? Short Core (S/C)
1) Penyambungan veneer (veneer jointing)
Penyambungan veneer adalah bagian kerja yang melaksanakan penyambungan veneer yang memiliki ukuran tidak sempurna atau dengan ukuran veneer yang diinginkan. Kegiatan ini menggunakan mesin penyambung. Di PT IDEC AWI menggunakan 4 jenis mesin penyambung veneer yaitu mesin Jointer, mesin NFC, mesin Compuser dan mesin long center compuser. Dimana mesin jointer untuk menyambungkan core yang tebal nya di atas 300 mm, NFC menyambungkan core yang lebih tipis dibawah 300mm, compuser untuk menyambung back dan long core compuser untuk menyambungkan center core
2) Penyusunan veneer (veneer setting) Penyusunan veneer adalah kegiatan menyusun veneer sesuai dengan komposisi plywood yang diinginkan dengan tujuan untuk mempermudah proses pengeleman (glue).
27
3) perbaikan (Repair)
Repair adalah memperbaiki yang rusak seperti cacat mata kayu, kurang lebar, berlubang dan menambahkan gummed tape jika pada pinggiran veneer tidak ada gummed tape nya
c. Alat dan bahan 1) Compusser 2) NFC
3) Jointer
4) Long core compusser 5) Gummed tape 6) Reeling tape 7) Cutter 8) Papan alas 9) Hot melt 10) Gume tape 11) Benang putih 12) Kereta dorong d. Prosedur kerja
1) Veneer face dan back serta core maupun center core yang telah diseleksi dan siap digunakan langsung disetting menjadi satu untuk memudahkan saat penyusunan plywood.
2) veneer dipilih back tambal, back sambung dan back lem direpair, jika tidak dapat direpair maka akan dikirim ke mesin compuser.
3) veneer core disambung dengan mesin, direkatkan menggunakan reeling tape, gume tape, benang poliester,dan hot melt.
28
Gbr.6. proses kerja di penyusunan veneer
4) Jika veneer terlihat basah maka harus dilakukan pengecekan kadar air dengan menggunakan alat protimeter, tujuannya agar veneer tidak lolos sampai pada section glue speader.
e. Hasil yang dicapai
Dari praktek yang diikuti pada section veneer dapat disimpukan bahwa Kegiatan diseksi ini dilakukan untuk mendapatkan settingan dan perbaikan yang baik untuk veneer face, back dan core. Penyusunan komposisi veneer berdasarkan produk yang akan dibuat.
f. Pembahasan
Dalam kegiatan ini yang perlu diperhatikan adalah penyetingan face-back, core dan center core, penyettingan warna dan visual veneer jika veneer terlihat basah maka harus diukur dengan menggunakan alat protimeter jika basah veneer akan dikembalikan ke drayer.
5. Perekatan (glueing) a. Tujuan
Kegiatan glueing adalah bertujuan untuk mulai menyusun veneer-veneer menjadi plywood berdasarkan ketebalan yang diinginkan dengan menggunakan bahan perekat.
29
b. Dasar teori
Perekatan merupakan kegiatan penyatuan veneer–veneer menjadi kayu lapis sesuai dengan ukuran yang diinginkan, dimana proses ini merupakan awal terbentuknya plywood dan pada section ini terbagi menjadi lima tahapan yaitu :
1) Pencampuran perekat (glue mixing)
Pencampuran perekat merupakan kegiatan pencampuran formula perekat dimana dalam kegiatan ini melakukan pencampuran bahan– bahan perekat yang telah ditentukan komposisinya dan mencampur komponen perekat didalam mesin glue mixer.
Adapun jenis resin yang digunakan adalah Melamine resin dan Urea resin. Bahan – bahan pendukung lainnya adalah tepung industri, HU (hardener), Anti fire, Melamine Powder dan lain – lain.
Adapun hal yang paling utama dalam bagian ini adalah mengenai komposisi dan kekentalan atau viscositas resin. Mengenai viscositas ini dapat diukur dengan menggunakan alat pengukur yaitu viscotester. Apabila dalam pencampuran perekat ini terlalu cair maka dapat ditambah tepung industri, jika terlalu kental maka ditambah resin. Untuk standart viscositas yang dipakai adalah perekat yang menggunakan urea formaldehyde dan melamine formaldehyde adalah 17 – 23 poise. kemudian perekat yang dapat didistribusikan dalam ketangki penampung dimasing–masing glue spreader.
2) Pelaburan perekat (glue spreading)
Pada bagian ini merupakan kegiatan yang melaksanakan pelaburan perekat ke permukaan veneer dengan menggunakan mesin
30
glue spreader dengan komposisi bahan perekat yang telah ditetapkan sesuai standar. Berikut adalah tabel komposisi perekat menurut jenis tipe pereket.
Tabel.4. komposisi bahan perekat Tipe 2
Nama bahan TYPE 2
MR F* F** F*** F****
Urea glue 250 250 250 250 225
Melamin powder - - - - 25
melamin glue 25% LFE - - 2 2 -
Hu-280 1,5 - - - -
Hu-310 - 25 30 35 45
Hu-101 - - 1 1 3
Tepung 50 50 50 50 50
Total (kg/mix) 301.5 325 333 338 348
Sumber : PT IDEC Abadi Wood Industries
Tabel.5. komposisi bahan perekat Tipe 1,5
Nama bahan
Type 1,5
F* F*** F*** F****
Meranti Kapur
Urea glue 225 225 225 225
Melamin glue 25% LFE 25 35 35 30
Melamin powder - 2.5 3 3 Hu-310 20 35 35 40 Hu-101 - 1 1 2 Tepung 50 50 50 50 Air - - - - Total(kg/mix) 320 348.5 349 350
Sumber : PT IDEC Abadi Wood Industries Tabel.6. komposisi bahan perekat Tipe 1
Nama bahan Type 1
Cp F* F** F*** F****
Melamin glue 25% LFE 250 250 250 250 250
Urea glue - - - - - Melamin powder - - 4 6 10 Hu-280 2.5 - - Hu-330 - 20 26 34 38 Hu-100 - 1 1 1 1 Tepung 45 45 45 45 45 Total(kg/mix) 297.5 316 326 336 334
31
Sebelum melaburi veneer harus diketahui terlebih dahulu berat laburnya, karena harus sesuai dengan standart yang ada. Cara mengetahui berat labur adalah:
a) Core veneer yang belum dilaburi perekat (berat awal) ditimbang. b) Kemudian veneer tersebut dimasukkan kedalam glue spreader,
kemudian beratnya di timbang lagi (berat akhir)
c) Lalu dihitung dengan menggunakan rumus dibawah ini : ????? ????? ? ????? ????? ? ????? ? ? ? ? ????? ????? ?????? ?????ð? ? ??????ð
Tabel.7. standar berat labur
Tebal core Jenis core
Tipe II/I
(gr/feet²)
Anti fire dengan
campuran obat Keterangan jenis kayu 6% 8% 1.45/1.70 UM 30± 2 32± 2 33± 2 260 GP 34± 2 36± 2 37± 2 270 GP 34± 2 3.00-3.25 GP 42± 2 Core sortiran/jatuhan 3.80 GP 40± 2 42± 2 43± 2 2.70 FL 36± 2
3.25 FL 44± 2 All meranti dan
melapi
3.25 FL 46± 2 F/B sinker
Sumber PT IDEC Abadi Wood Industries
Dalam proses perekatan veneer terbagi atas satu kali proses, dan second proses (khusus Produk Usumono). Untuk satu kali proses core dimasukan sebanyak dua lembar dalam mesin glue spreader kemudian direkatkan dengan veneer face dan back. Setelah itu baru diangkat untuk diberikan perlakuan kempa dingin. Sesudah pengempaan dingin dilakukan, lalu direpair. Jika proses repair selesai maka diangkut kembali ke glue spreader untuk menjalani dua kali proses yaitu dengan cara
32
memasukan sekaligus dua lembar diinput glue spreader dan output direkatkan dengan face dan back. Setelah keluar dari glue spreader baru diberikan perlakuan kempa dingin dan kemudian diseleksi serta dilanjutkan dengan memberikan perlakuan pengempaan panas. Untuk 1 kali proses dimulai dari kegiatan glue spreader lalu diberi perlakuan pengempaan dingin kemudian diseleksi lalu diberi perlakuan pengempaan panas.
3) Pengempaan dingin (cold press)
Pengempaan dingin adalah merupakan kegiatan pengempaan awal terhadap susunan veneer yang telah dilaburi perekat. Adapun tujuan dari pengempaan dingin adalah :
a) Untuk meratakan perekat keseluruhan permukaan veneer.
b) Untuk memaksa perekat masuk kedalam pori – pori kayu sehingga sehingga terjadi penjangkaran yang bersifat mengakar pada permukaan veneer yang direkatkan.
c) Memberi kesempatan perekat bereaksi dengan kayu karena molekul - molekul perekat berukuran lebih besar dari rongga sel kayu, maka untuk memaksa sebagian perekat masuk kedalam rongga sel kayu yang diperlukan tekanan yang cukup besar.
Berikut adalah tabel tekanan dan waktu pengepresan pada mesin cold press :
33
Tabel.8. Standar Tekanan dan Waktu Pada Mesin Cold Press
Size
Mesin no :
1,2,5,6,7,8,11,12 Mesin no: 9, 10 Mesin no : 4,13,14 Tekanan (Kg/cm2) Waktu (menit) Tekanan (kg/cm2) Waktu (menit) Tekanan (kg/cm2) Waktu (menit) 3 X6 (955X1870) (990 X 1880) 80 2 X 15 120 2 X 15 80 30 3 X 7 (955 X 2190) (955 X 2170) 95 2 X 15 140 2 X15 95 30 3 X 8 (955 X 2490 ) 110 2 X15 160 2 X15 110 30 4 X 6 1270 X 1870 110 2 X 15 160 2 X 15 110 30 4 X 7 1270 X 2190 125 2 X 15 185 2 X15 125 30 4 X 8 1270 X 2490 145 2 X15 210 2 X15 145 30
Sumber : PT IDEC Abadi Wood Industrie 4) Perbaikan (repair)
repair adalah suatu kegiatan yang melakukan perbaikan terhadap cacat yang terdapat pada veneer setelah dilakukan pengempaan dingin. Adapun cacat yang perlu di repair adalah sebagai berikut:
a) Core bertumpangan (core laps) b) Core renggang (core void) c) Lubang gerek besar (pin hole) d) Patah (broken)
e) Sampah (waste)
Hal yang perlu diperhatikan dalam proses repair ini adalah para pekerja (pelaksana) dituntut ketelitiannya dan perlu berhati – hati dalam melaksanakan kegiatan ini.
5) Pengempaan panas (hot press)
Pengempaan panas merupakan kegiatan pengeringan perekat terhadap kayu lapis. Tujuan dari pengempaan panas ini adalah untuk
34
memaksa perekat masuk ke dalam pori-pori kayu,mengeringkan sehingga daya rekatnya menjadi maksimal dan menguapkan sisa air yang tersisa dalam plywood.
Hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengempaan panas adalah sebagai berikut :
a) Dalam memasukan plywood dalam plat harus hati-hati dan sampah dibersihkan dari permukaan plywood.
b) Penyusunan plywood pada plat pengempaan panas harus di tengah. c) Besar tekanan,waktu kempa dan temperatur harus sesuai dengan
ketebalan dan ukuran plywood.
Berikut adalah tabel standar mesin hot press: Tabel.9. standar tekanan dan waktu pada mesin hot press
Tebal
Suhu Tekanan(Kg/cm²) Waktu(detik
) T-II T-I Hp 1,3 & 4 Hp 2 T-II/I
4’x8’ 4’x6’ 3’x6’ 3’x7’ 3’x6’ 2,4 115 125 145 110 80 95 110 80 3,7 115 125 145 110 80 95 110 120 5,2 115 125 145 110 80 95 110 160 8,7 115 125 145 85 120 250 11,5 115 125 76 115 325 14,6 115 125 145 110 80 95 110 450
Sumber : PT IDEC Abadi Wood Industries c. Alat dan bahan
1) Alat: