• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja di PT. Systema Precision Suatu industri sangat tidak menginginkan terjadinya kecelakaan, karena

PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. SYSTEMA PRECISION

D. Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja di PT. Systema Precision Suatu industri sangat tidak menginginkan terjadinya kecelakaan, karena

D. Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan Kerja di PT. Systema Precision Suatu industri sangat tidak menginginkan terjadinya kecelakaan, karena dapat menimbulkan kerugian bagi industri tersebut. Kecelakaan dapat disebabkan oleh pekerja atau keadaan lingkungan kerja pada suatu perusahaan yang tidak tertata dan teratur. Penyebab atau potensi bahaya yang menimbulkan celaka sering kali tidak dihiraukan karena belum merupakan hal yang merugikan perusahaan, sampai terjadi kecelakaan barulah perusahaan mulai menghiraukannya. Pekerja juga sering melakukan tindakan bahaya tanpa disadari, walaupun pekerja sudah mengetahui tindakan tersebut berbahaya tetap saja pekerja tersebut melakukannya. Dari data statistik kecelakaan di Indonesia didapatakan bahwa 85% sebab kecelakaan adalah karena faktor manusia.

Setiap kecelakaan mempunyai penyebab banyak. Semua penyebab jika dicari penyebabnya sampai penyebab dasar akan menuju pada disfungsi manajemen. Faktor penyebab kecelakaan yang berhubungan langsung berkaitan dengan kecelakaan disebut sebagai penyebab langsung. Penyebab langsung disebabkan oleh faktor lain yang disebut penyebab tidak langsung.6

Sebab utama dari kejadian kecelakaan kerja adalah adanya faktor dan persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja yang belum dilaksanakan secara benar. Sebab utama kecelakaan kerja meliputi :

1. Faktor manusia atau tindakan tidak aman (unsafe actions)

Faktor manusia atau tindakan tidak aman merupakan tindakan berbahaya dari tenaga kerja yang dilatarbelakangi oleh berbagai sebab antara lain kurangnya pengetahuan dan keterampilan, ketidakmampuan bekerja secara normal, ketidakfungsian tubuh

6 Syukri Sahab, Teknik Manajemen Keselamatan dan Kesehataan Kerja, (Jakarta; PT. Bina Sumber Daya Manusia, 2001), h. 176.

karena cacat yang tidak nampak, kelelahan dan kejenuhan, sikap dan tingkah laku yang tidak aman, kebisingan dan stress karena prosedur kerja yang baru yang belum dipahami, belum menguasai atau belum terampil dengan peralatan atau mesin baru, penurunan konsentrasi dari tenaga kerja saat melakukan pekerjaan, sikap masa bodo dari tenaga kerja, dan sikap kecenderungan mencelakai diri sendiri.

Tindakan yang berbahaya yaitu perilaku atau kesalahan yang dapat menimbulkan kecelakaan seperti ceroboh tidak memakai alat pelindung diri, hal ini disebabkan oleh gangguan kelengahan, kecerobohan, mengantuk, kelelahan, kesehatan, gangguan penglihatan, penyakit, cemas, serta kurangnya pengetahuan dalam peroses kerja, dan cara kerja.

2. Faktor lingkungan atau kondisi tidak aman (unsafe conditions) Faktor lingkungan atau kondisi tidak aman adalah kondisi tidak aman dari mesin, alat, bahan, lingkungan tempat kerja, proses kerja, sifat kerja, dan sistem kerja. lingkungan dapat didefinisikan tidak saja lingkungan fisik, tetapi juga lingkungan yang berkaitan dengan penyediaan fasilitas, pengalama manusia yang lalu maupun sesaat sebelum bertugas, pengaturan organisasi kerja, hubungan sesame pekerja, kondisi ekonimi dan politik yang bisa mengganggu konsentrasi. Kondisi yang berbahaya (unsafe condition) yaitu faktor-faktor lingkungan fisik yang dapat menimbulkan kecelakaan seperti mesin tanpa pengaman, penerangan yang tidak sesuai, alat pelindung diri yang tidak efektif, lantai yang berminyak, pencahayaan yang tidak memadai, atau mesin yang terbuka.

Kecelakaan kerja yang terjadi di PT. Systema bulan April lalu disebabkan karena pekerja tidak memakai alat pelindung diri yang lengkap, hal itu terjadi ketika salah satu pekerja yang sedang mengoperasikan mesin uap tersembur oleh api yang menjadi sumber energi mesin uap tersebut. Kejadian itu mengakibatkan luka bakar yang cukup serius dan korban harus melakukan tindakan operasi. Jika pekerja menyadari betapa pentingnya menggunakan alat pelindung diri tentu saja kerugian yang terjadi bisa diminimalisir.

41

Banyaknya alasan dari pekerja, serta tidak adanya pengawasan dari perusahaan membuat pekerja tidak memperhatikan keselamatan mereka. Berarti disini salah satu faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja yaitu kurangnya kesadaran pekerja akan bahaya keselamatan dan kesehatan dalam bekerja di PT.

Systema Precision. Selain faktor dari pihak pekerja, tentu saja yang paling berperan yaitu pengawas di lapangan. Seharusnya pengawas di lapangan dapat mengambil tindakan tegas kepada mereka dengan memberikan sanski yang memberikan efek jera jika ada yang tidak menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja selama bekerja di PT. Systema Precision. Seperti halnya disebutkan dalam pasal 14 Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yaitu:

“a. Secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua syarat keselamatan kerja diwajibkan sehelai undnag-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan, pada tempat-teampat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. b. Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya , semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. c.

menyediakan secara cuma-cuma semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang yang memasuki tempat kerja tersebut.

Disertai dengan petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pegawai atau ahli keselamatan kerja”

Wajar jika masih banyak pekerja di PT. Systema Precision yang lalai dalam keselamatan kerja, karena perusahaan belum menerapkan poin “a” dan poin “b” yang tercantum dalam pasal 14 Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Dalam poin tersebut dijelaskan bahwa keharusan perusahaan untuk menulis semua syarat keselamatan kerja dan semua peraturan pelaksanaannya dalam bentuk sehelai undang-undang, memasang semua gambar keselamatan kerja yang mudah dilihat dan mudah terbaca khususnya oleh pekerja. Dengan begitu pekerja akan lebih memahami akan pentingnya memakai alat pelindung diri saat bekerja agar terhindar dari kecelakaan kerja, tujuan lain

adalah membuat mereka takut dan jera apabila tidak memakai alat pelindung diri, karena bahaya kecelakaan kerja yang kapan saja bisa terjadi.