (4 kasus), Ngesrep (3 kasus), Bululor (2 kasus), Karangmalang (2 kasus), Sambirejo (2 kasus), selebihnya kelurahan Bandarharjo, Banjardowo, Bongsari, Jangli, Karangayu, Kauman, Kembangarum, Kuningan, Miroto, Padangsari, Plalangan, Purwodinatan, Rowosari, Srondol Kulon, Tambakharjo, Tlogosari Kulon masing-masing 1 kasus.
Sebagaimana grafik dibawah, RFT Rate MB Kusta semenjak tahun 2003 hingga tahun 2012, mengalami fluktuatif. Tahun 2012 : 62 %, sedangkan tahun 2013 pengobatan masih berjalan.
Tambakharjo Bandarharjo Tlogosari Kulon Ngesrep Rowosari Jangli Banjardowo Sambirejo Miroto Purwodinatan Karangayu Panggung Kidul Bulu Lor Bongsari Kembangarum Karangmalang Padangsari Srondol Kulon Plalangan
Kasus per Kelurahan Tidak ada kasus Jml kasus : 1 - 2 Jml kasus : 3 - 4 PETA KELURAHAN DENGAN KASUS KUSTA
DI KOTA SEMARANG TAHUN 2013
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
Gambar 3.27 Grafik Prosentase RFT Rate MB Kusta Th 2003 - 2013
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
RFT Rate Kusta tipe PB tahun 2013 sebesar 60 %, menurun dibanding tahun 2012 : 67 %. Karena pasien tahun 2013 berobat pada triwulan keempat, sehingga masih dalam pengobatan saat laporan disusun.
Diagnosa dan pengobatan dini dapat mencegah sebagian besar cacat fisik. Sebagaimana tujuan utama terapi medik yaitu pengobatan dengan menggunakan MDT sesuai tipe.Terjadinya cacat pada kusta disebabkan kerusakan fungsi saraf tepi, baik karena kuman kusta maupun karena peradangan sewaktu keadaan reaksi. Kecacatan pada penderita kusta di Kota Semarang pada tahun 2013 sebagaimana dapat dilihat pada grafik di atas adalah berikut : Cacat Tk. I : 7 %, cacat Tk. II : 7 % , semua dari pasien kusta tipe MB.
Cacat kusta tingkat 2 tahun 2013 di Kota Semarang sebanyak : 2 kasus ( 6,67 % ). Indikator nasional untuk kecacatan kusta < 5 % dari kasus yang ditemukan. Dengan demikian kecacatan kusta tingkat 2 di Kota Semarang lebih besar dari indikator nasional.
PROSENTASE RFT RATE MB KUSTA KOTA SEMARANG TH 2003 - 2013 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Prosentase 100 92 100 91 81 88 92 87 53 19.51 0
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 201
e. Diare
Gambar 3.28 Grafik Pender
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P Penderita Diare dari tahun 200
2013 mengalami penurunan, hal ini disebabkan program cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang sudah di canangkan sud
Tahun 2013 kasus diare menurut golongan umur banyak ditemukan pada golo umur >5 tahun sebanyak 23.712
1 tahun sejumlah 4.462 kasus (11.5 % )
Grafik 3.29 Grafik Kasus Diare Kota Semarang Menurut Jenis Kelamin
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
2008 2009 < 1 th 3776 3446 1 - 4 th 8625 7996 > 5 th 19947 18991 Total 32338 30133 0 10000 20000 30000 40000 50000 60000
GRAFIK PENDERITA DIARE MENURUT KELOMPOK UMUR TAHUN 2008
KASUS DIARE KOTA SEMARANG TAHUN 2013
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013
Grafik Penderita Diare Menurut Kelompok Umur
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
Penderita Diare dari tahun 2008 – 2013 terus meningkat namun pada tahun mengalami penurunan, hal ini disebabkan program cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang sudah di canangkan sudah diterapkan dalam kegiatan sehari hari.
kasus diare menurut golongan umur banyak ditemukan pada golo 3.712 kasus (62 %) dan terendah pada kelompok umur < kasus (11.5 % ).
fik Kasus Diare Kota Semarang Menurut Jenis Kelamin
Sumber: Seksi P2ML Bidang P2P
2009 2010 2011 2012 2013
3446 4402 6915 4870 4462
7996 10194 12550 11215 9827
18991 19895 28586 26264 23712
30133 34491 48051 42349 38001
GRAFIK PENDERITA DIARE MENURUT KELOMPOK UMUR TAHUN 2008 - 2013 L 17,797 47% P 20,204 53%
KASUS DIARE KOTA SEMARANG TAHUN 2013 MENURUT JENIS KELAMIN
terus meningkat namun pada tahun mengalami penurunan, hal ini disebabkan program cuci tangan pakai sabun kegiatan sehari hari. kasus diare menurut golongan umur banyak ditemukan pada golongan kasus (62 %) dan terendah pada kelompok umur <
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 201
Berdasarkan grafik di atas, kasus Diare di Kota Semarang tahun 2013 pada perempuan lebih banyak dibandingkan pada laki
Cakupan pelayanan penderita diare diket
penderita baru dibagi jumlah penduduk dikalikan 1.000. Pada tahun 201 (Incidence Rate) sebesar 23 per 1.000 penduduk, hal ini berarti terjadi penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Angka kematian (CFR) dihitung b akibat penyakit diare yang ber
10.000) dan berdasarkan data yang masuk dapa
tidak ada laporan mengenai penderita diare yang menin
penderita diare yang berobat ke Puskesmas dan yang ditolong kader tidak ada yang meninggal. Untuk lebih jelasnya berikut ini peta IR diare per Puske
Semarang tahun 2013.
Dari 37 Puskesmas di Kota Semarang yang IR n
(target IR 22/1000 penduduk) ada 12 puskesmas yaitu puskesmas Bugangan 40.2), Mangkang (39.1), halmahera (38.8), Ngalian (35.3), Ngesrep (30.7), Gunungpati (27.7), Banget ayu (27.6), Ngemplak simongan (27.2), Lamper
Gambar 3.30 Grafik Cakupan, Kualitas & Tata Laksana Diare Th 2013
0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 Cakupan Pelayanan (%) Kualitas Tatalaksana (%) Masalah Tatalaksana (%)
Cakupan ,Kualitas dan Tatalaksana Diare Tahun 2013
Profil Kesehatan Kota Semarang Tahun 2013