• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN PROYEK PERUBAHAN

A. Capaian Proyek Perubahan

1. Penyamaan persepsi dan diskusi mengenai peningkatan

Dalam rangka peningkatan pelayanan publik di PPN Pemangkat maka diperlukan dukungan dari seluruh stakeholder di lingkungan Pelabuhan. Salah satu hal penting dalam pencapaian program khususnya peningkatan pelayanan adalah dukungan internal pegawai pelabuhan. Seluruh Pegawai PPN Pemangkat harus mendapatkan informasi yang sama terkait dengan komitmen pimpinan untuk meningkatkan pelayanan publik. PPN Pemangkat saat ini sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2008 dan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) maka tentunya harus dapat memberikan pelayanan yang semakin baik kepada pelanggan.

Untuk menyamakan persepsi tersebut maka pimpinan dalam hal ini Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat melakukan diskusi internal yang di hadiri oleh seluruh pegawai PPN Pemangkat.

Salah satu hasil dari diskusi adalah program untuk merealisasikan tugas pokok dan fungsi pelabuhan perikanan sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang No.45 Tahun 2009 tentang perubahan Undang-Undang 31 tahun 2004 tentang dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.08 tahun 2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan. Dalam peraturan tersebut terdapat 14 (empat belas) fungsi pelabuhan yang menjadi tugas pokok pelabuhan. Berdasarkan hasi

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 26 diskusi dan evaluasi pelaksanaan tugas ada beberapa tugas yang masih belum optimal untuk dilakukan di PPN Pemangkat salah satunya terkait dengan pelayanan perkarantinaan ikan, dan pesisir yang harus dilakukan dengan kerjasama dengan instansi terkait.

Untuk itu disepakati dalam rapat tersebut membentuk Unit Kerja lintas instansi untuk menjawab pelaksanaan tugas pokok di pelabuhan perikanan. Selanjutnya Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangat menyampaikan kepada seluruh pegawai untuk membuat Unit Kerja Terpadu di PPN Pemangkat. Dokumentasi kegiatan tersebut dapat di lihat dalam lampiran 1 (milestone 1)

2. Penyiapan Konsep Unit Kerja Terpadu

Konsep Operasional Unit Kerja Terpadu merupakan diutamakan untuk mempercepat dan meningkatkan kuantitas pelayanan PPN Pemangkat kepada stakeholder khususnya nelayan di wilayah pelabuhan.

Penyiapan konsep dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2017. Unit Kerja Terpadu ini di operasionalkan juga mempertimbangkan hasil survey kepuasan masyarakat yang belum dapat diakomodasi oleh PPN Pemangkat. Ruang lingkup kerjasama pelayanan yang akan dilakukan dengan instansi terkait di Unit Kerja Terpadu yaitu :

a. Menempatkan petugas Instansi terkait untuk dapat melakukan pelayanan secara berkala di Unit Kerja Terpadu yang telah di siapkan oleh PPN Pemangkat;

b. Melakukan pembantuan tahapan proses pelayanan oleh instansi terkait tersebut yang dapat dilakukan di PPN Pemangkat;

c. Memberikan kewenangan pelayanan kepada petugas PPN Pemangkat dari Instansi terkait yang berwenang melakukan pelayanan untuk melakukan pelayanan di PPN Pemangkat; dan d. Memberikan pelatihan dari instansi terkait kepada pegawai PPN

Pemangkat untuk melakukan pelayanan pelayanan di PPN Pemangkat.

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 27 Berdasarkan evaluasi pelayanan terhadap stakeholder yang dilaksanakan di PPN Pemangka saat ini dan perlunya komitmen untuk melakukan peningkatan pelayanan di PPN Pemangkat, maka usulan Instansi terkait yang akan menempati di Unit Kerja Terpadu adalah sebagai berikut :

a. PPN Pemangkat

Kegiatan yang dilakukan oleh petugas PPN Pemangkat di Unit Kerja Terpadu tersebut adalah melakukan pelayanan kedatangan dan keberangkatan kapal.

b. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sintete Kegiatan pelayanan di Unit Kerja Terpadu yang akan dilakukan KSOP adalah dengan memberikan bantuan untuk melakukan verifikasi kapal dalam rangka pengukuran ulang kapal melalui rekomendasi pengukuran kapal.

c. Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab.Sambas Kegiatan yang akan dilakukan di Unit Kerja Terpadu adalah perbantuan proses verifikasi Kartu Nelayan, Asuransi Nelayan dan Sertifikasi Tanah Nelayan dan penyaluran Kartu dan Asuransi tersebut kepada Nelayan.

d. BPSPL Pontianak

Kegiatan yang dilakukan adalah dengan menempatkan petugasnya di PPN Pemangkat untuk melakukan monitoring pendaratan ikan Hiu untuk selanjutnya memberikan rekomendasi dan sosialiasi terhadap jenis ikan yang dilindungi untuk tidak ditangkap oleh nelayan.

e. Stasiun Karantina Ikan Pontianak

Kegiatan yang di kerjasamakan di PPN Pemangkat adalah dengan melakukan perbantuan terhadap pengendalian mutu di pelabuhan dan kerjasama pemberantasan IUU Fishing dengan memberikan rekomendasi SHTI kepada karantina terhadap produk perikanan yang akan dilakukan pengiriman ke negara lain. Dokumentasi kegiatan terlihat dalam lampiran 2 (milestone 2)

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 28 3. Menyiapkan Anggaran untuk pembangunan dan Operasional Unit

Kerja Terpadu

Untuk mempersiapkan pelaksanaan operasional Unit Kerja Terpadu maka telah dilakukan penyiapan anggaran sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) PPN Pemangkat tahun 2017. Adapun anggaran yang telah disiapkan untuk pembangunan fisik Unit Kerja Terpadu tersebut adalah sebesar Rp 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) dengan Rincian Anggaran Biaya (RAB) sebagai berikut :

Dukungan anggaran pembangunan Unit Kerja Terpadu sebagaimana terlihat dalam lampiran 3 (milestone 3).

4. Penyiapan Tim Proyek Perubahan

Pelaksanaan Tim Proyek Perubahan dilakukan dengan mengumpulkan Kepala Seksi dan staf yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek perubahan. Tim Proyek Perubahan dilakukan dengan menyampaikan SK Kepala Pelabuhan Perikanan mengenai SK Tim Perubahan Peningkatan Pelayanan melalui Penambahan Unit Kerja

Pekerjaan : REHABILITASI KANTOR TPI

Lokasi : PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT Tahun Anggaran : 2017

C. PEKERJAAN PINTU, JENDELA DAN VENTILASI 10.850.224,19

D.. PEKERJAAN PLAFOND 541.671,83

E. PEKERJAAN PENGECATAN 9.676.940,17

F. PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL 16.899.479,41

Jumlah 54.545.470,09

PPN 10 % 5.454.547,01

Jumlah Total 60.000.017,10

Dibulatkan 60.000.000,00

TERBILANG : Enam Puluh Juta Rupiah

RENCANA ANGGARAN BIAYA

Bill Of Quantity ( BQ )

No. U R A I A N P E K E R J A A N

2

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 29 Terpadu. SK tersebut ditandatangani tanggal 22 Maret 2017. Adapun susunan Tim Proyek Perubahan adalah sebagai berikut :

No NAMA JABATAN

DALAM TIM

TUGAS 1 Sarwono, A.Pi Penanggungjawab Bertanggungjawab

terhadap

terbangun dan operasionalnya Unit Kerja Terpadu

2 Satrio Wibowo, S.ST.Pi Ketua Melakukan

koordinasi dan 6. M.Ropindra, S.ST.Pi Koordinator Tim

Penyusunan

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 30

9. Junita Ernawati Damanik, SE

Adapun rincian SK Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat mengenai Tim Proyek Perubahan adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran 4 (milestone 4).

5. Melakukan Koordinasi dan Komunikasi dengan Instansi Terkait di Unit Kerja Terpadu

Salah satu hal yang penting untuk dapat terselenggaranya operasional Unit Kerja Terpadu di PPN Pemangkat adalah adanya dukungan dari instansi terkait untuk dapat melakukan pelayanan. Untuk itu kami telah melakukan koordinasi dengan instansi dimaksud dengan hasil sebagai berikut :

a. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sintete Telah dilakukan pertemuan di KSOP sintete pada tanggal 3 April 2017 dan juga pertemua dalam coffee morning yang dilakukan pada tanggal 5 April di PPN Pemangkat. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut KSOP mendukung adanya Unit Kerja Terpadu di PPN Pemangkat dan rencana kerjasama antara KSOP dengan PPN Pemangkat;

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 31 b. Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab.Sambas

Telah dilakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan pada tanggal 3 Maret 2017 dan juga pertemuan dalam rangka sosialisasi Kartu Nelayan di PPN Pemangkat yang dilakukan pada tanggal 12 April 2017 di PPN Pemangkat.

c. BPSPL Pontianak

Telah dilakukan pertemuan dengan Kepala BPSPL Pontianak pada tanggal 17 Maret 2017 dan juga pertemuan dalam rangka sosialisasi monitoring Hiu yang dilakukan pada tanggal 23 Maret 2017 di PPN Pemangkat. Dalam pertemuan tersebut telah di tempatkan petugas BPSPL Pontianak di PPN Pemangkat.

d. Stasiun Karantina Ikan Pontianak

Telah dilakukan pertemuan dengan Kepala Karantina Ikan pada tanggal 17 Maret 2017 dan juga pertemuan dalam rangka operasional Unit Kerja Terpadu yang dilakukan pada tanggal 13 April 2017 di PPN Pemangkat. Berdasarkan pertemuan dengan kepala Karantina Pontianak secara prinsip mendukung adanya operasional unit kerja terpadu.

Dokumentasi kegiatan koordinasi dan surat dukungan lintas terkait dapat dilihat dalam lampiran v (milestone v)

6. Penyusunan SOP pelayanan Unit Kerja Terpadu

Untuk dapat memenuhi standar dalam pelayanan di Unit Kerja Terpadu maka telah dilakukan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan dengan mengacu pada standar ISO 9001 : 2008, adapun SOP untuk masing-masing pelayanan dapat dilihat pada Lampiran 6 (milestone 6).

7. Penyiapan Sarana dan Prasarana Unit Kerja Terpadu

Dalam rangka mendukung pelayanan maka diperlukan sarana dan prasarana pelayanan. Sarana yang diperlukan tersebut antara lain meja, kursi, komputer, printer, Internet, banner maupun dan lainnya.

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 32 Prasarana yang harus ada yaitu gedung atau ruangan pelayanan yang nyaman baik untuk petugas pelayanan maupun stakeholder. Untuk efisiensi dan efektifitas ruangan pelayanan maka ruangan Unit Kerja Terpadu yang digunakan adalah memanfaatkan ruangan yang telah ada yang sudah kurang bagus untuk dilakukan rehabilitasi dan tentunya sesuai dengan semangat pelayanan ruangan tersebut mendekatkan kepada pelanggan yaitu di sekitar wilayah pendaratan ikan atau Tempat Pemasaran Ikan (TPI). Pelaksanaan penyiapan sarana dan prasarana dilakukan oleh pihak ke 3 sesuai dengan kualifikasinya. Adapun rencana ruangan dan sarana pelayanan di Unit Kerja Terpadu dapat dilihat pada Lampiran 7 (milestone 7).

8. Menyiapkan SDM di Unit Kerja Terpadu

Untuk mempersiapkan operasional pelayanan di Unit Kerja Terpadu PPN Pemangkat, maka telah di tetapkan petugas yang menangani maupun bekerjasama Dengan instansi terkait. Petugas tersebut telah di tunjuk berdasarkan SK Kepala Pelabuhan Perikanan No.

KEP.669/PPN-Pmk/OT.210/III/2017 tanggal 22 Maret 2017 sebagaimana terlihat dalam lampiran 8 (milestone viii)

Adapun petugas tersebut adalah sebagai berikut : NO JENIS PELAYANAN NAMA

M. Ropindra Petugas PPN Pemangkat

Sulaiman Petugas KSOP Sintete 3 Pelayanan Kartu Nelayan,

Asuransi Nelayan dan

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 33 4 Pelayanan Perkarantinaan

Ikan

Pramita Putri Utami

Petugas PPN Pemangkat 5 Pelayanan Monitoring

Pendaratan Hiu

Triyogo Petugas BPSPL Pontianak

9. Melakukan Sosialisasi Pelayanan Unit Kerja Terpadu

Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan di PPN Pemangkat, maka telah dilakukan sosialiasai pembentukan Unit Kerja Terpadu yang dilaksanakan pada tanggal 10 April 2017 bertempat di Ruang Rapat Pelayanan Terpadu PPN Pemangkat. Sosialisasi dilakukan bertujuan untuk memberikan informasi kepada seluruh stakeholder mengenai Unit Kerja Terpadu. Sosialisasi dihadiri oleh perwakilan dari Nelayan, pengusaha ikan, instansi terkait seperti Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Sambas, KSOP Sintete, PSDKP Pemangkat dan Kepala Desa Penjajap. Adapun hasil sosialisasi pelayanan terpadu dapat dilihat pada Lampiran 9 (milestone ix).

10. Melakukan Workshop SDM Pelayanan Unit Kerja Terpadu

Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan di PPN Pemangkat, maka telah dilakukan workshop SDM Pelayanan di Unit Kerja Terpadu yang dilaksanakan pada tanggal 12 April 2017 bertempat di Ruang Rapat Pelayanan Terpadu PPN Pemangkat. Sosialisasi dilakukan bertujuan untuk memberikan informasi kepada seluruh stakeholder mengenai Unit Kerja Terpadu. Sosialisasi dihadiri oleh seluruh petugas pelayanan yang bertugas di Kantor Pelayanan Terpadu PPN Pemangkat. Adapun hasil sosialisasi pelayanan terpadu dapat dilihat pada Lampiran 10 (milestone x).

11. Melakukan Percobaan Pelayanan Unit Kerja Terpadu

Setelah dilakukan penyiapan sarana dan prasarana Unit Kerja Terpadu maka dilakukan uji coba pelayanan selama 1 (satu) hari pada tanggal 12 April 2017, uji coba pelayanan tersebut dilakukan agar petugas pelayanan di Unit Kerja Terpadu dapat langsung beradaptasi untuk melakukan pelayanan sekaligus untuk memberikan masukan terhadap

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 34 kekurangan dari sarana yang ada maupun jenis pelayanan yang dilakukan. Beberapa masukan hasil uji coba pelayanan di Unit Kerja Terpadu tersebut adalah sebagai berikut :

a. Belum adanya ruang tunggu untuk stakeholder

b. Belum lengkapnya informasi mengenai jenis pelayanan c. Belum adanya SOP Pelayanan

d. Ruangan masih perlu suasana lebih nyaman

Dokumentasi kegiatan uji coba pelayanan di unit kerja terpadu sebagaimana terlihat dalam lampiran 11 (milestone xi)

12. Operasionalisasi Pelayanan Unit Kerja Terpadu

Pelaksanaan Operasionalisasi Unit Kerja Terpadu dilaksanakan pada tanggal 13 April 2017 bertempat di Kantor Unit Kerja Terpadu PPN Pemangkat. Launching operasional Unit Kerja Terpadu dilakukan oleh Direktur Pelabuhan Perikanan Bapak Dr. Ir. Syafril Fauzi, M.Sc sekaligus sebagai mentor Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat dan Coach Dr.Ir. Yulistyo, M.Sc. Operasionalisasi Unit Kerja Terpadu dihadiri oleh perwakilan. Tujuan operasionalisasi Unit Kerja Terpadu adalah untuk mempercepat dan meningkatkan pelayanan kepada stakeholder sekaligus melaksanakan tugas pokok pelabuhan perikanan sebagaimana diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan serta meningkatkan sinergi dan kerjasama antar instansi terkait. Operasionalisasi Unit Kerja Terpadu dihadiri seluruh stakeholder di PPN Pemangkat yaitu (i) Nelayan, (ii) Pengusaha Perikanan, (iii) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, (iv) Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab.Sambas, (v) Balai Karantina Ikan Pontianak, (vi) BPSPL Pontianak, (vii) Polsek Pemangkat, (viii) Camat Pemangkat, (ix) Kepala Desa Penjajap, (x) Danramil Pemangkat, (xi) Kepala SMK N1 Pemangkat, (xii) PSDKP Pemangkat, (xiii) kepala Perum Perindo Cabang.

Pemangkat dan seluruh pegawai PPN Pemangkat. Dokumentasi

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 35 kegiatan launching operasional Unit Kerja Terpadu sebagaimana terlihat dalam lampiran 12 (milestone xii)

B. Capaian Pelaksanaan Pelayanan di Unit Kerja Terpadu

Unit Kerja Terpadu di PPN Pemangkat yang dibentuk melibatkan beberapa instansi terkait. Untuk lebih jelasnya mengenai instansi terkait yang ada di Unit Kerja Terpadu dan capaian pelayanan dari tanggal 13 April s.d 12 Mei 2017 dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Capaian Pelayanan di Unit Kerja Terpadu PPN Pemangkat No. Instansi Jenis Pelayanan Jumlah

Layanan 1. PPN Pemangkat Surat Tanda Bukti Lapor

Kedatangan Kapal

Kartu Nelayan 31 Kartu

Asuransi Nelayan 75 Kartu Sertifikat Hak Atas

Tanah Nelayan

190 Sertifikat 3. KSOP Sintete Perbantuan

Verifikasi/pengukuran 5. BPSPL Pontinak Monitoring populasi hiu 1 Laporan

Berdasarkan hasil survey terhadap pelayanan di Unit Kerja Terpadu kepada stakeholder (perwakilan nelayan dan perwakilan pengurus kapal) menunjukkan nilai baik, hasil survey dapat dilihat pada Lampiran 13.

Gambar 4. Kantor Unit Kerja Terpadu PPN Pemangkat (tampak depan)

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 36 Gambar 5. Kantor Unit Kerja Terpadu PPN Pemangkat (tampak dalam)

Keluaran yang diharapkan dengan adanya terbentuknya Unit kerja terpadu di PPN Pemangkat yaitu dapat melakukan pelayanan publik ke arah yang lebih baik. Komitmen perbaikan tentunya akan meningkatkan kinerja pelayanan publik yang dilakukan oleh pegawai PPN Pemangkat kepada pengguna jasa dan layanan sehingga mereka bisa lebih mudah dan cepat dalam menerima layanan dalam mengurus dokumen kapal perikanan. Komitmen perbaikan tentunya akan meningkatkan kinerja pegawai, antara lain :

1. Kemudahan mendapatkan data pelayanan instansi pemerintah;

2. Terwujudnya komitmen pegawai untuk melakukan pelayanan yang terbaik / prima kepada masyarakat;

3. Efektifitas pengawasan internal dalam pelayanan;

4. Standarisasi SDM dalam pelayanan kepada masyarakat;

5. Terwujudnya budaya melayani bagi pegawai.

C. Kendala Internal dan Eksternal

Kendala yang dihadapi dalam penerapan sistem baru memungkinkan dapat terjadi yang akan menghambat tujuan proyek

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 37 perubahan, kendala ini dibagi menjadi dua kategori yaitu internal dan eksternal, kendala internal dalam pelaksanaan proyek perubahan berupa pembentukan Unit Kerja Terpadu di PPN Pemangkat adalah :

1. Jumlah sarana pendukung (komputer, printer ) yang diperlukan untuk mendukung pelayanan unit kerja terpadu masih terbatas;

2. Belum adanya ruangan / kantor Unit kerja terpadu PPN Pemangkat yang memenuhi standar.

Sementara itu untuk kendala eksternal dalam pelaksanaan Unit Kerja Terpadu di PPN Pemangkat adalah :

1. Belum optimalnya dukungan dan kerjasama dari KSOP Sintete dan Stasiun Karantina Ikan untuk melakukan pelayanan di Unit kerja terpadu PPN Pemangkat;

2. Keterbatasan petugas dari instansi terkait untuk penempatan di Unit Kerja Terpadu PPN Pemangkat.

3. Belum adanya persamaan persepsi dalam melakukan kerjasama pelayanan Unit kerja terpadu khususnya dengan KSOP Sintete.

4. Adanya perubahan organisasi / kelembagaan di Pusat, Provinsi dan Kabupaten.

5. Belum optimalnya pelaksanaan proyek dalam Working Team.

D. Strategi Mengatasi Kendala

Strategi yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan proyek perubahan dengan pembentukan Unit Kerja Terpadu di PPN Pemangkat, agar bisa tercapai tujuan dari adanya pembentukan 1. Melakukan koordinasi dan sosialisasi Unit Kerja Terpadu di PPN

Pemangkat yang melibatkan stakeholder;

2. Melakukan komunikasi yang intensif dengan pejabat terkait di KKP, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalbar dan Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas;

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 38 3. Pembinaan, monitoring dan evaluasi secara berkala dengan working team agar pelaksanaan kemajuan pekerjaan sesuai dengan rencana;

4. Menyiapkan rencana anggaran pembentukan Unit Kerja Terpadu melalui penelaahan RKAKL/Anggaran dan melakukan revisi anggaran.

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 39 BAB IV

PENUTUP A. Kesimpulan

Dari uraian yang telah disampaikan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa PPN Pemangkat telah melaksanakan proyek perubahan berupa Optimalisasi Pelayanan Publik Melalui Pembentukan Unit Kerja Terpadu. Unit Kerja Terpadu yang sudah dibentuk terdapat 5 instansi terkait didalamnya yaitu PPN Pemangkat (pelayanan surat tanda bukti lapor kedatangan kapal), Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas (pelayanan kartu nelayan, asuransi nelayan dan sertifikat hak atas tanah nelayan), KSOP Sintete (pelayanan perbantuan verifikasi/pengukuran kapal perikanan), Stasiun Karantina Ikan Kelas I Pontianak (perbantuan proses pencegahan IUU Fishing melalui pelayanan SHTI-LA), dan BPSPL Pontianak (pelayanan monitoring dan pendataan hiu). Dengan adanya Unit Kerja Terpadu ini pelayanan lebih cepat (efesiensi waktu dan biaya), keterbukaan informasi mengenai jenis pelayanan serta kejelasan dan kepastian pelayanan (waktu, jenis dan biaya).

B. Rekomendasi

Adapun rekomendasi untuk meningkatkan pelayanan di Unit Kerja Terpadu PPN Pemangkat adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan komitmen instansi yang terlibat dalam melakukan pelayan di Unit Kerja Terpadu;

2. Meningkatkan sarana / fasilitas dalam pelayanan di Unit Kerja Terpadu;

3. Melakukan evaluasi pelayanan secara berkala;

4. Peningkatan kompetensi SDM yang melakukan pelayanan melalui pelatihan, workshop, maupun bencmarking ke instansi lain

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 40 BAB V PERSETUJUAN

Jakarta, Mei 2017 Project Sponsor / Mentor

Dr. Syafril Fauzi, M.Sc NIP. 19570603 198303 1 001

LAPORAN PROYEK PERUBAHAN 41 DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.08 Tahun 2012 tentang Kepelabuhanan Perkanan

Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;

Peraturan Pemerintah Nomor 65 tahun 2005 tentang Pedoman dan Penyusunan Penerapan Standar Minimal;

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 13 tahun 2009 tentang Pedoman Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan Partisipasi Masyarakat;

Kesepakatan Bersama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Kementerian Perhubungan Nomor : 05/MEN/KP/KB/XI/2016 dan Nomor PJ.229 tahun 2016 tentang Koordinasi dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi;

Keputusan Kepala PPN Pemangkat Nomor KEP.1602/PPN-Pmk/OT.210/VIII/2016 tentang Tim Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)

Dokumen terkait