Konsep Umum Penyelenggaraan Kelas Internasional
(1) Kelas Internasional adalah bagian dari suatu program studi dengan materi pembelajaran yang disampaikan dalam Bahasa Inggris, yaitu meliputi kuliah, praktikum, magang, ujian, skripsi, persidangan, publikasi ilmiah, dan lain-lain.
(2) Kurikulum perkuliahan yang digunakan pada kelas internasional sama dengan kurikulum pada program studi induknya, dengan tambahan sejumlah kegiatan dan sertifikasi internasional. (3) Akreditasi dan administrasi untuk penyelenggaraan kelas internasional tidak terpisahkan dari
program studi induknya, tetapi dapat diselenggarakan dalam pengelolaan dan layanan dengan menggunakan sumberdaya manusia berkualifikasi tertentu.
(4) Sistem administrasi penyelenggaraan kelas internasional harus terintegrasi dalam sistem informasi akademik Universitas Telkom sebagai kelas khusus.
(5) Dosen pada kelas internasional adalah dosen pada program studi induk, yang ditugaskan mengajar pada kelas reguler maupun kelas internasional bagi yang memenuhi persyaratan.
Pasal 57
Persyaratan dan Seleksi Mahasiswa Baru pada Kelas Internasional (1) Persyaratan mahasiswa kelas internasional adalah:
a. Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru;
b. Memiliki minimal score setara ITP TOEFL 450 dan/atau skor ECCT yang sesuai dengan capaian skor ITP TOEFL dimaksud;
(2) Penerimaan mahasiswa baru kelas internasional melalui seleksi mahasiswa baru Universitas Telkom (SMB) atau bentuk seleksi lainnya.
(3) Penyelenggaraan wawancara khusus sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) mengikuti tatacara dan mencakup hal-hal berikut:
a. Kemampuan dan kesiapan calon mahasiswa dalam menggunakan Bahasa Inggris; b. Kesiapan finansial untuk membiayai perkualiahan sampai selesai;
c. Motivasi belajar dan target yang ingin dicapai dalam empat tahun ke depan;
d. Wawancara dilaksanakan oleh tim seleksi, yang dibentuk unit pelaksana Seleksi Mahasiswa Baru dengan melibatkan unsur Program Studi, yang disahkan melalui Keputusan Rektor.
Pasal 58
Perkuliahan pada Kelas Internasional (1) Karakteristik perkuliahan di kelas internasional adalah sebagai berikut:
a. Seluruh proses kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar;
b. Pengelola, dosen dan mahasiwa wajib berbahasa Inggris di English Speaking Zone (ESZ); c. Cakupan ESZ sekurang-kurangnya adalah di seluruh lantai dan atau gedung yang digunakan
untuk penyelenggaraan perkuliahan, kegiatan kemahasiswaan, dan administrasi kelas internasional;
d. Perkuliahan di dalam kelas dapat digantikan dengan general lecture, company visit, dan atau foreign visiting lecturer dalam bidang dan materi yang sesuai dengan kurikulum.
(2) Universitas memberikan bantuan penguatan kemampuan berbahasa Inggris, bagi mahasiswa yang memerlukannya, dengan cara:
a. Sebelum perkuliahan semester pertama, mahasiswa baru mendapatkan English Preparation; b. Teknis pelaksanaan English Preparation diserahkan pada program studi masing masing;
c. Selama satu tahun pertama, mahasiswa mendapatkan pendampingan peningkatan bahasa lnggris dari Pusat Bahasa;
d. Sebagian dan atau seluruh butir dalam pasal di atas selanjutnya akan ditentukan melalui ketentuan tersendiri.
(3) Kapasitas rombongan pembelajaran pada kelas internasional adalah:
a. Jumlah mahasiswa pada setiap kelas internasional adalah 20 sampai dengan 30 orang; b. Jika mahasiswa baru tidak mencapai 20 orang, maka kelas internasional tetap
diselenggarakan untuk sekurang-kurangnya dengan jumlah mahasiswa sebanyak 15 orang. (4) Sistem perkuliahan pada kelas internasional diselenggarakan dalam rencana pembelajaran yang
menganut 2 (dua) semester untuk setiap tahun akademik.
(5) Penyelenggaraan matakuliah semester pendek/padat pada kelas internasional:
a. Untuk matakuliah yang diperlukan, Program Studi dapat menyelenggarakan semester pendek/padat bagi mahasiswa yang memerlukannya sebagai remidial;
b. Penyelenggaraan semester pendek/padat dilaksanakan dengan takaran pelaksanaan sesuai aturan ketentuan sks (satuan kredit semester);
c. Pengambilan matakuliah semester pendek/padat oleh seorang mahasiswa tidak diperkenankan apabila belum pernah mengambil pada semester reguler sebelumnya; d. Pengambilan matakuliah semester pendek/padat oleh seorang mahasiswa tidak
diperkenankan bersamaan dengan kegiatan Geladi, Magang atau Kerja Praktek;
e. Pencatatan administrasi perkuliahan semester pendek/padat didefinisikan sebagai perkuliahan semester reguler yang terdekat sesudah berlangsungnya perkuliahan tersebut; f. Semester pendek/padat tidak diselenggarakan pada kelas reguler.
Pasal 59
Aturan Tambahan untuk Tugas Akhir pada Kelas Internasional
(1) Di samping wajib memenuhi ketentuan aturan pada kelas reguler, pelaksanaan Tugas Akhir pada kelas internasional diwajibkan memenuhi ketentuan khusus.
(2) Proses pembimbingan Tugas Akhir di kelas internasional dilaksanakan dengan cara: a. Sedikitnya salah satu pembimbing Tugas Akhir adalah dosen kelas internasional; b. Naskah skripsi dan artikel tugas akhir harus melalui proof-reading dari ahli bahasa;
(3) Mahasiswa dapat mengajukan permohonan pelaksanaan sidang Tugas Akhir jika telah memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Minimal skor EPRT/ITP TOEFL 500 dan atau ECCT 3.75; b. Sudah memiliki minimal dua sertifikasi internasional;
c. Sudah mengikuti lmmersion Program/Edutrip/Student Exchange; d. Sudah menyelesaikan kewajiban lnternship.
Pasal 60
Fasilitas Pendidikan pada Kelas Internasional (1) Fasilitas minimal kelas internasional:
a. Setiap ruang kelas khusus yang diperuntukkan bagi satu kelas;
b. Kapasitas ruang kelas sesuai dengan rombongan pembelajaran pada Pasal XXV Ayat (3); c. Ruang kelas dilengkapi multimedia equipment;
d. Ruang kelas dilengkapi penyejuk udara;
e. Rancangan ruang kelas dan meubelar memudahkan pembelajaran dan diskusi; f. Tersedia koneksi internet yang handal;
g. Ruang kelas ditempatkan pada suatu lingkungan gedung atau lantai khusus yang dilengkapi ruang diskusi atau belajar/academic lounge untuk bersama;
(2) Fasilitas asrama untuk mahasiswa kelas internasional:
a. Mahasiswa kelas internasional yang perkuliahannya diselenggarakan di kampus utama (BT- Plex) wajib tinggal di asrama untuk tahun pertama.
b. Mahasiswa kelas internasional yang perkuliahannya diselenggarakan di luar kampus utama
(BT- Plex) tidak wajib tinggal di asrama.
(3) Layanan pembeda kelas internasional dengan kelas regular:
a. Immersion atau Edutrip (bersifat wajib);
b. Setiap lulusan mempunyai minimal satu buah sertifikasi international, dengan jenis sertifikasi ditentukan oleh Universitas yang disesuaikan dengan keilmuan Program Studi;
c. Internship pada perusahaan asing atau perusahaan multinasional (wajib);
d. Student exchange/transferable credit earning di perguruan tinggi luar negeri (opsional);
e. Double degree (opsional).
Pasal 61
Biaya Pendidikan pada Kelas Internasional
(1) Komponen biaya pendidikan untuk mengikuti kelas internasional yang harus ditanggung mahasiswa terdiri dari:
a. UP3 (Uang Partisipasi Penyelenggaraan Pendidikan);
b. SDP2 (Sumbangan Dana Pengembangan Pendidikan);
c. BPP (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan);
d. Internship;
e. Student Exchange;
f. Double Degree;
g. Biaya Wisuda
(2) UP3 dan SDP2 dibayarkan di awal masuk sebagai mahasiswa baru. (3) BPP dibayarkan pada setiap awal semester.
(4) Edutrip, summer course, atau immersion program tidakditanggung oleh Universitas;
(5) Biaya 1 (satu) kali ujian sertifikasi internasional ditanggung oleh Universitas, dengan sertifikasi lainnya ditanggung oleh mahasiswa.
(6) Biaya student exchange, internship, dan double degree ditanggung oleh mahasiswa dan dibayar lunas sebelum setiap kegiatan tersebut dilaksanakan.
Pasal 62
Perpindahan dari Kelas Regular ke Kelas Internasional (1) Mahasiswa kelas internasional tidak diperbolehkan pindah ke kelas regular.
(2) Mahasiswa kelas regular diperbolehkan pindah ke kelas internasional dengan persyaratan sebagai berikut:
a. Minimal skor ITP TOEFL 475 dan atau ECCT 3.25; b. lndeks Prestasi Kumulatif minimal 3.00;
c. Perpindahan dilakukan paling lambat pada awal semester ke-3;
d. Membayar semua biaya pendidikan di kelas internasional, untuk UP3 dan SDP2 dibayarkan selisih kekurangannya;
e. Besaran BPP mengikuti ketentuan untuk kelas internasional;
BAB VII