BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Penyelenggaraan Bimbingan Teknis
Setiap kegiatan yang akan dilakukan sudah pasti ada alasan yang melatarbelakangi terselenggaranya kegiatan tersebut, tidak terkecuali dengan kegiatan bimbingan teknis yang dilakukan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Banten, sebagaimana pernyataan dari dua informan, sebagai berikut :
Berdasarkan survei dan kita melihat sendiri langsung ke lapangan ternyata pengelolaan perpustakaan belum sesuai dengan kaidah perpustakaan.37
BPAD adalah lembaga pemerintah yang punya tujuan dan maksud adalah memberikan layanan atau memberikan stimulan kepada masyarakat dalam pengelolaan perpustakaan.38
Dari keseluruhan jawaban informan atas pertanyaan penulis tentang alasan BPAD Provinsi Banten melakukan bimbingan teknis pembinaan perpustakaan sekolah, hampir kedua informan
37
Tri Djumargio, M.Si., Mantan Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 25 Mei 2015
38
Drs. Abdul Madjid, M.Si., Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 26 Mei 2015
67
berpendapat bahwa bimbingan teknis pengelolaan perpustakaan SMA penting dilakukan, namun perbedaan dari kedua informan di atas, yaitu pernyataan informan yang pertama menjelaskan bahwasannya pengelolaan perpustakaan-perpustakaan sekolah yang ditemui di lapangan masih belum memenuhi standar yang seharusnya. Sedangkan informan kedua menyatakan bahwa BPAD Provinsi Banten memiliki kewajiban sebagai pembina perpustakaan di daerahnya baik termasuk didalamnya perpustakaan sekolah di masing-masing wilayah untuk meningkatkan lagi pengelolaan perpustakaannya agar minat masyarakat lebih meningkat untuk mengunjungi perpustakaan. b. Tempat Bimbingan Teknis
Penyediaan tempat yang memadai merupakan hal yang wajib disediakan oleh penyelenggara bimbingan teknis bagi para peserta yang berasal dari 8 kabupaten / kota se-provinsi Banten tersebut agar kegiatan bimbingan teknis yang dilakukan bisa berjalan lancar tanpa adanya masalah yang berkaitan tentang tempat. Adapun tempat yang dipilih BPAD untuk menyelenggarakan bimbingan teknis perpustakaan sekolah adalah sebagaimana yang dipaparkan oleh kelima informan berikut ini :
Yang saya ikut sekali yang diadain BPAD itu di Nuansa Bali.39 Tepatnya lupa, tahun 2011 di salah satu hotel di Anyer.40
39
Syukriyah, S.Ag., Mantan Pembina Perpustakaan SMAN 7 Tangerang Selatan, Wawancara, Serpong Utara, 07 Mei 2015
68
Untuk tahunnya saya lupa, mungkin 2014, diadakannya di Anyer.41
Penyelenggaraan kita laksanakan di hotel karena kita belum memiliki tempat DIKLAT sendiri,... kita gunakan ruang atau tempat yang memenuhi persyaratan, ternyata yang memenuhi persyaratan untuk Bimtek kebanyakan di hotel, jadi kita gunakan hotel.42
Kita disesuaikan dengan kondisi peserta kalau memang pesertanya sedikit maka kita adakan di aula kita sendiri,... kalau tidak memungkinkan aula ini kemudian kita cari tempat gedung-gedung pemerintah yang memenuhi,...itu juga kalau tidak dipakai oleh mereka kita bisa pakai, tapi kalau memang semuanya penuh terpaksa kita di hotel.43
Berdasarkan penjelasan beberapa informan di atas yang telah menjawab pertanyaan dari penulis tempat diselenggarakannya bimbingan teknis yang diadakan oleh BPAD Provinsi Banten, kesemua informan menjawab tempat diselenggarakanya bimbingan teknis adalah di sebuah hotel, lebih spesifik lagi dari pernyataan pertama sampai ketiga menjawab bahwasanya kegiatan bimbingan teknis tersebut dilaksanakan di hotel Nuansa Bali di daerah Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Menurut informan keempat dan kelima menjelaskan dipilihnya tempat bimbingan teknis karena BPAD Provinsi Banten tidak memiliki gedung DIKLAT sendiri yang bisa menampung para peserta
40
R. Endang Zubaidah, Mantan Pengelola Perpustakaan SMAN 1 Tangerang Selatan, Wawancara, Ciputat, 04 Mei 2015
41
Lesdi Suryadi Said, S.IP., Kepala Perpustakaan SMAN 9 Tangerang Selatan, Wawancara, Ciputat, 07 Mei 2015
42
Tri Djumargio, M.Si., Mantan Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 25 Mei 2015
43
Drs. Abdul Madjid, M.Si., Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 26 Mei 2015
69
bimbingan teknis dari luar kota dan jika menyewa gedung DIKLAT tidak bisa dikarenakan kegiatannya adalah bimbingan teknis. Selain itu juga dikarenakan ruang rapat yang dimiliki oleh BPAD Provinsi Banten tidak bisa memuat banyaknya peserta bimbingan teknis yang berjumlah 40 orang setiap angkatan pertahunnya. Jadi satu-satunya tempat yang memadai untuk diselenggarakannya bimbingan teknis adalah hotel, ditambah lagi jika dilaksanakan di hotel, para peserta bisa dengan mudah melakukan pelajaran tambahan pada malam harinya jika diinginkan dan memungkinkan.
c. Waktu Bimbingan Teknis
Penentuan waktu penyelenggaraan bimbingan teknis pengelolaan perpustakaan sekolah sekolah biasanya dilakukan saat tidak ada kesibukan kegiatan di sekolah seperti saat ajaran baru maupun saat hari libur. Hal ini dimaksudkan agar penyelenggaraan bimbingan teknis tidak mengganggu kegiatan pengelola perpustakaan sekolah dan dapat diikuti peserta bimbingan teknis. Penyusunan waktu kegiatan juga penting dilakukan, mengingat bimbingan teknis adalah kegiatan yang sudah jelas jumlah hari penyelenggaraannya. Penyusunan agenda juga harus dilakuakn yang dimaksudkan untuk memberikan kejelasan waktu pelaksanaan kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan bimbingan teknis.
70
Adapun waktu penyelenggaraan bimbingan teknis pengelolaan perpustakaan sekolah adalah seperti yang dijelaskan oleh ketiga informan berikut ini :
...Kalau Bimtek kita menggunakan pola maksimal tiga hari,... jam 8 dimulai rehat satu jam sampai sore, kadang-kadang malamnya kita pakai diskusi.44
Jadi tidak lebih dari tiga hari,...karena kalau lebih dari tiga hari pelaksanaannya harus di badan DIKLAT, ...pelaksanaan dari jam 8 pagi sampai malam diselang dengan ishoma kemudian kita mulai lagi jam 13.30 nanti istirahat lagi jam 16.45 mandi sholat makan, setengah 8 masuk lagi sampai jam 21.30 ya jadi sehari itu bisa fullday.45
3 hari, fullday, ...jadi dari pagi, paling istirahatnya cuma dzuhur, makan, terus lanjut lagi sampai sore, solat ashar terus lanjut lagi sampai jam 9.46
Dari pernyataan pertama dapat diketahui bahwasannya penyelenggaraan bimbingan teknis untuk perpustakaan SMA setiap tahun sekali sejak tahun 2008, dari keseluruhan pernyataan informan diatas, bimbingan teknis perpustakaan sekolah dilakukan selama 3 hari dikarenakan jika lebih dari 3 hari, kegiatan tersebut sudah masuk ke dalam pendidikan dan latihan (DIKLAT) bukannya bimbingan teknis (BIMTEK) dan harus dilakukan di badan DIKLAT seperti penuturan informan kedua. Informan kesatu menyatakan porsi yang diberikan dalam bimbingan teknis
44
Tri Djumargio, M.Si., Mantan Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 25 Mei 2015
45
Drs. Abdul Madjid, M.Si., Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 26 Mei 2015
46
Dewi Puspitasari, Staff Perpustakaan SMAN 3 Tangerang Selatan, Wawancara, Ciputat, 05 Mei 2015
71
adalah 50:50 artinya dalam 3 hari bimbingan teknis tersebut, satu setengah hari teori dan satu setengah harinya lagi adalah praktek. Dari penuturan ketiga informan diatas juga, dapat dipahami bahwa penyelenggaraan bimbingan teknis dimulai sejak pagi hari pukul 8 hingga malam hari dan istirahat pada waktu ISHOMA (istirahat, sholat dan makan).
d. Biaya Bimbingan Teknis
Dalam sebuah kegiatan memerlukan biaya yang digunakan demi kelancaran kegiatan tersebut, begitu juga dengan kegiatan bimbingan teknis pengelolaan perpustakaan SMA yang dilakukan oleh BPAD provinsi Banten. Adapun biaya yang digunakan dalam bimbingan teknis pengelolaan perpustakaan SMA akan dikemukakan oleh dua informan berikut ini :
Biayanya dari APBD Provinsi dilakukan setiap tahun itu dengan jumlah peserta yang sama tapi seringnya sih berlebih bukan berkurang.47
Kita tergantung dari isian penggunaan anggaran, kita bisa dari APBN melalui PNRI, bisa juga dari APBD tingkat 1 provinsi. Jumlahnya tiap tahun itu bukan sesuai dengan kebutuhan, kita bagaimana dikasih anggaran, kita kan yang penting mengajukan kemudian disesuaikan dengan anggaran pemerintah daerah.48
Berdasarkan penjelasan kedua informan di atas yang telah menjawab pertanyaan dari penulis mengenai biaya yang
47
Tri Djumargio, M.Si., Mantan Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 25 Mei 2015
48
Drs. Abdul Madjid, M.Si., Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 26 Mei 2015
72
digunakan dalam penyelenggaraan bimbingan teknis, kedua informan mengatakan bahwasannya biaya yang digunakan berasal dari APBD Provinsi. Namun menurut informan kedua, biaya yang digunakan bisa berubah jumlahnya ataupun tidak selalu sama pertahunnya tergantung berapa besar yang diberikan pemerintah daerah kepada BPAD Provinsi Banten untuk kegiatan bimbingan teknis tersebut.
e. Koordinasi antara BPAD Provinsi Banten dengan Peserta Bimbingan Teknis
Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Banten merupakan lembaga induk atau perpustakaan pembina yang menaungi semua perpustakaan di provinsi Banten, khususnya perpustakaan sekolah. Dalam menginformasikan adanya kegiatan bimbingan teknis kepada para peserta ada beberapa langkah yang dilakukan, seperti yang dikemukakan oleh beberapa informan berikut ini :
...Kita informasikan dalam penyusunan program rapat koordinasi ,.. anggarannya,...agenda-agenda kita selanjutnya.Kita tindak lanjuti dengan mengirim surat kepada perpustakaan kabupaten / kota untuk menindak lanjuti mengirimkan peserta koordinasi dengan dinas pendidikan untuk mengirimkan para pustakawan atau pengelola perpustakaan di sekolah.49
...Untuk Bimtek sendiri ini kita informasikan melalui perpustakaan Kabupaten / Kota, mereka menginformasikan termasuk kalau nanti pesertanya dari sekolah misalnya tingkat SMA nanti dia akan menghubungi instansi yang terkait penanganan SMA
49
Tri Djumargio, M.Si., Mantan Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 25 Mei 2015
73
tersebut, misalnya dia koordinasi dengan DINDIK ya Dinas Pendidikan untuk mengirimkan peserta yang belum pernah mengikuti Bimtek.50
Dari keseluruhan jawaban kedua informan atas pertanyaan penulis tentang koordinasi antara BPAD Provinsi Banten dengan para pesrta bimbingan teknis, kedua informan mengatakan bahwa mereka melakukan prosedur yang ada, karena BPAD Provinsi Banten adalah lembaga perpustakaan tingkat 1 maka BPAD harus berkoordinasi dengan lembaga perpustakaannya di bawahnya yaitu lembaga perpustakaan tingkat 2, yaitu perpustakaan daerah kabupaten / kota. Karena bimbingan teknis perpustakaan SMA, perpustakaan kabupaten / kota berkoordinasi dengan instansi yang menaungi SMA tersebut yaitu Dinas Pendidikan. Selanjutnya Dinas Pendidikan memilih peserta yaitu pengelola perpustakaan yang belum pernah mengikuti bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh BPAD provinsi Banten serta Dinas Pendidikan mengirimkan surat undangan kepada kepala sekolahnya. Hal ini sejalan dengan informasi yang disampaikan oleh kedua informan berikut ini :
Diundang, diundang dari dinas, ada surat undangan, terus dari sekolah menugasi, undangannya mungkin waktu itu ke perpustakaan, jadi sekolah memberi tugas.51
Dari dinas pendidikan, tapi suratnya sudah tidak ada.52
50
Drs. Abdul Madjid, M.Si., Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 26 Mei 2015
51
Dra. Norma Purba, Mantan Koordinator Perpustakaan Sekolah SMAN 2 Tangerang Selatan, Wawancara, Tangerang Selatan, 04 Mei 2015
74
Dapat dipahami bahwasannya kedua informan diatas yang merupakan pengelola perpustakaan sekolah mengetahui adanya informasi mengenai bimbingan teknis melalui dinas pendidikan setempat dengan surat undangan kepada kepala sekolah dan kepala sekolah memilih pengelola perpustakaan yang memenuhi syarat untuk mengikuti bimbingan teknis tersebut dengan mengirimkan surat tugas.
f. Peserta Bimbingan Teknis
Peserta merupakan bagian terpenting dalam sebuah kegiatan bimbingan teknis karena peserta adalah sasaran yang harus diberikan informasi sebaik mungkin agar tujuan dari penyelenggaraan bimbingan teknis tersebut nisa terpenuhi, untu peserta yang mengikuti bimbingan teknis perpustakaan akan dituturkan oleh dua informan berikut ini :
Kalau pesertanya diutamakan pengelola perpustakaan, kepala perpustakaan atau ketua pengelolanya yang dilengkapi dengan SK Kepala Sekolah penunjukkannya. Asalnya dari 8 kabupaten / kota,...untuk jumlah peserta selalu 40.53
Kalau Bimtek sekolahan biasanya pustakawan di sekolah atau ketua pustakawan atau petugas di perpustakaan sekolah itu.54
Menurut kedua informan diatas, yang menjadi peserta dalam kegiatan bimbingan teknis perpustakaan SMA adalah ketua
52
R. Endang Zubaidah, Mantan Pengelola Perpustakaan SMAN 1 Tangerang Selatan, Wawancara, Ciputat, 04 Mei 2015
53
Tri Djumargio, M.Si., Mantan Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 25 Mei 2015
54
Drs. Abdul Madjid, M.Si., Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 26 Mei 2015
75
perpustakaan, ketua pengelola perpustakaan, ketua pustakawan, pengelola perpustakaan sekolah ataupun pustakawan sekolah, intinya adalah orang yang mengelola perpustakaan sekolah yang belum pernah mengikuti kegiatan bimbingan teknis yang diadakan oleh BPAD Provinsi Banten. Selain itu menurut informan pertama selain belum pernah mengikuti bimbingan teknis, para peserta juga harus dilengkapi dengan SK atau surat tugas yang diberikan oleh kepala sekolah penunjukannya, untuk jumlahnya sendiri yaitu 40 orang dari seluruh perpustakaan SMA dari 8 kabupaten / kota di provinsi Banten, namun terkadang jumlah ini bisa bertambah menjadi 50 orang karena peserta sekolah yang tidak diundang dan datang secara sukarela. Sedangkan menurut informan kedua para pesertanya tidak terbatas pada SMA saja baik itu negeri maupun swasta yang di bawah naungan kementrian pendidikan nasional, melinkan juga semua sekolah yang berada di jenjang menengah baik itu yang di bawah naungan kementrian agama seperti madrasah aliyah baik negeri dan swasta serta pondok pesantren. g. Fasilitas bagi Peserta Bimbingan Teknis
Fasilitas yang diberikan dalam kegiatan bimbingan teknis adalah fasilitas yang nantinya dapat menunjang semua pihak dalam penyelenggaraan bimbingan teknis itu sendiri baik itu bagi penyelenggara, pemateri maupu juga peserta, fasilitas yang
76
diberikan BPAD provinsi Banten seperti yang diutarakan oleh kelima informan berikut ini :
Fasilitas yang diberikan biasa materi, buku pedoman klasifikasi terus ada tas biasa lah ATK terus fasilitas untuk praktek jadi kita bawa buku-buku yang belum diklasifikasi atau belum dilabel kita praktek.Akomodasi dan penginapan ditanggung BPAD Provinsi Banten, jadi peserta itu tidak bayar satu rupiah pun.55
Fasilitasnya banyak, yang pertama adalah kita fasilitasi untuk penginapan, kemudian makan minum, kemudian fasilitas pembelajaran yang nyaman, nah kemudian mereka juga mengikuti fasilitas keamanan, ketertiban, kemudian nanti mereka dapat sertifikat pernah mengikuti Bimtek dan yang terakhir ada penggantian untuk transport.56
Seminar kit, penginapan, akomodasi dan transportasi.57
Pertama ya penginapan, makan sehari tiga kali, alat-alat tulis, sertifikat, dan transport, itu aja yang didapetin.58
Fasilitas sih ya paling cuma dikasih buku cara membuat katalog, kemudian dapet ATK, kemudian cara mengindeks buku gitu aja, untuk penginapan dan akomodasi sih udah cukup baik, bagus, full dikasih dari BPAD Provinsi Banten.59
Dari kelima informan diatas, dapat ditarik kesimpulannya bahwasannya fasilitas yang diberikan oleh BPAD Provinsi Banten kepada para peserta bimbingan teknis diantaranya adalah, seminar kit, ATK, penginapan, makan dan minum, akomodasi dan transport. Jadi para peserta tidak dipungut biaya sepeserpun dalam
55
Tri Djumargio, M.Si., Mantan Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 25 Mei 2015
56
Drs. Abdul Madjid, M.Si., Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 26 Mei 2015
57
R. Endang Zubaidah, Mantan Pengelola Perpustakaan SMAN 1 Tangerang Selatan, Wawancara, Ciputat, 04 Mei 2015
58
Lesdi Suryadi Said, S.IP., Kepala Perpustakaan SMAN 9 Tangerang Selatan, Wawancara, Ciputat, 07 Mei 2015
59
Syukriyah, S.Ag., Mantan Pembina Perpustakaan SMAN 7 Tangerang Selatan, Wawancara, Serpong Utara, 07 Mei 2015
77
mengukuiti bimbingan teknis ini melainkan mereka menerima banyak sekali fasilitas dan ilmu yang bermanfaat.
h. Pemateri
Kegiatan bimbingan teknis tidak bisa berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang baik jika tidak ditunjang oleh pemateri yang memenuhi syarat. Pemateri memegang kunci untuk keberhasilan penyelenggaraan bimbingan teknis perpustakaan SMA karena ilmu yang diberikan oleh pemateri akan dibawa pulang oleh para peserta dan diterapkan di perpustakaan mereka bekerja. Adapun pemateri dalam kegiatan bimbingan teknis perpustakaan SMA yang diselenggarakan oleh BPAD provinsi Banten adalah seperti yang dipaparkan oleh keempat informan berikut ini :
Pustakawan di daerah sendiri di BPAD pada saat itu baru ada satu dan itu juga belum memenuhi kriteria untuk sebagai tutor jadi kita mengambil dari PNRI.60
Bimtek itukan menyesuaikan artinya supaya kita ada sinergi antara PNRI, BPAD dan perpustakaan kabupaten / kota maka kita datangkan dari PNRI.61
Menurut kedua informan diatas, pemateri biasanya didatangkan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) dikarenakan PNRI merupakan lembaga induk semua perpustakaan seluruh Indonesia, jadi agar ada suatu sinergi antar lembaga
60
Tri Djumargio, M.Si., Mantan Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 25 Mei 2015
61
Drs. Abdul Madjid, M.Si., Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 26 Mei 2015
78
perpustakaan, selain itu juga PNRI merupakan acuan dari BPAD Provinsi Banten dalam melakukan bimbingan teknis, informasi-informasi terbaru tentang perkembangan di bidang ilmu perpustakaan bersumber dari PNRI, terlebih lagi dengan mendatangkan pemateri dari PNRI hal itu juga otomatis menjadikan mereka sebagai tim acessor bagi BPAD Provinsi Banten. Selain itu juga dikarenakan pustakawan PNRI mudah untuk menyesuaikan waktu karena tidak terikat waktu dengan lembaga. Namun selain pemateri yang didatangkan dari PNRI, BPAD Provinsi Banten juga mendaulat pustakawan fungsionalnya untuk memberikan materi dalam bimbingan teknis perpustakaan SMA seperti dalam pernyataan informan berikut ini :
Sebagai narasumber Bimtek dengan materi pengolahan bahan pustaka sejak disini tahun 2013 berarti sudah dua tahun mengikuti Bimtek.62
Saya sempat jadi narasumber sempat jadi moderator, saya pernah jadi narasumber untuk materi klasifikasi tahun 2013 dan moderator tahun 2013 dan tahun 2014.63
Berdasarkan penuturan kedua informan diatas, pustakawan fungsional BPAD Provinsi Banten diikutsertakan sebagai pemateri dalam kegiatan bimbingan teknis perpustakaan SMA dikarenakan sejak tahun 2013 semenjak BPAD provinsi Banten memiliki
62
Drs. Iman Sukwana, Pustakawan Fungsional BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 28 Mei 2015
63
Indra Hermayadi, S.Sos., Pustakawan Fungsional BPAD Provinsi Banten, Wawancara, Serang, 26 Mei 2015
79
pustakawan fungsional, pustakawan tersebut sudah memenuhi kriteria sebagai tutor yang sebelumnya posisi tersebut kosong. i. Materi
Materi yang diberikan dalam bimbingan teknis pengelolaan perpustakaan SMA oleh BPAD provinsi Banten adalah materi-materi tentang pengelolaan perpustakaan sekolah seperti yang dipaparkan oleh kedua informan berikut ini :
Materi yang kita berikan, ini kalau di dalam ilmu perpustakaan adalah dasar-dasarnya,...yang pertama secara garis besar pengantar ilmu perpustakaan,...lalu materi yang kedua yang kita berikan apa yang disebut dengan pengadaan,...pengolahan,...lalu klasifikasi.64
Kalau saya materinya mengenai layanan, terus komunikasi, jadi dua yang saya pegang, jadi mengenai komunikasi di layanan sama layanan prima.65
Dari penjelasan yang dipaparkan oleh kedua informan diatas yang merupakan pemateri yang didatangkan langsung dari PNRI, informan kesatu menjelaskan bahwasannya materi yang diberikan dalam kegiatan bimbingan teknis adalah mengenai layanan teknis di perpustakaan sekolah seperti pengantar perpustakaan (fungsi perpustakaan, struktur organisasi perpustakaan, layanan perpustakaan), pengadaan (administrasi awal di perpustakaan, pembuatan buku induk, dan pembuatan stempel), pengembangan
64
Drs.Umar Hadi, Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik indonesia (Pemateri Bimbingan Teknis Perpustakaan Sekolah), Wawancara, Jakarta Pusat, 18 Mei 2015
65
Drs.Yoyo Yahyono, Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik indonesia (Pemateri Bimbingan Teknis Perpustakaan Sekolah), Wawancara, Jakarta Pusat, 18 Mei 2015
80
bahan perpustakaan (kriteria membeli buku untuk perpustakaan sekolah, dan kebijakan pengembangan bahan pustaka), pengolahan (membuat katalogisasi, membuat klasifikasi, dan membuat tajuk subjek). Sedangkan menurut informan kedua materi yang diberikan dalam bimbingan teknis adalah tentang layanan pemakai seperti komunikasi dan layanan prima. Dari pernyataan informan kesatu juga dapat diambil informasi bahwasannya pedoman-pedoman yang digunakan memberikan materi di kegiatan bimbingan teknis ada banyak diantaranya adalah AACR dan DDC. Selain dua pedoman tadi ada juga pedoman ain yang digunakan seperti yang dikemukakan oleh beberapa informan sebagai berikut:
Selain DDC, AACR Edisi 2, teknik-teknik mengajar,...lalu kita juga pedoman-pedoman yang dibuat oleh badan.66
Pedomannya, pedoman layanan yang sudah kami buat sendiri bahannya, terus juga ada pedoman komunikasi dengan pemustaka, dan ada kaitannya dengan keterbukaan informasi publik, jadi UU 25 itu kita gunakan juga.67
Jadi berdasarkan kedua pernyataan informan diatas, pedoman yang digunakan dalam materi bimbingan teknis perpustakaan SMA adalah DDC, AACR edisi 2, pedoman bimbingan teknis BPAD provinsi Banten dan juga UU 25 tentang keterbukaan informasi publik. Penggunaan pedoman ini juga penting karena agar materi
66
Drs.Umar Hadi, Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik indonesia (Pemateri Bimbingan Teknis Perpustakaan Sekolah), Wawancara, Jakarta Pusat, 18 Mei 2015
67
Drs.Yoyo Yahyono, Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik indonesia (Pemateri Bimbingan Teknis Perpustakaan Sekolah), Wawancara, Jakarta Pusat, 18 Mei 2015
81
yang diberikan tidak melenceng dari jalur keilmuan, selain itu penggunan pedoman yang bersifat internasional bermanfaat sekali, dimanapun pustakawan itu berada, aturannya sama karena bersifat internasional. Selain pedoman, ada juga rujukan-rujukan yang diberikan pemateri kepada para peserta bimbingan teknis seperti yang dikatakan oleh beberapa informan berikut ini :
Rujukan materi ya seperti ... manajemen perpustakaan sekolah yang dikarang oleh pak Darmono dsb, yang standar perpustakaan sekolah yang dikeluarkan IFLA yang terjemahan itu juga kami sarankan, jadi rujukan-rujukan yang kita perintahkan supaya dibaca..68
Sangat banyak, jadi buku-buku yang harus dibaca, terutama buku yang berkaitan dengan layanan perpustakaan, terus yang kedua juga buku tentang bagaimana mengelola perpustakaan terus bagaimana komunikasi di perpustakaan.69
Dari kedua pernyataan informan diatas, informan kesatu memberikan rujukan kepada peserta untuk membaca buku pengentar ilmu perpustakaan yang dikeluarkan oleh Sulistyo-Basuki, manajemen perpustakaan sekolah yang dikeluarkan oleh Darmono, dan terakhir adalah standar perpustakaan sekolah yang dikeluarkan oleh IFLA. Sedangkan informan kedua memberikan rujukan yaitu buku-buku tentang layanan dan komunikasi di