Mobile Broadband
3.1.4 Penyediaan Pusat Data Nasional
Telah dilakukan beberapa persiapan untuk lelang pembangunan PDN antara lain persiapan lelang Manajemen Konstruksi (MK) dan Project Management Officer (PMO) Telah diselesaikan naskah akademis pembentukan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) PDN
Telah ditandatangani dokumen Financial Protocol oleh Menteri Keuangan selaku perwakilan dari Pemerintah Indonesia dan Duta Besar Perancis di Indonesia yang bertindak sebagai perwakilan dari Pemerintah Perancis pada tanggal 15 September 2021
Telah ditandatangani dokumen Implementation Agreement oleh Menteri Keuangan selaku perwakilan dari Pemerintah Indonesia dan Natixis selaku perwakilan dari Pemerintah Perancis pada tanggal 30 Desember 2021
2.
3.
4.
5.
Telah diselesaikan dokumen Pra Desain, Basic Design, dan Masterplan PDN
1.
77 | Bab III: Akuntabilitas Kinerja
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Pelaksanaan pengadaan telah dimulai sejak bulan November 2021, setelah mendapatkan persetujuan dari Pihak Pemerintah Perancis atas dokumen yang diajukan. Diperlukan waktu kurang lebih selama 3-4 bulan sehingga pelaksanaan pengadaan melewati tahun anggaran 2021, dengan demikian penandatanganan kontrak pun
menyesuaikan dan adanya penandatanganan perjanjian dengan Bank Komersial Perancis, hal ini mengakibatkan Rupiah Murni Pendamping (RMP) tidak terserap sebesar Rp 416.699.000.000 sehingga proses groundbreaking PDN baru akan dilakukan pada tahun 2022.
Grafik 3.4 Timeline Pembangunan Pusat Data Nasional
2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027
MK (24-20 bulan)
Pra-Konstruksi
PMO(60 Bulan)
Hand-over Membantu
Proses Lelang
Naskah Kajian
Akademis Selesai Proses Pembahasan
di Kemenparnb Pelatihan teknis
personil pengelola PDN Operasionalisasi PDN Pasca-Konstruksi
Hand-over Pengembangan
Konstruksi 10 bulan Finishing
Instalasi TI & Solusi
Konfigurasi, pengujian, implementasi
Pelatihan DFM Pengelola PDN 48 Bulan sumber dana pinjaman (untuk pengelola) & Hibah (untuk pengguna pada IPPD) Operasional & Maintenance PDN Beroperasi
ME 8 Bulan Pembangunan Konstruksi dan ME 18 Bulan
Pemeliharaan K & ME
QC Konstruksi dan ME
QC SoW Proyek
Dikerjakan Kontraktor
Dikerjakan bersama tim Indonesia
Konsultan MK Konsultan PMO
Kelembagaan Pengelola PDN
Indikator Waktu
Dalam menindaklanjuti isu tersebut, Kementerian Kominfo melakukan ulasan landasan hukum pengadaan sesuai dengan metode yang dipilih, serta standar internasional untuk acuan pembentukan dokumen pengadaan dan untuk dasar acuan ruang lingkup pekerjaan yang dilakukan. Selain itu, Kementerian Kominfo juga memastikan tender berjalan dengan baik, akuntabel, transparan, dan sesuai jadwal.
Sebagai mitigasi tertundanya pembangunan PDN, Kementerian Kominfo telah menyelenggarakan layanan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang dapat digunakan oleh seluruh instansi pemerintah.
Keberadaan PDNS ini diharapkan dapat membantu proses migrasi data center dari instansi ke PDN secara bertahap.
Perkembangan saat ini menuntut pelaksanaan pekerjaan dan pelayanan dilakukan lebih fleksibel dan dapat diberikan dari manapun. Oleh karena itu, PDN mampu memberikan dukungan untuk semua layanan TIK yang digunakan untuk menerapkan model kerja baru. PDN mampu menyediakan kebutuhan penyimpanan data untuk berbagai aplikasi. Selain itu, PDN juga dapat mengamankan, mengintegrasikan, dan menyediakan akses data setiap saat. PDN juga dapat memberikan kemudahan kepada pemerintah dalam melakukan integrasi aplikasi dan data yang dapat dimanfaatkan untuk analisis big data.
Dengan adanya PDN, dapat mendorong terlaksananya elektronifikasi transaksi pada instansi pemerintah. Dari sisi
78 | Bab III: Akuntabilitas Kinerja Laporan Kinerja 2021
pelayanan publik, elektronifikasi transaksi pemerintah dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, kemudahan, kecepatan,
keamanan, dan kehandalan layanan pemerintah melalui integrasi dengan kanal-kanal layanan eksisting baik yang disediakan oleh pemerintah maupun swasta. Sementara itu ditinjau dari sisi layanan pemerintah, elektronifikasi
transaksi pemerintah secara langsung akan meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan birokrasi pemerintah, mewujudkan tata kelola keuangan pemerintah yang lebih baik dan meningkatkan potensi pendapatan pemerintah melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi.
79 | Bab III: Akuntabilitas Kinerja
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Sasaran Strategis 3: Terwujudnya Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat dalam Menggunakan Internet
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang melaju dengan pesat telah menimbulkan berbagai peluang dan tantangan. Teknologi informasi memungkinkan manusia untuk saling terhubung tanpa mengenal batas-batas wilayah negara sehingga merupakan salah satu faktor pendorong globalisasi. Berbagai sektor kehidupan telah memanfaatkan sistem teknologi informasi, seperti sektor perdagangan/bisnis, sektor pendidikan, sektor kesehatan, sektor pemerintahan, dan sektor lainnya. Pemanfaatan teknologi informasi tersebut mengakibatkan Data Pribadi seseorang sangat mudah untuk dikumpulkan dan dipindahkan dari satu pihak ke pihak lain tanpa sepengetahuan Pemilik Data Pribadi, sehingga mengancam hak atas privasi seseorang.
Pelindungan atas Data Pribadi adalah termasuk ke dalam pelindungan hak asasi manusia, dengan demikian, pengaturan
menyangkut hak privasi atas data pribadi merupakan manifestasi pengakuan dan pelindungan atas hak-hak dasar manusia.
Keberadaan suatu Undang-Undang tentang Pelindungan atas Data Pribadi merupakan suatu keharusan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi karena sangat mendesak bagi berbagai kepentingan nasional.
Pergaulan internasional Indonesia turut menuntut adanya pelindungan atas Data Pribadi. Pelindungan tersebut dapat memperlancar perdagangan, industri, investasi yang bersifat transnasional.
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo dituntut harus mampu memberikan pelindungan hukum terhadap data pribadi untuk mewujudkan ruang digital yang lebih aman dan nyaman. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang kuat dan komprehensif untuk memastikan pelindungan data pribadi yang merupakan hak masyarakat agar tetap aman dan terjamin rahasianya.
Berdasarkan tabel 3.9, dapat dilihat bahwa pencapaian atas sasaran strategis ini, belum mencapai target yang telah ditetapkan pada
Perjanjian Kinerja tahun 2021. Penjelasan atas capaian Indikator Kinerja pada sasaran strategis ini dapat dilihat di bawah ini.
5 Jumlah RUU PDP yang Ditetapkan Menjadi UU PDP
Naskah 1
(145 DIM) 145 DIM telah dibahas
dari 145 DIM
1
(226 DIM) 7 DIM telah dibahas
dari 226 DIM
3,1 NO INDIKATOR KINERJA
SASARAN STRATEGIS CAPAIAN
2021 (%) SATUAN TAHUN 2020
TARGET REALISASI TAHUN 2021 TARGET REALISASI SS.3. Terwujudnya Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat dalam Menggunakan Internet
Tabel 3.9 Capaian Perkembangan Penyelesaian RUU PDP
80 | Bab III: Akuntabilitas Kinerja Laporan Kinerja 2021
Indonesia saat ini telah memasuki era ekonomi digital dan industri 4.0. Hal ini ditandai dengan jumlah pengguna internet sebesar 73,7% dari jumlah
populasi di Indonesia yaitu 202,6 juta (Laporan Hootsuite (We are Social):
Indonesian Digital Report 2021).