• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYAMARAN LAIN DARI TUHAN

Dalam dokumen The Dark Side of God (Halaman 32-39)

Fenomena psiko-spiritual lain yang sangat menarik untuk diamati adalah, dinamika psikologis di balik kenapa seseorang akan lebih cenderung memilih menjadi spiritualis (bertuhan, beragama dan sejenisnya) dibanding menjadi pendosa.

Salah satu elemen pembentuk kepribadian manusia adalah imprint atau berbagai konsep yang ditanamkan pada kita dari kecil. Sebagaimana penjelasan saya di awal, tentu kebudayaan kita yang religius bukan hanya membentuk imprint sebagai “orang baik” semata, namun sebagai seorang yang bertuhan dan beragama, karena Tuhan telah menjadi pusat segala kemuliaan, dan

PENYAMARAN LAIN

DARI TUHAN

Fenomena psiko-spiritual lain yang sangat menarik untuk diamati adalah, dinamika psikologis di balik kenapa seseorang akan lebih cenderung memilih menjadi spiritualis (bertuhan, beragama dan sejenisnya) dibanding menjadi pendosa.

Salah satu elemen pembentuk kepribadian manusia adalah imprint atau berbagai konsep yang ditanamkan pada kita dari kecil. Sebagaimana penjelasan saya di awal, tentu kebudayaan kita yang religius bukan hanya membentuk imprint sebagai “orang baik” semata, namun sebagai seorang yang bertuhan dan beragama, karena Tuhan telah menjadi pusat segala kemuliaan, dan

menjadi dengan sumber utama kemuliaan akan memberi sensasi pada kita, bahwa kita juga mulia.

Seperti jika anda merasa bangga dan senang bergaul dengan pejabat, orang terkenal atau orang-orang special lain akan memberi anda sensasi bahwa anda juga adalah special, maka demikian juga jika anda “bergaul” dengan Tuhan yang maha mulia maka anda akan merasa seolah mulia.

Salah satu kebutuhan dan dorongan tersembunyi dalam diri manusia adalah dorongan untuk menjadi “super human” dorongan untuk menjadi manusia spesial yang lebih unggul disbanding manusia lain.

Konsep mengenai Ras Arya berdarah murni ala Hitler sebagai ras paling unggul dan utama adalah salah satu hasil paling mengerikan dari bagaimana dorongan untuk menjadi super human ini bisa menjadikan manusia sangat gila.

Apa pun agama anda, pembaca yang terhormat, saya yakin anda pasti mendapatkan sensasi seolah anda adalah “manusia terpilih” yang karena anda menganut agama anda itu, menyembah Tuhan anda itu dan hidup dengan cara-cara dari agama anda itu, membuat anda seolah telah menjadi manusia yang lebih unggul, lebih mulia, lebih benar dan lebih hebat dibanding manusia lain dari golongan lain (agama lain, yang memuja Tuhan lain dan hidup dengan aturan yang lain).

Setiap orang ingin merasakan sensasi bahwa dia adalah seseorang yang special, yang istimewa dan lebih baik disbanding orang lain. Dan salah satu pemenuhan untuk kecenderungan psikologis mendasar ini adalah dengan merasakan kedekatan dengan sumber dari segala sumber kemuliaan itu, Tuhan. Orang yang merasa paling dekat dengan presiden akan merasa special disbanding orang yang hanya bisa melihat presiden dari televise.

Manusia adalah mahluk yang sudah dibentuk menjadi demikian kompetitif, selalu berusaha lebih unggul disbanding orang lain. Ini juga merupakan salah satu hasil pendidikan awal manusia. Lebih baik disbanding saudaramu, lebih baik disbanding teman lain disekolahmu dan lebih baik disbanding siapa pun, semakin unggul anda semakin banyak anda mendapatkan pujian, penghargaan dan semakin anda merasa sebagai orang yang special.

Hal ini kemudian memunculkan sisi gelap tersendiri, yaitu kecenderungan untuk suka mencemooh orang yang dianggap lebih rendah. Mungkin cemooh tidaklah dilontarkan, namun akan tetap ada pembandingan dalam diri, merasa lebih unggul, dan mengetahui kalau kita lebih unggul disbanding orang lain, rasanya sangat-sangat enak. Termasuk menjadi lebih bertuhan disbanding orang lain pun merupakan hal yang sangat mengenakkan.

Karena itu, agama dan ke-Tuhan-an tidak lagi menjadi urusan personal antara manusia dan Tuhannya, namun lebih menjadi life style yang ditampilkan, yang bisa dibanggakan dan dipertontonkan di muka umum, agar muncul rasa nyaman dan rasa bangga karena perilaku dan sikap yang serba “spiritual” itu.

Belum lagi, jika anda menjadi bagian dari sebuah komunitas spiritual atau kelompok agama yang sudah sangat yakin “berbeda” disbanding komunitas lainnya, yang mempelajari lebih banyak, mengetahui lebih banyak dan pokoknya lebih dalam segala hal. Nah kemudian, komunitas yang begini akan dengan mudah jatuh dalam perangkap memetika, yang menjadi komunitas manusia hebat (club of super human) yang boleh menganggap komunitas lain lebih rendah, bahkan boleh-boleh saja jika dibunuh atau disiksa.

Jebakan merasakan kebanggaan berlebih atas identitas spiritual (spiritual pride) ini ternyata sangat-sangat

hebat, sampai-sampai pembunuhan dan pemusnahan komunitas lain pun menjadi hal yang membanggakan, menjadi kewajiban spiritual yang harus dilakukan. Di titik ini, para pengikut Tuhan menjadi jauh lebih buruk disbanding mereka yang tidak meyakini Tuhan. Mereka mulai gila karena terjebak dalam sensasi-sensasi psikologis dan kebanggaan-kebanggaan semu yang diciptakan komunitasnya sendiri.

Di titik ini, manusia bahkan bisa bersikap seperti binatang yang paling buas sekali pun, namun tetap merasa sebagai manusia paling mulia.

Sekarang, lihatlah sejenak diri anda…

Kebanggaan apa yang anda dapatkan dengan menjadi seorang yang begitu yakin pada Tuhan dan melakukan hal-hal berketuhanan? Kebanggaan apa yang anda dapatkan dari komunitas spiritual anda?

Apakah, jika kebanggaan itu dicabut, dan berada dalam lingkungan spiritual anda itu ternyata adalah hal paling menjijikkan, anda masih akan tetap berada dalam komunitas dan ajaran itu?

Tentu saja dorongan untuk merasakan kebanggaan dan sensasi sebagai orang special merupakan hal yang sah-sah saja, karena toh itu dorongan yang sangat manusiawi dalam diri manusia. Namun, jika motivasi spiritualitas anda hanya untuk pemenuhan segala kebutuhan dan dorongan psikologis tersembunyi anda, maka anda perlu duduk sejenak dan bercermin, sebelum anda melanjutkan kembali perjalanan anda.

ILUSI DALAM

Dalam dokumen The Dark Side of God (Halaman 32-39)

Dokumen terkait