• Tidak ada hasil yang ditemukan

Data Posyandu

B. STATUS GIZI

2. Penyakit Menular

41.127

Jumlah 332.865 854.457

Sumber : Laporan SP3 Sub Bagian Perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Beksi, 2019

2. Penyakit Menular

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. TBC akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu), biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah. Penyakit ini menyebar melalui droplet orang yang telah terinfeksi basil tuberkulosis. Bersama dengan malaria dan HIV/AIDS, tuberkulosis menjadi salah satu penyakit yang pengendaliannya menjadi komitmen global dalam SDGs.

Beban penyakit yang disebabkan oleh tuberkulosis dapat diukur dengan insiden (didefinisikan sebagai jumlah kasus baru dan kasus kambuh tuberkulosis) yang muncul dalam periode waktu tertentu, biasanya dinyatakan dalam satu tahun, prevalensi (didefinisikan sebagai jumlah kasus tuberkulosis pada suatu titik waktu tertentu) dan mortalitas/kematian (didefinisikan sebagai jumlah kematian akibat tuberkulosis dalam jangka waktu tertentu).

a. Tuberkulosis Paru

1) Cas Detection Rate TB (Penemuan Kasus Baru TB)

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosa Penyakit ini dapat menyebar melalui droplet orang yang telah terinfeksi basil TB. Bersama dengan Malaria dan HIV/AIDS, TB menjadi salah satu penyakit yang pengendaliannya menjadi komitmen global dalam SDGs.

Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi Tahun 2019 Pada tahun 2019 semua kasus TB tercatat 3.713 penderita TB Paru BTA + ada kenaikan dibandingkan tahun 2018 sebanyak 3.713 penderita TB.

Sementara itu CDR semua kasus TB sebagai salah satu indikator Program TB telah ditemukan sebesar 37,7%. Penduduk dari target sebesar 90%. Dari kondisi diatas masih belum mencapai target dikarnakan meningkatnya target tahun 2019 3 kali lebih tinggi dari tahun 2018 yang hanya ditargetkan sebesar 28%

2) Angka Notifikasi Kasus atau Case Notification Rate (CNR)

Angka notifikasi kasus adalah angka yang menunjukkan jumlah pasien baru yang ditemukan dan tercatat diantara 100.000 penduduk di suatu wilayah tertentu. Angka ini apabila dikumpulkan serial akan menggambarkan kecenderungan penemuan kasus dari tahun ke tahun di wilayah tersebut. Angka ini berguna untuk menunjukkan kecenderungan (trend) meningkat atau menurunnya penemuan pasien pada wilayah tersebut.

angka notifikasi atau case notification rate (CNR) semua kasus tuberkulosis per Kecamatan tahun 2018 yang menunjukan kasus ditangani per 100.000 penduduk. CNR Kasus TB Kabupaten Bekasi tahun 2019 adalah 123 per 100.000 penduduk menurun dari tahun 2018 dimana CNR pada tahun 2018 sebesar 140,61 per 100.000 penduduk.

3) Angka Kesembuhan (Cure Rate)

Angka kesembuhan atau Curte Rate adalah Angka yang menunjukan prosentase pasien baru TB dengan BTA positif yang sembuh setelah masa pengobatan, diantara pasien baru TB paru BTE positif yang tercatat .

Dari kasus yang diobati pada tahun 2019 angka kesembuhan atau Cure Rate sebesar 80,44 persen keadaan ini

Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi Tahun 2019 meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2018 dengan sebesar 74,37.

Dalam upaya peningkatan capaian cakupan indikator program TB Beberapa langkah kegiatan telah dilaksanakan oleh Dinas kesehatan diantaranya adalah dilakukannya Bimbingan Teknis untuk meningkatkan kemampuan petugas dillayanan dalam penangan kasus TB sehingga pengobatan dilaksanakan sesuai dengan standar yang berlaku. Disamping itu dinas kesehatan telah pula memenuhi sarana penunjang program lainnya seperti pengadaan format pelaporan dan bahan KIE lainnya.

b. HIV & AIDS

1) Jumlah Kasus HIV Positif dan AIDS

HIV & AIDS disebabkan oleh infeksi virus Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga sangat mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit lain. Penyaluran virus HIV bisa melalui penyaluran Semen (reproduksi), Darah, cairan vagina, penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi secara bergantian dan ASI.

Program Penanggulangan HIV AIDS dan IMS telah berjalan di Indonesia kurang lebih selama 20 tahun sejak ditemukannya kasus HIV yang pertama kali tahun 1987. Hingga kini program penanggulangan telah berkembang dengan pesat meliputi pencegahan, pengobatan, hingga dukungan pengobatan.

Program ini menunjukkan pula pemahaman yang lebih baik para penyelenggara serta pelaksana program terhadap persoalan IMS dan HIV AIDS. Tetapi jika dikaitkan dengan situasi HIV di Kabupaten Bekasi dimana kasus HIV secara komulatif sampai tahun 2019 telah mencapai 1.789 kasus HIV AIDS. Kasus ini ditemukan pada komunitas berisiko tinggi di hampir semua wilayah di Kabupaten Bekasi, bahkan kasus ini pun kini telah merambah pada masyarakat umum, ibu rumah tangga, dan balita.

Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi Tahun 2019 Dalam upaya penanggulangan HIV AIDS dan IMS di Kabupaten Bekasi Dinas Kesehatan pada tahun 2019 akan melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya adalah pelaksanaan Sero Survai HIV , pemeriksaan kadar Viralload pada Odha di Kabupaten Bekasi, Bimbingan Teknis Layanan VCT di Puskesmas, Pertemuan Jejaring HIV, Validasi data, HIV, dan Sosialisasi Infeksi Menular Seksual bagi Populasi Risiko tinggi.

Kasus HIV baru yang ditemukan tahun 2019 adalah 222 kasus, sedangkan kasus Syphilis 44 kasus. Secara kumulatif sampai dengan tahun 2019 kasus HIV tercatat sebesar 1.789 kasus dimana kasus terbanyak pada kelompok usia produktif yakni usia antara 20 tahun sampai dengan usia 49 tahun, sedangkan kasus HIV menurut faktor resiko tercatat kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) mempuyai jumlah terbanyak yakni sebesar 102 orang.

2) Angka Kematian Akibat AIDS

Angka kematian (Case Fatality Rate) akibat AIDS tidak ada kematian akibat AIDS.

3) Pengetahuan AIDS

Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk membentuk tindakan seseorang, sebab dari pengalaman dan hasil penelitian ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih baik dibandingkan dengan perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.

Dalam upaya memberikan pengetahuan tentang HIV pada masyarakat telah terus dilakukan peningkatan pengetahuan melalui Promosi Kesehatan termasuk diantaranya ialah melakukan Kampanye HIV AIDS kepada siswa sekolah menengah tingkat pertama dan tingkat atas. selain kepada siswa sekolah dilakukan juga terhadap populasi resiko tinggi seperti WPS, waria, dan LSL.

Dalam upaya penemuan kasus yang masih tersembunyi di masyarakat Dinas Kesehatan telah melaksanakan peningkatan layanan dengan membentuk layanan VCT (Voluntary Conselin and test HIV) baru di Puskesmas sehingga Puskesmas dengan

Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi Tahun 2019 layanan VCT sampai dengan tahun 2019 sebanyak 32 Puskesmas dengan layanan VCT dimana sebelumnya pada tahun 2018 hanya sebanyak 19 Layanan dan untuk mendekatkan akses layanan HIV bagi masyarakat Dinas Kesehatan akan terus mengembangkan sehingga pada akhirnya seluruh Puskesmas dapat melakukan layanan HIV bagi masyarakat .

c. Pneumonia

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak. Insiden menurut kelompok umur balita diperkirakan 0.29 episode per anak/tahun di negara berkembang dan 0,05 episode per anak pertahun di negara maju.

Ini menunjukan bahwa terdapat 156 juta episode baru di dunia pertahun dimana 151 juta episode (96,7 % terjadi di negara berkembang).

Pneumonia adalah pembunuh utama balita di dunia, lebih banya bila dibanding dengan penyakit AIDS, Malaria dan Campak. Di dunia setiap tahun diperkirakan lebih dari 2 juta Balita meninggal karena Pneumonia (1 Balita/20 detik) dari 9 juta total kematian Balita. Diantara 5 kematian Balita, 1 diantaranya disebabkan oleh Pneumonia. Berdasarkan bukti bahwa faktor resiko Pneumoni adalah kurangnya pemberian ASI ekslusif, gizi buruk, populasi udara dalam ruangan, BBLR, kepadatan penduduk, dan kurang imunisasi campak.

Pada tahun 2019, di Kabupaten Bekasi cakupan penemuan Pneumonia pada balita sebesar 17,83 % dengan jumlah kasus yang ditemukan sebanyak 2.125 kasus.

Dalam Upaya meningkatkan penemuan kasus pada tahun 2019 telah dilaksanakan kegiatan peningkatan teknis tatalaksana pneumonia yang ditujukan bagi petugas di Puskesmas dan petugas di klinik swasta hal ini dimaksudkan agar kasus yang ditemukan dapat di laporkan sekaligus dilakukan penatalaksanaan pneumonia sesuai dengan standar yang berlaku.

Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi Tahun 2019 d. Kusta

Kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini memerlukan waktu 6 bulan hingga 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh.

Tanda dan gejala kusta bisa saja muncul 1 hingga 20 tahun setelah bakteri menginfeksi tubuh penderita. Penatalaksanaan kasus yang buruk dapat menyebabkan Kusta menjadi progresif, menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, anggota gerak, dan mata.

Gejala Kusta, Gejala dan tanda kusta tidak nampak jelas dan berjalan sangat lambat. Bahkan, gejala kusta bisa muncul 20 tahun setelah bakteri berkembang biak dalam tubuh penderita.

Beberapa di antaranya adalah:

1) Mati rasa, baik sensasi terhadap perubahan suhu, sentuhan, tekanan ataupun rasa sakit.

2) Muncul lesi pucat dan menebal pada kulit.

3) Muncul luka tapi tidak terasa sakit.

4) Pembesaran saraf yang biasanya terjadi di siku dan lutut.

5) Kelemahan otot sampai kelumpuhan, terutama otot kaki dan tangan.

6) Kerusakan pada hidung yang dapat menimbulkan mimisan, hidung tersumbat, atau kehilangan tulang hidung

Diagnosis kusta dapat ditegakkan dengan adanya kondisi sebagai berikut :

1) Kelainan pada kulit (bercak) putih atau kemerahan disertai mati rasa

2) Penebalan saraf tepi yang disertai gangguan fungsi saraf berupa mati rasa dan kelemahan/kelumpuhan otot

3) Adanya kuman tahan asam di dalam kerokan jaringan kulit (BTA Positif).

Pada tahun 2019, tercatat terdapat kasus baru Sebanyak 389 kasus sedangkan kasus yang terdaftar ditahun 2019 tipe Multi

Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi Tahun 2019 Basiler sebanyak 377 kasus dan tipe Pausi Basiler sebanyak 12 kasus. Kasus cacat TK II sebanyak 9 kasus dan 16 kasus kusta anak.

Dalam upaya penemuan kasus baru Kusta secara dini di masyarakat telah dilaksanakan kegiatan ICF (Identifikasi Case Survey) dan Survey anak Sekolah hal ini bertujuan untuk menemukan Kasus Kusta baru di masyarakat secara dini, dengan ditemukan kasus secara dini maka pengobatan lebih awal bisa dilakukan sehingga penderita terhindar dari kecacatan yang bisa timbul akibat Kusta.

e. Diare

Diare merupakan penyakit yang terjadi ketika terdapat perubahan konsistensi feses selain dari frekuensi buang air besar.

Seseorang dikatakan menderita Diare bila feses lebih berair dari biasanya, atau bila buang air besar tiga kali atau lebih, atau buang air besar yang berair tapi tidak berdarah dalam waktu 24 jam.

Pada tahun 2019, di Kabupaten Bekasi terjadi 31.027 kasus diare. Seluruh kasus diare tersebut telah ditangani seluruhnya sehingga Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare tidak terjadi.

3. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)

Dokumen terkait