• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

D. Uraian Kegiatan

D.1. Penyediaan Bahan Dasar dan bahan pembantu

Bahan dasar atau bahan baku adalah bahan utama penyusun hasil olahan. Beberapa hasil pemungutan dalam usaha pertanian yang dipungut sebagai bahan mentah adalah bahan biologi atau bahan hidup dalam arti didalamnya masih berlangsung proses-proses yang berlangsung sebelum bahan dipungut (Kamarijani,1993).

Bahan dasar yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika bersumber dari:

1. Kacang Tanah

Di UD. Bintang Walet Handika kacang tanah merupakan bahan dasar dalam pembuatan kacang atom, kacang telur dan kacang bandung. Kacang tanah yang digunakan diperoleh diantaranya dari desa Gondang-Klaten, Tegal Mas, Bantul, Tuban dan Palur.

2. Tapioka

Tapioka yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika ada dua macam yaitu tapioka jemur dengan merk “Kupu Gajah” dan tapioka oven dengan merk “Istana Bangkok” dimana keduanya diperoleh dari Klaten.

3. Tepung Terigu

Tepung terigu yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika diproduksi oleh PT. Indofood Sukses Makmur dengan merk Semar yang dibeli di Klaten.

4. Tepung gaplek

D.1.2. Sumber Bahan Pembantu 1. Telur

Telur yang digunakan yaitu telur ayam petelur yang diperoleh dari Klaten.

2. Minyak goreng

Minyak goreng yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika adalah minyak kelapa sawit jenis curah yang diperoleh dari Klaten.

3. Gula

Gula yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika diperoleh dari Klaten yang terdiri dari dua jenis yaitu gula putih (gula pasir) dan gula khusus (gula untuk permen) digunakan untuk pembuatan glugus.

4. Ketela

Ketela yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika diperoleh dari Klaten.

5. Margarin

Margarin yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika diperoleh dari Klaten.

6. Bumbu

Bumbu yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika yaitu bawang putih, bawang merah dan garam. Semua bahan tersebut diperoleh dari Klaten.

7. Bahan makanan tambahan

Bahan makanan tambahan yang digunakan yaitu penyedap dan sodium siklamat yang diperoleh dari Klaten.

D.1.3 Kebutuhan dan Harga Bahan

Tabel 4. Kebutuhan dan harga bahan yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika

No Nama Bahan Harga/Kg (Rp) Jumlah/hari (Kg) Jumlah/minggu (Kg) 1. Kacang tanah -Kc. Tanah besar -Kc. Tanah kecil 6600 6300 750 90 4500 540 2. Tepung tapioka -Tapioka jemur -Tapioka oven 1800 2500 500 350 3000 2100 3. Tepung terigu 3000 100 600 4. Tepung gaplek 1100 200 1200 5. Telur 6600 10 60 6. Bawang Putih 4500 23 138 7. Garam 470 25 150 8. Gula 5300 150 900 9. Margarin 4400 9 54 10. Sodium 20.000 1,5 9 11. Penyedap rasa 12.500 1,5 9 12. Minyak goreng 4300 700 4200

Sumber: UD. Bintang Walet Handika, 2005

D.1.4 Spesifikasi Bahan Dasar dan Bahan Pembantu 1. Kacang tanah

Kacang tanah yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika untuk pembuatan kacang atom adalah kacang tanah jenis gajah. yang mampu menghasilkan 1,2-1,8 ton polong kering. Setiap 1000 kg biji kacang kering biasanya bisa diperoleh 573 kg ose. Ciri-ciri dari kacang jenis gajah :

1. Kulit biji berwarna merah jambu 2. Polongnya berlekuk jelas

3. Urat polong agak kasar 4. Pelatuk kurang jelas

5. Umur rata-rata 100-110 hari 6. Tahan penyakit layu

Kacang tanah yang diterima oleh UD. Bintang Walet Handika adalah kacang tanah dalam bentuk ose (biji). Kriteria mutu kacang ose yang diterima adalah sebagai berikut:

a. Warna kulit biji merah muda.

b. Tidak terdapat serangga atau benda-benda asing lainnya. c. Tidak berjamur.

d. Bentuk utuh dan tidak berlubang. e. Ose sudah dalam keadaan kering. 2. Tapioka

Dalam pembuatan kacang atom di UD. Bintang Walet Handika digunakan 3 macam tapioka yaitu tapioka biasa, tapioka jemur dan tapioka oven. Perbedaan antara tapioka jemur dan tapioka oven seperti pada tabel dibawah ini:

Tabel 5. Perbedaan antara tapioka jemur dan tapioka oven

No Uraian Tapioka oven Tapioka jemur

1. Warna Putih Agak buram

2. Tekstur Halus Agak kasar

3. Sifat Sulit mengikat Mudah mengikat

4. Produk yang dihasilkan Tidak mekar Sangat mekar

Sumber: UD. Bintang Walet Handika, 2005

Spesifikasi tapioka yang diterima di UD. Bintang Walet Handika adalah:

a. Warnanya putih.

b. Tekstur halus dan agak kesat. c. Kenampakan normal.

d. Bau normal. 3. Terigu

Tepung terigu di UD. Bintang Walet Handika hanya digunakan pada proses pembuatan kacang telur yang fungsinya sebagai pembalut biji kacang tanah. Tepung terigu yang digunakan yaitu tepung terigu

yang diproduksi oleh PT. Indofood Sukses Makmur dengan merk Semar.

Sifat dari tepung terigu semar antara lain: 1. Kandungan protein antara 8,5-9,5 %. 2. Diproduksi dengan penggilingan 100%. 3. Mempunyai sifat gluten lebih lemah.

Spesifikasi tepung terigu yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika antara lain:

1. Bau normal, tidak apek atau masam. 2. Warna normal.

3. Kenampakan normal.

4. Tidak terdapat serangga dan benda asing.

Tabel 6. Nilai gizi dari tepung terigu semar setiap 100 gr

Komposisi Kadar

Energi minimal 340 kal

Air minimal 14 gr

Protein (db) minimal 9 gr Besi (fe) minimal 5 mg Seng (Zn) minimal 3 mg Asam fosfat minimal 0,2 mg Kalsium minimal 13 mg Karbohidrat minimal 72 gr Lemak nabati minimal 0,9 gr Vitamin B1 minimal 0,25 mg Vitamin B2 minimal 0,4mg

Sumber: label pada kemasan tepung terigu semar 4. Tepung gaplek

Di UD. Bintang Walet Handika tepung gaplek digunakan sebagai pensubstitusi tepung terigu Spesifikasi sebagai berikut:

a. Warnanya putih kekuningan. b. Tekstur agak kasar.

c. Kenampakan normal. d. Bau normal.

5. Telur

Telur yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika adalah telur ayam petelur dengan spesifikasi antara lain: bentuk utuh, tidak pecah, tidak terdapat bintik hitam dan apabila diterawang kuning telur berada di tengah.

6. Minyak goreng

Minyak goreng yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika adalah minyak kelapa sawit jenis curah dengan spesifikasi mutu antara lain: berwarna bening, tidak tengik dan tidak berbuih saat digunakan untuk menggoreng.

7. Bawang merah dan bawang putih

Bawang merah dan bawang putih yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika adalah bawang jenis biasa. Bawang yang diterima harus yang tidak busuk, baunya normal dan belum terkelupas kulitnya.

8. Garam

Garam yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika adalah garam beryodium. Garam tersebut sudah dalam bentuk yang halus sehingga tidak harus dihancurkan lagi.

9. Sodium

Sodium yang digunakan di UD. Bintang Walet Handika adalah sodium siklamat yang merupakan jenis pemanis buatan yang mempunyai intensitas kemanisan 30 kali dari tingkat kemanisan gula tebu murni. 10. Ketela

Ketela yang digunakan adalah jenis ketela kuning dengan spesifikasi antara lain: bentuk utuh dan tidak busuk.

D.1.5 Penanganan Bahan Dasar

Penanganan bahan dasar perlu dilakukan karena sangat erat kaitannya dengan kualitas produk olahan. Penanganan bahan dasar yang baik akan didapatkan produk olahan yang baik pula.

Proses penerimaan bahan dasar di UD. Bintang Walet Handika dilakukan setiap minggu sekali. Untuk penerimaannya perlu dilakukan dengan pengujian secara fisik sesuai dengan kriteria tertentu seperti yang sudah ditetapkan di UD. Bintang Walet Handika. Untuk penyimpanannya, disimpan digudang maksimal satu minggu.

Di UD. Bintang Walet Handika sebelum bahan dasar dan bahan pembantu dikirim ke produksi harus ditimbang terlebih dahulu dibagian logistik. Bagian logistik adalah tempat untuk penyediaan bahan dasar serta tempat untuk menimbang bahan dasar dan menyiapkan semua yang dibutuhkan dibagian produksi. Ditempat tersebut setiap bahan yang digunakan harus disendirikan agar tidak terjadi kekeliruan dalam pengambilannya.

D.1.6. Pengendalian Mutu Bahan dasar

Pengendalian mutu bahan dasar merupakan faktor yang menentukan dalam proses pembuatan bahan makanan. Jika bahan dasar yang digunakan mutunya baik maka diharapkan produk yang dihasilkan juga baik.

Pengendalian mutu untuk kacang tanah dilakukan dengan pemeriksaan secara visual pada saat penerimaan dan penyimpanan digudang. Kacang tanah yang diterima di UD. Bintang Walet Handika yaitu kacang tanah yang bersih, besarnya seragam, tidak pecah, tidak busuk dan tidak berjamur.

Pengendalian mutu untuk tepung terigu dan tepung tapioka dilakukan dengan pengujian secara fisik sedang pemeriksaan secara

kimia tidak dilakukan karena ketidaktersedianya alat untuk pengujian (Laboratorium). Disamping itu pihak perusahaan beranggapan bahwa selama ini tepung terigu dan tepung tapioka masih merupakan bahan komoditi yang diproduksi secara monopoli sehingga mutu tepung yang beredar di Indonesia relatif mempunyai sifat yang sama.

Pengendalian mutu untuk minyak goreng dilakukan dengan barbagai uji yaitu uji warna dan uji bau. Minyak goreng yang digunakan warnanya bening dan baunya tidak tengik, apabila tidak memenuhi kriteria tersebut maka tidak akan diterima oleh UD. Bintang Walet Handika.

Sejauh ini penerimaan bahan baku di UD. Bintang Walet Handika khususnya untuk tepung terigu tidak pernah mengalami penyimpangan karena produk tersebut merupakan produk yang berkualitas yang diproduksi oleh Bogasari Flour Mills.

D.1.7. Penyimpanan dan Pengangkutan

Bahan dasar yang telah diterima oleh UD. Bintang Walet Handika disimpan dalam gudang, dimana gudang yang digunakan untuk penyimpanan dalam keadaan bersih, kering atau tidak lembab, sirkulasi udara cukup dan letaknya dekat dengan proses produksi sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Untuk menjaga agar gudang dalam keadaan bersih dan tidak lembab maka gudang dibersihkan sehari dua kali, dan dilengkapi dengan ventilasi yang cukup.

Untuk pengangkutannya dilakukan dengan menggunakan kereta dorong dari besi yang dirancang khusus untuk memperlancar pengangkutan dan proses produksi.

D.2. Proses Pengolahan

D.2.1. Tahapan yang Dikerjakan

a. Proses pengolahan kacang atom

Bahan-bahan yang digunakan adalah : a. Kacang tanah b. Tepung tapioka c. Bawang putih d. Tapioka oven e. Tapioka jemur f. Sodium g. Gula pasir h. Garam

Bahan-bahan tersebut akan diproses menjadi bahan olahan seperti pada diagram dibawah ini:

Gambar 2. Diagram alir proses pembuatan kacang atom

Pencampuran dan Pembalutan biji kacang tanah

Pengayakan Penirisan 5 menit Pendinginan Pengemasan KACANG ATOM 25 kg Penggorengan 15 Menit Kacang tanah 7,5 kg +T.Oven 15kg+T.Jemur 5kg Pembuatan bumbu dan adonan bubur kanji

B.putih 800gr+penyedap

20gr+garam 80 gr+sodium 90 gr+tapioka 1 kg

1. Pembuatan bumbu dan adonan bubur kanji

Bumbu memegang peranan penting dalam pengolahan suatu bahan makanan karena bumbu menghasilkan cita rasa khas dari produk yang membedakan dengan produksi dari perusahaan lain. Bumbu yang digunakan untuk pembuatan kacang atom di UD. Bintang Walet Handika adalah bawang putih, garam, penyedap dan sodium yang dihaluskan dengan menggunakan blander. Bumbu yang sudah dihaluskan dicampur dengan tepung tapioka yang sudah diayak dan dibuat bubur kanji terlebih dahulu.

Dalam pembuatan adonan diusahakan semua bumbu menjadi homogen dalam adonan bubur kanji agar pada saat digunakan sebagai lem (pengikat) bumbu dapat meresap pada kacang sehingga kacang atom yang dihasilkan memiliki cita rasa sesuai yang diinginkan..

2. Pencampuran dan pembalutan biji kacang tanah

Proses pencampuran dan pembalutan biji kacang tanah dilakukan pada molen. Langkah pertama dari proses pencampuran dan pembalutan adalah biji kacang tanah dimasukkan dalam bak molen, kemudian dilanjutkan penuangan adonan bubur kanji berbumbu. Tujuan dari pemberian adonan bubur kanji pada pencampuran awal ini adalah sekedar untuk membasahi biji kacangnya saja. Setelah kacang tanah diberi bumbu secara merata baru kemudian diberi balutan tepung. Pembalutan dengan tepung dibedakan menjadi 2 tahap. Tahap pertama tepung yang digunakan adalah tepung tapioka jemur. Tujuan dari penggunaan tepung tapioka jemur adalah agar kacang atom yang dihasilkan dapat mekar dan mengembang. Pembalutan ini dilakukan berulang-ulang sambil dilakukan pengadukan dengan tangan

sampai didapat bulatan kacang atom yang sesuai . Pada pembalutan tahap kedua tepung yang digunakan adalah tepung tapioka oven. Tujuan dari pembalutan dengan tepung ini adalah untuk mencegah agar kacang atom yang dihasilkan tidak sangat mekar atau mengembang. Karena apabila tidak dibalut dengan tepung tapioka oven, setelah digoreng kacang atom akan sangat besar bahkan ukurannya bisa sebesar bola kasti.

Proses pencampuran dan pembalutan dihentikan setelah 15 menit, caranya dengan mematikan mesin dan menuangnya kedalam tampah. Waktu pembalutan akan sangat mempengaruhi hasil akhir kacang atom, apabila waktunya terlalu singkat maka balutan kacang akan pecah dan mudah hancur dan apabila waktunya terlalu lama maka kacang atom yang dihasilkan akan keras.

3. Pengayakan

Tahap pengayakan dilakukan dengan menggunakan pengayakan mekanik. Tujuan dari pengayakan adalah untuk memisahkan kacang atom berdasarkan ukuran butirannya.

Pengayakan tersebut dilengkapi dengan 4 saringan dengan ukuran yang disesuaikan berdasarkan gradingnya yaitu:

1. Saringan 1 : untuk ukuran bulatan yang terlalu besar yang tidak lolos saringan, dengan ukuran lubang ayakan 12 mm- 14 mm. 2. Saringan 2 : untuk ukuran bulatan standart yang lolos saringan

1 tertahan di saringan 2, dengan ukuran lubang ayakan 10 mm-12 mm.

3. Saringan 3 : untuk ukuran bulatan kecil yang lolos saringan 2 tetapi tidak lolos saringan 3, dengan ukuran lubang ayakan 8 mm-10 mm.

4. Saringan 4 : untuk pecahan-pecahan kacang atom yang lolos saringan 3, dengan ukuran ayakan 6 mm-8 mm. Kacang atom yang lolos saringan 3 akan dimasukkan kembali pada mesin molen dan dibalut ulang agar didapat ukuran yang seragam. 4. Penggorengan

Proses penggorengan kacang atom dilakukan pada alat penggorengan yang dilengkapi dengan burner sebagai sumber panas dan pengaduk mekanik dengan motor listrik, serta bak tampungan minyak goreng. Tujuan dari proses penggorengan ini adalah untuk memasak butiran kacang atom yang masih mentah setelah dari proses pembulatan. Bahan bakar yang digunakan untuk penggorengan tipe ini adalah solar.

Langkah pertama dari proses penggorengan ini adalah penuangan minyak goreng kedalam bak penggorengan dan dilanjutkan dengan penyalakan burner untuk pemanasan minyak. Suhu penggorengan yang dubutuhkan untuk penggorengan kacang atom adalah sekitar 150-1600 C. Setelah minyak mencapai suhu tersebut maka kacang atom dimasukkan dalam bak penggorengan kemudian dilakukan pengadukan. Pengadukan dilakukan dengan dua cara yaitu manual dengan menggunakan pengaduk kayu dan dengan cara mekanik. Tujuan dari pengadukan manual adalah agar kacang atom tidak saling menempel dan tidak menggumpal ditengah, sedangkan pengadukan mekanik dilakukan setelah kacang kelihatan mengembang. Waktu yang dibutuhkan untuk proses penggorengan adalah sekitar 15 menit atau sampai kacang atom matang. Kacang atom yang telah matang kemudian diletakkan didalam keranjang peniris.

5. Penirisan

Tujuan dari penirisan adalah untuk mengurangi kandungan minyak kacang atom setelah proses penggorengan. Proses penirisan dilakukan dengan alat peniris yang berbentuk seperti tabung besar (bak) yang dilengkapi dengan penampung minyak, tuas dan katub. Prinsip kerja dari alat ini adalah gaya sentrifugal pada bak yang berotasi dengan kecepatan tinggi. Bagian dalam bak dilapisi semacam kasa yang melingkar sebagai penahan kacang atom agar tidak menyentuh permukaan bak bagian dalam.

Selama proses penirisan berlangsung terjadi penurunan suhu kacang atom. Penurunan suhu ini adalah akibat perputaran bak peniris. Waku yang dibutuhkan didalam proses penirisan adalah sekatar 5 menit. Untuk mengakhiri penirisan maka mesin harus dimatikan dan tuas katub diangkat maka kacang atom akan keluar lewat katub yang terangkat dibagian bawah menuju bagian penadah.

6. Pendinginan

Pendinginan dilakukan pada bak pendingin yang berukuran 2 m x 1,5 m x 0,5 m dan dilengkapi dengan 3 kipas angin yang diletakkan disetiap sudut bak. Kacang atom setelah ditiriskan kemudian dihamparkan pada bak dengan ketebalan maksimal 2 cm dan diratakan dengan menggunakan alat perata yang berupa kayu panjang. Tujuan dari proses pendinginan adalah untuk menurunkan suhu kacang atom sehingga tidak terjadi kondensasi pada saat pengemasan.

7. Pengemasan

Pengemasan merupakan suatu cara dalam memberikan kondisi sekeliling yang rapat bagi bahan pangan. Tujuan dari

pengemasan adalah untuk mempertahankan mutu hasil pengawetan pangan hingga sampai ditangan pembeli (aroma, rasa serta gizi maupun vitamin). Dasarnya adalah mengantisipasi unsur-unsur serta kemungkinan besar hidupnya mikroorganisme dengan berbagai manifesnya (Suharto, 1991).

Pengemasan di. UD. Bintang Walet Handika dilakukan dengan dua cara yaitu pengemasan double pack dan single pack. Pengemasan Double pack adalah pengemasan menggunakan 2 plastik pengemas. Berat isi kacang atom sebesar 5 kg, sedang ukuran kemasan 35 cm x 8 cm x 63 cm dengan merk “walet” yang berwarna hijau. Sedang pengemasan yang digunakan untuk kemasan rentengan dengan cara single pack. Dimana pengemasan single pack adalah pengemasan dengan menggunakan 1 plastik pengemas. Berat isinya sebesar 12 gr dengan harga Rp. 100,-. Alat pengemas yang digunakan untuk kemasan rentengan bekerja secara otomatis yang sudah diatur sedemikian rupa sehingga berat dan isinya seragam dan sesuai timbangan analitik.

b. Proses pengolahan kacang bandung

Bahan- bahan yang digunakan:

a. Kacang tanah c. Gula pasir e. Tepung gaplek b. Tepung tapioka d. Bawang putih f. Telur

Bahan-bahan tersebut diproses menjadi bahan olahan seperti pada diagram dibawah ini:

Gambar 3. Diagram alir proses pembuatan kacang bandung

Telur, gula, garam

dimixer Bumbu halus bawang diblander Pencampuran Tepung terigu,pati, kacang tanah dan air

Pengayakan dan Penggorengan

Penirisan

Pendinginan

Pengemasan

KACANG BANDUNG

1. Pembuatan bumbu dan adonan tepung

Bumbu yang digunakan untuk pembuatan kacang bandung yaitu gula, garam dan bawang putih. Pembuatan bumbu dimulai dengan mencampur telur, garam dan gula, kemudian dimixer beberapa saat sampai adonan dapat mengembang. Untuk bawang putih dihaluskan dengan alat sendiri yang disebut blander bawang yang kemudian dicampur dengan bumbu lainnya. Bumbu yang telah dihaluskan selanjutnya ditambahkan tepung tapioka dan air. Kemudian dicampur sampai adonan homogen. Tujuan dari penambahan tepung tapioka adalah sebagai media perekat antara kacang tanah dan tepung gaplek.

2. Pencampuran

Setelah terbentuk adonan tepung, kemudian kacang tanah dimasukkan dan dicampur sampai homogen.

3. Pengayakan dan penggorengan

Pengayakan dilakukan dengan menggunakan ayakan yang terbuat dari kawat dengan ukuran 75 cm x 50 cm yang diletakkan diatas penggorengan, sedangkan ukuran lubang ayakan 7,5 mm x 7,5 mm. Sebelum dilakukan pengorengan adonan tersebut mula-mula diayak. Tujuan dari pengayakan ini adalah untuk menghasilkan kacang yang tidak simetris tetapi ukurannya seragam. Artinya kacang dengan banyak sisa-sisa tepung tidak seperti pada pembuatan kacang atom yang secara khusus harus bulat dan utuh.

Penggorengan pada kacang bandung dilakukan dengan penggorengan manual dengan bahan bakar minyak tanah. Suhu yang dibutuhkan untuk proses penggorengan adalah 150-160°C. Pada saat penggorengan harus selalu dilakukan pengadukan agar

tingkat kematangan dapat merata dan adonan tidak mengumpal. Waktu yang digunakan untuk proses penggorengan 10-15 menit. 4. Penirisan

Setelah proses penggorengan, kacang bandung ditiriskan dengan tujuan agar minyak dapat keluar dari produk. Wadah yang digunakan adalah saringan besar yang terbuat dari anyaman bambu.

5. Pendinginan

Pendinginan pada kacang bandung sama dengan proses pendinginan pada kacang atom.

6. Pengemasan

Pengemasan pada kacang bandung sama dengan proses pengemasan pada kacang atom, tetapi berbeda untuk ukuran kemasannya yaitu 32 cm x 8 cm x 65 cm.

c. Proses pengolahan kacang telur

Bahan-bahan yang digunakan : a. Kacang tanah b. Tepung terigu c. Tepung tapioka d. Gula pasir e. Garam f. Telur g. Margarin

Bahan-bahan tersebut diproses menjadi bahan olahan seperti pada diagram dibawah ini:

Gambar 4. Diagram alir proses pembuatan kacang telur

1. Pembuatan bumbu dan adonan bubur kanji

Bumbu untuk pembuatan kacang telur di UD. Bintang Walet Handika adalah garam, telur, margarin dan gula pasir. Sedangkan pelekatnya menggunakan bubur kanji dari tepung tapioka yang telah diayak terlebih dahulu. Pembuatan bumbu dilakukan dengan menggunakan mixer, kemudian dicampur dengan tepung tapioka yang menghasilkan lem sebagai perekat antara kacang tanah dengan tepung terigu.

Kacang

tanah Pencampuran dan Pembalutan biji kacang tanah I

Penggorengan

Pendinginan

Pengemasan

KACANG TELUR

Pati + garam+ margarin+ gula pasir+ telur

Pemisahan dan Pembalutan biji kacang tanah II Pembuatan bumbu dan adonan bubur kanji

2. Pencampuran dan pembalutan biji kacang tanah I

Proses pencampuran dan pembalutan biji kacang tanah dilakukan pada molen. Ketika mesin sudah dihidupkan kacang tanah dimasukkan dalam molen, lalu dimasukkan lem (bumbu dan tepung tapioka) sebagai perekat dengan tepung dan sebagai bumbu. Kemudian baru dimasukkan terigu. Proses tersebut dilakukan dengan bantuan tangan pekerja yang bergerak sesuai gerak molen, sehingga tepung dapat membalut kacang dengan bantuan lem menghasilkan kacang terbalut tepung dengan bentuk bulat. Pembalutan dilakukan sampai tepung habis. Waktu pembalutan akan mempengaruhi produk yang dihasilkan. Pembalutan yang terlalu lama akan mengakibatkan kacang telur yang dihasilkan terlalu keras. Setelah 15 menit proses pembalutan dihentikan.

3. Pemisahan dan pembalutan biji kacang tanah II.

Kacang tanah yang keluar dari mesin molen tidak semua bentuknya sama besar dan ada yang gandeng, jadi harus dilakukan sortasi dengan cara memisah-misahkan kacang yang gandeng. Kacang yang kecil-kecil dimasukkan kedalam molen lagi untuk proses pembalutan kedua, sehingga didapat kacang telur yang ukuran dan bentuknya sama atau seragam.

4. Penggorengan

Proses penggorengan kacang telur sama dengan proses penggorengan pada kacang atom.

5. Pendinginan

Proses pendinginan kacang telur sama dengan proses pendinginan pada kacang atom.

6. Pengemasan

Proses pengemasan kacang telur sama dengan proses pengemasan pada kacang atom, tetapi ukuran kemasannya berbeda yaitu 30 cm x 8 cm x 47 cm. Merk yang digunakan dalam plastik pengemas pada kacang telur ada dua, yaitu “Walet” dan “Malinda” yang merupakan pesanan dari sebuah pabrik di Sragen.

d. Proses pengolahan pang-pang

Bahan-bahan yang digunakan :

a. Tepung terigu d. Garam g. Tapioka b. Gula pasir e. Bawang putih h. Ketela rebus c. Glugus f. Pewarna i. Margarin Bahan-bahan tersebut diproses menjadi bahan olahan seperti pada

Dokumen terkait