BAB II HAMIL DI LUAR NIKAH DI KABUPATEN MOJOKERTO
2.3 Hamil di Luar Nikah
2.3.1 Penyebab Kehamilan Remaja
Pada era globalisasi saat ini berpengaruh pada kehidupan remaja. Remaja semakin bebas untuk mengetahui informasi yang dia inginkan dengan mudah melalui teknologi yang serba canggih saat ini. Seperti pengetahuan mengenai seks yang kurang didapatkan di dalam pendidikan maupun pengetahuan dari keluarganya. Rasa ingin tahu yang tinggi dan kurangnya informasi yang didapat akan membuat remaja untuk mencoba- coba yang kemudian dapat menyebabkan remaja tersebut terjerumus dalam hal yang negatif. Seperti masalah seks bebas yang bisa mengakibatkan kehamilan di luar nikah. Banyak faktor yang menyebabkan seorang remaja hamil di luar nikah. Namun, beberpa faktor berikut ini bisa dijadikan acuan sebagai penyebab terjadinya kehamilan remaja, yakni:
1. Hubungan seksual pada masa subur
Faktor pertama dan utama yang menyebabkan seorang remaja hamil adalah hubungan seksual pada masa subur. Kehamilan tidak
ada kaitannya dengan frekuensi hubungan atau faktor orgasme. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa setiap remaja perempuan yang sehat sangat berpotensi hamil jika ia melakukan hubungan seksual pada masa subur
2. Renggangnya hubungan orangtua dengan remaja
Renggangnya hubungan emosional antara anak remaja dengan kedua orangtuanya sangat berpotensi menyebabkan anak remaja mereka hamil di luar nikah. Adanya jarak emosional dengan orangtua menyebabkanbanyak remaja tidak berani mendiskusikan masalah seksual mereka dengan orangtuanya. Sebaliknya, mereka justru seringkali diam-diam mencari informasinya diluar rumah yang kebenarannya belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. 3. Rendahnya interaksi di tengah-tengah keluarga
Rendahnya interaksi antara orangtua dengan anak remajanya dapat pula menyebabkan remaja hamil di luar nikah. Dapat dibayangkan jika orangtua jarang bertemu dan berbicara dari hati ke hati dengan putri remajanya, pasti banyak masalah yang berkaitan dengan seks dan seksualitas mereka yang tidak pernah terungkap atau diungkapkan sehingga menjadi “bom waktu” yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menghancurkan apa saja di sekelilingnya.
4. Keluarga yang tertutup terhadap informasi seks dan seksualitas Keluarga yang menutup diri terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan seks dan seksualitas sebenarnya rawan terhadap berbagai tindak penyelewengan dan penyalahgunaan seksual. Banyak kasus pelecehan seksual atau perkosaan justru terjadi di tengah-tengah keluarga yang tertutup atau menutup diri terhadap informasi seks dan seksualitas. Ketertutupan menyebabkan pelecehan berjalan dengan mulus dan aman karena korban pelecehan atau perkosaan biasanya menyimpan rapat kasus
mengulangi perbuatannya. Itulah sebabnya, di dalam keluarga yang tertutup terhadap seks dan seksualitas seringkali justru dikejutkan oleh adanya putri remaja mereka yang hamil di luar nikah.
5. Menabukan masalah seks dan seksualitas
Banyak keluarga yang menabukan seks dan seksualitas seakan- akan masalah tersebut sakral sehingga tabu untuk dibicarakan di tengah-tengah keluarga. Banyak pula orangtua yang masih percaya terhadap pendapat yang mengatakan bahwa membicarakan masalah seksual di tengah-tengah keluarga bisa mendatangkan kutuk, tulah, atau bentuk-bentuk hukuman irasional lainnya. Padahal, masalah seksual tidak bisa diselesaikan dengan penjelasan irasional, melainkan tindakan rasional.
6. Kesibukan orangtua
Kesibukan adalah alasan paling klasik dan paling sering diajukan para orangtua untuk membela diri jika tiba-tiba putri remaja mereka hamil. Kesibukan orangtua memang sangat berpotensi sebagai pemicu kehamilan remaja. Hal ini disebabkan hilangnya kesempatan antara orangtua-anak remaha untuk saling bertukar pikiran sekaligus membahas persoalan seks dan seksualitas mereka. Jika para remaja mencari informasi seks dan seksualitas di luar rumah, kemungkinan terjebak informasi yang menyesatkan sangat besar. Informasi seks yang menyesatkan biasanya menawarkan sensasi tersendiri sehingga banyak remaja yang terjebak keasyikan yang justru mendorong merka berpetualang mengeksploitasi potensi seksual mereka yang dahsyat. Itulah sebabnya, banyak remaa hamil karena kesibukan orangtua menyebabkan mereka mengabaikan pendidikan seksual terhadap anak-anak remaja mereka.22
22
Surbakti, E.B. 2009. Kenalilah Anak Remaja Anda. Elex Media Komputindo: Jakarta. Halaman 135-139
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan remaja putri usia sekolah hamil di luar nikah adalah sebagai berikut:
a. Faktor agama dan iman
Kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan, pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung jawab.
b. Faktor lingkungan 1. Orang tua
Kurangnya perhatian khusus dari orang tua untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar.Dimana dalam hal ini orang tua bersikap tidak terbuka terhadap anak bahkan cenderung membuat jarak dengan anak dalam masalah seksual. 2. Teman, tetangga dan media
Pergaulan yang salah serta penyampaian dan penyalahgunaan dari media elektronik yang salah dapat membuat para remaja berpikiran bahwa seks bukanlah hal yang tabu lagi tapi merupakan sesuatu yang lazim.
3. Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan Pengetahuan seksual yang setengah-setengah mendorong gairah seksual sehingga tidak bisa dikendalikan. Hal ini akan meningkatkan resiko dampak negatif seksual. Dalam keadaan orang tua yang tidak terbuka mengenai masalah seksual, remaja akan mencari informasi tersebut dari sumber yang lain, teman- teman sebaya, buku, majalah, internet, video atau blue film. Mereka sendiri belum dapat memilih mana yang baik dan perlu dilihat atau mana yang harus dihindari.
4. Perubahan zaman
Pada zaman modern sekarang ini, remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama, seperti fashion dan film yang begitu intensif sehingga remaja dihadapkan kedalam gaya pergaulan hidup bebas, termasuk masalah hubngan seks di luar nikah.
5. Perubahan kadar hormon pada remaja meningkatkan libido atau dorongan seksual yang membutuhkan penyaluran melalui aktivitas seksual.
6. Semakin cepatnya usia pubertas
Semakin cepatnya usia pubertas (berkaitan dengan tumbuh kembang remaja), sedangkan pernikahan semakin tertunda akibat tuntutan kehidupan saat ini menyebabkan “masamasa tunda hubungan seksual” menjadi semakin panjang. Jika tidak diberika pengarahan yang tepat maka penyaluran seksual yang dipilih beresiko tinggi.
7. Adanya trend baru dalam berpacaran di kalangan remaja
Dimana kalau dulu melakukan hubungan seksual di luar nikah meskipun dengan rela sendiri sudah dianggap bebas.Namun sekarang sudah bergeser nilainya, yang dianggap seks bebas adalah jika melakukan hubungan seksual dengan banyak orang.23